Tag: Pramono Anung

  • Bangunan Gifted School Cawang akan difungsikan jadi SMP dan SKB

    Bangunan Gifted School Cawang akan difungsikan jadi SMP dan SKB

    Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengalihfungsikan bangunan Gifted School di Cawang, Jakarta Timur, menjadi dua fasilitas pendidikan baru, yakni Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengaku telah mendapat laporan dari warga yang mengatakan bangunan tersebut tidak lagi terawat.

    “Saya ingin agar semua fasilitas yang sudah dibangun oleh pemerintah DKI Jakarta itu betul-betul bisa termanfaatkan secara baik. Saya mendapatkan laporan dari masyarakat, ini belum termanfaatkan secara baik,” kata Pramono setelah meninjau Gifted School di Cawang, Jakarta Timur, Jumat.

    Setelah berdiskusi dengan warga, lurah, dan jajaran dinas terkait, Pramono memutuskan gedung tersebut difungsikan menjadi SKB untuk anak-anak putus sekolah, serta SMP baru bagi warga sekitar.

    Menurut dia, kapasitas bangunan yang memiliki 15 ruang kelas, asrama, serta fasilitas pendukung lainnya itu cukup memadai untuk dijadikan sebagai SMP dan SKB.

    Dia juga memerintahkan Dinas Pendidikan DKI Jakarta agar menyiapkan anggaran revitalisasi, termasuk evaluasi keberadaan kolam renang di area sekolah.

    “Saya sudah minta kepada Ibu Kepala Dinas (Pendidikan) untuk menyiapkan anggarannya, supaya ini segera dilakukan renovasi, termasuk kolam renang. Kalau perlu diubah fungsinya, silahkan,” ujar Pramono.

    Gifted School awalnya dirancang untuk menampung siswa-siswa berkemampuan akademik tinggi dari keluarga tidak mampu. Namun, program tersebut tidak berjalan optimal karena kondisi dan lingkungan yang dinilai kurang mendukung.

    Gedung itu juga sempat dipakai sementara oleh SMK, namun saat ini sudah kosong setelah sekolah tersebut pindah.

    Pramono menegaskan pemanfaatan ulang harus segera dilakukan agar aset tersebut tidak mubazir.

    Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
    Editor: Rr. Cornea Khairany
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Target Rampung 2026, Pembangunan LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Sudah Capai 72 Persen – Page 3

    Target Rampung 2026, Pembangunan LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Sudah Capai 72 Persen – Page 3

    Ramdani menyampaikan, proyek LRT Jakarta Fase 1B ini merupakan salah satu bagian dari proyek besar Jakarta untuk menuju kota global. Keberadaan LRT Jakarta Fase 1B diharapkan bakal membuat mobilitas masyarakat lebih efisien dan ramah lingkungan. 

    “Dari kemacetan menuju konektivitas, dari polusi menjadi keberlanjutan, karena kini transportasi publik bukan lagi sebagai pilihan, melainkan kebutuhan untuk hidup yang lebih baik,” jelasnya. 

    Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung juga telah bertemu dengan Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi. Keduanya juga sempat membahas proyek LRT Jakarta tersebut, di Mandiri University, Jakarta Pusat, pada Senin 29 September 2025. 

    Pramono menyebut bahwa pembangunan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai menunjukkan kemajuan pekerjaan yang signifikan. Progres proyek disebut melebihi apa yang telah direncanakan. 

     

     

     

  • Pemprov DKI tampung aspirasi pedagang soal Raperda KTR

    Pemprov DKI tampung aspirasi pedagang soal Raperda KTR

    Jakarta (ANTARA) – Ketua Sub Kelompok Peraturan Perundang-undangan Bidang Kesehatan Rakyat Biro Hukum Pemprov DKI Jakarta Afifi mengatakan pihaknya masih terus menampung aspirasi pedagang kecil hingga pelaku UMKM terkait Rancangan Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok (Raperda KTR).

    Menurut dia, sebelum disahkan dalam Rapat Paripurna, pihaknya masih bersikap dinamis terkait Raperda KTR agar tidak merugikan pedagang, sesuai dengan komitmen Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

    “Setelah selesai pembahasan di Pansus (Panitia Khusus), akan kami sampaikan ke Pak Gubernur, dan kalau memungkinkan akan dirapimkan agar masukan semua SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) terkait itu bisa kita serap,” ujar Afifi di Jakarta, Jumat.

    Pada prinsipnya, lanjut dia, draft raperda tersebut masih terbuka sehingga masih dapat menampung segala masukan dari masyarakat.

    Setelah itu, eksekutif kemudian memetakan seluruh masukan tersebut dan dirapatkan bersama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Badan Pendapatan Daerah, dan pihak-pihak terkait lainnya.

    Sebelumnya, terlihat sejumlah pedagang membentangkan spanduk bertuliskan penolakan terhadap finalisasi Raperda KTR di depan kantor DPRD DKI Jakarta .

    Spanduk itu di antaranya bertuliskan “DPRD DKI Jakarta Anak Tirikan Pedagang Kecil Ibu Kota, Perda KTR Nihil Keadilan, Suara Pedagang Diabaikan” dan “Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, Turut Berdukacita atas Matinya Hati Nurani dan Kepedulin DPRD DKI Jakarta dan Dinas Kesehatan kepada Nasib Pedagang Kecil”.

    Aspirasi itu disampaikan oleh pedagang terkait hasil finalisasi Panitia Khusus Raperda KTR yang tetap meloloskan pasal-pasal larangan penjualan yang dinilai memberatkan mereka.

    Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
    Editor: Rr. Cornea Khairany
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pramono gelar rapat khusus bahas pemotongan dana transfer ke Jakarta

    Pramono gelar rapat khusus bahas pemotongan dana transfer ke Jakarta

    Jakarta (ANTARA) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menggelar rapat khusus bersama jajaran untuk membahas pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat ke Jakarta.

    “Kebetulan nanti jam 16.00 WIB rapat khusus mengenai ini. Saya ingin mendapatkan laporan terlebih dahulu dari Kepala BAPENDA (Badan Pendapatan Daerah) dan juga tentunya dari Sekda (Sekretaris Daerah) untuk bagaimana kita menghadapi ini,” ujar Pramono saat dijumpai di Jakarta Utara, Jumat.

    Dia mengaku sudah mendengar informasi dari Badan Anggaran DPR terkait pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat ke Jakarta.

    Untuk itu, dia beserta jajarannya segera memperhitungkan perencanaan anggaran Jakarta ke depannya.

    Namun meskipun pemerintah pusat memotong DBH untuk Jakarta, Pramono mengatakan pihaknya akan melakukan sejumlah terobosan agar pembangunan Jakarta tetap berlangsung tanpa terlalu bergantung pada anggaran.

    Salah satu terobosan itu, kata dia, yakni kebijakan terkait Koefisien Lantai Bangunan (KLB) yang berlarut-larut hingga 12 tahun, kini urusan birokrasi terkait kebijakan tersebut dapat diselesaikan maksimal dalam 15 hari.

    Dengan demikian, terobosan itu dapat menjadi peluang baru untuk memperkuat pendapatan daerah dan menarik para investor.

    “Menurut saya, ini akan menjadi penyemangat bagi para pengusaha yang ada di Jakarta untuk memanfaatkan fasilitas itu, dan sekarang betul-betul transparan, terbuka, 15 hari harus selesai,” ungkap Pramono.

    Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin mengungkapkan nilai APBD DKI 2026 berpotensi turun karena rencana pemangkasan dana transfer ke DKI Jakarta oleh pemerintah pusat.

    Padahal, DPRD dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI telah menyepakati Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.

    Dari kebijakan itu, diproyeksikan penerimaan transfer dari pusat, seperti dana bagi hasil (DBH), dana alokasi umum (DAU), dan dana alokasi khusus (DAK) mencapai Rp26 triliun.

    “DBH kita akan berubah sekitar Rp15 triliun, yang tersisa Rp11 triliun. Tentu ini akan mengubah postur angka yang sangat signifikan perubahannya, sementara kita sudah MoU KUA-PPAS, sudah (menyusun) RKA (rencana kerja anggaran),” tutur Khoirudin.

    DPRD dan Pemprov DKI telah merencanakan APBD DKI Jakarta pada 2026 sebesar Rp95,35 triliun. Angka ini naik 3,8 persen dibandingkan nilai APBD pada tahun anggaran 2025 yang hanya Rp91,86 triliun.

    Dengan adanya pemangkasan, maka dana transfer dari pemerintah pusat ke Jakarta menjadi hanya Rp11 triliun, dan nilai APBD DKI 2026 berpotensi turun.

    “Karena kita sudah MoU dengan angka Rp95,3 triliun. Kalau kita melihat DBH hari ini, (APBD 2026) kita sekitar Rp78 triliun atau Rp79 triliun. Jadi, sangat jauh perubahannya,” jelas Khoirudin.

    Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
    Editor: Rr. Cornea Khairany
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Dana transfer dipangkas, Pramono pastikan program masyarakat aman

    Dana transfer dipangkas, Pramono pastikan program masyarakat aman

    Jakarta (ANTARA) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memastikan program-program Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk masyarakat tetap berjalan meskipun dilakukan pemangkasan dana transfer oleh pemerintah pusat.

    Dia mengatakan program tersebut, di antaranya Kartu Jakarta Pinter (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), dan pemutihan ijazah.

    “Tentunya saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk KJP, KJMU, Pemutihan Ijazah, program-program yang berkaitan dengan kepentingan rakyat banyak, tidak terganggu,” ujar Pramono saat dijumpai di kawasan Jakarta Utara, Jumat.

    Dia menuturkan apabila nantinya dilakukan pemotongan dana bagi hasil (DBH) oleh pemerintah pusat, maka Pemprov DKI harus siap berinovasi untuk pembiayaan ke depannya.

    “Ya, intinya Jakarta dalam kondisi apapun, DBH dipotong tentunya kita harus siap,” kata Pramono.

    Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin mengungkapkan nilai APBD DKI 2026 berpotensi turun karena rencana pemangkasan dana transfer ke DKI Jakarta oleh pemerintah pusat.

    Padahal, DPRD dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI telah menyepakati Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.

    Dari kebijakan itu, diproyeksikan penerimaan transfer dari pusat, seperti dana bagi hasil (DBH), dana alokasi umum (DAU), dan dana alokasi khusus (DAK) mencapai Rp26 triliun.

    “DBH kita akan berubah sekitar Rp15 triliun, yang tersisa Rp11 triliun. Tentu ini akan mengubah postur angka yang sangat signifikan perubahannya, sementara kita sudah MoU KUA-PPAS, sudah (menyusun) RKA (rencana kerja anggaran),” tutur Khoirudin.

    DPRD dan Pemprov DKI telah merencanakan APBD DKI Jakarta pada 2026 sebesar Rp95,35 triliun. Angka ini naik 3,8 persen dibandingkan nilai APBD pada tahun anggaran 2025 yang hanya Rp91,86 triliun.

    Dengan adanya pemangkasan, maka dana transfer dari pemerintah pusat ke Jakarta menjadi hanya Rp11 triliun, dan nilai APBD DKI 2026 berpotensi turun.

    “Karena kita sudah MoU dengan angka Rp95,3 triliun. Kalau kita melihat DBH hari ini, (APBD 2026) kita sekitar Rp78 triliun atau Rp79 triliun. Jadi, sangat jauh perubahannya,” jelas Khoirudin.

    Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
    Editor: Rr. Cornea Khairany
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pramono benarkan rencana pemindahan patung Jenderal Sudirman

    Pramono benarkan rencana pemindahan patung Jenderal Sudirman

    Jakarta (ANTARA) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo membenarkan rencana pemindahan patung Jenderal Sudirman usai adanya pengerjaan proyek Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas.

    Pramono menyebut patung itu akan ditempatkan di posisi yang lebih strategis sebagai bentuk penghormatan terhadap salah satu pahlawan bangsa tersebut.

    “Patung Sudirman tentunya kita harus memberikan apresiasi karena bagaimanapun ini adalah jenderal besar, sehingga nanti kalau di Dukuh Atas akan dibangun, dikoneksikan, Patung Sudirman harus ditempatkan yang betul-betul di depan,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis.

    Pramono menjelaskan, relokasi tersebut bukan berarti menyingkirkan patung Jenderal Sudirman, namun keberadaan patung itu akan dibuat lebih menonjol agar lebih mudah untuk dilihat publik.

    “Malah ketika kita belum naik ke Dukuh Atas, kalau kita dari Thamrin, Patung Sudirman akan kelihatan dengan lebih jelas dan lebih enak untuk dilihat. Nanti akan kami atur untuk itu,” jelasnya.

    Seperti diketahui, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama Pemerintah Provinsi Jakarta akan menggabungkan Stasiun Karet dan Stasiun Sudirman Baru.

    Hal ini bertujuan untuk mengembangkan kawasan integrasi antarmoda di kawasan Dukuh Atas.

    Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan rencana ini sudah dibicarakan dengan Gubernur Jakarta Pramono Anung.

    Kedua pihak juga membahas konsekuensi dari proyek ini adalah pemindahan Patung Jenderal Besar Sudirman.

    “Kemarin Pak Gubernur menyampaikan bahwa ada kemungkinan memindahkan Patung Jenderal Besar Sudirman. Itu yang semula ada di sisi selatan, akan dipindahkan lebih mendekati ke arah Jalan MH Thamrin,” kata Dudy.

    Dudy menjelaskan kawasan berorientasi transit atau TOD Dukuh Atas nantinya akan menghubungkan empat moda transportasi berbasis kereta secara terpadu untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat, yakni Moda Raya Terpadu (MRT), Lintas Raya Terpadu (LRT), Kereta Rel Listrik (KRL), dan kereta bandara.

    “Jadi sudah didesain sedemikian rupa sehingga masyarakat dalam melakukan mobilitasnya bisa dengan mudah berpindah dari satu moda ke moda lain di Stasiun Dukuh Atas, Sudirman, maupun BNI City,” kata Dudy.

    Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pemprov DKI berikan KJP Plus untuk atlet muda berprestasi

    Pemprov DKI berikan KJP Plus untuk atlet muda berprestasi

    Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memberikan Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus bagi para atlet muda berprestasi yang mewakili Jakarta di ajang nasional.

    “Tadi saya menyampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan, kalau yang prestasi olahraganya baik, maka kami akan fasilitasi untuk mendapatkan KJP Plus,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat menerima para atlet sepak bola kelompok umur 13, 15, dan 17 tahun yang meraih gelar juara di Piala Soeratin Nasional 2025 di Balai Kota Jakarta, Kamis.

    Menurut dia, prestasi olahraga tidak boleh mengorbankan pendidikan, oleh karenanya para atlet muda itu diingatkan untuk tetap menyeimbangkan latihan dan sekolah.

    “Sekarang masih sekolah, sekolahnya nggak boleh dilupakan. Jadi tetap harus jalan, tetapi karena hobinya sepak bola dan terbukti berprestasi, maka juga harus sungguh-sungguh. Nggak boleh setengah-setengah,” ujar Pramono.

    Dalam Piala Soeratin 2025, Jakarta mencatat hasil gemilang di tiga kategori. Klub Asiop Jakarta meraih juara kedua di U-13, SSB Bimba AIUEO menjadi juara nasional U-15, dan Persija Jakarta peringkat ketiga U-17. Dengan capaian itu, Jakarta dinobatkan sebagai juara umum.

    Pramono menyebutkan keberhasilan ini menjadi sinyal kuat bahwa ibu kota adalah lumbung talenta sepak bola nasional, sehingga diharapkan para pemain muda tersebut bisa menjadi penerus Persija dan tim nasional.

    “Mudah-mudahan mereka nanti bisa berkiprah dan memilih jalannya sendiri. Sebagian besar ingin jadi pemain nasional dan itu sah-sah saja, membanggakan bagi kita semua,” katanya.

    Selain fasilitas pendidikan, Pemprov DKI siap mendorong pembinaan berjenjang agar para atlet muda ini terus berkembang.

    “Harapan saya pribadi, mereka akan melanjutkan ke Persija dan setelah itu menjadi pemain nasional,” ujar Pramono.

    Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pramono Janjikan Atlet Muda Jakarta Berprestasi Dapat KJP Plus

    Pramono Janjikan Atlet Muda Jakarta Berprestasi Dapat KJP Plus

    Jakarta

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pemerintah provinsi memberikan dukungan pendidikan bagi para atlet muda berprestasi yang mewakili Jakarta di ajang nasional. Salah satunya melalui fasilitas Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus.

    Hal itu disampaikan Pramono saat menerima para atlet sepak bola kelompok umur 13, 15, dan 17 tahun yang meraih gelar juara di Piala Soeratin Nasional 2025. Pertemuan digelar di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Kamis (2/10/2025).

    “Tadi saya menyampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan, kalau yang prestasi olahraganya baik, maka kami akan fasilitasi untuk mendapatkan KJP Plus,” ujar Pramono.

    Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Brigitta/detikcom)

    Pramono menegaskan prestasi olahraga tidak boleh mengorbankan pendidikan. Para atlet muda itu diingatkan tetap menyeimbangkan latihan dan sekolah.

    “Sekarang masih sekolah, sekolahnya nggak boleh dilupakan. Jadi tetap harus jalan, tetapi karena hobinya sepak bola dan terbukti berprestasi, maka juga harus sungguh-sungguh. Enggak boleh setengah-setengah,” katanya.

    Pramono menyebut keberhasilan ini menjadi sinyal kuat bahwa Ibu Kota adalah lumbung talenta sepak bola nasional. Dia berharap para pemain muda tersebut bisa menjadi penerus Persija dan tim nasional.

    “Mudah-mudahan mereka nanti bisa berkiprah dan memilih jalannya sendiri. Sebagian besar ingin jadi pemain nasional dan itu sah-sah saja, membanggakan bagi kita semua,” ungkapnya.

    Selain fasilitas pendidikan, Pramono juga siap mendorong pembinaan berjenjang agar para atlet muda ini terus berkembang.

    “Harapan saya pribadi, mereka akan melanjutkan ke Persija dan setelah itu menjadi pemain nasional,” imbuhnya.

    (bel/idn)

  • “Olympic Day 2025” bakal berlangsung di Jakarta

    “Olympic Day 2025” bakal berlangsung di Jakarta

    Jakarta (ANTARA) – “Olympic Day 2025” bakal berlangsung di Jakarta pada 12 Oktober mendatang dengan salah satu agenda utamanya, yakni “Fun Run 5K” yang terbuka bagi masyarakat umum.

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mendukung penuh kegiatan tersebut. Apalagi “Olympic Day 2025” ini sekaligus untuk menanamkan nilai-nilai kompetisi atau persaingan, kerukunan dan gotong-royong.

    “Pemprov DKI Jakarta memang memberikan ruang yang seluas-luasnya untuk olahraga,” ujar Pramono di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, Kamis.

    Tak hanya untuk menumbuhkan kerukunan dan gotong-royong, Pramono meyakini dengan adanya aktivitas olahraga yang cukup banyak, Jakarta bisa meraup keuntungan.

    Misalnya, hotel-hotel akan penuh dan para pedagang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) bisa mendapatkan banyak pembeli.

    Selain itu, dengan adanya berbagai kegiatan olahraga, Pramono meyakini penyelenggaraan olahraga di Jakarta kini semakin baik.

    “Kami akan memberikan ‘support’ sepenuhnya acara ‘Olympic Day 2025’ yang diselenggarakan di Jakarta ini,” kata Pramono.

    Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari berterima kasih atas dukungan Pemprov DKI Jakarta.

    Ia mengungkapkan bahwa KOI telah menetapkan target ambisius untuk Olimpiade Los Angeles 2028.

    “Kami sudah dikasih tugas, yaitu targetnya empat emas. Itu targetnya luar biasa karena targetnya dua kali lipat dari yang pernah tertinggi yang ada di Indonesia,” ujarnya.

    “Olympic Day 2025” ini diselenggarakan sebagai bagian dari menyambut berbagai kegiatan olahraga internasional yang akan diikuti oleh Indonesia.

    Acara ini sebagai bentuk dukungan kepada para atlet yang berpartisipasi pada Asian Youth Games Bahrain 2025, Islamic Solidarity Games Riyadh 2025 dan SEA Games Thailand 2025.

    Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Jakarta siap jadi tuan rumah ajang olahraga nasional dan internasional

    Jakarta siap jadi tuan rumah ajang olahraga nasional dan internasional

    Jakarta (ANTARA) – Provinsi DKI Jakarta siap menjadi tuan rumah berbagai ajang olahraga tingkat nasional maupun internasional.

    Bahkan, kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo di Balaikota Jakarta, Kamis, apabila ada kegiatan yang belum bisa digelar di daerah lain, Jakarta siap menampung dan menyelenggarakan acara tersebut.

    “Termasuk kegiatan-kegiatan yang tidak bisa diselenggarakan di daerah, saya sudah minta kepada Kepala Dinas Olahraga, Pak Andri, untuk ditarik ke Jakarta. Kami jadi tuan rumah,” ujar Pramono dalam konferensi pers “Olympic Day 2025”.

    Pramono mengatakan, tahun ini Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XVII yang seharusnya diadakan di Medan dan Aceh juga akan berlangsung di DKI Jakarta.

    Menurut Pramono, banyaknya aktivitas olahraga justru memberikan keuntungan besar bagi Jakarta.

    Misalnya, kata Pramono, saat ini Kejuaraan Jakarta Internasional Golf digelar di Pantai Indah Kapuk (PIK). Acara tersebut turut dihadiri pegolf dunia seperti Bubba Watson dan Anthony Kim.

    Selain itu, Jakarta juga akan menggelar “Jakarta Running Festival” pada Oktober 2025 dengan jumlah peserta lebih dari 27.000 orang yang mencakup kategori maraton, “half marathon” dan kategori lainnya.

    Tak hanya itu, bahkan setiap minggunya, Jakarta selalu rutin mengadakan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau “Car Free Day” (CFD).

    Pramono optimistis jika olahraga dikelola dengan baik dan konsisten, Indonesia bisa meraih prestasi lebih baik di ajang internasional seperti Asian Games, Asian Youth Games, Islamic Solidarity Games hingga SEA Games di Thailand.

    Pramono juga berharap sinergi antara Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Erik Thohir bisa semakin memperkuat pembinaan olahraga nasional.

    DKI Jakarta memberikan ruang yang seluas-luasnya untuk olahraga. “Kami akan mendukung penuh penyelenggaraan ‘Olympic Day 2025’ dan berbagai ‘event’ lainnya di Jakarta,” kata Pramono.

    Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.