Tag: Pep Guardiola

  • Juara di Piala Dunia Antarklub Tak Hapus Kegagalan Man City

    Juara di Piala Dunia Antarklub Tak Hapus Kegagalan Man City

    JAKARTA – Juara Piala Dunia Antarklub 2025 tak menghapus kekecewaan Manchester City yang gagal meraih trofi apa pun di musim 2024/2025.

    Man City gagal memperpanjang rekor juara Premier League Inggris untuk kelima kalinya secara berturut-turut.

    Musim ini, trofi juara menjadi milik Liverpool yang menyamai rekor juara Manchester United. Kedua tim sama-sama memenangi Liga Premier paling banyak, yaitu 20 kali.

    Sementara, Man City hanya menempati peringkat tiga di klasemen akhir. Bahkan mereka nyaris absen berlaga di Liga Champions musim ini bila terlempar dari lima besar.

    Di musim 2024/2025, Premier League mendapat jatah lima slot di Liga Champions ditambah Tottenham Hotspur yang berstatus juara Liga Europa.

    Man City tidak hanya gagal di kompetisi domestik tetapi juga di Liga Champions. Mereka sudah tersingkir di babak playoff menuju 16 besar. Real Madrid yang menggagalkan ambisi The Cityzens untuk melangkah lebih jauh di kompetisi Eropa.

    “Saya selalu katakan bila musim itu memang sangat buruk,” kata manajer Pep Guardiola menyebut kegagalan Man City.

    “Bahkan bila memenangkan kompetisi ini [Piala Dunia Antarklub] tidak akan mengubah pemikiran itu bahwa kami memang gagal musim ini. Namun kami tetap berusaha bertahan sampai lama di ajang ini,” ujarnya.

    Guardiola sendiri pernah memenangi Piala Dunia Antarklub empat kali. Termasuk membawa Man City memenangi trofi itu pada 2023.

    Hanya saat itu, Piala Dunia Antarklub masih mempertemukan juara-juara di benua masing-masing. Kini turnamen itu sudah berubah yang diikuti 32 tim dan digelar setiap empat tahun sekali.

    Man City sendiri berada di Grup G bersama Juventus, klub Maroko Wydad Casablanca dan klub Liga Pro Arab Saudi Al-Ain. Pada laga pertama, Man City menang 2-0 atas Al-Ain.

    Selanjutnya, Erling Haaland dkk bertemu Wydad yang menentukan langkah ke ke 16 besar, Senin, 23 Juli 2025 pagi WIB. Bila menang, Man City memastikan lolos ke babak knockout.

    “Saya ingin melakukan yang terbaik. Saya ingin menikmati setiap momen di turnamen yang kini digelar setiap empat tahun sekali. Saya juga berharap kami bisa lolos ke babak selanjutnya,” ucap Guardiola.

  • Kejutan, Liverpool Ingin Bawa De Bruyne ke Anfield

    Kejutan, Liverpool Ingin Bawa De Bruyne ke Anfield

    JAKARTA – Liverpool membuat kejutan dengan rencana membawa gelandang Kevin De Bruyne yang hendak meninggalkan Manchester City di akhir musim ini ke Anfield.

    De Bruyne tetap menjadi incaran banyak klub saat Man City melepasnya setelah kontrak pemain tim nasional Belgia ini berakhir. Man City memang tak hendak memperpanjang kontrak pemain yang sudah berusia 33 ini.

    Hanya Man City kemungkinan bakal kehilangan salah satu pemain terbaik yang selama ini menjadi andalan tim. Meski sudah berusia di atas 30, kemampuan De Bruyne tak menunjukkan penurunan.

    Dirinya memang mulai rentan terkena cedera. Bahkan musim lalu De Bruyne sempat beristirahat empat hingga lima bulan karena harus menjalani operasi untuk memulihkan cedera hamstring.

    Namun eks pemain Chelsea ini tetap gelandang terbaik yang masih bisa bermain konsisten di level tertinggi meski sudah tidak muda lagi.

    Saat meninggalkan Man City, De Bruyne sesungguhnya memiliki pilihan bermain di Arab Saudi atau Amerika Serikat demi memburu cuan. Bahkan De Bruyne mengakui bila menerima tawaran dari klub Arab, maka duit di dompetnya bakal berlipat-lipat.

    Namun kapten Man City berharap masih bisa bermain di liga top Eropa. Keinginan itu mendapat sambutan dari Liverpool. Rencana juara Premier League Inggris 2025 ini bakal menjadi kejutan. Apalagi, bila De Bruyne menerima tawaran itu. Dirinya menjadi pemain berikutnya yang menyeberang ke klub rival di Liga Inggris.

    Bila pemain yang bersama Man City memenangi enam titel Liga Premier ini pindah ke Liverpool, hal tersebut bisa menjadi pukulan manajer Man City Pep Guardiola. Pasalnya De Bruyne merupakan pemain terbaik yang masih bisa menjadi pilar The Cityzens.

    Liverpool sendiri siap membuka keran keuangan yang bisa digunakan manajer Arne Slot untuk membeli pemain. Klub mengubah kebijakan dengan memberi kesempatan Slot melakukan permbaruan skuad setelah membawa Liverpool memenangi Premier League.

    Sebelumnya saat pertama kali tiba di Anfield, Slot tidak mendapat dana untuk membeli pemain. Apalagi, skuad The Reds sudah cukup solid saat ditinggalkan Jurgen Klopp.

    Dan memang benar, Liverpool akhirnya bisa menyamai rekor juara Manchester United, yaitu 20 kali menjadi juara liga dan mereka mengukuhkan sebagai klub yang paling banyak memenangi kompetisi.

    Sukses itu menjadikan klub merasa perlu memberikan dana yang tidak sedikit kepada Slot untuk belanja pemain.

    Hanya, Liverpool bakal bersaing ketat dengan Aston Villa. Setelah sukses meminjam Marcus Rashford, Villa kian bersemangat memburu pemain. De Bruyne bahkan sudah menjadi target Vllla.

    De Bruyne sendiri bergabung dengan Man City pada 2015. Dirinya dibeli dari Wolfsburg dengan harga 55 juta poundsterling yang menjadikan De Bruyne sebagai pemain termahal di klub. Dia juga menjadi pemain termahal kedua setelah Angel Di Maria yang dibeli Manchester United pada 2014.

  • Banderol Gak Bikin Ciut, Man City Siap Jadikan Eze Pengganti De Bruyne

    Banderol Gak Bikin Ciut, Man City Siap Jadikan Eze Pengganti De Bruyne

    JABAR EKSPRES – Manchester City dikabarkan mengincar jasa Eberechi Eze dari Crystal Palace sebagai pengganti Kevin De Bruyne. Biaya yang The Citizens butuhkan untuk menebus gelandang timnas Inggris itu tidak sedikit.

     

    Eze bakal menjadi target Man City di bursa transfer musim panas mendatang. Hal ini menyusul keputusan De Bruyne untuk meninggalkan Etihad Stadium akhir 2024/2025 kala masa baktinya memang selesai.

     

    Menurut laporan media Spanyol Fichajes mengutip FourFourTwo, sang winger kelahiran Greenwich masuk daftar belanja City untuk pengganti KDB. Palace kabarnya akan rela melepas pemain andalannya tersebut mulai 80 juta euro (72 juta paunds).

    BACA JUGA: Alexander-Arnold Pamit dari Anfield, Akhiri 21 Tahun Kebersamaan dengan Liverpool

     

    “Kesepakatan (transfer) itu jauh dari ‘sederhana tetapi harga yang disebut tidak membuat klub Manchester itu takut’,” bunyi laporan tersebut dikutip dari dikutip dari FourFourTwo, Selasa 6 Mei 2025.

     

    Eberechi Eze memiliki harga pasar 55 juta euro di transfermarkt. Didatangkan dari QPR, dia telah berhasil mencuat sebagai bintang dan pemain penting Crystal Palace.

     

    Meski begitu, tetap ada peluang bagi jebolan akademi Arsenal itu untuk pergi dari Selhurst Park. Pasalnya The Eagles pasti akan memanfaatkan tawaran menarik yang datang kepada pemainnya menjadi ladang cuan bagi mereka.

     

    BACA JUGA: Rodrygo di Persimpangan Karier: Tetap di Madrid atau Hengkang?

     

    Di lain sisi Man City sejatinya masih memiliki nama lain dalam skuadnya sebagai opsi pemain No. 10 selepas kepergian De Bruyne. Ada Phil Foden peraih penghargaan PFA Player of the Year 2024, namun performanya musim ini flop bahkan saat mendapat kesempatan bermain.

     

    Selain itu memboyong pemain muda seperti Eze (26) juga akan membantu Pep Guardiola dalam melakukan peremajaan skuad Manchester Biru. Bernardo Silva, John Stones, Ederson, dan Mateo Kovacic kini telah berusia lebih dari 30 tahun.

     

    Man City sebelumnya dikait-kaitkan dengan Florian Wirtz pemain Bayer Leverkusen. Tetapi transfer itu terancam gagal, karena TEAMtalk melaporkan bahwa gelandang timnas Jerman tersebut tak minat pindah ke Liga Inggris.

  • Manchester City Pantau Diogo Costa sebagai Calon Pengganti Ederson

    Manchester City Pantau Diogo Costa sebagai Calon Pengganti Ederson

    JAKARTA – Manchester City tengah memantau sejumlah kiper menjelang bursa transfer musim panas, termasuk Diogo Costa dari FC Porto di tengah ketidakpastian baru seputar masa depan Ederson.

    Ederson hampir pindah ke Liga Pro Arab Saudi musim panas lalu. Ada harapan bahwa pemain asal Brasil itu akan mendapat lebih banyak tawaran di akhir musim ini.

    ESPN melaporkan bahwa Ederson tertarik menjajaki kemungkinan pindah ke Liga Pro Arab Saudi musim panas ini.

    Manchester City pun akhirnya sudah mencari opsi untuk menggantikan pemain berusia 31 tahun itu, yang telah menjadi pilihan utama di Stadion Etihad sejak tiba dari Benfica pada 2017.

    Sementara pemain nomor 1 Portugal, Diogo Costa, adalah salah satu nama yang masuk dalam incaran.

    Para pencari bakat juga memantau ketat kiper Espanyol, Joan Garcia, yang dikaitkan dengan Arsenal musim panas lalu. Pemain berusia 23 tahun itu memiliki klausul pelepasan sebesar 25 juta euro.

    Sejatinya, Ederson memiliki kontrak di Manchester City hingga 2026, klub bersedia menyetujui kepergiannya jika mahar sesuai.

    Pemain pengganti Stefan Ortega juga terikat kontrak selama satu tahun lagi dan telah dikaitkan dengan kepindahan ke Bayer Leverkusen.

    Sementara itu, Pep Guardiola merasa terpacu oleh kembalinya Erling Haaland ke pelatihan.

    Striker tersebut belum bermain sejak kemenangan 2-1 atas Bournemouth di Piala FA pada 30 Maret 2025.

    Haaland kemungkinan tidak akan siap untuk kunjungan Wolverhampton Wanderers ke Etihad pada Sabtu, 3 Mei 2025, dini hari WIB, tetapi ada harapan ia dapat kembali bermain sebelum akhir musim.

    Manchester City juga akan menghadapi Crystal Palace di final Piala FA pada 17 Mei sebelum laga terakhir Liga Inggris melawan Fulham pada 25 Mei 2025.

    Guardiola dan skuadnya akan berangkat ke Florida menjelang Piala Dunia Antarklub 2025 pada 12 Juni 2025.

    Pertandingan pertama mereka di fase grup melawan klub Maroko Wydad AC akan diadakan pada 18 Juni 2025 di Philadelphia.

  • Klasemen Liga Inggris Setelah Manchester City Taklukan Everton, 4 Besar Panas

    Klasemen Liga Inggris Setelah Manchester City Taklukan Everton, 4 Besar Panas

    TRIBUNJATENG.COM – Berikut ini klasemen Liga Inggris setelah Manchester City menang 2-0 di markas Everton pada Sabtu (19/4/2025).

    Tim asuhan Pep Guardiola itu kini naik ke posisi empat klasemen Liga Inggris.

    Mereka mengamankan spot Liga Champions untuk musim depan.

    Nico O’Reilly dan Mateo Kovacic pastikan kemenangan City.

    Stadion Goodison Park memanggungkan partai pekan ke-33 Liga Inggris 2024-2025 antara Everton vs Man City, Sabtu (19/4/2025).

    Man City sadar bahwa raihan kemenangan akan membawa mereka kembali ke empat besar, menggeser Nottingham Forest yang baru mentas hari Senin (21/4/2025) mendatang.

    Target tiga angka sukses diwujudkan Man City asuhan Pep Guardiola.

    The Citizens membawa pulang hasil sempurna dari Goodison Park berkat gol Nico O’Reilly (84′) dan Mateo Kovacic (90+2′).

    Namun, seperti kata pelatih Man City, Pep Guardiola, jelang laga, Stadion Goodison Park, selalu menjadi tantangan berbeda.  

    Apalagi, sejak ditukangi kembali oleh David Moyes pada Januari 2025, Everton jadi tim yang alot dan sulit dikalahkan.

    City dibuat kesulitan oleh Everton.

    Man City bahkan nyaris saja ketinggalan lebih dahulu pada babak pertama andai tandukan James Tarkowski, menyusul operan James Garner, tak mengenai tiang gawang.

    Pada awal babak kedua, Everton kembali mendapatkan kans apik melalui upaya sang bek Jarrad Branthwaite.

    Everton gagal mendaptkan gol karena percobaan Branthwaite masih bisa dimentahkan secara apik oleh Stefan Ortega.

    Sampai pertandingan melewati periode satu jam, Man City masih dibuat frustrasi oleh Everton yang tampil terorganisasi.

    Man City sempat mengancam melalui sepakan jarak jauh Savinho pada menit ke-73. Tembakan Savinho itu masih bisa dibendung oleh kiper Everton, Jordan Pickford.

    Kans emas untuk Man City lalu muncul pada menit ke-82 melalui sepakan jarak dekat Omar Marmoush yang lagi-lagi mentah di hadapan Pickford.

    Kesabaran Man City untuk terus menekan Everton berbuah hasil dua menit kemudian.

    Nico O’Reilly menjadi pemecah kebuntuan tim tamu berjulukan The Citizens setelah sukses menyodok masuk operan tarik Matheus Nunes dari sisi kanan penyerangan.

    Sepakan menyilang kaki kanan Mateo Kovacic (90+2′) pada masa injury time kemudian menyegel kemenangan 2-0 The Citizens di markas Everton. (*)

  • Bungkam Crystal Palace 5-2 dan Tembus Lima Besar!

    Bungkam Crystal Palace 5-2 dan Tembus Lima Besar!

    JAKARTA – Manchester City menunjukkan karakter sejati sang juara dengan membalikkan keadaan secara dramatis dari ketertinggalan 0-2 menjadi kemenangan telak 5-2 atas Crystal Palace di Etihad Stadium, Sabtu malam 12 April.

    Hasil ini membawa skuad asuhan Pep Guardiola naik ke posisi empat klasemen sementara Premier League, membuka kembali peluang untuk lolos ke Liga Champions musim depan.

    Pertandingan dimulai dengan mengejutkan. Crystal Palace tampil menggila di awal laga dan berhasil unggul dua gol terlebih dahulu. Tekanan intens dari lini depan Palace membuat pertahanan City porak-poranda. Ketika Eberechi Eze hampir menambah gol ketiga sebelum akhirnya dianulir karena offside, publik Etihad sempat terdiam.

    Namun, semua berubah ketika Kevin De Bruyne mencetak gol lewat tendangan bebas indah yang menghujam masuk melalui tiang gawang. Gol tersebut menjadi titik balik yang membakar semangat City. Hanya dalam hitungan menit, City menguasai permainan sepenuhnya.

    Gol demi gol pun datang bertubi-tubi. Mateo Kovacic mencetak gol ketiga yang membawa City unggul 3-2, disusul James McAtee yang mencetak gol keempat hasil dari umpan panjang brilian kiper Ederson. McAtee mengakui bahwa City menunjukkan karakter luar biasa untuk bangkit. “Kami tahu kami bermain bagus meskipun tertinggal. Kami hanya perlu waktu,” ujarnya kepada TNT Sports.

    Sementara itu, Ederson menorehkan rekor baru dengan menjadi kiper pertama yang mencetak empat assist dalam satu musim Premier League. Umpannya ke McAtee menjadi sorotan tersendiri, meskipun sayangnya ia harus keluar karena cedera.

    Kevin De Bruyne menjadi pusat perhatian sepanjang pertandingan. Ia bukan hanya mencetak gol pembuka, tetapi juga menjadi motor serangan utama City sepanjang laga. “Kevin yang kita kenal kembali. Dia bermain bebas dari rasa sakit dan itu terlihat dari performanya hari ini,” kata Pep Guardiola usai laga kepada BBC. “Dia memimpin tim dan memberi contoh. Momentum kebangkitan kami berasal dari golnya.”

    Mantan gelandang Chelsea, Joe Cole, juga memuji De Bruyne, menyebutnya sebagai pemimpin sejati yang bisa membalikkan pertandingan seorang diri. “Dia benar-benar mengubah jalannya laga. Sejak gol tendangan bebas itu, dia tak terbendung,” ujarnya di TNT Sports.

    Mantan striker Rangers, Ally McCoist, ikut angkat suara: “Hanya segelintir pemain modern yang bisa mengambil kendali permainan seperti itu. De Bruyne salah satunya.”

    Meski sempat tampil menjanjikan, Crystal Palace justru ambruk setelah unggul. Sang manajer Oliver Glasner terang-terangan mengkritik performa Jean-Philippe Mateta yang ditarik keluar saat jeda babak pertama. “Dia kalah dalam banyak duel dan kehilangan bola terlalu sering. Kesalahan saya adalah mengubah sistem, bukan menariknya keluar,” ujar Glasner.

    Ini menjadi momen langka di Premier League—hanya ketiga kalinya dalam sejarah liga, sebuah tim mampu menang dengan selisih tiga gol setelah tertinggal dua gol. Sebelumnya, hanya Arsenal (vs Tottenham, 2012) dan Manchester United (vs Tottenham, 2009) yang pernah melakukannya.

    De Bruyne pun disambut hangat oleh para fans di akhir laga, melakukan lap of honour dan memberikan tepuk tangan sebagai bentuk terima kasih. Dengan hanya tiga laga kandang tersisa sebelum ia meninggalkan Etihad sebagai legenda, performa seperti malam ini membuktikan bahwa dirinya masih layak jadi jantung permainan City.

    Dengan hasil ini, Manchester City kini duduk di posisi keempat, menggeser beberapa rival dan menekan Newcastle serta Chelsea yang baru akan bertanding esok hari. Persaingan memperebutkan tiket Liga Champions semakin panas—dan City menunjukkan bahwa mereka belum habis.

  • Kisah Javier Mascherano yang Cetak 1 Gol Selama di Barcelona

    Kisah Javier Mascherano yang Cetak 1 Gol Selama di Barcelona

    Liputan6.com, Yogyakarta – Selama tujuh musim membela Barcelona, Javier Mascherano dikenal sebagai benteng pertahanan barcelona. Akan tetapi, dari ratusan penampilannya, hanya satu gol yang berhasil ia cetak.

    Mengutip dari berbagai sumber, momen tersebut terjadi pada April 2017. Kala itu, Barcelona berhasil membantai Osasuna 7-1 di kandangnya sendiri, Camp Nou.

    Mascherano bergabung dengan Barcelona pada 2010 dari Liverpool. Awalnya ia direkrut sebagai gelandang, namun pelatih Pep Guardiola mengubah posisinya menjadi bek tengah.

    Transformasi ini sukses besar dan menjadikannya pilar penting lini belakang Barcelona bersama Gerard Pique. Selama tujuh setengah musim, ia memenangkan empat gelar La Liga, empat Copa del Rey, dan dua Liga Champions.

    Sebagai bek bertahan, Mascherano jarang terlibat dalam urusan gol. Statistik mencatat, dari 330 lebih penampilannya untuk Barcelona, ia hanya melepaskan sekitar 20 tembakan ke gawang lawan. Hingga April 2017, namanya belum pernah tercatat sebagai pencetak gol.

    Momen itu akhirnya tiba pada 26 April 2017 saat Barcelona menghadapi Osasuna di Camp Nou.

    Tim tuan rumah sudah unggul 3-1 di babak pertama berkat gol Lionel Messi dan Andre Gomes. Pada menit 67, Barcelona mendapatkan penalti.

    Kala itu Messi dan Luis Suárez sudah diganti dan berbincang pada Luis Enrique, pelatih Barcelona kala itu. Alhasil, Mascherano ditunjuk untuk menjadi eksekutor.

    Dengan tenang, pemain asal Argentina itu menempatkan bola ke tengah gawang Osasuna. Gol ini menjadi keunggulan Barca dengan skor 6-1.

    Gol ini sekaligus satu-satunya gol Mascherano selama berseragam Blaugrana. Rekan-rekannya pun memberikan ucapan selamat dengan penuh canda, mengingat betapa langkanya momen ini.

    Barcelona menutup pesta gol mereka lewat tandukan Paco Alcacer di menit 86. Osasuna hanya mampu membalas lewat gol Roberto Torres pada menit 48.

    Penulis: Ade Yofi Faidzun

  • The Citizens Bakal Bantai The Foxes

    The Citizens Bakal Bantai The Foxes

    JAKARTA – Manchester City akan menjamu Leicester City di Etihad Stadium pada Rabu malam 2 April dalam lanjutan Premier League. The Citizens berusaha mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan, sementara The Foxes yang hampir pasti terdegradasi berusaha mencari poin untuk bertahan di kasta tertinggi.

    Meski mengalami kesulitan musim ini, Manchester City tetap menunjukkan konsistensi di Piala FA, setelah memastikan tempat di semifinal usai mengalahkan Bournemouth akhir pekan lalu. The Citizens tertinggal di babak pertama, tetapi masuknya Nico O’Reilly mengubah jalannya laga, dengan pemain muda itu memberikan assist bagi Erling Haaland dan Omar Marmoush.

    Kini, skuad asuhan Pep Guardiola memiliki jadwal padat dengan empat laga Premier League sebelum bertemu Nottingham Forest di semifinal Piala FA. Performa mereka di liga cukup fluktuatif, dengan hasil imbang melawan Brighton dan kekalahan dari Nottingham Forest.

    Etihad Stadium, yang sering menjadi benteng tangguh bagi City, musim ini tidak selalu ramah bagi mereka. Tim asuhan Guardiola hanya mengumpulkan satu poin dari dua laga kandang terakhir di liga, menjadikan mereka peringkat keenam dalam klasemen berdasarkan performa kandang.

    Sementara itu, Leicester City mengalami musim yang sangat sulit. Setelah menjuarai Championship musim lalu di bawah Enzo Maresca, The Foxes gagal bersaing di Premier League dan saat ini berada di dasar klasemen bersama Ipswich Town dan Southampton.

    Pasukan Ruud van Nistelrooy sedang dalam tren buruk, dengan enam kekalahan beruntun tanpa mencetak satu gol pun, kebobolan 16 gol dalam periode tersebut. Kekalahan terbaru mereka terjadi sebelum jeda internasional, ketika Manchester United mengalahkan mereka 3-0 di King Power Stadium.

    Leicester juga memiliki pertahanan terburuk di laga tandang musim ini, kebobolan 35 gol dalam 14 pertandingan. Namun, mereka bisa mengambil sedikit harapan dari kemenangan mengejutkan di markas Tottenham Hotspur pada Januari lalu, ketika Jamie Vardy dan Bilal El Khannouss mencetak gol di babak kedua.

    Man City harus menghadapi kabar buruk setelah kemenangan mereka di Piala FA. Erling Haaland mengalami cedera lutut dan terlihat meninggalkan stadion dengan menggunakan kruk dan boot pelindung, sehingga kemungkinan besar akan absen dalam laga ini. Omar Marmoush diperkirakan akan menggantikan posisinya di lini depan.

    Selain itu, gelandang muda Nico O’Reilly yang tampil impresif melawan Bournemouth berpeluang mendapatkan kesempatan starter pertamanya di Premier League. Sementara itu, Rodri masih absen karena cedera dan baru akan kembali di Piala Dunia Antarklub musim panas ini.

    Di kubu Leicester, winger Abdul Fatawu akan absen hingga akhir musim karena cedera lutut, sementara Ricardo Pereira masih diragukan tampil. Striker pinjaman Crystal Palace, Odsonne Edouard, juga tampaknya tidak masuk dalam rencana Van Nistelrooy. Bek Harry Souttar juga absen karena cedera pergelangan kaki.

    Perkiraan Susunan Pemain

    Manchester City:
    Ederson; Nunes, Gvardiol, Dias, O’Reilly; Gonzalez, Gundogan; Savinho, De Bruyne, Doku; Marmoush

    Leicester City:
    Hermansen; Faes, Coady, Okoli; Justin, Ndidi, Winks, Kristiansen; Buonanotte, El Khannouss; Vard

  • Cari Kiper Anyar, Manchester United Bakal Depak Andre Onana

    Cari Kiper Anyar, Manchester United Bakal Depak Andre Onana

    JAKARTA – Manchester United bakal mendepak kiper Andre Onana. Selanjutnya, MU mencari kiper anyar. Hanya, MU bersaing dengan rival satu kota, Manchester City, yang kehilangan kiper Ederson.

    Onana memang kurang beruntung di Old Trafford. Saat didatangkan dari Inter Milan oleh manajer sebelumnya, Erik ten Hag, dia diharapkan menjadi andalan anyar MU di bawah mistar.

    Apalagi, Ten Hag memilih melepas kiper kawakan David de Gea yang tak tergantikan selama 12 tahun bersama The Red Devils.

    De Gea menjadi pemain paling lama terakhir yang harus meninggalkan MU. Ten Hag meyakini MU butuh kiper tipikal modern yang bisa berperan sebagai sweeper seperti Manuel Neuer atau Ederson.

    Hanya, Onana gagal memenuhi ekspetasi setelah diboyong dengan harga mahal, yaitu 43,8 juta poundsterling pada 2023.

    Pasalnya Onana tak bisa memberi jaminan clean sheet karena gawang MU lebih sering kebobolan saat dia berdiri di bawah mistar. Bahkan kiper timnas Kamerun ini kerap blunder yang mengakibatkan MU menelan kekalahan.

    Meski demikian, dia turut berperan membawa MU memenangi Carabao Cup dan Piala FA selama dua tahun berturut-turut. Namun performa Onana tak kunjung membaik dan dia gagal menunjukkan sebagai kiper yang punya kualitas sekelas legenda MU, Peter Schmeichel maupun Edwin van der Sar.

    Tak heran bila MU bakal melepas Onana. Apalagi, raksasa Premier League Inggris ini sudah mendapat tawaran dari klub Arab Saudi untuk pembelian Onana. Ini yang mendorong MU secepatnya melepas kiper berusia 28 ini meski kontraknya baru berakhir pada 2028.

    Selanjutnya, MU mencari kiper anyar menggantikan Onana. Manajer Ruben Amorim sudah membidik kiper Royal Antwerp Senne Lammens. Meski masih berusia 22, dirinya sudah menjadi andalan Royal Antwerp untuk berdiri di bawah mistar.

    Hanya, MU bakal bertarung ketat mendapatkan Lammens. Pasalnya, dia juga masuk radar Newcastle United dan West Ham United. Namun ancaman paling serius sudah pasti datang dari Man City.

    Menurut The Sun, manajer Pep Guardiola menyukai karakter Lammens yang sangat bagus dalam penguasan bola saat berada di kakinya dan bagaimana dia mendistribusikan bola.

    Lammens menunjukkan gaya bermain sesuai dengan ‘gaya Guardiola’, yaitu kiper yang tidak hanya diam di bawah mistar. Klub Lammens pun sudah mematok harga lumayan tinggi, 30 juta poundsterling, bila ada yang tertarik untuk merekrutnya.

    Selain Lammens, MU sesungguhnya juga menempatkan kiper Lille Lucas Chevalier dalam daftar perburuan. Menariknya, Chevalier punya karakter bermain mirip dengan Lammens. Ini yang menjadikan Man City juga mengincar kiper berusia 23 yang bermain cemerlang saat menghadapi Borussia Dortmund di Liga Champions.

    Meski kontrak Chevalier di Lille baru berakhir pada 2027, namun klub Ligue 1 Perancis ini tak keberatan melepas pemainnya dengan harga 40 juta poundsterling. Man City bakal serius menindaklanjuti peluang menggaet salah satu di antara mereka bila kehilangan Ederson.

    Kiper berusia 31 ini berniat meninggalkan Etihad setelah delapan tahun membela Man City. Bila Ederson pergi, posisi dia sesungguhnya bisa digantikan Stefan Ortega. Apalagi, kemampuan Ortega tidak diragukan saat menggantikan Ederson berdiri di bawah mistar.

    Tak hanya itu, Ortega sendiri berharap naik menjadi kiper pertama. Hal yang sulit diraih selama masih ada Ederson. Namun bila dirinya tetap menjadi yang kedua, Ortega pun berniat meninggalkan Man City.

  • Guardiola Berharap Grealish Bisa Buktikan Diri, Laga Lawan Real Madrid Jadi Kunci

    Guardiola Berharap Grealish Bisa Buktikan Diri, Laga Lawan Real Madrid Jadi Kunci

    JAKARTA – Pep Guardiola menantang Jack Grealish untuk membuktikan bahwa dirinya lebih dari sekadar pemain Piala FA dengan membantu Manchester City menjaga harapan mereka di Liga Champions saat melawan Real Madrid.

    Grealish, 29 tahun, hanya mencetak satu gol sepanjang musim untuk The Citizens–penalti dalam kemenangan 8-0 di Putaran Ketiga Piala FA melawan Salford City–dan penurunan performanya berlanjut hingga musim lalu, yang membuatnya kehilangan tempat di skuad Inggris untuk Euro 2024.

    Pemain yang direkrut seharga 100 juta poun dari Aston Villa itu masuk dalam skuad Guardiola untuk leg kedua playoff fase gugur Liga Champions melawan Real Madrid.

    Dengan City tertinggal 2-3 dari leg pertama minggu lalu di Etihad, Guardiola mengatakan bahwa ia membutuhkan Grealish untuk membuktikan bahwa ia bisa tampil di level teratas lagi.

    “Ia (Grealish) mampu memainkan permainan yang sangat bagus seperti di Piala FA, tetapi tidak memiliki konsistensi untuk bermain setiap minggu dengan tiga pertandingan.”

    “Begitu pula dengan enam pertandingan dalam dua minggu. Ia tidak mampu melakukannya, tetapi mudah-mudahan dalam tiga setengah bulan yang kami miliki sebelum akhir musim, ia bisa melakukannya,” kata Guardiola.

    Manchester City akan menghadapi Real Madrid untuk musim ketiga berturut-turut di Liga Champions.

    Mereka pernah mengalahkan tim asuhan Carlo Ancelotti dalam perjalanan memenangi Liga Champions pada 2023, sebelum kalah dari raksasa Spanyol itu di perempat final musim lalu.

    Sebelum leg kedua melawan Real Madrid, Guardiola sempat menyatakan bahwa peluang The Citizens melaju ke babak 16 besar Liga Champions musim ini hanya satu persen.

    Hanya saja, pernyataan pesimistis itu tak ditanggapi Real Madrid dengan jemawa. Los Blancos tetap tak mau memandang sebelah mata Manchester City meski satu kaki sudah di babak 16 besar.