Tag: Pep Guardiola

  • Man Utd Gigit Jari, Klub Rival Man City Gaet Antoine Semenyo

    Man Utd Gigit Jari, Klub Rival Man City Gaet Antoine Semenyo

    JAKARTA – Manchester United kembali gagal mendapatkan pemain yang menjadi incaran, Antoine Semenyo. Rival satu kota, Manchester City, yang berhasil mendapatkan pemain sayap Bournemouth tersebut.

    Man Utd sudah lama mengincar Semenyo. Hanya rencana untuk memboyong pemain kelahiran London, Inggris, tetapi memilih membela tim nasional Ghana ini tak kunjung kesampaian.

    Terutama setelah Man Utd mendatangkan deretan pemain depan Matheus Cunha, Bryan Mbeumo dan Benjamin Sesko. Bila Cunha dan Mbeumo termasuk rekrutan yang berhasil mengangkat performa Man Utd, sebaliknya Sesko tak kunjung menunjukkan penampilan maksimal. Yang lebih mengecewakan, Man Utd melepas Semenyo demi mendapatkan Sesko.

    Kini Semenyo malah menyeberang ke klub rival, Man City, meski sesungguhnya winger berusia 25 ini sempat menjadi target Liverpool, Tottenham Hotspur dan Chelsea.

    Namun Man City yang menunjukkan keseriusan merekrut Semenyo. Bahkan klub yang pernah menorehkan sejarah dengan memenangi Premier League Inggris empat kali berturut-turut ini bersedia membayar klausul rilis pemain sebesar 65 juta poundsterling atau sekira 1,4 triliun rupiah.

    Meski menjadi incaran klub-klub elite, kepergian Semenyo tetap di luar perkiraan. Pasalnya, Bournemouth berupaya jangan sampai kehilangan sang pemain andalan.

    Apalagi, dirinya baru saja menandatangani kontrak lima tahun yang menjadikan dia bertahan di Bournemouth hingga 2030. Semenyo sendiri juga menyatakan keinginannya membela The Cherries.

    “Saya tumbuh di dalam maupun luar klub ini. Saya senang menandatangani kontrak baru saat kembali dari pramusim. Mulai dari fans, staf dan rekan tim, Bournemouth merupakan klub yang luar biasa. Saya senang kembali ke sini dan melanjutkan kerja keras di musim baru,” kata Semenyo saat menandatangani kontrak baru dengan durasi panjang tersebut.

    Kontrak tersebut menunjukkan bila Bournemouth memang ingin mempertahankan sang pemain. Bahkan president of football operations klub Tiago Pinto menyatakan bila Semenyo merupakan pemain kunci dari proyek Bournemouth.

    Tak hanya itu, manajer Andoni Iraola berharap pemain yang sesungguhnya juga bisa memperkuat timnas Perancis ini tetap berada di Bournemouth. Keberadaan Semenyo menjadikan permainan tim lebih baik.

    “Semakin sering Antoine dimainkan, itu lebih baik. Antoine merupakan pemain besar kami. Dan saya tak ingin kehilangan dia,” ucap Iraola.

    Hanya saja, keinginan Iraola tak kesampaian. Setelah kehilangan bek andalan Dean Huijsen yang dibawa pulang Real Madrid ke Spanyol, kini Bournemouth harus kehilangan Semenyo.

    Menurut Sky Sports, Semenyo sudah mencapai kesepakatan personal dengan Man City. Selanjutnya, The Cityzens juga sepakat untuk menebus klausul rilis pemain yang akan diselesaikan pada hari pertama bursa transfer musim dingin.

    Ini menjadikan kepindahan sang pemain sama sekali tak menemui hambatan sama sekali.

    Semenyo bakal melakoni laga terakhir bersama Bournemouth saat menghadapi tuan rumah Chelsea pada Rabu, 31 Desember 2025 dini hari WIB.

    Menariknya bila proses transfer berjalan lancar, dia kembali bertemu Chelsea pada awal Januari 2026. Hanya, Semenyo sudah berseragam biru langit bersama manajer anyar Pep Guardiola di laga itu.

  • Guardiola Mengatakan Kebangkitan Manchester City Dimulai di Piala Dunia Antarklub

    Guardiola Mengatakan Kebangkitan Manchester City Dimulai di Piala Dunia Antarklub

    JAKARTA – Setelah merengkuh trofi Liga Inggris pada musim 2023/2024 (keempat beruntun), Manchester City harus menyaksikan beberapa pesaing mulai lebih kuat.

    Musim berikutnya, Pep Guardiola harus puas menyaksikan bahwa persaingan perebutan gelar liga menjadi pertarungan antara Liverpool dan Arsenal. The Reds akhirnya keluar sebagai jawara musim 2024/2025.

    Tak heran, pada musim ini Manchester City awalnya tak masuk dalam daftar kandidat peraih gelar Liga Inggris. Liverpool dan Arsenal dipandang akan bersaing ketat.

    Namun, kenyataannya jauh meleset. Liverpool terlempar di luar papan atas. Arsenal tetap konsisten dan kini memimpin klasemen sementara.

    Manchester City perlahan mulai menunjukkan taring di luar prediksi banyak orang. Pasukan Guardiola kini menempel ketat The Gunners dengan selisih hanya dua poin.

    Pesaing lain yang tak pernah diprediksi sebelumnya, yaitu Aston Villa. Mereka kini ada di peringkat ketiga dengan berjarak tiga angka dari Arsenal.

    Guardiola mengatakan bahwa upaya Manchester City meraih gelar juara liga sebetulnya dimulai di Piala Dunia Antarklub 2025.

    Pelatih asal Spanyol itu menegaskan kebangkitan pasukannya pada musim panas ini setelah tak masuk persaingan gelar Liga Inggris 2024/2025.

    Manchester City mengalami musim yang sulit menurut standar mereka musim lalu, di mana rentetan empat gelar berturut-turut berakhir dengan mengecewakan.

    Hanya saja, The Citizens saat ini bersaing ketat dengan Arsenal dan Aston Villa di papan atas klasemen Liga Inggris. Mereka meraih enam kemenangan beruntun usai menekuk Nottingham Forest 2-1 pada Sabtu, 27 Desember 2025.

    Guardiola menggambarkan Piala Dunia Antarklub 2025, yang mana mereka tersingkir di babak 16 besar oleh Al Hilal, sebagai momen penting untuk perubahan.

    “Energi, energi, energi. Kami kehilangan itu musim lalu. Kami mulai berlatih lebih baik, bersaing lebih baik. Kami membutuhkan energi dan kemudian Anda memiliki lingkungan yang baik.”

    “Ketika kami tersingkir oleh Al Hilal, bukan karena kami tidak menang, tetapi karena kami bermain sangat bagus di sana.”

    “Saat itu sedang liburan, jadi saya bilang, oke, pergi berlibur,” kata Guardiola.

    Guardiola menambahkan bahwa ia kecewa harus mengakhiri pemusatan latihan Manchester City di Florida selama Piala Dunia Antarklub karena sesi latihan berjalan baik. Dia melihat persaingan yang ketat di antara para pemain.

    “Tempat kami berada, Boca Raton di depan pantai. Semua orang senang. Banyak makan malam bersama, banyak pembicaraan tentang apa yang harus kami lakukan musim depan.”

    “Kami ingin memperpanjangnya, hanya untuk merasakannya. Saya pikir di sana, setelah berbicara dengan (asisten City) Pep (Lijnders) dan James (French), Manel (Estiarte), Hugo (Viana), Txiki (Begiristain), kami berbalik dan mengatakan sesuatu telah berubah. Sesuatu yang bisa Anda rasakan.”

    “Itu tidak berarti Anda akan menang, tetapi Anda mampu mengenali tim. Sekarang sudah delapan kemenangan beruntun.”

    “Ini tidak mudah, tetapi kami bersaing dengan cara kami melakukannya. Kami harus meningkatkan diri, tentu saja, tetapi pola pikir ini lebih baik,” ujar Guardiola.

    Guardiola, yang masa depannya masih belum pasti, mengakui bahwa ia juga telah mendapatkan kembali energinya.

    “Ini bukan tentang Anda atau Anda atau Anda, itu adalah sesuatu, sesuatu yang ada dalam kabut di Manchester, di sekitar pusat pelatihan kami. Kami kehilangan sesuatu.”

    “Ini bukan tentang menghidupkan atau mematikan (energi). Hasil metodologi Pep Lijnders, James (French), Kolo Toure.”

    “Pemain baru, saya ingin membantu mereka. Ketika Anda memiliki pemain yang sama, Anda merasa lelah. Namun, pemain baru, Anda tertarik, bagaimana orang ini? Tentunya mencoba menganalisisnya. Energi datang dari sana.”

    “Energi bisa turun, tetapi energi bisa naik. Tidak pernah dalam hidup kita hal itu sama. Dalam profesional atau pribadi, Anda tidak akan pernah bahagia sepanjang waktu, tetapi tidak pernah sedih sepanjang waktu.”

    “Anda harus menyadari alasannya, menyadari apa yang telah kami lewatkan, untuk bisa kembali,” kata Guardiola.

  • Empat Menit Dua Gol, Man City Taklukkan Sunderland

    Empat Menit Dua Gol, Man City Taklukkan Sunderland

    JAKARTA – Manchester City tak kesulitan menaklukkan Sunderland 3-0 di pertandingan Premier League Inggris. Dalam duel di Stadion Etihad, Sabtu, 6 Desember 2025 malam WIB, Man City hanya butuh empat menit untuk mencetak dua gol yang mematikan Sunderland.

    Man City hanya butuh dua gol pertama untuk mematikan lawannya. Terbukti setelah Man City unggul 2-0 dalam tempo empat menit, Sunderland tak berkutik. Mereka tak pernah mampu menembus pertahanan kokoh tuan rumah dan harus menyerah kalah.

    Kemenangan atas Sunderland menjadikan Man City kembali menduduki peringkat dua dengan menggeser Aston Villa. Sebelumnya, Villa sukses menaklukkan Arsenal 2-1 sehingga bisa naik ke posisi dua.

    Man City yang mengantungi poin 31 menjadi unggul satu poin dengan Villa. Sementara, Arsenal masih menduduki posisi teratas dengan memiliki 33 poin.

    Meski masih menguasai takhta klasemen, namun poin Arsenal sudah didekati Man City dan Villa. Ibaratnya, kedua tim itu tinggal sepelemparan batu untuk mengudeta Arsenal.

    Sementara, Sunderland berada di peringkat tujuh dengan poin 23. Poin mereka sama dengan Crystal Palace yang menempati posisi enam karena Sunderland kalah selisih gol.

    Dalam duel di kandang sendiri, Man City memang tak kesulitan mengatasi Sunderland. Meski sempat kesulitan menghadapi pertahanan The Black Cats dan harus menunggu hingga setengah jam pertandingan, Man City akhirnya bisa memecah kebuntuan.

    Bek Ruben Dias justru yang berhasil membuka kemenangan The Cityzens. Gol bek tim nasional Portugal ini tercipta setelah menyelesaikan assist Rayan Cherki di menit 31.

    Unggul 1-0, Man City kian agresif menekan pertahanan Sunderland. Mereka pun tak butuh waktu lama untuk memperbesar keunggulan.

    Hanya berselang empat menit, giliran tandem Dias di belakang, Josko Gvardiol, yang menerima umpan dari Phil Foden berhasil mengubah skor menjadi 2-0.

    Gol kedua yang tercipta hanya dalam tempo menit langsung mematikan Sunderland. Tim asuhan Regis Le Bris itu seperti kehilangan daya untuk mengejar defisit gol. Alhasil skor itu bertahan hingga babak pertama usai. 

    Di babak kedua, Man City tetap mendominasi. Tim asuhan Pep Guardiola sama sekali tak memberi kesempatan lawan pengembangan permainan.

    Mereka pun dengan cepat menambah gol yang memperbesar keunggulan. Kali ini giliran Foden yang memantapkan kemenangan tuan rumah menjadi 3-0 di menit 65.

    Gol itu seperti mengakhiri laga karena Sunderland sudah menyerah karena tak bisa membalas serangan Man City. Apesnya lagi, tim harus kehilangan pemain setelah bek Luke O’Nien yang baru masuk beberapa menit sudah mendapat kartu merah.

    O’Nein masuk menggantikan Trai Hume di menit 88. Namun di injury time, dirinya melakukan pelanggaran keras terhadap Matheus Nunes.

    Wasit semula membiarkan insiden itu. Hanya saja setelah meninjaunya lewat VAR, wasit mengubah keputusan dan memberikan kartu merah kepada O’Nien. Tidak ada tambahan gol dan Man City mempertahankan keunggulan 3-0 hingga laga usai.

  • Menanti Kekalahan ke-300 the Black Cats

    Menanti Kekalahan ke-300 the Black Cats

    JAKARTA – Manchester City kembali ke Etihad Stadium pada Sabtu 6 Desember dengan misi memperbaiki reputasi pertahanan yang sempat bocor pekan ini, ketika Sunderland datang membawa momentum kecil namun percaya diri besar.

    Ini pertemuan pertama kedua klub sejak 2017—masa ketika Sergio Aguero dan Leroy Sane masih jadi motor serangan City dan Sunderland belum terbiasa hidup naik-turun divisi.

    City baru saja melewati dua pertandingan yang terasa seperti rollercoaster liar: melepaskan keunggulan dua gol sebelum unggul tipis atas Leeds, lalu hampir menayangkan ulang bencana itu di Craven Cottage ketika Fulham membalas dari 1-5 menjadi 4-5. Josko Gvardiol—yang mungkin tak menyangka dirinya akan viral karena sapuan garis gawang—menjadi penutup drama tujuh gol babak kedua.

    Pep Guardiola tak menutupi kerisauannya: satu kesalahan bisa membuat perburuan Arsenal di puncak klasemen buyar. The Gunners berpotensi menggeser jarak menjadi delapan poin lebih jauh sebelum City kickoff.

    Di atas kertas, City punya modal besar. Mereka sudah memenangkan 24 dari 26 laga terakhir melawan tim promosi dan jadi tim paling produktif di kandang musim ini. Tapi statistik itu baru terasa aman jika lini belakang berhenti main kucing-kucingan.

    Sunderland datang bukan sebagai penonton. Mereka pulang dari Anfield dengan satu poin setelah Nodi Mukiele sial tercatat sebagai pencetak gol bunuh diri, namun permainan kolektif mereka mengesankan. Tiga hari sebelumnya mereka membalikkan ketertinggalan dua gol untuk mengalahkan Bournemouth 3-2.

    Regis Le Bris merayakan ulang tahunnya ke-50 di Manchester. Tidak ada ekspektasi kado dari Guardiola, tapi pelatih Prancis itu meyakinkan skuadnya bahwa mereka bisa bertarung melawan klub mana pun setelah adaptasi cepat di kasta tertinggi.

    Untuk sejarah, Sunderland sudah kalah 299 kali di Premier League. Jika City menang sesuai prediksi mayoritas, rekor ke-300 datang di Etihad.

    City masih tanpa Rodri dan Mateo Kovacic. Nico Gonzalez kemungkinan tetap menjadi jangkar tengah meski sempat ditarik lebih cepat di laga melawan Fulham. Guardiola bisa merotasi lini belakang menjelang lawatan ke Madrid di Liga Champions—nama-nama seperti John Stones, Nathan Ake, atau Rico Lewis bisa masuk.

    Phil Foden dalam performa menyala, sementara Erling Haaland baru memecahkan rekor gol tercepat ke-100 di Premier League. Kombinasi keduanya tetap prioritas.

    Di kubu Sunderland, daftar cedera panjang tak berubah: Habib Diarra absen lama, sementara Dennis Cirkin, Leo Hjelde, dan Aji Alese masih meraba-raba kebugaran. Sistem tiga bek yang membuat Liverpool repot diperkirakan kembali digunakan, dengan Chemsdine Talbi dan Enzo Le Fée menjaga alur serangan.

    Sunderland cukup tangguh untuk mencuri satu gol dari lini belakang City yang lagi sering kehilangan konsentrasi. Namun City di Etihad adalah spesies lain—lebih intens, lebih efisien, dan biasanya kejam dalam mengunci kemenangan. Margin tipis terasa paling logis.

    Perkiraan line-up

    Manchester City (4-2-3-1)
    Donnarumma; Khusanov, Stones, Gvardiol, O’Reilly; Gonzalez, Reijnders; Cherki, Foden, Doku; Haaland.

    Sunderland (5-2-3)
    Roefs; Hume, Mukiele, Ballard, Alderete, Reinildo; Xhaka, Sadiki; Talbi, Isidor, Le Fée.

    Prediksi skor: Manchester City 2–1 Sunderland

  • Ederson Ungkapkan Alasan Tinggalkan Manchester City

    Ederson Ungkapkan Alasan Tinggalkan Manchester City

    JAKARTA – Penjaga gawang Brasil, Ederson, mengatakan ia bernapas kembali ke dunia sepak bola di Fenerbahce setelah delapan tahun di Manchester City.

    Kiper 32 tahun itu mengakui bahwa ia tidak bahagia di Etihad dan telah meminta untuk meninggalkan klub pada 2024.

    Ia bergabung Fenerbahce pada September 2025 dengan status transfer permanen dan menandatangani kontrak tiga tahun dengan klub Turki tersebut.

    “Musim sebelumnya saya telah mencoba untuk meninggalkan (Manchester City), tetapi tidak berhasil.”

    “Itu memengaruhi performa saya. Saya mengalami lima cedera, saya tidak berada di level tertinggi. Meninggalkan Manchester City ialah keputusan yang saya buat bersama keluarga. Saya telah berbicara dengan klub.”

    “Tidak ada gunanya berada di klub pemenang yang besar jika Anda tidak bahagia. Saya membutuhkan perubahan ini.”

    “Dengan perubahan ini, saya kembali merasakan atmosfer sepak bola dan merasakan atmosfer pertandingan di Turki, sungguh luar biasa,” kata Ederson dalam konferensi pers saat bertugas internasional bersama Brasil.

    Ederson ialah kunci kesuksesan Manchester City di bawah asuhan Pep Guardiola, termasuk musim treble pada musim 2022/2023 dan empat gelar Liga Inggris berturut-turut (2021-2024).

    “Delapan tahun yang luar biasa bersama Manchester City. Saya memenangi 18 gelar, tetapi saya membutuhkan perubahan ini dan perubahan suasana.”

    “Ketika Fenerbahçe datang, saya menerimanya. Saya melanjutkan mentalitas juara saya, mentalitas juara yang sama seperti yang saya miliki di Manchester City dan Benfica.”

    “Saya juga ingin menang di Fenerbahçe. Terkadang, sangat menyenangkan memiliki tantangan baru dalam hidup dan karier. Ini membawa energi baru, banyak hal positif, dan sesuatu yang baru dalam diri Anda,” ujarnya.

    Ederson, yang terakhir bermain untuk Brasil pada November 2024, berharap dapat berlaga di Piala Dunia ketiganya tahun depan. Saat ini, ia masuk dalam skuad terbaru Carlo Ancelotti.

    “Saya melewatkan beberapa panggilan terakhir karena cedera, tetapi harapan saya (untuk masuk skuad Piala Dunia 2026) tinggi.”

    “Namun, tidak ada pemain yang dijamin mendapat tempat,” kata sang kiper lagi.

    Ederson juga memiliki harapan tinggi untuk membantu Fenerbahce memenangi gelar domestik pertama mereka sejak 2014.

    “Saya sangat senang dengan tantangan ini. Klub ini sudah lama tidak memenangi gelar domestik. Saya harap dapat membantu merebut kembali kejayaan itu dan membawa klub kembali ke puncak,” katanya.

  • Manchester United Kalah Lawan Man City di Derby, Ini Jawaban Ruben Amorim

    Manchester United Kalah Lawan Man City di Derby, Ini Jawaban Ruben Amorim

    JAKARTA – Manchester United menuai hasil buruk di Manchester Derby. Menyambangi markas rival satu kota, Manchester City, dalam laga Premier League Inggris di Stadion Etihad, Minggu, 14 September 2025 malam WIB, MU kalah cukup telak 3-0. Manajer Ruben Amorim memberi jawaban meyakinkan soal strateginya meski membuat MU terpuruk.

    Pandit sepak bola yang juga eks pemain Liverpool Jamie Carragher memberi alasan mengapa Amorim sulit dipecat MU. Jawabannya, pesona Amorim saat menjawab dengan penuh keyakinan setiap pertanyaan media. Jawaban Amorim begitu tangkas sehingga menjadi pesona manajer asal Portugal itu.

    “Selain itu, dia memang tampan,” kata Carragher. Terdengar jawaban dengan sedikit bercanda memang. Namun benar adanya bila Amorim mampu menghadirkan pesona meski dirinya mendapat tekanan.

    Ya, Amorim sudah disebut-sebut bakal menjadi manajer yang paling cepat diberhentikan setelah hasil buruk MU di awal kompetisi. Kekalahan di Etihad dalam derby menambah catatan buruk Amorim selama menangani Red Devils. Musim ini, MU sudah kalah tiga kali di berbagai kompetisi.

    Ironisnya, MU merupakan tim elite yang absen di kompetisi Eropa. Ini seharusnya menjadikan pemain lebih bugar saat mengarungi kompetisi domestik. Kenyataannya, kualitas pemain MU memang sudah kategori medioker sehingga menyulitkan tim bersaing dengan tim-tim papan atas Premier League.

    Amorim pun hanya menang delapan kali sejak dirinya bergabung dengan MU menggantikan Erik ten Hag. Pencapaian buruk MU menjadikan strategi Amorim dipertanyakan. Sebelumnya, Amorim berkilah pemain masih butuh waktu menyesuaikan diri dengan strategi yang dimainkannya.

    Namun setelah memasuki musim baru, strategi Amorim dengan memainkan tiga bek masih belum memberi hasil memuaskan. Meski demikian, Amorim dengan sangat meyakinkan menjelaskan dirinya tidak akan mengubah strategi.

    “Saya bisa memahami dan saya menerima masukan itu [soal kemungkinan perubahan strategi]. Tetapi bukan berarti itu yang kemudian diterapkan di Manchester United,” ucap Amorim.

    “Banyak hal yang membuat strategi Anda tidak berjalan seperti yang diharapkan. Tetapi saya tetap menerima masukan itu,” ujarnya.

    “Yang jelas saya tidak akan berubah. Saat saya ingin mengubah filosofi bermain, saya akan melakukannya. Bila tidak, berarti Anda harus mengganti pemain Anda. Saya tetap mempertahankan cara bermain saya sampai akhirnya semua berubah seperti yang saya inginkan,” kata Amorim lagi.

    Strategi Amorim Gagal

    Di pertandingan itu strategi Amorim gagal memberi hasil karena Man City lebih mendominasi. Apalagi The Citiyzens memiliki kedalaman skuad ketimbang MU.

    Alhasil, Man City sudah bisa unggul saat Phil Foden membobol gawang Altay Bayindir di menit 18. Sundulannya yang menyambut umpan silang Jeremy Doku membawa Man City unggul 1-0. Ini menjadi gol pertama Foden di musim ini.

    Hanya setelah gol Foden, Man City mengalami kesulitan menghadapi pertahanan MU. Tim asuhan Pep Guardiola pun mengakhiri babak pertama dengan keunggulan satu gol.

    Di babak kedua, penampilan Man City jauh lebih baik ketimbang MU yang jarang menguasai bola. Pertandingan baru  memasuki menit 53, striker Erling Haaland sudah memperbesar keunggulan Man City. Lagi-lagi, Doku yang berperan dengan memberi assist kepada penyerang timnas Norwegia ini.

    Haaland kemudian memantapkan keunggulan Man City setelah mencetak gol kedua di menit 68. Menerima bola dari Bernardo Silva, dirinya pun berhadapan satu lawan satu dengan Bayindir. Tanpa kesulitan dia menaklukkan kiper Turki ini yang mengubah skor menjadi 3-0.

    Keunggulan tiga gol itu bertahan hingga laga usai. Kemenangan tersebut menjadikan Man City melewati posisi MU di klasemen sementara. Kini, Man City menduduki peringkat delapan dengan poin delapan. Sedangkan MU kembali ke habitat di posisi bawah. Dengan mengantungi poin empat, MU berada di peringkat 14.

  • Alasan Gampang Donnarumma Pilih Man City Ketimbang Manchester United

    Alasan Gampang Donnarumma Pilih Man City Ketimbang Manchester United

    JAKARTA – Tak sulit bagi kiper Gianluigi Donnarumma menerima tawaran dari Manchester City ketimbang bergabung dengan Manchester United. Ironisnya, Donnarumma sudah harus menghadapi MU bila melakukan debut di Premier League Inggris.

    MU sudah disebut bakal memboyong Donnarumma yang didepak Paris Saint-Germain. Apalagi, MU butuh kiper untuk menggantikan Andre Onana. MU pun sesungguhnya pernah membidik Donnarumma saat masih bermain di AC Milan. Namun kiper tim nasional Italia ini memilih pindah ke PSG.

    Saat kontrak Donnarumma segera berakhir, PSG menolak memperbaruinya. Bahkan juara Liga Champions itu mencari kiper baru ketimbang mempertahankan Donnarumma. Jadinya PSG mendatangkan Lucas Chevalier dan Donnarumma harus pergi.

    Meski sempat masuk radar MU, namun Man City justru yang gercep merekrut kiper berusia 26 tahun ini. Proses transfer Donnarumma pun sangat mulus. Tidak ada hambatan sama sekali meski tidak disebutkan nilai transfer sang kiper.

    Man City pun langsung memberikan kontrak panjang dengan durasi lima tahun. Menurut Donnarumma tak sulit menetapkan pilihan bergabung dengan The Cityzens.

    Pasalnya, klub tak sekadar memberi kesempatan bermain di Liga Champions tetapi juga berambisi kembali mengangkat trofi kuping lebar. Ini terungkap saat dirinya bertemu dengan manajer Pep Guardiola.

    Sebaliknya MU hanya bisa memberikan gaji tinggi sebagai daya tarik karena mereka absen di kompetisi Eropa. Bila ingin kembali berlaga di Liga Champions, MU harus menunggu musim 2026/2027. Itu pun bila MU mampu menembus empat besar atau zona Liga Champions di Premier League musim ini.

    “Menurut saya Liga Champions merupakan trofi terbaik bagi pemain bola. Sulit melukiskan emosi [saat mengangkat trofi],” kata Donnarumma kepada Manchester Evening News.

    “Juara Liga Champions menjadi salah satu target kami. Saya tak menutup-nutupi. Impian saya jelas mengangkat trofi Liga Champions bersama Man City,” ujarnya. 

    Donnarumma sendiri membawa PSG memenangi Liga Champions untuk kali pertama pada 2025. Tak hanya itu, PSG juga meraih treble dan mereka menjadi salah satu dari beberapa klub yang pernah memenangi tiga trofi utama dalam satu musim.

    “Di Liga Champions, kami akan menghadapi Napoli. Ini pertandingan yang tidak mudah. Dan semua pertandingan [di Liga Champions] memang sulit. Napoli merupakan tim yang kuat. Saya tahu benar bagaimana kekuatan mereka. Saya juga punya banyak teman di tim tersebut,” ujarnya lagi.

    Donnarumma menjadi rekrutan ketujuh Man City musim ini. Kehadiran dia menjadikan Man City total menghabiskan dana 185,8 juta pounds untuk memborong pemain. Donnarumma sendiri menggantikan Ederson yang pindah ke Fenerbahce.

    “Saya bangga bisa berada di sini untuk bergabung dengan salah satu kiper terbaik di dunia. Man City memang ingin merekrut saya sehingga prosesnya pun mudah,” kata Donnarumma yang bakal bersaing dengan kiper muda James Trafford.

    Hanya Donnarumma kemungkinan besar bakal menjadi kiper pertama dan Trafford bakal duduk di bench. Apalagi kiper berusia 22 ini sudah melakukan blunder yang membuat Man City kalah 2-0 lawan Tottenham Hotspur.

    Bisa jadi Donnarumma melakukan debut dengan menghadapi MU yang pernah mengincarnya. Laga Manchester Derby jilid pertama ini digelar di kandang Man City di Etihad, Minggu, 14 September 2025 malam WIB.

  • The Seagulls Ingin Bangkit, The Citizens Siap Balas Dendam

    The Seagulls Ingin Bangkit, The Citizens Siap Balas Dendam

    JAKARTA – Duel menarik akan tersaji di Amex Stadium akhir pekan ini saat Brighton & Hove Albion menjamu juara bertahan Manchester City dalam lanjutan Liga Inggris, Minggu 31 Agustus. Kedua tim sama-sama berusaha bangkit setelah menelan kekalahan pada pekan sebelumnya, di mana The Seagulls tumbang di markas baru Everton, sementara The Citizens harus menelan pil pahit di kandang sendiri setelah dikalahkan Tottenham Hotspur.

    Manchester City kembali dibuat frustrasi oleh “kutukan Tottenham”. Setelah sebelumnya tampil garang dengan menghancurkan Wolverhampton Wanderers 4-0 di pekan perdana, tim asuhan Pep Guardiola justru kehilangan arah saat Spurs bertandang ke Etihad Stadium. Gol Brennan Johnson lewat serangan balik cepat dan blunder fatal kiper James Trafford yang berujung gol Joao Palhinha membuat City harus menyerah 0-2.

    Kekalahan tersebut terasa menyakitkan karena juga disertai cedera yang dialami rekrutan anyar, Rayan Ait-Nouri, di babak pertama. Hasil itu memutus rekor tak terkalahkan 11 laga City di Liga Inggris, sekaligus membuat rival-rival seperti Arsenal dan Liverpool meraih keunggulan tiga poin di awal persaingan gelar.

    Namun, catatan tandang City cukup meyakinkan. Dalam lima laga terakhir di Premier League jauh dari Etihad, mereka tak pernah kalah dan bahkan selalu menjaga gawang tetap bersih. Kini, mereka berpeluang menorehkan sejarah dengan meraih clean sheet dalam enam laga tandang beruntun untuk pertama kalinya.

    Sementara itu, Brighton asuhan Fabian Hürzeler mengalami start yang mengecewakan. Setelah hanya mampu bermain imbang dramatis kontra Fulham di pekan pembuka, mereka dipaksa pulang dengan tangan hampa dari Hill Dickinson Stadium, markas baru Everton. Gol Iliman Ndiaye dan James Garner, keduanya berkat assist Jack Grealish yang dipinjamkan City, membuat Brighton harus menelan kekalahan 0-2.

    Meski demikian, The Seagulls menemukan sedikit kepercayaan diri di Piala Liga Inggris tengah pekan. Mereka berpesta gol dengan menghancurkan Oxford United 6-0, di mana Stefanos Tzimas mencetak dua gol. Brighton juga punya modal bagus menghadapi City, setelah musim lalu berhasil mencuri empat poin dari enam yang tersedia melawan tim asuhan Guardiola.

    Menariknya, bila Hürzeler mampu menghindari kekalahan kali ini, ia akan menjadi pelatih kedua setelah Ronald Koeman yang menghadapi Guardiola tiga kali tanpa sekali pun kalah.

    Di kubu Manchester City, kabar baik datang dari Rayan Ait-Nouri yang meski sempat cedera lawan Spurs, dipastikan siap tampil setelah masuk skuad timnas Aljazair untuk jeda internasional. Namun, City masih akan kehilangan Josko Gvardiol dan Savinho karena cedera, sementara Mateo Kovacic (betis) dan Kalvin Phillips (Achilles) juga belum tersedia.

    James Trafford kemungkinan besar tetap dipercaya di bawah mistar meski melakukan blunder pekan lalu. Laga ini juga menjadi istimewa bagi Erling Haaland, yang siap mencatat penampilan ke-100 di Premier League.

    Dari kubu Brighton, mereka tidak mendapat masalah baru usai melawan Everton dan Oxford. Namun, Georginio Rutter diragukan tampil karena masalah kebugaran. Adam Webster, Solly March, dan Julio Enciso masih absen karena cedera lutut. Enciso sendiri batal pindah ke Strasbourg – yang sempat membuka jalan ke Chelsea – akibat masalah kebugarannya.

    Carlos Baleba, yang sempat dikaitkan dengan Manchester United, diyakini tetap bertahan hingga bursa transfer ditutup dan kemungkinan besar akan kembali ke starting XI.

    Brighton bisa berharap atmosfer kandang di Amex Stadium memberi dorongan ekstra setelah penampilan buruk di Merseyside. Dengan kembalinya sejumlah pemain utama, tim asuhan Hürzeler diyakini mampu memberikan perlawanan dan mencetak gol.

    Namun, kualitas lini serang Manchester City yang dipimpin Haaland hampir pasti kembali tajam setelah mandul pekan lalu. Guardiola tentu tidak ingin timnya tertinggal lebih jauh dari rival perebut gelar. Catatan clean sheet tandang yang luar biasa juga menambah rasa percaya diri City.

    Perkiraan Susunan Pemain

    Brighton & Hove Albion (4-2-3-1):
    Verbruggen; Wieffer, Dunk, Van Hecke, De Cuyper; Baleba, Ayari; Minteh, O’Riley, Mitoma; Welbeck

    Manchester City (4-1-4-1):
    Trafford; Lewis, Stones, Dias, O’Reilly; Rodri; Cherki, Silva, Reijnders, Marmoush; Haaland

    Prediksi skor: Brighton & Hove Albion 1-3 Manchester City.

  • Ruben Dias Perpanjang Masa Bakti di Manchester City hingga Empat Tahun Mendatang

    Ruben Dias Perpanjang Masa Bakti di Manchester City hingga Empat Tahun Mendatang

    JAKARTA – Ruben Dias telah menandatangani kontrak baru dengan Manchester City. Bek tersebut telah menyetujui kontrak berdurasi empat tahun dengan perpanjangan dua tahun dari kontrak sebelumnya.

    Kesepakatan anyar itu akan membuatnya tetap di Stadion Etihad hingga 2029.

    Pemain Tim Nasional Portugal ini telah menjadi bagian penting tim asuhan Pep Guardiola sejak tiba dari Benfica pada 2020.

    Ia telah memenangi empat gelar Liga Inggris, Liga Champions pada 2023, dan terpilih sebagai pemain terbaik Liga Inggris pada 2021.

    Pemain berusia 28 tahun ini diperkirakan akan mencatatkan lebih dari 250 penampilan untuk klub musim ini.

    “Saya sangat bahagia hari ini. Saya sangat bangga mewakili klub hebat ini. Manchester City adalah tempat yang saya inginkan, di puncak olahraga ini, bersaing memperebutkan trofi.”

    “Ambisi klub ini sangat sejalan dengan ambisi saya, dan sebagai pesepak bola, tidak ada yang lebih baik dari itu. Saya mencintai Manchester, ini adalah rumah saya sekarang, dan saya mencintai para suporter Manchester City.”

    “Ketika saya memikirkan trofi yang telah kami menangi dan cara kami bermain sepak bola selama saya di sini, saya tidak dapat membayangkan bermain di tempat lain.”

    “Tugas saya sekarang ialah menjadi yang terbaik selama masa kontrak ini agar saya dapat berperan dalam membantu kami bersaing meraih lebih banyak trofi,” kata Dias dilansir ESPN.

  • Man City Berpeluang Gaet Bek Inter Milan Ketimbang Barcelona

    Man City Berpeluang Gaet Bek Inter Milan Ketimbang Barcelona

    JAKARTA – Manchester City bersaing dengan Barcelona memburu bek kanan Inter Milan Denzel Dumfries. Namun Man City lebih berpeluang menggaet Dumfries karena aktif melakukan negosiasi dengan Inter.

    Man City masih agresif memburu pemain. Meski sudah mendatangkan empat pemain anyar yang semuanya dibawa manajer Pep Guardiola mengikuti di Piala Dunia Antarlub 2025, namun klub yang pernah juara Premier League Inggris empat kali berturut-turut itu masih berharap menambah pemain.

    Ya, Man City butuh tambahan kekuatan di sektor belakang menyusul kepergian kapten Kyle Waker yang direkrut tim promisi Burnley. Sebelumnya, Walker yang sudah delapan tahun bersama The Cityzens sempat dipinjamkan ke AC Milan.

    Man City sesungguhnya sudah mengincar bek Newcastle United, Tino Livramento. Hanya saja, Newcastle meminta harga 80 juta pundsterling untuk pembelian Livramento.

    Harga mahal bek berusia 22 ini menjadikan Man City mengalihkan target pada pemain yang lebih murah. Dumfries pun menjadi sosok ideal yang direkrut.

    Apalagi, Guardiola memiliki hubungan baik dengan agen Dumfries sehingga bisa memuluskan upaya Man City memboyong pemain tim nasional Belanda ini.

    Dumfries sesungguhnya masih memiliki ikatan kontrak dengan Inter hingga tiga tahun lagi. Sedangkan klausul rilis dia hanya 21,6 juta poundsterling yang berakhir pada 15 Juli 2025. Man City tentu menilai ‘terlalu sayang untuk dilewatkan’.

    Tidak hanya Man City tetapi Barca juga menunjukkan minat pada Dumfries. Namun Man City berada di posisi terdepan untuk mendapatkan bek berusia 29 ini.

    Dumfries sendiri terbuka untuk pindah karena memang berniat meninggalkan klub Serie A Italia itu. Pemain yang didatangkan dari PSV Eindhoven pada 2021 ini mempertanyakan proyek klub yang dinilai sudah tidak ada kejelasan sejak Inter memutus kerjasama dengan pelatih Simone Inzaghi.

    Apalagi Inzaghi yang berperan menjadikan Dumfries sebagai salah satu bek terbaik. Bek yang memiliki karakter menyerang sehingga dirinya kerap diposisikan sebagai bek sayap di Inter.

    Selama bermain 179 kali di Nerazzurri, dia sudah mencetak 48 gol di berbagai kompetisi dan memenangkan lima trofi. Musim lalu, Dumfries mencetak 11 gol dan membuat enam assists selama 47 penampilan.

    Bila menerima tawaran Man City, Dumfries akan bersatu dengan kompatriotnya, Tijjani Reijnders, yang direkrut dari AC Milan dan pemain lama Nathan Ake.