Tag: Pramono Anung

  • Pramono Anung Ingin Kolong Tol Disulap Jadi Taman dan RPTRA Ramah Anak
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        18 Oktober 2025

    Pramono Anung Ingin Kolong Tol Disulap Jadi Taman dan RPTRA Ramah Anak Megapolitan 18 Oktober 2025

    Pramono Anung Ingin Kolong Tol Disulap Jadi Taman dan RPTRA Ramah Anak
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana memanfaatkan area di bawah kolong jalan tol sebagai ruang publik ramah anak.
    Rencana tersebut muncul lantaran lahan di bawah jalan tol selama ini banyak yang tidak termanfaatkan.
    “Sekarang ini tiang-tiang penyangga tol, saya minta untuk di bawahnya dibuatkan taman,” ujar Gubernur Jakarta Pramono Anung saat ditemui di Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Sabtu (18/10/2025).
    Ia menambahkan, pemanfaatan kolong tol menjadi taman atau RPTRA merupakan bagian dari upaya Pemprov memperluas ruang hijau di kawasan padat.
    Salah satu contoh wilayah yang sudah menerapkan program serupa, yakni di Jakarta Timur.
    “Di Jakarta Timur kan sudah mulai berubah, termasuk mural-mural yang memberikan nuansa hijau lebih,” kata Pramono.
    Selain area di bawah tol, Pemprov Jakarta juga tengah menyiapkan sekitar 300 RPTRA baru di seluruh wilayah Jakarta.
    Beberapa di antaranya sudah diresmikan, sementara sebagian lainnya masih dalam tahap pembangunan.
    “Kami sekarang ini sudah membuka RPTRA, ruang terbuka hijau untuk anak-anak. Mudah-mudahan walaupun ruangnya hanya kecil-kecil, tapi ruang publik ini kami rencanakan sekitar 300 tempat di Jakarta,” jelas dia.
    Ia berharap keberadaan RPTRA nantinya dapat menjadi ruang interaksi sosial, khususnya bagi anak-anak untuk bermain dan beraktivitas.
    “Jadi enggak harus anak yang sempurna atau tidak sempurna, tetapi semua anak mempunyai kesempatan untuk tumbuh dan berkembang di Jakarta,” ucap dia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pramono Akan Manfaatkan Kolong Flyover di Jakarta Jadi Taman
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        18 Oktober 2025

    Pramono Akan Manfaatkan Kolong Flyover di Jakarta Jadi Taman Megapolitan 18 Oktober 2025

    Pramono Akan Manfaatkan Kolong Flyover di Jakarta Jadi Taman
    Tim Redaksi
     
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Gubernur Jakarta Pramono Anung akan memanfaatkan kolong flyover menjadi taman atau ruang publik terbuka hijau.
    Salah satu yang sudah dikerjakan, yakni di Jakarta Timur dengan membuat mural yang bernuansa lebih hijau. 
    “Kita dorong, termasuk di Jakarta Utara, bahkan sekarang ini tiang-tiang penyangga tol, saya minta untuk di bawahnya dibuatkan taman,” kata Pramono di Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Sabtu (18/10/2025).
    Dia juga menargetkan pembangunan 300 Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di seluruh wilayah Jakarta.
    “Kami sekarang ini sudah membuka RPTRA, ruang terbuka hijau untuk anak-anak. Mudah-mudahan walaupun ruangnya hanya kecil-kecil, tapi ruang publik ini kami rencanakan sekitar 300 tempat di Jakarta,” kata dia.
    Lebih lanjut, ia menyebutkan, beberapa RPTRA baru sudah diresmikan di sejumlah wilayah, termasuk di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
    Selain itu, masih ada beberapa yang dalam tahap penyelesaian RPTRA seperti di kawasan Dusun Kalibata. Rencananya RPTRA Kalibata akan diresmikan dalam waktu dekat.
    “Saya mendorong untuk daerah-daerah itu mengembangkan ruang terbuka hijau untuk anak-anak dan di Kalibata sekarang sudah ada Dusun Kalibata,” kata dia.
    Ia berharap keberadaan RPTRA nantinya dapat menjadi ruang interaksi sosial, khususnya bagi anak-anak untuk bermain dan beraktivitas. 
    “Jadi enggak harus anak yang sempurna atau tidak sempurna, tetapi semua anak mempunyai kesempatan untuk tumbuh dan berkembang di Jakarta,” ucap dia.
     
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pramono apresiasi hadirnya klinik “Sensory Land Kids” di Jakarta

    Pramono apresiasi hadirnya klinik “Sensory Land Kids” di Jakarta

    Jakarta (ANTARA) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengapresiasi hadirnya klinik “Sensory Land Kids” sebagai ruang yang memprioritaskan tumbuh kembang anak, bahkan melengkapi peran Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) dan ruang terbuka hijau untuk anak di Jakarta.

    “Saya sangat setuju bahwa tumbuh kembang anak, terutama bagi anak yang berkebutuhan khusus itu harus mendapatkan ruang tempat yang sebaik-baiknya. Saya melihat di Sensory Land Kids ini, anak-anak tadi dilatih secara natural, melalui alam, melalui sensorik yang mereka miliki, dan kemudian juga diberikan pengajaran sesuai kebutuhannya,” kata Pramono dalam sambutannya di Sensory Land Kids, Jakarta Timur, Sabtu.

    Dia menilai fasilitas seperti itu sangat dibutuhkan karena karakter anak terbentuk sejak dini, terlebih bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus.

    Pramono mengaku antusias menghadiri “grand opening” klinik tersebut karena melihat semangat “Sensory Land Kids” dalam memberikan rasa kebahagiaan dan kenyamanan bagi tumbuh kembang anak-anak.

    Menurutnya, hal ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Pemprov DKI Jakarta dalam memfasilitasi tumbuh kembang anak di seluruh Jakarta.

    Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta siap berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam mewujudkan dan memprioritaskan proses tumbuh kembang anak secara ideal.

    Pramono menerangkan, Jakarta selalu mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat sebagai daerah yang ramah terhadap anak atau Provinsi Layak Anak.

    Menurutnya, tempat seperti “Sensory Land Kids” dapat menjadi wadah yang baik, khususnya dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak-anak berkebutuhan khusus.

    Dia pun telah menginstruksikan Dinas Kesehatan Jakarta untuk memperbanyak klinik yang dapat membantu proses tumbuh kembang anak secara medis.

    Kehadiran “Sensory Land Kids” diharapkan dapat menjadi pemantik agar setiap wilayah di Jakarta memiliki klinik tumbuh kembang anak.

    Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pemprov DKI akan manfaatkan kolong tol untuk ruang terbuka hijau

    Pemprov DKI akan manfaatkan kolong tol untuk ruang terbuka hijau

    penyediaan RTH di Jakarta sangat penting karena anak-anak bisa bermain dan mengasah tumbuh kembangnya

    Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memanfaatkan kolong tol untuk dijadikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya anak-anak.

    “Saya mendorong untuk daerah-daerah itu mengembangkan ruang terbuka hijau untuk anak-anak, bahkan sekarang ini tiang-tiang penyangga tol, saya minta untuk di bawahnya dibuatkan taman,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo di Jakarta Timur, Sabtu.

    Menurut dia, penyediaan RTH di Jakarta sangat penting karena anak-anak bisa bermain dan mengasah tumbuh kembangnya dengan aktivitas fisik dibandingkan bermain gadget di rumah.

    “Mudah-mudahan di tahun ini walaupun ruangnya hanya kecil-kecil, tapi ruang publik ini kami rencanakan sekitar 300 tempat di Jakarta,” ujar Pramono.

    Sebelumnya, Pramono sempat mengakui bahwa jumlah Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Jakarta belum memenuhi kebutuhan warga.

    Untuk itu, ia akan mengoptimalkan pembangunan RTH dalam skala kecil di berbagai titik permukiman di ibu kota.

    Menurutnya, taman kota tak harus luas untuk memberikan manfaat. Ruang terbuka hijau dengan luasan 3.000 hingga 5.000 meter persegi tetap bisa menjadi area bermain, interaksi sosial, dan ruang publik yang fungsional bagi masyarakat.

    “Sekarang ini taman-taman tidak perlu harus selalu terlalu luas. Yang penting adalah manfaatnya menjadi ruang terbuka hijau dan tempat bermain anak-anak Jakarta,” ujar Pramono.

    Dengan perluasan ruang terbuka di beberapa wilayah Jakarta, dia berharap hal itu bisa mempercepat pemenuhan kebutuhan RTH sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan permukiman.

    Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pramono berkomitmen sediakan tempat layak untuk pedagang Pasar Barito

    Pramono berkomitmen sediakan tempat layak untuk pedagang Pasar Barito

    Jakarta (ANTARA) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo berkomitmen untuk membantu pedagang Pasar Barito dengan menyediakan tempat yang layak, meski adanya temuan praktik penyalahgunaan izin sewa kios yang terjadi di pasar tersebut.

    “Di Pasar Barito saya benar-benar beritikad baik untuk memberi ruang, kesempatan kepada para pedagang. Dan saya sebenarnya sudah mendengar itu. Tetapi sekali lagi, saya tidak mau mempermasalahkan terlalu ke belakang,” ujar Pramono saat dijumpai di kawasan Jakarta Timur, Sabtu.

    Pramono menyebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah menyiapkan tempat yang baik dan layak, yakni Sentra Fauna di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

    Sentra tersebut berdiri di atas lahan seluas 7.500 meter persegi (m2). Dari luas tersebut, sekitar 2.000 m2 dialokasikan untuk pedagang yang sebelumnya menempati Lokasi Sementara (Loksem) JS 25, JS 26, JS 30, dan JS 96.

    Total kios terbagi dalam tiga zona utama, yakni Zona A terdiri atas 22 kios kuliner, Zona C dan D sebanyak 74 kios pedagang burung dan pakan hewan, serta Zona E untuk parcel dan kuliner sejumlah 29 kios.

    Adapun Zona B yang diperuntukkan bagi amphitheater masih belum berproses.

    “Saya sudah menyiapkan di Lenteng Agung tempat yang baik, layak, sehingga mereka sekarang ini tentunya diharapkan segera menyelesaikan,” ujar Pramono.

    Sebelumnya, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta mengungkap praktik penyalahgunaan izin sewa kios yang terjadi di Pasar Barito, Jakarta Selatan.

    Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo menyampaikan, beberapa tahun terakhir, 58,9 persen atau 93 dari total 158 kios yang ada di Pasar Barito dikuasai hanya oleh sejumlah pedagang.

    “Berdasarkan data di lapangan, sejumlah pedagang selama ini diduga telah menyalahgunakan izin sewa kios Pasar Barito. Ternyata ada satu pedagang bisa menguasai 10 sampai 15 kios, untuk kemudian mereka sewakan kepada pedagang kecil,” katanya.

    Menurut data Dinas PPKUKM, lanjut Ratu, praktik penyalahgunaan izin sewa kios terjadi hampir di seluruh blok kios Pasar Barito.

    Di Blok JS25, yang merupakan area perdagangan hewan peliharaan, misalnya, 68,2 persen atau 58 dari total 85 kios dikuasai hanya oleh 17 pedagang.

    “Di blok kios inilah ada satu pedagang yang menguasai 15 kios untuk kemudian dia sewakan kepada pihak kedua, seolah kios ini milik pribadi,” jelas Ratu.

    Kemudian di blok JS26, zona perdagangan buah dan parcel, 88,9 persen atau 16 dari total 18 kios dikuasai oleh 6 pedagang. Lalu di blok JS30, zona kuliner, 50 persen atau 17 dari total 34 kios hak atas sewa dikuasai oleh enam orang.

    Hanya di blok kuliner JS96 data antara hak sewa resmi dan praktik berdagang di lapangan sesuai.

    Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Top 3 News: Kronologi Jual Mobil Berujung Penyekapan di Tangsel – Page 3

    Top 3 News: Kronologi Jual Mobil Berujung Penyekapan di Tangsel – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Empat orang menjadi korban penyekapan dan penyiksaan di sebuah tempat di kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan. Itulah top 3 news hari ini.

    Kejadian ini bermula saat para korban melakukan transaksi penjualan mobil. Mulanya, para korban bertemu dengan salah satu pelaku perempuan berinisial N (52) di sebuah angkringan di kawasan Jagakarsa pada Sabtu, 11 Oktober 2025, pukul 22.30 WIB.

    Pertemuan itu dalam rangka transaksi mobil tahun 2021. Korban sempat mentransfer uang muka sebesar Rp 49 juta ke rekening N. Namun, situasi berubah saat korban dan tiga rekannya sedang memesan makanan. Hal tersebut seperti disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi.

    Sementara itu, sejumlah pejabat negara menghadiri syukuran kecil ulang tahun ke-74 Presiden Prabowo Subianto yang digelar di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat 17 Oktober 2025. Selain pejabat, syukuran ini dihadiri keluarga hingga Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

    Hal ini terlihat dari unggahan Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco di akun Instagram resminya, @sufmi_dasco pada Jumat 17 Oktober 2025.

    Dalam foto yang diunggah, tampak putra Prabowo, Didit Hediprasetyo, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua Komisi VI DPR RI Titiek Soeharto, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Menteri Investasi Rosan Roeslani, Menteri Luar Negeri Sugiono.

    Berita terpopuler lainnya di kanal News Liputan6.com adalah terkait Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, memastikan lahan Sumber Waras seluas 3,6 hektare bakal kembali menjadi aset Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

    Rencananya, lahan yang terletak di kawasan premium tersebut akan dimanfaatkan untuk pembangunan rumah sakit baru guna memenuhi kebutuhan layanan kesehatan di Jakarta.

    Pramono menjelaskan, terdapat dua opsi yang sedang dikaji Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait pemanfaatan lahan Sumber Waras tersebut.

    Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com sepanjang Jumat 17 Oktober 2025:

    Liputan6 Siang 28-02-2014

  • Pengguna Transjakarta Setuju Tarif Naik tapi Armada dan Fasilitas Ditingkatkan
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        17 Oktober 2025

    Pengguna Transjakarta Setuju Tarif Naik tapi Armada dan Fasilitas Ditingkatkan Megapolitan 17 Oktober 2025

    Pengguna Transjakarta Setuju Tarif Naik tapi Armada dan Fasilitas Ditingkatkan
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah pengguna Transjakarta menyatakan tidak keberatan jika tarif dinaikkan, asalkan layanan lebih efisien, tepat waktu, dan kepadatan penumpang berkurang pada jam sibuk.
    Fadil (29), pengguna di Halte Blok M, mengatakan tarif masih bisa diterima jika kenaikannya tidak terlalu signifikan, misalnya naik menjadi Rp 4.000.
    Namun ia menekankan, fasilitas dan jumlah armada harus ditingkatkan agar kenyamanan penumpang terjaga.
    “Kalau naiknya enggak terlalu signifikan, menurutku sih enggak terlalu. Ya paling naik berapa ya? Rp4.000 kali ya?” kata Fadil kepada
    Kompas.com
    , Jumat (17/10/2025).
    Fadil menambahkan, penambahan armada menjadi hal paling penting, terutama di jam-jam kerja yang padat.
    “Mungkin armadanya kayaknya ditambah, soalnya kan di jam-jam kerja kan pasti padat banget,” ujarnya.
    Ia juga berharap seluruh fasilitas Transjakarta, termasuk halte dan sarana penunjang lain, bisa diperbarui untuk kenyamanan penumpang.
    “Lebih ke situ sih, fasilitas semuanya di-upgrade lagi,” tambah Fadil.
    Hal senada disampaikan Bayu (23), pengguna Halte Puri Beta 2, yang menilai tarif Transjakarta sebenarnya sudah tergolong murah.
    Ia menambahkan, perhatiannya bukan hanya kenaikan tarif, tetapi juga apakah tarif integrasi Transjakarta ke MRT akan ikut disesuaikan.
    “Saya konsenin misalkan tarifnya dinaikin, apakah tarif integrasi yang digunakan pengguna ketika memakai TJ dan lanjut ke MRT, itu bakalan dipotong juga apa enggak?” kata Bayu.
    Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan tarif transportasi umum di ibu kota masih termasuk yang paling murah dibandingkan kota lain di Indonesia.
    Masyarakat hanya membayar Rp3.500 untuk naik Transjakarta, padahal biaya operasionalnya jauh lebih besar.
    “Tarif di Jakarta ini jauh lebih murah dibandingkan kota-kota lain. Hampir semua angkutan disubsidi oleh pemerintah daerah,” ucap Pramono, Jumat (10/10/2025).
    Subsidi dari APBD DKI tercatat mencapai sekitar Rp15.000 per penumpang.
    Namun, setelah Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat dipangkas Rp15 triliun, Pemprov DKI kini mengkaji kemungkinan penyesuaian tarif transportasi umum.
    “Sebelum DBH dipotong, saya sudah sampaikan akan ada kajian. Sekarang kami masih menghitung dan belum memutuskan apa pun,” ujar Pramono.
    Pramono menegaskan keputusan kenaikan tarif belum final dan masih mempertimbangkan dampak sosial serta ekonomi terhadap masyarakat.
    “Pada saatnya nanti kami akan lihat, apakah perlu ada penyesuaian atau tidak,” tambahnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Wacana Kenaikan Tarif Transjakarta, Pengguna Khawatir Tarif Integrasi Ikut Naik
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        17 Oktober 2025

    Wacana Kenaikan Tarif Transjakarta, Pengguna Khawatir Tarif Integrasi Ikut Naik Megapolitan 17 Oktober 2025

    Wacana Kenaikan Tarif Transjakarta, Pengguna Khawatir Tarif Integrasi Ikut Naik
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com —
    Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mengkaji ulang tarif Transjakarta menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengguna transportasi umum.
    Sejumlah warga khawatir, kenaikan tarif tersebut juga akan berdampak pada biaya integrasi antar moda seperti MRT, LRT, dan KRL.
    Bayu (23), salah seorang pengguna Transjakarta, mengaku waswas jika tarif integrasi yang selama ini memudahkan mobilitas warga ikut naik.
    “Kalau misalkan tarifnya dinaikin, apakah tarif integrasi yang digunakan pengguna ketika memakai TJ dan lanjut ke MRT, itu bakalan dipotong juga apa enggak?” ujar Bayu saat diwawancarai
    Kompas.com,
    Jumat (17/10/2025).
    Ia juga mempertanyakan apakah perubahan tarif hanya berlaku untuk Transjakarta atau turut memengaruhi skema integrasi transportasi umum.
    “Skemanya bagaimana begitu? Apakah cuma tarif TJ-nya doang yang naik?” jelasnya.
    Meski begitu, Bayu menilai kenaikan tarif masih bisa diterima selama tidak terlalu tinggi dan disesuaikan dengan kondisi masyarakat.
    “Saat ini Rp 3.500, kalau di bawah pukul 07.00 WIB pagi itu Rp 2.000. Mungkin Rp 5.000 masih harga yang cocok sih,” ujarnya.
    Sementara itu, pengguna Transjakarta lainnya, Cahyo (27), menilai pemerintah seharusnya tidak perlu menaikkan tarif jika anggaran daerah dapat dioptimalkan, misalnya dengan memangkas tunjangan pejabat.
    Menurutnya, masyarakat sudah membayar pajak, sehingga subsidi transportasi umum perlu dijaga agar biaya perjalanan tetap terjangkau.
    “Daripada buat tunjangan rumah pejabat yang sampai puluhan juta, mending buat subsidi transportasi rakyat,” ucap Cahyo.
    Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa Pemprov DKI masih mengkaji kemungkinan kenaikan tarif Transjakarta dan moda transportasi umum lainnya.
    Kajian ini dilakukan setelah Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat untuk DKI Jakarta dipangkas sebesar Rp 15 triliun.
    “Mengenai kenaikan (tarif Transjakarta dan transum), itu kan saya sampaikan sebelum DBH-nya dipotong. Nah, sekarang ini kami belum memutuskan apa pun, akan melakukan kajian,” ujar Pramono di Jakarta Pusat, Jumat (10/10/2025).
    Pramono menegaskan, belum ada keputusan resmi terkait kenaikan tarif. Pemerintah masih melakukan perhitungan kondisi keuangan daerah dan mempertimbangkan dampaknya bagi masyarakat pengguna transportasi umum.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Soal Wacana Kenaikan Tarif Transjakarta, Warga Minta Layanan Ditingkatkan Terlebih Dahulu
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        17 Oktober 2025

    Soal Wacana Kenaikan Tarif Transjakarta, Warga Minta Layanan Ditingkatkan Terlebih Dahulu Megapolitan 17 Oktober 2025

    Soal Wacana Kenaikan Tarif Transjakarta, Warga Minta Layanan Ditingkatkan Terlebih Dahulu
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com —
    Warga DKI Jakarta menilai rencana pengkajian ulang kenaikan tarif Transjakarta oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sebaiknya diimbangi dengan peningkatan kualitas fasilitas dan layanan.
    Salah satu pengguna Transjakarta, Cahyo (27), mengatakan kenaikan tarif masih bisa diterima jika ada peningkatan nyata pada kenyamanan dan fasilitas baik di halte maupun armada bus.
    “Kalau ada perubahan lah di segi fasilitas Transjakarta, baik di halte ataupun di armadanya,” kata Cahyo saat ditemui
    Kompas.com,
    Jumat (17/10/2025).
    Cahyo menyebutkan, sejumlah fasilitas seperti halte dan kursi prioritas bagi penumpang lanjut usia atau penyandang disabilitas masih perlu diperbaiki.
    “Yang saya sering temui tuh kayak kurangnya jumlah kursi biar apa ya, kalau orang yang butuh gitu loh,” ucapnya.
    Ia juga menyoroti kondisi beberapa halte Transjakarta yang akhir-akhir ini ramai diperbincangkan di media sosial, seperti lantai halte yang rusak dan lift yang tidak berfungsi.
    Menurut dia, kondisi tersebut menurunkan kenyamanan dan aksesibilitas bagi penumpang.
    Pengguna Transjakarta lainnya, Fadil (29), berpendapat bahwa peningkatan layanan sebaiknya difokuskan pada penambahan jumlah armada agar kepadatan penumpang, terutama di jam sibuk, bisa berkurang.
    “Soalnya kan di jam-jam kerja pasti padat banget kan,” ujarnya kepada
    Kompas.com,
    Jumat.
    Fadil menambahkan, kenaikan tarif Transjakarta masih bisa ditoleransi selama tidak terlalu signifikan.
    “Kalau misalnya naiknya ke Rp 4.000 masih wajar sih,” katanya.
    Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Pemprov DKI masih mengkaji kemungkinan kenaikan tarif Transjakarta serta moda transportasi umum lainnya.
    Kajian ini dilakukan menyusul pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat sebesar Rp 15 triliun untuk DKI Jakarta.
    “Mengenai kenaikan (tarif Transjakarta dan transum), itu kan saya sampaikan sebelum DBH-nya dipotong. Nah, sekarang ini kami belum memutuskan apa pun, akan melakukan kajian,” ujar Pramono saat ditemui di Jakarta Pusat, Jumat (10/10/2025).
    Pramono menegaskan, belum ada keputusan resmi terkait kenaikan tarif. Pemerintah masih menghitung kondisi keuangan daerah dan mempertimbangkan dampaknya bagi masyarakat pengguna transportasi umum.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Soal Wacana Kenaikan Tarif Transjakarta, Warga Minta Layanan Ditingkatkan Terlebih Dahulu
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        17 Oktober 2025

    Wacana Tarif Bus Transjakarta Naik, Setujukah Pengguna? Megapolitan 17 Oktober 2025

    Wacana Tarif Bus Transjakarta Naik, Setujukah Pengguna?
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Sejumlah pengguna Transjakarta mengaku tidak berkeberatan jika tarif transportasi umum tersebut naik.
    Pengguna bus Transjakarta, Fadil (29), tidak masalah tarifnya naik asalkan tidak terlalu tinggi.
    “Ya paling naik (jadi) berapa ya? Rp 4.000 kali ya,” ucap dia saat diwawancarai
    Kompas.com,
     Jumat (17/10/2025).
    Senada, Bayu (23) pengguna Transjakarta di Halte Puri Beta 2, memperkirakan tarif idealnya Rp 5.000.
    “Sekarang Rp 3.500, kalau di bawah pukil 07.00 WIB pagi itu Rp 2.000. Mungkin Rp 5.000 masih harga yang cocok sih,” kata dia.
    Cahyo (27), pengguna Transjakarta di Halte CSW menambahkan, jika tarif naik terlalu tinggi, justru akan membuat penumpang berpaling.
    “Mentok-mentok ya, Rp 5.000 lah. Jangan sampai Rp10.000 juga, justru kemungkinan bisa menurunkan jumlah penumpang sih itu,” ujar dia.
    Meski begitu, ia juga menyarankan agar subsidi untuk transportasi umum bisa dialihkan dari tunjangan para pejabat.
    “Daripada buat tunjangan rumah pejabat yang sampai puluhan juta, mending buat subsidi transportasi rakyat,” ucap Cahyo.
    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sedang mengkaji kemungkinan kenaikan tarif Transjakarta dan transportasi umum lainnya.
    Kajian ini dilakukan setelah Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat untuk DKI Jakarta dipangkas sebesar Rp 15 triliun.
    “Mengenai kenaikan (tarif Transjakarta dan transum), itu kan saya sampaikan sebelum DBH-nya dipotong. Nah, sekarang ini kami belum memutuskan apa pun, akan melakukan kajian,” ucap Pramono saat ditemui di wilayah Jakarta Pusat, Jumat (10/10/2025).
    Pramono menegaskan, belum ada keputusan untuk menaikkan tarif. Pemerintah masih menghitung kondisi keuangan daerah dan dampaknya bagi masyarakat.
    “Karena bagaimanapun nanti pada saatnya tentunya kami akan melihat apakah perlu ada penyesuaian atau enggak,” kata dia. 
    Menurut Pramono, tarif transportasi umum di Jakarta saat ini tergolong paling murah dibandingkan daerah lain.
    Warga Jakarta hanya membayar Rp 3.500 untuk naik Transjakarta, padahal biaya sebenarnya jauh lebih besar.
    Hal ini karena subsidi transportasi di Jakarta sangat besar, bahkan mencapai sekitar Rp 15.000 per penumpang.
    Oleh karena itu, pemerintah daerah akan meninjau kembali besarnya subsidi agar sesuai dengan kemampuan keuangan setelah DBH dipangkas.
    Kajian tersebut dilakukan untuk menyesuaikan kondisi keuangan daerah yang tertekan akibat pemangkasan DBH. Meski begitu, Pramono memastikan kajian ini tidak serta-merta berarti tarif Transjakarta akan naik.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.