Tag: Pramono Anung

  • IAI terlibat dalam revitalisasi Pasar Baru untuk hidupkan perekonomian

    IAI terlibat dalam revitalisasi Pasar Baru untuk hidupkan perekonomian

    Jakarta (ANTARA) – Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) ikut dilibatkan dalam revitalisasi Pasar Baru, Jakarta Pusat, untuk menghidupkan kembali perekonomian warga di kawasan tersebut.

    “Pasar Baru nantinya bersama pemerintah ingin kita hidupkan perekonomiannya kembali,” kata arsitek sekaligus perwakilan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Cosmas Gozali di Blok M Hub, Jakarta Selatan, Senin.

    Menurut dia, kawasan Pasar Baru bukan hanya jalan utama, melainkan peluang bagi ekonomi mikro untuk bertumbuh, seperti keberadaan pedagang kue, bakmi serta cakwe.

    Dia menilai revitalisasi harus mengikuti pendekatan placemaking, yaitu penataan ruang agar ramah publik sehingga warga kembali senang beraktivitas di kawasan tersebut.

    “Kalau publik mau datang lagi, ekonomi akan tumbuh sendiri,” ujar Cosmas.

    Rencana revitalisasi Pasar Baru menyusul keberhasilan revitalisasi Blok M menjadi hub baru yang menjadikan kawasan tersebut ramai pengunjung. Pembenahan Pasar Baru akan dilakukan secara menyeluruh.

    Pasar Baru diharapkan menjadi pusat oleh-oleh, toko busana, serta berbagai kebutuhan lainnya.

    Dalam pembenahan Pasar Baru, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengutamakan kemudahan aksesibilitas bagi masyarakat, salah satunya melalui pembukaan trayek baru Transjakarta dengan rute pendek.

    Selain itu, restoran-restoran legendaris di Pasar Baru juga dihidupkan kembali untuk menarik pengunjung. Sementara itu, Pemprov DKI akan memanfaatkan gedung parkir milik pemerintah yang selama ini belum digunakan secara maksimal.

    Rencana pembangunan Pasar Baru sebagai pusat oleh-oleh itu diperkuat dengan lokasinya yang strategis, yakni berdekatan dengan Gedung Kesenian Jakarta, Istana Negara, Masjid Istiqlal, dan Katedral Jakarta.

    Selain revitalisasi Pasar Baru, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga berkomitmen membenahi sungai di sekitar kawasan tersebut sehingga kembali bersih dan menarik.

    Pramono pun berharap melalui branding baru, Pasar Baru dapat menjadi tempat yang lebih nyaman dan kembali menjadi salah satu ikon utama Jakarta.

    Pewarta: Luthfia Miranda Putri
    Editor: Rr. Cornea Khairany
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Proyek Galian di TB Simatupang Rampung, Seluruh Jalur Bisa Dilewati
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        19 Oktober 2025

    Proyek Galian di TB Simatupang Rampung, Seluruh Jalur Bisa Dilewati Megapolitan 19 Oktober 2025

    Proyek Galian di TB Simatupang Rampung, Seluruh Jalur Bisa Dilewati
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com 
    – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pengelola Air Limbah Jakarta (Paljaya) memastikan pekerjaan galian pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, telah rampung sepenuhnya.
    Direktur Utama Perumda Paljaya Untung Suryadi mengatakan, pekerjaan di titik
    manhole
    MH-7, tepatnya depan SPBU Pertamina, telah selesai dikerjakan.
    Seluruh lajur di sisi selatan Jalan TB Simatupang kini sudah bisa digunakan kembali.
    “Kini, seluruh pekerjaan di lajur jalan kawasan TB Simatupang sisi selatan telah selesai dikerjakan,” ujar Untung saat dihubungi, Minggu (19/10/2025).
    Proyek tersebut bahkan rampung lebih cepat dari target semula yang dijadwalkan selesai pada 25 Oktober 2025.
    Sebelumnya, pekerjaan di titik
    manhole
    MH-4 (depan Cibis Park) juga telah tuntas pada 7 Oktober 2025.
    Dengan selesainya dua titik utama tersebut, Untung memastikan pagar proyek telah dibuka sejak 18 Oktober dan badan jalan kini bisa kembali digunakan masyarakat secara normal.
    “Sisi utara masih berprogres tapi di area
    private
    (masuk ke Wisma Raharja) dan trotoar jadi tidak menimbulkan kemacetan,” lanjut dia.
    Untung menegaskan, Paljaya berkomitmen melanjutkan pembangunan infrastruktur air limbah domestik hingga Juni 2026 secara efektif, efisien, dan berorientasi pada manfaat publik
    Pembangunan SPALD-T dilakukan untuk mengalirkan limbah rumah tangga, perkantoran, dan fasilitas umum ke Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPALD) agar diolah sebelum dibuang ke lingkungan.
    Proyek ini menggunakan teknologi Micro Tunnel Boring Machine (MTBM), metode pengeboran bawah tanah hingga 14 meter tanpa galian terbuka sehingga minim gangguan terhadap jalan maupun utilitas lain.
    Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan proyek galian di Jalan TB Simatupang selesai pada akhir Oktober 2025.
    “Dan saya juga sudah merapatkan secara khusus, baik itu PAM Jaya Paljaya, kemudian sumber daya air, Bina Marga, semuanya saya minta paling lama akhir Oktober sudah selesai semua,” ucap Pramono Anung di Gereja Katolik Kalvari, Paroki Lubang Buaya, Minggu (14/9/2025).
    Pramono sempat mengakui, Jalan TB Simatupang kini menjadi salah satu titik macet terparah di Jakarta.
    Kondisi ini dipicu proyek rekonstruksi yang tengah digarap Pemprov Jakarta serta Proyek Strategis Nasional (PSN) milik pemerintah pusat.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Asosiasi Pedagang Tolak Raperda KTR Jakarta: Peraturan Ini Percepat Kematian Pasar Tradisional – Page 3

    Asosiasi Pedagang Tolak Raperda KTR Jakarta: Peraturan Ini Percepat Kematian Pasar Tradisional – Page 3

    Sebelumnya, dari hasil finalisasi Panitia Khusus (Pansus) Raperda KTR DPRD DKI Jakarta, ada sejumlah pasal yang dinilai memberatkan pelaku usaha.

    Di antaranya larangan penjualan rokok dalam radius 200 meter dari sekolah dan tempat bermain anak, perluasan kawasan tanpa rokok hingga pasar tradisional dan modern, larangan penjualan rokok eceran, serta kewajiban memiliki izin khusus untuk penjualan rokok.

    Sementara itu, dalam Rapat Pansus KTR, pada Kamis 2 Oktober 2025, Ketua Sub Kelompok Peraturan Perundang-undangan Bidang Kesehatan Rakyat Biro Hukum Pemprov DKI Jakarta, Afifi menyampaikan, aspirasi pedagang kecil, pelaku UMKM masih didengarkan.

    Afifi mengeklaim, hadirnya Raperda KTR tidak akan merugikan para pelaku usaha. Hal ini, kata dia juga sesuai dengan komitmen Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

    Afifi menyebut, eksekutif bakal memetakan terlebih dahulu seluruh masukan yang ada, termasuk dari pelaku usaha. Kemudian, kata dia masukan itu akan dirapatkan bersama dengan Satpol PP, Badan Pendapatan Daerah, dan pihak terkait lainnya.

    “Sekali lagi, prinsipnya, segala masukan akan tetap kami terima dan Raperda ini arahnya agar menjadi Perda yang aspiratif, yang demokratis, meminimalisir kegaduhan di masyarakat. Jangan sampai adanya Raperda KTR ini membuat kegaduhan dan mengganggu perekonomian masyarakat, termasuk yang ultramikro, UMKM tadi,” ucap Afifi.

  • 8
                    
                        Tiang Monorel Mau Dibongkar, Warga: Lebih Baik Jadi Jalan daripada Trotoar
                        Megapolitan

    8 Tiang Monorel Mau Dibongkar, Warga: Lebih Baik Jadi Jalan daripada Trotoar Megapolitan

    Tiang Monorel Mau Dibongkar, Warga: Lebih Baik Jadi Jalan daripada Trotoar
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membongkar tiang-tiang bekas proyek monorel di Jalan HR Rasuna Said dan kawasan Senayan mulai Januari 2026 menuai penolakan dari sejumlah warga.
    Sebagian warga menilai, lahan bekas proyek mangkrak itu sebaiknya dimanfaatkan untuk memperlebar jalan, bukan dijadikan area pedestrian.
    Rima (29), warga Kuningan, berpendapat bahwa pelebaran jalan jauh lebih bermanfaat dibandingkan pembangunan pedestrian baru.
    “Kalau saya pribadi sih mikirnya, enggak usah lah trotoar diperbesar atau jadi pedestrian. Mendingan lahan-lahan bekas monorel itu digunain buat pelebaran jalan aja, jadi jalan di Rasuna Said bisa lebih lega juga. Kan itu kalau hari kerja, pagi atau sore macet kendaraan penuh,” ucap Rima saat ditemui di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (19/10/2025).
    Ia menilai, pembangunan pedestrian justru berpotensi membuang-buang anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang sedang diefisienkan.
    “Jadinya enggak nelan biaya lagi buat bangun trotoar. Toh saya pikir trotoar di Rasuna Said udah cukup lah buat pejalan kaki juga, kalau diperlebar lagi trotoarnya jalanan makin sempit,” lanjut Rima.
    Pendapat serupa disampaikan Afriyanti (44), warga Jakarta Pusat. Ia khawatir pembangunan pedestrian di tengah jalan protokol justru membahayakan pejalan kaki dan menimbulkan potensi pelanggaran lalu lintas baru.
    “Enggak setuju, di tengah dua jalan protokol gitu tiba-tiba jalan kaki ya ngeri. Pedestrian baiknya cuma di pinggir. Kalau di tengah, yang ada saingan sama motor pas jam macet. Bakal jadi ladang pelanggaran juga. Kalau cuma mau dibongkar tanpa dijadikan apa-apa juga enggak apa-apa. Mending jadi aspal jalan aja,” ujar Afriyanti.
    Sementara itu, Syarif (33), karyawan swasta, menilai pembangunan pedestrian tidak sesuai dengan kebutuhan lalu lintas di kawasan tersebut.
    “Mending jalan yang diperlebar, macet banget di sana (Kuningan), apalagi pas jam berangkat dan pulang kerja. Apalagi tiang monorel adanya di tengah-tengah jalan, kalau dibikin pedestrian malah bahaya buat pejalan kaki,” ujarnya.
    Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa Pemprov DKI akan memulai pembongkaran tiang-tiang monorel di Rasuna Said dan Senayan pada Januari 2026.
    Setelah dibongkar, lahan bekas proyek tersebut akan disulap menjadi area pedestrian yang lebih lebar dan nyaman, mirip dengan konsep trotoar di Jalan MH Thamrin dan Jenderal Sudirman.
    “Kita perbaiki dan kita buat jalan lebih lebar, tempat monorelnya kita hilangkan, dan saya yakin akan membuat Rasuna Said, Kuningan itu menjadi jalan yang lebih baik. Trotoar pedestrian di kiri kanannya nanti akan kami perbaiki sehingga yang baik tidak hanya di Sudirman-Thamrin,” ucap Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (17/10/2025).
    Ia menegaskan, pembongkaran ini merupakan bagian dari upaya besar menata ulang wajah kota sekaligus mengembalikan estetika dan fungsi ruang publik di kawasan utama Jakarta.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Jakarta sepekan, demo Trans7 hingga cuaca panas ekstrem Jakarta

    Jakarta sepekan, demo Trans7 hingga cuaca panas ekstrem Jakarta

    Jakarta (ANTARA) – Sejumlah berita seputar wilayah Jakarta selama sepekan terakhir masih menarik untuk disimak, di antaranya demo PWNU DKI Jakarta dan alumni pesantren di depan gedung Trans7, hingga langkah mitigasi terkait cuaca panas ekstrem di Jakarta.

    Berikut rangkumannya.

    1. Pengunjuk rasa PWNU DKI kibarkan bendera hijau di gedung Trans7

    Pengunjuk rasa dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta dan alumni pesantren mengibarkan bendera hijau di depan gedung Trans7 Jalan Kapten Pierre Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

    Kedatangan mereka diawali dengan melintasnya mobil komando dari arah Tendean pada Rabu sekitar pukul 09.00 WIB.

    Kemudian, para pengunjuk rasa yang berkumpul di sejumlah titik di kawasan tersebut mulai menyatu dengan berjalan kaki menuju gedung pemberitaan TV swasta itu.

    Selengkapnya di sini

    2. Jakarta jadi kota paling bahagia ke-18 di dunia

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menanggapi hasil survei internasional Time Out yang menempatkan Jakarta sebagai kota paling bahagia peringkat ke-18 di dunia.

    Menurut Pramono, pencapaian itu sejalan dengan visi yang terus ia dorong sejak awal menjabat sebagai pemimpin ibu kota.

    “Yang seperti saya lakukan berulang kali, saya memang ingin Jakarta itu menjadi aman, nyaman, bahagia,” ujar Pramono di Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan, Senin.

    Selengkapnya di sini

    3. Ragunan buka hingga malam, fasilitas penunjang perlu diperhatikan

    Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Ali Lubis menyatakan, fasilitas penunjang seperti lampu penerangan, petunjuk jalan dan toilet perlu diperhatikan oleh pengelola Taman Margasatwa Ragunan ketika dibuka hingga malam hari.

    “Karena ini baru bersifat uji coba maka kami meminta Pemprov DKI Jakarta agar mempersiapkan betul segala fasilitasnya,” kata Ali di Jakarta, Senin.

    Menurut dia, lampu penerangan dan petunjuk jalan menjadi hal yang perlu diperhatikan lebih serius ketika Taman Margasatwa Ragunan dibuka hingga malam hari.

    Selengkapnya di sini

    Arsip foto – Pengunjung mendokumentasikan landak Jawa (Hystrix javanica) saat wisata malam di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Sabtu (11/10/2025). Unit Pengelola Taman Margasatwa Ragunan (UPTMR) resmi membuka wisata malam bertajuk Night at the Ragunan Zoo untuk memperluas akses edukasi satwa bagi masyarakat, terutama pelajar dan komunitas, serta memberikan alternatif hiburan keluarga di malam hari. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/nym.

    4. Gudang ekspedisi di Cakung Jaktim terbakar

    Kebakaran melanda sebuah gudang ekspedisi di kawasan Jalan Cakung Cilincing, Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.

    Kepala Seksi Operasi Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur Abdul Wahid saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, menyebut, pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 18.46 WIB dari seorang warga bernama Aden.

    Selengkapnya di sini

    5. Pramono instruksikan mitigasi dampak cuaca panas ekstrem di Jakarta

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah menginstruksikan jajarannya untuk mengambil langkah-langkah mitigasi guna mengurangi dampak cuaca panas ekstrem di ibu kota.

    “Bapak Gubernur telah memerintahkan dinas-dinas terkait untuk segera bertindak dengan langkah konkret berbasis data, mulai dari modifikasi cuaca hingga edukasi masyarakat, demi menjaga kenyamanan dan kesehatan warga Jakarta,” ujar Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Chico Hakim melalui pesan singkatnya di Jakarta, Kamis.

    Selengkapnya di sini

    Pewarta: Ade irma Junida
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pramono Bentuk Satgas Gabungan untuk Percepat Revitalisasi Kota Tua
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        18 Oktober 2025

    Pramono Bentuk Satgas Gabungan untuk Percepat Revitalisasi Kota Tua Megapolitan 18 Oktober 2025

    Pramono Bentuk Satgas Gabungan untuk Percepat Revitalisasi Kota Tua
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Gubernur Jakarta Pramono Anung akan membentuk satuan tugas (satgas) gabungan untuk mempercepat proses revitalisasi kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.
    Satgas ini akan melibatkan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta, hingga pihak swasta, agar rencana penataan kawasan heritage tersebut berjalan lebih optimal dan terstruktur.
    “Kami ingin melakukan perbaikan, pembenahan Kota Tua. Tadi kami sudah bersepakat untuk ada
    task force
    (satgas),” ujar Pramono saat meninjau kawasan Kota Tua bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Sabtu (18/10/2025).
    Dalam pembentukan satgas, nantinya akan mendetailkan pembagian tanggung jawab antara pemerintah pusat dan Pemprov Jakarta. Begitu pula dengan keterlibatan dari pihak swasta.

    Task force
    ini untuk mendetailkan apa yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, apa yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, dan kemudian space apa yang akan dibuka untuk keterlibatan swasta,” kata Pramono.
    Untuk Pemprov Jakarta, kata Pramono, pihaknya akan fokus pada perbaikan sarana dan prasarana dasar di Kota Tua pada tahap awal revitalisasi.
    Pekerjaan itu mencakup perbaikan jalan, sungai, serta area pedestrian.
    “Tahap awal, di tahun 2026 ini, yang menjadi tanggung jawab pemerintah Jakarta adalah memperbaiki sarana-prasarana dasar. Jalan, sungai, dan sebagainya, kita akan perbaiki termasuk pendestrian,” kata Pramono.
    Rencana revitalisasi juga akan diselaraskan dengan dua momentum besar, yakni peringatan 500 tahun Jakarta pada 2027 dan penyelesaian proyek MRT yang mencapai Kota Tua pada 2029.
    “Di tahun 2027 adalah 500 tahun Jakarta, dan 2029 MRT-nya sudah selesai sampai Kota Tua. Sehingga dengan demikian benar-benar daerah ini sudah harus siap untuk menjadi tempat baru,” kata Pramono.
    Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengatakan, Kota Tua perlu direvitalisasi agar bisa hidup kembali sebagai ikon baru Jakarta.
    Oleh sebab itu, pihaknya akan mengkoordinasikan BUMN yang memiliki aset di kawasan Kota Tua, seperti Mandiri, PT Pos Indonesia, dan PT KAI.
    Tujuannya, untuk memperbaiki serta merawat bangunan-bangunan bersejarah sesuai aturan
    heritage
    .
    “Nanti saya akan mengkoordinasikan dengan semua BUMN yang ada, saya akan panggil untuk merawat, dan juga membuat gedung-gedung ini menjadi baik kembali,” ucap Rosan.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pramono Ingin Kota Tua Jadi Lokasi Tempat Para Seniman
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        18 Oktober 2025

    Pramono Ingin Kota Tua Jadi Lokasi Tempat Para Seniman Megapolitan 18 Oktober 2025

    Pramono Ingin Kota Tua Jadi Lokasi Tempat Para Seniman
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Gubernur Jakarta Pramono Anung berencana menjadikan kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, sebagai lokasi bagi para seniman untuk berkarya dan berkreasi.
    Untuk merealisasikan rencana itu, Pramono bakal mengusulkan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dipindahkan ke kawasan bersejarah tersebut.
    “Kami akan mengusulkan pemindahan IKJ ke tempat ini (Kota Tua). Sehingga ini menjadi tempat di mana para seniman akan bisa berimprovisasi,” ujar Pramono Anung saat ditemui di Kota Tua, Jakarta Barat, Sabtu (18/10/2025).
    Menurut dia, kawasan
    heritage
    seperti Kota Tua membutuhkan kehadiran para seniman. Tujuannya agar suasana di tempat bersejarah itu bisa lebih hidup dan mampu menarik minat masyarakat.
    Maka dari itu, ia ingin memindah IKJ ke Kota Tua agar bisa membuka ruang kreativitas yang lebih luas dan menjadikan kawasan itu sebagai aktivitas budaya di Jakarta.
    “Ini memerlukan banyak
    talent-talent
    seniman yang secara langsung bisa berpanggung di sini, dan saya yakin, ruang kreatifitasnya menjadi lebih baik, lebih lebar, lebih luas,” kata Pramono.
    Dalam pelaksanaannya, pihak dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat akan menyiapkan lokasi terlebih dahulu sebelum dilakukan pemindahan.
    Rencana tersebut juga diselaraskan dengan pembangunan infrastruktur di sekitar Kota Tua, termasuk proyek MRT yang ditargetkan rampung hingga kawasan Kota pada 2027.
    “Rencananya di tahun 2027 itu MRT yang di atas, tadi yang masih dibangun sampai dengan Kota sebenarnya sudah bersih, termasuk jalan-jalannya, semuanya konsentrasi di bawah,” tutur Pramono.
    Ia berharap seluruh rencana pengembangan kawasan Kota Tua dan pemindahan IKJ dapat terealisasi pada 2027 hingga 2029.
    “Mudah-mudahan apa yang kita rencanakan itu sesuai dengan apa yang kita harapkan,” ucap Pramono.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pramono Usulkan IKJ Pindah ke Kota Tua
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        18 Oktober 2025

    Pramono Usulkan IKJ Pindah ke Kota Tua Megapolitan 18 Oktober 2025

    Pramono Usulkan IKJ Pindah ke Kota Tua
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengusulkan pemindahan kampus Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ke kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.
    “Kami akan mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk memindahkan IKJ ke tempat ini (Kota Tua),” ujar Pramono Anung saat ditemui di Kota Tua, Jakarta Barat, Sabtu (18/10/2025).
    Langkah tersebut dilakukan untuk menjadikan Kota Tua yang merupakan kawasan
    heritage
    menjadi pusat aktivitas dan kreativitas para seniman.
    Oleh sebab itu, kata Pramono, dibutuhkan para seniman, terutama dari IKJ untuk dapat memperkuat atmosfer seni dan budaya di Kota Tua.
    “Saya yakin ruang kreativitasnya menjadi lebih baik, lebih lebar, lebih luas,” kata Pramono.
    Dalam pelaksanaannya, pihak dari pemerintah daerah dan pusat akan menyiapkan lokasi terlebih dahulu sebelum pemindahan dilakukan.
    Rencana tersebut juga diselaraskan dengan pembangunan infrastruktur di sekitar Kota Tua, termasuk proyek MRT yang ditargetkan rampung hingga kawasan Kota pada 2027.
    “Rencananya di tahun 2027 itu MRT yang di atas, tadi yang masih dibangun sampai dengan Kota sebenarnya sudah bersih, termasuk jalan-jalannya, semuanya konsentrasi di bawah,” tutur Pramono.
    Ia berharap seluruh rencana pengembangan kawasan Kota Tua dan pemindahan IKJ dapat terealisasi antara 2027 hingga 2029.
    “Mudah-mudahan apa yang kita rencanakan itu sesuai dengan apa yang kita harapkan,” ucap Pramono.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pramono Anung Ingin Kolong Tol Disulap Jadi Taman dan RPTRA Ramah Anak
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        18 Oktober 2025

    Pramono Anung Ingin Kolong Tol Disulap Jadi Taman dan RPTRA Ramah Anak Megapolitan 18 Oktober 2025

    Pramono Anung Ingin Kolong Tol Disulap Jadi Taman dan RPTRA Ramah Anak
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana memanfaatkan area di bawah kolong jalan tol sebagai ruang publik ramah anak.
    Rencana tersebut muncul lantaran lahan di bawah jalan tol selama ini banyak yang tidak termanfaatkan.
    “Sekarang ini tiang-tiang penyangga tol, saya minta untuk di bawahnya dibuatkan taman,” ujar Gubernur Jakarta Pramono Anung saat ditemui di Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Sabtu (18/10/2025).
    Ia menambahkan, pemanfaatan kolong tol menjadi taman atau RPTRA merupakan bagian dari upaya Pemprov memperluas ruang hijau di kawasan padat.
    Salah satu contoh wilayah yang sudah menerapkan program serupa, yakni di Jakarta Timur.
    “Di Jakarta Timur kan sudah mulai berubah, termasuk mural-mural yang memberikan nuansa hijau lebih,” kata Pramono.
    Selain area di bawah tol, Pemprov Jakarta juga tengah menyiapkan sekitar 300 RPTRA baru di seluruh wilayah Jakarta.
    Beberapa di antaranya sudah diresmikan, sementara sebagian lainnya masih dalam tahap pembangunan.
    “Kami sekarang ini sudah membuka RPTRA, ruang terbuka hijau untuk anak-anak. Mudah-mudahan walaupun ruangnya hanya kecil-kecil, tapi ruang publik ini kami rencanakan sekitar 300 tempat di Jakarta,” jelas dia.
    Ia berharap keberadaan RPTRA nantinya dapat menjadi ruang interaksi sosial, khususnya bagi anak-anak untuk bermain dan beraktivitas.
    “Jadi enggak harus anak yang sempurna atau tidak sempurna, tetapi semua anak mempunyai kesempatan untuk tumbuh dan berkembang di Jakarta,” ucap dia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pramono Akan Manfaatkan Kolong Flyover di Jakarta Jadi Taman
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        18 Oktober 2025

    Pramono Akan Manfaatkan Kolong Flyover di Jakarta Jadi Taman Megapolitan 18 Oktober 2025

    Pramono Akan Manfaatkan Kolong Flyover di Jakarta Jadi Taman
    Tim Redaksi
     
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Gubernur Jakarta Pramono Anung akan memanfaatkan kolong flyover menjadi taman atau ruang publik terbuka hijau.
    Salah satu yang sudah dikerjakan, yakni di Jakarta Timur dengan membuat mural yang bernuansa lebih hijau. 
    “Kita dorong, termasuk di Jakarta Utara, bahkan sekarang ini tiang-tiang penyangga tol, saya minta untuk di bawahnya dibuatkan taman,” kata Pramono di Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Sabtu (18/10/2025).
    Dia juga menargetkan pembangunan 300 Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di seluruh wilayah Jakarta.
    “Kami sekarang ini sudah membuka RPTRA, ruang terbuka hijau untuk anak-anak. Mudah-mudahan walaupun ruangnya hanya kecil-kecil, tapi ruang publik ini kami rencanakan sekitar 300 tempat di Jakarta,” kata dia.
    Lebih lanjut, ia menyebutkan, beberapa RPTRA baru sudah diresmikan di sejumlah wilayah, termasuk di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
    Selain itu, masih ada beberapa yang dalam tahap penyelesaian RPTRA seperti di kawasan Dusun Kalibata. Rencananya RPTRA Kalibata akan diresmikan dalam waktu dekat.
    “Saya mendorong untuk daerah-daerah itu mengembangkan ruang terbuka hijau untuk anak-anak dan di Kalibata sekarang sudah ada Dusun Kalibata,” kata dia.
    Ia berharap keberadaan RPTRA nantinya dapat menjadi ruang interaksi sosial, khususnya bagi anak-anak untuk bermain dan beraktivitas. 
    “Jadi enggak harus anak yang sempurna atau tidak sempurna, tetapi semua anak mempunyai kesempatan untuk tumbuh dan berkembang di Jakarta,” ucap dia.
     
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.