Tag: Pramono Anung

  • Brando Susanto Meninggal Dunia saat Beri Sambutan di Acara Halal Bihalal PDIP Jakarta

    Brando Susanto Meninggal Dunia saat Beri Sambutan di Acara Halal Bihalal PDIP Jakarta

    PIKIRAN RAKYAT – Kabar duka datang dari dunia politik Jakarta, di mana Anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Brando Susanto, meninggal dunia saat memberikan sambutan dalam acara Halal Bihalal DPD PDIP di Jakarta International Velodrome, Jakarta Timur, pada Minggu, 27 April 2025.

    Brando Susanto, yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia acara tersebut, meninggal di usia 48 tahun.

    Kejadian Tragis di Jakarta International Velodrome

    Peristiwa tersebut terjadi ketika Brando Susanto tengah memberikan sambutan di atas panggung. Tiba-tiba, ia terjatuh dan pingsan di depan ribuan kader PDIP yang hadir.

    Para petugas medis segera memberikan pertolongan pertama dan membawa Brando ke Rumah Sakit Columbia, Pulomas, Jakarta Timur. Sayangnya, Brando tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.

    “Saya baru mendapatkan kabar. Kalau sahabat kita Brando meninggal dunia,” ucap Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dalam sambutannya yang penuh haru di acara tersebut.

    Pramono Anung mengenang Brando sebagai sosok pekerja keras yang bahkan hingga akhir hayatnya tetap berjuang untuk partai dan rakyat Jakarta.

    Reaksi dari Para Kader PDIP

    Dalam suasana yang penuh duka, Pramono Anung menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam.

    “Yang dilakukan sahabat kita, Saudara kita Brando, merupakan contoh bagi kita semua. Bekerja sampai dengan akhir hayatnya,” ujar Pramono.

    Dia pun mengajak seluruh kader PDIP yang hadir untuk mendoakan mendiang Brando Susanto. Pramono mengingatkan bahwa semangat kerja keras Brando patut menjadi teladan bagi semua yang hadir di acara tersebut.

    “Kita tidak boleh menyerah, kita harus tetap bekerja karena apa yang dilakukan sahabat kita Brando merupakan contoh bagi kita semua,” tuturnya.

    Acara Halal Bihalal yang sebelumnya penuh semangat tersebut pun langsung dihentikan setelah insiden itu, dan seluruh peserta diminta untuk mendoakan Brando Susanto, semoga amal ibadahnya diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa.

    Diduga Terkena Serangan Jantung

    Meskipun penyebab pasti kematian Brando Susanto belum diumumkan secara resmi, beberapa sumber menyebutkan bahwa Brando diduga meninggal akibat serangan jantung. Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Wahyu Dewanto, mengonfirmasi bahwa Brando Susanto diduga mengalami serangan jantung saat memberikan sambutan.

    Profil Brando Susanto

    Brando Susanto, yang lahir pada 21 September 1977 di Jakarta, dikenal sebagai sosok yang aktif di dunia organisasi dan politik. Sebelum mengabdikan diri di DPRD DKI Jakarta, Brando aktif dalam berbagai organisasi, antara lain sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa FISIP Unpar, Ketua Koperasi Keluarga Besar Mahasiswa Unpar, dan Sekretaris DPC PDIP Jakarta Utara. Ia juga menjabat sebagai Ketua DPD Taruna Merah Putih DKI Jakarta dan Sekjen Perhimpunan Alumni Kolase Kanisius Jakarta.

    Brando yang beragama Katolik ini meninggalkan seorang istri, Syelin, serta keluarga dan kolega yang sangat merasa kehilangan atas sosoknya yang penuh dedikasi dan semangat.

    Peringatan dan Pesan dari Pramono Anung

    Pramono Anung, dalam pidatonya, mengingatkan seluruh kader PDIP untuk tidak melupakan semangat perjuangan Brando.

    “Mari kita doakan semoga Saudara Brando mendapatkan surga atas apa yang telah dilakukan,” kata Pramono, mengakhiri sambutannya dengan penuh haru.

    Dia mengajak kader-kader PDIP untuk terus melanjutkan perjuangan yang telah dimulai oleh Brando Susanto, sebagai bentuk penghormatan terakhir untuk sahabat dan rekan seperjuangan mereka.

    Brando Susanto akan selalu dikenang sebagai sosok yang bekerja tanpa kenal lelah demi kepentingan rakyat dan partainya. Meskipun ia telah meninggalkan dunia ini, semangat dan dedikasi Brando akan terus hidup dalam setiap langkah perjuangan yang diteruskan oleh para kader PDIP.***

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • PROFIL Brando Susanto, Anggota DPRD DKI Jakarta yang Meninggal Saat Sambutan di Halal Bihalal PDIP

    PROFIL Brando Susanto, Anggota DPRD DKI Jakarta yang Meninggal Saat Sambutan di Halal Bihalal PDIP

    Laporan Wartawan TribunJakarta.com Elga Hikari Putra

    TRIBUNJAKARTA.COM – Inilah profil Brando Susanto, Anggota DPRD DKI Jakarta yang meninggal dunia usai ambruk saat sambutan dalam acara halal bihalal PDIP di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (27/4/2025).

    Dimana dalam acara halal bihalal hang digelar DPD PDIP DKI Jakarta ini, Brando ditunjuk sebagai ketua panitia.

    Di DPRD DKI Jakarta, Brando duduk sebagai anggota Komisi C yang membidangi soal keuangan.

    Sedangkan di fraksi PDIP, ia sebagai wakil sekretatis.

    Melansir dari laman resmi DPRD DKI Jakarta, Brando lahir di Jakarta pada 21 September 1977 atau usianya 48 tahun.

    Ia tinggal di Jalan Satria IV Pademangan Barat, Jakarta Utara.

    Brando adalah salah satu anggota DPRD DKI Jakarta muka baru dalam periode 2024-2029.

    Pada Pemilu 2024, ia terpilih setelah mendapat dukungan 11.506 suara dari daerah pemilihan (Dapil) 3 Jakarta Utara yang meliputi Kecamatan Penjaringan, Tanjung Priok, dan Pademangan.

    Saat dilantik sebagai legislator di Jakarta, Brando Susanto berkomitmen menuntaskan tiga isu utama. 

    Yakni soal perbaikan pelayanan publik, perbaikan infrastruktur dan perbaikan kebijakan yang berdampak langsung pada masyarakat miskin Jakarta.

    Sementara itu, di internal DPD PDIP DKI Jakarta, saat ini Brando menjabat Sekretaris DPC PDI Perjuangan Jakarta Utara dan Ketua DPD Taruna Merah Putih DKI Jakarta yang merupakan organisasj sayap partai PDIP.

    Kabar duka meninggalnya Brando Susanto disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat sambutan di acara halal bihalal.

    Awalnya, Brando terjatuh saat tengah memberikan sambutan selaku ketua panitia acara.

  • Gubernur Jakarta Pramono Anung Soroti Kasus Pesepeda Tewas Ditabrak Motor di Jalur Sepeda Thamrin

    Gubernur Jakarta Pramono Anung Soroti Kasus Pesepeda Tewas Ditabrak Motor di Jalur Sepeda Thamrin

    Laporan Wartawan TribunJakarta.com Elga Hikari Putra

    TRIBUNJAKARTA.COM – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyoroti insiden pesepeda tewas ditabrak motor yang terjadi di jalur sepeda Jalan MH Thamrin pada Jumat (25/4/2025).

    “Kebetulan saya mengikuti peristiwa ini. Yang pertama saya menyampaikan bela sungkawa yang mendalam,” kata Pram ditemui saat halal bihalal bersama pengurus PWNU DKI Jakarta, Minggu (27/4/2025).

    Pram kemudian menjelaskan kronologi dari kecelakaan tersebut. 

    Dipaparkannya, hal itu bermula dari kendaraan taksi yang berhenti mendadak di jalur sepeda. Hal itu membuat korban tak sempat untuk mengerem.

    “Ketika taksi itu berhenti mendadak. Kemudian sepedanya terkena pintunya dan kemudian ada motor dari belakang yang menabrak,” kata Pram.

    Pram menyebut insiden yang terjadi di depan Kedutaan Besar Jepang memang merupakan kecelakaan, namun ia tak mau agar kasus semacam ini terus terulang.

    “Tetapi apapun enggak boleh terulang kembali. Mobil taksi yang secara mendadak parkir ataupun berhenti di situ yang kemudian mengganggu.

    Memang biasanya hari Sabtu atau hari Minggu, baik itu yang Sabtu untuk sepeda yang Minggu untuk Car Free Day, dan kami akan melakukan penertiban terhadap itu,” kata Pram.

    Selain itu, Pram juga menanggapi mengenai penanganan trotoar yang masih kerap digunakan untuk para PKL berjualan dan juga motor melintas.

    Ia meminta para petugas di Pemprov DKI untuk berani menegur para pelanggar seperti yang dilakukan petugas PPSU bernama Arif yang viral di media sosial.

    “Kemarin secara khusus saya mengundang Pak Arif PPSU yang kemudian mempunyai keberanian untuk mengusir orang-orang yang naik trotoar pakai motor.

    Dan yang seperti ini saya akan menyampaikan kepada seluruh PPSU, Satpol PP dan perangkat yang ada di DKI untuk menertibkan,” kata Pram.

    “Karena memang kalau dibiarkan sangat mengganggu, sehinga dengan demikian secara perlahan lahan pedestrian pun akan kita lakukan perbaikan, dan itu sudah ada programnya,” lanjutnya.

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

     

  • Pramono Anung Minta Kader PDI-P Jangan Ragu Mengkritiknya
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        27 April 2025

    Pramono Anung Minta Kader PDI-P Jangan Ragu Mengkritiknya Megapolitan 27 April 2025

    Pramono Anung Minta Kader PDI-P Jangan Ragu Mengkritiknya
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Gubernur Jakarta
    Pramono Anung
    meminta, para kader
    PDI-P
    jangan ragu mengkritiknya.
    Hal tersebut disampaikan pada acara Halal Bihalal DPD PDI-P Jakarta, di Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (27/4/2025).
    Acara tersebut dihadiri sejumlah kader PDI-P, seperti Prasetyo Edi Marsudi, Chico Hakim, Putra Nababan, Anggota DPRD Jakarta Hariyanto Kenneth, Ketua DPD PDIP Jakarta Adi Wijaya, hingga Anggota DPRD Jakarta Pantas Nainggolan.
    “Kami mohon doanya, kami mohon dukungannya. Kami mohon support-nya dan kami mohon kalau ada yang tidak sesuai dikritik sekeras-kerasnya,” kata Pramono Anung saat memberikan sambutan.
    Menurut Pramono, kritikan dari masyarakat merupakan vitamin untuk dirinya dalam menjalankan pemerintahan di Jakarta.
    “Bagi saya dan Bang Doel (Rano Karno), kritik adalah vitamin, jangan ragu-ragu dan kalau ada apa-apa, tolong disampaikan, apakah langsung kepada saya dan Bang Doel atau melalui fraksi kami yang ada di DPRD Jakarta,” ucap Pramono.
    Dalam kesempatan itu, Pramono juga menunjukkan sejumlah kerjanya selama memimpin Jakarta bersama Rano Karno.
    “Kalau saudara-saudara ingat apa yang kami janjikan di dalam kampanye Kartu Jakarta Pintar, Alhamdulillah hari ini sudah kita bagikan 707.622 kartu untuk siswa di Jakarta. KJMU, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul, juga sudah kami bagikan, lebih dari 15.000,” ungkap Pramono.
    Pramono mengaku sudah memberikan sejumlah kartu lansia serta difabel untuk masyarakat selama memimpin Jakarta.
    “Juga pemutihan ijazah di Jakarta akan kami selesaikan. Ini adalah bagian dari tanggung jawab dari apa yang kami janjikan di dalam kampanye kemarin. Saudara-saudara sekalian,” tutur Pramono.
    Tak hanya itu, Pramono juga berencana untuk memindahkan patung MH Thamrin untuk menghormati budaya Betawi.
    “Untuk menghormati budaya Betawi, maka segera akan kami pindahkan simbol utama Betawi, yaitu MH Thamrin di Jalan Thamrin, dan patungnya akan kami buat baik dan bagus menghadap ke Monas,” ujar Pramono.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Anggota DPRD Jakarta Brando Susanto Wafat Saat Sambutan di Halal Bihalal DPD PDI-P
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        27 April 2025

    Anggota DPRD Jakarta Brando Susanto Wafat Saat Sambutan di Halal Bihalal DPD PDI-P Megapolitan 27 April 2025

    Anggota DPRD Jakarta Brando Susanto Wafat Saat Sambutan di Halal Bihalal DPD PDI-P
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Anggota Komisi C DPRD Jakarta 
    Brando Susanto
    meninggal dunia saat memberi sambutan di acara Halal Bihalal DPD PDI-P Jakarta yang digelar di Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (27/4/2025).
    Brando Susanto merupakan ketua panitia acara Halal Bihalal DPD PDI-P Jakarta. 
    Ketika ditengah sambutan, suara Brando mulai pelan dan seketika tersungkur ke depan dan hampir jatuh ke bawah panggung.
    Tubuh Brando langsung diangkat oleh Satuan Tugas (Satgas) PDIP Perjuangan yang dekat panggung, sehingga tidak sampai terjauh.
    Lalu, Anggota PDI-P Jakarta yang sekitar panggung memberikan pertolongan pertama dan langsung memanggil medis.
    Selanjutnya tim medis naik ke atas panggung dan memberikan tindakan, lalu langsung membawa Brando ke Rumah Sakit Columbia Pulomas, Jakarta Timur.
    Usai dibawa ke rumah sakit, acara kembali dilanjutkan, Ketua DPD PDI-P Jakarta Adi Wijaya menggantikan sambutan dari Brando Susanto.
    Setelah itu acara dilanjutkan kembali dengan pidato Pramono Anung dan Rano Karno untuk memberikan sambutan
    Di tengah sambutan, Pramono menyampaikan bahwa Brando Susanto telah meninggal dunia.
    “Saudara-saudara sekalian, dalam kesempatan ini saya ingin mengucapkan duka yang mendalam. Innalillahi wainailahi rojiun. Sahabat kita, teman kita, ketua panitia kita, yang kita saksikan bersama-sama Dalam memberikan sambutan, saya baru mendapatkan kabar. Kalau sahabat kita Brando meninggal dunia,” ucap Pramono Anung di lokasi.
    Pramono meminta simpatisan dan anggota DPD PDI-P Jakarta untuk berdoa sesaat.
    “Untuk itu mari kita doakan semoga saudara Berando Mendapatkan surga atas apa yang telah dilakukan, Al-Fatihah,” kata Pramono.
    Setelah itu, Pramono dan Rano langsung turun panggung dan menuju ke rumah sakit bersama anggota DPD PDI-P Jakarta.
    Sedangkan acara Halal Bihalal DPD PDI-P Jakarta dihentikan dan massa membubarkan diri.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Detik-Detik Brando Susanto Ambruk di Acara Halal Bihalal PDIP Jakarta, Diduga Serangan Jantung

    Detik-Detik Brando Susanto Ambruk di Acara Halal Bihalal PDIP Jakarta, Diduga Serangan Jantung

    PIKIRAN RAKYAT – Sebuah insiden tragis mengguncang acara Halal Bihalal DPD PDIP DKI Jakarta yang berlangsung di Jakarta International Velodrome, Jakarta Timur, pada Minggu, 27 April 2025.

    Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP, Brando Susanto, yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia acara tersebut, tiba-tiba ambruk di atas panggung saat sedang memberikan sambutan. Kejadian ini mengakhiri hidupnya yang baru saja mencapai usia 48 tahun.

    Ambruk di Jakarta International Velodrome

    Acara yang dihadiri oleh ribuan kader PDIP dan tokoh-tokoh penting seperti Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno ini, berubah menjadi suasana penuh duka saat Brando Susanto yang tengah memberikan sambutan, mendadak terjatuh dan pingsan.

    Pada saat itu, Brando Susanto sedang menyapa para kader PDIP dan mengucapkan terima kasih atas perjuangan mereka. Namun, seketika dia ambruk dan terjatuh tengkurap di atas panggung.

    Para petugas medis yang segera merespons kejadian tersebut langsung mengerahkan upaya terbaik mereka untuk memberikan pertolongan pertama. Brando Susanto kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Columbia, Pulomas, Jakarta Timur, namun sayangnya ia dinyatakan meninggal dunia setelah beberapa saat menjalani perawatan.

    Reaksi Haru Gubernur Pramono Anung

    Kabar duka tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di hadapan ribuan kader PDIP yang hadir. Dalam sambutannya, Pramono mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian sahabatnya itu.

    “Saya baru mendapatkan kabar. Kalau sahabat kita Brando meninggal dunia,” ujar Pramono, yang terlihat sangat terharu dan emosional.

    Gubernur Jakarta tersebut mengenang Brando sebagai sosok yang selalu bersemangat dan berdedikasi tinggi.

    “Yang dilakukan sahabat kita, Saudara kita Brando, merupakan contoh bagi kita semua. Bekerja sampai dengan akhir hayatnya,” ucap Pramono, sambil mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan mendiang Brando Susanto.

    Acara Halal Bihalal yang semula berlangsung dengan penuh semangat, terpaksa dihentikan setelah insiden tersebut. Pramono juga mengajak seluruh kader PDIP yang hadir untuk mendoakan mendiang Brando, berharap amal ibadahnya diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa.

    Diduga Serangan Jantung

    Meskipun belum ada pernyataan resmi mengenai penyebab kematian Brando, dugaan sementara adalah serangan jantung. Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Wahyu Dewanto, yang juga hadir dalam acara tersebut, mengonfirmasi bahwa Brando diduga meninggal akibat serangan jantung. Kejadian tersebut semakin menambah duka bagi keluarga besar PDIP DKI Jakarta.

    Sosok Brando Susanto

    Brando Susanto dikenal sebagai seorang figur yang sangat aktif dalam dunia politik dan organisasi. Sebelum mengabdikan diri sebagai Anggota DPRD DKI Jakarta, Brando sudah berpengalaman dalam berbagai organisasi mahasiswa dan kepemudaan, antara lain sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Fisip Unpar, Ketua Koperasi Keluarga Besar Mahasiswa Unpar, Sekjen Perhimpunan Alumni Kolase Kanisius Jakarta, serta Ketua DPD Taruna Merah Putih DKI Jakarta.

    Brando juga dikenal sebagai sosok yang memiliki komitmen tinggi terhadap pekerjaannya, bahkan sampai saat-saat terakhir kehidupannya. Dengan dedikasi yang sangat besar, Brando berusaha memberikan yang terbaik untuk partainya dan masyarakat Jakarta.

    Brando meninggalkan seorang istri tercinta, Syelin, serta keluarga, sahabat, dan kolega yang sangat merasa kehilangan atas kepergiannya. Mendiang Brando Susanto akan dikenang sebagai sosok yang selalu berjuang dan bekerja keras untuk kepentingan orang banyak, terutama bagi warga Jakarta.

    Pesan Terakhir dari Pramono Anung

    Dalam sambutannya, Pramono Anung juga memberikan pesan terakhir bagi seluruh kader PDIP.

    “Mari kita doakan semoga Saudara Brando mendapatkan surga atas apa yang telah dilakukan,” tutur Pramono, dengan suara yang penuh haru.

    Pramono mengajak para kader untuk melanjutkan perjuangan yang telah dimulai oleh Brando, sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan semangat yang telah ia berikan hingga akhir hayatnya.

    Brando Susanto, meskipun telah meninggalkan dunia ini, akan selalu dikenang sebagai contoh nyata dari seorang pejuang yang bekerja tanpa mengenal lelah hingga detik-detik terakhir hidupnya.***

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • Pramono ingin KJMU hingga jenjang S3

    Pramono ingin KJMU hingga jenjang S3

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberi keterangan kepada media di Jakarta, Minggu (27/4/2025). ANTARA/Khaerul Izan

    Pramono ingin KJMU hingga jenjang S3
    Dalam Negeri   
    Editor: Calista Aziza   
    Minggu, 27 April 2025 – 13:53 WIB

    Elshinta.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginginkan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) bisa diberikan kepada mahasiswa hingga jenjang Strata Tiga (S3) dari yang diberlakukan saat ini sampai sarjana (S1)

    “Kenapa sampai S3? Bagi saya pribadi ini untuk memutus ketidakberuntungan masyarakat,” kata Pramono di Jakarta, Minggu, saat menghadiri Halal Bihalal PWNU Jakarta.

    Menurut dia, pendidikan yang tinggi diharapkan dapat memberikan peluang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih layak sehingga taraf hidup bisa meningkat.

    Ia menjelaskan bahwa saat ini banyak yang berijazah S1 tapi belum bisa mendapatkan pekerjaan. Karena itu, Pemprov DKI berupaya memberikan beasiswa hingga S3 atau doktor mengingat jenjang itu sudah paling tinggi di dalam pendidikan.

    Pramono meyakini dengan gelas S3 maka untuk mencari pekerjaan akan jauh lebih mudah dibandingkan gelar di bawahnya.

    “Saya salah satu contohnya. Saya dari keluarga sederhana bapak saya guru. Saya sekolah sampai dengan S3 Untuk bisa memperbaiki kehidupan keluarga,” ujarnya.

    Pramono menambahkan bahwa saat berkampanye untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta, ia tidak pernah berjanji hal yang bersifat fisik atau membangun sesuatu.

    Namun, kata dia, yang ingin diselesaikan di Jakarta, yaitu masalah Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Sehat (KJS), Kartu Difabel, Kartu Lansia dan pemutihan Ijazah.

    “Ini semua satu per satu sudah kami selesaikan,” katanya.

    Saat ini, program KJMU DKI Jakarta menyasar kepada 15.000 penerima dan tahun depan akan ditingkatkan menjadi 20.000.

    KJMU merupakan program bantuan biaya pendidikan mahasiswa yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.

    Penerima bantuan ini antara lain mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu secara ekonomi, memiliki potensi akademik yang baik dan pengajuan bantuan harus dilakukan paling lama pada semester dua.

    Besaran dana yang diterima mahasiswa penerima manfaat KJMU sebesar Rp9 juta per semester.

    Sumber : Antara

  • Penunggak pajak kendaraan di Jakarta akan dikejar untuk bayar

    Penunggak pajak kendaraan di Jakarta akan dikejar untuk bayar

    Sejumlah warga mengantre untuk pendaftaran pembayaran pajak kendaraan bermotor di gerai pelayanan Samsat keliling TMP Kalibata, Jakarta, Selasa (6/8/2024). Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta mencatat realisasi penerimaan DKI Jakarta pada semester I 2024 mencapai Rp19,10 triliun bersumber dari 11 objek pajak di antaranya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). ANTARA FOTO/Muhammad Ramdan/aww.

    Penunggak pajak kendaraan di Jakarta akan dikejar untuk bayar
    Dalam Negeri   
    Editor: Calista Aziza   
    Minggu, 27 April 2025 – 14:06 WIB

    Elshinta.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, tidak memberikan pemutihan pajak kendaraan bermotor dan akan mengejar penunggak pajak karena sudah menikmati fasilitas tanpa membayar pajak.

    “Sudah mendapatkan fasilitas. Sudah mendapatkan kemudahan masa’ tidak mau bayar pajak,” kata Pramono di Jakarta, Minggu, saat menghadiri Halal Bihalal PWNU DKI Jakarta.

    Menurut dia, tugas pemerintah, yaitu memberikan bantuan kepada masyarakat yang tidak mampu seperti pemutihan ijazah bukan pemutihan pajak kendaraan.

    Pramono menjelaskan bahwa penunggak pajak kendaraan bermotor rerata merupakan pemilik mobil yang mempunyai kendaraan kedua dan ketiga sehingga tidak layak mendapatkan bantuan.

    Untuk itu, ia akan mengejar pengemplang pajak kendaraan bermotor, selain karena tidak layak dibantu juga sudah menikmati fasilitas yang telah disediakan pemerintah.

    “Bagi yang punya mobil tidak mau bayar pajak saya tidak akan putihkan saya akan kejar dia,” ujarnya.

    Pramono memastikan Pemprov DKI Jakarta akan berpihak kepada yang membutuhkan terutama rakyat miskin mengingat di Jakarta jarak antara yang kaya dan miskin sangat jauh.

    Untuk itu, fokus utama yang dilakukannya, yaitu dengan membereskan semua permasalahan orang kecil seperti pemutihan ijazah, penghapusan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi rumah tapa dengan NJOP di bawah Rp2 miliar dan apartemen di bawah Rp650 juta.

    “Dalam memimpin Jakarta ini terus terang saya lebih mengutamakan masyarakat yang di bawah mendapatkan kemudahan,” katanya.

    Sumber : Antara

  • Patung MH Thamrin Bakal Dipindahkan ke Museum, Apa Gebrakan Pramono Selanjutnya?

    Patung MH Thamrin Bakal Dipindahkan ke Museum, Apa Gebrakan Pramono Selanjutnya?

    PIKIRAN RAKYAT – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memindahkan patung tokoh nasional Mohammad Hoesni (MH) Thamrin dari lokasi saat ini di persimpangan Jalan Medan Merdeka Selatan dan Jalan MH Thamrin ke Museum MH Thamrin. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

    Dalam keterangannya, Pramono menyebut keputusan ini diambil setelah berdiskusi dengan dua mantan gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso (Bang Yos) dan Fauzi Bowo (Bang Foke).

    “Saya diskusi dengan Bang Foke, patung (MH Thamrin) ini bukan patung yang dibuat besar. Seizin Bang Yos dan Bang Foke, patung ini nanti kami taruh di Museum MH Thamrin,” ujarnya di Jakarta, Sabtu 26 April 2025.

    Patung Baru Akan Dibuat, Lebih Besar dan Representatif

    Meskipun patung lama akan dipindahkan ke museum, Pramono menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta tetap berencana menempatkan patung MH Thamrin yang baru di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Berbeda dari patung sebelumnya, patung baru ini akan dibuat dalam ukuran yang lebih besar dan memiliki konsep artistik yang lebih kuat.

    Patung baru ini tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Sebagai gantinya, pendanaan akan dicari dari berbagai sumber alternatif seperti dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan atau dari dana kompensasi Kelebihan Koefisien Lantai Bangunan (KLB).

    “Sebab kalau memakai dana APBD terlalu lama. Kita bisa memakai dari sumber lain seperti dana CSR, KLB, dan macam-macam,” kata Pramono Anung.

    Adapun desain patung baru ini akan menggambarkan MH Thamrin dalam pose berpikir, menyesuaikan dengan reputasinya sebagai tokoh pemikir besar dari Betawi. Ini menjadi perubahan signifikan dari patung lama yang memperlihatkan Thamrin berdiri tegak, mengenakan jas dan peci, dengan tangan menunjuk ke depan dan tangan lainnya memegang buku.

    “Patung yang representatif. Saya tahu MH Thamrin adalah pemikir orang Betawi. Maka saya meminta kepada pematungnya, buat wajah, tangan, dan wajah MH Thamrin yang sedang berpikir,” tutur Pramono Anung.

    Alasan Memilih Jalan MH Thamrin

    Pramono menilai bahwa Jalan MH Thamrin merupakan kawasan paling strategis dan simbolis untuk menghormati nama besar tokoh Betawi tersebut. Selain sebagai jalan utama di pusat ibu kota, area ini juga menjadi bagian dari wajah Jakarta di mata dunia.

    “Karena ini jalan utama kita dan saya yakin pemerintah pusat pasti setuju dengan ide ini. Karena itu kebaikan kita bersama dalam memberikan penghormatan pada tokoh utama Betawi,” ujarnya.

    Selain sebagai bentuk penghormatan, langkah ini juga merupakan bentuk pengakuan Pemprov DKI Jakarta atas jasa-jasa MH Thamrin dalam memperjuangkan rakyat kecil dan membangun cikal bakal pemerintahan modern di Jakarta.

    Museum MH Thamrin Akan Direnovasi

    Dalam kesempatan yang sama, Pramono juga mengungkapkan rencana untuk merenovasi Museum MH Thamrin yang berlokasi di kawasan Kenari, Jakarta Pusat. Ia mengakui bahwa fasilitas museum saat ini masih kurang memadai, sehingga perlu dilakukan perbaikan agar dapat lebih representatif dalam memperkenalkan sosok MH Thamrin kepada masyarakat, terutama generasi muda.

    Renovasi ini sekaligus mendukung upaya memindahkan patung lama ke museum, sehingga patung tersebut tetap dapat diakses dan menjadi bagian dari edukasi sejarah bagi para pengunjung.***

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • Penampakan JPO Depan Gedung DPR Besinya Dipreteli, Sampah Berserakan dan Tak Terawat – Halaman all

    Penampakan JPO Depan Gedung DPR Besinya Dipreteli, Sampah Berserakan dan Tak Terawat – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA –  Akhir-akhir ini sejumlah fasilitas jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jakarta jadi sorotan.

    Terutama karena kondisinya yang memprihatinkan, tidak terawat dan besi JPO dipreteli diduga dicuri.

    Tak terkecuali JPO yang ada di depan Gedung DPR RI Jakarta.

    JPO yang berada di Jalan Gatot Soebroto ini kondisinya sungguh memprihatinkan.

    Sehingga membahayakan bagi pejalan kaki untuk dilaluli.

    Meski berada di jalan protokol dan depan kantor instansi pemerintah tak menjamin JPO tersebut mendapat perhatian.

    Kondisi JPO di depan DPR RI, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta Pusat juga dipenuhi banyak sampah. (TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA PUTRA)

    Pantauan TribunJakarta.com,  Minggu (27/4/2025), kondisi di JPO depan DPR sebagian besi pembatas di tangga JPO hilang diduga dicuri.

    Sebab terlihat dari bekas potongan di sisa besi yang masih ada.

    Tak hanya itu, besi yang masih tersisa juga terlihat karatan seakan sudah lama tak dirawat.

    Belum lagi kawat yang menutup area JPO agar tidak ada yang melemparkan benda ke arah jalan tol dalam kota juga banyak yang bolong.

    Kondisi kian memprihatinkan karena di JPO tersebut juga banyak sampah.

    Tak hanya sampah daun yang berguguran, tetapi banyak pula sampah plastik di area JPO.

    Bahkan sampai pamflet bekas aksi demo tolak pengesahan UU TNI yang berlangsung lebih dari sebulan lalu masih terlihat berserakan di JPO tersebut.

    Tak terlihat juga adanya petugas dari Pemprov DKI Jakarta, baik itu petugas PJLP Dinas Pertamanan atau Satpol PP yang membersihkan JPO tersebut.

    Di JPO tersebut memang ada CCTV namun arahnya bukan ke JPO melainkan ke jalan tol dan jalan arteri yang ada di bawahnya.

    Lokasi JPO yang tak terhubung langsung dengan moda transportasi umum membuat JPO ini sepi dilintasi oleh para pejalan kaki.

    Malah JPO ini kerap dilalui oleh sepeda motor yang berputar arah karena pijakan JPO ini merupakan coran sehingga kuat dilalui motor.

    Respons Gubernur

    Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, pihaknya sudah menginstruksikan kepada Dinas Bina Marga dan juga Satpol PP untuk memperbaiki sekaligus mengawasi agar pencurian besi di sejumlah JPO, termasuk di depan DPR tak terulang.

    “Kami sudah meminta kepada Dinas Bina Marga dan juga trantib kita untuk melihat, mempelajari yang ada di CCTV,” kata Pram saat halal bihalal bersama pengurus PWNU DKI Jakarta di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (27/4/2025).

    Politisi PDIP itu mengklaim akan bertindak tegas kepada para pelaku yang kerap mencuri fasilitas umum di Jakarta.

    “Kalau memang kemudian ini kami akan tuntut sekeras-kerasnya. gaboleh lagi terjadi. Saya akan mengambil sikap tegas dan keras terhadap hal ini,” kata Pram.