Anies Baswedan Resmi Dukung Pramono-Rano di Pilkada Jakarta
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
–
Anies Baswedan
resmi mendeklarasikan dukungannya untuk calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung-Rano Karno di Lapangan Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (21/11/2024).
“Itu jelas lah (mendukung
Pramono-Rano
di
Pilkada Jakarta
),” ujar Anies saat ditanya oleh awak media di lokasi, Kamis.
Anies mengaku bersyukur karena melihat Pramono-Rano semakin hari makin baik.
Ia berharap Pramono-Rano bisa melanjutkan program-program yang belum terselesaikan di Jakarta.
“Sekarang saya bersyukur Mas Pram dan Bang Doel makin hari makin baik mudah-mudahan keberlanjutan program-program di Jakarta akan bisa berjalan dengan baik di bawah kepemimpinannya Mas Pram besok,” kata Anies.
Selain itu, Anies juga menyampaikan tiga amanat untuk para relawannya.
Pertama, Anies meminta relawannya mengajak warga lain untuk menyoblos ke TPS, Rabu, (27/11/2024).
Kedua, Anies meminta relawannya tidak berubah pilihan hanya karena adanya politik uang.
“Pilihan jangan pernah berubah gara-gara pembagian apa pun juga. Hati-hati jangan sampai masa depan suram karena kebahagiaan sejenak,” tegas Anies.
Lalu, Anies juga meminta agar relawannya mengawal TPS saat hari pencoblosan untuk perolehan suara Pramono-Rano di Pilkada Jakarta 2024.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Pramono Anung
-

Pakai Baret Oranye, Anies Hadir di Apel Siaga Pramono-Rano
Jakarta –
Eks Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, hadir dalam kampanye cagub Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung-Rano Karno, di Blok S, Jakarta Selatan. Agenda tersebut adalah Apel Siaga: Warga Kota Kawal TPS dan Rapat Akbar Warga Kota.
Pantauan detikcom di Blok S, Jakarta Selatan, Kamis (21/11/2024), Anies terlihat mengenakan kemeja putih celana hitam dan baret oranye. Anies datang lebih dulu dan menyambut Pramono Anung-Rano Karno.
Dalam agenda ini, para relawan tampak ramai memadati lapangan Blok S. Mereka kompak mengenakan baju hitam dan topi warna oranye.
Mereka menyambut Pramono-Rano dan Anies Baswedan. Para relawan tak segan mengabadikan momen ketiga tokoh itu.
Pertemuan antara Pramono-Rano dengan Anies Baswedan ini jadi pertemuan ketiga kalinya yang terungkap ke publik. Dua pertemuan sebelumnya Pramono-Rano sowan ke rumah Anies di Lebak Bulus.
(rfs/rfs)
-

Pram: Pilihlah Pemimpin Secara Rasional yang Bisa Melayani
FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Calon gubernur (Cagub) DKI Jakarta, Pramono Anung (Pram) bersyukur sejauh ini semua tahapan pilkada berjalan aman dan damai. Dia mengajak masyarakat untuk menjaga kondusifitas tersebut.
Hal itu disampaikan saat menghadiri Tabligh Akbar dalam rangka doa bersama untuk Pilkada Damai 2024 yang digagas oleh Polda Metro Jaya di Masjid Al Kautsar, Kompleks Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (21/11/2024).
“Saya bersyukur bahwa pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jakarta aman, tenang, damai dan tidak ada sesuatu yang luar biasa,” kata dia kepada wartawan.
Pram tampak mengenakan baju koko berwarna abu-abu. Sementara pasangannya, Rano Karno (Doel) mengenakan baju koko warna putih.
Pram mengatakan, ia bersama Doel sejak awal menginginkan pilkada diwarnai dengan penuh kegembiraan. Karena itu, ia memilih Cak Lontong sebagai Ketua Tim Sukses Pram-Rano.
“Saya sendiri dengan tim memang menginginkan pemilihan gubernurnya itu riang gembira, maka ketua tim pun saya pilih cak lontong dengan sadar untuk membangun kegembiraan yang ada,” ujar dia.
“Termasuk nanti kampanye Akbar terakhir enggak pake pidato begitu lama, ruang gembira,” imbuh dia.
Lebih lanjut, Pram meminta kepada semua pihak untuk menerima hasil pilkada dengan lapang dada. Dia mengatakan, siapapun mandat memimpin Jakarta harus mengutamakan kepentingan rakyat.
“Siapapun dan apapun hasilnya bisa kita terima dengan baik. Untuk itu, kami mohon semuanya bisa menjaga momentum yang baik ini sampai dengan selesai. Tapi yang paling penting adalah pilihlah secara rasional siapapun yang bisa memberikan pelayanan terbaik bagi warga Jakarta,” tandas dia.
-

Dukungan Terbuka Anies untuk Pram-Doel, Jakarta Semakin Menyala!
FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, kembali menarik perhatian publik melalui unggahan di media sosialnya.
Dalam sebuah postingan, Anies membagikan momen kebersamaannya dengan Forum Ulama Habaib (FUHAB), Mas Pramono Anung, dan Bang Doel di pendopo Lebak Bulus, Rabu (20/11/2024).
“Membersamai terbitnya matahari, berlangsung silaturahmi Forum Ulama Habaib (FUHAB) bersama Mas Pramono Anung dan Bang Doel di pendopo Lebak Bulus,” ujar Anies dalam keterangannya di aplikasi X @aniesbaswedan (20/11/2024).
Silaturahmi tersebut dipimpin oleh Ketua DPP FUHAB, K.H. Luthfi Zawawi.
Anies menyebut acara itu diisi dengan diskusi santai untuk menyamakan visi perjuangan demi warga Jakarta.
“Dipimpin Ketua DPP FUHAB, K.H. Luthfi Zawawi, berdiskusi santai dan menyamakan derap langkah berjuang untuk warga Jakarta,” sebutnya.
Anies bilang, pertemuan tersebut ditutup dengan doa bersama dan sarapan khas Betawi, seperti nasi uduk dan soto Betawi.
“Diakhiri dengan doa dan sarapan nasi uduk Betawi, plus soto Betawi,” tandasnya.
Unggahan Anies tersebut memancing berbagai tanggapan dari pendukungnya.
Salah satunya adalah Eko Widodo, loyalis Anies yang aktif bersuara di media sosial.
“Menyala Abahku,” kata Eko.
Ia menyebut pertemuan itu sebagai bentuk dukungan terang-terangan dari Anies kepada pasangan Pramono Anung dan Doel.
“Dukungan terbuka Anies untuk Pram-Doel dengan salam tiga jari,” imbuhnya.
Tambah Eko, dengan adanya dukungan dari Anies untuk pasangan calon (Paslon) Pramono Anung-Rano Karno maka mereka yang tergabung dalam ‘Anak Abah’ akan tegak lurus.
-
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5014985/original/017297700_1732120638-IMG_6762.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Jelang Pilkada Serentak, Megawati Ajak Rakyat Indonesia Jaga Harga Diri dari Politik Uang dan Sembako – Page 3
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno, menilai bahwa kontestasi Pilkada Jakarta 2024 akan berlangsung sengit. Menurutnya, bukan hanya pertarungan antar kandidat yang menjadi sorotan, tetapi juga peran ‘King Maker’ di balik pasangan calon (paslon) yang bertarung.
Adi mengungkapkan, di balik paslon nomor urut 01 Ridwan Kamil-Suswono (RIDO), terdapat dukungan dari dua tokoh besar, yakni Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi). Keduanya dianggap sebagai ‘King Maker’ utama bagi pasangan tersebut.
Sementara itu, paslon nomor urut 02, Pramono Anung-Rano Karno, didukung oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, serta Anies Baswedan. Namun, menurut Adi, hingga saat ini Anies belum secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Pramono Anung dan Rano Karno.
“Anies belum terlihat mendukung secara terbuka Pramono-Rano. Hanya beberapa jubir saja yang bergabung dengan tim Pram-Rano. Per hari ini, belum terlihat Anies bertemu Megawati untuk menyamakan kepentingan demi memenangkan Pram-Rano. Yang jelas, the one and only, Megawati adalah ‘King Maker’ utama di sini,” ujar Adi pada Selasa (19/11/2024).
Adi juga menambahkan bahwa dukungan Anies sejauh ini hanya disampaikan melalui perantara, salah satunya adalah Sahrin Hamid yang bertindak sebagai juru bicaranya.
“Kalau memang benar Anies mendukung Pram-Rano, seharusnya ia menyatakan secara terbuka, ikut turun kampanye, dan menjadi juru kampanye (jurkam) untuk meyakinkan pemilihnya agar mendukung Pram-Rano,” ucapnya.
-
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4629164/original/087603500_1698662400-WhatsApp_Image_2023-10-30_at_17.15.02.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Adu Pengaruh Jokowi dan Anies di Pilkada Jakarta 2024, Siapa Lebih Kuat? – Page 3
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno, menilai bahwa kontestasi Pilkada Jakarta 2024 akan berlangsung sengit. Menurutnya, bukan hanya pertarungan antar kandidat yang menjadi sorotan, tetapi juga peran ‘King Maker’ di balik pasangan calon (paslon) yang bertarung.
Adi mengungkapkan, di balik paslon nomor urut 01 Ridwan Kamil-Suswono (RIDO), terdapat dukungan dari dua tokoh besar, yakni Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi). Keduanya dianggap sebagai ‘King Maker’ utama bagi pasangan tersebut.
Sementara itu, paslon nomor urut 02, Pramono Anung-Rano Karno, didukung oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, serta Anies Baswedan. Namun, menurut Adi, hingga saat ini Anies belum secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Pramono Anung dan Rano Karno.
“Anies belum terlihat mendukung secara terbuka Pram-Rano. Hanya beberapa jubir saja yang bergabung dengan tim Pram-Rano. Per hari ini, belum terlihat Anies bertemu Megawati untuk menyamakan kepentingan demi memenangkan Pram-Rano. Yang jelas, the one and only, Megawati adalah ‘King Maker’ utama di sini,” ujar Adi pada Selasa (19/11/2024).
Adi juga menambahkan bahwa dukungan Anies sejauh ini hanya disampaikan melalui perantara, salah satunya adalah Sahrin Hamid yang bertindak sebagai juru bicaranya.
“Kalau memang benar Anies mendukung Pram-Rano, seharusnya ia menyatakan secara terbuka, ikut turun kampanye, dan menjadi juru kampanye (jurkam) untuk meyakinkan pemilihnya agar mendukung Pram-Rano,” ucapnya.
Lebih jauh, Adi menggarisbawahi bahwa di tingkat akar rumput, pendukung Anies dan PDIP khususnya mereka yang mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)—masih sulit untuk menyatu. Luka politik dari Pilkada DKI Jakarta 2017 masih terasa, terutama akibat perbedaan ideologi yang mencolok antara kedua kubu.
“Pemilih Anies dan Ahok pada Pilkada Jakarta 2017 lalu sangat ideologis. Tidak mudah menyatukan dua kubu pemilih yang luka hatinya masih membekas hingga saat ini. Di level elite mungkin terlihat akur, tetapi di tingkat akar rumput belum tentu,” jelas Adi.
Ia menambahkan bahwa hingga kini belum ada titik temu yang jelas antara pendukung Anies dan Ahok untuk berdamai.
“Pendukung Ahok sulit melupakan demo berjilid-jilid yang dilakukan oleh kelompok pendukung Anies seperti Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama dan Alumni 212, yang menuntut Ahok dipenjara karena dianggap menistakan agama,” ujarnya.
Adi juga mencatat bahwa kelompok seperti GNPF Ulama, Alumni 212, serta sebagian besar pemilih PKS sulit untuk berdamai dengan Ahok dan pendukungnya. Begitu pula sebaliknya, pendukung Ahok juga masih enggan menerima pihak-pihak yang terlibat dalam aksi-aksi tersebut.
Sementara itu, paslon Ridwan Kamil-Suswono tampak lebih nyaman dengan dukungan dari Prabowo dan Jokowi. Dukungan ini diprediksi akan meningkatkan elektabilitas pasangan yang diusung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM).
Namun, menurut Adi, dukungan di media saja tidak cukup. Para ‘King Maker’ juga harus turun langsung ke lapangan untuk lebih meyakinkan pendukung mereka.
“Endorsement elite kunci seperti Jokowi dan Prabowo sangat penting dalam meningkatkan elektabilitas calon. Ada keyakinan bahwa pemilih loyal mereka akan mengikuti arah dukungan tersebut. Tetapi, endorsement saja tidak cukup. Para elite kunci harus turun langsung bekerja, menjadi juru kampanye, dan secara aktif mengarahkan pemilihnya ke calon tertentu,” tegasnya.
Adi mencontohkan bahwa Jokowi, yang secara terbuka mendukung Ridwan Kamil, telah menunjukkan usahanya untuk mengonsolidasikan pemilih loyalnya agar mendukung pasangan RK-Suswono.
“Jokowi sepertinya akan turun langsung menggerakkan mesin politiknya di Jakarta demi memenangkan RK-Suswono,” tutupnya.
/data/photo/2024/11/21/673f10f376845.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)


/data/photo/2024/11/15/6737096985d76.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2024/11/15/67370aef2ad60.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)