Tag: Pramono Anung

  • Ini Tujuan Pembongkaran Tiang Monorel yang Telan Biaya Rp100 Miliar

    Ini Tujuan Pembongkaran Tiang Monorel yang Telan Biaya Rp100 Miliar

    Bisnis.com, JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pembongkaran tiang monorel yang membutuhkan biaya Rp100 miliar segera terlaksana, demi keamanan dan kenyamanan pengguna jalan. 

    Pasalnya tiang monorel yang telah bertahun-tahun mangkrak tersebut telah menyebabkan kemacetan maupun kecelakaan. Terlebih, tiang itu berada di lokasi vital dengan keberadaan banyak kantor kedutaan dan kerap dilalui para ekspatriat. 

    Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Yustinus Prastowo mengatakan pembongkaran tiang monorel hanyalah salah satu kegiatan, di samping penataan jalan dan trotoar agar berfungsi optimal dari sisi keselamatan, keamanan, kenyamanan, serta estetika kota. 

    “Seperti kita ketahui, kawasan Kuningan merupakan pusat ekonomi, bisnis, dan diplomasi. Kuningan adalah wajah Jakarta. Tak kurang dari 11 kantor kedutaan berada di kawasan ini,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (11/1/2026). 

    Selain itu, pada kawasan ini juga telah terdapat jalur LRT dan Transjakarta yang menjadi tumpuan transportasi publik. Mobilitas pun akan terus terganggu apabila monorel mangkrak tersebut tak kunjung dibenahi. Data juga menunjukkan tingkat kecelakaan yang cukup tinggi akibat keberadaan tiang monorel yang tidak sesuai dengan standar keselamatan.

    Prastowo memastikan fokus penataan kawasan Kuningan saat ini bukan berarti mengabaikan kawasan dan kebutuhan lain. Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta tetap fokus pada penyediaan infrastruktur dasar dan layanan esensial bagi warga DKI. 

    Pada kesempatan yang sama, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Afan Adriansyah menegaskan Pemprov DKI Jakarta siap menata kembali wajah kota dengan membongkar tiang-tiang monorel mangkrak secara transparan, tertib hukum, dan berorientasi pada kepentingan publik.

    Menurutnya, langkah ini penting dilakukan demi menjaga keselamatan masyarakat karena cukup banyak korban kecelakaan yang diakibatkan oleh keberadaan tiang monorel.

    Selain itu, pembongkaran diharapkan mampu mengurai kemacetan hingga 18% sekaligus memperindah wajah Jakarta. Dalam catatan, sebanyak 122 tiang monorel tersebut memang milik PT Adhi Karya, tetapi berada di lahan Pemprov DKI. 

    Afan menjelaskan, dalam Peraturan Presiden No.55/2018 tentang Rencana Induk Transportasi Jabodetabek maupun Peraturan Daerah No.7/2024 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Tahun 2024–2044, tidak terdapat rencana pengembangan monorel.

    Selain itu, sesuai dengan penjelasan yang disampaikan oleh Biro Hukum DKI Jakarta, disebutkan bahwa perjanjian kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dan PT Jakarta Monorail secara resmi telah berakhir sejak 21 September 2011.

    Pemprov DKI Jakarta telah berkoordinasi dengan PT Adhi Karya, dengan pendampingan Kejaksaan Tinggi serta konsultasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    “Pemprov DKI Jakarta juga menghormati hak PT Adhi Karya. Oleh karena itu, meskipun pembongkaran dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta, aset milik PT Adhi Karya tersebut akan disimpan di tempat yang aman,” tuturnya.

  • Pramono Tegaskan Larang Kios UMKM Pinggir Jl Sudirman Gelar Lapak di Trotoar

    Pramono Tegaskan Larang Kios UMKM Pinggir Jl Sudirman Gelar Lapak di Trotoar

    Jakarta

    Sebuah video memperlihatkan kios usaha mikro kecil menengah (UMKM) menggelar lapak di trotoar Kawasan Sudirman, Jakarta Selatan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan izin yang diberikan yakni usaha kios.

    Dari video yang beredar di media sosial, dilihat, Minggu (11/1/2026), terlihat kios di sisi Jalan Sudirman, tepatnya dekat Halte Tosari, menjual kopi serta makanan ringan. Tampak UMKM tersebut menggelar meja dan bangku tepat di trotoar.

    Pramono menjelaskan izin usaha yang diberikan hanya untuk kios di sisi trotoar tersebut. Tidak termasuk menggunakan trotoar sebagai fasilitas umum di lokasi.

    “Jadi usaha yang diberikan, kebetulan saya mengikuti, adalah usaha tempatnya. Bukan kemudian menggunakan trotoar untuk bisa dimanfaatkan. Itu izinnya berbeda,” ujar Pramono kepada wartawan, Minggu (11/1).

    Pramono menegaskan tidak mengizinkan untuk penggunaan trotoar. Meski kedai tersebut memiliki izin usaha di lokasi.

    (dvp/idn)

  • Pramono-Foke Ziarah ke Makam MH Thamrin, Serukan Persatuan Majelis Betawi

    Pramono-Foke Ziarah ke Makam MH Thamrin, Serukan Persatuan Majelis Betawi

    Jakarta

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi Fauzi Bowo (Foke) melakukan ziarah ke Makam Pahlawan Mohammad Husni (MH) Thamrin, TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat. Ziarah ini dalam peringatan haul ke-85 MH Thamrin.

    “Saya berterima kasih hari ini diundang oleh Majelis Kaum Betawi untuk hadir di acara Haul ke-85 Husni Thamrin. Saya adalah orang yang membaca ketika mahasiswa tentang peran dan juga kontribusi MH Thamrin bagi bangsa dan negara,” ujar Pramono kepada wartawan di lokasi, Minggu (11/1/2026).

    Pramono menceritakan terkait hubungan MH Thamrin dengan Presiden ke-1 Sukarno. Dia mengatakan hubungan keduanya terjalin erat.

    “Dan hubungan MH Thamrin dengan Bung Karno.Ketika Bung Karno dalam pembuangan, salah satu sahabat yang secara rutin berkomunikasi adalah MH Thamrin. Dan karena pada waktu itu MH Thamrin adalah tokoh yang bisa berbahasa Inggris, berbahasa Belanda, maka berbagi peranlah dengan Bung Karno,” jelasnya.

    Pramono mengatakan MH Thamrin sangat berjasa sebagai penyambung bahasa Indonesia dengan penjajah. MH Thamrin, lanjut Pramono, tak hanya milik kaum betawi namun bangsa Indonesia.

    “Apalagi sejak bulan Juli tahun 1960 ya, MH Thamrin termasuk adalah tokoh yang awal yang diberikan Pahlawan Nasional oleh Bung Karno. Karena hubungan mereka memang sangat dekat,” tambahnya.

    Pramono berharap dalam peringatan haul MH Thamrin bisa mempersatukan Majelis Kaum Betawi. Dia bahkan meminta saran dari Foke bagaimana cara menyatukan masyarakat Betawi.

    “Dalam kesempatan ini secara terbuka saya ingin juga mengatakan, salah satu keunggulan masyarakat Betawi adalah egaliter. Karena nggak punya raja, nggak punya sultan, semuanya jadi raja, semuanya jadi sultan. Tetapi inilah kekuatan, dan ini harus dipersatukan. Sebab kalau ini bisa dipersatukan, menurut saya ini akan menjadi kekuatan yang luar biasa,” lanjutnya.

    Pada kesempatan yang sama, Fauzi Bowo mengucapkan terima kasih dengan kehadiran Pramono. Dia menegaskan MH Thamrin bukan hanya milik Betawi atau Kota Jakarta. Namun, jasa MH Thamrin akan dikenang bagi seluruh bangsa Indonesia.

    “Beliau tadi menyampaikan bahwa Mohammad Husni Thamrin ya jelas Pahlawan Nasional. Tidak hanya untuk Tanah Betawi dan Kota Jakarta, tapi jasanya itu akan tercatat dan tetap dikenang oleh seluruh Bangsa Indonesia. Itu pengantar dari saya,” ujar Foke.

    “Saya yakin bahwa penghargaan kepada Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin ini tidak boleh berhenti pada acara atau seremoni semata-mata. Kami sangat menghargai, kaum Betawi sangat menghargai bahwa nama beliau terpampang sebagai nama jalan boulevard yang paling utama di Jakarta. Luar biasa. Kami bangga, kami berterima kasih,” ucapnya.

    (idn/idn)

  • JPO Sarinah Dibangun Lagi, Terhubung dengan Transjakarta
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        10 Januari 2026

    JPO Sarinah Dibangun Lagi, Terhubung dengan Transjakarta Megapolitan 10 Januari 2026

    JPO Sarinah Dibangun Lagi, Terhubung dengan Transjakarta
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan membangun kembali Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.
    JPO ini nantinya akan terhubung dengan layanan
    Transjakarta
    untuk memudahkan mobilitas warga.

    JPO Sarinah
    akan berfungsi sebagai opsi tambahan yang terintegrasi dengan moda transportasi publik,” ujar Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Welfizon Yuza, Sabtu (10/1/2026).
    Menurut Welfizon, pembangunan kembali JPO Sarinah dilakukan untuk memberikan pilihan penyeberangan yang aman dan nyaman, terutama bagi penyandang disabilitas, lansia, dan ibu hamil.
    Meskipun begitu, Welfizon memastikan pembangunan JPO tidak akan menghilangkan fasilitas penyeberangan yang sudah ada.
    Pelican crossing di kawasan Sarinah tetap beroperasi seperti biasa.
    Dengan begitu, masyarakat memiliki dua pilihan untuk menyeberang, yakni melalui JPO atau pelican crossing di permukaan jalan.
    “Pelican crossing tetap beroperasi normal. JPO Sarinah menjadi pilihan tambahan yang terhubung dengan transportasi publik,” ujarnya.
    Selain untuk meningkatkan keselamatan, pembangunan kembali JPO Sarinah juga bertujuan mengembalikan nilai sejarah JPO tersebut sebagai jembatan penyeberangan orang pertama di Indonesia.
    Sebagai informasi, JPO Sarinah dibongkar pada 2022 saat Gubernur DKI Jakarta
    Anies Baswedan
    sebagai bagian dari penataan kawasan Thamrin-Sudirman.
    Saat itu, penyeberangan pejalan kaki dialihkan ke pelican crossing.
    Kini, di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta
    Pramono Anung
    , Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali membangun JPO Sarinah dengan konsep yang lebih ramah bagi semua pengguna jalan dan terhubung dengan layanan Transjakarta.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Anggota DPRD DKI Kritik Pramono: Bongkar Tiang Monorel Pakai APBD Bisa Langgar Hukum
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        10 Januari 2026

    Anggota DPRD DKI Kritik Pramono: Bongkar Tiang Monorel Pakai APBD Bisa Langgar Hukum Megapolitan 10 Januari 2026

    Anggota DPRD DKI Kritik Pramono: Bongkar Tiang Monorel Pakai APBD Bisa Langgar Hukum
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Anggota DPRD DKI Jakarta Ali Lubis mengkritik rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membongkar tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 100 miliar.
    Ali Lubis menilai penggunaan APBD untuk membongkar
    tiang monorel
    berpotensi melanggar aturan, lantaran aset tersebut bukan milik Pemprov DKI Jakarta.
    “Risiko hukum terkait keuangan negara juga berpotensi dilanggar apabila aktivitas merobohkan tiang monorel tersebut memakai APBD apalagi jumlahnya cukup fantastis yaitu Rp 100 miliar, karena dana APBD hanya bisa digunakan untuk kepentingan dan aset milik pemerintah daerah. Kalau ini aset swasta, tentu bermasalah secara hukum,” ujar Ali dalam keterangan resminya, Sabtu (10/1/2026).
    Menurut Ali, secara hukum kepemilikan tiang monorel masih berada di tangan
    PT Adhi Karya
    .
    Hal itu merujuk pada Putusan Pengadilan Nomor 296/Pdt.G/2012/PN.JKT.SEL yang telah berkekuatan hukum tetap, serta diperkuat dengan pendapat hukum dari pengacara negara.
    Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak bisa bertindak sepihak terhadap aset yang secara hukum dimiliki pihak swasta, meskipun dengan alasan penataan kota atau kepentingan publik.
    “Putusan pengadilan itu mengikat semua pihak, termasuk pemerintah daerah. Karena itu, tidak bisa ada tindakan sepihak terhadap aset yang secara hukum telah dinyatakan milik pihak lain,” ujarnya.
    Selain berpotensi menyalahi prinsip pengelolaan keuangan negara, Ali juga mengingatkan adanya risiko hukum pidana apabila pembongkaran dilakukan tanpa persetujuan pemilik aset yang sah.
    Ia merujuk pada ketentuan Pasal 521 KUHP Baru Tahun 2023 yang mengatur larangan merusak, menghancurkan, atau membuat tidak dapat dipakai barang milik orang lain secara melawan hukum.
    Ali pun meminta Pemprov DKI Jakarta mengkaji ulang rencana tersebut dan mengedepankan penyelesaian sesuai prinsip negara hukum, seperti dialog dengan PT Adhi Karya, mekanisme ganti rugi, atau menempuh jalur hukum.
    “Semua langkah harus ditempuh secara hati-hati agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” kata dia.
    Sebelumnya, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo memastikan tiang monorel akan dibongkar pada Rabu (14/1/2026).
    Menurut Heru, percepatan bisa dilakukan karena proses administrasi dan pembahasan dengan PT Adhi Karya selaku pemilik tiang sudah rampung.
    “Kalau kita mah sudah siap saja. Jadi karena permintaan Pak Gub untuk dibongkar hari Rabu, ya kita jalankan hari Rabu. Karenakan sudah dipenuhi semua aturannya,” ucap Heru saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Rabu (7/1/2026).
    Secara keseluruhan, ada 98 tiang monorel yang akan dibongkar di sepanjang koridor Rasuna Said.
    Heru menambahkan, pembongkaran dan penataan dilakukan menggunakan
    APBD DKI Jakarta
    dengan nilai sekitar Rp 500 juta.
    “Anggaran pembongkaran ini jadi satu dengan penataan jalan dan trotoarnya. Totalnya semua sekitar Rp 500 juta,” ujar Heru.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Didampingi Prananda Prabowo, Megawati Tiba di Arena Rakernas I PDIP

    Didampingi Prananda Prabowo, Megawati Tiba di Arena Rakernas I PDIP

    GELORA.CO -Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tiba di arena Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I 2026 sekaligus peringatan HUT ke-53 PDIP di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara. 

    Pantauan RMOL di lokasi, Presiden kelima RI itu tiba pukul 14.00 WIB didampingi Ketua DPP PDIP sekaligus putranya, Muhammad Prananda Prabowo.

    Kedatangan Megawati tampak disambut Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Puti Guntur Soekarno, dan Gubernur serta Wagub Jakarta yang juga kader PDIP Pramono Anung serta Rano Karno ketika datang ke lokasi.

    Sejumlah abang dan none Jakarta juga terlihat menyambut Megawati di lokasi dan seorang di antaranya memberikan bunga mawar putih. Dia kemudian menerima bunga, lalu menyerahkan ke Prananda yang kemudian diserahkan ke Puti Guntur. 

    Megawati kemudian menaiki eskalator untuk menuju ruang Rakernas I sekaligus HUT ke-53. Dia tampak berpegangan dengan Prananda sebelum menaiki eskalator. 

    Sejumlah awak media kemudian menyapa Megawati yang sudah berada di eskalator merespons dengan melambai ke para wartawan.

    Sekadar informasi, PDIP mengusung tema Satyam Eva Jayate, dengan subtema Di Sanalah Aku Berdiri, Untuk Selama-lamanya dalam Rakernas yang dilaksanakan dari 10-12 Januari 2026.

    Adapun, Satyam Eva Jayate adalah slogan berbahasa Sansekerta yang artinya “Kebenaran akan Menang”.

    Subtema “Di Sanalah Aku Berdiri untuk Selama-lamanya” diambil dengan mengutip lagu Indonesia Raya di stanza kedua.

    Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut Rakernas partainya dihadiri pengurus PDIP di tingkat pusat dan daerah yang diwakili ketua, sekretaris, dan bendahara.

    “Rakernas ini akan dibahas sikap politik, termasuk jawaban partai atas berbagai persoalan, hingga program internal partai dan tanggung jawab kerakyatan partai,” kata Hasto melalui keterangan persnya, Jumat, 9 Januari 2026.

  • Dukung Arahan Gubernur DKI, Jakpro Lanjutkan Pengelolaan Infrastuktur Olahraga Hingga Ruang Publik 

    Dukung Arahan Gubernur DKI, Jakpro Lanjutkan Pengelolaan Infrastuktur Olahraga Hingga Ruang Publik 

    JAKARTA – Jakpro melanjutkan sejumlah penugasan strategis terkait pengelolaan infrastruktur olahraga, ruang publik, serta penguatan sistem transportasi perkotaan yang dilaksanakan sejalan dengan arahan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

    Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin, mengatakan optimalisasi Jakarta International Stadium (JIS) sebagai markas resmi Persija Jakarta dilakukan melalui pengelolaan kawasan yang tertib dan terintegrasi, didukung penguatan konektivitas transportasi publik.

    “JIS kini tidak hanya menjadi ikon olahraga nasional, tetapi juga ruang publik yang memberi nilai tambah sosial dan ekonomi bagi kota,” kata Iwan, Sabtu, 10 Januari.

    Iwan mengatakan, di sisi sosial yakni terkait penyelesaian transisi warga eks Kampung Bayam ke Hunian Pekerja Pendukung Operasional (HPPO) di kawasan JIS telah dilaksanakan dengan pendekatan humanis.

    Selain JIS, Jakpro juga mengoptimalkan Velodrome Jakarta sebagai multipurpose venue yang adaptif dan inklusif.

    Sepanjang 2025, Velodrome dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan berskala nasional dan internasional, mulai dari pertandingan olahraga internasional seperti SEA V League 2025, kompetisi esport Mobile Legends, konser musik, hingga kegiatan komunitas seperti Jakarta Drum Corps International.

    Iwan mengatakan, pemanfaatan ini memperkuat fungsi Velodrome sebagai ruang publik aktif yang mendukung interaksi sosial, ekonomi kreatif, serta gaya hidup perkotaan yang dinamis.

    “Dalam mendukung penguatan mobilitas perkotaan, Jakpro juga menjalankan penugasan pembangunan LRT Jakarta Fase 1B, yang hingga saat ini terus bergerak melampaui target dengan deviasi positif sebesar 89,22% per tanggal 31 Desember 2025,” ujarnya

    Proyek ini menjadi bagian penting dari penguatan sistem transportasi publik yang efisien, andal, dan berkelanjutan. Beroperasi menggunakan tenaga listrik, LRT Jakarta berperan signifikan dalam menurunkan emisi karbon per penumpang per kilometer dibandingkan kendaraan pribadi.

    Peningkatan jumlah pengguna LRT Jakarta juga menunjukkan pergeseran perilaku masyarakat menuju transportasi umum, yang berdampak pada pengurangan kemacetan dan penurunan jejak karbon kota.

    Secara kolektif, pengoperasian LRT Jakarta Fase 1A dan 1B diproyeksikan mampu mencapai pengurangan emisi sebesar 2.927.250 ton CO₂e, dengan target kenaikan jumlah penumpang hingga 18 juta penumpang pada tahun 2028.

    Selain sektor transportasi, Jakpro terus mengoptimalkan Taman Ismail Marzuki (TIM) sebagai pusat seni, budaya, dan edukasi.

    Selama periode libur akhir tahun 22 Desember 2025–3 Januari 2026, kawasan TIM mencatat 67.198 pengunjung, dengan Planetarium Jakarta sebagai salah satu pusat edukasi sains dan antariksa yang dikembangkan berstandar internasional.

    Penguatan ekosistem TIM juga ditandai dengan hadirnya Paviliun Raden Saleh hasil kolaborasi Jakpro dan Artotel Group, yang mendukung aktivitas seniman, ekonomi kreatif, serta penyelenggaraan kegiatan seni budaya bertaraf nasional hingga internasional.

    “Jakpro berkontribusi nyata dalam mendukung transformasi Jakarta menuju kota global dengan menjawab berbagai kebutuhan pembangunan kota, mulai dari penyediaan ruang yang layak dan nyaman untuk dihuni, penguatan daya tarik wisata serta interaksi budaya, hingga pengelolaan ruang publik yang bersih, nyaman, dan berkelanjutan,” katanya.

    Upaya tersebut diperkuat melalui peningkatan aksesibilitas dan konektivitas intra maupun inter kota, penguatan ekonomi perkotaan yang terkoneksi secara global, serta pengembangan kapasitas inovasi kota yang berkelanjutan.

    Seluruh langkah ini dijalankan sebagai bagian dari komitmen Jakpro untuk menghadirkan pembangunan yang berintegritas, berdampak nyata, dan berkelanjutan bagi Jakarta.

    “Melalui penerapan GCG yang konsisten dan pelaksanaan penugasan strategis yang terukur, Jakpro berkomitmen menghadirkan pembangunan yang berdampak nyata serta mendukung transformasi Jakarta menuju kota global yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing,” ujarnya.

  • Didampingi Prananda Prabowo, Megawati Hadiri Rakernas dan HUT ke-53 PDIP di Ancol

    Didampingi Prananda Prabowo, Megawati Hadiri Rakernas dan HUT ke-53 PDIP di Ancol

    Liputan6.com, Jakarta – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I 2026 sekaligus peringatan HUT ke-53 di arena Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (10/1/2026). Dia tampak didampingi Ketua DPP PDIP sekaligus sang putranya, Prananda Prabowo.

    Berdasarkan pantauan Liputan6.com, Megawati tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 WIB. Kehadiran Presiden ke-5 Republik Indonesia itu menandai dimulainya rangkaian agenda besar PDIP tersebut.

    Megawati datang ke lokasi dengan mengenakan pakaian berkelir merah dan hitam serta selendang. Dia disambut Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Puti Guntur Soekarno, dan Gubernur serta Wagub Jakarta yang juga kader PDIP Pramono Anung serta Rano Karno.

    Sejumlah abang dan none Jakarta juga terlihat menyambut Megawati di lokasi dan seorang di antaranya memberikan bunga mawar putih. Dia kemudian menerima bunga, lalu menyerahkan ke Prananda yang kemudian diserahkan ke Puti Guntur.

    Megawati kemudian menaiki eskalator untuk menuju ruang Rakernas I sekaligus HUT ke-53, sembari berpegangan dengan Prananda. Ketua Dewan Pembina BRIN itu sempat menyapa awak media dengan melambaikan tangan.

     

  • Warga Harap JPO Sarinah Dilengkapi Lift dan Eskalator demi Aksesibilitas

    Warga Harap JPO Sarinah Dilengkapi Lift dan Eskalator demi Aksesibilitas

    Jakarta

    Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana membangun kembali Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat. JPO tersebut dirancang untuk ramah disabilitas guna memastikan aksesibilitas bagi seluruh lapisan masyarakat.

    Rencana ini disambut positif oleh warga. Amir (57), seorang pekerja di sekitar Sarinah, menyatakan dukungannya terhadap pembangunan kembali JPO tersebut, asalkan dilengkapi fasilitas penunjang yang memadai.

    “Kalau memang dibuat ramah disabilitas, ya bagus sekali. Harus ada lift atau eskalator jadi semua orang bisa pakai,” ujar Amir saat ditemui di kawasan Sarinah, Sabtu (10/1/2026).

    Namun, Amir mengingatkan pemerintah agar memperhatikan aspek perawatan dan pengawasan setelah proyek selesai. Ia berharap fasilitas publik tersebut tidak terbengkalai atau disalahgunakan.

    “Jangan sampai nanti liftnya mati, atau malah jadi tempat orang buka lapak dan tunawisma. Harus dijaga, apalagi ini kan pusat kota,” tegasnya.

    “Kalau untuk disabilitas saya setuju, tapi semoga fasilitasnya benar-benar berfungsi. Jangan sampai lift rusak tapi lama diperbaikinya,” kata Adita. Ia juga berharap pengelolaan JPO dilakukan secara profesional agar tidak berkesan kumuh dan tetap aman bagi pejalan kaki.

    Alasan Pembangunan Kembali

    “JPO Sarinah dalam kajian ini memang diperlukan, terutama untuk difabel. Jadi itu salah satu alasan kenapa (JPO) diadakan kembali,” jelas Pramono usai meninjau Puskesmas Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (9/1).

    Sebagai informasi, JPO Sarinah merupakan JPO pertama di Indonesia yang dibangun pada era Gubernur Ali Sadikin. Namun, bangunan bersejarah tersebut dibongkar pada masa kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan untuk membuka estetika kawasan serta digantikan dengan pelican crossing.

    (bel/aik)

  • Hadiri Perayaan Natal di JI-Expo, Pramono Ingatkan Keluarga Fondasi Bangsa

    Hadiri Perayaan Natal di JI-Expo, Pramono Ingatkan Keluarga Fondasi Bangsa

    Jakarta

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri perayaan Natal 2025 di JI-Expo Kemayoran, Jakarta Pusat. Pramono mengatakan Natal kali ini berjalan damai.

    Perayaan Aktualisasi Nilai-nilai Natal 2025 ini dihadiri 14 ribu peserta. Selain Pramono, hadir juga Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dan Menteri Agama Nasaruddin Umar.

    “Natal tahun ini benar-benar berlangsung dengan sejuk, damai, nyaman dan menggembirakan. Secara khusus saya juga ingin menyampaikan kepada masyarakat yang telah merayakan Natal penuh dengan rasa persatuan, kerukunan, gotong-royong dan di semua tempat berlangsung dengan sangat baik,” kata Pramono dalam sambutannya, Jumat (9/10/2026).

    Pramono kemudian mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam membangun bangsa dan negara. Sebab dari keluarga, rasa sayang serta nilai kebajikan dibangun.

    “Tadi Kardinal telah menyampaikan bagaimana keluarga adalah inti dari bagaimana negara dan bangsa ini dibangun. Ada ruang-ruang tertanam, tempat cinta, rasa sayang, damai, iman dibangun, ditumbuhkan ruang-ruang di mana nilai kebajikan diwariskan dan solidaritas sosial dimulai,” ujarnya.

    Dia mengatakan keluarga bukan hanya unit sosial melainkan juga fondasi persaudaraan dalam kehidupan kota yang beragam. Dia menyebut karakter yang terbentuk dari lingkup keluarga dapat membentuk karakter sebuah kota.

    Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar bersyukur lantaran perayaan Natal kali ini peserta yang hadir banyak. Sebab organisasi gereja tingkat nasional atau aras berkumpul menjadi satu.

    “Kita bersyukur natal tahun ini luar biasa, natal bersama banyak. Seperti kita lihat tahun lalu masih banyak tempat-tempat masing-masing aras, tapi sekarang semua aras kumpul menjadi satu, Katolik, Kristen, menjadi satu, Kementerian Agama juga demikian ya pertama kali ini melakukan Natal bersama. Jadi Katolik, Protestan, pokoknya sama,” kata Nasaruddin.

    “Dan itu dipenuhi keakraban karena dihadiri bukan hanya satu aras saja tapi semuanya. Ini suatu mode kebersamaan yang perlu kita lestarikan. Dan yang paling penting buat saya pada DKI Jakarta ini luar biasa ya. Saya nggak bayangkan sebanyak ini yang datang karena sudah beberapa kali kita Natalan di tempat lain, di Senayan, tapi ini penuh. Ini karena kehebatan Pak Gubernur kita,” imbuhnya.

    Dalam perayaan Natal malam ini juga dilakukan penggalangan dana untuk korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat. Total dana yang terkumpul mencapai Rp 300 juta lebih.

    (dek/whn)