Tag: Pramono Anung

  • Jelang Pramono Datang, Area Terbakar Pasar Induk Kramat Jati Dirapikan
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        16 Desember 2025

    Jelang Pramono Datang, Area Terbakar Pasar Induk Kramat Jati Dirapikan Megapolitan 16 Desember 2025

    Jelang Pramono Datang, Area Terbakar Pasar Induk Kramat Jati Dirapikan
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Area terdampak kebakaran di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mulai dibersihkan menjelang kunjungan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
    Pembersihan dilakukan sehari setelah kebakaran menghanguskan ratusan los pedagang, Senin (15/12/2025) pagi.
    Pantauan
    Kompas.com
    di lokasi, Selasa (16/12/2025), sejumlah petugas kebersihan berseragam hijau tampak menyapu lumpur, abu, dan puing kebakaran di area depan pasar yang terbakar.
    Area tersebut rencananya akan ditinjau langsung oleh Pramono sekaligus menjadi lokasi konferensi pers saat kunjungannya ke
    Pasar Induk Kramat Jati
    .
    Petugas terlihat berulang kali membersihkan titik yang sama hingga permukaan jalan tampak lebih bersih.
    Kondisi itu kontras dengan area lain di sekitar lokasi yang masih dipenuhi sampah dan sisa bangunan terbakar.
    “Pak dipercepat ya, Pak Gubernur mau datang,” ucap salah satu tim protokol kepada petugas kebersihan.
    Meski sebagian area telah dibersihkan, sejumlah sisi pasar masih menunjukkan dampak kebakaran.
    Di dalam los, rangka besi terlihat menghitam, sementara barang dagangan hangus berserakan.
    Sisa plastik yang meleleh akibat api juga tampak di beberapa sudut. Garis polisi masih terpasang untuk membatasi akses ke area yang belum dinyatakan aman.
    Air bercampur abu terlihat menggenang di sejumlah titik lantai beton, dengan bau sisa kebakaran yang masih tercium.
    Sejumlah aparat keamanan, pejabat daerah, dan awak media tampak bersiaga menunggu kedatangan Pramono.
    Kunjungan ini dijadwalkan untuk meninjau kondisi pascakebakaran sekaligus memastikan penanganan pedagang terdampak.
    Sebelumnya, kebakaran di Pasar Induk Kramat Jati menghanguskan ratusan los buah dan memaksa pengelola pasar menyiapkan penampungan sementara bagi pedagang.
    Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran ini menyebabkan kerusakan besar di salah satu pusat distribusi pangan terbesar di Jakarta.
    Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan memastikan sekitar 350 los buah terbakar dalam peristiwa tersebut.
    “Ini total di sekitar 350. Tidak ada korban jiwa, terkait masalah penyebab kebakaran masih dalam penyidikan,” kata Agus.
    Sebagai penanganan awal, Perumda Pasar Jaya menyiapkan lokasi penampungan sementara bagi pedagang terdampak.
    “Insya Allah tiga hari ke depan tempat penampungan pedagang ini sudah bisa dapat dipergunakan oleh para pedagang,” ucapnya.
    Agus menjelaskan, area penampungan berada di bagian belakang kawasan pasar agar aktivitas perdagangan tetap berjalan.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Gerak Cepat Pemprov DKI Atasi Kebakaran Pasar Induk Kramat Jati, dari Asuransi hingga Renovasi
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        16 Desember 2025

    Gerak Cepat Pemprov DKI Atasi Kebakaran Pasar Induk Kramat Jati, dari Asuransi hingga Renovasi Megapolitan 16 Desember 2025

    Gerak Cepat Pemprov DKI Atasi Kebakaran Pasar Induk Kramat Jati, dari Asuransi hingga Renovasi
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (15/12/2025) pagi.
    Berbagai langkah disiapkan, mulai dari penanganan kerugian pedagang melalui asuransi hingga rencana renovasi area pasar yang terdampak.
    Gubernur Jakarta
    Pramono Anung
    memastikan kerugian pedagang akan ditanggung asuransi.
    “Dirut Pasar Jaya sudah memberi laporan bahwa untuk kerugian itu karena diasuransikan, sehingga dengan demikian di-cover oleh asuransi,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin.
    Ia menegaskan, asuransi menanggung barang dagangan pedagang.
    Namun, belum dapat dipastikan apakah uang tunai yang terbakar ikut diganti.
    “Yang jelas pasti yang menyangkut barang dagangan,” lanjutnya.
    Pemprov DKI juga akan merenovasi sekitar 350 los yang terbakar.
    Kebakaran dianggap tidak besar sehingga pedagang tidak perlu direlokasi.
    “Untuk pedagangnya karena ini bukan kebakaran besar, nanti segera kita renovasi. Yang jelas tetap akan berjualan di Kramat Jati lah. Mereka juga tidak ingin untuk pindah ke mana-mana,” ucap Pramono.
    Pramono menegaskan kebakaran tidak mengganggu pasokan pangan menjelang Natal dan Tahun Baru.
    Stok pangan Jakarta saat ini aman dan relatif berlebih.
    “Stok kita sebenarnya agak berlebih tahun ini. Apa yang terjadi di lapangan tidak mengganggu sama sekali ketersediaan stok di Jakarta,” jelasnya.
    Ia menambahkan, harga buah-buahan seperti pepaya dan pisang tetap stabil.
    “Pasti enggak ada kenaikan harga, baik pepaya maupun pisang. Aman,” imbuhnya.
    Sebelumnya, kebakaran menghanguskan 350 los buah, memaksa pengelola pasar menyiapkan penampungan sementara agar pedagang tetap bisa berjualan.
    “Insya Allah tiga hari ke depan tempat penampungan pedagang ini sudah bisa dipergunakan oleh para pedagang,” kata Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan.
    Sementara itu, Manajer Pasar Induk Kramat Jati, Agus Lamun, menyebut kerugian hampir Rp 10 miliar, termasuk bangunan dan barang dagangan.
    Agus juga memastikan pedagang akan menerima bantuan dari Pemprov DKI, meski besaran belum ditentukan.
    “Nah, kalau kerugian kalau bisa kita kasat mata ya, itu lebih kurang hampir Rp 10 miliar kira-kira begitu. Dari total keseluruhan ya, baik dari struktur bangunannya terus kemudian sama barang dagangannya,” ujarnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • DKI kemarin, kebakaran Pasar Kramat Jati hingga hasil lab MBG Jakbar

    DKI kemarin, kebakaran Pasar Kramat Jati hingga hasil lab MBG Jakbar

    Jakarta (ANTARA) – Sejumlah peristiwa penting terjadi di Jakarta pada Senin (15/12), mulai dari kebakaran yang melanda Pasar Kramat Jati hingga hasil uji laboratorium sampel program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menjadi penyebab keracunan di Jakarta Barat (Jakbar).

    Simak kembali rangkaian berita selengkapnya berikut ini:

    1. 350 kios di Pasar Induk Kramat Jati hangus terbakar

    Jakarta (ANTARA) – Sebanyak 350 kios hangus terbakar akibat kebakaran yang terjadi di Pasar Induk Kramat Jati, Jalan Raya Bogor, Kelurahan Kampung Tengah, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Senin pagi.

    “Ini total ada sekitar 350 kios terbakar,” kata Direktur utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin.

    Baca selengkapnya di sini

    2. Proses belajar mengajar di SDN 01 Kalibaru sudah berjalan normal

    Jakarta (ANTARA) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memastikan proses belajar mengajar di SDN Kalibaru 01 Cilincing, Jakarta Utara, sudah berjalan normal pada Senin (15/12).

    “Untuk proses belajar mengajar di SD tersebut sudah berlangsung, sejak hari ini sudah berangsur normal,” kata Pramono saat dijumpai di Balai Kota DKI Jakarta, Senin.

    Baca selengkapnya di sini

    3. DKI raih penghargaan badan publik terbaik nasional kedelapan kalinya

    Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meraih penghargaan Badan Publik Terbaik Nasional Arkaya Wiwarta Prajanugraha 2025 dan Badan Publik Informatif untuk kedelapan kalinya dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik yang digelar Komisi Informasi (KI) Pusat.

    “Tidak hanya di tingkat nasional, Provinsi DKI Jakarta juga mencatatkan nilai tertinggi, yang menunjukkan bahwa transparansi saat ini telah menjadi kebutuhan nyata bagi masyarakat,” ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat menerima penghargaan tersebut di Jakarta, Senin.

    Baca selengkapnya di sini

    4. DPRD-Disdik cari solusi untuk mahasiswa tak terima KJMU tahap II

    Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino menyatakan bahwa Dinas Pendidikan DKI membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk membantu mahasiswa kurang mampu yang tak mendapat Program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) Tahap II.

    “Itikad baik dari Disdik untuk mencari kolaborator. Melalui Baznas, CSR perusahaan ataupun dari alumni, guna membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu,” kata Wibi di Jakarta, Senin.

    Baca selengkapnya di sini

    5. Ini hasil uji lab sampel MBG yang diduga sebabkan keracunan di Jakbar

    Jakarta (ANTARA) – Hasil uji laboratorium sampel Makan Bergizi Gratis (MBG) Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Meruya Selatan, Jakarta Barat, yang sebelumnya diduga menyebabkan keracunan, ternyata bebas kontaminasi.

    Kepala SPPG Meruya Selatan Satria Jaya Putra mengatakan sampal MBG diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) DKI Jakarta.

    Baca selengkapnya di sini

    Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
    Editor: Rr. Cornea Khairany
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • ​Foke Dukung Pramono Perkuat Betawi Sebagai Identitas Jakarta

    ​Foke Dukung Pramono Perkuat Betawi Sebagai Identitas Jakarta

    Jakarta: Gubernur DKI Pramono Anung memastikan akan terus memperkuat budaya Betawi di Jakarta. Dirinya bakal memperbanyak ornamen Betawi, baik pada fasilitas publik maupun kegiatan untuk mempertegas budaya Betawi sebagai ciri khas Jakarta.

    “Saya akan mempertegas ciri khas Jakarta. Semua acara pemerintahan maupun yang melibatkan masyarakat luas, harus nuansa Betawi. Saya ingin memajukan budaya Betawi dengan memperbanyak simbol yang ditampilkan,” tegas Pramono saat menghadiri acara penyerahan hasil kongres istimewa Kaum Betawi 2025 Senin, 15 Desember 2025.

    Pramono juga menghormati hasil kongres istimewa Kaum Betawi 2025 yang diikrarkan Majelis Kaum Betawi (MKB), di bawah kepemimpinan Fauzi Bowo sebagai Ketua Dewan Adat MKB dan Marullah Matali sebagai Ketua Wali Amanah MKB.

    “MKB ini merupakan satu-satunya lembaga resmi Betawi yang mewadahi 171 ormas Betawi. Dengan hadirnya MKB pada tahun 2022, sejumlah ormas Betawi yang sebelumnya sempat tidak akur, kini bisa rukun,” kata Ketua Dewan Adat yang juga mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.

    Ketua Wali Amanah yang juga Mantan Sekda DKI Marullah Matali menyebut kerukunan lintas ormas Betawi kini semakin membaik.

    “Contohnya Haji Oding selaku Ketua Suku Betawi 1982 dan Bang Riano Achmad sebagai Ketua Bamus Betawi bisa duduk berdampingan di baris depan, keduanya tampak akrab,” ujar Marullah.

    Haji Oding yang juga ketua panitia mengungkap delapan poin hasil kongres istimewa MKB, di antaranya, diputuskannya MKB sebagai lembaga adat dan disahkannya MKB oleh Menteri Hukum RI, serta menetapkan Fauzi Bowo sebagai ketua Dewan Adat MKB.

    Jakarta: Gubernur DKI Pramono Anung memastikan akan terus memperkuat budaya Betawi di Jakarta. Dirinya bakal memperbanyak ornamen Betawi, baik pada fasilitas publik maupun kegiatan untuk mempertegas budaya Betawi sebagai ciri khas Jakarta.
     
    “Saya akan mempertegas ciri khas Jakarta. Semua acara pemerintahan maupun yang melibatkan masyarakat luas, harus nuansa Betawi. Saya ingin memajukan budaya Betawi dengan memperbanyak simbol yang ditampilkan,” tegas Pramono saat menghadiri acara penyerahan hasil kongres istimewa Kaum Betawi 2025 Senin, 15 Desember 2025.
     
    Pramono juga menghormati hasil kongres istimewa Kaum Betawi 2025 yang diikrarkan Majelis Kaum Betawi (MKB), di bawah kepemimpinan Fauzi Bowo sebagai Ketua Dewan Adat MKB dan Marullah Matali sebagai Ketua Wali Amanah MKB.

    “MKB ini merupakan satu-satunya lembaga resmi Betawi yang mewadahi 171 ormas Betawi. Dengan hadirnya MKB pada tahun 2022, sejumlah ormas Betawi yang sebelumnya sempat tidak akur, kini bisa rukun,” kata Ketua Dewan Adat yang juga mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.
     
    Ketua Wali Amanah yang juga Mantan Sekda DKI Marullah Matali menyebut kerukunan lintas ormas Betawi kini semakin membaik.
     
    “Contohnya Haji Oding selaku Ketua Suku Betawi 1982 dan Bang Riano Achmad sebagai Ketua Bamus Betawi bisa duduk berdampingan di baris depan, keduanya tampak akrab,” ujar Marullah.
     
    Haji Oding yang juga ketua panitia mengungkap delapan poin hasil kongres istimewa MKB, di antaranya, diputuskannya MKB sebagai lembaga adat dan disahkannya MKB oleh Menteri Hukum RI, serta menetapkan Fauzi Bowo sebagai ketua Dewan Adat MKB.

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (FZN)

  • Peresmian hotel baru, Pemprov dorong Jakarta jadi kota wisata global

    Peresmian hotel baru, Pemprov dorong Jakarta jadi kota wisata global

    Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendorong Jakarta menjadi kota pariwisata global dengan menyambut baik beroperasinya Novotel Jakarta Pulomas di Jakarta Timur.

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai kehadiran hotel tersebut menjadi penguat ekosistem pariwisata, terutama di wilayah Jakarta Timur.

    “Momentum pembukaan hotel ini sangat tepat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor penyediaan akomodasi menjadi salah satu penyumbang pertumbuhan ekonomi tertinggi dengan capaian 9,55 persen,” kata Pramono dalam acara pembukaan Novotel Jakarta Pulomas, Jakarta Timur, Senin

    Pria yang akrab disapa Pram itu pun berkomitmen mendukung berbagai kegiatan pemerintahan maupun event agar dapat diselenggarakan di hotel tersebut.

    Menurut dia, data BPS tersebut mencerminkan perubahan wajah Jakarta yang tidak lagi hanya dipandang sebagai kota bisnis, melainkan telah berkembang signifikan menjadi kota tujuan wisata, yang terlihat dari peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari Malaysia.

    Dia menyebutkan jumlah penerbangan dari Kuala Lumpur ke Indonesia yang sebelumnya hanya sekitar lima penerbangan per hari, kini meningkat menjadi 18 penerbangan.

    Bahkan, kawasan perbelanjaan dan rute perjalanan darat ke Bandung juga disebut banyak dipenuhi wisatawan asal Malaysia.

    “Ini menunjukkan kepercayaan internasional terhadap Indonesia, termasuk Jakarta, semakin meningkat,” ucap Pramono.

    Lebih lanjut, dia menegaskan target ambisius Pemprov DKI Jakarta untuk mendorong Jakarta masuk dalam 50 besar kota global dunia pada 2025.

    Saat ini, peringkat Jakarta telah naik dari posisi 74 menjadi 71 dalam kurun waktu lima bulan.

    Sejalan dengan peningkatan peringkat itu, Pemprov DKI Jakarta terus mendorong sektor perhotelan melalui berbagai insentif, termasuk keringanan pajak bagi hotel-hotel yang berpartisipasi dalam kompetisi peningkatan kualitas dan estetika bangunan.

    “Saat ini, ada sekitar 300 hotel di Jakarta yang kami lombakan. Pemenangnya akan mendapatkan insentif perpajakan sebagai bentuk dukungan pemerintah,” ujar Pramono.

    Dia optimistis kehadiran hotel baru tersebut dapat memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Jakarta sekaligus memperkuat citra Jakarta sebagai kota global.

    “Semoga hotel ini memberi kontribusi nyata bagi ekonomi Jakarta dan menjadi kebanggaan Indonesia,” tutur Pramono.

    Peresmian Novotel Jakarta Pulomas, Jakarta Timur, Senin (15/12/2025). (ANTARA/Siti Nurhaliza).

    Sementara itu, Direktur PT Nusantara Wisata Cemerlang Tommy William menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov DKI terhadap pengembangan sektor perhotelan dan pariwisata.

    Dia menilai kehadiran hotel tersebut berada pada momentum yang tepat, seiring meningkatnya pertumbuhan sektor akomodasi di Jakarta.

    Berdasarkan data BPS, sektor penyediaan akomodasi dan perhotelan mencatat pertumbuhan tertinggi dengan capaian 9,55 persen.

    “Angka ini menunjukkan bahwa Jakarta tidak lagi hanya dikenal sebagai kota bisnis, tetapi telah berkembang menjadi kota pariwisata dengan pertumbuhan yang signifikan,” imbuh Tommy.

    Dia juga mengapresiasi kebijakan Pemprov DKI yang memberikan berbagai insentif bagi sektor perhotelan, termasuk keringanan pajak bagi hotel-hotel yang berpartisipasi dalam program peningkatan kualitas dan estetika bangunan.

    Menurut dia, dukungan tersebut dapat mendorong pelaku usaha perhotelan untuk terus berinovasi dan meningkatkan daya saing, sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global.

    “Kami optimistis kehadiran hotel ini akan memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Jakarta, membuka lapangan kerja, serta memperkuat citra Jakarta di mata internasional,” ungkap Tommy.

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Rr. Cornea Khairany
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pramono Sebut Kegiatan Belajar di SDN 01 Kalibaru Berangsur Normal Usai Insiden Mobil MBG

    Pramono Sebut Kegiatan Belajar di SDN 01 Kalibaru Berangsur Normal Usai Insiden Mobil MBG

    Liputan6.com, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut kegiatan belajar mengajar di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara sudah berangsur normal setelah insiden mobil pengangkut Makan Bergizi Gratis (MBG) menabrak sejumlah siswa. Pramono menyebut, para siswa mulai kembali belajar di sekolah per hari ini, Senin (15/12/2025).

    “Untuk proses belajar mengajar di SD tersebut sudah berlangsung. Yang sejak hari ini, hari ini kan seminggu hari ini sudah berangsur normal,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (15/12/2025).

    Meski begitu, beberapa siswa dan guru yang menjadi korban masih berada di rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

    “Tetapi bagi yang belum yang di rumah sakit di antaranya sekarang masih ada yang ada di rumah sakit,” ucap Pramono.

    Dia menyampaikan, seorang guru yang ikut tertabrak saat ini sedang menjalani operasi karena ada bagian kaki yang terluka. Pramono memastikan, seluruh siswa dan guru yang menjadi korban tabrakan memperoleh penanganan medis terbaik.

    “Gurunya sedang dilakukan operasi untuk kakinya. Kalau yang anak-anak semuanya udah tertangani dengan baik,” kata dia.

  • Pramono Anung Bentuk Majelis Adat Betawi: Ketuanya Fauzi Bowo

    Pramono Anung Bentuk Majelis Adat Betawi: Ketuanya Fauzi Bowo

    Liputan6.com, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan membentuk majelis adat Betawi yang sebagai lembaga yang menaungi seluruh organisasi masyarakat (ormas) Betawi yang ada di DKI Jakarta.

    Menurut dia, pembentukan lembaga ini merupakan salah satu hasil Kongres Istimewa Kaum Betawi 2025.

    Pramono menargetkan keputusan hasil kongres tersebut dapat dituntaskan dalam waktu dekat, bahkan dalam pekan yang sama. Dia menilai, hasil kongres tersebut menunjukkan kebulatan tekad Kaum Betawi untuk bersatu, sehingga harus disambut dengan positif.

    “Saya secara pribadi maupun sebagai Gubernur Jakarta merasa bersyukur kalau kemudian masyarakat ataupun Kaum Betawi ini menjadi satu. Dan kemudian tentunya sebagai Gubernur Jakarta, kami juga memberikan kewenangan sepenuhnya,” kata Pramono di Museum MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (15/12/2025).

    Dia menyampaikan, melalui kongres telah disepakati bahwa masyarakat adat Betawi hanya satu.

    Kesepakatan itu juga mencakup pemberian mandat penuh kepada Mantan Gubernur DKI Jakarta sekaligus Ketua Dewan Adat Betawi, Fauzi Bowo (Foke) mengawal pembentukan lembaga adat tersebut.

    “Yang pertama, saya secara pribadi dan juga tadi menjadi kesepakatan yang sudah bulat, walaupun kurang dikit, bahwa masyarakat adat Betawi ini hanya satu. Dan nanti memberikan kewenangan sepenuhnya kepada Bang Foke, Bapak Fauzi Bowo,” kata Pramono.

    Ia menyebut seluruh peserta kongres juga telah menyatakan kesediaannya untuk mendukung Fauzi Bowo.

     

     

  • Nestapa Sopir Truk Sampah Bertahan Belasan Jam, Terjebak Antrean Bantargebang
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        15 Desember 2025

    Nestapa Sopir Truk Sampah Bertahan Belasan Jam, Terjebak Antrean Bantargebang Megapolitan 15 Desember 2025

    Nestapa Sopir Truk Sampah Bertahan Belasan Jam, Terjebak Antrean Bantargebang
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Di tengah gunungan sampah Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, antrean truk berwarna oranye terlihat mengular panjang.
    Antrean truk
    itu terjadi di zona empat titik pembuangan sampah
    Bantargebang
    sekitar pukul 15.00 WIB, Jumat (12/12/2025).
    Jumlah truk yang mengantre terlihat terus bertambah setiap menitnya.
    Mereka membawa sampah dari Jakarta dengan kapasitas penuh yang ditutup terpal agar tidak beterbangan.
    Antrean truk terjadi karena para sopir mencari titik paling aman untuk menurunkan muatan sampahnya.
    Sebab, hampir semua lokasi di Bantargebang sudah dipenuhi sampah yang menggunung.
    Salah satu sopir, Hendra (bukan nama sebenarnya, 37) mengaku, dalam beberapa bulan terakhir antrean truk di Bantargebang memang selalu terjadi.
    “Iya, benar itu semenjak dari tiga bulan lalu, itu kita harus menunggu belasan jam atau lebih dari 10 jam ada,” kata Hendra ketika diwawancarai Kompas.com, Jumat.
    Mengantre hingga belasan jam untuk membuang muatan sampah, membuat para
    sopir truk
    kerap kali beroperasi melebihi jam kerja.
    Imbasnya, banyak sopir truk yang tak memiliki waktu untuk istirahat cukup sampai sakit bahkan meninggal dunia.
    Salah satunya Yudi (51),
    sopir truk sampah
    dari Jagakarsa, Jakarta Selatan, yang tumbang pada Jumat (5/12/2025).
    Kematian Yudi menuai sorotan banyak orang termasuk Gubernur Jakarta Pramono Anung.
    Ia bilang, penyebab meninggalnya sopir itu karena mengalami penyakit jantung.
    Kendati demikian, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jakarta berjanji ke depannya akan mengevaluasi sistem pengangkutan sampah di Bantargebang.
    Mereka akan menata ulang pola dan jadwal pengangkutan sampah dari lima wilayah kota di Jakarta agar tidak terjadi antrean yang membuat sopir kelelahan.
    Namun, fakta di lapangan antrean truk di Bantargebang masih terjadi dan membuat sopir menunggu hingga belasan jam.
    “Masih antre, kemarin saya masuk jam 15.00 WIB sore, kebuang jam 03.00 WIB pagi, terus jam 08.30 WIB mulai muat lagi karena menunggu alat berat di lokasi, sekarang jam 15.00 WIB udah di Bantargebang lagi, ini juga belum sempat pulang,” jelas Hendra.
    Antrean belasan jam itu membuat para sopir truk kerja selama 24 jam non-setop dan tak sempat pulang ke rumah, bahkan untuk sekadar mandi.
    Hendra mau tidak mau bekerja dengan kondisi badan yang sudah semakin lengket dan baju kotor imbas terkena sampah.
    Selain bekerja dalam kondisi tidak mandi, antrean truk belasan jam itu membuat para sopir terpaksa mengisi perut di tengah gunungan sampah.
    Aroma bau busuk menyengat tak memengaruhi nafsu makan para sopir truk yang harus mengisi tenaga karena antrean truk masih panjang.
    Makanan-makanan itu mereka beli dari para pedagang yang berkeliling di sekitar area Bantargebang.
    Sementara Hendra memilih untuk menyantap masakan istrinya yang dibawa dari rumah.
    Menunggu belasan jam untuk sekadar membuang muatan sampah membuat para sopir sering terkurung di dalam truk.
    “Kalau itu tergantung cuaca, kalau misalkan lagi hujan kemungkinan sopir terpenjara dalam mobil, kalau samping ada warung tenda kecil kita ke sana,” ucap dia.
    Namun, tidak semua zona pembuangan sampah di Bantargebang terdapat warung tendaan untuk para sopir truk beristirahat.
    Jika tak ada warung, mereka terpaksa harus menunggu di dalam truk sampah yang dikendarainya.
    Sopir akan semakin tersiksa jika tak membawa bekal dan tidak memiliki uang.
    Sebab mereka terpaksa harus menahan rasa lapar selama belasan jam di dalam truk sampahnya itu.
    Mengingat dari pihak Bantargebang tak pernah menyediakan makanan atau minuman untuk para sopir yang harus antre belasan jam.
    Tak hanya lelah secara fisik, pengeluaran uang para sopir truk juga lebih ekstra ketika harus menunggu antrean belasan jam.
    Pasalnya, mereka harus membeli makanan dan minuman, karena perbekalannya dari rumah hanya cukup untuk makan satu kali.
    “Iya, pengeluaran jadi ekstra karena harus beli makan dan minum. Biasanya, uang bisa sampai Rp 100.000 ke atas, kalau makan Rp 15.000 tiga kali udah berapa itu kalau diirit-irit,” ujar Hendra.
    Di tengah pengeluaran yang ekstra, para sopir truk tak mendapat uang lembur, meski harus belasan jam mengantre di Bantargebang.
    Hal itu lah yang membuat mereka harus putar otak dalam mengelola gaji yang diterima per bulan.
    “Kalau soal gaji mau gimana lagi, kita pas-pasin aja buat di dapur. Abis gimana kita kan harus jalanin harus teriak ke mana, mau ngadu ke mana percuma,” kata Hendra.
    Sopir truk lain, Santo (bukan nama sebenarnya, 39) juga mengaku, pengeluaran uangnya lebih banyak karena antrean pembuangan sampah di Bantargebang mencapai belasan jam.
    Di tengah pengeluarannya yang meningkat, Santo mengeluhkan gajinya yang tak kunjung naik.
    “Untuk saat ini saya nerima di rekening itu Rp 7,5 juta. Jadi, enggak ada tunjangan-tunjangan lain, cuma itu doang,” ujar dia.
    Santo berharap, agar para sopir bisa mendapat pesangon ketika sudah tidak lagi dipekerjakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta.
    Pasalnya, meski pendapatannya sudah di atas UMR Jakarta, para sopir merasa gajinya tetap pas-pasan di tengah risiko pekerjaan yang tinggi dan jarang pulang ke rumah.
    Kemudian, Santo juga berharap jalan di Bantargebang segera diperbaiki agar aman dilintasi para sopir truk, sebab banyak akses yang rusak dan licin yang berpotensi membahayakan.
    “Emang semua harapan sopir truk itu. Pengin diperbaiki jalannya, karena menyiksa,” ujar dia.
    Lalu, ia juga meminta agar landfill atau zona untuk membuang sampah bisa dibuat rata dan tidak miring agar tak membahayakan sopir truk.
    Sebab, jika sopir truk membongkar muatan sampah di area landfill yang miring maka kendaraan mereka berpotensi terbalik.
    Pengamat perkotaan Universitas Indonesia (UI) Muh Aziz Muslim menilai, antrean truk menunjukkan bahwa kuantitas sampah Jakarta terus bertambah di tengah kapasitas TPST Bantargebang yang sudah melebihi batas.
    Di sisi lain, infrastruktur TPST yang kurang memadai, seperti jalan rusak, landfill yang sudah penuh juga jadi penyebab terjadinya antrean truk yang mau membuang sampah di Bantargebang mencapai belasan jam.
    “Kondisi ini tentu membutuhkan adanya skenario ya bagaimana kapasitas landfill yang terbatas ya dan infrastruktur yang juga mengalami kerusakan itu dapat diselesaikan,” ujar Aziz.
    Untuk mengatasi persoalan itu maka diperlukan perbaikan dari hulu ke hilir.
    Perbaikan di hulu bisa dimulai dari rumah dan kawasan industri dengan menerapkan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) itu nanti akan meringankan beban TPA-nya.
    Dengan berkurangnya volume sampah yang masuk maka permasalahan landfill yang melebihi kapasitas di Bantargebang bisa teratasi.
    Kemudian, infrastruktur jalan di Bantargebang juga tidak akan mudah lagi rusak jika volume sampah yang masuk bisa berkurang secara signifikan.
    Aziz juga menyeroti perihal keselamatan kerja para sopir truk yang melakukan bongkar muat sampah di Bantargebang.
    “Kalau terkait dengan keselamatan kerja bagaimana pemerintah memperlakukan sopir truk sampah. Undang-undangnya jelas, terkait dengan masalah Undang-Undang Ketenagakerjaan kita,” jelas dia.
    Dalam Undang-undang itu, diatur bagaimana penetapan jam kerja, kewajiban, hingga hak-hak para pekerja atau sopir truk.
    “Ini mesti diperhatikan apakah hak-haknya sudah diperhatikan, standar keselamatan kerja sudah diperhatikan atau belum, dan kita melihat kondisi truk serta fasilitas kerja yang mereka miliki juga mesti menjadi perhatian,” kata Aziz.
    Selain itu, pemerintah juga diminta memperhatikan bagaimana mekanisme atau manajemen antrean truk sampah di Bantargebang agar bisa diperpendek dan diperbaiki.
    Jangan sampai, kata Aziz, mekanisme antrean yang buruk justru membuat sopir truk menjadi korban lagi karena tak memiliki waktu istirahat yang cukup.
    Dampak
    kesehatan
    Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Universitas Indonesia Prof. Dr Ari Fahrial Syam menilai, antrean pembuangan sampah di Bantargebang yang mencapai belasan jam tentu saja akan membuat para sopir truk kekurangan jam istirahat.
    Padahal, idealnya dalam satu hari seseorang harus tidur sekitar enam hingga delapan jam, delapan jam lainnya bisa digunakan untuk melakukan aktivitas berat dan delapan jam lagi untuk melakukan aktivitas ringan.
    “Nah, kalau kita lihat bahwa para sopir truk ini bekerja dengan jam sangat panjang, kurang tidur, nah ini tentu akan memengaruhi keadaan tubuhnya, kesehatannya secara keseluruhan,” ungkap Ari.
    Kondisi semakin buruk karena para sopir truk mengantre di tengah gunungan sampah sehingga tanpa sadar terpapar dengan polutan dan gas metana.
    Jadi, sudah seharusnya para sopir truk menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti masker, sehingga tidak terpapar polutan dan gas metana secara langsung.
    Pasalnya, paparan polutan dan gas metana dari tumpukan sampah berpotensi meningkatkan risiko sopir mengalami micro sleep.
    Jika micro sleep itu terjadi, maka akan berpotensi fatal untuk para sopir truk karena bisa menyebabkan kecelakaan.
    Kurang tidur dalam jangka waktu panjang juga membuat para sopir truk mudah mengalami infeksi dan meningkatkan stres.
    “Apalagi kalau dia punya bakat atau sudah ada faktor genetik untuk hipertensi, mungkin hipertensi orang-orang dengan tidur yang kurang, kecapekan, kelelahan tentu juga akan memengaruhi kalau dia punya penyakit kronis misalnya gula darah yang tidak terkontrol ya. Kalau hipertensi tadi mungkin bisa menjadi stroke misalnya seperti itu,” ucap dia.
    Sementara untuk paparan gas metana dan polutan dari sampah dalam jangka panjang bisa membuat paru-paru para sopir truk bermasalah.
    Misalnya, seperti penyakit paru obstruksi kronis, asma, dan lain sebagainya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Jakarta Dilanda Rob Hingga Puting Beliung, Pramono: Tak Usah Salahkan Cuaca

    Jakarta Dilanda Rob Hingga Puting Beliung, Pramono: Tak Usah Salahkan Cuaca

    JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara rutin menyampaikan peringatan dini tentang potensi cuaca ekstrem kepada masyarakat.

    Pramono menilai antisipasi bersama jauh lebih penting sebagai langkah mitigasi. Sehingga, Pramono tak mau sekedar menyalahkan fenomena alam atas bencan hidrometeorologi yang terjadi di Jakarta beberapa waktu belakangan.

    Pernyataan itu diberikan Pramono saat dimintai tanggapan terkait serangkaian kejadian bencana akibat cuaca ekstrem yang terjadi di Jakarta dalam beberapa pekan terakhir, seperti banjir rob, angin puting beliung, dan pohon tumbang di sejumlah titik.

    “Ya, kami selalu sebenarnya menyampaikan kepada publik tentang cuaca ekstrem. Tetapi mari kita tidak usah menyalahkan cuaca ekstrem, kita semua harus mengantisipasi,” kata Pramono di Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu, 14 Desember.

    Pramono kemudian menjelaskan beberapa fenomena pemicu bencsna hidrometeorologi yang telah diprediksi dan diinformasikan jauh hari, namun ternyata belum semua masyarakat mengetahui informasi tersebut.

    “Seperti penanganan rob lalu, 15 hari sebelumnya sudah kami umumkan. Termasuk sebenarnya yang puting beliung kemarin yang terjadi di Ancol, kami sudah umumkan juga. Tetapi kan, apa ya, masyarakat belum sepenuhnya menggunakan informasi itu,” ujarnya.

    Namun, yang jelas, Pramono menegaska upaya penanganan dampak cuaca buruk terus dilakukan dengan cepat oleh petugas di lapangan.

    “Tetapi alhamdulillah baik kemarin puting beliung maupun Rob, maupun apa, cuaca yang tinggi, hujan yang tinggi, ya ada di beberapa spot terjadi banjir, ada juga yang pohon roboh seperti misalnya kemarin di dekat Masjid Sunda Kelapa. Tapi segera kita tangani dengan baik,” urai Pramono.

    Dalam beberapa pekan terakhir, wilayah pesisir utara Jakarta dilaporkan kembali mengalami banjir rob. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat puluhan RT di Jakarta Utara tergenang air laut akibat rob, terutama pada awal Desember 2025.

    Air rob sempat masuk ke sejumlah ruas jalan dan permukiman dengan ketinggian bervariasi, namun sebagian besar genangan disebut sudah menyusut atau surut setelah beberapa jam berlangsung.

    BPBD mengaitkan banjir rob kali ini dengan fenomena pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan fase bulan purnama dan perigee (supermoon), yang meningkatkan ketinggian muka laut di pesisir utara. BMKG sebelumnya juga telah mengeluarkan peringatan dini banjir pesisir (rob) sejak awal bulan, mengingat potensi cuaca tersebut sudah diprediksi.

    Selain rob, angin puting beliung melanda kawasan Ancol, Jakarta Utara pada Jumat, 12 Desember. Peristiwa itu menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan atap tenda roboh di area wisata tersebut.

    Meski insiden berlangsung singkat, dampaknya sempat menghambat akses jalan dan memerlukan penanganan cepat oleh petugas. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.

  • Pramono Sebut Banyak Event Maraton Bikin Realisasi Pajak Jakarta Capai Target

    Pramono Sebut Banyak Event Maraton Bikin Realisasi Pajak Jakarta Capai Target

    JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut maraknya penyelenggaraan event lari dan maraton memberi dampak langsung terhadap perputaran ekonomi dan realisasi pajak di Jakarta.

    Pramono mengaku, saat ini realisasi pajak dalam APBD tahun ini sudah mencapai target pada pertengahan bulan Desember 2025. Hal ini berkat banyaknya kegiatan marathon pada tahun ini yang berkontribusi pada pendapatan sektor UMKM, perhotelan, dan jasa pendukung lainnya.

    “Contoh yang paling konkret Jakarta International Marathon. Kami sudah hitung, sudah ukur, pada waktu itu memberikan kontribusi dari (perputaran ekonomi) UMKM, perhotelan, dan sebagainya, Rp85 miliar kurang lebih,” kata Pramono usai mengikuti JEKATE Running Series di Jakarta Selatan, Minguu, 14 Desember.

    Pramono menilai, event lari lain dengan jumlah peserta di bawah Jakarta International Marathon tetap memberi dampak ekonomi yang berarti. Menurutnya, efek kumulatif dari berbagai ajang tersebut berkontribusi pada capaian pajak Jakarta tahun ini.

    “Kalau kemudian ada beberapa seri (marathon) yang kurang lebih mungkin lebih rendah dari Jakarta International Marathon, saya prediksi ya separuhnya saja. Dan itu terlihat dari Jakarta sampai dengan hari ini, bulan Desember tanggal 13, pajaknya relatif sudah terpenuhi,” ujarnya.

    Pramono juga menyinggung dimulainya ajang lari baru yang diinisiasi oleh PAM Jaya bertajuk Jekate Running Series. Event tersebut digelar di lima wilayah kota administrasi Jakarta dan menjadi tambahan agenda olahraga berskala massal di Ibu Kota.

    Pramono menyebut ajang ini sebagai sinyal bahwa Jakarta terbuka bagi siapa pun yang ingin menggelar event olahraga. Kontribusi pada sektor ekonomi inilah yang membuat Pramono juga berminat untuk menjadi peserta event marathon di Ibu Kota

    “Ini menunjukkan bahwa Jakarta sangat terbuka untuk siapapun yang mau menyelenggarakan event lari dan sebagainya. Sehingga dengan demikian, saya mendorong untuk itu,” tutur dia.

    Sebelumya, Pramono juga menyinggung kondisi inflasi Jakarta yang hingga November 2025 berada di angka 2,27 persen. Ia memperkirakan inflasi Desember masih dalam batas aman sesuai target nasional.

    “Sehingga dengan demikian Jakarta pasti inflasinya sekitar 2,6 atau 2,7. Sehingga masih plus minus 2,5 plus 1 yang dicanangkan oleh pemerintah pusat,” ucap Pramono beberapa waktu lalu.

    Ia menyebut kondisi tersebut membuat Jakarta relatif aman dari sisi penerimaan pajak dan pertumbuhan ekonomi. Pramono menekankan peran Jakarta sebagai penyumbang terbesar terhadap perekonomian nasional.

    “Jakarta masih aman untuk revenue pajak di 2025 ini. Jakarta seperti kita ketahui bersama, memberikan kontribusi 16,61 persen GDP kita. Pertumbuhan kita kurang lebih nanti sekitar di atas 5 persen sedikit,” ujarnya.

    “Ini menunjukkan bahwa Jakarta benar-benar masih menjadi tumpuan harapan di Indonesia. Karena kontribusinya paling besar, 16,61 persen,” lanjut Pramono.