Tag: Pratama Arhan

  • Dean James Menantikan Momen Bela Timnas Indonesia

    Dean James Menantikan Momen Bela Timnas Indonesia

    JAKARTA – Dean James remi berstatus warga negara Indonesia (WNI) setelah menuntaskan naturalisasinya di KBRI Roma, Italia, pada Senin, 10 Maret 2025. Dean bersyukur dengan status barunya dan mengaku tak sabar menantikan momen membela Timnas Indonesia. 

    “Sangat bersyukur! Menantikan perjalanan ini (bersama Timnas Indonesia),” tulis Dean James dalam unggahan di akun Instagram dikutip Selasa, 11 Maret 2025. 

    Dalam proses pengambilan sumpah di Italia itu, Dean James tak sendiri. Ia mengambil sumpah bersama dua pemain lain, yaitu Emil Audero dan Joey Pelupessy.

    Kini setelah proses pengambilan sumpah WNI tuntas dilalui, James kini tinggal menunggu perpindahan federasi di FIFA dari KNVB ke PSSI. Agenda ini biasanya tidak memakan waktu lama andai semua proses administrasi beres. 

    Setelah perpindahan federasi tuntas, pemain Go Ahead Eagles itu sudah bisa memperkuat Timnas Indonesia. Apalagi dalam periode Maret 2025, Skuad Garuda dinanti jadwal tandang ke Australia (20 Maret 2025) dan menjamu Bahrain (25 Maret 2025) di Kualifikasi Piala Dunia 2026.

    Dengan jadwal tersebut, Dean James yang kini berposisi sebagai bek kiri, diharapkan bisa menjadi opsi pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert. Usia James yang baru 24 tahun membuatnya jelas memiliki jenjang karier yang masih panjang.

    Namun, dalam Skuad Garuda nantinya, James juga harus bisa bersaing dengan bek kiri lainnya yang tak kalah berkualitas. Soalnya, di posisi terdsebut juga sudah ada Calvin Verdonk yang jadi langganan Timnas Indonesia. 

    Ada juga Shayne Pattynama yang kerap jadi pilihan, juga ada Pratama Arhan yang tampil apik bersama Bangkok United di Liga Thailand (Thai League 1).

  • Emil Audero Resmi Jadi WNI, Warga Lombok Kenang Perjuangan Masa Kecil Sang Kiper – Halaman all

    Emil Audero Resmi Jadi WNI, Warga Lombok Kenang Perjuangan Masa Kecil Sang Kiper – Halaman all

    Emil Audero Resmi Jadi WNI, Warga Lombok Kenang Perjuangan Masa Kecil Sang Kiper

    TRIBUNNEWS.COM, LOMBOK –  Emil Audero resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

    Emil Audero, Dean James, dan Joey Pelupessy mengambil sumpah setia kepada Republik Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Italia pada Senin (10/3/2025).

    Syukur (65), seorang warga Kauman, Kelurahan Praya, Lombok Tengah, NTB, mengenang sosok Emil Audero.

    Pada waktu kecil, Emil Audero pernah tinggal di Lingkungan Kauman, Praaya.

    Emil bermain dengan teman sebaya di sebuah lapangan voli di Kota Praya, Lombok Tengah.

    Menurut dia, Emil Audrey senang bermain sepak bola superti ayahnya Edy Mulyadi.

    “Waktu kecil di lapangan voli di sana (Kauman,-red) itu dia minta-minta jadi penjaga gawang dan saya yang menendang bolanya. Waktu ia masih SD kelas 4 dis ini (SDN Prayitna,-red” kenang Syukur kepada Tribun Lombok di Kauman, Jumat (7/3/2025). 

    Emil Audero lahir dari pasangan Edy Mulyadi dan Antonella Audero, seorang WNA Italia.

    Emil Audero lahir di Mataram pada 18 Januari 1997.

    Emil kecil bersekolah di SD Negeri Prayitna Prapen.

    Pada 1998, Emil Audero dan ibunya pindah ke Cumiana, Italia.

    Sedangkan, ayahnya tetap berada di Lombok.

    Meskipun pergi ke Italia, namun, kata dia, Emil Audero sangat sering mengunjungi ayahnya dan pasti datang kalau lebaran tiba. 

    Menurut Syukur, Emil Audero pasti pulang kampung ke Praya. 

    Ia meyakini lebaran tahun 2025 pada awal April ini Emil akan berkunjung ke Praya Lombok Tengah.

    “Pokoknya bulan Lebaran mau Lebaran datang dia. Sering dia, setiap tahun dia,” beber Syukur. 

    Resmi Jadi WNI

    Trio naturalisasi, Emil Audero, Dean James, dan Joey Pelupessy resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

    Pada Senin (10/3/2025) ini, Emil Audero, Dean James, dan Joey Pelupessy melakukan pengambilan sumpah dan janji setia pewarganegaraan yang berlangsung di  Kedutaan Besar Republik Indonesia di Italia, Roma.

     Belum Dapat Panggilan Timnas Indonesia

    Trio naturalisasi Emil Audero, Dean James, dan Joey Pelupessy belum dipanggil memperkuat tim nasional Indonesia. 

    Dari daftar nama 27 pemain yang diumumkan pada Minggu (9/3/2025), nama trio naturalisasi itu tidak ada.

    Sebab, trio naturalisasi baru akan mengambil sumpah sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) di Kedutaan Besar Italia di Roma pada Senin ini.

    Emil Audero, Dean James, dan Joey Pelupessy merupakan tiga pemain naturalisasi yang bermain di Europa.

    Emil Audero.

    Emil Audero berposisi sebagai penjaga gawang membela klub Palermo di Serie-B.

    Dean James

    Dean James, pesepakbola berposisi di bek kiri bermain di klub Go Ahead Eagles di Eredivisie, Belanda.

    Joey Pelupessy

    Joey Pelupessy, pemain keturunan Maluku, berposisi di gelandang bertahan.

    Joey Pelupessy membela klub Lommel di kasta kedua liga sepak bola Belgia.

    Setelah resmi menjadi WNI, mereka akan memperkuat skuat Garuda yang akan berlaga di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

    Jadwal Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia:

    20 Maret 2025

    Australia Vs Timnas Indonesia

    25 Maret 2025

    Timnas Indonesia Vs Bahrain

    5 Juni 2025

    Timnas Indonesia Vs China

    10 Juni 2025

    Jepang Vs Timnas Indonesia

    Daftar Skuad Timnas Indonesia untuk Laga Kontra Australia dan Bahrain 

    Kiper: 

    Nadeo Argawinata (Borneo FC),

    Maarten Paes (FC Dallas/Amerika Serikat), 

    Ernando Ari (Persebaya). 

    Belakang: 

    Jay Idzes (Venezia/Italia), 

    Jordi Amat (JDT/Malaysia), 

    Nathan Tjoe-A-On (Swansea City/Inggris), 

    Mees Hilgers (FC Twente/Belanda), Rizky Ridho (Persija), 

    Muhammad Ferarri (Persija), 

    Justin Hubner (Wolves U-21/Inggris),

    Calvin Verdonk (NEC Nijmegen/Belanda), 

    Pratama Arhan (Bangkok United/Thailand),

    Shayne Pattynama (KAS Eupen/Belgia), 

    Sandy Walsh (Yokohama F Marinos/Jepang), 

    Kevin Diks (Copenhagen/Denmark),

    Eliano Reijnders (PEC Zwolle/Belanda).

    Tengah: 

    Thom Haye (Almere City/Belanda), 

    Ivar Jenner (FC Utrecht/Belanda),

    Ricky Kambuaya (Dewa United), 

    Egy Maulana Vikri (Dewa United),

    Marselino Ferdinan (Oxford United/Inggris). 

    Depan: 

    Ole Romeny (Oxford United/Inggris),

    Ragnar Oratmangoen (FCV Dender/Belgia), 

    Septian Bagaskara (Dewa United),

    Rafael Struick (Brisbane Roar/Australia), 

    Hokky Caraka (PSS), 

    Ramadhan Sananta (Persis Solo).

     

     

  • Calon Pemain Timnas Lolos ke Semifinal Piala Belanda, Singkirkan PSV yang Sempat Kalahkan Juventus

    Calon Pemain Timnas Lolos ke Semifinal Piala Belanda, Singkirkan PSV yang Sempat Kalahkan Juventus

    TRIBUNJATENG.COM – Dean James  calon pemain timnas Indonesia lolos ke semifinal Piala Belanda bersama Go Ahead Eagles.

    Yang mereka singkirkan bukan tim sembarangan, PSV Eindhoven yang baru saja mengeliminasi Juventus di Liga Champions.

    Dean James, memainkan peran kunci saat timnya, Go Ahead Eagles, berhasil mengalahkan PSV Eindhoven.

    Pertandingan berlangsung di Philips Stadion pada hari Kamis (27/2/2025) dinihari WIB.

    Dean James tampil sebagai starter di posisi bek kiri dan menunjukkan performa yang menjanjikan.

    Pada menit ke-18, ia memiliki kesempatan untuk mencetak gol, namun tendangannya dari dalam kotak penalti berhasil diblok oleh kiper PSV.

    Go Ahead Eagles membuka keunggulan di menit ke-25 melalui gol Gerrit Nauber yang terjadi akibat situasi bola sudut yang dieksekusi oleh Dean James.

    Bola yang diberikan James berhasil disambut dengan sundulan oleh Gerrit Nauber, membawa timnya unggul 1-0.

    Tidak lama setelah itu, Victor Edvardsen menggandakan keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-27.

    PSV hanya mampu memperkecil ketertinggalan lewat tendangan penalti Ivan Perisic di menit ke-59.

    Namun, mereka gagal menambah gol hingga akhir pertandingan, dan berakhir dengan hasil 1-2 untuk kemenangan Go Ahead Eagles.

    Dean James merupakan salah satu dari tiga pemain yang akan dinaturalisasi untuk memperkuat timnas Indonesia, bergabung dengan Calvin Verdonk, Pratama Arhan, Shayne Pattynama, dan Nathan Tjoe-A-On.

    Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengungkapkan bahwa proses naturalisasi ketiga pemain tersebut akan segera dilaksanakan.

    Timnas Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan kehadiran mereka, terutama menjelang dua pertandingan penting di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia pada Maret 2025.

    Pada 20 Maret, mereka akan bertandang ke Australia, diikuti dengan pertandingan melawan Bahrain di rumah pada 25 Maret 2025.

    Timnas Indonesia saat ini masih berpeluang untuk lolos ke Piala Dunia 2026, dengan berada di posisi ketiga klasemen Grup C dengan enam poin.

    Skuad Garuda harus memaksimalkan empat laga tersisa untuk meraih tiket langsung ke Piala Dunia 2026. (*)

  • Posisi Mulai Terpinggirkan di KV Mechelen, Sandy Walsh Pindah ke Liga Jepang? ini Klub Tujuannya

    Posisi Mulai Terpinggirkan di KV Mechelen, Sandy Walsh Pindah ke Liga Jepang? ini Klub Tujuannya

    TRIBUNJATIM.COM – Pemain Timnas Indonesia, Sandy Walsh dikabarkan akan memiliki klub baru.

    Ia dilaporkan bakal semakin dekat bermain di Liga Jepang.

    Sandy segera meninggalkan klubnya KV Mechelen meski kontraknya masih hingga Juni nanti.

    Posisi Sandy Walsh di klub Belgia itu mulai terpinggirkan.

    Sandy juga semakin tak menjadi pilihan utama.

    Hal itu membuat Sandy Walsh diyakini akan bermain di Liga Jepang.

    Apalagi bursa transfer di negara Matahari Terbit itu baru berakhir pada Maret nanti.

    Sandy Walsh sendiri juga sempat mengaku ingin merasakan bermain di kompetisi Asia seperti Jepang dan Korea.

    Kemungkinan itu semakin diperkuat oleh jurnalis Belgia, Jonas Van de Vaivre.

    Jurnalis media Belgia, Sporza, mengatakan Yokohama F Marinos bakal menjadi tujuan dari Sandy Walsh.

    Menurutnya, kesepakatan Sandy Walsh dengan tim besutan Steve Holland akan segera tecapai.

    “Setelah petualangan bersama Indonesia, kini petualangan berikutnya menanti Jepang,” tulis Jonas Van De Veire dikutip dari BolaSport, via kompas.tv pada Jumat (7/2/2025).

    Stopper Timnas Indonesia, Sandy Walsh di Mixedzone Stadion GBT, Jumat (8/9/2023). (Tribun Jatim Network/Khairul Amin)

    “Sandy Walsh, yang kontraknya akan berakhir dengan KV Mechelen, hampir pindah ke klub papan atas Asia, Yokohama F Marinos,” ujarnya.

    Diperkirakan hasil dari kesepakatan tersebut akan jelas pada Sabtu (8/2/2025).

    Bakal bergabungnya Sandy Walsh dengan Yokohama F Marinos membuat rumor sebelumnya dipatahkan.

    Sang pemain sebelumnya dilaporkan bakal bergabung dengan Urawa Reds Diamond.

    Yokohama Marinos sendiri tampil tak terlalu apik di J-League 2024, dengan hanya menduduki posisi kesembilan.

    Jika resmi bergabung dengan Yokohama F Marinos, Sandy Walsh mengikuti jejak Ricky Yacob, Pratama Arhan dan Justin Hubner, pemain Timnas Indonesia yang pernah merumput di Jepang.

    Sementara itu, pemain sepak bola Timnas Indonesia lainnya, Jay Idzes kini dikabarkan sedang diminati oleh Juventus.

    Kabar itu tentu saja membuat publik fans skuad Garuda senang.

    Juventus sebelumnya ingin mengejar pemain lini belakang untuk melengkapi pertahanannya pada jendela transfer Januari 2025.

    Diketahui, jendela transfer musim dingin 2025 akan ditutup pada Senin, 3 Februari 2025, tengah malam waktu Eropa.

    Namun Juventus justru gagal mendapatkan bek RC Lens yakni Kevin Danso yang menjadi buruan utamanya.

    Nahas, klub asal Prancis tersebut menolak mentah-mentah keinginan Juventus tersebut.

    Belum diketahui pasti penolakan tersebut dikarenakan faktor apa.

    Juventus pun mencoba memutar arah dengan melihat potensi bek dari para rivalnya di Liga Italia.

    Bek Venezia dari Indonesia, Jay Idzes dapat pelajaran berharga setelah lawan Inter Milan (Instagram Venezia)

    Nama bek Timnas Indonesia, Jay Idzes pun santer dikabarkan menjadi buruan Juventus.

    Kepastian kabar tersebut dilontarkan oleh jurnalis Italia, Antonelo Angelini.

    Antonelo Angelini mengakui bahwa Juventus sudah berkontak dengan Venezia.

    Venezia selaku klub Jay Idzes pun langsung memagari dengan mahar senilai 20 juta euro (Rp337,7 miliar).

    Angka tersebut sudah final dan sudah tidak bisa dinego lagi.

    “#MERCATO Juve Sekarang negosiasi antara Giuntoli dan Lens untuk Danso telah gagal,” tulis Antonio Angelini di akun Twitter pribadinya.

    “Juventus telah meminta Venezia untuk Idzes tetapi permintaannya adalah € 20 juta.”

    “Harga itu tidak dapat dinegosiasikan,” ujarnya.

    Nominal yang diminta Venezia  tersebut jauh lebih tinggi dari harga pasaran Idzes yakni 3 juta Euro atau setara 52,1 miliar, dikutip dari Transfermarkt.

    Hal tersebut wajar mengingat Jay Idzes menunjukkan performa yang cukup bagus di Liga Italia musim ini. 

    Idzes sendiri didatangkan Venezia dari klub asal Belanda, Go Ahead Eagles pada Juli 2023 dengan biaya 750 ribu Euro (Rp12,6 miliar).

    Bek Timnas Indonesia itu pun berhasil membawa Venezia promosi ke kasta tertinggi Liga Italia alias Serie A.

    Namun, performa Venezia pada musim 2024/2025 masih jauh dari kata sempurna.

    Mereka saat ini nangkring di zona degradasi alias posisi ke-19 dengan 16 poin dari 23 laga.

    Patut dinanti dengan waktu jendela transfer yang tinggal menghitung jam apakah Jay Idzes akan menuju Juventus atau tidak.

    Juventus memberikan sinyal untuk merekrut Jay Idzes musim depan. 

    Rumor ini pun beredar luas dan sontak membuat netizen Indonesia merasa antusias.

    Tak heran jika kemuian akun Instagram raksasa Serie A ini diserbu suporter Timnas Indonesia.

    Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews Tribunjatim.com

  • Kerap Komentari Taktik Shin Tae-yong, Coach Justin Pelatih KKS Jateng Dibantai Timnas U-17 Indonesia

    Kerap Komentari Taktik Shin Tae-yong, Coach Justin Pelatih KKS Jateng Dibantai Timnas U-17 Indonesia

    TRIBUNJATENG.COM – Timnas U-17 Indonesia asuhan Nova Arianto bantai pasukan KKS Jateng di bawah pelatih Justin Lhaksana atau karib disapa Coach Justin. 

    Pertandingan Timnas U-17 Indonesia Vs KKS Jateng yang digelar tertutup berakhir dengan total skor 13-0.

    Pada pertandingan pertama Garuda Muda menang 3-0, selanjutnya menang 7-0 dan pertandingan ketiga berakhir skor 3-0 untuk Indonesia. 

    Coach Justin kerap mengomentari taktik dan strategi Shin Tae-yong (STY) belum mampu mengalahkan strategi asisten pelatih STY kala menukangi Timnas Indonesia.

    Tak Ingin Komentari STY

    Pundit sepak bola, Justinus Lhaksana membuat pernyataan yang menghebohkan publik.

    Pria berkepala plontos itu mengaku tak akan lagi membahas sosok pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong.

    Alasannya, Justinus mendapat ancaman dari orang tak dikenal setelah memberikan kritik keras kepada STY.

    Lantaran khawatir akan keselamatan keluarganya, pria yang akrab disapa Coach Justin itu kini enggan berkomentar lagi tentang STY.

    Kejadian ini bermula saat Coach Justin menyampaikan kritik keras terhadap Shin Tae-yong yang gagal membawa Timnas Indonesia bersinar di ASEAN Cup 2024.

    Menurut Coach Justin, Shin Tae-yong membuat keputusan yang dinilai tidak masuk akal.

    Terutama dalam pemilihan starting eleven dan rotasi para pemain Timnas Indonesia.

    Coach Justin juga tidak sepakat dengan eksperimen Shin Tae-yong yang dinilai gagal.

    Bahkan setelah Timnas Indonesia tersingkir dari ASEAN Cup 2024, coach Justin memberi pertimbangan pelatih baru andai Shin Tae-yong dipecat.

    Pria berusia 57 tahun itu menyarankan PSSI merekrut Pieter Huistra sebagai pengganti Shin Tae-yong, dengan sejumlah alasan.

    Di antaranya Huistra berasal dari Belanda, cocok dengan pemain keturunan, harganya murah dan sosok pelatih yang berkualitas di mata coach Justin.

    Ancaman Hacker

    Namun setelah pernyataan itu beredar luas, coach Justin ternyata mendapat peringatan dari pihak yang sebelumnya mempublikasikan data Tommy Welly (Bung Towel).

    Berdasarkan pertimbangan keamanan keluarga, coach Justin akhirnya memutuskan untuk tidak akan lagi membahas Shin Tae-yong.

    Menurutnya, ancaman dari pihak yang menyebar data pribadi Bung Towel terhadap dirinya dirasa tidak main-main dan membahayakan keluarganya.

    “Dengan Video ini gua mau sampaikan kalau gua dapat teguran dari akun yang memublikasikan datanya Towel,” kata coach Justin pada Jumat (27/12/2024).

    “Jadi akun ini enggak main-main. Maka dari itu gua menyatakan untuk berhenti bahas Shin Tae-yong,” imbuhnya.

    Susah Berbeda Pendapat

    Lebih lanjut, coach Justin menyinggung susahnya berdiskusi dan berbeda pendapat soal urusan sepak bola di Indonesia.

    Namun, ia memastikan akan tetap membahas Timnas Indonesia mengenai analisa sebelum pertandingan, hasil pertandingan dan liga.

    Coach Justin juga mengaku tidak bisa memenangi pertarungan melawan pihak yang mengancam dirinya, maka dari itu ia memilih untuk menjaga keamanan keluarganya.

    “Nampaknya di sini susah untuk berdiskusi untuk beda pendapat jadi daripada ribet semua gua enggak bahas Shin Tae-yong di akun manapun,” kata coach Justin lagi.

    “Timnas tetap gua bahas seperti biasa preview, review, dan juga liga lain, hanya gua stop bahas Shin Tae-yong”

    “Karena gua bertanggung jawab atas keamanan dan kenyamanan dari keluarga gua.”

    “Dan ini pertarungan yang gua tidak bisa menangkan maka dari itu gua berhenti dan mundur,” pungkasnya.

    Hal ini tentu memunculkan tanda tanya besar perihal siapa di balik akun yang mengancam coach Justin dan sudah menyebarkan data pribadi Bung Towel.

    Eksperimen Shin Tae-yong di ASEAN Cup 2024 Gagal Total, Ranking Timnas Indonesia Anjlok

    Diketahui sebelumnya, Timnas Indonesia tak bisa berbicara banyak di ajang ASEAN Cup 2024.

    Tampil dengan skuad muda di bawah U-22, skuad Garuda tak bisa menembus fase grup.

    Padahal di atas kertas, Timnas Indonesia memiliki peluang untuk melangkah lebih jauh, setidaknya sampai semifinal.

    Timnas Indonesia hanya bisa finis sebagai peringkat ketiga Grup B.

    Anak asuh Shin Tae-yong mencatatkan empat poin dari empat laga.

    Rinciannya, tim asuhan Shin Tae-yong mengantongi satu kemenangan, satu imbang dan dua kali kalah.

    Kemenangan didapat saat melawan Myanmar (1-0) pada laga perdana.

    Kemudian Timnas Indonesia ditahan imbang Laos dengan skor 3-3.

    Dua laga selanjutnya, Timnas Indonesia kalah melawan Vietnam (0-1) dan Filipina (0-1).

    Eksperimen STY Belum Berhasil

    Keputusan PSSI dan Shin Tae-yong untuk menurunkan para pemain di bawah usia 22 tahun jadi penyebab penampilan Timnas Indonesia kurang maksimal pada ASEAN Cup 2024.

    Timnas Indonesia hanya menurunkan Asnawi Mangkualam yang di atas 22 tahun.

    Meski begitu, Shin Tae-yong masih memanggil beberapa andalan di level senior.

    Pelatih asal Korea Selatan memanggil Rafael Struick, Muhammad Ferarri, Asnawi Mangkualam, Marselino Ferdinan, Hokky Caraka, dan Pratama Arhan.

    Namun, para pemain senior tersebut gagal memberikan dampak maksimal untuk Skuad Garuda.

    Catatan buruk skuad Garuda di ASEAN Cup 2024 membuat ranking FIFA Timnas Indonesia turun.

    Seusai menyelesaikan tiga laga perdana, Timnas Indonesia merosot dua peringkat sampai ke-127.

    Namun, usai kalah atas Filipina pada Sabtu (21/12/2024), peringkat Timnas Indonesia kembali merosot.

    Dilansir dari Football Ranking, Skuad Garuda merosot ke peringkat ke-130.

    Catatan tersebut terakhir kali di dicatatkan Timnas Indonesia pada Oktober 2024.

    Kala itu, tim asuhan Shin Tae-yong kalah dari China (1-2) dan imbang lawan Bahrain (2-2) pada lanjutan ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.

    Timnas Indonesia sempat naik lima strip ke peringkat ke-125 usai kalah telak dari Jepang (0-4) dan menang atas Arab Saudi (2-0).

    Kemenangan atas Arab Saudi membuat Timnas Indonesia panen poin besar, karena terjadi di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026.

    Skuad Garuda masih ada kesempatan untuk mengerek peringkat FIFA.

    Kesempatan tersebut terjadi pada Maret 2025.

    Timnas Indonesia bakal menantang Australia dan Bahrain dalam lanjutan ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.

    Laga tersebut bakal digelar pada 20 dan 25 Maret 2025.

    (*)

  • Top 5 News: Prabowo Subianto Tak Tinjau Peluncuran Program Makan Bergizi Gratis hingga Penggeledahan Rumah Hasto

    Top 5 News: Prabowo Subianto Tak Tinjau Peluncuran Program Makan Bergizi Gratis hingga Penggeledahan Rumah Hasto

    Jakarta, Beritasatu.com – Istana buka suara terkait Presiden Prabowo Subianto tidak meninjau langsung peluncuran program makan bergizi gratis dan penggeledahan rumah Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Bekasi menjadi berita terpopuler atau top 5 news sepanjang Selasa (7/1/2025).

    Berita lainnya yang tidak kalah menarik, yaitu respons Azizah Salsha soal Pratama Arhan pindah ke Thailand hingga lanjutan kasus anggota TNI AL tembak bos rental mobil.

    Berikut lima berita terpopuler atau top 5 news di Beritasatu.com yang dirangkum pada Rabu (8/1/2025)

    1. Istana Buka Suara Alasan Prabowo Absen Kick Off Program Makan Bergizi Gratis

    Istana buka suara terkait Presiden Prabowo Subianto yang tidak meninjau langsung peluncuran program makan bergizi gratis.

    Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan mengatakan, Presiden Prabowo direncanakan akan meninjau pelaksanaan program makan bergizi gratis. Namun, peninjauan tersebut tidak mesti dilakukan saat hari.

    2. Penggeledahan Rumah Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Bekasi Berlangsung 4 Jam

    Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan rumah Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Perumahan Villa Taman Kartini, Bekasi.

    Penggeledahan berlangsung selama hampir empat jam, yang dimulai pada pukul 14.45 WIB. Penjagaan dilakukan secara ketat oleh Satgas Cakra Buana dan sejumlah personel kepolisian bersenjata laras panjang. 

    3. Respons Azizah Salsha Soal Pratama Arhan Pindah ke Thailand

    Pemain Timnas Indonesia Pratama Arhan berlabuh ke Bangkok United FC yang bermain di Liga Kasta Thailand. Kepindahan Pratama Arhan ke Thailand, mendapat respons dari istrinya, Azizah Salsha juga jadi top 5 news Beritasatu.com.

    “Congratulations and good luck @pratamaarhan8,” kata Azizah Salsha di Instagram miliknya, Selasa (7/1/2025).

    4. Dihukum 4 Tahun 6 Bulan atas Kasus KDRT Cut Intan Nabila, Armor Toreador Pilih Tidak Banding

    Pengadilan Negeri (PN) Cibinong menjatuhkan hukuman penjara 4 tahun 6 bulan kepada Armor Toreador yang melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya, Cut Intan Nabila. Atas putusan itu, Armor Toreador mengaku, tidak akan mengajukan banding.

    Hukuman yang diberikan majelis hakim lebih rendah dari tuntutan jaksa yang memberikan hukuman 6 tahun penjara.

    5. Kasus Anggota TNI AL Tembak Bos Rental Mobil, Amnesty Internasional Desak Reformasi Peradilan Militer

    Amnesty Internasional mendesak DPR segera melakukan reformasi peradilan militer buntut kasus penembakan di _rest area kilometer 45 Tol Tangerang-Merak, Pabuaran, Jayanti, Tangerang, Banten yang melibatkan anggota TNI AL yang menembak bos rental mobil.

    “Pembunuhan di luar hukum oleh aparat terus terjadi. Perbuatan mereka jelas melanggar hak asasi manusia,” ujar Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid dalam keterangannya Selasa (7/1/2025).

    Demikian top 5 news Beritasatu.com yang menarik perhatian pembaca. Namun, terdapat update berita lainnya yang tak kalah menarik, informatif, serta menghibur yang bisa pembaca simak lebih lanjut.

  • TRANSFER Pemain Indonesia: Pergi dari Suwon FC, Pratama Arhan Gabung Bangkok United di Liga Thailand

    TRANSFER Pemain Indonesia: Pergi dari Suwon FC, Pratama Arhan Gabung Bangkok United di Liga Thailand

    TRIBUNJAKARTA.COM – Teka-teki nasib Pratama Arhan terkuak, kini bintang Timnas Indonesia itu baru saja diresmikan bergabung dengan klub Liga Thailand, Bangkok United.

    Peresmian Pratama Arhan bergabung dengan Bangkok United di Liga Thailand diumumkan di media sosial klub, pada Selasa (7/1/2025).

    Bek 23 tahun tersebut jadi rekrutan pertama Bangkok United di awal tahun.

    Pemain dengan kemampuan lemparan ke dalam jarak jauh tersebut dipersiapkan untuk paruh kedua Liga Thailand 2024/2025.

    “Terima kasih telah datang! “Khengthep” memperkenalkan Pratama Arhan, bek kiri timnas Indonesia,” tulis rilis resmi Bangkok United.

    “Benar Bangkok United telah mencapai kesepakatan untuk mengontrak rising star Pratama Arhan berusia 23 tahun dari Timnas Indonesia sebagai tambahan pertama dalam persiapan putaran kedua musim 2024/25.”

    “Kedatangan Pratama Arhan akan menguatkan sisi kiri Bangkok United.”

    “Dengan gaya menyerang yang sengit, semangat juang yang kuat.”

    Media asing ternama Marca menyebut Patrick Kluivert akan disusul gurunya di Belanda, yakni Louis van Gaal (LVG) menukangi Timnas Indonesia. Kini ada bantahan dari sosok terkenal di Belanda terkait masa depan LVG.

    “Dan menekankan dedikasi, menjadikan Pratama Arhan salah satu senjata baru Arhan untuk menambah variasi permainan menyerang dan pertahanan,” lanjutnya.

    Sebelumnya, Pratama Arhan berkarier di Jepang dan Korea Selatan.

    Sayang, Arhan gagal mendapatkan banyak menit bermain di kedua negara tersebut.

    Dia mengawali kariernya di luar negeri saat membela Tokyo Verdy di Liga Jepang.

    Bek Timnas Indonesia tersebut bertahan selama dua musim.

    Bek Timnas Indonesia, Pratma Arhan resmi bergabung dengan klub Liga Thailand, Bangkok United. (Instagram @pratamaarhan8)

    Suami dari Azizah Salsa tersebut kembali hijrah ke Korea Selatan.

    Suwon FC jadi tujuan Arhan berikutnya.

    Namun, dirinya hanya bermain selama empat menit dalam dua musim.

    (TribunJakarta/Bolasport)

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel https://whatsapp.com/channel/0029VaS7FULG8l5BWvKXDa0f.

    Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • Respons Azizah Salsha Soal Pratama Arhan Pindah ke Thailand

    Respons Azizah Salsha Soal Pratama Arhan Pindah ke Thailand

    Jakarta, Beritasatu.com – Pemain Timnas Indonesia Pratama Arhan berlabuh ke Bangkok United FC yang bermain di Liga Kasta Thailand. Kepindahan Pratama Arhan ke Thailand, mendapat respons dari istrinya, Azizah Salsha.

    Pada saat penandatanganan Pratama Arhan di Bangkok United FC, nyatanya tidak membuat mantan pemain Suwon FC itu datang sendirian. Pratama Arhan juga memboyong istrinya, Azizah Salsha.

    Tak itu saja, Pratama Arhan juga memamerkan kemesraan bersama Azizah Salsha saat memperlihatkan seragam baru Bangkok United FC yang bakal dikenakan dengan memiliki nomor punggung 21 itu.

    “Congratulations and good luck @pratamaarhan8,” kata Azizah Salsha di Instagram miliknya, Selasa (7/1/2025).

    Melihat unggahan dari Pratama Arhan itu, membuat netizen langsung membanjiri kolom komentar miliknya tersebut.

    “Nah gitu dong istri nemenin,” tulis netizen.

    “Gitu dong mesra berdua,” tulis netizen lagi.

    “Baru saja lihat IG-nya Zize sudah feeling, ternyata beneran,” tulis netizen.

    “Ditemani istri tercinta,” tulis netizen lainnya.

    “Fokus sama slide terakhir,” tulis netizen.

    Sebelumnya, kepastian bergabungnya Pratama Arhan ke Bangkok United FC dari media sosial Instagram Bangkok United FC @true_bangkok_united.

    “Bahwa benar terkait kabar itu (Pratama Arhan ke Bangkok United). Kami mengucapkan terima kasih kepada Pratama Arhan yang sudah datang ke markas kami,” tulis akun resmi Bangkok United FC @true_bangkok_united.

  • Jay Idzes Beri Perpisahan Menyentuh untuk Shin Tae-yong, Singgung Perjuangan dan Kerasnya Dunia

    Jay Idzes Beri Perpisahan Menyentuh untuk Shin Tae-yong, Singgung Perjuangan dan Kerasnya Dunia

    Jay Idzes Beri Perpisahan Menyentuh untuk Shin Tae-yong, Singgung Perjuangan dan Kerasnya Dunia

    TRIBUNJATENG.COM – Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, menyampaikan salam perpisahan kepada Shin Tae-yong, Senin (6/1/2025).

    Melalui unggahan Insta-Story, Jay menuliskan pesan menyentuh kepada mantan pelatihnya itu.

    Diketahui, PSSI baru saja memutus hubungan kerja Shin Tae-yong.

    Pidato Penuh Semangat Jay Idzes Menyatukan Suporter Timnas Indonesia: Kami Bermain untuk Kalian! (Instagram Timnas Indonesia)

    Setelah hampir lima tahun melatih Timnas Indonesia, kini kerjasama PSSI dan Shin Tae-yong kini resmi berakhir.

    Menanggapi kabar mengejutkan tersebut, Jay Idzes langsung memberikan salam perpisahan kepada STY.

    Jay sangat berterimakasih kepada Shin Tae-yong atas segala kenangan baik yang sudah diciptakan bersama.

    Pemain Venezia itu juga menyinggung setiap momen dan sejarah yang diciptakan selama bertarung bersama STY di lapangan.

    Lebih lanjut, Jay menilai PSSI memiliki pertimbangan terbaik untuk negara, meski harus mengakhiri kerjasama dengan Shin Tae-yong.

    Terakhir, Jay Idzes juga mengajak Shin Tae-yong untuk terus berjuang mengejar impian.

    “Coach, thank you for the memories that we made with Timnas. We wrote history together and I cherish every single moment that we had.”

    “Although it’s a hard world, I believe that the federation will always make decisions based on what’s considered best for the country.”

    “Let’s all stick together and fight for our dreams. Kita Garuda,” tulis Jay Idzes.

    Ini Alasan Erick Thohir Pecat Shin Tae-yong

    PSSI resmi memutus hubungan kerja Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia, Senin (6/1/2024).

    Melalui konferensi pers yang digelar, Ketua PSSI, Erick Thohir, menyampaikan secara langsung keputusan berat ini.

    Diketahui sebelumnya, kabar PHK Shin Tae-yong sudah bocok ke publik.

    BREAKING NEWS: Resmi Erick Tohir Pecat Shin Tae Yong, Siapa Sosok Penggantinya? (tribunnews.com)

    Di media sosial, para pecinta sepak bola Timnas Indonesia terbelah menjadi dua kubu, yang pro dan kontra terhadap pemecatan Shin Tae-yong.

    Namun kini PSSI sudah mantap menentukan keputusannya berdasarkan evaluasi yang dilakukan.

    “Pak Sumardji sudah bertemu Shin Tae-yong tadi pagi dan Shin Tae-yong sudah menerima surat menyuratnya,” ucap Erick Thohir di depan awak media.

    “Nanti tentu ada proses yang berikutnya mengenai hubungan kita yang sudah berakhir dan saya mengucapkan sekali lagi terima kasih,” imbuhnya.

    PSSI juga sudah memiliki calon pengganti Shin Tae-yong sebagai juru taktik.

    Mereka akan segera mengumumkannya dalam waktu dekat.

    “Kami sudah mendapatkan calonnya nanti nanti kita undang semua media pada tanggal 12,” kata Erick Thohir.

    Pergantian pelatih ini menurut PSSI adalah hal yang wajar dan diambil semata-mata demi target Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.

    “Target utamanya Piala Dunia, dan keputusan ini bukan karena Timnas ini milik siapa-siapa, tapi milik Indonesia,” ujar Erick Thohir.

    Deretan Prestasi Shin Tae-yong Bersama Timnas Indonesia

    Kedatangan Shin Tae-yong memang mengubah perwajahan sepak bola Indonesia.

    Shin Tae-yong tercatat menjadi pelatih skuad Garuda semenjak Desember 2019. 

    PSSI menunjuk pelatih Shin Tae-yong untuk menggantikan Simon McMenemny. 

    Shin datang kurang dari dua tahun setelah menukangi timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018. 

    Shin awalnya menukangi timnas Indonesia U20 yang tadinya disiapkan turun untuk Piala Dunia U20 2021. 

    Setelah itu, ia menangani timnas u23 dan juga timnas senior. 

    Laga pertama Shin menangani timnas U20 adalah pada laga persahabatan kontra Bulgaria pada September 2020 di tengah pandemi. 

    Beberapa pemain yang ketika itu sudah menjadi bagian skuadnya adalah Rizky Ridho dan Pratama Arhan, dua pilar yang sampai sekarang masih jadi bagian timnas senior. 

    Kemenangan pertama Shin di level apapun bagi timnas Garuda datang kala Tim U20 mengalahkan Qatar 2-1 masih dalam rangkaian laga persiapan jelang turnamen Piala Dunia U20. 

    Brylian Aldama dan Supriadi menjadi pencetak gol-gol Garuda Muda pada laga yang berlangsung pada 17 September 2020 tersebut. 

    Sementara, debut Shin di timnas senior adalah pertandingan persahabatan kontra Oman pada Mei 2021 yang berakhir dengan kekalahan 1-3. 

    Gol pertama Timnas senior di bawah asuhan STY datang dari upaya Evan Dimas pada laga tersebut. 

    Pertandingan kompetitif pertama Timnas senior di bawah Shin datang kala Garuda bermain imbang 2-2 lawan Thailand di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022 pada Juni 2021. 

    Kemenangan pertama Shin bersama Garuda adalah hasil 2-1 melawan Taiwan pada Oktober 2021 yang menjadi laga kualifikasi pertama Piala Asia 2022. 

    Ramai Rumakiek dan Evan Dimas menjadi pencetak gol Garuda hari itu. 

    Shin secara total menangani timnas Indonesia senior sebanyak 57 kali. 

    Ia juga tercatat menukangi timnas U23 sebanyak 21 kali, timnas U19 sebanyak 18 kali, dan timnas U20 sebanyak 14 kali. 

    Beberapa pencapaian Shin adalah berhasil membawa Timnas Indonesia lolos dari fase grup Piala Asia, untuk kali pertama sepanjang sejarah Garuda melenggang ke babak knockout turnamen. 

    STY juga membawa Timnas U23 lolos untuk kali pertama ke semifinal Piala Asia U23 di mana ia menyingkirkan negara asalnya, Korea Selatan. 

    Timnas U23 Indonesia bahkan hanya terpaut satu kemenangan dari tampil di Olimpiade Paris 2024. 

    Di bawah asuhannya, Garuda juga bermain untuk kali pertama di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. 

    Prestasi Shin Tae-yong bersama Timnas Indonesia: 

    Runners up Piala AFF 2020 

    Medali perunggu SEA Games 2021 

    Runners Up Piala AFF U23 2023 

    Babak 16 besar Piala Asia 2023 

    Fase grup Piala Asia U20 2023 

    Semifinalis Piala Asia U23 2024 

    Lolos ke Piala Asia 2027 

    Lolos ke Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026

    (*)

  • Ternyata PSSI Ingin Memecat Shin Tae-yong Sebelum Duel China Vs Indonesia, Ini Kata Erick Thohir

    Ternyata PSSI Ingin Memecat Shin Tae-yong Sebelum Duel China Vs Indonesia, Ini Kata Erick Thohir

    Ternyata PSSI Ingin Memecat Shin Tae-yong Sebelum Duel China Vs Indonesia, Ini Kata Erick Thohir

    TRIBUNJATENG.COM – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menyebut hubungan PSSI dan Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong sudah lama tidak harmonis, Senin (6/1/2025).

    Hal itu disampaikan Erick Thohir dalam konferensi pers yang digelar bersama awak media.

    Erick Thohir menyebut ketidakcocokan PSSI dengan Shin Tae-yong bermula sebelum laga China vs Indonesia di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.

    BREAKING NEWS: Resmi Erick Tohir Pecat Shin Tae Yong, Siapa Sosok Penggantinya? (tribunnews.com)

    Dalam laga tersebut, Timnas Indonesia menelan kekalahan tragis dengan skor 2-1.

    Padahal di atas kertas Timnas Indonesia memiliki kesempatan untuk memetik poin.

    Taktik dan pilihan susunan pemain oleh Shin Tae-yong pada laga tersebut juga banyak dikritik.

    Thom Haye dan Malik Risaldi yang bermain bagus melawan Bahrain dibangkucadangkan.

    Sandy Walsh yang on fire juga diganti oleh Shayne Pattynama yang tampil kurang optimal di bek kiri.

    Setelah laga lawan China, PSSI sebenarnya ingin memecat Shin Tae-yong.

    Namun karena alasan waktu yang terlalu mepet, PSSI menundanya hingga hari ini.

    “Bahkan sebelum pertandingan Indonesia lawan China cuma waktunya terlalu mepet waktu itu,”

    “Dan yang terbaik ya hari ini karena kita masih punya waktu dua bulan setengah untuk persiapan,” kata Erick Thohir.

    Kini PSSI sudah mantap menentukan keputusannya untuk memecat Shin Tae-yong berdasarkan evaluasi yang dilakukan.

    “Pak Sumardji sudah bertemu Shin Tae-yong tadi pagi dan Shin Tae-yong sudah menerima surat menyuratnya,” ucap Erick Thohir di depan awak media.

    “Nanti tentu ada proses yang berikutnya mengenai hubungan kita yang sudah berakhir dan saya mengucapkan sekali lagi terima kasih,” imbuhnya.

    PSSI juga sudah memiliki calon pengganti Shin Tae-yong sebagai juru taktik.

    Mereka akan segera mengumumkannya dalam waktu dekat.

    “Kami sudah mendapatkan calonnya nanti nanti kita undang semua media pada tanggal 12,” kata Erick Thohir.

    Pergantian pelatih ini menurut PSSI adalah hal yang wajar dan diambil semata-mata demi target Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.

    “Target utamanya Piala Dunia, dan keputusan ini bukan karena Timnas ini milik siapa-siapa, tapi milik Indonesia,” ujar Erick Thohir.

    Deretan Prestasi Shin Tae-yong Bersama Timnas Indonesia

    Kedatangan Shin Tae-yong memang mengubah perwajahan sepak bola Indonesia.

    Shin Tae-yong tercatat menjadi pelatih skuad Garuda semenjak Desember 2019. 

    PSSI menunjuk pelatih Shin Tae-yong untuk menggantikan Simon McMenemny. 

    Shin datang kurang dari dua tahun setelah menukangi timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018. 

    Shin awalnya menukangi timnas Indonesia U20 yang tadinya disiapkan turun untuk Piala Dunia U20 2021. 

    Setelah itu, ia menangani timnas u23 dan juga timnas senior. 

    Laga pertama Shin menangani timnas U20 adalah pada laga persahabatan kontra Bulgaria pada September 2020 di tengah pandemi. 

    Beberapa pemain yang ketika itu sudah menjadi bagian skuadnya adalah Rizky Ridho dan Pratama Arhan, dua pilar yang sampai sekarang masih jadi bagian timnas senior. 

    Kemenangan pertama Shin di level apapun bagi timnas Garuda datang kala Tim U20 mengalahkan Qatar 2-1 masih dalam rangkaian laga persiapan jelang turnamen Piala Dunia U20. 

    Brylian Aldama dan Supriadi menjadi pencetak gol-gol Garuda Muda pada laga yang berlangsung pada 17 September 2020 tersebut. 

    Sementara, debut Shin di timnas senior adalah pertandingan persahabatan kontra Oman pada Mei 2021 yang berakhir dengan kekalahan 1-3. 

    Gol pertama Timnas senior di bawah asuhan STY datang dari upaya Evan Dimas pada laga tersebut. 

    Pertandingan kompetitif pertama Timnas senior di bawah Shin datang kala Garuda bermain imbang 2-2 lawan Thailand di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022 pada Juni 2021. 

    Kemenangan pertama Shin bersama Garuda adalah hasil 2-1 melawan Taiwan pada Oktober 2021 yang menjadi laga kualifikasi pertama Piala Asia 2022. 

    Ramai Rumakiek dan Evan Dimas menjadi pencetak gol Garuda hari itu. 

    Shin secara total menangani timnas Indonesia senior sebanyak 57 kali. 

    Ia juga tercatat menukangi timnas U23 sebanyak 21 kali, timnas U19 sebanyak 18 kali, dan timnas U20 sebanyak 14 kali. 

    Beberapa pencapaian Shin adalah berhasil membawa Timnas Indonesia lolos dari fase grup Piala Asia, untuk kali pertama sepanjang sejarah Garuda melenggang ke babak knockout turnamen. 

    STY juga membawa Timnas U23 lolos untuk kali pertama ke semifinal Piala Asia U23 di mana ia menyingkirkan negara asalnya, Korea Selatan. 

    Timnas U23 Indonesia bahkan hanya terpaut satu kemenangan dari tampil di Olimpiade Paris 2024. 

    Di bawah asuhannya, Garuda juga bermain untuk kali pertama di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. 

    Prestasi Shin Tae-yong bersama Timnas Indonesia: 

    Runners up Piala AFF 2020 

    Medali perunggu SEA Games 2021 

    Runners Up Piala AFF U23 2023 

    Babak 16 besar Piala Asia 2023 

    Fase grup Piala Asia U20 2023 

    Semifinalis Piala Asia U23 2024 

    Lolos ke Piala Asia 2027 

    Lolos ke Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026

    (*)