Tag: Paus Fransiskus

  • Derita Infeksi Pilimikroba, Paus Fransiskus Dirawat di Rumah Sakit Lebih Lama – Halaman all

    Derita Infeksi Pilimikroba, Paus Fransiskus Dirawat di Rumah Sakit Lebih Lama – Halaman all

    Paus Fransiskus harus tinggal di rumah sakit lebih lama, demikian menurut diagnosis baru yang dirilis oleh Vatikan pada hari Senin (17/02), setelah Paus jatuh sakit dengan bronkitis minggu lalu.

    Paus Fransiskus telah menderita infeksi saluran pernapasan selama lebih dari seminggu dan dirawat di Rumah Sakit Gemelli di Roma, Italia sejak Jumat (14/02) lalu “Hasil tes yang dilakukan dalam beberapa hari terakhir dan hari ini telah menunjukkan adanya infeksi polimikroba pada saluran pernapasan, yang telah menyebabkan modifikasi lebih lanjut dari terapi,” demikian pernyataan singkat Vatikan.

    “Semua tes yang dilakukan hingga hari ini menunjukkan situasi klinis yang kompleks yang akan memerlukan perawatan di rumah sakit yang sesuai,” sambung pernyataan itu.

    Dalam pembaruan informasi malam harinya, Vatikan mengatakan Paus Fransiskus dalam kondisi “stabil”, tanpa demam.

    Dari rumah sakit, Paus terus melakukan panggilan telepon ke satu-satunya paroki Katolik di Gaza, demikian menurut seorang pastor setempat yang tinggal di kawasan itu. Paus mengatakan dia telah melakukan kontak rutin dengan paroki itu sejak dimulainya perang di Israel dan Gaza pada Oktober 2023.

    “Dia memberi tahu kami: ‘Saya tidak sehat’ dan Anda bisa melihat dia lelah,” ujar pastor setempat, Romo Gabriel Romanelli, lembaga kepada penyiaran publik Italia RAI tentang panggilan telepon video yang dia lakukan dengan sang Paus pada hari Sabtu (15/02).

    Romanelli, seorang warga Argentina, mengutip perkataan Paus Fransiskus, “Beberapa hari (di rumah sakit) dan saya akan kembali”, dan bercanda bahwa ia “bukan pasien yang mudah bagi dokter, karena ia selalu berbicara, selalu sangat aktif.”

    Vatikan mengatakan Fransiskus melakukan beberapa pekerjaan dan membaca makalah pada hari Senin (17/02) kemarin.

    Virus atau bakteri?

    Juru bicara Vatikan Matteo Bruni tidak menyebutkan secara spesifik apakah Paus menderita infeksi bakteri atau virus. Sementara infeksi bakteri dapat diobati dengan antibiotik, infeksi virus tidak. Virus biasanya harus sembuh sendiri, tetapi pasien dapat dibantu dengan obat-obatan lain untuk menurunkan demam atau membantu tubuh melawan infeksi.

    Infeksi polimikroba disebabkan oleh dua atau lebih mikroorganisme, dan dapat disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Dr. Andrea Vicini, seorang imam Jesuit dan dokter medis, mengatakan polimikroba adalah istilah umum, namun tidak menyebutkan akar penyebab infeksi.

    Vicini, yang mengatakan bahwa ia tidak mengetahui kasus Paus selain dari pernyataan Vatikan, juga mengatakan bahwa Vatikan telah mengatakan sebelumnya pada hari Senin (17/02) bahwa Paus sarapan, tanpa menggunakan alat bantu pernapasan.

    “Itu berarti tubuh tidak melemah hingga tidak dapat menerima makanan dan mencernanya,” ujar Vicini, seorang profesor di Boston College.

    Fransiskus, yang telah menjadi Paus sejak 2013, telah beberapa kali terkena flu dan masalah kesehatan lainnya selama dua tahun terakhir. Saat muda, ia menderita radang selaput dada dan menjalani operasi pengangkatan sebagian paru-paru, dan akhir-akhir ini ia rentan terhadap infeksi paru-paru.

    Vatikan mengatakan bahwa audiensi mingguan Paus di Lapangan Santo Petrus, yang dijadwalkan pada hari Rabu (19/02), telah dibatalkan “karena Bapa Suci masih dirawat di rumah sakit”.

    Dokter Paus sebelumnya telah memerintahkan istirahat total, dan Fransiskus tidak dapat menyampaikan doa mingguan rutinnya pada hari Minggu (16/02) kepada para peziarah di Lapangan Santo Petrus atau memimpin Misa khusus bagi para seniman untuk menandai Tahun Yubelium Gereja Katolik.

    Kecemasan akan kehilangan Paus

    Para peziarah yang mengunjungi Vatikan pada hari Senin (17/02) menyampaikan harapan mereka bahwa Fransiskus akan segera pulih.

    “Kami tentu berharap agar dia segera pulih,” kata Pater Tyler Carter, seorang pendeta Katolik dari Amerika Serikat. “Dia adalah bapa dan gembala kami, jadi kami menginginkan kesehatan dan berkat yang terus menyertainya.”

    Manuel Rossi, seorang turis dari Milan, Italia, mengatakan bahwa dia “sangat khawatir” ketika Paus membatalkan penampilannya pada hari Minggu (16/02).

    “Saya berusia 18 tahun, jadi saya hanya bertemu beberapa Paus dalam hidup saya, dan saya sangat dekat dengannya,” kata Rossi. “Saya berharap dia pulih secepat mungkin.”

    ap/hp (afp/ap/afp)

  • Derita Infeksi Polimikroba, Paus Fransiskus Dirawat di RS Lebih Lama

    Derita Infeksi Polimikroba, Paus Fransiskus Dirawat di RS Lebih Lama

    Jakarta

    Paus Fransiskus harus tinggal di rumah sakit lebih lama, demikian menurut diagnosis baru yang dirilis oleh Vatikan pada hari Senin (17/02), setelah Paus jatuh sakit dengan bronkitis minggu lalu.

    Paus Fransiskus telah menderita infeksi saluran pernapasan selama lebih dari seminggu dan dirawat di Rumah Sakit Gemelli di Roma, Italia sejak Jumat (14/02) lalu “Hasil tes yang dilakukan dalam beberapa hari terakhir dan hari ini telah menunjukkan adanya infeksi polimikroba pada saluran pernapasan, yang telah menyebabkan modifikasi lebih lanjut dari terapi,” demikian pernyataan singkat Vatikan.

    “Semua tes yang dilakukan hingga hari ini menunjukkan situasi klinis yang kompleks yang akan memerlukan perawatan di rumah sakit yang sesuai,” sambung pernyataan itu.

    Dalam pembaruan informasi malam harinya, Vatikan mengatakan Paus Fransiskus dalam kondisi “stabil”, tanpa demam.

    Dari rumah sakit, Paus terus melakukan panggilan telepon ke satu-satunya paroki Katolik di Gaza, demikian menurut seorang pastor setempat yang tinggal di kawasan itu. Paus mengatakan dia telah melakukan kontak rutin dengan paroki itu sejak dimulainya perang di Israel dan Gaza pada Oktober 2023.

    “Dia memberi tahu kami: ‘Saya tidak sehat’ dan Anda bisa melihat dia lelah,” ujar pastor setempat, Romo Gabriel Romanelli, lembaga kepada penyiaran publik Italia RAI tentang panggilan telepon video yang dia lakukan dengan sang Paus pada hari Sabtu (15/02).

    Romanelli, seorang warga Argentina, mengutip perkataan Paus Fransiskus, “Beberapa hari (di rumah sakit) dan saya akan kembali”, dan bercanda bahwa ia “bukan pasien yang mudah bagi dokter, karena ia selalu berbicara, selalu sangat aktif.”

    Vatikan mengatakan Fransiskus melakukan beberapa pekerjaan dan membaca makalah pada hari Senin (17/02) kemarin.

    Virus atau bakteri?

    Juru bicara Vatikan Matteo Bruni tidak menyebutkan secara spesifik apakah Paus menderita infeksi bakteri atau virus. Sementara infeksi bakteri dapat diobati dengan antibiotik, infeksi virus tidak. Virus biasanya harus sembuh sendiri, tetapi pasien dapat dibantu dengan obat-obatan lain untuk menurunkan demam atau membantu tubuh melawan infeksi.

    Infeksi polimikroba disebabkan oleh dua atau lebih mikroorganisme, dan dapat disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Dr. Andrea Vicini, seorang imam Jesuit dan dokter medis, mengatakan polimikroba adalah istilah umum, namun tidak menyebutkan akar penyebab infeksi.

    Vicini, yang mengatakan bahwa ia tidak mengetahui kasus Paus selain dari pernyataan Vatikan, juga mengatakan bahwa Vatikan telah mengatakan sebelumnya pada hari Senin (17/02) bahwa Paus sarapan, tanpa menggunakan alat bantu pernapasan.

    “Itu berarti tubuh tidak melemah hingga tidak dapat menerima makanan dan mencernanya,” ujar Vicini, seorang profesor di Boston College.

    Fransiskus, yang telah menjadi Paus sejak 2013, telah beberapa kali terkena flu dan masalah kesehatan lainnya selama dua tahun terakhir. Saat muda, ia menderita radang selaput dada dan menjalani operasi pengangkatan sebagian paru-paru, dan akhir-akhir ini ia rentan terhadap infeksi paru-paru.

    Vatikan mengatakan bahwa audiensi mingguan Paus di Lapangan Santo Petrus, yang dijadwalkan pada hari Rabu (19/02), telah dibatalkan “karena Bapa Suci masih dirawat di rumah sakit”.

    Dokter Paus sebelumnya telah memerintahkan istirahat total, dan Fransiskus tidak dapat menyampaikan doa mingguan rutinnya pada hari Minggu (16/02) kepada para peziarah di Lapangan Santo Petrus atau memimpin Misa khusus bagi para seniman untuk menandai Tahun Yubelium Gereja Katolik.

    Kecemasan akan kehilangan Paus

    Para peziarah yang mengunjungi Vatikan pada hari Senin (17/02) menyampaikan harapan mereka bahwa Fransiskus akan segera pulih.

    “Kami tentu berharap agar dia segera pulih,” kata Pater Tyler Carter, seorang pendeta Katolik dari Amerika Serikat. “Dia adalah bapa dan gembala kami, jadi kami menginginkan kesehatan dan berkat yang terus menyertainya.”

    Manuel Rossi, seorang turis dari Milan, Italia, mengatakan bahwa dia “sangat khawatir” ketika Paus membatalkan penampilannya pada hari Minggu (16/02).

    “Saya berusia 18 tahun, jadi saya hanya bertemu beberapa Paus dalam hidup saya, dan saya sangat dekat dengannya,” kata Rossi. “Saya berharap dia pulih secepat mungkin.”

    ap/hp (afp/ap/afp)

    (ita/ita)

    Hoegeng Awards 2025

    Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu

  • Dunia Hari Ini: Pesawat Delta Air Terbalik, Tak Ada Korban Jiwa

    Dunia Hari Ini: Pesawat Delta Air Terbalik, Tak Ada Korban Jiwa

    Memasuki hari yang kedua pekan ini, kami sajikan rangkuman informasi pilihan dari berbagai negara yang terjadi dalam 24 jam terakhir.

    Dunia Hari Ini edisi Selasa, 18 Februari 2025 akan kami awali dari Kanada.

    Delta Air terbalik di Bandara Toronto Pearson

    Penerbangan Delta Air Lines 4819 sedang dalam perjalanan dari Minneapolis, Amerika Serikat, kemudian tergelincir saat mendarat hingga membuat badan pesawat terbalik.

    Video yang diunggah di Instagram oleh Pete Koukov memperlihatkan penumpang yang digiring keluar dari pesawat dan menuju landasan pacu saat petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke badan pesawat.

    Dalam sebuah pernyataan, Delta mengatakan 18 orang terluka dan tiga orang dalam keadaan kritis.

    “Seluruh keluarga Delta di seluruh dunia berduka cita atas mereka yang terdampak oleh insiden hari ini di Bandara Internasional Toronto-Pearson,” kata CEO Delta, Ed Bastian.

    Amerika Serikat lanjutkan pengiriman bom berat ke Israel

    Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyambut baik pengiriman tersebut dengan menyebutnya sebagai “aset penting bagi Angkatan Udara dan IDF (Pasukan Pertahanan Israel)”, serta berterima kasih kepada Amerika Serikat atas “dukungannya yang tak tergoyahkan.”

    Bom MK-84 yang mampu menghancurkan beton dan logam tebal tersebut tiba di Israel saat negosiasi memasuki tahap kedua kesepakatan gencatan senjata Gaza.

    Pengiriman bom seberat 907 kilogram ke Israel sempat dihentikan di era Presiden Joe Biden, tapi Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencabut larangan tersebut, segera setelah pelantikannya.

    Para ahli menyebut pengiriman bom ini adalah “pesan” yang ingin disampaikan Amerika Serikat ke wilayah itu.

    Jacob Kiplimo pecahkan rekor dunia setengah maraton di Barcelona

    Pelari asal Uganda tersebut memecahkan rekor dunia dengan selisih 48 detik dari rekor sebelumnya.

    Ia dengan berlari selama 56 menit 42 detik di Barcelona, Spanyol.

    Jacob, yang berusia 24 tahun, merebut kembali rekor yang dipegangnya dari tahun 2021 hingga November 2024 dengan apa yang ia gambarkan sebagai perlombaan yang “sempurna”.

    “Hari ini semuanya sempurna, lintasan, cuaca, dan tentu saja saya sendiri,” tulisnya di Instagram.

    Ia memanfaatkan kondisi yang “sempurna”, yakni 13 derajat Celsius tanpa angin, untuk menjadi atlet pertama yang memecahkan rekor 57 menit untuk jarak 21,0975 km.

    World Athletics mengatakan perbedaan 48 detik dari rekor sebelumnya menjadi yang terbesar dalam sejarah rekor ‘half marathon’ untuk putra.

    Paus Fransiskus berjuang melawan infeksi pernapasan

    Pemimpin tertinggi umat Katolik, berusia 88 tahun, sudah sakit selama lebih dari seminggu dan dirawat di Rumah Sakit Gemelli di Roma, Italia.

    Dalam pernyataan singkat kemarin, seorang juru bicara Vatikan mengatakan rencana perawatan Paus diubah.

    “Hasil tes yang dilakukan dalam beberapa hari terakhir dan hari ini menunjukkan adanya infeksi polimikroba pada saluran pernapasan, yang telah menyebabkan modifikasi lebih lanjut dari terapi tersebut,” ujar juru bicara.

    Infeksi polimikroba disebabkan oleh dua atau lebih mikroorganisme, dan dapat disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur.

    Sebelumnya, juru bicara Vatikan Matteo Brunit mengatakan Paus Fransiskus dalam kondisi “penuh semangat.”

  • Video Hasil Tes Kesehatan Paus Fransiskus: Infeksi Polimikroba di Saluran Napas

    Video Hasil Tes Kesehatan Paus Fransiskus: Infeksi Polimikroba di Saluran Napas

    Jakarta – Vatikan merilis pernyataan terkait hasil pemeriksaan kesehatan Paus Fransiskus. Paus Fransiskus disebut mengalami infeksi polimikroba pada saluran pernapasannya. Sehingga, Paus Fransiskus akan tetap dirawat di rumah sakit dan menjalani modifikasi terapi lanjutan.

    (/)

  • Kondisi Kesehatan Paus Fransiskus, Dirawat Intensif karena Gejala ‘Kompleks’

    Kondisi Kesehatan Paus Fransiskus, Dirawat Intensif karena Gejala ‘Kompleks’

    Jakarta

    Paus Fransiskus masih perlu dirawat intensif di rumah sakit karena mengalami gejala klinis yang kompleks. Kabar terbaru ini disampaikan pihak Vatikan pada Senin (17/2/2025), dikutip dari AFP.

    Ada kekhawatiran kesehatan Paus yang kini berusia 88 tahun terus melemah. Juru bicara Vatikan Matteo Bruni mengungkap hasil tes yang dilakukan dalam beberapa hari terakhir.

    Paus disebut terkena infeksi saluran pernapasan polimikroba, ia menjalani perubahan kedua dalam terapi obatnya, sejak dirawat di RS Jumat kemarin.

    Para ilmuwan mengatakan penyakit polimikroba disebabkan campuran virus, bakteri, jamur, dan parasit.

    Tidak ada waktu pasti berapa lama Paus akan dirawat inap, sudah lebih dari empat hari Paus Fransiskus absen, terlama bila dibandingkan riwayat sakitnya pada 2023 karena pneumonia.

    Menurut Bruni, kompleksitas gejalanya memerlukan perawatan di rumah sakit yang tepat.

    Bruni mengatakan kondisi Fransiskus stabil dan ia telah melanjutkan beberapa aktivitas, termasuk membaca.

    Fransiskus menjalani operasi pengangkatan sebagian paru-paru setelah terkena infeksi saat masih muda. Kondisi tersebut membuat ia rentan terhadap serangan bronkitis di musim dingin.

    Ia dirawat di rumah sakit Gemelli di Roma pada hari Jumat setelah bronkitis yang diidapnya selama sepekan semakin parah. Dokter mengonfirmasi adanya infeksi saluran pernapasan dan menyarankan istirahat total, di samping terapi obat yang tidak disebutkan.

    Bruni mengatakan Fransiskus sarapan, membaca koran, dan menerima Ekaristi pada hari Senin setelah malam ketiga yang damai. Dan sebagai tanda Fransiskus masih menjalankan beberapa hal penting dalam rutinitasnya, pendeta paroki Gereja Katolik di Gaza, Pendeta Gabriel Romanelli, melaporkan Fransiskus telah melakukan video call ke gereja pada hari Jumat dan Sabtu malam. Ia juga mengirim pesan teks pada hari Minggu.

    “Kami mendengar suaranya. Memang benar, suaranya lebih lelah,” kata Romanelli kepada Vatican News.

    “Tetapi kami mendengar suaranya dengan jelas dan ia mendengarkan kami,” kata pendeta Argentina, yang ditelepon Fransiskus setiap hari.

    Menyoal Bronkitis

    Bronkitis, atau peradangan pada gelombang udara, bisa jadi relatif ringan pada orang sehat, tetapi menjadi jauh lebih parah pada mereka yang sudah berusia lanjut atau memiliki riwayat masalah paru-paru, terutama saat mereka tidak mampu batuk dan mengeluarkan lendir yang terkumpul.

    Bakteri dan organisme lain bisa menyebabkan infeksi lebih lanjut yang mungkin lebih sulit diobati.

    dr Maor Sauler, yang mengkhususkan diri dalam pengobatan paru-paru orang dewasa dan perawatan kritis di sekolah kedokteran Yale, mengatakan bukan hal yang aneh bagi orang pengidap bronkitis, mengalami infeksi dengan lebih dari satu organisme di paru-paru mereka.

    Namun, yang menjadi perhatian adalah antibiotik dan terapi obat lain tidak bekerja sendiri, serta mengharuskan tubuh untuk merespons, mengingat riwayat kesehatan Paus Fransiskus yang lain bisa jadi membuat pemulihan lebih berat.

    “Menjadi lebih tua, menggunakan kursi roda, semua itu merupakan faktor risiko untuk situasi di mana kita tidak dapat mengobatinya meskipun kita telah berupaya sebaik mungkin,” kata Sauler, yang tidak terlibat dalam perawatan Paus.

    (naf/kna)

  • 5 Fakta Terkait Megawati Soekarnoputri Sambangi UEA, Bertemu Pangeran Abu Dhabi – Page 3

    5 Fakta Terkait Megawati Soekarnoputri Sambangi UEA, Bertemu Pangeran Abu Dhabi – Page 3

    Sementara itu, Zuhairi yang menjadi penerjemah dalam pertemuan tersebut mengatakan Ketua Umum PDIP itu juga mengundang Pangeran Khaled ke Bali. Khaled, kata Andi, bakal mengabarkan Megawati jika hendak ke Bali.

    “Ibu Megawati mengundang Pangeran Khaled untuk mengunjungi Bali, minimal seminggu, untuk menikmati keindahan alam dan keramahtamahan warga Bali. Bagi Ibu Megawati Soekarnoputeri, Bali mempunyai makna tersendiri, karena ibu Bung Karno berasal dari Bali. Sebab itu, jika berkunjung ke Bali, sebenarnya berkunjung ke rumah Ibu Megawati,” kata Misrawi.

    “Direncanakan dalam waktu dekat Pangeran Khaled akan berwisata ke Bali dan akan mengabarkan Ibu Megawati sebelum berkunjung ke Bali,” imbuh dia.

    Megawati juga mengenalkan BRIN kepada Pangeran Khaled. Megawati saat ini menjabat Ketua Dewan Pengarah BRIN.

    “Ibu Megawati Soekarnoputeri juga mengenalkan Badan Riset dan Inovasi Nadional (BRIN) dalam kapasitasnya sebagai Dewan Pengarah BRIN. Ada 12 bidang kajian di BRIN, dan lembaga riset ini mempunyai 8.000 peneliti. Kami mempunyai visi, misi, dan program agar BRIN melahirkan penelitian inovatif bagi kemajuan Indonesia. Sebab itu, perlu kiranya agar dijajaki kerja sama antara BRIN dengan lembaga penelitian dan inovasi UAE,” ujar dia.

    Pangeran Khaled disebut sangat tertarik dan berkeinginan kuat untuk melakukan kerja sama dengan BRIN karena dua hal. UAE disebut memberikan perhatian terhadap inovasi dan pengembangan teknologi.

    “Pertama, Abu Dhabi mempunyai ratusan pulau, dengan tantangan yang tidak mudah. Sebab itu, kerja sama dalam bidang riset, seperti soal sanitasi dan penyediaan air bersih. Kedua, UAE memberikan perhatian besar pada inovasi, seperti pengembangan teknologi quantum. Sebab itu, perlu dibuat kesepakatan yang konkret untuk kerja sama pada bidang-bidang yang menjadi perhatian BRIN,” ujar Misrawi.

    Selain itu, Megawati menyinggung isu Palestina dalam pertemuan tersebut. Megawati meminta semua pihak berjuang untuk kemerdekaan Palestina.

    “Ibu Megawati juga menyampaikan concern Bung Karno pada kemerdekaan Palestina, khususnya pada Konferensi Asia-Afrikan 1955. Kita harus berjuang bersama-sama untuk kemerdekaan Palestina, sebagaimana tertera dalam Dasa Sila Bandung,” ujar Misrawi.

    Sebelum ke Abu Dhabi, Megawati menghadiri World Leaders Summit on Children’s Rights di Vatikan yang membahas hak-hak anak-anak. Megawati, dalam forum yang dibuka pemimpin Katolik dunia Paus Fransiskus, menyampaikan keprihatinan terhadap anak-anak korban perang di Palestina saat bertemu Pangeran Khaled.

    “Dari Palestina, Ibu Megawati Soekarnoputri juga menyampaikan, bahwa kita harus memperhatikan nasib anak-anak korban perang, karena mereka adalah masa depan peradaban dunia,” ujarnya.

     

  • Masih Perawatan Bronkitis di RS, Kondisi Paus Fransiskus Membaik

    Masih Perawatan Bronkitis di RS, Kondisi Paus Fransiskus Membaik

    Jakarta – Paus Fransiskus masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat infeksi saluran pernapasan, sehingga tidak bisa memimpin ibadat Minggu (16/2/2025). Namun begitu, hasil tes menunjukkan adanya perbaikan.

    Vatikan menyebut, paus berusia 88 tahun tersebut mengalami bronkitis selama lebih dari sepekan dan dirawat di rumah sakit Gemelli, Roma, pada Jumat pagi.

    “Untuk membantu pemulihan, staf medis meresepkan istirahat penuh,” tulis Vatikan dalam sebuah keterangan, dikutip dari Reuters. Saat ini, perawatan Paus Fransiskus disebut mengalami sedikit modifikasi berdasarkan temuan mikrobiologis.

    “Tes laboratorium hari ini menunjukkan perkembangan pada beberapa nilai,” lanjut pernyataan tersebut.

    RS Gemelli merupakan salah satu RS terbesar di Roma, Italia, dan punya unit khusus untuk perawatan paus. Almarhum Paus Yohanes Paulus II juga pernah dirawat di RS ini.

    Paus Fransiskus juga sempat menjalani perawatan di RS ini pada Juni 2023. Saat itu ia menjalani operasi untuk memperbaiki hernia di perut.

    (up/up)

  • Megawati Bertemu Pangeran Khaled di UEA, Bahas Palestina dan Perkenalkan BRIN – Halaman all

    Megawati Bertemu Pangeran Khaled di UEA, Bahas Palestina dan Perkenalkan BRIN – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri bertemu Putra Mahkota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Khaled Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan. 

    Perbincangan berlangsung hangat dan membahas berbagai hal termasuk hubungan kedua keluarga yang merupakan pendiri negara, Indonesia dan UEA.

    Pertemuan ini digelar di Sea Palace Abu Dhabi, UEA, Sabtu (15/2/2025) malam waktu setempat. 

    Megawati mengenakan abaya bercorak batik kombinasi hitam cokelat.

    Megawati didampingi putrinya yang juga Ketua DPR RI Puan Maharani, putra tertuanya, Mohamad Rizki Pratama, Dubes Indonesia untuk Tunisia Zuhairi Misrawi, serta Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan Pusat PDIP, Andi Widjajanto.

    Sementara itu, Sheikh Khaled didampingi Menteri Energi Suhail, Menteri/Konsultan Sheikha Fatima, Maitha Bint Salem Al Shamsi, Duta Besar UEA untuk Indonesia, Abdulla Salem Al Dhaheri, dan Kepala Staf Putra Mahkota, dan Ahmed Alsaeeh.

    “Pertemuan ini adalah pertemuan dua keluarga Pendiri Bangsa, Indonesia dan UEA,” kata Ketua DPP PDIP Bidang Luar Negeri Ahmad Basarah selepas Megawati bertemu Pangeran Khaled.

    Sementara itu, Zuhairi yang menjadi penerjemah dalam pertemuan tersebut menyebutkan poin-poin pembahasan antara Megawati dan Pangeran Khaled. Zuhairi mengatakan, Megawati mengapresiasi kemajuan dan keindahan UEA, khususnya bunga-bunga yang indah di Abu Dhabi.

    “Pemandangan indah sangat mengesankan. Pangeran Khaled bin Mohamed bin Zayed sangat terharu dan senang atas apresiasi Ibu Megawati kepada UAE, karena kerja keras dan pencapaian yang diraih UAE selama ini dilihat secara positif, khususnya oleh Ibu Megawati Soekarnoputeri,” ujar Zuhairi.

    Andi Wijayanto menambahkan pertemuan Megawati Soekarnoputeri dan keluarga dengan Pangeran Khaled bernuansa kekeluargaan dan akrab. 

    Andi menyebut pertemuan ini juga penting bagi kedua negara. Dia mengutip pernyataan Megawati yang mendoakan Pangeran Khaled yang bakal menjadi pemimpin tertinggi UAE di masa depan.

    Bahas Palestina

    Dalam pertemuan itu, Megawati turut membahas sejumlah hal dengan Pangeran Khaled, termasuk penjajakan kerja sama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan negara tersebut.

    “Ibu Megawati menyampaikan apresiasi dan kekaguman atas kemajuan dan keindahan UEA, khususnya bunga-bunga yang indah di Abu Dhabi. Pemandangan indah sangat mengesankan. Pangeran Khaled bin Mohamed bin Zayed sangat terharu dan senang atas apresiasi Ibu Megawati kepada UAE, karena kerja keras dan pencapaian yang diraih UAE selama ini dilihat secara positif, khususnya oleh Ibu Megawati Soekarnoputeri,” ujar Andi Widjajanto.

    Pertemuan Megawati dan Pangeran Khaled bernuansa kekeluargaan dan keakraban. 

    Andi menyebut pertemuan ini juga penting bagi kedua negara. 

    Megawati juga mendoakan Pangeran Khaled yang bakal menjadi pemimpin tertinggi UAE di masa depan.

    “Pertemuan tersebut sangat penting dalam rangka mempererat hubungan bilateral kedua negara. Di samping itu, yang lebih penting, Pangeran Khaled akan menjadi Pemimpin Tertinggi UAE di masa mendatang. Sebab itu, Ibu Megawati mendoakan Pangeran Khaled semoga menjadi pemimpin yang sukses dan bijaksana di masa mendatang,” katanya.

    Sementara itu, Zuhairi mengatakan Ketua Umum PDIP itu juga mengundang Pangeran Khaled ke Bali. Khaled, kata Andi, bakal mengabarkan Megawati jika hendak ke Bali.

    “Ibu Megawati mengundang Pangeran Khaled untuk mengunjungi Bali, minimal seminggu, untuk menikmati keindahan alam dan keramahtamahan warga Bali. Bagi Ibu Megawati Soekarnoputeri, Bali mempunyai makna tersendiri, karena ibu Bung Karno berasal dari Bali. Sebab itu, jika berkunjung ke Bali, sebenarnya berkunjung ke rumah Ibu Megawati,” kata Misrawi.

    “Direncanakan dalam waktu dekat Pangeran Khaled akan berwisata ke Bali dan akan mengabarkan Ibu Megawati sebelum berkunjung ke Bali,” sambung dia.

    Megawati juga mengenalkan BRIN kepada Pangeran Khaled. Megawati saat ini menjabat Ketua Dewan Pengarah BRIN.

    “Ibu Megawati Soekarnoputeri juga mengenalkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam kapasitasnya sebagai Dewan Pengarah BRIN. Ada 12 bidang kajian di BRIN, dan lembaga riset ini mempunyai 8.000 peneliti. Kami mempunyai visi, misi, dan program agar BRIN melahirkan penelitian inovatif bagi kemajuan Indonesia. Sebab itu, perlu kiranya agar dijajaki kerja sama antara BRIN dengan lembaga penelitian dan inovasi UAE,” ujar dia.

    Pangeran Khaled disebut sangat tertarik dan berkeinginan kuat untuk melakukan kerja sama dengan BRIN karena dua hal. UAE disebut memberikan perhatian terhadap inovasi dan pengembangan teknologi.

    “Pertama, Abu Dhabi mempunyai ratusan pulau, dengan tantangan yang tidak mudah. Sebab itu, kerja sama dalam bidang riset, seperti soal sanitasi dan penyediaan air bersih. Kedua, UAE memberikan perhatian besar pada inovasi, seperti pengembangan teknologi quantum. Sebab itu, perlu dibuat kesepakatan yang konkret untuk kerja sama pada bidang-bidang yang menjadi perhatian BRIN,” ujar Misrawi.

    Selain itu, Megawati menyinggung isu Palestina dalam pertemuan tersebut. 

    Megawati meminta semua pihak berjuang untuk kemerdekaan Palestina.

    “Ibu Megawati juga menyampaikan concern Bung Karno pada kemerdekaan Palestina, khususnya pada Konferensi Asia-Afrika 1955. Kita harus berjuang bersama-sama untuk kemerdekaan Palestina, sebagaimana tertera dalam Dasa Sila Bandung,” ujar Misrawi.

    Sebelum ke Abu Dhabi, Megawati menghadiri World Leaders Summit on Children’s Rights di Vatikan yang membahas hak-hak anak-anak. 

    Megawati, dalam forum yang dibuka pemimpin Katolik dunia Paus Fransiskus, menyampaikan keprihatinan terhadap anak-anak korban perang di Palestina saat bertemu Pangeran Khaled.

    “Dari Palestina, Ibu Megawati Soekarnoputeri juga menyampaikan, bahwa kita harus memperhatikan nasib anak-anak korban perang, karena mereka adalah masa depan peradaban dunia,” ujarnya.

  • Mengeluh Sakit, Paus Fransiskus Dilarikan ke RS

    Mengeluh Sakit, Paus Fransiskus Dilarikan ke RS

    GELORA.CO – Pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus, dilarikan ke rumah sakit di Roma, Jumat (14/2/2025) waktu setempat, setelah mengeluh sakit di dadanya.

    Kepala Negara Takhta Suci Vatikan itu menjalankan pemeriksaan penyakit bronkitis dan perawatan di rumah sakit tersebut.

    Sebelumnya pada misa, Minggu (9/2/2025), Paus Fransiskus sempat meminta kardinal Vatikan membacakan pidatonya lantaran ia tidak kuat akibat penyakit bronkitis.

    Permintaan itu dilontarkan bersamaan dengan pengakuannya bahwa dirinya tak bisa berpidato karena mengalami bronkitis.

    “Izinkan saya meminta kardinal untuk terus membaca karena saya belum bisa, karena bronkitis saya. Saya berharap bisa melakukannya lain kali,” kata Paus, seperti dikutip AFP.

    Belakangan ini, Paus Fransiskus dikabarkan menderita masalah kesehatan dan selalu berada di atas kursi roda dalam berbagai kesempatan. Pada 2023 lalu, ia pernah menderita bronkitis hingga dirawat di rumah sakit selama tiga malam. Saat muda, salah satu paru-parunya juga pernah diangkat.

    Paus asal Argentina ini belakangan juga dikabarkan mengalami nyeri lutut dan pinggul, serta peradangan pada usus besar. Pemimpin agama berusia 88 tahun itu juga sempat menjalani operasi hernia.

    Meski dalam kondisi kurang sehat, Paus juga menyempatkan diri untuk menerima kedatangan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di kediaman Casa Santa Marta, Vatikan, pada 7 Februari lalu.

    Dalam pertemuan itu, Megawati memberikan hadiah berupa lukisan karya Fransiskus Sigit Santoso berjudul ‘Siti Maryam’ yang menampilkan Bunda Maria berkebaya merah, kain jarik warna cokelat, dan berkerudung putih.

  • Paus Fransiskus Dirawat di Rumah Sakit karena Bronkitis    
        Paus Fransiskus Dirawat di Rumah Sakit karena Bronkitis

    Paus Fransiskus Dirawat di Rumah Sakit karena Bronkitis Paus Fransiskus Dirawat di Rumah Sakit karena Bronkitis

    Roma

    Paus Fransiskus kini sedang menjalani perawatan medis di rumah sakit di Roma, Italia. Vatikan menyebut sang pemimpin umat Katolik sedunia akan menjalani pemeriksaan dan pengobatan bronkitis.

    Vatikan dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Jumat (14/2/2025), mengumumkan bahwa Paus Fransiskus mulai dirawat di rumah sakit pada Jumat (14/2) pagi setelah melakukan audiensi pagi hari.

    Paus Fransiskus yang berusia 88 tahun disebut mengalami sesak napas dalam beberapa hari terakhir, dan telah mendelegasikan para pejabat Vatikan untuk membacakan pidatonya.

    Dijelaskan oleh Vatikan bahwa Paus Fransiskus menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Gemelli Roma untuk menjalani “beberapa tes diagnostik yang diperlukan dan untuk melanjutkan pengobatan bronkitis yang sedang berlangsung di rumah sakit”.

    Paus Fransiskus, yang salah satu paru-parunya diangkat saat masih muda, telah menderita kesulitan bernapas selama lebih dari seminggu dan terpaksa meminta para pejabat Vatikan beberapa kali untuk membacakan pidatonya dengan lantang atas namanya.

    Tonton juga Video: Paus Fransiskus Kirim Bantuan Medis ke Pedalaman Papua Nugini

    Paus Fransiskus dirawat di rumah sakit selama tiga malam pada Maret 2023 karena bronkitis, yang disembuhkan dengan antibiotik.

    Kemudian pada Desember lalu, dia harus membatalkan kunjungan ke Dubai, Uni Emirat Arab, untuk berpartisipasi dalam konferensi perubahan iklim COP28 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

    Paus Fransiskus yang berasal dari Argentina ini dilanda masalah kesehatan dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari nyeri lutut dan pinggul hingga radang usus besar. Dia juga menjalani operasi hernia.

    Tonton juga Video: Paus Fransiskus Kirim Bantuan Medis ke Pedalaman Papua Nugini

    Hoegeng Awards 2025

    Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu