Tag: Pramono Anung

  • Pemprov Jakarta dan Kementerian Perumahan Bentuk Tim Kecil, Bahas Rumah Subsidi hingga TOD
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        8 Agustus 2025

    Pemprov Jakarta dan Kementerian Perumahan Bentuk Tim Kecil, Bahas Rumah Subsidi hingga TOD Megapolitan 8 Agustus 2025

    Pemprov Jakarta dan Kementerian Perumahan Bentuk Tim Kecil, Bahas Rumah Subsidi hingga TOD
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta bersama Kementerian Perumahan dan Permukiman sepakat membentuk tim kecil guna mempercepat kerja sama di sektor perumahan dan permukiman.
    Tim gabungan ini akan merumuskan langkah-langkah konkret untuk menjalankan berbagai program prioritas. Di antaranya pembangunan rumah subsidi, penataan kawasan kumuh, serta pengembangan kawasan berbasis transportasi massal atau Transit Oriented Development (TOD).
    Kesepakatan tersebut dicapai saat Menteri Perumahan dan Permukiman Maruar Sirait bertemu dengan Gubernur Jakarta Pramono Anung di Balai Kota, Jumat (8/8/2025).
    “Beliau (Menteri Maruar) menawarkan berbagai program yang tentunya sangat bermanfaat, berguna bagi Jakarta berkaitan dengan pemukiman, penataan kawasan kumuh, TOD, suku subsidi bunga, rumah subsidi,“ ucap Pramono, Jumat.
    Ia menambahkan, kerja sama ini akan segera direalisasikan dalam waktu dekat.
    “Kami beri waktu dua bulan, mudah-mudahan segera bisa bekerja mengkonkritkan apa yang bisa dikerjakan bersama-sama,” lanjut Pramono.
    Sementara itu, Menteri Maruar, yang akrab disapa Ara, menyampaikan, sinergi antara pusat dan daerah sudah terbangun dalam berbagai program sebelumnya.
    Beberapa di antaranya pemindahan warga dari kolong jembatan ke rumah susun, inisiatif CSR untuk kampung nelayan di Muara Angke, serta penanganan rusun Pasar Rumput.
    “Kita juga sudah renovasi Wisma Atlet, dan menyusul lagi ada ribuan unit yang akan direnovasi. Kita akan koordinasikan dengan Setneg agar bisa dimanfaatkan,” kata Ara.
    Ara juga menyampaikan Jakarta akan menjadi kota pertama yang mendapat sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan.
    Program nasional yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini menyediakan dana sekitar Rp130 triliun dengan skema subsidi bunga.
    “Saya pikir ini program pertama kali sepanjang sejarah Indonesia ada KUR perumahan. Jadi ini sayang kalau tidak dimanfaatkan oleh rakyat Jakarta dan kalangan dunia usaha di Jakarta,” kata Ara.
    Tim kecil ini akan dipimpin oleh perwakilan dari kedua instansi.
    Melalui kolaborasi pusat dan daerah, kedua pihak berharap program perumahan tidak hanya memperbaiki kualitas hunian, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lewat penciptaan lapangan kerja dan pergerakan industri sektor perumahan.
    “Jadi ini akan betul-betul mendongkrak pertumbuhan ekonomi,” ungkap Ara.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Tak Mau Direlokasi, Pedagang Bakal Tetap Berjualan di Pasar Barito
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        8 Agustus 2025

    Tak Mau Direlokasi, Pedagang Bakal Tetap Berjualan di Pasar Barito Megapolitan 8 Agustus 2025

    Tak Mau Direlokasi, Pedagang Bakal Tetap Berjualan di Pasar Barito
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Pedagang Pasar Barito bersikukuh tetap akan berjualan di kiosnya, meski Pemprov DKI Jakarta meminta mereka angkat kaki.
    Mereka juga sempat berunjuk rasa saat Gubernur DKI Jakata Pramono anung melakukan peletakan batu pertama pembangunan Taman Bendera Pusaka, Jumat (8/8/2025).
    “Kami berprinsip, tetap akan berjualan di sini sampai gubernur akan menyinergikan Pasar Barito dengan taman,” ujar kuasa hukum pedagang, Fahmi Akbar, kepada Kompas.com, Jumat (8/8/2025).
    Para pedagang ingin Pasar Barito menjadi bagian dari Taman Bendera Pusaka nantinya. Para pedagang bersedia mengosongkan beberapa kios jika dibutuhkan untuk jalan masuk ke Taman Bendera Pusaka.
    Fahmi pun meminta Pramono Anung mau mendiskusikan hal tersebut dengan para pedagang Pasar Barito.
    “Itu kan sebenarnya partisipasi-partisipasi publik yang perlu dapat masukkan, kan. Sehingga dia menjadi kajian yang bisa ditampung aspirasi dari para pedagang ini,” kata dia.
    Pada kesempatan ini, Fahmi juga menyinggung bangunan lokasi sementara (loksem) yang ditempati pedagang seharusnya bersifat berkelanjutan mengingat besarnya uang yang sudah digelontorkan.
    “Dalam tata ruang kota, kalau ada pembangunan, ya, kan, dan direvitalisasi pasar tersebut, seharusnya berkepanjangan, berkelanjutan. Ada semacam keberlanjutan pembangunan,” ucap Fahmi.
    Para pedagang juga mempertanyakan urgensi pembangunan Taman Bendera Pusaka. Padahal, dahulu anggaran untuk membangun lokasi sementara Pasar Barito sudah besar.
    “Karena lumayan, itu kan Rp1,6 miliar bukan uang yang sedikit. Kita bisa liburan ke Maldives berapa kali. Bisa umroh, bahkan,” kata dia.
    Berdasarkan Surat Keputusan Walikota Jakarta Selatan Nomor e-0096 tahun 2024 tentang Penetapan Lokasi Sementara Usaha Mikro/Pedagang Kaki Lima di Wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan Tahun 2024, loksem Pasar Barito memang hanya berlaku selama satu tahun sejak Juni 2024.
    Namun, para pedagang berkeyakinan surat tersebut bisa diperpanjang.
    “Iya, betul waktu itu juga diperpanjang setelah revitalisasi. Dari pihak advokat, dari Pak Dewan juga bilang itu bisa diperpanjang,” kata salah satu pedagang, Karno (64) saat ditemui di pasar, Jumat.
    Setelah ditelusuri, SK serupa memang pernah dikeluarkan juga pada 2023 dengan nomor e-0059 tentang Penetapan Lokasi Sementara Usaha Mikro/Pedagang Kaki Lima di Wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan Tahun 2023.
    Namun, surat yang ditemukan pada laman Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Jakarta Selatan itu tidak dapat diakses.
    Kompas.com sudah mencoba meminta dokumen tersebut kepada Pemerintah Kota Jakarta Selatan, dan masih dalam proses pencarian.
    Sebagai informasi, rencana relokasi pedagang ini berkaitan dengan proyek pembangunan Taman ASEAN atau Taman Bendera Pusaka yang akan menggantikan area Pasar Barito.
    Proyek ini merupakan bagian dari program Pemerintah Provinsi Jakarta dalam memperluas ruang terbuka hijau (RTH).
    Taman Bendera Pusaka dirancang untuk menggabungkan tiga taman yang sudah ada sebelumnya, yaitu Taman Leuser, Taman Ayodhya, dan Taman Langsat. Proyek ini ditargetkan rampung pada Desember 2025.
    Pemerintah menyebut taman tersebut akan menjadi ruang publik ikonik.
    Saat status Jakarta berubah dan tak lagi menjadi ibu kota negara, taman ini diharapkan menjadi simbol identitas baru Jakarta sebagai Ibu Kota ASEAN, mengingat keberadaan Gedung Sekretariat ASEAN di kawasan Blok M.
    “Jadi, ini adalah untuk menjadikan kawasan Blok M sebagai pusat transportasi dan perbelanjaan, dan yang kedua sebagai City ASEAN. Jadi, rencananya taman itu akan menunjang taman-taman di ASEAN yang ada di wilayah Jakarta Selatan,” kata Anwar, Selasa (1/7/2025).
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pramono: Rekrutmen 1.000 Petugas Damkar Disesuaikan dengan Kemampuan APBD DKI
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        8 Agustus 2025

    Pramono: Rekrutmen 1.000 Petugas Damkar Disesuaikan dengan Kemampuan APBD DKI Megapolitan 8 Agustus 2025

    Pramono: Rekrutmen 1.000 Petugas Damkar Disesuaikan dengan Kemampuan APBD DKI
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, rekrutmen 1.000 petugas pemadam kebakaran (Damkar) disesuaikan dengan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.
    Menurut Pramono, idealnya jumlah personel Damkar di Jakarta perlu ditambah hingga 11.000 orang. Namun, keterbatasan anggaran membuat pemerintah harus menyesuaikan jumlah rekrutmen tahun ini.
    “Kebutuhannya sekarang ini kan apapun kita juga melihat kemampuan ABBD kita. Untuk bisa 1.000 saja itu kan sudah luar biasa, karena kita di tahun ini selain 1.100seratus untuk PPSU, yang seribu untuk Damkar,” ucap Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (8/8/2025).
    Pramono menegaskan, dalam rekrutmen petugas Damkar Jakarta ada syarat khusus yang wajib dipenuhi para pelamar.
    Mereka diwajibkan lulusan SLTA dan memiliki tinggi badan minimal 165 cm. Para calon petugas juga harus menjalani tes fisik yang dilakukan bersama Pangdam Jaya.
    “Karena memang kami mempersiapkan untuk Damkar ini betul-betul orang yang mau bekerja dengan baik,” ungkap Pramono.
    Proses pendaftaran dilakukan secara online lewat situs resmi masing-masing kota administrasi dimulai pada Selasa (12/8/2025) hingga Kamis (14/8/2025).
    Pramono memastikan seleksi akan berjalan transparan. Ia juga menegaskan, warga Jakarta akan diutamakan jika ada pelamar yang nilainya sama.
    “Kalau pendaftaran itu kan terbuka, Jakarta itu kota terbuka. Kecuali yang prestasinya, misalnya lah, kalau nilainya sama, saya akan perintahkan ambil orang Jakarta,” ungkap Pramono.
    Formasi rekrutmen petugas Damkar DKI Jakarta tahun ini dialokasikan untuk lima wilayah kota administrasi.
    Rinciannya yakni Jakarta Timur sebanyak 219 orang, Jakarta Selatan 211 orang, Jakarta Barat 202 orang, Jakarta Pusat 187 orang, dan Jakarta Utara 181 orang.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • DKI serahkan bansos kepada 56.351 penerima baru tahun 2025

    DKI serahkan bansos kepada 56.351 penerima baru tahun 2025

    Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyerahkan kartu bantuan sosial kepada 56.351 penerima baru yang disalurkan melalui Kartu Anak Jakarta (KAJ), Kartu Lansia Jakarta (KLJ) dan Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ) tahun 2025.

    “Itulah yang menjadi prioritas dalam era kepemimpinan saya selain Kartu Jakarta Pintar, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul, pemutihan ijazah dan Kartu Lansia, Anak Jakarta maupun Disabilitas,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo di Balai Kota Jakarta, Jumat.

    Penerima bantuan sosial (bansos) baru ini akan menerima bantuan uang tunai sebesar Rp300 ribu per orang setiap bulannya.

    Dengan adanya tambahan penerima baru bansos di tiga golongan tersebut, maka total ada sebanyak 213.366 penerima manfaat bantuan Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD) di tahun 2025.

    Selain bantuan uang tunai, mereka juga mendapatkan fasilitas gratis untuk menggunakan transportasi umum seperti Transjakarta dan MRT.

    Pram mengajak warga untuk memanfaatkan fasilitas tersebut agar mobilitas masyarakat Jakarta lebih baik.

    Pram berharap pemberian bantuan sosial dari Pemprov DKI Jakarta ini akan memberikan manfaat untuk masyarakat. “Mudah-mudahan ini akan bermanfaat, berguna,” kata Pram.

    Selain itu, Pram juga memberikan pesan kepada para penerima bansos agar tidak menggunakan dana bantuan untuk judi online atau judol.

    “Jangan sampai digunakan untuk judol. Enggak ada manfaatnya, yang ada adalah kerugian bagi saudara-saudara sekalian. Jadi sekali lagi, jangan digunakan untuk judol,” kata Pram.

    Pram menyampaikan harapannya agar Jakarta dapat menjadi rumah yang nyaman bagi seluruh warganya, terutama bagi keluarga yang kurang beruntung.

    Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Iqbal Akbarudin menjelaskan, penerima manfaat baru bansos PKD sebanyak 56.351 orang.

    Dengan rincian, 38.414 penerima Kartu Lansia Jakarta, 4.489 penerima Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta dan 13.448 penerima Kartu Anak Jakarta.

    “Sehingga dari kuota 219.252 penerima manfaat tahun 2025 ini telah tercapai 213.366 penerima manfaat,” kata Iqbal.

    Bansos yang diberikan, yaitu uang sebesar Rp300 ribu per bulan yang disalurkan melalui rekening masing-masing penerima manfaat.

    Penyaluran kartu ATM bagi penerima manfaat dilaksanakan pada 8-31 Agustus 2025 di seluruh wilayah kota administrasi dan Kabupaten Kepulauan Seribu.

    Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pram minta Dishub dan Satpol PP tertibkan pungli di Pejompongan

    Pram minta Dishub dan Satpol PP tertibkan pungli di Pejompongan

    Jakarta (ANTARA) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo angkat bicara terkait video viral terkait aksi sekelompok orang melakukan pungutan liar (pungli) di Jalan Pejompongan Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

    Pram meminta Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) segera menertibkan hal tersebut.

    “Yang jelas, yang seperti itu nggak boleh terjadi. Saya segera minta Dinas Perhubungan dan Satpol PP untuk menertibkan, siapapun itu,” kata Pram di Balai Kota Jakarta, Jumat.

    Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengaku akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP dan pihak kepolis6ian. Dinas Perhubungan (Dishub) akan melakukan penertiban.

    “Terkait viral sekelompok orang yang meminta upah kepada pengendara motor untuk melewati trotoar di Palmerah, kami akan berkoordinasi dengan Kepolisian dan Satpol PP untuk melakukan penertiban,” kata Syafrin.

    Syafrin menerangkan pihaknya akan menempatkan petugas di lokasi. Hal itu agar kejadian serupa tidak terulang.

    “Menempatkan anggota di lokasi agar tidak terulang kembali aktivitas Pak Ogah di lokasi dan sepeda motor tidak menggunakan trotoar untuk melintas, khususnya pada sore hari,” kata Syafrin.

    Berdasarkan video yang diunggah di akun Instagram milik @lutfiagizal pada Kamis (7/8), tampak sekelompok orang melakukan pungli ke pemotor yang hendak menerobos trotoar saat macet.

    Mereka tampak menawarkan jasa kepada pengendara untuk bisa menghindari lalu lintas yang macet dari arah Jalan Pejompongan menuju Stasiun Palmerah atau Jalan Jenderal Gatot Subroto. Orang-orang itu lalu meminta bayaran.

    Pada video tersebut, tampak tiga orang yang mengarahkan sepeda motor untuk menaiki trotoar. Tampak juga ada orang yang membawa wadah untuk menaruh uang dari pengendara.

    Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • “Ground breaking” Taman Bendera Pusaka ditunda

    “Ground breaking” Taman Bendera Pusaka ditunda

    Sejumlah warga mengunjungi Taman Ayodya, Jakarta, Senin (27/1/2025). Ruang terbuka hijau yang dibuka 24 jam tersebut ramai dikunjungi warga sebagai wisata alternatif yang terjangkau untuk mengisi libur panjang Isra Miraj dan Hari Raya Imlek. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/rwa.

    “Ground breaking” Taman Bendera Pusaka ditunda
    Dalam Negeri   
    Editor: Calista Aziza   
    Jumat, 08 Agustus 2025 – 14:35 WIB

    Elshinta.com – Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik Cyril Raoul Hakim alias Chico Hakim mengatakan acara peletakan batu pertama atau ground breaking pembangunan Taman Bendera Pusaka ditunda.

    Dia menjelaskan acara tersebut ditunda karena jadwal Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo yang padat.

    “Masih menunggu arahan Pak Gubernur karena agenda beliau yang padat,” kata Chico saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

    Kendati demikian, dia mengatakan acara ground breaking belum dijadwalkan ulang, sehingga pembangunan Taman Bendera Pusaka masih ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan.

    Acara ground breaking Taman Bendera Pusaka dijadwalkan pada Jumat, 8 Agustus 2025.

    Sebelumnya pada Kamis (7/8), Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan pembangunan Taman Bendera Pusaka di kawasan Barito, Jakarta Selatan, harus tetap berjalan meski pedagang Pasar Hewan Barito enggan pindah.

    Dia menegaskan pembangunan taman tersebut bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan menambah ruang terbuka hijau yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga.

    Selain itu, pembangunan taman tersebut juga bertujuan mengatasi banjir di ibu kota karena Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana mengintegrasikan sistem drainase dan infrastruktur hijau dalam desain taman untuk memaksimalkan daya resap air dan sirkulasi udara.

    Di sisi lain, pengamat perkotaan Yayat Supriatna menilai Taman Bendera Pusaka yang direncanakan rampung pembangunannya pada Desember 2025 itu dapat menjadi oase di zona bisnis karena lokasinya yang strategis.

    Taman yang mengintegrasikan tiga taman besar di Jakarta Selatan, yakni Taman Langsat, Taman Ayodya, dan Taman Barito itu terletak di kawasan primer sekaligus pusat ekonomi kota Jakarta.

    Sumber : Antara

  • Didampingi Pramono, Megawati Kunjungi Taman Langsat Jaksel

    Didampingi Pramono, Megawati Kunjungi Taman Langsat Jaksel

    Jakarta

    Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri hingga Pramono Anung mengunjungi Taman Langsat, Jakarta Selatan. Megawati datang bersama Ketua DPP PDIP Bidang Ekonomi Kreatif M Prananda Prabowo.

    Kedatangan Megawati dan Prananda disambut Pramono Anung, Jumat (8/8/2025) pukul 14.11 WIB. Megawati mengenakan blouse putih dengan syal merah. Sedangkan Pramono mengenakan batik bernuansa coklat.

    Mereka langsung masuk ke kantor taman. Pertemuan tersebut berlangsung terutup.

    Hingga pukul 14.54 WIB pertemuan selesai dilakukan. Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Khoirudin dan Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar terlihat turut hadir di pertemuan itu.

    “Iya ada arahan,” ucap Anwar singkat.

    “Ibu ninjau aja, ninjau,” kata Anwar.

    Tak jauh dari lokasi pertemuan, terdapat sebuah backdrop bertuliskan Groundbreaking Taman Bendera Pusaka ‘Menghidupkan Ruang Jakarta, Menjaga Warisan Indonesia’ Taman Ayodya, Taman Langsat dan Taman Leuser, 8 Agustus 2025.

    (ond/idn)

  • Pemprov DKI Tunda Groundbreaking Taman Bendera Pusaka: Waktunya Disesuaikan

    Pemprov DKI Tunda Groundbreaking Taman Bendera Pusaka: Waktunya Disesuaikan

    Jakarta

    Rencana groundbreaking Taman Bendera Pusaka gabungan dari Taman Langsat, Taman Ayodya, dan Taman Leuser, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang semula dijadwalkan hari ini, ditunda. Penyesuaian jadwal dilakukan karena agenda Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung padat.

    Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi, Chico Hakim, memastikan penundaan ini bukan pembatalan. Menurutnya, proyek tersebut tetap akan dilaksanakan sesuai rencana.

    “Masih menyesuaikan dengan agenda pak Gubernur yang cukup padat,” kata Chico saat dikonfirmasi, Jumat (8/8/2025).

    Chico menegaskan, penundaan hanya soal waktu pelaksanaan, bukan karena hambatan teknis.

    “Pasti terlaksana, hanya waktunya masih disesuaikan,” ungkapnya.

    Sementara itu, pihaknya juga belum bisa memastikan apakah Gubernur Pramono Anung akan menemui pedagang Pasar Barito yang tengah menolak relokasi.

    “Belum ada info apakah bapak gubernur akan menemui mereka. Namun yang bisa kami pastikan, Pemprov DKI Jakarta sedang menyiapkan lahan yang permanen dan sangat memadai sebagai pasar fauna tematik bagi saudara-saudara kita para pedagang,” ungkapnya.

    “Fasilitas tersebut kami upayakan murni karena kebijakan untuk mengayomi,” tegasnya.

    (bel/zap)

  • Mikoshi Jepang Bertemu Ondel-Ondel, Festival Djakarta Ennichi Siap Ramaikan Kota Tua 6-7 September

    Mikoshi Jepang Bertemu Ondel-Ondel, Festival Djakarta Ennichi Siap Ramaikan Kota Tua 6-7 September

    JAKARTA – Jakarta akan kembali menggelar festival budaya Jepang berskala besar bertajuk Connext Japan Djakarta Ennichi pada 6–7 September 2025. Acara ini akan dipusatkan di kawasan bersejarah Batavia, Kota Tua, Jakarta Barat.

    Pemilihan lokasi di jantung sejarah Jakarta itu dinilai simbolis, sebagai titik temu antara akar kota dan jejak panjang kebudayaan Jepang di Tanah Air.

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyambut positif kehadiran festival ini sebagai bagian dari transformasi Jakarta menjadi kota budaya kelas dunia.

    “Jakarta adalah kota global dan kota budaya. Kami mendorong penguatan kerja sama budaya internasional, termasuk dengan Jepang,” ujar Pramono di Jakarta, Kamis (7/8/2025).

    Ketua Umum Djakarta Ennichi, Hardiyanto Kenneth, menyatakan festival ini bukan sekadar perayaan budaya Jepang, tetapi bentuk nyata dari kemitraan strategis dua bangsa, yang melibatkan pemerintah, komunitas, seniman, dan publik secara luas.

    “Ini bukan hanya festival, tetapi ruang kolaborasi. Kami ingin Djakarta Ennichi menjadi penghubung lintas budaya yang menginspirasi,” kata Kenneth, yang juga anggota DPRD DKI Jakarta.

    Connext Japan Djakarta Ennichi merupakan kelanjutan dari semangat Ennichisai, festival budaya Jepang yang sempat menjadi ikon di kawasan Blok M dari 2010 hingga 2019. 

    Kini, semangat itu kembali dihidupkan oleh Asosiasi Budaya Jepang Indonesia (ABJI), bersama para praktisi budaya seperti Edo (Duta Yosakoi Kochi), Pepen (duta Taiko Okinawa), dan Zhuge (praktisi cosplay Indonesia).

    Festival ini juga mendapat dukungan dari Ketua Komite Ennichisai Jepang, Daisei Takeya. Tema tahun ini, Shinshō: Babak Baru, dipilih sebagai penanda kebangkitan kembali kenangan festival budaya Jepang yang pernah digemari warga Jakarta.

    Acara ini terbuka untuk umum dan dapat dihadiri secara gratis.

    Pengunjung dapat menikmati berbagai booth budaya dari prefektur Jepang, bazar kuliner Jepang-Indonesia, pameran produk kreatif komunitas, pertunjukan seni tradisional dan modern dari kedua negara, serta parade budaya kolaboratif, yakni Mikoshi Jepang bersama Ondel-Ondel Jakarta.

  • Video: Budaya Betawi Jadi Prioritas, Pramono Larang Ondel-Ondel Ngamen

    Video: Budaya Betawi Jadi Prioritas, Pramono Larang Ondel-Ondel Ngamen

    Jakarta, CNBC Indonesia – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmennya dalam merawat dan mengangkat budaya Betawi sebagai identitas utama Ibu Kota. Dalam pernyataannya, Pramono menyoroti pentingnya mengelola budaya secara serius agar tidak tergerus zaman dan bisa tampil lebih membanggakan, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di panggung internasional.

    Ia juga menjelaskan kebijakannya terkait penataan ekspresi budaya di ruang publik. Salah satunya adalah pelarangan ondel-ondel mengamen di jalanan. Menurutnya, ondel-ondel merupakan simbol budaya yang seharusnya dihormati dan ditampilkan dalam konteks yang lebih bermartabat.

    Lebih lanjut, Pramono menekankan bahwa pelestarian budaya harus dilakukan dengan pendekatan kurasi dan peningkatan kualitas. Ia tidak ingin budaya Betawi hanya dinikmati sendiri, melainkan bisa berkiprah di level nasional hingga internasional.

    Selengkapnya saksikan dialog Shafinaz Nachiar bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Program Nation Hub CNBC Indonesia, Kamis (07/08/2025).