Tag: Pramono Anung

  • Gubernur Pramono Akan Minta Lembaga Independen Internasional Lakukan Audit pada Bank DKI

    Gubernur Pramono Akan Minta Lembaga Independen Internasional Lakukan Audit pada Bank DKI

    PIKIRAN RAKYAT – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta keterlibatan lembaga independen internasional untuk melakukan audit terkait adanya dugaan kebocoran sistem pada Bank DKI. Sebelumnya Bank DKI mengalami gangguan yang mengakibatkan nasabah mengeluhkan layanan perbankan itu sejak 30 Maret 2025.

    “Dan kami sudah meminta kepada lembaga independen yang internasional. Nanti biar disebutkan oleh Direksi Bank DKI, untuk melakukan audit, tracing, monitoring,” kata Pramono pada Rabu, 9 April 2025.

    Pramono juga telah memutuskan mencopot Direktur IT Bank DKI Amirul Wicaksono dari jabatannya menyusul adanya gangguan layanan tersebut. Adapun, Direktur Umum Bank DKI Agus H. Widodo yang sementara akan merangkap jabatan Direktur IT. 

    Pramono mengatakan bahwa kejadian di Bank DKI ini sudah terjadi ketiga kalinya.

    “Di mana IT tidak dilaksanakan, tidak dijaga secara baik. Dan hal itu terlihat dari…terus terang ada kebocoran, jumlah angkanya yang tahu direksi Bank DKI,” kata Pramono.

    Lebih lanjut Pramono menyampaikan akan melaporkan semua pihak yang diduga terlibat ke Bareskrim Polri. Dia juga meminta semua orang yang selama ini punya akses ke sistem Bank DKI diganti oleh orang baru yang dipilih oleh Direktur Utama.

    “Dan saya juga sudah meminta semua orang yang selama ini punya password dan PC. Di Departemen itu semuanya diganti. Orang-orang baru yang dipilih oleh Direktur Utama yang sekarang,” kata Pramono.

    Dia memastikan bahwa kejadian ini tidak berdampak sama sekali terhadap dana nasabah. 

    “Sama sekali tidak ada dampak kepada nasabah. Karena yang diganggu itu adalah rekeningnya Bank DKI yang ada di Bank BNI. Sehingga dengan demikian sebenarnya kepada nasabah tidak ada gangguan sama sekali,” kata dia.***

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • Gubernur DKI Jakarta dan Banten Bertemu, Dorong Perluasan Rute MRT hingga Balaraja

    Gubernur DKI Jakarta dan Banten Bertemu, Dorong Perluasan Rute MRT hingga Balaraja

    PIKIRAN RAKYAT – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membahas sejumlah persoalan seperti transportasi, banjir, hingga penanganan sampah dalam pertemuan bersama Gubernur Banten dan kepala daerah se-Tangerang Raya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 9 April 2025.

    Pramono mengatakan bahwa Jakarta dan Banten memiliki banyak kesamaan dalam kaitannya persoalan yang ditemukan di lapangan. Maka untuk itu, kata Pramono telah sepakat saling berdiskusi untuk memecahkan persoalan tersebut.

    Mengenai transportasi misalnya, Pramono mengatakan berupaya mendorong agar rute kereta Mass Rapid Transit (MRT) bisa menjangkau hingga Balaraja, Kabupaten Tangerang. Kalau itu bisa terjadi, dia optimistis kemacetan bisa ditekan.

    “(MRT) tidak hanya berhenti di Lebak Bulus, tetapi juga akan diperluas, diperpanjang sampai dengan Balaraja. Kalau itu bisa terjadi maka akan sangat mengurangi kemacetan orang untuk menggunakan kendaraan pribadi masuk ke Jakarta,” ucapnya.

    Kemudian Pramono juga menawarkan kerja sama penggunaan layanan terintegrasi yaitu Jakarta Kini (Jaki) yang dapat membantu pelayanan publik tersebut bisa diimplementasikan di kabupaten maupun kota pun provinsi Banten sendiri.

    Gubernur Banten Andra Soni mengatakan bahwa tim teknis melakukan koordinasi terkait penyelesaian persoalan di lapangan tersebut.

    “Nanti akan saling berkunjung dan InsyaAllah saya punya keyakinan, di bawah ke pemimpinan Gubernur DKJ InsyaAllah bantuan, support kepada daerah algomerasinya akan maksimal,” kata dia.***

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • Bank DKI diminta lakukan audit atasi gangguan sistem layanan

    Bank DKI diminta lakukan audit atasi gangguan sistem layanan

    Jakarta (ANTARA) – Komisi B DPRD DKI Jakarta meminta Bank DKI untuk melakukan audit baik secara internal, eksternal dan secara menyeluruh melalui Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) maupun OJK untuk mengatasi gangguan sistem layanan.

    Hal itu salah satu rekomendasi yang diberikan Komisi B DPRD DKI Jakarta untuk Bank DKI dalam rapat kerja yang dipimpin Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh bersama jajaran direksi Bank DKI di Jakarta, Rabu.

    Rapat kerja itu digelar untuk mencari solusi terkait gangguan sistem layanan yang telah dialami nasabah sejak akhir Maret 2025.

    Selain itu, Komisi B juga merekomendasikan agar Bank DKI merotasi direksi dan menempatkan Sumber Daya Manusia (SDM) sesuai bidang dan keahliannya.

    “Mereposisi jabatan-jabatan, jangan sampai orang yang kompeten ditaruh di tempat yang bukan bidangnya,” kata Nova.

    Rekomendasi terakhir, yakni Bank DKI memiliki sistem “real time” untuk mendeteksi ancaman yang dapat menyebabkan gangguan pada layanan.

    “Harus mempunyai alert system terkait dengan permasalahan yang ada di IT. Itu yang paling penting,” paparnya.

    Komisi B DPRD DKI juga telah meminta Bank DKI secepatnya melakukan perbaikan layanan, sehingga seluruh nasabah bisa kembali mentransfer antarbank dan melakukan pembayaran menggunakan QRIS melalui Aplikasi JakOne Mobile.

    Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengungkapkan bahwa Direktur IT Bank DKI Amirul Wicaksono dicopot karena permasalahan layanan di bank tersebut sudah terjadi tiga kali dan kejadiannya hampir serupa.

    “Kejadian di Bank DKI ini bukan pertama kali. Ini sudah ketiga kali. Dan kejadiannya hampir serupa. Dimana IT tidak dilaksanakan, tidak dijaga secara baik,” kata Pramono saat dijumpai di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu.

    Sementara itu, jabatan Direktur IT kini diisi oleh Direktur Umum Agus Haryoto Widodo dan mulai berlaku sejak kemarin (8/4).

    Dia mengungkapkan ada kebocoran (dana), tetapi tidak disebutkan besaran nominalnya. “Terus terang ada kebocoran. Jumlah angkanya yang tahu direksi Bank DKI,” katanya.

    Pewarta: Khaerul Izan
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

  • Pramono Anung Akui Kebocoran Dana Bank DKI, Nasabah dan Bansos Terdampak?

    Pramono Anung Akui Kebocoran Dana Bank DKI, Nasabah dan Bansos Terdampak?

    PIKIRAN RAKYAT – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menjelaskan soal kebocoran dana Bank DKI akibat gangguan sistem pelayanan.

    Pramono Anung memastikan kebocoran ini tak berdampak pada nasabah Bank DKI dan bantuan sosial (bansos) seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP).

    “Sama sekali tidak ada dampak kepada nasabah,” ucap Pramono di di Gedung DPRD DKI Jakarta pada Rabu, 9 April 2025 seperti dikutip dari Antara.

    Bansos

    Menurutnya sejak kemarin, pihaknya telah meminta Bank DKI agar semua fasilitas transaksi yang dimiliki bisa segera dinormalkan kembali.

    “Karena yang diganggu itu adalah rekeningnya Bank DKI yang ada di Bank BNI. Sehingga dengan demikian sebenarnya kepada nasabah tidak ada gangguan sama sekali,” lanjutnya.

    Pramono Anung mengaku tak ada kebocoran dana bantuan-bantuan seperti dana bansos termasuk KJP.

    “Sehingga dengan demikian sama sekali tidak ada nasabah yang dirugikan. Tetapi siapa yang dirugikan? Yang dirugikan adalah Bank DKI,” lanjut Pramono.

    Jumlah Kerugian

    Gubernur Jakarta tersebut mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai hal itu.

    “Ini adalah dana semacam dana deposito atau dana cadangan yang dimiliki oleh Bank DKI,” lanjutnya.

    Ia mengaku pertemuannya kemarin dengan pihak Bank DKI guna menerima laporan soal permasalahan yang terjadi.

    “Kemarin itu lebih ke direksi DKI melaporkan. Kemudian kami memotret, melihat dan memutuskan. Akhirnya gubernur, wakil gubernur dan jajaran yang hadir memutuskan seperti yang saya sampaikan tadi (pembebastugasan Direktur IT Bank DKI),” lanjutnya.

    Namun, ia enggan menyampaikan jumlah kerugian yang terjadi akibat permasalahan layanan Bank DKI.

    “Biar Kepolisian, Bareskrim sama Bank DKI menyampaikan,” lanjutnya.***

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • 3 Kali Layanan Bank DKI Bermasalah hingga Direktur IT Dicopot

    3 Kali Layanan Bank DKI Bermasalah hingga Direktur IT Dicopot

    Jakarta

    Nasabah Bank DKI sempat mengeluhkan tidak bisa bertransaksi sejak malam takbiran atau 30 Maret 2025. Masalah ini ternyata berujung pada pencopotan Direktur IT Bank DKI Amirul Wicaksono

    Keluhan itu ramai disampaikan di media sosial Twitter atau X. Ada juga warga yang melapor ke aplikasi JakOne Mobile.

    Tidak sedikit nasabah yang menyampaikan kekecewaannya. Hal itu dikarenakan mereka tidak bisa menggunakan Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji yang dicairkan lewat Bank DKI.

    Menanggapi berbagai keluhan nasabah di media sosial, Bank DKI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Bank DKI menyebut permasalahan tersebut karena adanya pemeliharaan sistem.

    “Terkait dengan pemeliharaan sistem, Bank DKI menyampaikan bahwa pemeliharaan sistem tersebut dilakukan dengan tujuan untuk peningkatan keandalan serta penguatan keamanan sistem yang dimiliki,” ujar Manajemen Bank DKI.

    Permasalahan ini sampai ke telinga Pramono Anung selaku Gubernur Jakarta. Pramono pun merespons dengan tegas.

    Direktur IT Diberhentikan

    Gubernur Jakarta Pramono Anung (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)

    Pramono Anung seketika bereaksi. Ia membebastugaskan Amirul Wicaksono yang dinilai bertanggungjawab atas permasalahan ini.

    “Jadi untuk itu saya akan putuskan pembebastugasan direktur IT-nya segera dilakukan dan harus dilakukan sekarang,” kata Pramono saat rapat terbatas dengan Direksi Bank DKI di Balai Kota Jakarta, Selasa (8/4/2025).

    Ia turut meminta jajarannya tak ikut campur masalah tersebut. Sebab, ia ingin warga percaya bahwa Pemprov DKI Jakarta melayani warganya dengan baik.

    “Laporkan ke Bareskrim (Badan Reserse Kriminal), proses hukum, karena ini sudah keterlaluan. Nggak mungkin nggak melibatkan orang dalam,” lanjutnya.

    Di sisi lain, ia pun mewanti-wanti agar kejadian tersebut tak terulang kembali. “Kejadian di Bank DKI ini bukan pertama kali. Ini sudah ketiga kali dan kejadiannya hampir serupa. Di mana IT tidak dilaksanakan, tidak dijaga secara baik. Terus terang ada kebocoran. Jumlah angkanya yang tahu direksi Bank DKI,” kata Pramono, Rabu (9/4).

    Pramono pun telah meminta lembaga independen internasional untuk melakukan audit, tracing, dan monitoring. Hal ini guna mengetahui ke mana saja kebocoran dana itu.

    “Nanti tentunya, selain Bank DKI, Bareskrim pasti akan segera mengetahui ini. Karena yang namanya apa pun tentang jejak digital uang lari ke mana saja. Dalam sistem sekarang pasti kelihatan,” tuturnya.

    Pramono menunjuk Direktur Umum Agus Haryoto Widodo untuk mengisi jabatan Direktur IT. Keputusan ini berlaku sejak Selasa (8/4).

    Halaman 2 dari 2

    (isa/lir)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Pramono Anung Akui Kebocoran Dana Bank DKI, Nasabah dan Bansos Terdampak?

    Profil Amirul Wicaksono Direktur IT Bank DKI yang Dicopot Jabatannya

    PIKIRAN RAKYAT – Layanan Bank DKI yang mengalami gangguan sejak 29 Maret 2025 silam mendapat perhatian serius Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

    Pramono pun memanggil para jajaran direksi Bank tersebut dan kemudian menggelar rapat terbatas di Balai Kota pada Selasa, 8 April 2025.

    Imbasnya Pramono mencopot Direktur IT Bank DKI Amirul Wicaksono dari jabatannya. Penyampaian hal ini dilakukan dalam sebuah rapat yang diunggah di akun media sosial Instagram Pramono.

    “Jadi, untuk itu saya akan putuskan pembebastugasan direktur IT-nya segera dilakukan dan harus dilakukan sekarang,” kata Pramono.

    Pramono juga meminta untuk kejadian ini diusut dan dilanjutkan ke ranah hukum. Menurutnya tidak mungkin tak ada keterlibatan orang dalam.

    “Laporkan ke Kabareskrim dan proses hukum karena ini sudah keterlaluan. gak mungkin gak melibatkan orang dalam,” kata Pramono.

    Profil Amirul Wicaksono

    Amirul Wicaksono sebelumnya merupakan Direktur IT Bank DKI sejak 28 Juni 2021 berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank DKI.

    Keputusan ini dituangkan dalam Akta No. 57 tanggal 28 Juni 2021 tentang Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank DKI dan dinyatakan lulus Penilaian Kemampuan dan Kepatutan oleh Otoritas Jasa Keuangan berdasarkan Keputusan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan No.KEP-150/D.03/2021 tanggal 05 Oktober 2021.

    Sebetulnya periode jabatan tersebut akan ditentukan kembali sampai penutupan RUPS Tahunan yang diselenggarakan pada tahun 2025.

    Berdasarkan informasi profil pimpinan direksi yang diinformasikan pada website Bank DKI, Amirul telah berkecimpung di dunia perbankan sejak lama. Jabatan yang pernah di pimpinnya adalah Pemimpin Divisi Bisnis Digital BNI Syariah pada tahun 2018 hingga 2021.

    Sebelumnya Amirul juga pernah ditunjuk menjadi Plt. Direktur Utama (Dirut) Bank DKI berdasarkan persetujuan pemegang saham yang diputuskan dalam RUPS Luar Biasa pada tanggal 1 Agustus 2023.

    Pria berusia 56 tahun lahir di Magelang, 2 Juli 1968, menyelesaikan pendidikan gelar Sarjana Teknik dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada tahun 1994, meraih Magister Manajemen dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 1997, gelar Doktor Ilmu Ekonomi dari Universitas Trisakti, Jakarta pada tahun 2020.***

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • Pramono Anung Copot Direktur IT Bank DKI, Sistem Error dan Diduga Bocor – Page 3

    Pramono Anung Copot Direktur IT Bank DKI, Sistem Error dan Diduga Bocor – Page 3

    Selain pemecatan dan laporan ke Bareskrim, Pramono Anung juga mengungkapkan adanya kebocoran dana Bank DKI akibat gangguan sistem tersebut. Meskipun nominal pastinya belum diungkapkan, pengakuan ini semakin memperparah situasi dan meningkatkan kekhawatiran publik. Transparansi terkait jumlah kerugian yang dialami Bank DKI sangat penting untuk membangun kembali kepercayaan publik.

    Sebagai upaya pemulihan dan pencegahan, Gubernur menginstruksikan penggantian seluruh personel di departemen IT Bank DKI. Langkah ini termasuk penggantian kata sandi dan komputer untuk memastikan keamanan sistem ke depannya. Direktur Utama Bank DKI juga diminta untuk memilih pengganti yang lebih kompeten dan berpengalaman untuk memimpin departemen IT.

    Perombakan total di departemen IT ini diharapkan dapat memperbaiki sistem keamanan dan mencegah kejadian serupa terulang kembali. Pemilihan pengganti yang kompeten juga krusial untuk memastikan pengelolaan sistem IT Bank DKI lebih efektif dan aman.

    Penggantian seluruh personel, termasuk kata sandi dan komputer, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani masalah ini. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan sistem dan mencegah kebocoran data atau dana di masa mendatang.

  • 4
                    
                        Profil Amirul Wicaksono, Eks Direktur IT Bank DKI yang Dicopot Pramono Anung
                        Megapolitan

    4 Profil Amirul Wicaksono, Eks Direktur IT Bank DKI yang Dicopot Pramono Anung Megapolitan

    Profil Amirul Wicaksono, Eks Direktur IT Bank DKI yang Dicopot Pramono Anung
    Penulis
     
    JAKARTA, KOMPAS.com – 
    Eks
    Direktur IT

    Bank DKI

    Amirul Wicaksono
    dicopot dari jabatannyaoleh Gubernur DKI Jakarta
    Pramono Anung
    .
    Pencopotan tersebut dilakukan dalam rapat terbatas antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan jajaran direksi Bank DKI pada Selasa (8/4/2025).
    Amirul Wicaksono dinilai lalai dalam menjaga sistem informasi Bank DKI terkait insiden gangguan layanan digital Bank DKI yang terjadi sejak akhir Maret 2025.
    Tidak hanya pencopotan, Pramono juga akan melaporkan insiden ini ke Bareskrim POLRI karena menduga adanya unsur kelalaian yang melibatkan pihak internal Bank DKI.
    Profil Eks Direktur IT Bank DKI Amirul Wicaksono
    Amirul Wicaksono menjabat sebagai Direktur Teknologi dan Operasional Bank DKI sejak 28 Juni 2021.
    Jabatan tersebut diberikan berdasarkan hasil RUPS Tahunan PT Bank DKI ditanggal yang sama, yang dituangkan dalam Akta No.57 tanggal 28 Juni 2021.
    Amirul Wicaksono lahir di Magelang pada 2 Juli 1968, dan saat ini berdomisili di Jakarta.
    Amirul Wicaksono memiliki latar pendidikan sebagai Sarjana Teknik lulusan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada tahun 1994.
    Setelah itu, dirinya melanjutkan pendidikan tinggi magister dan meraih gelar Magister Manajemen dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 1997.
    Kemudian, dirinya juga berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Ekonomi dari Universitas Trisakti, Jakarta pada tahun 2020.
    Sebelum menjabat sebagai Direktur Teknologi dan Operasional Bank DKI, Amirul Wicaksono sudah berkarir dan menempati berbagai posisi penting perbankan.
    Pada 2004-2009, Amirul Wicaksono menjabat sebagai AVP E-Banking BNI. Kemudian, pada 2010-2011 menjabat sebagai Project Leader pada BNI Reformasi 1.0.
    Amirul Wicaksono sempat menjadi pemimpin dua kantor cabang BNI pada rentang waktu 2011-2015, yakni BNI KCU Harmoni, Jakarta pada 2011 – 2014, dan BNI KCU Fatmawati Jakarta pada 2014 – 2015
    Karirnya di BNI terus berlanjut hingga menjadi Wakil Pemimpin Divisi Elektronik Banking BNI pada 2016 – 2017. Serta, menjadi Pemimpin Divisi Bisnis Digital BNI Syariah pada 2018 – 2021.
    Pada 2021, Amirul Wicaksono pindah dari BNI ke Bank DKI setelah ditunjuk menjadi Direktur Teknologi dan Operasional Bank DKI sejak 28 Juni 2021.
    Berdasarkan informasi resmi dari Bank DKI, selama menjabat sebagai Direktur Teknologi dan Operasional Bank DKI, Amirul Wicaksono dilaporkan tidak memiliki rangkap jabatan pada bank, lembaga keuangan non bank, maupun perusahaan lain.
    Amirul Wicaksono juga tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Direksi lainnya, anggota Dewan Komisaris dan Pemegang Saham Pengendali.
    Selain itu, Amirul Wicaksono tidak tercatat memiliki saham pada Bank DKI, serta tidak memiliki saham yang mencapai 5 persen atau lebih pada bank, lembaga keuangan non bank, atau perusahaan lain.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Gubernur DKI gelar open house di Menteng

    Gubernur DKI gelar open house di Menteng

    Senin, 31 Maret 2025 18:43 WIB

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kedua kanan) menyalami warga saat menggelar open house atau gelar griya di rumah dinas, Menteng, Jakarta, Senin (31/3/2025). Gubernur DKI Jakarta menggelar gelar griya saat Hari Raya Idul Fitri 1446 H yang dihadiri sejumlah tokoh dan berbagai elemen masyarakat. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc.

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kanan) berbincang dengan para petugas PPSU saat menggelar open house atau gelar griya di rumah dinas, Menteng, Jakarta, Senin (31/3/2025). Gubernur DKI Jakarta menggelar gelar griya saat Hari Raya Idul Fitri 1446 H yang dihadiri sejumlah tokoh dan berbagai elemen masyarakat. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc.

  • Siapa Amirul Wicaksono? Sosok Direktur IT Bank DKI Dipecat Pramono Anung – Halaman all

    Siapa Amirul Wicaksono? Sosok Direktur IT Bank DKI Dipecat Pramono Anung – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Gubernur Jakarta, Pramono Anung memecat Direktur IT Bank DKI, Amirul Wicaksono, Selasa (8/4/2025).

    Pencopotan Amirul Wicaksono dari jajaran direksi Bank DKI terkait layanan digital bank yang sempat mengalami gangguan. 

    Hal ini mengakibatkan sejumlah nasabah Bank DKI tidak bisa melakukan transaksi keuangan.

    “Saya akan putuskan pembebastugasan direktur IT-nya segera dilakukan dan harus dilakukan sekarang,” ujar Pramono dikutip dari akun Instagram pribadinya.

    Lalu, siapa Amirul Wicaksono, sosok Direktur IT Bank DKI yang dipecat Pramono Anung?

    Mengutip dari situs resmi Bank DKI, Amirul Wicaksono lahir di Magelang pada 2 Juli 1968. Sehingga saat ini, Amirul Wicaksono berusia 56 tahun.

    Meski lahir di Magelang, Amirul Wicaksono tinggal di Jakarta.

    Ia meraih gelar Sarjana Teknik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada 1994. 

    Masih dari kampus yang sama, ia mendapat gelar Magister Manajemen (MM) pada 1997.

    Pada 2020, Amirul Wicaksono meraih gelar Doktor Ilmu Ekonomi dari Universitas Trisakti, Jakarta.

    Sebelum berkarier di Bank DKI, Amirul Wicaksono sempat bekerja di bank pelat merah yaitu BNI.

    Mulanya, ia menjadi AVP E-Banking BNI lalu Project Leader pada BNI Reformasi 1.0.

    Amirul Wicaksono juga pernah menjadi Pemimpin Cabang BNI KCU Harmoni dan Fatmawati selama beberapa tahun.

    Di BNI, karier tertingginya adalah Pemimpin Divisi Bisnis Digital BNI Syariah.

    Setelah tak lagi berkarier di BNI, Amirul Wicaksono pindah ke Bank DKI kemudian menjadi Direktur Teknologi dan Operasional Bank DKI sejak DKI sejak 28 Juni 2021.

    Ia menjabat sebagai salah satu direktur Bank berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PT Bank DKI.

    Amirul Wicaksono dinyatakan lulus Penilaian Kemampuan dan Kepatutan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    Berikut perjalanan karier Amirul Wicaksono dikutip dari bankdki.co.id:

    AVP E-Banking BNI (2004 – 2009)
    Project Leader pada BNI Reformasi 1.0 (2010 – 2011)
    Pemimpin Cabang BNI KCU Harmoni, Jakarta (2011 – 2014)
    Pemimpin Cabang BNI KCU Fatmawati Jakarta (2014 – 2015)
    Wakil Pemimpin Divisi Elektronik Banking BNI (2016 – 2017)
    Pemimpin Divisi Bisnis Digital BNI Syariah (2018 – 2021)
    Direktur Teknologi dan Operasional Bank DKI (2021 – sekarang)

    Alasan Amirul Wicaksono Dipecat

    SOSOK AMIRUL WICAKSONO – Pelaksana tugas (Plt) Direktur Bank DKI Amirul Wicaksono memegang penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang menobatkan Bank DKI sebagai salah satu Bank Pembangunan Daerah (BPD) terbaik tahun 2023.

    Sementara itu, Gubernur Pramono menjelaskan, alasan di balik pemecatan itu terkait permasalahan layanan digital di Bank DKI yang terjadi berulangkali.

    “Kejadian di Bank DKI ini bukan pertama kali. Ini sudah ketiga kali dan kejadiannya hampir serupa. Di mana IT tidak dilaksanakan, tidak dijaga secara baik,” kata Pramono saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (9/4/2025).

    Ia menyebutkan, terdapat kebocoran dana dalam gangguan sistem Bank DKI yang terjadi sejak akhir Maret lalu. Bahkan, kebocoran dana ini telah terjadi sebelumnya.

    Meski demikian, Pramono tak mengungkap berapa dana yang bocor di bank pembangunan daerah milik Pemprov DKI tersebut.

    Nominalnya, menurut Pramono, hanya diketahui oleh direksi Bank DKI. Dana yang bocor bukan milik nasabah Bank DKI. Dana nasabah masih dalam keadaan aman.

    Dana tersebut, merupakan deposito atau dana cadangan milik Bank DKI yang disimpan di bank himbara lain.

    “Sama sekali tidak ada dampak kepada nasabah, karena yang diganggu itu adalah rekeningnya Bank DKI yang ada di Bank BNI. Sehingga dengan demikian, sebenarnya kepada nasabah tidak ada gangguan sama sekali,” tutur Pramono, dikutip dari Tribundepok.com.

    Selain memecat Amirul Wicaksono, Pramono melaporkan masalah ini ke Bareskrim Polri. Ia melarang semua jajaran Pemprov DKI ikut campur atau menghalangi penyelesaian masalah gangguan layanan Bank DKI.

    “Laporkan ke Bareskrim, proses hukum. karena ini sudah keterlaluan. Enggak mungkin enggak melibatkan orang dalam,” kata Pramono, dilansir Warta Kota.

    Pram juga menegaskan, semua tindakan yang merugikan masyarakat harus menerima konsekuensinya. 

    Dia menilai, tidak ada satu pun pejabat Pemprov DKI maupun BUMD DKI yang kebal hukum.

    “Siapa pun yang ikut campur, saya akan ambil tindakan. Kenapa ini dilakukan? Untuk membangun trust kepada publik, bahwa publik ini tidak ada yang terganggu,” jelasnya.

    Sebagian artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Pramono Pecat Direktur IT Bank DKI dan Lapor Bareskrim Polri, Minta Pejabat lain Tak Ikut Campur dan Tribundepok.com dengan judul Buntut Layanan Nasabah Terganggu Direktur IT Bank DKI Amirul Wicaksono Dicopot, Terjadi Kebocoran

    (Tribunnews.com/Sri Juliati) (WartaKotalive.com/Yolanda Putri Dewanti)