Ahli Ingatkan Bahaya Penggunaan Air Tanah di Jakarta, Tanah Amblas dan Air Payau
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Penggunaan air tanah di Jakarta semakin marak, terutama di wilayah pesisir Muara Angke, Jakarta Utara.
Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran terkait
penurunan permukaan tanah
dan kerusakan lingkungan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sempat melarang pengambilan
air tanah
di
kawasan pesisir
untuk mencegah penurunan muka tanah yang membahayakan warga.
Mengingat salah satu penyebab penurunan tanah di Jakarta adalah penggunaan air tanah yang tidak terkendali, Pemprov DKI berencana menetapkan aturan pelarangan pengambilan air tanah, terutama di kawasan pesisir.
“Maka di daerah ini nanti termasuk daerah yang akan kami buat aturan untuk air tanahnya tidak diambil,” ujar Pramono saat meninjau Muara Angke, Kamis (12/10/2025).
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, menyebut bahwa penurunan permukaan tanah di Jakarta kini mencapai 5–10 sentimeter per tahun.
Wilayah paling terdampak adalah Pluit, Ancol, Tanjung Priok, dan Cilincing.
“Rata-rata (penurunannya) 5–10 sentimeter per tahun,” kata Ika, Selasa (17/12/2025).
Pakar Ilmu Lingkungan, Mahawan Karuniasa, menjelaskan risiko penggunaan air tanah yang berlebihan.
“Dampak jangka panjangnya ada dua aspek penting: kuantitas dan kualitas,” kata Mahawan kepada Kompas.com, Sabtu (13/12/2025).
Menurut Mahawan, pengambilan air tanah yang berlebihan mengurangi kemampuan sistem aquifer untuk menyimpan air.
Proses ini disebut kompaksi, di mana ruang penyimpanan air semakin menyusut.
“Turunnya kemampuan daya simpan, atau daya simpan air, itu berkurang. Jadi, sistem aquifer sebagai salah satu sistem di mana air itu tersimpan, itu bisa berkurang ya, dengan proses yang disebut sebagai kompaksi. Jadi, airnya tambah sedikit,” jelas Mahawan.
Selain kuantitas,
kualitas air
juga terancam. Mahawan menuturkan, muka air tanah yang turun bisa menarik zat pencemar ke dalam sistem air tanah.
Semakin menurun permukaan air tanah, semakin banyak zat pencemar yang ikut masuk.
Ia mencontohkan limbah domestik dari septic tank bisa terbawa ke dalam air tanah, sehingga kualitas airnya menurun.
“Dari septic tank itu bisa ikut terbawa, ikut turun, tertarik ke dalam sistem air tanah. Sehingga berkurangnya muka air tanah itu juga dapat menurunkan kualitas apa namanya, air itu sendiri,” kata dia.
Dampak pemakaian air tanah berlebihan menjadi lebih serius di kawasan pesisir.
Mahawan menjelaskan, pengambilan air tanah yang masif dapat mempercepat terjadinya tanah amblas atau land subsidence.
“Misalkan pesisir dengan konsumsi air tanah yang berlebihan, maka di tempat-tempat yang struktur tanahnya belum memungkinkan, maka mendorong lebih banyak terjadi land subsidence, atau amblas tanah,” paparnya.
Selain itu, air laut berpotensi masuk ke dalam sistem aquifer. Kondisi ini menyebabkan air tanah menjadi payau dan tidak lagi layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
“Khususnya daerah pesisir, maka air bisa menjadi payau,” ujarnya.
Untuk menekan ketergantungan terhadap air tanah, Mahawan menilai peralihan ke layanan air perpipaan menjadi langkah penting.
Masyarakat bisa beralih ke air yang dikelola pemerintah atau PAM.
Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan Pemprov DKI agar penggunaan PAM bisa merambah ke kawasan pesisir dan dinikmati oleh seluruh warga.
Pertama, Pemerintah bisa menyesuaikan tarif air agar lebih terjangkau.
Salah satu skema yang dapat diterapkan adalah subsidi silang.
Tarif air untuk rumah tangga di kawasan perumahan mewah dapat dinaikkan dan selisihnya dialihkan untuk membantu pembiayaan layanan air bagi warga dengan status ekonomi menengah ke bawah.
“Apakah mungkin bagi di rumah-rumah perumahan mewah, itu mungkin ya bisa ditingkatkan biayanya, namun bisa dialihkan untuk membiayai masyarakat di tempat-tempat, atau kantong-kantong kemiskinan ya, sehingga pendapatan dari PAM pun tidak turun karena memang itu digunakan untuk memberikan layanan dasar,” ujarnya.
Kedua, memastikan jangkauan PAM hingga ke seluruh rumah tangga agar masyarakat memiliki alternatif air bersih selain air tanah.
Ketiga, PAM perlu meningkatkan kepercayaan kepada masyarakat.
Aliran air PAM harus lancar dan bersih agar warga mau berlangganan.
Selain layanan perpipaan, Mahawan menyebutkan sejumlah alternatif lain, seperti pemanfaatan air permukaan melalui waduk, daur ulang air untuk kebutuhan nonkonsumsi, serta pemanenan air hujan dengan pengawasan kualitas yang ketat.
Menurut dia, pemenuhan kebutuhan air harus memperhatikan tiga aspek utama, yakni kualitas, kuantitas, dan kontinuitas.
Tanpa pengelolaan yang berkelanjutan, penggunaan air tanah justru akan memperparah risiko lingkungan di Jakarta.
“Tapi kan panen air hujan sekarang ini, apalagi di kota besar, harus memastikan kualitasnya terjaga dengan baik. Yang pernah ramai kan mikroplastik sudah ada di air hujan. Ya, misalkan begitu, jadi tidak menjadi alternatif pada saat kualitasnya tidak bisa apa, memenuhi standar,” ungkap Mahawan.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Pramono Anung
-
/data/photo/2025/07/23/68807a6c50a6b.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Ahli Ingatkan Bahaya Penggunaan Air Tanah di Jakarta, Tanah Amblas dan Air Payau Megapolitan 13 Desember 2025
-

Pemprov DKI dorong sinergi GMNI tekan ketimpangan dan kemiskinan
Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendorong sinergi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) DKI Jakarta untuk menekan ketimpangan dan kemiskinan di ibu kota.
“Sebagai aktivis yang lama sekali, saya tahu bahwa GMNI selalu mempunyai peran yang strategis untuk menjaga kebangsaan, nasionalisme, dan yang paling utama adalah hal yang berkaitan dengan kemiskinan,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam Konferensi Daerah (Konferda) GMNI DKI Jakarta di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu.
Kehadiran Pramono dalam agenda organisasi kemahasiswaan tersebut menegaskan komitmen Pemprov DKI untuk membuka ruang dialog dan kolaborasi dengan kelompok mahasiswa serta alumni pergerakan.
Pramono mengatakan pembukaan Konferda GMNI DKI Jakarta di Balai Kota itu dilakukan atas permintaannya secara langsung.
Dia menegaskan Balai Kota merupakan rumah bersama yang terbuka bagi seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemahasiswaan, untuk berinteraksi dan menyampaikan gagasan secara konstruktif kepada pemerintah daerah.
“Hari ini, saya hadir di Balai Kota bersama dengan alumni GMNI dalam rangka Konferensi Daerah ke-5 GMNI DKI Jakarta. Pembukaan Konferda ini memang saya minta dilaksanakan di Balai Kota, karena saya memberikan kesempatan bagi organisasi apapun untuk bisa berinteraksi dengan Balai Kota secara baik,” jelas Pramono.
Sebagai seorang yang memiliki latar belakang aktivis, dia mengaku memahami betul posisi dan peran GMNI dalam sejarah pergerakan mahasiswa di Indonesia.
Menurut dia, GMNI secara konsisten memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme, sekaligus memperjuangkan kepentingan rakyat kecil.
“Sebagai aktivis yang lama sekali, saya tahu bahwa GMNI selalu mempunyai peran yang strategis untuk menjaga kebangsaan, nasionalisme, dan yang paling utama adalah hal yang berkaitan dengan kemiskinan,” ujar Pramono.
Dia pun berharap Konferda tersebut melahirkan kepengurusan GMNI DKI Jakarta yang baru, serta kepengurusan Persatuan Alumni (PA) GMNI yang mampu membangun sinergi positif dengan Pemprov DKI.
Sinergi tersebut dinilai penting, terutama dalam merespons berbagai persoalan krusial yang dihadapi Jakarta saat ini.
Selain itu, Pramono menekankan salah satu persoalan paling serius yang dihadapi Jakarta, yakni ketimpangan ekonomi.
Meskipun sejumlah indikator ekonomi menunjukkan perbaikan, kata dia, ketimpangan pendapatan masih menjadi tantangan besar bagi Pemprov DKI.
“Saya berharap kepengurusan GMNI yang baru dan PA GMNI bisa bersinergi dengan Balai Kota dalam kepemimpinan yang saya pimpin, terutama dalam menjaga prinsip bahwa persoalan Jakarta, salah satu yang serius adalah persoalan gini ratio atau kemiskinan,” tutur Pramono.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan hampir seluruh indikator ekonomi Jakarta saat ini berada dalam kondisi yang relatif baik, mulai dari pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, angka kemiskinan, hingga pengangguran.
Namun, sambung dia, kondisi tersebut belum sepenuhnya berdampak pada penurunan ketimpangan sosial.
Dalam delapan bulan kepemimpinannya, peringkat Jakarta naik menjadi 71 dari 156 kota dunia.
Capaian tersebut didorong dicapai berkat fokus Pemprov DKI dalam menangani tiga tantangan utama perkotaan, yakni banjir, kemacetan, dan polusi, yang terus diupayakan secara berkelanjutan sampai dengan saat ini.
“Hampir semua indikasi, apakah itu pertumbuhan ekonomi, inflasi, kemiskinan, kemudian juga pengangguran, mengalami perbaikan. Tetapi gini ratio-nya tidak. Ini artinya, orang kaya di Jakarta memang banyak sekali,” ungkap Pramono.
Kondisi tersebut, lanjut dia, menjadi alasan utama Pemprov DKI untuk mendorong berbagai program yang menyentuh langsung masyarakat di lapangan.
Program-program tersebut diarahkan untuk memperkuat kelompok ekonomi menengah ke bawah agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata.
Pramono meyakini semangat dan arah kebijakan Pemprov DKI sejalan dengan nilai-nilai perjuangan yang selama ini diusung oleh GMNI dan PA GMNI, khususnya dalam membela kaum marjinal dan memperjuangkan keadilan sosial.
“Untuk itu, program-program yang saya adakan di lapangan, saya yakin pasti senapas dengan teman-teman PA GMNI. Inilah yang ingin kami sampaikan,” imbuh Pramono.
Dalam Konferda V GMNI DKI Jakarta, dia juga berharap GMNI dapat terus melahirkan kader-kader muda yang kritis, berintegritas, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap persoalan bangsa dan daerah.
Dia turut mengajak GMNI agar terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan gagasan dan solusi konkret bagi pengurangan kemiskinan dan ketimpangan sosial di Jakarta.
Konferda V GMNI DKI Jakarta menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus ajang perumusan arah perjuangan GMNI ke depan sehingga tetap relevan dalam menjawab tantangan pembangunan dan dinamika sosial di ibu kota.
Konferda yang mengusung tema “Menyongsong 500 Tahun Jakarta dan Tantangan Membangun Peradaban Kota” tersebut juga menjadi ruang refleksi peran Jakarta sebagai kota yang tengah meneguhkan diri menuju Kota Global.
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2025Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
-

DKI kemarin, perekonomian menguat hingga stok daging aman
Jakarta (ANTARA) – Sejumlah peristiwa penting terjadi di Jakarta pada Jumat (12/12), mulai dari perekonomian Jakarta yang terus menguat dan menunjukkan kinerja positif sebagai pusat ekonomi nasional hingga stok daging untuk kebutuhan Natal dan Tahun Baru aman.
Berikut lima berita pilihan yang menarik untuk dibaca kembali:
Perekonomian Jakarta terus menguat
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengemukakan bahwa perekonomian Jakarta terus menguat dan menunjukkan kinerja positif sebagai pusat ekonomi nasional.
“Jakarta menyumbang 16,61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 4,96 persen (yoy) pada triwulan III 2025,” kata Pramono di Jakarta Selatan, Juma.
Berita selengkapnya klik di sini
Pramono angkat bicara soal kasus pengroyokan di kawasan Kalibata
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo angkat bicara terkait kasus pengeroyokan dan perusakan yang terjadi di Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Kamis (11/12) malam.
“Saya sebagai Gubernur Jakarta meminta semuanya untuk menahan diri. Dan ‘Jaga Jakarta’ itu menjadi hal yang komitmen kita bersama,” kata Pramono di Jakarta Selatan, Jumat.
Berita selengkapnya klik di sini
Pramono berharap “Jakarta Festive Wonders 2025” diminati pengunjung
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo berharap “Jakarta Festive Wonders 2025” mampu menarik lebih banyak orang datang ke Jakarta untuk meramaikan pusat perbelanjaan.
Pramono menyebutkan perlombaan ini tidak hanya ditujukan untuk memeriahkan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, tetapi juga menjadi instrumen menjaga stabilitas inflasi.
Berita selengkapnya klik di sini
Wagub: kemampuan warga tuturkan kisah dukung Jakarta jadi kota sinema
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno mengatakan kemampuan warga dalam menuturkan kisah-kisah tentang kota tempat tinggal mereka merupakan salah satu faktor yang dapat mendukung Jakarta menjadi kota sinema.
Menurut dia, sebuah kota tidak hanya dibangun oleh gedung-gedung megah, melainkan oleh cerita dan pengalaman yang hidup di tengah masyarakat.
Berita selengkapnya klik di sini
Stok daging di Jakarta aman saat Natal dan Tahun Baru
Perumda Dharma Jaya memastikan stok daging sapi, ikan, dan ayam untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Jakarta saat perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 aman, termasuk jika terjadi lonjakan permintaan.
“Kami menyiapkan sekitar 1.000 ton daging sapi, 500 ton daging ayam, dan lebih dari 300 ton ikan. Jumlah stok ini cukup untuk memenuhi kebutuhan Natal dan Tahun Baru sampai Ramadhan dan Idul Fitri,” kata Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman di Jakarta, Jumat.
Berita selengkapnya klik di sini
Pewarta: Ilham Kausar
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2025Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
-

Tragedi Kebakaran Terra Drone: Fakta Lengkap dan Kesalahan Fatal
Jakarta, Beritasatu.com – Ledakan dari sebuah baterai drone di lantai satu Gedung Terra Drone, Jakarta Pusat, pada Selasa (9/12/2025) siang, berubah menjadi salah satu tragedi kebakaran paling mematikan di Jakarta dalam beberapa tahun terakhir. Dalam hitungan menit, api menjalar cepat, asap pekat memenuhi ruangan, dan 22 karyawan kehilangan nyawa.
Kepulan asap hitam membumbung tinggi di Jalan Letjen Suprapto, Kemayoran, membuat warga panik dan berlarian. Dari kejauhan, gedung enam lantai itu tampak seperti tungku raksasa, sementara di dalamnya puluhan karyawan berusaha menyelamatkan diri.
Detik-detik api mulai membesarKondisi kantor Terra Drone setelah terbakar pada Selasa 9 Desember 2025. – (Beritasatu.com/Andrew Tito)
Kebakaran terjadi ketika para karyawan tengah menikmati waktu istirahat setelah zuhur. Beberapa saksi melihat percikan api kecil sebelum ledakan terdengar.
“Awalnya ada muncul percikan api, entah dari baterai atau AC, dan setelah itu baru ada ledakan,” ujar Rian, seorang petugas keamanan.
Suasana panik seketika melanda gedung. Sementara itu, 15 orang yang terjebak di lantai atas harus menyelamatkan diri dengan cara paling berisiko, yakni turun menggunakan tali darurat.
“Lagi makan siang, tiba-tiba ada laporan kebakaran, untuk awalnya kita kurang tahu penyebabnya apa, ada 15 orang yang terjebak, rata-rata perempuan,” kata Philip Florent, salah seorang karyawan yang berhasil dievakuasi dramatis.
Petugas pemadam kebakaran datang tujuh menit setelah laporan pertama masuk pukul 12.43 WIB. Namun, api sudah terlanjur membesar.
Asap pekat menjadi pembunuh senyapSiti Sa’addah Ningsih menjadi salah satu dari 22 korban tewas dalam peristiwa kebakarang gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa 9 Desember 2025. – (Dokumentasi pribadi keluarga/-)
Dinas Pemadam Kebakaran mengerahkan 29 unit mobil dan lebih dari 100 personel. Api akhirnya dapat dipadamkan sekitar pukul 14.10 WIB. Namun, dari dalam gedung, petugas menemukan pemandangan memilukan.
Sebagian besar korban berada di lantai 3, 4, dan 5, mereka yang tidak sempat mencapai atap gedung untuk menyelamatkan diri.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengungkapkan, seluruh korban meninggal akibat paparan karbon monoksida (CO), gas beracun yang muncul dari pembakaran tidak sempurna.
“Sebab kematian disebabkan karbon monoksida dalam darah yang mengakibatkan kekurangan oksigen atau asfiksia,” ujarnya.
Hasil visum juga menunjukkan 15 dari 22 korban mengalami luka bakar tingkat 1-2, tetapi bukan luka bakar yang menyebabkan kematian.
“Korban meninggal karena tidak sempat menyelamatkan diri, sehingga kehabisan napas,” tambah Susatyo.
Satu dari korban adalah seorang perempuan hamil tujuh bulan.
Ruang 2×2 meter menjadi sumber bencana
Seiring investigasi berjalan, polisi menemukan fakta mengejutkan tentang penyebab kebakaran. Tidak ada korsleting besar, tidak ada tabung gas, tidak ada sabotase. Sumber api muncul dari ruangan kecil, hanya 2×2 meter, yang disulap menjadi gudang penyimpanan baterai.
Ruang inventory itu ternyata menampung tumpukan baterai lithium polymer (LiPo) berkapasitas tinggi. Baterai normal bercampur dengan baterai rusak, disimpan tanpa sistem klasifikasi, tanpa pemisahan, tanpa ventilasi memadai. Ruangan itu penuh material mudah terbakar, seperti kertas, plastik, hingga busa pelindung.
“Begitu tumpukan itu jatuh, muncul percikan api. Di ruangan itu ada banyak baterai lain, termasuk yang rusak maupun yang masih digunakan. Percikan ini kemudian menyambar dan membesar,” jelas Susatyo.
Bagi pakar kebakaran, kondisi ini merupakan “bom waktu”. Baterai LiPo dikenal sensitif terhadap tekanan, panas, dan guncangan. Ketika satu unit meledak, panasnya dapat menyambar baterai lain dan memicu reaksi berantai.
Situasi makin diperparah dengan keberadaan genset di area yang sama, sehingga menambah panas dan risiko kebakaran.
Polisi menemukan sejumlah pelanggaran berat, yakni tidak ada SOP penyimpanan bahan berbahaya, tidak ada pemisahan antara baterai rusak dan baterai normal, tidak ada pintu darurat, tidak ada petugas K3, hingga tidak ada pelatihan keselamatan bagi pekerja.
“Gedung itu berizin sebagai perkantoran dengan IMB dan SLF yang sesuai, tetapi aktivitasnya menyimpan baterai dalam jumlah banyak tanpa fasilitas keamanan memadai,” kata Susatyo.
Temuan ini menjadi dasar penetapan tersangka.
Bos Terra Drone menjadi tersangka
Polres Metro Jakarta Pusat menetapkan Michael Wishnu Wardana (MWW), direktur utama PT Terra Drone Indonesia sebagai tersangka. Penetapan dilakukan setelah pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan bukti teknis.
“Kami tetapkan MW sebagai tersangka,” kata Kasatreskrim, AKBP Roby Heri Saputra.
MWW dijerat Pasal 187, 188, dan 359 KUHP dengan ancaman 5-12 tahun penjara, terkait kelalaian yang menyebabkan kematian dan bencana.
Pada Kamis (11/12/2025), ia ditahan, dan penahanan disahkan pada Jumat (12/12/2025).
Respons pemerintah dan peringatan serius soal keselamatan gedung
Gubernur Jakarta Pramono Anung meninjau lokasi dan menyampaikan keprihatinannya. Ia menyoroti minimnya kesiapan gedung menghadapi kebakaran.
“Kami mengharapkan bagi siapa pun yang mempunyai usaha seperti ini, hal yang berkaitan dengan keselamatan menjadi hal yang penting,” ujarnya.
Ia juga menegaskan Pemprov Jakarta akan menanggung biaya penguburan seluruh korban serta biaya perawatan korban luka.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian juga turun langsung ke lokasi. Ia menyatakan pemerintah akan mengevaluasi regulasi pembangunan gedung dan kemungkinan penerapan inspeksi berkala layaknya “uji KIR” untuk bangunan berisiko tinggi.
“Kalau terjadi kebakaran di lantai satu dan tidak ada jalur evakuasi, itu sangat berbahaya. Kita tidak ingin peristiwa seperti ini terulang lagi,” ujar Tito.
Rapat lintas daerah dan instansi terkait akan digelar untuk memperbaiki sistem perizinan dan pengawasan.
Pelajaran dari tragedi Terra Drone
Tragedi ini bukan hanya soal kegagalan teknologi, tetapi kegagalan manajemen risiko. Pada era digital, perkantoran modern semakin bergantung pada perangkat elektronik, baterai berkapasitas tinggi, dan ruang penyimpanan energi. Tanpa standar keselamatan memadai, risiko akan terus meningkat.
Kebakaran Gedung Terra Drone menjadi peringatan bahwa keamanan bukan sekadar formalitas administrasi, tetapi investasi nyawa manusia.
-
/data/photo/2025/12/11/693aab6015da0.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Meriahnya Christmas Carol Colossal di Bundaran HI, Ada Warna-warni Kostum hingga Boneka Santa Megapolitan 11 Desember 2025
Meriahnya Christmas Carol Colossal di Bundaran HI, Ada Warna-warni Kostum hingga Boneka Santa
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Suasana Bundaran Hotel Indonesia (HI), Menteng, Jakarta Pusat, berubah menjadi lautan keceriaan pada perayaan Christmas Carol Colossal yang digelar pada Kamis (11/12/2025).
Pantauan
Kompas.com
, meski hujan sempat turun, peserta dan pengunjung tetap antusias menikmati pertunjukan yang menghadirkan nuansa Natal kental di jantung Jakarta.
Para penyanyi tampak mengenakan kostum bernuansa merah dan hijau, warna yang identik dengan perayaan Natal.
Mereka berdiri rapi sambil membawakan lagu-lagu Natal, lengkap dengan payung warna-warni yang menambah semarak acara.
Kemeriahan semakin terasa dengan hadirnya boneka Santa Claus dan karakter Suaitepit yang mondar-mandir, menyapa warga, berfoto, serta membagikan hadiah kepada siapa pun yang melintas.
Nyanyian Natal menggema di antara gedung-gedung tinggi kawasan Sudirman-Thamrin, menciptakan suasana hangat di tengah cuaca mendung.
Gubernur DKI Jakarta
Pramono Anung
yang hadir di lokasi menyatakan bahwa kegiatan ini adalah tradisi baru Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk merayakan kebersamaan dan menandakan kerukukan antar-umat beragama di ruang publik.
“Kita memulai tradisi baru. Jakarta akan mengadakan apa yang disebut dengan
Christmas Carol
Colossal yang dimulai dari
Bundaran HI
ini. Mudah-mudahan ini menandakan kerukunan umat beragama di Jakarta selalu terjaga dengan baik,” ungkap Pramono.
Ketua Umum Panitia Natal Pemprov DKI Jakarta Michael memastikan
Christmas Carol Colossal
akan digelar setiap hari pukul 16.00–17.30 hingga 23 Desember, dengan total 100 penampil dari berbagai gereja, panti asuhan, serta komunitas masyarakat.
Mereka akan tampil di beberapa titik lokasi, yakni Bundaran HI, Sarinah, Terowongan Kendal, Taman Literasi Blok M, Taman Ismail Marzuki, hingga tersebar di lima wilayah kota administratif DKI Jakarta.
“Untuk puncak acara nanti di 9 Januari. Natalan Pemprov DKI bersama dengan masyarakat DKI Jakarta, 14.000 orang di JIExpo,” ungkap Michael.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2025/12/13/693ceb0dcc800.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/11/693a519ec9ef8.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)

/data/photo/2025/12/09/69378233851aa.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
