Jadwal Pelantikan Kepala Daerah Disebut Mundur, Pramono: Kami Tunggu Pemerintah
Tim Redaksi
DEPOK, KOMPAS.com
– Gubernur Jakarta terpilih,
Pramono Anung
, menunggu keputusan resmi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terkait jadwal pelantikan kepala daerah.
Hal ini disampaikan Pramono merespons wacana mundurnya jadwal pelantikan kepala daerah, dari yang semestinya Februari 2025 menjadi Maret 2025.
“Mengenai pelantikan sendiri kan masih debat tebal di dalam internal pemerintah, sehingga kami menunggu saja. Bagi kepala-kepala daerah yang tidak ada gugatan di MK (Mahkamah Konstitusi), kami tetap menunggu keputusan resmi,” ujar Pramono saat ditemui di Kampus UI Depok, Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok, Sabtu (11/1/2025).
Pramono mengatakan, waktu pelantikan kepala daerah merupakan wewenang penuh pemerintah pusat, sehingga harus dihormati para kepala daerah terpilih.
Namun, politikus PDI Perjuangan itu tetap berharap keputusan terkait jadwal pelantikan dapat segera diambil untuk memastikan kelancaran transisi pemerintahan.
“Sebagai kepala daerah, kami tunduk, taat, patuh kepada apa yang dipersiapkan oleh pemerintah pusat. Namanya pemerintah daerah itu pasti dalam koordinasi pemerintahan pusat sehingga apa yang dipersiapkan oleh Presiden Prabowo seyogianya semua kepala daerah mengikutinya dengan baik,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, pelantikan kepala daerah yang terpilih pada Pilkada 2024 akan diundur dari Februari 2025 menjadi Maret 2025.
Pengunduran jadwal tersebut dikonfirmasi oleh Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda.
Menurut dia, pelantikan kepala daerah diundur karena Mahkamah Konstitusi (MK) diperkirakan baru menyelesaikan seluruh perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilkada 2024 pada 13 Maret 2025.
“Dan MK baru akan mengeluarkan seluruh surat yang menyatakan tidak ada sengketa kepada seluruh gubernur, wali kota terpilih setelah PHPU itu selesai di MK,” kata Rifqinizamy dikutip dari
Antaranews
, Kamis (2/1/2025).
Dengan demikian, Rifqinizamy mengatakan, kepala daerah terpilih yang tidak bersengketa di MK harus tetap menunggu selesainya sidang untuk sengketa pilkada di daerah lainnya. Sehingga, pelantikan dilaksanakan secara serentak.
“Itulah prinsip dasar pilkada serentak. Karena itu yang tidak sengketa pun harus menunggu selesainya yang bersengketa di MK,” ujarnya.
Namun, Rifqinizamy mengungkapkan, pengunduran jadwal pelantikan tersebut akan diputuskan oleh presiden melalui penerbitan Peraturan Presiden yang baru.
Oleh karena itu, dia belum bisa memastikan tanggal pelantikan kepala daerah pada Maret 2025.
“Bentuknya Perpres (Peraturan Presiden), bukan PKPU (Peraturan KPU). Jadi di level Presiden,” kata Rifqinizamy.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Pramono Anung
-
/data/photo/2025/01/11/6781fcf8eb909.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pramono Anung Dukung Rencana Prabowo Gelar Retret Kepala Daerah Terpilih Megapolitan 11 Januari 2025
Pramono Anung Dukung Rencana Prabowo Gelar Retret Kepala Daerah Terpilih
Tim Redaksi
DEPOK, KOMPAS.com –
Gubernur Jakarta terpilih
Pramono Anung
, mendukung rencana Presiden
Prabowo Subianto
untuk menggelar retret bagi para kepala daerah terpilih.
Menurut Pramono, acara tersebut diperlukan agar visi dan misi dalam pemerintahan bisa menyatu, terutama antara pemerintah pusat dan daerah.
“Untuk mengawali pemerintahan tentunya bagus ya, karena ini semangat kebersamaan, intinya kan itu,” kata Pramono saat ditemui di Kampus Universitas Indonesia, Depok, Sabtu (11/1/2025).
Pramono menekankan, pemerintah daerah harus taat kepada pemerintah pusat sebagaimana diatur undang-undang
“Undang-undang yang mengatur hubungan pemerintah daerah dan pusat itu ada 152 kata. Kebetulan waktu itu saya termasuk yang menyiapkan, jadi saya hafal dan tahu banget bahwa pemerintah daerah itu berada dalam koordinasi pemerintah pusat,” kata dia.
Oleh sebab itu, Pramono tidak terlalu mempermasalahkan rencana retret tersebut dan lebih menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah pusat.
“Kalau retret kan terserah pemerintah pusat dalam hal ini apa yang dipersiapkan. Mengenai pelantikan sendiri kan masih debat tebal di internal pemerintah, sehingga kami menunggu saja,” ucap Pramono.
Presiden Prabowo Subianto bakal mengumpulkan kepala daerah terpilih di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 untuk retret.
Hal ini dikatakan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra usai bertemu dengan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (10/1/2025).
Diketahui, retret ini pernah digelar Prabowo dan dilakukan para menteri, wakil menteri, kepala badan, hingga utusan khusus presiden di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah, pada Oktober 2024.
“Dan juga keinginan Bapak Presiden bahwa seluruh kepala daerah itu akan dikumpulkan seperti dulu para menteri, wakil menteri, dan kepala badan dikumpulkan di Magelang,” kata Yusril, Jumat.
Kendati begitu, ia mengaku belum mengetahui kapan waktu pasti retret bakal dilaksanakan.
Begitu pun tempat pelaksanaannya, termasuk opsi retret dilakukan di Akademi Militer Magelang seperti para menteri sebelumnya.
“Ya rencananya seperti (retret) itu, dikumpulkan di satu tempat. Belum tahu (di Magelang atau bukan),” katanya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -

Pilkada Jakarta Cuma Satu Putaran, KPU DKI Kembalikan Rp 327 Miliar Anggaran yang Tak Terpakai – Halaman all
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Total anggaran yang disediakan oleh Pemprov DKI untuk pelaksanaan Pilkada Jakarta 2024 adalah sebesar Rp 975 miliar.
Anggaran tersebut sebenarnya dibagi untuk dua putaran, dengan Rp 648 miliar dialokasikan untuk putaran pertama dan Rp 327 miliar untuk putaran kedua.
Namun, karena Pilkada Jakarta hanya membutuhkan satu putaran, anggaran untuk putaran kedua yang sebesar Rp 327 miliar akan dikembalikan ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Ketua KPU DKI Jakarta, Wahyu Dinata, menjelaskan mekanisme pengembalian dana tersebut akan diatur lebih lanjut oleh sekretariat KPU DKI yang akan berkoordinasi dengan Pemprov Jakarta.
“Untuk mekanismenya nanti dari sekretariat KPU Jakarta yang akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Pemprov Jakarta,” ujar Wahyu saat dikonfirmasi, Sabtu (11/1/2025).
“Masih harus bikin laporan pertanggungjawaban anggaran putaran,kalau sudah selesai baru dilaporkan sekaligus pengembalian,” sambungnya.
Pilkada Jakarta 2024 hanya digelar satu putaran saja setelah pasangan Pramono Anung-Rano Karno ‘si Doel’ berhasil meraih suara 50,07 persen.
Pramono-Rano sudah ditetapkan sebagai pemenang Pilkada Jakarta 2024 lewat rapat pleno yang digelar di Hotel Pullman Central Park, Jakarta, Kamis (9/1/2025). Penetapan dilakukan setelah hasil Pilkada Jakarta 2024 tidak disengketakan ke Mahkamah Konstitusi.
Pasangan yang diusung PDI Perjuangan itu berhasil menang atas dua pasangan lainnya, yaitu Ridwan Kamil-Suswono serta Dharma Pongrekun-Kun Wardana yang masing-masing memperoleh 1.718.160 suara atau 39,4?n 459.230 suara atau 10,53%.
-
/data/photo/2025/01/11/6781fcf8eb909.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pramono Anung Sebut Sejumlah Taman Bakal Dibuka 24 Jam Megapolitan 11 Januari 2025
Pramono Anung Sebut Sejumlah Taman Bakal Dibuka 24 Jam
Tim Redaksi
DEPOK, KOMPAS.com –
Gubernur terpilih Jakarta,
Pramono Anung
, berencana memperpanjang jam operasional beberapa taman utama di Jakarta hingga 24 jam.
Pramono mengatakan, taman-tama itu dibuka 24 jam demi memberikan akses lebih luas kepada warga Jakarta, terutama mereka yang ingin menikmati fasilitas taman di malam hari.
“Saya akan memprioritaskan, seperti yang saya sampaikan, taman yang selama ini hanya buka sampai jam 18.00 WIB, akan kami buka 24 jam di beberapa taman utama dan besar,” ujar Pramono saat ditemui di Kampus Universitas Indonesia, Depok, Sabtu (11/1/2025).
Pramono menyebutkan, salah satu taman yang akan dioperasikan selama 24 jam adalah
Taman Tebet
di Jakarta Selatan.
Ia pun menceritakan pengalamannya yang terpaksa menyudahi kegiatan sosialisasi karena taman sudah tutup sebelum petang tiba.
“Waktu itu saya sedang sosialisasi, jam setengah 6 sudah disuruh berhenti karena tutup. Padahal taman itu bisa digunakan orang untuk healing setelah pulang kerja, bersilaturahmi, atau menerima tamu. Jadi, intinya akan kami buat lebih menarik dan bisa dinikmati kapan saja,” kata dia.
Pramono juga berjanji membereskan masalah
pungutan liar
yang sempat viral, salah satunya di Taman Literasi.
“Pokoknya pungutan liar kepada siapa pun tentunya akan kami tangkap,” ujar politikus PDI Perjuangan itu.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -

Jadi Strategi Megawati Menangkan Pilkada Jakarta, Jawara Betawi Tidak Masuk Tim Transisi Pram-Rano
TRIBUNJAKARTA.COM – Elemen Betawi tengah menjadi pembicaraan di balik kemenangan Pramono Anung dan Rano Karno di Pilkada Jakarta 2024.
Ketua Umum Megawati Soekarnoputri menyebut, pendekatan dengan jawara Betawi menjadi salah satu siasatnya untuk unggul.
Di sisi lain, pengamat menyayangkan karena tidak ada elemen tokoh Betawi di daftar tim transisi Pram-Rano jelang menjabat Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta definitif.
Siasat Megawati dan Jawara Betawi
Megawati mengatakan, kontestasi politik Jakarta menjadi salah satu yang paling dia sorot di antara seluruh wilayah Indonesia yang menyelenggarakan Pilkada, serentak pada 27 November 2024 lalu.
“PDI Perjuangan itu sampai hari ini tidak ada yang bisa mengalahkan, hore, hore.”
“Coba siapa nyangka, padahal waktu itu mau nangis, mau marah, ketika, waduh Jakarta nih ya, gile nih Jakarta.”
“Terus aku mikir, gua tunjukin silatnya saya,” kata Megawati saat pidato di acara HUT ke-52 PDIP, di Gedung Sekolah Partai DPP PDIP, Jakarta Selatan, Jumat (10/1/2025).
Pram yang disinggung Megawati juga tertawa.
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Gubrnur Jakarta terpilih Pramono Anung. (Youtube PDI Perjuangan)
Megawati lantas menyinggung soal dugaan rekayasa di Pilkada Jakarta yang begitu disadarinya.
“Lho iya, coba toh, yang direkayasa, lah saya itu kaya enggak ngerti, gak orang lapangan, gak opo ngono lho. Aku mikir, iki yang gawe-gawe scenario iki, maaf seribu maaf, bodoh!” tegasnya.
Megawati pun membocorkan momen dia memerintahkan Pram untuk jadi Cagub Jakarta, sempat ada drama penolakan.
“Kaya Pak Pram ini, tadinya nangis-nangis. Saya keren, lho. Kalau memerintahkan tuh keren saya. Saya hanya bilang gini, ‘Pramono Anung, saya Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDI Perjuangan saya minta kamu untuk calon DKI’.”
“Tanya sama dia kalau bohong.”
“Langsung dia merah, ‘Bu, saya gak mau, saya gak mau’.”
“Ini perintah Ketua Umum. Gitu, udah gitu kaya mau nangis,” kata Megawati bercerita.
Akhirnya Pram luluh kala menelepon istrinya yang justru membela perintah Megawati.
“Aku bilang, keluar keluar keluar sana, telepon istrimu. Aku seneng, kenapa, tahu-tahu datang lagi, Namanya istrinya kan Mbak Hani, Hani bilang, ‘lho kalau itu perintah Ibu, kamu musti nurut,’ hore.”
“Jadi dia (gubernur), jadi dia. Sudah gitu sama si Rano, Si Doel itu,” kata Megawati membanggakan.
Siasat Megawati memenangkan Pilkada Jakarta 2024 di antaranya adalah memenangkan hati warga Betawi dengan mencalonkan Rano Karno alias Si Doel.
Seperti diketahui, Si Doel dieknal sebagai tokoh Betawi berkat sinetron karyanya yang begitu karib dengan masyarakat Indonesia, khususnya warga Jakarta, ‘Si Doel Anak Sekolahan’.
“Aku pikir siasat apa nih yang enggak dilihat tuh yang sama suka ganggu-ganggu gue, oh iya dah, saya kan kenal sama banyak orang Betawi, iya dong, ah si Doel aja udah gua jadiin. Doel sini lu gua pasangin lu mau enggak sama si Pram,” kata Megawati.
Dengan Si Doel sebagai cawagub, Megawati pun memintanya untuk mendekati para jawara Betawi.
“Saya banyak kenal jawara lho,” pungkasnya.
Tak Ada Elemen Betawi di Tim Transisi
Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago menyoroti tim transisi Pram-Rano yang dianggapnya tidak mengakomodir semua kelompok perwakilan masyarakat.
Menurutnya, Tim Transisi Pram-Rano tidak mempresentasikan simpul kelompok kepentingan masyarakat Jakarta.
Pasalnya, tidak ada figur perwakilan tokoh umat, NU maupun Betawi hingga mantan birokrasi Pemprov DKI Jakarta.
“Jadi, harusnya ada perwakilan umat, ya NU, Betawi hingga mantan birokrasi,” kata Pangi, Jumat (10/1/2025).
Dari 16 nama yang masuk dalam tim transisi memang diisi oleh para politisi PDIP, pengamat hingga profesional.
Jabatan ketua tim transisi dijabat oleh Ima Mahdiah, politisi PDIP yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Jakarta.
Menurut Pangi, seharusnya Pram bisa mengakomodir semua golongan yang telah membantunya saat tarung di Jakarta ke dalam tim transisi.
“Kenapa saya bilang begitu? karena tantangan yang dihadapi oleh Pramono-Rano ini kan bukan hal yang mudah, mereka punya PR yang begitu banyak, mereka juga punya banyak tantangan ke depan.
Jadi ini yang kemudian saya mencermati, mestinya semua kekuatan-kekuatan pendekatan itu dipakai oleh tim transisi Pramono-Rano ini, jadi tidak bisa hanya kelompok atau golongan tertentu saja, tapi juga berbagai perwakilan semua stakeholder, semua kelompok ya terhimpun,” paparnya.
Berikut ini daftar lengkap tim transisi bentukan Pramono-Rano.
Tim Transisi Gubernur Terpilih Daerah Khusus Jakarta
Tim Inti (4 Orang)
1. Ketua Tim: Ima Mahdiah
2. Koordinator Operasional: Emir Kresna
3. Koordinator Komunikasi: Chiko Hakim
4. Sekretaris: Beno Mohamad IbnuTim Bidang Teknis (5 Orang)
1. Bidang Sumber Daya Manusia: M. Syafrudin
2. Bidang Perencanaan: Mangatta Toding Allo
3. Bidang Keuangan: Yustinus Prastowo
4. Bidang Infrastruktur:John Oddius
5. Bidang Teknologi Informasi: Yunarto WijayaTim Bidang Kebijakan (5 Orang)
1. Bidang Kebijakan Publik: Nirwono Joga
2. Bidang Kebijakan Ekonomi: Agus Haryadi
3. Bidang Kebijakan Sosial & Budaya: Dedi Wijaya
4. Bidang Kebijakan Lingkungan Hidup: Prof. Firdaus Ali
5. Bidang Kebijakan Kesehatan: Charles HonorisTim Pendukung (2 Orang)
1. Wakil Sekretaris: Desa Pridini
2. Asisten Data & Komunikasi: Mandira Bienna ElmiPram pun menjelaskan tugas dan fungsi dari tim transisi ini.
“Mereka tidak memutuskan. Keputusannya tetap di saya dan Bang Doel sepenuhnya. Mereka hanya membantu menyiapkan persiapan sampai dengan saya dan Bangdul nanti akan dilantik,” kata dia.
Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya
-

Megawati Beberkan Siasatnya Menangkan Pilkada Jakarta 2024 dengan Pram-Rano: ‘Gua Tunjukin Silatnya’
TRIBUNJAKARTA.COM – Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri membeberkan strateginya hingga bisa memenangkan Pilkada Jakarta 2024.
Seperti diketahui, partai banteng itu mengusung dua kadernya, Pramono Anung dan Rano Karno jadi Cagub dan Cawagub Jakarta.
Jadi satu-satunya partai parlemen yang mengusung Pram-Rano, nyatanya paslon nomor urut tiga itu sukses menang.
Pram-Rano mengalahkan calon kuat Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus, Ridwan Kamil-Suswono dan calon independen Dharma Pongrekun-Kun Wardana Abyoto.
Pram-Rano pun tinggal menunggu 7 Februari 2024 untuk dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta 2024-2029.
Megawati mengatakan, kontestasi politik Jakarta menjadi salah satu yang paling dia sorot di antara seluruh wilayah Indonesia yang menyelenggarakan Pilkada, serentak pada 27 November 2024 lalu.
“PDI Perjuangan itu sampai hari ini tidak ada yang bisa mengalahkan, hore, hore.”
“Coba siapa nyangka, padahal waktu itu mau nangis, mau marah, ketika, waduh Jakarta nih ya, gile nih Jakarta.”
“Terus aku mikir, gua tunjukin silatnya saya,” kata Megawati saat pidato di acara HUT ke-52 PDIP, di Gedung Sekolah Partai DPP PDIP, Jakarta Selatan, Jumat (10/1/2025).
Pram yang disinggung Megawati juga tertawa.
Megawati lantas menyinggung soal dugaan rekayasa di Pilkada Jakarta yang begitu disadarinya.
“Lho iya, coba toh, yang direkayasa, lah saya itu kaya enggak ngerti, gak orang lapangan, gak opo ngono lho. Aku mikir, iki yang gawe-gawe scenario iki, maaf seribu maaf, bodoh!” tegasnya.
Megawati pun membocorkan momen dia memerintahkan Pram untuk jadi Cagub Jakarta, sempat ada drama penolakan.
“Kaya Pak Pram ini, tadinya nangis-nangis. Saya keren, lho. Kalau memerintahkan tuh keren saya. Saya hanya bilang gini, ‘Pramono Anung, saya Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDI Perjuangan saya minta kamu untuk calon DKI’.”
“Tanya sama dia kalau bohong.”
“Langsung dia merah, ‘Bu, saya gak mau, saya gak mau’.”
“Ini perintah Ketua Umum. Gitu, udah gitu kaya mau nangis,” kata Megawati bercerita.
Akhirnya Pram luluh kala menelepon istrinya yang justru membela perintah Megawati.
“Aku bilang, keluar keluar keluar sana, telepon istrimu. Aku seneng, kenapa, tahu-tahu datang lagi, Namanya istrinya kan Mbak Hani, Hani bilang, ‘lho kalau itu perintah Ibu, kamu musti nurut,’ hore.”
“Jadi dia (gubernur), jadi dia. Sudah gitu sama si Rano, Si Doel itu,” kata Megawati membanggakan.
Siasat Megawati memenangkan Pilkada Jakarta 2024 di antaranya adalah memenangkan hati warga Betawi dengan mencalonkan Rano Karno alias Si Doel.
Seperti diketahui, Si Doel dikenal sebagai tokoh Betawi berkat sinetron karyanya yang begitu karib dengan masyarakat Indonesia, khususnya warga Jakarta, ‘Si Doel Anak Sekolahan’.
“Aku pikir siasat apa nih yang enggak dilihat tuh yang sama suka ganggu-ganggu gue, oh iya dah, saya kan kenal sama banyak orang Betawi, iya dong, ah si Doel aja udah gua jadiin. Doel sini lu gua pasangin lu mau enggak sama si Pram,” kata Megawati.
Dengan Si Doel sebagai cawagub, Megawati pun memintanya untuk mendekati para jawara Betawi.
“Saya banyak kenal jawara lho,” pungkasnya.
Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya
-

Benahi Carut-marut KJP Hingga Tambah Hunian
JAKARTA – Ketua Tim Transisi Pramono-Rano mengungkap sejumlah program prioritas Gubernur-Wakil Gubernur Jakarta terpilih Pramono Anung-Rano Karno (Doel) saat mulai menjabat.
Salah satunya adalah pembenahan program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus yang saat ini masih bermasalah. Pramono-Rano ingin segera membenahi pendataan penerima KJP, di mana masih ada yang salah sasaran.
“Kalau jangka pendek itu kayak mengenai KJP yang selama ini masih crowded. Kita mau menganalisa dan memanggil pihak-pihak terkait dalam arti bermasalah di Samsat, di Bapendanya, itu yang harus kita integrasikan,” kata Ketua Tim Transisi, Ima Mahdiah kepada wartawan, Jumat, 10 Januari.
Kemudian, Pramono-Rano juga akan memprioritaskan kelanjutan pembangunan normalisasi sungai sebagai salah satu penanggulangan banjir.
Lalu, pemasangan kamera pengawas atau CCTV di ruang-ruang publik, hingga di taman-taman yang akan dibuka selama 24 jam.
“Jadi kita perlu monitor CCTV dan yang tidak kalah penting kita harus mempersiapkan di balik layarnya ini. Harus memonitor, harus benar-benar menjadi security kepada masyarakat,” ujar Ima.
Tak hanya itu, Pramono-Rano juga akan memulai pendataan aset-aset milik pemerintah daerah yang bisa dimanfaatkan untuk dibangun hunian. Utamanya, aset yang digunakan adalah bangunan tak terpakai.
“Jadi kayak misalkan PIC-nya dinas apa yang masih benar-benar terbengkalai ini harus kita kejar. Jadi, selain efisien, lahannya sudah jadi tinggal kita benahi untuk rusun-rusun tersebut,” urai Ima.
“Ya mudah-mudahan dalam waktu tidak perlu menunggu lama, beliau-beliau bisa eksekusi segera. Jadi kita mempersiapkannya betul-betul dengan sangat matang,” tambahnya.
Sebelumnya, Pramono Anung mengumumkan daftar nama tim transisi yang ia bentuk bersama Wakil Gubernur Jakarta terpilih Rano Karno. Tim transisi ini akan membantu Pramono-Rano untuk menyiapkan program kerja sebelum resmi dilantik untuk memimpin Jakarta.
Terdapat 14 nama yang ditarik Pramono-Rano (Doel) menjadi anggota tim transisinya, serta 2 orang pendukung. Beberapa nama merupakan kader PDI Perjuangan (PDIP) dan sebagian lainnya merupakan profesional dan akademisi dari berbagai bidang.
“Nama-nama yang kami pilih adalah merepresentasikan apa yang membantu saya selama ini, apa yang membantu Bang Doel dan orang-orang yang bekerja secara profesional,” tutur Pramono.
Berikut adalah nama-nama anggota tim transisi yang dibentuk Pramono-Rano:
• Tim inti (4 orang)
1. Ketua tim: Ima Mahdiah
2. Koordinator operasional: Emir Kresna
3. Koordinator komunikasi: Chiko Hakim
4. Sekretaris: Beno Mohamad Ibnu
• Tim bidang teknis (5 orang)
1. Bidang sumber daya manusia: M. Syafrudin
2. Bidang perencanaan: Mangatta Toding Allo
3. Bidang keuangan: Yustinus Prastowo
4. Bidang infrastruktur:John Oddius
5. Bidang teknologi informasi: Yunarto Wijaya
• Tim bidang kebijakan (5 orang)
1. Bidang kebijakan publik: Nirwono Joga
2. Bidang kebijakan ekonomi: Agus Haryadi
3. Bidang kebijakan sosial dan budaya: Dedi Wijaya
4. Bidang kebijakan lingkungan hidup: Firdaus Ali
5. Bidang kebijakan kesehatan: Charles Honoris
• Tim pendukung (2 orang)
1. Wakil sekretaris: Desa Pridini
2. Asisten data dan komunikasi: Mandira Bienna Elmir
/data/photo/2024/12/21/6766ab3ae9802.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
