Tag: Pramono Anung

  • DKI siapkan kompensasi untuk nelayan terdampak pagar beton Cilincing

    DKI siapkan kompensasi untuk nelayan terdampak pagar beton Cilincing

    Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) akan memberikan kompensasi untuk nelayan yang terkena dampak pembangunan pembangunan pagar beton di pesisir perairan Cilincing, Jakarta Utara.

    Untuk itu, Dinas KPKP DKI Jakarta akan memanggil pihak nelayan yang terdampak untuk berdiskusi secara langsung.

    “Kami akan memanggil pelaku usaha untuk segera memformulasikan kompensasi dari dampak pembangunan tersebut kepada nelayan,” kata Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok di Jakarta, Selasa.

    Hasudungan mengatakan, salah satu upaya Pemprov Jakarta dalam membantu nelayan yang terdampak adalah mendekatkan daerah penangkapan ikan (fishing ground) dengan perbaikan lingkungan perairan dan pemberian rumpon (rumah buatan bagi ikan di laut) untuk mendekatkan ikan.

    “Kami pastikan nelayan terdampak akan terdata dengan baik, serta mendata juga kebutuhan nelayan agar kompensasi yang diberikan tepat sasaran dan tepat guna,” kata Hasudungan.

    Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap akan memperhatikan nasib para nelayan yang terdampak pembangunan pagar laut tersebut.

    Pramono menyebut nelayan di pesisir Cilincing, Jakarta Utara diberi keleluasaan beraktifitas di perairan sekitar tanggul laut yang dibangun oleh PT Karya Citra Nusantara (KCN).

    Pramono juga meminta pihak KCN untuk memberikan hibah dana CSR untuk nelayan terdampak.

    Hal itu disampaikan Pramono usai mengadakan pertemuan dengan PT Karya Citra Nusantara dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KP) terkait pembangunan tembok beton di laut Cilincing, Jakarta Utara.

    Pramono berharap, dengan kesepakatan ini bisa saling menguntungkan antara kedua belah pihak. Apalagi, menurutnya, pembangunan ini bakal menjadi pusat ekonomi baru di Jakarta.

    Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pramono tegaskan komitmen Jakarta bangun ekonomi biru berkelanjutan

    Pramono tegaskan komitmen Jakarta bangun ekonomi biru berkelanjutan

    Jakarta (ANTARA) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menekankan komitmen Jakarta sebagai kota megapolitan untuk membangun ekonomi biru yang berkelanjutan.

    Menurut Pramono, Jakarta berperan penting dalam mengembangkan model ekonomi biru yang bertujuan menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan perlindungan ekosistem laut dan pesisir.

    “Wilayah laut Jakarta seluas 6.977,5 km² dengan garis pantai sepanjang 120 km dan 113 pulau adalah harta karun yang akan menentukan wajah baru Jakarta,” ujar Pramono saat membuka “Partnerships in Environmental Management for the Seas of East Asia (PEMSEA) Network of Local Government (PNLG) Forum 2025” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat, Selasa.

    Mengusung tema “Towards a Sustainable and Inclusive Blue Economy: Linking Climate, Nature and Energy”, Pramono mengatakan, tema tersebut sejalan dengan arah pembangunan Jakarta sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang menempatkan lingkungan hidup dan ekonomi biru sebagai arus utama transformasi menuju kota global berkelanjutan.

    Ia mengatakan, Pemprov DKI Jakarta telah mengadopsi pendekatan “Integrated Coastal Management” (ICM) melalui skema “Sustainable Development Strategy” (SDS) untuk menyinergikan tata ruang, pengendalian banjir rob, dan pengelolaan pulau kecil.

    Menurut Pramono, Jakarta memiliki potensi wisata bahari berstandar internasional, seperti kawasan Ancol, wisata pulau dengan konsep resort, dan “inclusive tourism” berbasis masyarakat.

    Restorasi ekosistem dijalankan melalui penanaman mangrove, transplantasi karang, dan konservasi habitat laut yang juga berperan sebagai solusi mitigasi iklim berbasis “blue carbon”.

    Selain itu, masyarakat Kepulauan Seribu diberdayakan melalui perikanan berkelanjutan, ekowisata bahari, budidaya perikanan, dan pengembangan UMKM berbasis kelautan dan perikanan.

    Dalam forum ini, sebagai bentuk komitmen, akuntabilitas, dan langkah strategis ke depan, Pramono juga meluncurkan “State of The Coast (SoC) Jakarta 2025”.

    Hal tersebut menjadi bukti komitmen Pemprov DKI untuk melindungi kawasan pesisir, memberdayakan warga, serta mendorong pembangunan laut yang berkelanjutan.

    “Kami ingin menunjukkan bahwa kota besar tidak harus menjadi beban lingkungan, melainkan bisa menjadi pelopor solusi global. PNLG Forum ini adalah momentum untuk membuktikan komitmen itu,” kata Pramono.

    Pramono berharap, forum ini tidak hanya berhenti pada diskusi kebijakan, tetapi juga menghadirkan aksi nyata.

    Para peserta akan berkunjung ke Kepulauan Seribu guna melakukan penanaman mangrove dan karang, restocking ikan, serta bertemu langsung dengan komunitas lokal yang mengelola lingkungan dan produk UMKM.

    PNLG adalah jejaring pemerintah lokal di Asia Timur yang berkomitmen pada pengelolaan pesisir dan laut berkelanjutan. Forum tahunannya menjadi wadah berbagi praktik terbaik, memperkuat kolaborasi, serta mendorong aksi nyata di tingkat lokal untuk menjawab tantangan global.

    PNLG Forum 2025 diikuti oleh 200 peserta dari 24 kota di 9 negara anggota PNLG, perwakilan kementerian, pakar kelautan dan perubahan iklim, akademisi, dunia usaha, serta organisasi masyarakat sipil dari berbagai kawasan Asia Timur.

    Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Uji coba jalur tambahan di Tol Fatmawati 2 efektif di hari pertama

    Uji coba jalur tambahan di Tol Fatmawati 2 efektif di hari pertama

    Jakarta (ANTARA) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan uji coba penggunaan tambahan satu lajur di gerbang Tol Fatmawati 2 sebagai upaya mengatasi kemacetan di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, cukup efektif di hari pertama.

    Kendati demikian, Pramono belum mau memutuskan apakah kebijakan ini sudah berhasil dan akan dilanjutkan hingga akhir Oktober mendatang.

    “Sosialisasi ini kan akan kita adakan selama lima hari. Dari jam 17.00 sampai dengan jam 20.00 WIB. Kemarin dari malam, tambah malam tambah ramai dan mengurangi (kemacetan). Tetapi ini kan baru satu hari,” kata Pramono saat dijumpai di kawasan Jakarta Timur, Selasa.

    Dirinya baru akan menyimpulkan dan membuat keputusan setelah masa uji coba selesai yakni pada 19 September 2025.

    “Tetapi intinya sangat menolong kemacetan yang ada di TB Simatupang,” kata Pramono.

    Pada Senin (15/9) sore, Pramono beserta jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meninjau uji coba penggunaan tambahan satu lajur di gerbang Tol Fatmawati 2.

    Diketahui, uji coba itu mulai dilakukan pada Senin (15/9) sore, di mana kebijakan tersebut cukup membantu memperlancar lalu lintas di kawasan tersebut. Bahkan, bila uji coba itu berhasil mengurangi kemacetan di kawasan itu, maka akan diperpanjang.

    “Kalau itu bisa dilakukan, maka saya tadi sudah meminta kepada asisten pembangunan bersama dengan Dinas Perhubungan dan BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol) untuk ini sampai dengan akhir Oktober,” kata Pramono.

    Alasan ditentukannya batas akhir kebijakan hingga Oktober adalah karena dirinya memberikan batas waktu kepada proyek-proyek di kawasan itu untuk selesai hingga Oktober 2025.

    Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • DKI lakukan pemerataan digitalisasi dan renovasi pasar tradisional

    DKI lakukan pemerataan digitalisasi dan renovasi pasar tradisional

    Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melakukan pemerataan digitalisasi dan merevitalisasi pasar agar tak lagi tampak kumuh dan kotor.

    “Beberapa hari yang lalu kebetulan kami rapat khusus tentang pasar. Salah satu hal yang perlu dilakukan perbaikan, memang harus diakui dari 153 pasar yang dimiliki oleh Jakarta, belum semuanya direvitalisasi,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo saat dijumpai di kawasan Jakarta Timur, Selasa.

    Selain revitalisasi pasar, Pemprov DKI Jakarta akan melakukan pemerataan digitalisasi pasar karena digitalisasi di Pasar Santa dan Pasar Mayestik berhasil meningkatkan transaksi secara signifikan.

    “Pasar-pasar ini ternyata meningkatkan secara signifikan transaksi yang menggunakan digital. Seperti Pasar Santa, Mayestik dan sebagainya, kemarin kita lombakan dari 12 pasar itu meningkat 47 persen,” kata Pramono.

    Menurut dia, para pedagang juga telah meminta untuk dilakukan revitalisasi pasar setelah bertemu dengan koperasi pedagang.

    “Tetapi mereka juga meminta agar fasos fasum yang ada di pasar tidak digunakan oleh Pasar Jaya untuk berjualan. Dan itu sudah saya setujui, maka renovasi akan segera kami lakukan,” katanya.

    Sebelumnya, sebanyak 60 dari 153 pasar tradisional yang dikelola Perumda Pasar Jaya di Jakarta dalam kondisi kumuh dan rawan banjir.

    “Dari 153 pasar tradisional yang dikelola Perumda Pasar Jaya tersebut, 40 persen diantaranya dalam keadaan sangat memprihatinkan, kumuh, becek, bocor, rawan kebanjiran dan kebakaran,” kata Ketua Umum Pusat Koperasi Pedagang Pasar (Puskoppas) DKI Jakarta, Gusnal.

    Pasar-pasar tersebut menjadi tak terawat dan kosong lantaran pedagang tidak sanggup membayar biaya pengelolaan pasar secara non-tunai dan efisien atau Sistem Manajemen Kas (Cash Management System/CMS).

    Sejumlah pasar kumuh tersebut di antaranya Pasar Sukapura, Pasar Lontar, Pasar Sindang, dan Pasar Rawabadak (Jakarta Utara). Pasar Pulogadung, Pasar Rawamangun, Pasar Ampera, Pasar Ciplak dan Pasar Kampung Ambon (Jakarta Timur).

    Lalu, Pasar Cempaka Putih, Pasar Paseban, Pasar Serdang, dan Pasar Jelambar Polri (Jakarta Pusat). Pasar Blok A, Pasar Radio Dalam, Pasar Mampang Prapatan dan Pasar Warung Buncit (Jakarta Selatan).

    “Lebih parah lagi Pasar Blok G dan Pasar Lontar Kebon Melati Tanah Abang,” katanya.

    Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • DKI kemarin, seleksi rekrutmen damkar lalu uji coba “pelican cross” 

    DKI kemarin, seleksi rekrutmen damkar lalu uji coba “pelican cross” 

    Jakarta (ANTARA) – Sejumlah berita seputar DKI Jakarta pada Senin (15/9) yang layak untuk dibaca kembali antara lain pengumuman seleksi Damkar DKI, uji coba “pelican cross” di Stasiun Cikini, dan kebakaran di Jakpus.

    Berikut rangkumannya:

    1. Hasil seleksi awal rekrutmen Damkar DKI akan diumumkan pada Rabu

    Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengumumkan hasil seleksi awal lowongan anggota Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) pada Rabu (17/9).

    “Seleksi awal akan diumumkan penetapan nama-nama seribu orang dalam rekrutmen petugas damkar pada hari Rabu. Nanti akan dilaporkan oleh Pak Kepala Dinas dan kemudian saya setujui,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo di Kantor Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin.

    Baca selengkapnya di sini

    2. “Dari Mulut ke Arsip” hadirkan toponimi Jakbar lewat seni visual

    Jakarta (ANTARA) – Pameran bertajuk “Dari Mulut ke Arsip” yang digelar oleh Suku Dinas (Sudin) Perpustakaan dan Kearsipan (Pusip) menghadirkan toponimi atau asal-usul nama daerah di Jakarta Barat (Jakbar) dengan sentuhan seni visual.

    Kepala Dinas Pusip DKI Jakarta Nasruddin Djoko Surjono mengatakan pameran yang digelar pada 15-24 September 2025 di kantor Sudin Pusip Jakarta Barat itu merupakan upaya melekatkan masyarakat Jakarta Barat dengan akar sejarah wilayah mereka.

    Baca selengkapnya di sini

    3. Ini langkah Sudinkes tangani KLB campak di Kapuk Jakbar

    Jakarta (ANTARA) – Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Barat melakukan sejumlah langkah penanganan terkait temuan 38 kasus campak yang masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) di Kelurahan Kapuk, Cengkareng.

    Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Sudinkes Jakarta Barat Arum Ambarsari memaparkan langkah pertama, yakni penguatan pengawasan di wilayah Jakarta Barat dengan tata laksana kasus berupa pemantauan kontak erat serta pengiriman spesimen campak.

    Baca selengkapnya di sini

    4. Pemprov DKI uji coba “pelican crossing” di Stasiun Cikini

    Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkolaborasi dengan PT KAI melakukan uji coba penyeberangan pejalan kaki yang dikontrol lampu lalu lintas atau dikenal sebagai persimpangan pelikan (pelican crossing) pada sisi timur Stasiun Cikini, pada Senin ini.

    Kepala Biro Pembangunan dan Lingkungan Hidup Setda Provinsi DKI Jakarta, Iwan Kurniawan dalam keterangan di Jakarta, Senin mengatakan hal itu dilakukan untuk memudahkan mobilitas para pengguna commuter line saat menyeberang dan memasuki area stasiun secara lebih aman.

    Baca selengkapnya di sini

    5. Kebakaran terjadi di kawasan padat penduduk Kelurahan Kramat Jakpus

    Jakarta (ANTARA) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebutkan telah terjadi kebakaran di Kelurahan Kramat, Jakarta Pusat pada Senin siang sekitar pukul 11.20 WIB dan kini sedang dalam penanganan petugas.

    “Sedang ditangani oleh 17 unit pemadam dan petugas P2B BPBD,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Mohamad Yohan di Jakarta, Senin.

    Baca selengkapnya di sini

    Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pramono klarifikasi sang istri tak punya jabatan di Pemprov DKI

    Pramono klarifikasi sang istri tak punya jabatan di Pemprov DKI

    Jakarta (ANTARA) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengklarifikasi istrinya Endang Nugrahani tidak memiliki jabatan apapun di dalam institusi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

    Klarifikasi tersebut disampaikan Pramono menanggapi viralnya komentar masyarakat ketika ia melantik sang istri menjadi Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi DKI Jakarta.

    “Jadi, istri saya sebenarnya nggak punya jabatan apa-apa di Balai Kota, termasuk yang diviralkan itu, mempunyai jabatan khusus sebagai staf khusus gubernur, enggak. Istri saya itu orang rumahan, medsos (media sosial) saja nggak punya, dan dia nggak mau mengganggu saya,” kata Pramono di kawasan Jakarta Selatan, Senin.

    Dia mengungkapkan pelantikan sang istri menjadi Bunda PAUD Provinsi DKI Jakarta itu bukan merupakan keinginannya, melainkan sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri).

    “Kalau bukan karena memang ada aturan main, kemudian juga Permendagri yang mengatur istrinya Bupati, Wali Kota, Gubernur, menjadi Bunda PAUD. Jadi saya melantik istri saya sebagai Bunda PAUD tidak digaji sepeser pun,” jelas Pramono.

    Sebelumnya pada 12 September 2025, Pramono mengukuhkan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) DKI Jakarta Endang Nugrahani sebagai Bunda PAUD Provinsi DKI Jakarta.

    Pramono menilai kehadiran Bunda PAUD dapat memberikan kontribusi besar bagi masa depan Kota Jakarta karena PAUD merupakan fondasi penting sebelum anak-anak memasuki jenjang pendidikan dasar.

    Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
    Editor: Rr. Cornea Khairany
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas TB Simatupang Berlaku Sampai Hari Jumat 19 September

    Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas TB Simatupang Berlaku Sampai Hari Jumat 19 September

    Bisnis.com, Jakarta — Pemerintah Provinsi Jakarta akan membatasi uji coba rekayasa lalu lintas di Jalan TB Simatupang hingga hari Jumat 19 September 2025.

    Gubernur Provinsi Jakarta, Pramono Anung mengatakan bahwa mulai hari ini Senin 15 September 2025, pengendara kendaraan roda dua diperbolehkan masuk ke jalur tol melalui Gerbang Tol Fatmawati 2. 

    Hal itu, kata Pramono, dilakukan sebagai upaya dari Pemerintah Provinsi Jakarta dan Kementerian Pekerjaan Umum mengurai kemacetan horror di sepanjang jalan TB Simatupang Jakarta Selatan.

    “Jadi berkaitan dengan TB Simatupang, untuk jalan tol, maka rekayasa lalu lintasnya sedang kita lakukan. Kita akan melakukan uji coba ini sampai hari Jumat (19/9),” tutur Pramono di sela-sela acara Pembukaan Fire Safety Challange Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi Jakarta 2025 di Jakarta, Senin (15/9).

    Pramono menegaskan bahwa masyarakat yang menggunakan ruas tol tersebut tidak akan dikenakan biaya alias gratis. Pramono optimistis upaya yang dilakukan Pemprov Jakarta itu bisa membuahkan hasil dan tidak ada lagi kemacetan karena ruas jalur telah ditambah melalui tol.

    “Jadi selama fase ujicoba itu, masyarakat yang melewati track itu akan digratiskan,” katanya.

    Pramono meminta Kementerian Pekerjaan Umum menuntaskan proyek yang ada di Jalan TB Simatupang paling lambat pada bulan Oktober 2025 nanti, agar kemacetan di sepanjang ruas jalan tersebut bisa cepat terurai.

    “Maka dari itu, saya minta bulan Oktober nanti, proyek yang dilakukan pemerintah bisa diselesaikan dan mudah-mudahan akan selesai,” ujarnya.

  • Pemprov DKI Uji Coba Jalur Gratis Tol Fatmawati, Pramono: Bisa Diperpanjang hingga Oktober
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        15 September 2025

    Pemprov DKI Uji Coba Jalur Gratis Tol Fatmawati, Pramono: Bisa Diperpanjang hingga Oktober Megapolitan 15 September 2025

    Pemprov DKI Uji Coba Jalur Gratis Tol Fatmawati, Pramono: Bisa Diperpanjang hingga Oktober
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Gubernur Jakarta Pramono Anung meninjau langsung uji coba pembukaan jalur khusus gratis di Gerbang Tol Fatmawati 2, Jakarta Selatan, Senin (15/9/2025) sore.
    Uji coba ini berlangsung selama lima hari, mulai Senin (15/9/2025) hingga Jumat (19/9/2025), pukul 17.00 hingga 20.00 WIB.
    Jika hasilnya efektif menurunkan kepadatan lalu lintas, Pemerintah Provinsi (Pemprov) berencana memperpanjang pelaksanaan hingga akhir Oktober 2025.
    “Kalau kemudian dalam simulasi ini berhasil menurunkan kemacetan yang ada di Simatupang maupun di Fatmawati ini, maka saya sudah meminta kepada Dinas Perhubungan untuk bersama-sama dengan Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT), dilakukan sampai dengan akhir Oktober,” ujar Pramono.
    Menurut Pramono, langkah ini diambil untuk mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan TB Simatupang dan Fatmawati, yang ia sebut sebagai salah satu titik paling macet di Jakarta.
    Ia menilai, pekerjaan galian dari PAM Jaya, Paljaya, hingga Bina Marga memperparah kemacetan di kawasan tersebut.
    Dengan adanya tenggat hingga akhir Oktober, diharapkan proyek bisa rampung sehingga arus lalu lintas kembali normal.
    Pramono menegaskan jalur gratis di Gerbang Tol Fatmawati 2 hanya bersifat sementara hingga proyek infrastruktur selesai.
    “Kalau itu bisa dilakukan, mudah-mudahan persoalan kemacetan di TB Simatupang yang menurut saya horror ini, bisa betul-betul kami tangani secara baik,” ucapnya.
    Ia menambahkan, uji coba ini tidak akan memengaruhi pendapatan tol karena jalur yang digunakan adalah lajur kiri yang selama ini tidak dipakai kendaraan.
    “Sehingga pendapatan tol enggak berkurang,” kata Pramono.
    Selain itu, Pramono juga meminta Transjakarta menata ulang titik naik-turun penumpang. Selama ini, titik tersebut menutup dua lajur jalan sehingga menambah kepadatan lalu lintas.
    “Saya sendiri sudah dua kali sengaja naik tanpa dikawal di tempat ini, memang kemacatannya horror,” ungkapnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Jaga Lingkungan Jakarta, Inisiatif dan Partisipasi Warga Berdampak Positif

    Jaga Lingkungan Jakarta, Inisiatif dan Partisipasi Warga Berdampak Positif

    Jakarta: Kesadaran warga Jakarta terhadap pentingnya menjaga lingkungan semakin meningkat. Berbagai inisiatif kecil yang dilakukan oleh masyarakat menunjukkan bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan bukan hanya tugas petugas kebersihan semata, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.

    Dalam beberapa tahun terakhir, gerakan sederhana seperti menghindari penggunaan sedotan plastik, menjalankan diet plastik, serta pembentukan bank sampah mulai digalakkan di berbagai wilayah ibu kota. Inisiatif ini menjadi inspirasi bagi banyak warga untuk turut berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan.

    Gubernur Jakarta, Pramono Anung menegaskan kebersihan lingkungan juga menjadi upaya agar Jakarta menuju kota global berkelas dunia. “Jadi Jakarta ini sedang menata diri untuk menata diri sebagai kota global yang tadinya di ranking 74 dari 156, kita berharap bisa menjadi top 50. Salah satu yang harus dilakukan perubahan dan transformasi pelestarian lingkungan,” kata Pramono Anung.

    Salah satu contoh inovatif pelestarian lingkungan di Jakarta adalah penerapan bank sampah. Bank sampah merupakan konsep pengumpulan sampah anorganik yang masih bernilai ekonomis, seperti plastik, kertas, kaleng, dan lain-lain yang merupakan salah satu penerapan prinsip sirkular ekonomi dengan mekanisme 3R (reduce, reuse, dan recycle), yaitu kurangi sampahnya, guna ulang sampahnya, dan daur ulang sampahnya.

    Di Jakarta, bank sampah merupakan program Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta dengan merangkul lingkungan RT dan RW untuk mengurangi sampah dari sumbernya sekaligus menghidupkan siklus sirkular ekonomi di tengah masyarakat.

    Program ini tidak hanya mengurangi tumpukan sampah di lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya memilah sampah.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto menjelaskan kepedulian warga Jakarta terkait kebersihan lingkungan dibuktikan dari tingginya minat warga menjadi nasabah bank sampah. “Kalau bicara nasabahnya, yang selama ini saya sering berkunjung ke RW, rata-rata maka misalnya 40 persenan warga di RW tersebut, itu memang menjadi nasabah bank sampah,” ungkap Asep.

    Selain itu, kampanye diet plastik juga makin populer di kalangan masyarakat Jakarta. Program ini mengajak warga untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam aktivitas sehari-hari, sehingga limbah plastik dapat diminimalisasi.
     

    Meski begitu, keberhasilan berbagai program dan kampanye menjaga lingkungan sangat bergantung pada partisipasi aktif warga sebagai ujung tombak perubahan.

    “Dengan semakin banyaknya komunitas dan individu yang peduli lingkungan, harapan masa depan Jakarta yang lebih bersih dan sehat juga semakin terealisasi. Kesadaran dan inisiatif kecil yang dilakukan warga merupakan langkah nyata menuju kota yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” beber Asep.
     
    Inovasi RDF Plant di Jakarta

    Semakin optimal, kesadaran warga Jakarta terkait dengan kebersihan dan kelestarian lingkungan juga didukung inovasi fasilitas pengolahan sampah Refuse Derived Fuel (RDF) Plant yang digagas oleh Pemprov DKI Jakarta. 

    Fasilitas yang berlokasi di Rorotan, Jakarta Utara ini diklaim berkontribusi besar mengatasi masalah sampah di ibu kota. 

    Gubernur Jakarta, Pramono Anung mengatakan RDF Rorotan akan mengubah sampah menjadi bahan bakar alternatif. Nantinya, bahan bakar tersebut bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pabrik. 

    “RDF Rorotan bisa mengelola sampah hingga 2.500 ton per hari. Tentunya ini akan mengatasi permasalahan sampah di Jakarta,” terang Pramono Anung. 

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan, RDF Plant berperan penting dalam mengurangi ketergantungan pada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dengan mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif.

    “Fasilitas ini telah dilengkapi dengan sistem pengendalian bau yang canggih, termasuk deodorizer dengan teknologi ozonisasi dan UV sterilization yang mampu menetralkan bau, seperti amonia dan hidrogen sulfida melalui proses oksidasi. Selain itu, filter karbon aktif juga digunakan untuk menyerap partikel bau yang tersisa,” ungkap Asep.

    Selain sistem deodorizer, RDF Plant juga dilengkapi dengan teknologi cyclone dan wet scrubber untuk menyaring udara atau asap dari hasil pembakaran sebelum dilepaskan ke lingkungan. Kedua teknologi ini memastikan udara yang keluar dari fasilitas sudah dinetralkan, sehingga tidak menimbulkan bau dan emisi yang membahayakan lingkungan.

    Jakarta: Kesadaran warga Jakarta terhadap pentingnya menjaga lingkungan semakin meningkat. Berbagai inisiatif kecil yang dilakukan oleh masyarakat menunjukkan bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan bukan hanya tugas petugas kebersihan semata, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.
     
    Dalam beberapa tahun terakhir, gerakan sederhana seperti menghindari penggunaan sedotan plastik, menjalankan diet plastik, serta pembentukan bank sampah mulai digalakkan di berbagai wilayah ibu kota. Inisiatif ini menjadi inspirasi bagi banyak warga untuk turut berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan.
     
    Gubernur Jakarta, Pramono Anung menegaskan kebersihan lingkungan juga menjadi upaya agar Jakarta menuju kota global berkelas dunia. “Jadi Jakarta ini sedang menata diri untuk menata diri sebagai kota global yang tadinya di ranking 74 dari 156, kita berharap bisa menjadi top 50. Salah satu yang harus dilakukan perubahan dan transformasi pelestarian lingkungan,” kata Pramono Anung.

    Salah satu contoh inovatif pelestarian lingkungan di Jakarta adalah penerapan bank sampah. Bank sampah merupakan konsep pengumpulan sampah anorganik yang masih bernilai ekonomis, seperti plastik, kertas, kaleng, dan lain-lain yang merupakan salah satu penerapan prinsip sirkular ekonomi dengan mekanisme 3R (reduce, reuse, dan recycle), yaitu kurangi sampahnya, guna ulang sampahnya, dan daur ulang sampahnya.
     
    Di Jakarta, bank sampah merupakan program Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta dengan merangkul lingkungan RT dan RW untuk mengurangi sampah dari sumbernya sekaligus menghidupkan siklus sirkular ekonomi di tengah masyarakat.
     
    Program ini tidak hanya mengurangi tumpukan sampah di lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya memilah sampah.
     
    Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto menjelaskan kepedulian warga Jakarta terkait kebersihan lingkungan dibuktikan dari tingginya minat warga menjadi nasabah bank sampah. “Kalau bicara nasabahnya, yang selama ini saya sering berkunjung ke RW, rata-rata maka misalnya 40 persenan warga di RW tersebut, itu memang menjadi nasabah bank sampah,” ungkap Asep.
     
    Selain itu, kampanye diet plastik juga makin populer di kalangan masyarakat Jakarta. Program ini mengajak warga untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam aktivitas sehari-hari, sehingga limbah plastik dapat diminimalisasi.
     

     
    Meski begitu, keberhasilan berbagai program dan kampanye menjaga lingkungan sangat bergantung pada partisipasi aktif warga sebagai ujung tombak perubahan.
     
    “Dengan semakin banyaknya komunitas dan individu yang peduli lingkungan, harapan masa depan Jakarta yang lebih bersih dan sehat juga semakin terealisasi. Kesadaran dan inisiatif kecil yang dilakukan warga merupakan langkah nyata menuju kota yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” beber Asep.
     

    Inovasi RDF Plant di Jakarta

    Semakin optimal, kesadaran warga Jakarta terkait dengan kebersihan dan kelestarian lingkungan juga didukung inovasi fasilitas pengolahan sampah Refuse Derived Fuel (RDF) Plant yang digagas oleh Pemprov DKI Jakarta. 
     
    Fasilitas yang berlokasi di Rorotan, Jakarta Utara ini diklaim berkontribusi besar mengatasi masalah sampah di ibu kota. 
     
    Gubernur Jakarta, Pramono Anung mengatakan RDF Rorotan akan mengubah sampah menjadi bahan bakar alternatif. Nantinya, bahan bakar tersebut bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pabrik. 
     
    “RDF Rorotan bisa mengelola sampah hingga 2.500 ton per hari. Tentunya ini akan mengatasi permasalahan sampah di Jakarta,” terang Pramono Anung. 
     
    Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan, RDF Plant berperan penting dalam mengurangi ketergantungan pada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dengan mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif.
     
    “Fasilitas ini telah dilengkapi dengan sistem pengendalian bau yang canggih, termasuk deodorizer dengan teknologi ozonisasi dan UV sterilization yang mampu menetralkan bau, seperti amonia dan hidrogen sulfida melalui proses oksidasi. Selain itu, filter karbon aktif juga digunakan untuk menyerap partikel bau yang tersisa,” ungkap Asep.
     
    Selain sistem deodorizer, RDF Plant juga dilengkapi dengan teknologi cyclone dan wet scrubber untuk menyaring udara atau asap dari hasil pembakaran sebelum dilepaskan ke lingkungan. Kedua teknologi ini memastikan udara yang keluar dari fasilitas sudah dinetralkan, sehingga tidak menimbulkan bau dan emisi yang membahayakan lingkungan.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (PRI)

  • Pram minta ojol dan taksi tak berhenti dekat penyeberangan Cikini

    Pram minta ojol dan taksi tak berhenti dekat penyeberangan Cikini

    Jakarta (ANTARA) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta agar kendaraan, seperti ojek online (ojol) serta taksi untuk tidak berhenti atau parkir di dekat penyeberangan pejalan kaki yang dikontrol lampu lalu lintas atau persimpangan pelikan (pelican crossing) Stasiun Cikini.

    “Jadi, Alhamdulillah, sekarang sudah terselesaikan (permasalahannya). Tapi saya tadi meminta nggak boleh ada yang parkir di sini apakah itu ojol, taksi, atau apapun,” kata Pramono usai meninjau pelican crossing di sisi timur Stasiun Cikini, Senin.

    Untuk itu, dia memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bekerja sama dengan pihak Kereta Api Indonesia (KAI) untuk mengatasi persoalan tersebut.

    Ia juga meminta agar jika terdapat kendaraan yang melanggar peraturan, masyarakat dapat segera melaporkannya untuk ditindaklanjuti.

    Lebih lanjut, dia berharap agar pelican crossing di Stasiun Cikini itu dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat.

    Sebelumnya, sejumlah masyarakat mengeluhkan tingginya pagar menuju Stasiun Cikini sehingga menyulitkan mereka untuk memasuki stasiun tersebut karena hanya memiliki satu pintu akses masuk.

    Di sisi lain, Pramono mengungkapkan fasilitas pelican crossing itu merupakan bentuk komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam merespon setiap aduan dari masyarakat.

    “Karena memang ketika melihat begitu, problemnya simpel tapi tidak segera diselesaikan, saya berkoordinasi dengan Kepala Dinas Perhubungan dan juga dengan asisten pembangunan untuk ini segera diselesaikan,” tutur dia.

    Seperti diketahui, uji coba penerapan pelican crossing dan pembukaan pagar pada akses masuk Stasiun Cikini itu menyesuaikan jam operasional kereta commuter, yaitu pukul 05.00-24.00 WIB.

    Kepala Biro Pembangunan dan Lingkungan Hidup Setda Provinsi DKI Jakarta Iwan Kurniawan mengatakan selain menyiapkan pelican crossing dengan lampu lalu lintas pengamannya, Pemprov DKI juga akan mengerahkan petugas Dinas Perhubungan dan Satpol PP untuk memastikan mobilitas masyarakat berjalan dengan lancar dan aman.

    Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
    Editor: Rr. Cornea Khairany
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.