Tag: Pramono Anung

  • ASN Jakarta jangan pernah berpikir bisa poligami di era Pramono

    ASN Jakarta jangan pernah berpikir bisa poligami di era Pramono

    Jakarta (ANTARA) – Gubernur Jakarta terpilih Pramono Anung mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) Jakarta jangan pernah berpikir bisa berpoligami selama era kepemimpinan dirinya bersama Wakil Gubernur Jakarta terpilih Rano Karno.

    Penegasan itu disampaikannya usai menerima gelar kehormatan “Abang” dan pin kuku macan dari Majelis Kaum Betawi di di Pondok Pesantren Putra Al Hamid Putra, Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu.

    Hal ini dipertegas dengan pernyataan Pramono yang merupakan penganut monogami. “Saya penganut monogami dan bagi saya ASN di Jakarta jangan pernah berpikir mendapatkan poligami di era saya,” kata Pramono.

    Pramono mempersilahkan jika ada yang berniat poligami, asalkan bukan ASN yang bekerja di Jakarta selama kepemimpinannya.

    “Jadi, saya sampaikan terbuka, belum jadi gubernur saja sudah menyampaikan terbuka, saya penganut monogami. Yang lain monggo berpoligami, tetapi tidak ASN,” ujar Pramono.

    Selain itu, Pramono juga menyampaikan bahwa nantinya para ASN yang melanggar larangan tersebut ini bisa dipecat. Tak hanya ASN, Rano Karno (Bang Doel) dan Pramono juga dilarang untuk berpoligami.

    “Ya gak diizinkan. Kalau gak diizinkan, dilanggar kan dipecat. Bang Doel juga gak saya izinkan,” kata Pramono.

    “Udahlah pokoknya saya penganut monogami dan saya akan merealisasikan dalam kehidupan sehari-hari di Kantor Gubernur Jakarta. Kalau tempat lain monggo silahkan aja. Ini bagi ASN,” lanjut Pramono.

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 2 Tahun 2025 yang mengatur tata cara pemberian izin perkawinan dan perceraian bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

    Kebijakan tersebut bertujuan memberikan pedoman hukum yang jelas bagi ASN dalam menjalani kehidupan pribadi mereka, terutama terkait pernikahan dan perceraian.

    Salah satu poin penting yang diatur dalam Pergub ini adalah syarat bagi ASN pria yang ingin memiliki lebih dari satu istri untuk mendapatkan izin dari pejabat yang berwenang.

    Prosedur ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil sesuai dengan aturan yang berlaku dan telah melalui proses pertimbangan yang matang.

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

  • Pramono terima pin kuku macan dari Foke

    Pramono terima pin kuku macan dari Foke

    ..Ini biasanya yang make orang yang udah bisa menaklukkan macan..

    Jakarta (ANTARA) – Gubernur DKI Jakarta terpilih 2024 Pramono Anung menerima gelar kehormatan “Abang” dari Majelis Kaum Betawi yang secara seremonial ditandai dengan penyematan pin kuku macan oleh Ketua Dewan Adat Fauzi Bowo alias Foke.

    Penganugerahan gelar dan penyematan pin kuku macan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Putra Al Hamid Putra, Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur, pada Sabtu.

    “Hari ini adalah hari penting dan InsyaAllah tercatat sejarah Kota Jakarta,” kata Foke usai menyematkan pin kuku macan ke Pramono.

    Untuk pertama kalinya seluruh keluarga, kata Foke, masyarakat asli Jakarta melalui berbagai organisasi yang bernaung di bawah Majelis Kaum Betawi secara resmi memberikan gelar adat kepada gubernur Jakarta terpilih.

    Langkah ini merupakan bagian dari tindak lanjut Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 yang mengamanatkan adanya lembaga adat dan kewajiban untuk mengembangkan budaya lokal, yakni budaya Betawi.

    “Kami masyarakat Betawi memegang teguh firman Allah SWT dalam Surat An-Nisa. Oleh karenanya nama panggilannya yang nanti kita akan umumkan secara resmi ‘Bang Anung’ dan ‘Bang Doel’,” ujar Foke.

    Selain itu, penganugerahan gelar kehormatan adat Betawi ini sebagai bentuk kaum Betawi mendukung sepenuhnya kepemimpinan Pramono-Rano dalam memajukan Kota Jakarta yang tidak lama lagi berusia 500 tahun.

    Hal ini sekaligus menjadi bentuk dorongan bahwa dalam menghadapi masalah dan tantangan Jakarta ke depannya perlu penyelesaian bersama-sama. Pada sisi lain, kaum Betawi tentu mengharapkan terjalinnya satu komunikasi yang terbuka dan kondusif.

    “Kami sangat menyambut baik inisiatif ‘Bang Anung’ dan ‘Bang Doel’ untuk memberikan warna kebetawian yang lebih kental di sana, di sini, di seluruh pelosok Jakarta,” kata Foke.

    Adapun keputusan pemberian gelar kehormatan “Abang” kepada Pramono sesuai surat keputusan Wali Amanah Majelis Kaum Betawi Nomor 04/KPTS/WA MKB/1/2025 tentang Pemberian Gelar Kehormatan Adat Betawi Kepada Pramono Anung Wibowo.

    Usai penyematan pin kuku macan tersebut, Foke menyampaikan bahwa kuku macan yang diberikan kepada Pramono merupakan simbol keberanian.

    “Ini kuku macan beneran nih. Ini biasanya yang make orang yang udah bisa menaklukkan macan. Mesti berani orangnya,” kata mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

    Atas pemberian gelar kehormatan ini, Pramono menyampaikan terima kasih dan merasa tak menyangka akan dipanggil “Bang Anung”.

    “Saya berterima kasih atas gelar ataupun predikat yang diberikan sebagai ‘Abang’. Saya gak nyangka disebut ‘Anung’ karena ‘Anung’ ini hanya orang tua saya yang menyebut pada waktu saya kecil, ketika saya SMP, SMA,” kata Pramono usai disematkan pin kuku macan di bajunya oleh Foke.

    Turut hadir dalam acara tersebut jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Marullah Matali, jajaran pemerintah kota (pemkot) di Jakarta mulai dari wali kota dan beberapa pemuda, bapak-bapak, ibu-ibu dengan pakaian khas Betawi.

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

  • Pramono Janji Akan Tuntaskan Masalah Banjir di Jakarta
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        1 Februari 2025

    Pramono Janji Akan Tuntaskan Masalah Banjir di Jakarta Megapolitan 1 Februari 2025

    Pramono Janji Akan Tuntaskan Masalah Banjir di Jakarta
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Gubernur terpilih Jakarta,
    Pramono Anung
    , berjanji akan menuntaskan persoalan
    banjir
    di Jakarta.
    “Saya akan memperbaiki hal yang kurang. Terus terang memang kewenangan PJ tidak seperti gubernur yang
    full
    , pasti ada hambatan ada batasannya (dalam menangani banjir),” ungkap Pramono saat ditemui di Ancol, Jakarta Utara, Jumat (31/1/2025).
    Pramono juga menyoroti saat Jakarta dikepung banjir pada momen Imlek.
    Mantan Sekretaris Kabinet itu mengaku langsung memantau banjir di lapangan. Ia menilai, banjir yang terjadi pada Imlek kemarin karena curah hujan yang tinggi.
    Oleh karena itu, berbagai perbaikan serapan air harus dilakukan di Jakarta.
    “Sehingga, dengan demikian, perbaikan terhadap tali air, kemudian drainase, dan harus digali secara rutin seperti yang dilakukan Pak Ahok maupun Mas Anies, sumur resapan, semuanya dilakukan untuk Jakarta,” ucap Pramono.
    Pasalnya, kata Pramono, persoalan banjir tidak bisa diselesaikan secara parsial. Menurut dia, banjir Jakarta bisa diatasi jika adanya kolaborasi dari beberapa
    stakeholder
    .
    Oleh karena itu, Pramono akan bekerja sama dengan beberapa pihak untuk mengatasi persoalan
    banjir di Jakarta
    .
    “Tentunya saya akan melakukan kerja sama dengan badan-badan atau apa pun yang memang berpengalaman untuk mengatasi banjir,” tutur Pramono.
    Kemudian, dalam jangka panjangnya Pramono akan bekerja sama dengan pemerintah pusat untuk membangun Giant Mangrove Sea Wall.
    “Kerja sama pemerintah pusat dengan pemerintah Jakarta harus dilanjutkan karena di situlah sumber air tawar nanti akan bisa diambil. Kemudian, juga supaya permukaan air ini enggak tiap waktu terus turun, sekarang kan terus turun,” pungkas dia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Jadwal Pelantikannya Diundur, Pramono: Mau Kapan Pun Saya Monggo
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        1 Februari 2025

    Jadwal Pelantikannya Diundur, Pramono: Mau Kapan Pun Saya Monggo Megapolitan 1 Februari 2025

    Jadwal Pelantikannya Diundur, Pramono: Mau Kapan Pun Saya Monggo
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Gubernur Jakarta terpilih,
    Pramono Anung
    mengaku siap kapan pun akan dilantik meski pelantikannya diundur.
    “Mau kapan pun saya monggo, gitu,” ucap Pramono saat ditemui di Ancol, Jakarta Utara, Jumat (31/1/2025).
    Pramono tak mau terlalu ambil pusing terkait jadwal pelantikannya yang diundur. Ia mengaku tunduk terhadap apa yang menjadi keputusan pemerintah pusat.
    “Ya, pokoknya saya ini sebagai pemerintah Jakarta harus tunduk, taat, patuh terhadap pada Pemerintah Pusat karena saya yang membuat Undang-Undang,” terang Pramono.
    Pramono mengatakan, dalam Undang-Undang ada 152 kata ‘hubungan’ antara pemerintah pusat dan daerah, yang mana kewenangan untuk mengatur ada di pemerintah pusat.
    Hubungan yang dimaksud juga termasuk pengaturan jadwal pelantikan kepala daerah.
    “Termasuk ngelantik aja dilakukan sepenuhnya kewenangan oleh pemerintah pusat,” tutur Pramono.
    Untuk diketahui,
    pelantikan gubernur dan wakil gubernur Jakarta
    yang semula dijadwalkan pada 6 Februari 2024 diundur ke rentang tanggal 18-20 Februari 2025.
    Hal ini disampaikan Ketua DPRD Jakarta, Khoirudin, dalam rapat Badan Musyawarah di Gedung DPRD Jakarta pada Jumat (31/1/2025).
    “Ini ada pengumuman terbaru bahwa pelantikan yang sedianya 6 Februari, menjadi 18 sampai 20. Ya, jadi kemungkinan 18, kemungkinan 19, kemungkinan 20,” ucap Khoirudin.
    Khoirudin menduga perubahan jadwal ini berkaitan dengan penyelesaian sengketa hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di berbagai daerah di Indonesia.
    Menurut dia, sekitar 200 Pilkada yang bersengketa akan selesai dan pelantikan kepala daerah di Indonesia akan dilakukan secara serentak.
    “Kalau tanggal 6 kemarin, asumsi saya hanya yang tidak bersengketa, tanggal 18-20 asumsi saya, ini asumsi saya pribadi ya, mungkin setelah yang bersengketa selesai, jadi seluruh Indonesia satu kali pelantikan. Asumsi barangkali,” kata Khoirudin.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Banjir Karangan Bunga Jelang Pemberian Gelar Kehormatan Betawi Pram-Rano

    Banjir Karangan Bunga Jelang Pemberian Gelar Kehormatan Betawi Pram-Rano

    GELORA.CO -Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih 2024, Pramono Anung-Rano Karno akan mendapat gelar kehormatan dari Majelis Kaum Betawi.

    Gelar tersebut akan diberikan di Pondok Pesantren Al Hamid Putra, Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu, 1 Februari 2025. Pantauan Kantor Berita Politik RMOL di lokasi, sejumlah masyarakat telah berkumpul di depan aula pesantren.

    Beberapa pemuda dan bapak-bapak, tampak mengenakan pakaian khas adat betawi, yaitu baju koko dilengkapi peci hitam dan mengalungkan kain sarung di leher.

    Sebagian lainnya mengenakan beskap hitam lengkap dengan peci dan berkain sarung. Selain itu, juga tampak santriwan mengenakan pakaian serba hitam dengan bawahan sarung serta mengenakan peci hitam.

    Sementara dari kalangan ibu-ibu menggunakan pakaian khas betawi, yaitu kebaya tunik dan kain lengkap dengan kerudung.

    Menariknya, terdapat puluhan karangan bunga yang berjejer di halaman parkir depan Aula Pondok Pesantren Al Hamid Putra. Yang paling mentereng, terdapat karangan bunga dari Menteri Investasi Rosan Roeslani.

    Selain itu, juga terdapat karangan bunga dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Fahira Idris; Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jakarta, Judistira Hermawan; hingga Fraksi PAN DKI Jakarta.

    Sejumlah tokoh betawi juga mengirimkan karangan bunga seperti Ketua Umum Dewan Adat Bamus Betawi, Eki Pitung; Wakil Ketua Umum Dewan Adat Bamus Betawi, Heikal Safar; Sekretaris Jenderal Dewan Adat Bamus Betawi, Yudi M Syukur; hingga Ketua Paguyuban Bhayangkara Betawi, Kompol Awaludin Kanur.

  • Pramono Sebut 5 Taman di Jakarta Bakal Dibuka 24 Jam pada Awal Kepemimpinannya
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        1 Februari 2025

    Pramono Sebut 5 Taman di Jakarta Bakal Dibuka 24 Jam pada Awal Kepemimpinannya Megapolitan 1 Februari 2025

    Pramono Sebut 5 Taman di Jakarta Bakal Dibuka 24 Jam pada Awal Kepemimpinannya
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com – 
    Gubernur Jakarta terpilih,
    Pramono Anung
    mengaku sudah membahas soal rencana membuka taman di Jakarta selama 24 jam bersama Tim Transisi.
    “Kemarin kami sudah rapat diskusi, akan ada lima taman di Jakarta yang kami akan buka 24 jam,” ucap Pramono saat ditemui di Ancol, Jakarta Utara, Jumat (31/1/2025).
    Namun, Pramono belum menyebutkan semua taman yang akan dibuka 24 jam penuh.
    “Di antaranya adalah Taman Langsat, Literasi, Taman Banteng, dan sebagainya-sebagainya,” ucap Pramono.
    Pramono berujar, lima taman yang akan dibuka 24 jam itu dipilih karena akses transportasinya bisa dijangkau masyarakat dengan mudah.
    Selain itu, kelima taman itu juga sudah memiliki penerangan yang baik sehingga kondisi pada malam hari tidak gelap.
    Nantinya, Pramono juga akan melengkapi taman-taman yang buka 24 jam dengan CCTV.
    Hal itu dianggap penting untuk menjaga keamanan taman.
    Selain itu, Pramono juga berjanji akan membuat sesuatu yang menarik di taman-taman yang ada di Jakarta.
    “Jadi, masyarakat Jakarta mau untuk datang ke taman tersebut,” ujarnya.
    Sebelumnya diberitakan, Pramono Anung berencana memperpanjang jam operasional beberapa taman utama di Jakarta hingga 24 jam.
    Pramono mengatakan, taman-taman itu dibuka 24 jam demi memberikan akses lebih luas kepada warga Jakarta, terutama mereka yang ingin menikmati fasilitas taman pada malam hari.
    “Saya akan memprioritaskan, seperti yang saya sampaikan, taman yang selama ini hanya buka sampai jam 18.00 WIB, akan kami buka 24 jam di beberapa taman utama dan besar,” ujar Pramono saat ditemui di Kampus Universitas Indonesia, Depok, Sabtu (11/1/2025).
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Bukan karena Jabatan, Pramono Semangat Pimpin Jakarta untuk Atasi Masalah Disparitas
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        1 Februari 2025

    Bukan karena Jabatan, Pramono Semangat Pimpin Jakarta untuk Atasi Masalah Disparitas Megapolitan 1 Februari 2025

    Bukan karena Jabatan, Pramono Semangat Pimpin Jakarta untuk Atasi Masalah Disparitas
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Gubernur Jakarta terpilih,
    Pramono Anung
    mengaku semangat untuk memimpin Jakarta bukan karena jabatan.
    “Saya terus terang menjadi bersemangat untuk maju, bukan karena jabatan gubernurnya secara jujur saya sampaikan, tetapi karena saya melihat
    disparitas
    (perbedaan), ” ucap Pramono saat diwawancarai di Ancol, Jakarta Utara, Jumat (31/1/2025).
    Pramono mengaku sangat prihatin dengan permasalahan disparitas yang sangat menonjol di Jakarta.
    Menurutnya, perbedaan antara orang kaya dan miskin di Jakarta begitu terasa. Hal itu, kata Pramono, dapat ia lihat secara langsung saat mencalonkan diri sebagai gubernur.
    Pasalnya, saat mencalonkan diri sebagai gubernur, Pramono turun ke lapangan secara langsung untuk mendengar aspirasi masyarakat Jakarta.
    “Selama 25 tahun saya menjabat, saya tidak pernah melihat itu (disparitas) secara langsung, karena saya orang di belakang meja,” ucap dia.
    Oleh karena itu, Pramono nekat menjadi gubernur demi bisa mengatasi permasalahan disparitas yang ada di Jakarta.
    Salah satunya dengan mewujudkan janji-janjinya selama masa kampanye.
    “Mudah-mudahan saya bisa memenuhi janji-janji ini, terutama yang berkaitan dengan Kartu Jakarta Pintar, Kartu Lansia, Kartu JKS. Kemudian juga hal yang berkaitan dengan Jumantik, PKK, dan sebagainya-sebagainya,” pungkas Pramono.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Minta Ahok Tak Marah-Marah, Pramono Janji Perbaiki Kalijodo Tak Pakai APBD

    Minta Ahok Tak Marah-Marah, Pramono Janji Perbaiki Kalijodo Tak Pakai APBD

    GELORA.CO  – Gubernur Jakarta terpilih periode 2025-2030, Pramono Anung berjanji akan memperbaiki RPTRA Kalijodo. Seperti diketahui, Kalijodo merupakan peninggalan Gubernur Jakarta periode 2014-2017, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

    Untuk itu, ia meminta Ahok tak perlu marah-marah lagi, seperti yang menjadi ciri khasnya saat memimpin Jakarta.

    “(Saat kepemimpinan) Pak Ahok, ada yang namanya Kalijodo. Dulu haram jaddah, menjadi tempat yang kemudian sangat menarik. Maka Pak Ari (Harry Basuki Tjahaja Purnama) sampaikan ke Pak Ahok, nggak usah marah-marah, yang tenang main golf-nya sungguh-sungguh saja. 

    Kan belum sekarang hobinya main golf,” ucap Pramono di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Jumat (31/1/2025).

    Pramono mengatakan bahwa revitalisasi RPTRA Kalijodo tidak akan menggunakan APBD Jakarta, melainkan bekerja sama dengan swasta untuk menggunakan dana CSR.

    “Nanti Kalijodo akan kami perbaiki. Kalijodo akan kita perbaiki dan saya cara memperbaikinya juga tidak menggunakan dana APBD. Tetapi, CSR bekerja sama dengan banyak perusahaan yang mereka mau,” ucapnya

  • Pramono Ungkap Rencana Buka Taman Jakarta 24 Jam-Sekolah Swasta Gratis

    Pramono Ungkap Rencana Buka Taman Jakarta 24 Jam-Sekolah Swasta Gratis

    Jakarta

    Gubernur Jakarta terpilih Pramono Anung bicara sejumlah program unggulan yang akan direalisasikan pada 100 hari pertamanya menjabat nanti. Program itu di antaranya membuka sejumlah taman di Jakarta 24 jam hingga sekolah swasta gratis.

    Pramono mengatakan taman-taman yang infrastrukturnya sudah siap akan dibuka selama 24 jam. Misalnya, kata dia, Taman Literasi Martha Tiahahu, Banjir Kanal Timur, dan Taman Langsat Jakarta Selatan.

    “Kami akan membuka taman-taman di Jakarta yang secara infrastrukturnya sudah siap. Seperti Taman Literasi, Taman Langsat,” kata Pramono usai menggelar syukuran kemenangannya di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Jumat (31/1/2025).

    Pada tahap awal, akan ada lima taman di Jakarta yang diprioritaskan buka 24 jam. Menurutnya, infrastruktur pendukungnya dinilai sudah memadai.

    “Kenapa baru lima, karena kami sudah melihat dari yang ada itu ternyata baru lima ini infrastrukturnya siap, ada fasilitas transportasi publiknya yang kemudian gampang untuk dijangkau. Kemudian di taman itu ada tempat untuk mengekspresikan tempat bertemu dan sebagainya,” jelasnya

    Adapun pengelolaannya melibatkan dua perusahaan lewat program Corporate Social Responsibility (CSR). Nantinya keamanan, kenyamanan, akan diperhatikan.

    “Nanti dilakukan kerja sama dengan dua perusahaan CSR, sehingga mereka yang bersama-sama dengan pemerintah Jakarta bertanggung jawab menjaga keamanan, kenyaman, kemudahan,” tuturnya.

    Program Pramono berikutnya yakni sarapan bergizi gratis yang melibatkan kantin UMKM sekolah setempat. Katanya kanti sekolah bisa jadi bakal dilibatkan.

    “Jadi UMKM sekolah setempatlah yang akan dilibatkan. Hanya, gizi dan lauk pauk akan dikurasi dengan tim yang ahli,” kata dia.

    Di sisi lain, Tim Transisi Pramono-Rano juga telah menentukan pilot project untuk program sekolah swasta gratis di Jakarta. Pramono berkata, program ini akan dimulai dengan pembenahan KJP yang dinilai tidak tepat sasaran.

    “(Pilot project) sudah. Nanti kalau sudah ini kami sampaikan. Memang untuk selolah swasta gratis tidak bisa langsung semuanya. Tetapi yang jelas untuk KJP ini kan ada hubungannya dengan sekolah negeri dan swasta,” kata dia.

    (maa/maa)

    Hoegeng Awards 2025

    Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu

  • Saya Tunduk, Taat, dan Patuh pada Pemerintah Pusat

    Saya Tunduk, Taat, dan Patuh pada Pemerintah Pusat

    loading…

    Gubernur Jakarta Terpilih Periode 2025-2030, Pramono Anung saat ditemui di Ancol, Jakarta Utara, Jumat (31/1/2025). FOTO/REFI SANDI

    JAKARTA – Gubernur Jakarta Terpilih Periode 2025-2030, Pramono Anung menanggapi pengunduran jadwal pelantikan kepala daerah yang tidak bersengketa di Mahkamah Konstitusi (MK) yang semula akan digelar Kamis, 6 Februari 2025. Pramono mengaku tidak masalah dan akan mematuhi kewenangan dari pemerintah pusat.

    “Kewenangan mengatur itu ada di pemerintah pusat, termasuk ngelantik aja dilakukan sepenuhnya kewenangan oleh pemerintah pusat. Mau kapan pun saya monggo, gitu,” kata Pramono saat ditemui di Ancol, Jakarta Utara, Jumat (31/1/2025).

    “Ya pokoknya saya ini sebagai Pemerintah Jakarta harus tunduk, taat, patuh terhadap pada pemerintah pusat,” tambahnya.

    Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memastikan pelantikan kepala daerah hasil Pilkada 2024 batal digelar pada 6 Februari 2025. Keputusan ini menyusul adanya pertimbangan putusan dismissal Mahkamah Konstitusi (MK) yang akan dibacakan pada 5 Februari.

    “Maka otomatis yang tanggal 6 Februari kita batalkan,” kata Mendagri dalam jumpa persnya di kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Jumat (31/1/2025).

    Namun demikian, Tito tak menyebut kapan pelantikan kepala daerah itu akan dilakukan. Dia hanya memastikan proses pelantikan akan dilakukan secepatnya.

    (abd)