Tag: Pramono Anung

  • Kronologi Pemecatan Direktur IT Bank DKI, Pramono Anung Jengkel Ultimatum Jajaran

    Kronologi Pemecatan Direktur IT Bank DKI, Pramono Anung Jengkel Ultimatum Jajaran

    PIKIRAN RAKYAT – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memecat Direktur Teknologi dan Operasional (IT) Bank DKI Amirul Wicaksono, demi membereskan masalah gangguan sistem yang menggelisahkan nasabah.

    Terungkap dalam rapat bersama direksi Bank DKI di Balai Kota Jakarta, Selasa, 8 April 2025, Pramono menindak tegas hingga mengultimatum jajaran bank tersebut.

    “Saya akan putuskan pembebastugasan direktur IT-nya, segera dilakukan dan harus dilakukan sekarang,” ucap Pramono, dilihat dari video rapat yang diunggahnya, di akun instagram pribadinya, @pramonoanungw, Rabu, 9 April 2025.

    Tak hanya itu, Pramono juga meminta Direktur Utama Bank DKI Agus H Widodo segera melaporkan kasus kepada aparat kepolisian. Pasalya, diduga kuat Amirul turut terlibat dalam kasus gangguan layanan Bank DKI sejak 29 Maret lalu tersebut.

    “Laporkan ke Bareskrim, proses hukum. Karena ini sudah keterlaluan. Enggak mungkin enggak melibatkan orang dalam, enggak mungkin,” ujarnya.

    Kronologi Pemecatan Direktur IT

    Kronologi pemecatan Amirul dimulai ketika mencuat dugaan serangan siber Bank DKI. Demikian pernyataan Anggota Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Justin Adrian Untayana.

    Justin mengungkapkan, ia menerima aduan mengenai gangguan layanan Bank DKI sejak 29 Maret 2025, ketika nasabah kesulitan transfer antarbank.

    Gangguan ini terus berlanjut sehingga nasabah terpaksa menarik uang melalui ATM atau kantor cabang dan menyetorkannya ke bank tujuan secara manual. Justin lalu meminta pimpinan Bank DKI untuk mengambil langkah jelas.

    “Momentum gangguan ini menimbulkan tanda tanya tersendiri bagi kami, karena sekitar satu bulan lalu di fraksi kami baru saja menerima aduan masyarakat terkait adanya aktivitas peretasan sistem elektronik perbankan yang merugikan Bank DKI. Berdasarkan informasi yang kami dapatkan tersebut, nominal kerugiannya juga tidak sedikit,” ucapnya, via pernyataan tertulis, Kamis, 3 April 2025 pekan lalu.

    Justin menjelaskan, pihaknya belum memiliki kesempatan untuk menyelidiki aduan tersebut lebih lanjut, namun ia meminta Bank DKI untuk segera melaporkan indikasi serangan siber kepada aparat penegak hukum jika hal itu terbukti terjadi.

    “Kami mendorong Dirut Bank DKI untuk segera melibatkan pihak penegak hukum untuk menyelidiki gangguan tersebut,” ujarny.

    Justin menyatakan bahwa Bank DKI seharusnya tidak menghadapi serangan siber sendirian, karena ada berbagai lembaga yang siap membantu, seperti Bank Indonesia, OJK, Polri, dan Kejaksaan, untuk mengungkap dan menindak pihak-pihak yang terlibat.

    Ia juga mengingatkan pimpinan Bank DKI akan pentingnya menjaga kepercayaan nasabah, yang merupakan kunci keberhasilan dan kelangsungan bisnis perbankan.

    Justin mengutip data tahun 2023, yang menunjukkan bahwa 2,23 juta pengguna mengakses aplikasi JakOne Mobile dan mempercayakan uang mereka kepada Bank DKI.

    Ia khawatir, jika gangguan yang dialami nasabah tidak segera ditangani, hal tersebut bisa menurunkan kepercayaan nasabah dan berisiko memicu bank rush, di mana nasabah menarik uang mereka secara bersamaan, yang bisa merugikan Bank DKI.

    Setelahnya, DKI 1, Pramono Anung langsung memberhentikan Direktur IT bersangkutan, dan meminta seluruh jajarannya supaya tak ikut campur dalam kasus ini. Pramono bahkan mengaku tak segan bertindak tegas bagi siapa saja yang intervensi.

    “Enggak boleh siapapun di dalam internal kita, terutama pemerintah DKI ini ikut campur urusan ini. Siapapun yang ikut campur, saya akan ambil tindakan,” tuturnya.

    ”Kenapa ini dilakukan? Untuk membangun trust kepada publik bahwa publik ini tidak ada yang terganggu,” kata dia lagi.

    Politikus senior PDIP ini mengingatkan direksi Bank DKI agar kasus serupa tidak terulang, sambil mendorong bank membuka saham terbuka untuk publik atau initial public offering (IPO).

    “(Gangguan layanan) ini yang terakhir, enggak boleh lagi ada kejadian keempat. Kalau bisa, Bank DKI ini IPO, enggak mungkin diselesaikan satu setengah tahun, maksimal enam bulan,” tutur Pramono. ***

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • 8
                    
                        Pramono Geram, Gangguan Bank DKI Berujung Pencopotan Direktur IT
                        Megapolitan

    8 Pramono Geram, Gangguan Bank DKI Berujung Pencopotan Direktur IT Megapolitan

    Pramono Geram, Gangguan Bank DKI Berujung Pencopotan Direktur IT
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Gangguan layanan perbankan yang dialami
    Bank DKI
    sejak akhir Maret 2025 menarik perhatian serius dari Gubernur Jakarta Pramono Anung.
    Sejumlah nasabah melaporkan kesulitan dalam bertransaksi melalui layanan digital Bank DKI, seperti JakOne Mobile, pembayaran QRIS, dan tarik tunai di ATM Bersama.
    Merespons keluhan tersebut, Pramono akhirnya memanggil jajaran direksi Bank DKI untuk menggelar rapat terbatas di Balai Kota Jakarta pada Selasa, 8 April 2025.
    Dalam pertemuan terbatas tersebut, Pramono dan Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno meminta penjelasan terkait gangguan yang terjadi.
    “Saya dan Wagub sudah memanggil Direksi Bank DKI. Kami telah mempelajari dan memahami secara detail apa yang terjadi di Bank DKI. Hari ini secara khusus, rapat pertama kami adalah menyangkut Bank DKI,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta.
    Dalam rapat tersebut, Pramono langsung mencopot Direktur Teknologi dan Operasional Bank DKI Amirul Wicaksono dari jabatannya.
    Amirul dinilai lalai dalam pengelolaan sistem teknologi informasi bank daerah tersebut.
    “Jadi untuk itu saya akan putuskan pembebastugasan direktur IT-nya segera dilakukan dan harus dilakukan sekarang,” tegas Pramono.
    Tak hanya pencopotan, Pramono juga menginstruksikan agar masalah ini dilaporkan ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri untuk proses hukum lebih lanjut.
    Ia menduga adanya kemungkinan keterlibatan pihak internal dalam gangguan sistem yang terjadi.
    “Laporkan ke Bareskrim, proses hukum. Karena ini sudah keterlaluan. Tidak mungkin tidak melibatkan orang dalam,” katanya.
    Pramono menekankan pentingnya transparansi dan profesionalisme dalam menyelesaikan permasalahan ini untuk membangun kembali kepercayaan publik terhadap Bank DKI.
    Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada siapa pun dari internal mereka, terutama Pemerintah DKI, yang ikut campur dalam urusan tersebut.
    “Siapa pun yang ikut campur, saya akan ambil tindakan. Kenapa ini dilakukan? Untuk membangun
    trust
    kepada publik, bahwa publik ini tidak ada yang terganggu,” lanjutnya.
    Pramono memastikan dana nasabah tetap aman meskipun terjadi gangguan. Ia juga menekankan insiden ini harus menjadi yang terakhir.
    “(Gangguan layanan) ini yang terakhir. Tidak boleh lagi ada kejadian keempat,” ungkap Pramono.
    Ke depannya, Pramono ingin ada perubahan di tubuh Bank DKI. Ia bahkan berharap bank milik daerah ini bisa melantai di bursa saham (IPO) dalam waktu dekat.
    “Kalau bisa, Bank DKI ini IPO. Tidak mungkin diselesaikan satu setengah tahun. Maksimal enam bulan,” harapnya.
    Sementara itu, manajemen Bank DKI menyatakan bahwa manajemen terus berupaya memulihkan layanan.
    Pada Selasa (8/4/2025), Direktur Utama Bank DKI Agus Haryoto Widodo mengungkapkan, layanan transaksi ATM kini telah kembali normal.
    “Nasabah kini dapat kembali melakukan berbagai transaksi seperti tarik tunai, cek saldo, transfer lintas bank (
    off-us
    ), hingga pembayaran tagihan,” ujar Agus Haryoto Widodo di Jakarta.
    Menurut Agus, selama proses pemeliharaan, keamanan data dan dana nasabah tetap menjadi prioritas utama Bank DKI.
    Ia juga mengeklaim setiap permasalahan yang mungkin muncul telah ditindaklanjuti dan diselesaikan dengan sebaik-baiknya.
    Agus menjelaskan, mereka memahami bahwa aktivitas pemeliharaan sistem telah menyebabkan ketidaknyamanan bagi sebagian nasabah.
    “Namun, hal ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan keandalan layanan digital,” jelas Agus.
    Agus juga memastikan gangguan sistem perbankan di Bank DKI bukan disebabkan oleh serangan
    hacker
    .
    “Dari evaluasi yang dilakukan Bank DKI, kami sudah memeriksa mendalam dan belum ada indikasi serangan hacker,” ungkap Agus.
    Agus menjelaskan, gangguan sistem yang dialami Bank DKI dikarenakan sistem pengamanan internal Bank DKI secara otomatis mengaktifkan fitur pemulihan pada 29 Maret 2025.
    Fitur pemulihan tersebut sebetulnya memiliki fungsi sebagai langkah proteksi untuk memastikan stabilitas layanan dan keamanan transaksi seluruh nasabah.
    Kini, beberapa layanan perbankan telah beroperasi secara normal.
     
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • DKI kemarin, ekspor tumbuh 5,92 persen hingga pendataan pendatang baru

    DKI kemarin, ekspor tumbuh 5,92 persen hingga pendataan pendatang baru

    Jakarta (ANTARA) – Sejumlah peristiwa penting dan menarik terjadi di Jakarta pada Selasa (8/4) antara lain ekspor Jakarta pada Februari 2025 mengalami pertumbuhan 5,92 persen dibandingkan Januari 2025.

    Selain itu Pemprov DKI bekerjasama dengan pengurus RT/RW untuk mendata pendatang baru di Jakarta.

    Berikut lima pemberitaan DKI Jakarta kemarin yang masih dapat dinikmati para pembaca untuk mengawali pagi hari ini:

    Ekspor Jakarta tumbuh 5,92 persen pada Februari 2025

    Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta merilis ekspor Jakarta mencapai 1,51 miliar dolar AS pada Februari 2025, mengalami pertumbuhan positif sebesar 5,92 persen dibandingkan Januari 2025 yang sebesar 1,42 miliar dolar AS.

    “(Ekspor) Jakarta pada Februari 2025 mencapai 1,51 miliar dolar AS atau ada kenaikan 5,92 persen dibandingkan Januari 2025,” ujar Kepala BPS DKI Jakarta Nurul Hasanudin di Jakarta, Selasa.

    Berita selengkapnya klik di sini

    Dishub DKI ajak masyarakat waspadai juru parkir liar di tempat wisata

    Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengajak masyarakat untuk mewaspadai juru parkir liar yang berkeliaran di tempat wisata yang ada di Jakarta, sehingga tidak menjadi korban parkir mahal dan melanggar aturan.

    “Kami bersama Satpol PP sudah berupaya mengamankan, tapi saat petugas ada mereka menghilang dan jika petugas tidak ada mereka ada di sana,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo saat mengunjungi Unit Pengelola Pengujian Kendaraan Bermotor (UP-PKB) Cilincing, Jakarta Utara, Selasa.

    Berita selengkapnya klik di sini

    Daya beli masyarakat Jakarta turun 25 persen saat Lebaran 2025

    Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menyebutkan daya beli masyarakat DKI Jakarta menurun sebesar 25 persen saat Lebaran 2025 atau Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.

    “Penurunan daya beli bisa sekitar 25 persen saat Lebaran,” kata Ketua APPBI DPD DKI Jakarta Mualim Wijoyo saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

    Berita selengkapnya klik di sini

    Sejumlah warga memadati Pasar Tanah Abang di Jakarta, Minggu (23/3/2025). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/rwa.

    Rencana kepindahan ibu kota penyebab turunnya jumlah pendatang

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo berpendapat rencana kepindahan ibu kota dari Jakarta ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur menjadi salah satu penyebab menurunnya angka pendatang ke Jakarta

    “Salah satu faktor penyebabnya adalah mungkin ketika itu orang beranggapan bahwa Jakarta sebagai ibu kota, akan segera pindah,” kata Pramono di Jakarta, Selasa.

    Berita selengkapnya klik di sini

    Pemprov DKI bekerja sama dengan RT/RW untuk mendata pendatang baru

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI bekerja sama dengan pengurus Rukun Tetangga (RT)/Rukun Warga (RW) untuk mendata pendatang baru di Jakarta pascalebaran agar memiliki data kependudukan yang akurat.

    “Kami bekerja sama dengan RT dan RW terutama untuk penduduk nonpermanen, di mana persyaratannya harus melapor ke RT dan RW setempat,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta Budi Awaluddin di Jakarta, Selasa.

    Berita selengkapnya klik di sini

    Pewarta: Ilham Kausar
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

  • Kronologi Pemecatan Direktur IT Bank DKI, Pramono Anung Jengkel Ultimatum Jajaran

    Sempat Terjadi Gangguan di Layanan Bank DKI, Gubernur Pramono Akan Gelar Rapat dengan Direksi Bank Tersebut

    PIKIRAN RAKYAT – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons mengenai gangguan layanan melalui sistem JakOne milik perbankan Bank DKI. Pramono mengaku sudah memanggil sekaligus akan menggelar rapat dengan jajaran bank DKI tersebut.

    “Jadi saya dan Wagub sudah memanggil Direksi Bank DKI. Kami telah mempelajari, memahami secara detail apa yang terjadi di Bank DKI. Dan hari ini secara khusus rapat pertama kami masuk adalah juga menyangkut Bank DKI,” kata Pramono di Balaikota DKI, pada Selasa, 8 April 2025.

    Pramono mengatakan bahwa Bank DKI menjamin dana nasabah tidak mengalami kendala. Pramono mengatakan bahwa hari ini pihaknya akan menggelar rapat terbatas bersama jajaran Direksi Bank DKI.

    Dia menyinggung hal yang akan dibahas mendalam terutama yang berkaitan dengan sistem teknologi.

    “Dan hari ini secara khusus rapat pertama kami masuk adalah juga menyangkut Bank DKI. Intinya kami memberikan jaminan kepada nasabah Bank DKI di mana saja, di cabang apa saja, dananya dijamin oleh Bank DKI. Memang kami sedang mendalami terutama hal yang berkaitan dengan IT,” kata dia.

    “Hari ini maka kami rapatkan. Tentunya kalau nanti Direksi dan juga jajaran Bank DKI sudah memberikan peta laporan secara lengkap permasalahan yang ada, saya dan Pak Wagub segera akan mengambil keputusan. Keputusanannya apa nanti setelah rapat dengan jajaran Bank DKI yang akan diadakan pada hari ini,” ujarnya.

    Nasabah mengeluhkan tidak bisa melakukan transaksi pada aplikasi JakOne Bank DKI. Keluhan disampaikan beberapa di antaranya melalui media sosial X. Gangguan yang dialami disebut telah terjadi sejak sebelum 30 Maret lalu.

    “Pagi ini bener-bener mau ngamuk soalnya @bank_dki dari malem takbiran sampe sekarang MAINTENANCE dan nggak selesai-selesai. JakOne cuma bhat bisa cek saldo aja, transfer ke bank lain/ewallet sama sekali nggak bisa. Baca complain di Instagram juga nggak bisa narik uang di atm,” kata akun Lattiblue, dikutip pada Selasa, 8 April 2025.

    “Bank DKI sekarang bener bener gak bisa diapa apain samsek bjirr ksl bgt gw Tf/Qris gak bisa samsek udh 1 mingguan. Mana dana gw pas ngambil uang gak keluar tapi di sistem ikut kepotong,” kata striddd2928.

    Sebelumnya, Bank DKI telah menyampaikan permohonan maaf dan mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan upaya terbaik untuk segera menyelesaikan proses pemeliharaan sistem.

    Adapun mengenai pemeliharaan sistem tersebut, Bank DKI menyampaikan bahwa pemeliharaan sistem dilakukan dengan tujuan untuk peningkatan keandalan serta penguatan keamanan sistem yang dimiliki.

    Bank DKI menyediakan layanan bagi nasabah untuk melakukan pengaduan, dapat menghubungi pusat panggilan di nomor resmi call center Bank DKI di 1500-351 atau pun mengirimkan pesan melalui Media Sosial resmi Bank DKI maupun mengunjungi kantor cabang/kantor cabang pembantu terdekat yang beroperasi selama libur Lebaran untuk melakukan pengaduan.

    Lebih lanjut, Bank DKI memastikan dana nasabah tetap aman dan berkomitmen untuk memastikan setiap permasalahan yang dihadapi nasabah sebagai akibat dari perbaikan sistem ini akan diselesaikan sebaik-baiknya.***

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • 4
                    
                        Pramono Laporkan Gangguan Sistem Bank DKI ke Bareskrim, Duga Ada Keterlibatan Orang Dalam
                        Megapolitan

    4 Pramono Laporkan Gangguan Sistem Bank DKI ke Bareskrim, Duga Ada Keterlibatan Orang Dalam Megapolitan

    Pramono Laporkan Gangguan Sistem Bank DKI ke Bareskrim, Duga Ada Keterlibatan Orang Dalam
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –

    Gubernur Jakarta

    Pramono Anung
    akan melaporkan kasus gangguan sistem layanan
    Bank DKI
    ke Bareskrim.
    Pramono menduga kuat ada keterlibatan orang dalam dalam insiden yang mengakibatkan terganggunya layanan perbankan sejak akhir Maret 2025.
    “Laporkan ke Bareskrim, proses hukum, karena ini sudah keterlaluan. Tidak mungkin, tidak melibatkan orang dalam,” kata Pramono dalam rapat terbatas bersama jajaran Direksi Bank DKI di Balai Kota Jakarta, Selasa (8/4/2025), sebagaimana disampaikan melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, @pramonoanungwa.
    Selain melapor ke aparat penegak hukum, Pramono juga memberhentikan Direktur Teknologi dan Operasional Bank DKI, Amirul Wicaksono.
    Keputusan itu diambil buntut banyaknya keluhan masyarakat atas layanan digital bank daerah tersebut.
    “Jadi, untuk itu, saya akan putuskan pembebastugasan direktur IT-nya segera dilakukan dan harus dilakukan sekarang,” ungkapnya.
    Pramono menginstruksikan agar kasus ini ditangani secara profesional tanpa intervensi dari pihak mana pun, termasuk dari lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta.
    “Siapapun yang ikut campur, saya akan ambil tindakan. Kenapa ini dilakukan? Untuk membangun trust kepada publik, bahwa publik ini tidak ada yang terganggu,” kata dia.
    Ia juga mengingatkan gangguan ini harus menjadi yang terakhir, tidak boleh ada kejadian serupa di masa mendatang.
    “(Gangguan layanan) ini yang terakhir. Tidak boleh lagi ada kejadian keempat,” kata Pramono.
    Ke depannya, Pramono ingin ada perubahan di tubuh Bank DKI. Ia bahkan berharap bank milik daerah ini bisa melantai di bursa saham (IPO) dalam waktu dekat.
    “Kalau bisa, Bank DKI ini IPO. Tidak mungkin diselesaikan satu setengah tahun. Maksimal enam bulan,” ujarnya.
    Sebelumnya, keluhan dari para nasabah Bank DKI mulai ramai sejak 29 Maret 2025. Banyak yang melaporkan tidak bisa melakukan transaksi via aplikasi JakOne Mobile, termasuk transfer antar bank, pembayaran QRIS, hingga tarik tunai di ATM Bersama di akun X (dulu Twitter).
    Pada 30 Maret, akun @unknown* mengunggah keluhannya di media sosial karena gagal bertransaksi menggunakan QRIS. Transaksi tidak tercatat namun saldo terpotong.
    Sementara saat Lebaran pada 31 Maret 2025, keluhan makin membesar.
    Akun @erza*22 mencurahkan kekesalannya karena tak bisa melakukan transaksi apapun sejak mudik.
    “Hey @bank_dki sampe kapan maintenance sistemmu? Dari mudik tanggal 29 sampe sekarang gak bisa transaksi antar bank, gak bisa bayar debit, gak bisa bayar QRIS, gak bisa tarik tunai ATM Bersama,” tulisnya.
    Pramono menegaskan bahwa dana nasabah tetap aman. Namun, ia menilai gangguan sistem yang berlarut ini tak bisa ditolerir, dan penanganannya harus menyentuh akar masalah, terutama di bidang IT.
    “Memang, kami sedang mendalami terutama hal yang berkaitan dengan IT. Hari ini maka kami rapatkan. Tentunya, kalau nanti Direksi dan juga jajaran Bank DKI sudah memberikan peta laporan secara lengkap permasalahan yang ada, saya dan Pak Wagub segera akan mengambil keputusan,” kata Pramono, Selasa.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Buntut Gangguan Layanan Perbankan, Pramono Anung Pecat dan Bakal Polisikan Direktur IT Bank DKI

    Buntut Gangguan Layanan Perbankan, Pramono Anung Pecat dan Bakal Polisikan Direktur IT Bank DKI

    Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

    TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengambil langkah tegas dalam menyelesaikan masalah gangguan sistem Bank DKI.

    Orang nomor satu di Jakarta ini pun memecat Direktur Teknologi dan Operasional Bank DKI Amirul Wicaksono.

    Hal ini disampaikan Pramono dalam rapat bersama direksi Bank DKI di Balai Kota Jakarta sore tadi.

    “Saya akan putuskan pembebastugasan direktur IT-nya, segera dilakukan dan harus dilakukan sekarang,” ucap Pramono dikutip dari video rapat yang diunggahnya di akun instagram pribadinya (@pramonoanungw), Selasa (8/4/2025).

    Tak cuma dipecat, Pramono juga meminta Direktur Utama Bank DKI Agus H Widodo segera melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian.

    Sebab kuat dugaan Amirul turut terlibat dalam kasus gangguan layanan Bank DKI yang sudah terjadi sejak 29 Maret lalu ini.

    “Laporkan ke Bareskrim, proses hukum. Karena ini sudah keterlaluan. Enggak mungkin enggak melibatkan orang dalam, enggak mungkin,” ujarnya.

    Orang nomor satu di Jakarta ini pun meminta seluruh jajarannya untuk tidak ikut campur dalam kasus ini.

    Bila ada yang ikut mencampuri urusan Bank DKI, Pramono menegaskan bakal bertindak tegas.

    “Enggak boleh siapapun di dalam internal kita, terutama pemerintah DKI ini ikut campur urusan ini. Siapapun yang ikut campur, saya akan ambil tindakan,” tuturnya.

    ”Kenapa ini dilakukan? Untuk membangun trust kepada publik bahwa publik ini tidak ada yang terganggu,” sambungnya.

    Politikus senior PDIP ini juga turut mewanti-wanti jajaran direksi Bank DKI agar kasus seperti ini tak terulang lagi di kemudian hari.

    “(Gangguan layanan) ini yang terakhir, enggak boleh lagi ada kejadian keempat,” tuturnya.

    Tak hanya itu, Pramono juga meminta Bank DKI membuka saham terbuka untuk publik atau initial public offering (IPO).

    “Kalau bisa, Bank DKI ini IPO, enggak mungkin diselesaikan satu setengah tahun, maksimal enam bulan,” kata Pramono.

    Sistem Error, Bank DKI Diduga Kena Serangan Siber

    Anggota Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Justin Adrian Untayana blak-blakan mengungkap dugaan adanya serangan siber kepada Bank DKI

    Hal ini diungkapkan Justin setelah mendapatkan aduan soal gangguan layanan bank pelat merah itu sejak tanggal 29 Maret di mana para nasabah kesulitan untuk melakukan transfer antarbank.

    Gangguan ini pun disebutnya masih berlangsung sampai saat ini. Bahkan, nasabah yang ingin melakukan transfer antarbank harus menarik uang mereka terlebih dahulu, baik melalui ATM maupun kantor cabang dan menyetorkannya ke bank tujuan secara manual.

    Justin pun meminta agar pimpinan Bank DKI melakukan langkah-langkah tegas terhadap gangguan hukum yang mungkin sebenarnya terjadi.

    “Momentum gangguan ini menimbulkan tanda tanya tersendiri bagi kami, karena sekitar satu bulan lalu di fraksi kami baru saja menerima aduan masyarakat terkait adanya aktivitas peretasan sistem elektronik perbankan yang merugikan Bank DKI. Berdasarkan informasi yang kami dapatkan tersebut, nominal kerugiannya juga tidak sedikit,” ucapnya dalam keterangan tertulis, Kamis (3/4/2025).

    Justin menerangkan bahwa pihaknya belum berkesempatan untuk menelusuri lebih lanjut aduan tersebut, akan tetapi, ia meminta pihak Bank DKI untuk segera melaporkan indikasi serangan siber kepada lembaga penegak hukum bilamana hal itu benar terjadi.

    “Kami mendorong Dirut Bank DKI untuk segera melibatkan pihak penegak hukum untuk menyelidiki gangguan tersebut,” ujarny.

    Justin juga menegaskan bahwa Bank DKI tidak semestinya berdiri sendiri bilamana sedang menghadapi serangan siber.

    “Bank DKI tidak berdiri sendirian dalam menghadapi kejahatan siber. Ada rekan-rekan Bank Indonesia, OJK, Polri, dan Kejaksaan yang dapat membantu menguak serta menjerat pihak-pihak mana saja yang terlibat,” lanjutnya.

    Justin mengingatkan pimpinan Bank DKI kalau langkah tegas seperti itu diperlukan untuk menjaga kepercayaan nasabah yang menjadi kunci dalam keberlangsungan dan keberhasilan bisnis perbankan ke depannya.

    “Dalam kasus ini, Dirut Bank DKI beserta jajaran harus ingat bahwa kepercayaan nasabah sangat penting bagi mereka. Pada tahun 2023 lalu, sebanyak 2,23 juta pengguna mengakses aplikasi JakOne Mobile dan mempercayakan uang mereka kepada Bank DKI,” paparnya.

    “Kami khawatir gangguan yang dialami oleh para nasabah akan menurunkan kepercayaan nasabah terhadap Bank DKI. Jangan sampai para nasabah melakukan bank rush atau penarikan uang dalam jumlah besar secara bersamaan, karena jika itu terjadi, maka Bank DKI sendiri yang akan dirugikan,” lanjutnya.

     

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

     

     

  • 6
                    
                        Pramono Anung Copot Direktur IT Bank DKI
                        Megapolitan

    6 Pramono Anung Copot Direktur IT Bank DKI Megapolitan

    Pramono Anung Copot Direktur IT Bank DKI
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –

    Gubernur Jakarta

    Pramono Anung
    mencopot Direktur Teknologi dan Operasional
    Bank DKI
     
    Amirul Wicaksono
    buntut
    gangguan layanan
    perbankan yang dikeluhkan nasabah sejak akhir Maret 2025.
    Keputusan itu disampaikan Pramono saat rapat terbatas bersama Direksi Bank DKI di Balai Kota Jakarta, Selasa (8/4/2025).
    Dia menyampaikan langsung pernyataan tersebut melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, @pramonoanungwa.
    “Jadi untuk itu saya akan putuskan pembebastugasan direktur IT-nya segera dilakukan dan harus dilakukan sekarang,” ujar Pramono.
    Tak hanya itu, Pramono juga memerintahkan agar masalah ini dibawa ke ranah hukum.
    Ia menduga kuat adanya keterlibatan orang dalam dalam gangguan sistem layanan Bank DKI.
    “Laporkan ke Bareskrim, proses hukum, karena ini sudah keterlaluan. Enggak mungkin enggak melibatkan orang dalam,” lanjutnya.
    Pramono juga mengingatkan agar tidak ada intervensi dari pihak manapun, terutama dari lingkungan Pemprov Jakarta.
    Ia ingin penanganan masalah ini dilakukan secara profesional dan transparan.
    “Tidak boleh siapapun di dalam internal kita, terutama Pemerintah DKI ini ikut campur urusan ini. Siapapun yang ikut campur, saya akan ambil tindakan. Kenapa ini dilakukan? Untuk membangun trust kepada publik, bahwa publik ini tidak ada yang terganggu,” lanjutnya.
    Lebih lanjut, Pramono menekankan pentingnya reformasi di tubuh Bank DKI.
    Ia bahkan berharap bank milik daerah ini bisa melantai di bursa saham (IPO) dalam waktu dekat.
    “(
    Gangguan layanan
    ) ini yang terakhir. Tidak boleh lagi ada kejadian keempat. Kalau bisa, Bank DKI ini IPO. Tidak mungkin diselesaikan satu setengah tahun. Maksimal 6 bulan,” katanya.
    Sebelumnya, keluhan dari para nasabah Bank DKI mulai ramai sejak 29 Maret 2025.
    Banyak yang melaporkan tidak bisa melakukan transaksi via aplikasi JakOne Mobile, termasuk transfer antar bank, pembayaran QRIS, hingga tarik tunai di ATM Bersama di akun X (dulu Twitter).
    Pada 30 Maret, akun @unknown* mengunggah keluhannya di media sosial karena gagal bertransaksi menggunakan QRIS. Transaksi tidak tercatat namun saldo terpotong.
    Sementara saat Lebaran pada 31 Maret 2025, keluhan makin membesar.
    Akun @erza*22 mencurahkan kekesalannya karena tak bisa melakukan transaksi apapun sejak mudik.
    “Hey @bank_dki sampe kapan maintenance sistemmu? Dari mudik tanggal 29 sampe sekarang gak bisa transaksi antar bank, gak bisa bayar debit, gak bisa bayar QRIS, gak bisa tarik tunai ATM bersama,” tulisnya.
    Pramono menegaskan bahwa dana nasabah tetap aman. Namun, ia menilai gangguan sistem yang berlarut ini tak bisa ditolerir, dan penanganannya harus menyentuh akar masalah, terutama di bidang IT.
    “Memang, kami sedang mendalami terutama hal yang berkaitan dengan IT. Hari ini maka kami rapatkan. Tentunya, kalau nanti Direksi dan juga jajaran Bank DKI sudah memberikan peta laporan secara lengkap permasalahan yang ada, saya dan Pak Wagub segera akan mengambil keputusan,” kata Pramono.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Tahun Ini Pendatang ke Jakarta Diprediksi Turun, Pramono Anung: Orang Kira Ibu Kota Segera Pindah 

    Tahun Ini Pendatang ke Jakarta Diprediksi Turun, Pramono Anung: Orang Kira Ibu Kota Segera Pindah 

    Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

    TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR – Jumlah pendatang baru yang masuk ke Jakarta setelah libur Lebaran 2025 diprediksi mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pun menyebut, tren penurunan jumlah pendatang baru ini sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir.

    “Jadi tiga tahun terakhir di Jakarta memang mengalami penurunan (jumlah pendatang), mulai dari tahun 2022, 2023, 2024,” ucapnya di Balai Kota Jakarta, Selasa (8/4/2025).

    Pram menyebut, ada beberapa faktor yang diduga jadi penyebab jumlah pendatang baru yang terus menurun di Jakarta.

    Ia pun menyinggung soal rencana pemindahan ibu kota negara ke IKN di Pulau Kalimantan yang diduga turut mempengaruhi semakin berkurangnya pendatang baru di Jakarta.

    “Salah satu faktor penyebabnya adalah mungkin ketika itu orang beranggapan bahwa Jakarta, ibu kota segera pindah,” ujarnya.

    Tak hanya itu, Pramono juga menyebut, saat ini pemerataan pembangunan di daerah juga sudah baik.

    Sehingga semakin banyak peluang-peluang kerja yang bisa dibuka di daerah-daerah.

    “Sekarang ini memang pemerataan, pembangunan tidak hanya terpusat di Jakarta, pembangunan juga terjadi dimana-mana,” tuturnya.

    Meski demikian, Pram kembali menegaskan bahwa Jakarta merupakan kota yang terbuka untuk semua, termasuk para pendatang baru.

    Operasi yustisi pun ditiadakan dan diganti dengan pendekatan pendataan lewat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

    “Secara administrasi dia harus mempunyai keanggotaan di mana yang bersangkut berada dan silakan mencari pekerjaan di Jakarta,” kata Pramono.

    “Kalau perlu keterampilan, pendidikan, pelatihan, kami akan menyiapkan untuk itu,” tambahnya menjelaskan.

    15.000 Pendatang Baru Diprediksi Serbu Jakarta setelah Libur Lebaran 2025

    Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) memprediksi, jumlah pendatang baru yang tiba di Jakarta setelah libur lebaran mencapai 15.000 jiwa.

    “Untuk tahun 2025, pendatang baru diprediksi sekitar 10.000 sampai 15.000 jiwa,” ucap Kepala Dukcapil DKI Jakarta Budi Awaluddin saat dikonfirmasi, Rabu (2/4/2025).

    Anak buah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ini bilang, angka tersebut lebih rendah dibandingkan jumlah pendatang pada 2024 silam.

    ”Jumlah pendatang ke Jakarta dalam kurun waktu terakhir memang mengalami penurunan,” ujarnya.

    Pada 2023 silam, jumlah pendatang baru di Jakarta setelah Lebaran mencapai 25.931 orang.

    Angka ini kemudian turun drastis di tahun 2024 lalu dengan jumlah pendatang tercatat sebanyak 16.207 orang.

    Budi pun mengingatkan kepada para pendatang untuk tetap melapor dan mengurus dokumen kependudukan agar tidak ada masalah di kemudian hari.

    “Pastikan identitas kependudukan (KTP) sudah sesuai domisili, jika belum segera lakukan pembaharuan agar ke depan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” tuturnya.

    “Kemudian, laporkan diri sebagai penduduk pendatang jika memang tinggal di Jakarta kurang dari satu tahun,” sambungnya.

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • Pramono Jamin Dana Nasabah Bank DKI Aman Meski Sempat Ada Gangguan

    Pramono Jamin Dana Nasabah Bank DKI Aman Meski Sempat Ada Gangguan

    PIKIRAN RAKYAT – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan bahwa pihaknya sudah memanggil para direksi Bank DKI. Hal ini terkait gangguan layanan melalui sistem JakOne milik perbankan Bank DKI tersebut.

    Pramono menyebut bahwa dana milik nasabah dipastikan aman.

    “Intinya kami memberikan jaminan kepada nasabah Bank DKI di mana saja, di cabang apa saja, dananya dijamin oleh Bank DKI,” kata Pramono di Balai Kota DKI, pada Selasa, 8 April 2025.

    Pramono mengatakan bahwa hari ini jajarannya akan menggelar rapat terbatas membahas mengenai kendala yang dialami Bank DKI tersebut. Pramono menyebut salah satu pembahasan yang akan didalami adalah mengenai sistem teknologi.

    “Memang kami sedang mendalami terutama hal yang berkaitan dengan IT. Hari ini maka kami rapatkan,” ucapnya.

    “Tentunya kalau nanti Direksi dan juga jajaran Bank DKI sudah memberikan peta laporan secara lengkap permasalahan yang ada, saya dan Pak Wagub segera akan mengambil keputusan. Keputusanannya apa nanti setelah rapat dengan jajaran Bank DKI yang akan diadakan pada hari ini,” kata Pramono lagi.

    Nasabah mengeluhkan tidak bisa melakukan transaksi pada aplikasi JakOne Bank DKI. Keluhan disampaikan beberapa di antaranya melalui media sosial X. Gangguan yang dialami disebut telah terjadi sejak sebelum 30 Maret lalu.

    “Pagi ini bener-bener mau ngamuk soalnya @bank_dki dari malem takbiran sampe sekarang MAINTENANCE dan nggak selesai-selesai. JakOne cuma bhat bisa cek saldo aja, transfer ke bank lain/ewallet sama sekali nggak bisa. Baca complain di Instagram juga nggak bisa narik uang di atm,” kata akun Lattiblue, dikutip pada Selasa, 8 April 2025.

    “Bank DKI sekarang bener bener gak bisa diapa apain samsek bjirr ksl bgt gw Tf/Qris gak bisa samsek udh 1 mingguan. Mana dana gw pas ngambil uang gak keluar tapi di sistem ikut kepotong,” kata striddd2928.

    Bank DKI telah menyampaikan permohonan maaf dan mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan upaya terbaik untuk segera menyelesaikan proses pemeliharaan sistem.

    Adapun mengenai pemeliharaan sistem tersebut, Bank DKI menyampaikan bahwa pemeliharaan sistem dilakukan dengan tujuan untuk peningkatan keandalan serta penguatan keamanan sistem yang dimiliki.

    Bank DKI menyediakan layanan bagi nasabah untuk melakukan pengaduan, dapat menghubungi pusat panggilan di nomor resmi call center Bank DKI di 1500-351 atau pun mengirimkan pesan melalui Media Sosial resmi Bank DKI maupun mengunjungi kantor cabang/kantor cabang pembantu terdekat yang beroperasi selama libur Lebaran untuk melakukan pengaduan.

    Lebih lanjut, Bank DKI memastikan dana nasabah tetap aman dan berkomitmen untuk memastikan setiap permasalahan yang dihadapi nasabah sebagai akibat dari perbaikan sistem ini akan diselesaikan sebaik-baiknya.***

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • Pramono Lepas 1.700 Santri Pondok Pesantren Gontor di Monas
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        8 April 2025

    Pramono Lepas 1.700 Santri Pondok Pesantren Gontor di Monas Megapolitan 8 April 2025

    Pramono Lepas 1.700 Santri Pondok Pesantren Gontor di Monas
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Gubernur Jakarta
    Pramono Anung
    melepas ribuan santri yang bakal kembali ke Pondok Pesantren Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, di Monas Sisi Tenggara, Jakarta Pusat, Selasa (8/4/2025).
    “Pemprov DKI Jakarta mengantarkan santri Gontor yang jumlahnya kurang lebih 1.700 siswa. Saya secara khusus mendoakan santri ini mudah-mudahan berhasil dalam menuntut ilmu,” ucap Pramono, Selasa.
    Dalam acara tersebut, ribuan santri tampak mengenakan seragam khas berupa kemeja putih, celana bahan hitam, dan peci hitam. Mereka berbaris rapi di lapangan Monas sebelum diberangkatkan menggunakan sembilan unit bus.
    Tampak pula keluarga para santri yang turut mengantar dan melepas kepergian anak-anak mereka dengan haru dan doa.
    Menurut Pramono, Gontor jadi salah satu ponpes yang telah melahirkan banyak tokoh nasional.
    Ia mencontohkan sejumlah tokoh nasional yang merupakan alumni Gontor, di antaranya mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin dan mantan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid.
    “Seperti kita ketahui bersama Gontor melahirkan santri-santri yang modern, yang NKRI banget, yang terbuka wawasannya dan sudah terbukti diantara santri itu menjadi pemimpin pada level nasional saat ini,” kata Pramono.
    Pramono berharap para santri kelak kembali ke Jakarta untuk mengembangkan ilmunya di berbagai bidang, baik keagamaan, pendidikan, maupun umum.
    “Terakhir, karena mereka berangkat dari Jakarta, begitu lulus mereka bisa kembali ke Jakarta untuk mengembangkan apakah ilmunya dibidang keagamaan, pendidikan, umum, karena saya tahu Gontor mempunyai keunggulan keahlian dalam hal itu,” ujarnya.
    Pramono tak pernah ragu
    Ponpes Gontor
    mampu mencetak generasi pemimpin bangsa.
    “Secara khusus saya mendoakan mudah-mudahan Gontor tetap pada posisi dan perannya melahirkan pemimpin bangsa bagi republik ini,” ungkap Pramono.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.