KPU Jakarta Siapkan Buku Janji Kampanye Pramono-Rano untuk Pemantauan Warga
Editor
JAKARTA, KOMPAS.com
– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta berencana membuat buku yang berisi janji-janji Gubernur Jakarta Pramono dan Wakilnya, Rano Karno selama masa kampanye.
Komisioner
KPU Jakarta
, Doddy Wijaya menegaskan, inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat hubungan antara pemimpin Jakarta dengan warga, termasuk yang memilih.
“Intinya kami berupaya mendekatkan antara janji-janji (Pramono-Rano) dengan (warga) yang memilih,” ujar Doddy dalam keterangannya yang diterima pada Sabtu (22/2/2025).
Selain itu, langkah ini juga dilakukan sebagai upaya menjembatani komunikasi antara pemimpin dan warga Jakarta, sekaligus memastikan agar janji yang disampaikan dapat diingat dan direalisasikan.
Dengan demikian, setelah selesai dibuat, buku yang berisi sederet janji
Pramono Anung
dan Rano Karno selama masa kampanye akan diserahkan langsung kepada mereka.
“Semoga dengan adanya buku ini, masyarakat tetap bisa memantau, mengawasi, dan meminta akuntabilitas terkait realisasi janji-janji kampanye yang telah disampaikan,” tambah Dody.
Dengan penerbitan buku ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah dalam melakukan pemantauan terhadap kinerja pemimpin di Jakarta periode 2025-2030.
Selain itu, buku tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk menerapkan langkah serupa dalam memperkuat demokrasi yang lebih transparan dan akuntabel.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Pramono Anung
-
/data/photo/2024/07/25/66a193d15fcbb.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
KPU Jakarta Siapkan Buku Janji Kampanye Pramono-Rano untuk Pemantauan Warga Megapolitan 22 Februari 2025
-

Politikus PDIP Merapat Lagi ke Rumah Megawati
Jakarta –
Sejumlah politikus PDI Perjuangan kembali merapat ke rumah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, di Teuku Umar, Jakarta Pusat, siang ini. Mereka diantaranya, Ketua DPP Bidang Kehormatan PDIP Komarudin Watubun hingga Wasekjen Bidang Komunikasi PDIP Adian Napitupulu.
Pantauan detikcom, di kediaman Megawati di Teuku Umur, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/2/2025), pukul 12.20 WIB, terdapat empat politikus PDIP yang telah merapat. Mulanya, Adian Napitupulu tiba sekitar pukul 10.00. WIB.
Kemudian disusul oleh Ketua DPP Bidang Reformasi Sistem Hukum Nasional Ronny Talipepessy sekira pukul 10.55 WIB. Tak lama, Eks Menteri PPA Bintang Puspayoga juga terlihat memasuki rumah Megawati. Selanjutnya, Komarudin Watubun pun ikut menyusul.
Keempatnya tampak senada mengenakan pakaian benuansa hitam. Tak satupun dari mereka berkomentar saat ditanya perihal agenda pertemuan hari ini. Mereka langsung masuk ke rumah Megawati.
Diketahui, pada Jumat (21/2) malam, sejumlah politisi PDIP terlihat keluar-masuk kediaman Megawati. Gubernur Jakarta Pramono Anung pun turut merapat ke kediaman Megawati kemarin.
Sebelumnya, Megawati Soekarnoputri memerintahkan semua kepala daerah yang berasal dari PDI Perjuangan menunda kegiatan retret yang diadakan pemerintah di Akmil, Magelang, Jawa Tengah.
Hal itu tertuang dalam instruksi Megawati dalam surat nomor 7294/IN/DPP/II/2025 yang diterbitkan Kamis (20/2). Jubir PDIP, Guntur Romli, membagikan surat tersebut dalam bentuk dokumen elektronik via aplikasi WhatsApp (WA).
Instruksi ini muncul usai penahanan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Hasto diketahui ditahan setelah menjalani pemeriksaan kedua sebagai tersangka pada Kamis (20/2) pukul 18.08 WIB. KPK sudah menetapkan Hasto sebagai tersangka pada Desember 2024. Kini, Hasto akan menjalani penahanan di Rutan KPK untuk 20 hari pertama.
(amw/dhn)
Hoegeng Awards 2025
Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu
-

Pramono-Rano Berpeluang Hadiri Retret Akmil Gelombang 2
Bisnis.com, JAKARTA – Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta, Pramono Anung-Rano Karno, berpeluang menghadiri retret Akademi Militer (Akmil) di Magelang, Jawa Tengah.
Wakil Gubernur Rano Karno menegaskan bahwa surat dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, hanya bersifat menunda, bukan melarang kehadiran dalam acara tersebut.
“Mungkin bisa saja, ingat sekali lagi surat ini adalah menunda, bukan melarang,” jelasnya ketika ditemui di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Sabtu (22/2/2025).
Rano mengakui bahwa dirinya, sebagai Wakil Gubernur, memang mendapat undangan untuk menghadiri penutupan retret Akmil tersebut. Namun, keputusan akhir masih bergantung pada perkembangan selanjutnya.
“Sampai hari ini kan belum dicabut [surat dari PDIP]. Ingat, wakil diundang itu 27, hanya untuk penutupan,” tegas Doel.
Terlebih, untuk kehadiran Pramono Anung, Rano enggan berkomentar lebih jauh dan menyerahkan keputusan kepada partai.
“Kalau Pak Pram, tanya sama DPP, tugas saya ini perintah Pak Pram sebagai Gubernur, yaitu mengawal pembangunan Jakarta untuk menjagain, ini bukan juga pekerjaan mudah teman-teman ya, jadi mungkin itu nanti tanya kepada DPP saja,” pungkas Doel.
-
/data/photo/2025/02/22/67b968bf1a049.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Mendagri Sebut Kepala Daerah yang Tak Ikut Retret Bakal Rugi Sendiri
Mendagri Sebut Kepala Daerah yang Tak Ikut Retret Bakal Rugi Sendiri
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengatakan bahwa kepala daerah yang tidak mengikuti kegiatan orientasi atau retreat akan mengalami kerugian sendiri.
Menurut dia, retreat yang digelar pada 21-28 Februari 2025 di
Magelang
, Jawa Tengah, adalah untuk kepentingan daerah yang akan dipimpin selama periode lima tahun.
“Nah ini kepentingan daerah lebih penting, dan inilah kepentingan bangsa, kepentingan untuk rakyat masing-masing. Jadi kalau yang tidak mengambil bagian, ya rugi sendiri,” ucap Tito saat konferensi pers di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (22/2/2025).
Tito menjelaskan, dalam retreat ini, para kepala daerah bisa mendapatkan relasi antar daerah dengan cara yang lebih baik.
Selain itu, kepala daerah juga akan mengenal para menteri yang akan mengisi materi sehingga bisa secara langsung menanyakan kesulitan mereka di daerah.
Sebab itu, kata Tito, kepala daerah yang tidak hadir akan kehilangan momentum berharga yang ada dalam kegiatan retret.
“Mereka harus cari sendiri jalur mungkin untuk kenal, atau mungkin kita carikan alternatif lain dengan membuat momentum dengan cara
zoom meeting
. Tapi
zoom meeting
itu tidak keluar
chemistry
-nya,” imbuh dia.
Adapun kepala daerah yang tidak hadir dalam retret berjumlah 53.
Dari jumlah tersebut, enam di antaranya mengirimkan alasan, sedangkan 47 lainnya tanpa kejelasan.
Ditengarai, 47 kepala daerah ini berasal dari kader
PDI-P
yang tidak hadir karena instruksi yang dikeluarkan oleh DPP PDI-P, seperti misalnya Bupati Tapanuli Utara Masinton Pasaribu dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Kader PDI-P menjadi sorotan setelah Megawati Soekarnoputri meminta agar anggota partai yang terpilih menjadi kepala daerah tidak ikut retret.
Surat instruksi bernomor 7295/IN/DPP/II/2025 yang terbit pada 20 Februari 2025 malam, sebagai respons atas penahanan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P Hasto Kristiyanto oleh KPK.
“Diinstruksikan kepada seluruh Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah PDI Perjuangan untuk menunda perjalanan yang akan mengikuti retret di Magelang pada tanggal 21-28 Februari 2025,” ujar Megawati dalam surat tersebut, Kamis (20/2/2025).
Megawati pun meminta kepada semua kepala daerah dari PDI-P yang sudah telanjur berangkat menuju ke lokasi agar berhenti dan menunggu arahan lebih lanjut.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/02/21/67b82073b15dc.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
9 "Sentuhan" Pertama Bang Doel di Jakarta… Megapolitan
“Sentuhan” Pertama Bang Doel di Jakarta…
Editor
JAKARTA, KOMPAS.com
– Hari pertama menjabat sebagai Wakil Gubernur
Jakarta
,
Rano Karno
atau yang akrab disapa Bang Doel langsung turun ke lapangan.
Tak menunggu lama setelah dilantik Presiden RI Prabowo Subianto pada Kamis (20/2/2025), Rano meninjau pengerukan
Kali Krukut
di Jalan NIS, Cilandak Timur, Jakarta Selatan, Jumat (21/2/2025).
Kedatangan Rano disambut hangat oleh warga dan jajaran Pemprov DKI, termasuk Wali Kota Jakarta Selatan, Munjirin. Sambutan ini membuatnya sedikit terkejut.
“Assalamualaikum, waduh ramai-ramai kayak mau kampanye,” selorohnya sembari tersenyum dan menjabat tangan para pejabat yang hadir.
Tak sekadar meninjau, Rano menyusuri gang-gang kecil untuk melihat langsung kondisi warga sekitar kali.
Dengan ramah, Rano menyapa satu per satu warga yang ditemuinya.
“Bu, nunpang lewat ya,” katanya kepada salah satu warga.
Pengerukan kali
menjadi tugas utama pemerintahan
Pramono Anung
-Rano Karno dalam 100 hari kerja.
Rano sebelumnya menegaskan program pengerukan kali akan menyentuh seluruh sungai di Jakarta.
“Tugas pertama kita adalah mengeruk semua kali dan sungai di Jakarta,” ujar Rano.
Saat melihat langsung kondisi Kali Krukut, Rano mengaku terkejut dengan tingkat banjir yang bisa mencapai dua meter.
Rano menyadari warga sudah lama lelah dengan kondisi tersebut.
“Woh tadi saya lihat, banjir bisa 2 meter. Waduh. Saya bilang, kaget juga kalau daerah sini banjir 2 meter,” ungkapnya.
Untuk itu, ia mempertimbangkan opsi relokasi warga ke
rumah susun
(rusun).
Rano bahkan langsung menanyakan kesiapan kepada Sekretaris Daerah DKI Jakarta yang turut hadir di lokasi.
“Ada beberapa skenario. Yang paling ideal adalah relokasi. Saya tanya Pak Sekda, ‘di daerah sini ada lahan yang bisa digunakan untuk rusun?’” ujarnya.
Namun, Rano menyadari bahwa membangun rusun bukan perkara sulit, tetapi meyakinkan warga untuk pindah adalah tantangan tersendiri.
“Saya tanya sama emak-emak, ‘sudah berapa tahun kena banjir?’ ‘Tiap tahun, Bang,’ katanya. Saya tanya lagi, ‘mau begini terus?’ ‘Enggak, Bang.’ Nah, berarti ada keinginan. Tinggal nanti pilihannya,” katanya.
Usai dari Kali Krukut, Rano melanjutkan kunjungannya ke
Rumah Susun
Sederhana Sewa (
Rusunawa
) Pesakih di Daan Mogot, Jakarta Barat.
Ia tiba sekitar pukul 11.10 WIB dan disambut Kepala Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) V Arja serta warga rusun yang antusias.
Setelah menyapa warga di lantai satu, Rano naik ke lantai dua untuk meninjau salah satu unit yang dihuni seorang lansia.
Ia pun berbincang santai dengan penghuni sambil melihat kondisi rusun.
“Rusun ini bagus ya,” komentarnya setelah melihat fasilitas yang tersedia.
Ia pun memastikan kebutuhan dasar seperti air, listrik, dan genset cadangan sudah terpenuhi.
Rano menilai, masalah kekumuhan di Jakarta dapat teratasi jika warga bersedia tinggal di rusun.
“Kalau semua masyarakat Jakarta mau tinggal di rumah susun, selesai semua kekumuhan,” ujarnya usai peninjauan.
Namun, Rano tak menampik bahwa tak semua warga siap pindah ke rusun.
Ia menekankan pentingnya sosialisasi agar warga memahami manfaat tinggal di hunian vertikal.
“Masalahnya, apakah masyarakat Jakarta semua mau? Makanya, ini butuh sosialisasi,” katanya.
Selain itu, Rano juga mengingatkan bahwa menjaga fasilitas rusun adalah tanggung jawab bersama.
“Setelah ada rumah susun, harus dijaga kebersihannya dan segala macam,” pesannya sebelum meninggalkan lokasi.
Setelah rangkaian peninjauan, Rano menutup agendanya dengan menunaikan salat Jumat di Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari yang berjarak sekitar 300 meter dari rusun.
Hari pertama Rano sebagai
Wakil Gubernur Jakarta
menjadi bukti bahwa ia tak ingin berlama-lama duduk di balik meja.
Dari Kali Krukut hingga Rusunawa Pesakih, sentuhan pertamanya adalah turun langsung ke lapangan, sebuah awal yang akan dinanti kelanjutannya oleh warga Jakarta.
(Reporter: Baharudin Al Farisi, Rachel Farahdiba Regar | Editor: Abdul Haris Maulana, Fitria Chusna Farisa)
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.


/data/photo/2025/02/20/67b71dccb3e2e.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/02/21/67b8984a38cd9.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
