Tag: Paus Fransiskus

  • Update Kondisi Paus Fransiskus, Hasil Tes Darah Ungkap Kabar Baik – Halaman all

    Update Kondisi Paus Fransiskus, Hasil Tes Darah Ungkap Kabar Baik – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Kondisi Paus Fransiskus dilaporkan semakin stabil.

    Paus Fransiskus saat ini dirawat di Rumah Sakit Policlinico Agostino Gemelli, Roma, Italia akibat pneumonia dan infeksi saluran pernapasan.

    Pada Rabu (19/2/2025) malam, Kantor Pers Tahta Suci melaporkan hasil tes darah Paus Fransiskus terbaru menunjukkan sedikit perbaikan, terutama pada tingkat peradangan.

    Pemimpin umat Katolik itu dirawat sejak 14 Februari karena kesulitan bernapas, kini mulai kembali melanjutkan beberapa aktivitas rutin.

    Meskipun masih dalam pemulihan, ia tampak cukup bugar.

    Dikutip dari Vatican News, setelah sarapan, Paus Fransiskus meluangkan waktu untuk membaca surat kabar.

    Ia kemudian melanjutkan bekerja dengan rekan-rekannya.

    Sebelum makan siang, Paus juga menerima sakramen Ekaristi.

    Pada sore harinya, Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, mengunjungi Paus Fransiskus.

    Mereka bertemu secara pribadi selama 20 menit.

    Meloni mengungkapkan Paus Fransiskus tetap ceria dan tidak kehilangan selera humornya meski sedang dalam perawatan.

    Infeksi Polimikroba

    Dikutip dari NBC, Paus Fransiskus mengalami infeksi polimikroba, yang merupakan gabungan dari beberapa virus, bakteri, jamur, dan parasit yang menyerang saluran pernapasan

    Penyakit ini menyebabkan pneumonia di kedua paru-parunya, yang memperburuk kondisi Paus Fransiskus.

    Selain itu, Paus juga didiagnosis dengan bronkitis asma, yang membutuhkan pengobatan dengan kortikosteroid dan antibiotik.

    Meskipun penyakit ini cukup kompleks, hasil tes darah menunjukkan sedikit perbaikan pada penanda inflamasi, yang menjadi tanda bahwa pengobatan Paus mulai memberikan hasil positif.

    Paus juga sudah bisa bernapas tanpa bantuan ventilator dan dapat duduk di kursi berlengan di kamar rumah sakit.

    Doa dan Dukungan Moral

    Kunjungan Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, memberikan dukungan moral kepada Paus Fransiskus.

    Meloni mengungkapkan kebahagiaannya melihat Paus tetap waspada dan bercanda meskipun tengah berjuang dengan kondisi kesehatannya.

    Ia berharap Paus segera pulih.

    Meloni juga mendoakan agar Paus dapat segera sembuh, mewakili pemerintah dan seluruh rakyat Italia.

    Dikutip dari Al Jazeera, umat Katolik yang datang ke Vatikan pada Rabu (19/2/2025) mendoakan kesembuhan Paus.

    Beberapa turis, termasuk Victoria Darmody dari Inggris, mengungkapkan keinginan mereka untuk mendekatkan diri kepada Paus dengan datang ke Rumah Sakit Gemelli.

    Mereka berharap Paus segera pulih agar dapat kembali melaksanakan tugasnya.

    Kondisi Kesehatan Paus yang Rentan

    Paus Fransiskus berusia 88 tahun, memiliki riwayat masalah kesehatan, terutama terkait dengan saluran pernapasan.

    Di masa mudanya, ia pernah menderita radang selaput dada yang mengharuskannya menjalani operasi pengangkatan sebagian paru-paru.

    Kondisi ini membuatnya lebih rentan terhadap infeksi paru-paru, seperti yang sedang ia alami saat ini.

    Paus juga sering menggunakan kursi roda akibat nyeri punggung dan lutut.

    Baru-baru ini sempat menjalani operasi untuk masalah hernia.

    (Tribunnews.com, Andari Wulan Nugrahani)

  • Jenguk Paus Fransiskus, PM Italia: Kondisinya Stabil dan Selera Humornya Masih Sama – Halaman all

    Jenguk Paus Fransiskus, PM Italia: Kondisinya Stabil dan Selera Humornya Masih Sama – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Paus Fransiskus, yang kini berusia 88 tahun, sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Gemelli, Roma.

    Sebelumnya, ia didiagnosis menderita penumonia di kedua paru-parunya.

    Pneumonia merupakan infeksi serius yang dapat menyebabkan peradangan serta jaringan parut pada paru-paru, mengakibatkan nyeri dada dan kesulitan bernapas. 

    Paus Fransiskus dirawat sejak minggu lalu akibat infeksi saluran pernapasan yang dideritanya.

    Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni menjadi orang pertama yang menjenguk Paus Fransiskus pada Rabu (19/2/2025).

    Meloni menyatakan bahwa dirinya merasa senang melihat Paus tetap waspada dan tanggap.

    Ia juga menambahkan bahwa Paus Fransiskus masih memiliki selera humornya, bahkan sempat bercanda selama kunjungannya.

    “Kami bercanda seperti biasa. Ia tidak kehilangan selera humornya,” kata Meloni, dikutip dari BBC.

    Meloni berharap Paus Fransiskus dapat segera pulih dan beraktivitas kembali.

    “Atas nama pemerintah Italia dan seluruh negeri, saya menyampaikan harapan terbaik agar beliau segera pulih,” ujar Meloni.

    Vatikan dalam pernyataannya mengonfirmasi bahwa tes darah Paus menunjukkan adanya perubahan dan sudah sedikit membaik.

    “Tes darah menunjukkan sedikit perbaikan, terutama pada penanda inflamasi,” kata Vatikan, dikutip dari Al Jazeera.

    Namun, sebelumnya, hasil tes medis dan rontgen dada memberikan gambaran kondisi yang cukup rumit.

    Seorang pejabat Vatikan juga mengofirmasi keadaan Paus yang saat ini sudah stabil.

    “Saat ini, Paus sudah bisa bangun dari tempat tidurnya dan duduk di kursi berlengan di kamar rumah sakit,” jelasnya.

    Meski masih belum sembuh total, Paus dilaporkan masih melakukan pekerjaannya dari RS.

    “Beliau juga masih tetap melanjutkan beberapa pekerjaannya meskipun dalam kondisi perawatan,” terangnya.

    Sebagai bagian dari proses pemulihan, audiensi kepausan yang seharusnya berlangsung pada hari Sabtu telah dibatalkan.

    Selain itu, kondisi Paus juga tidak memungkinkan untuk menghadiri Misa pada hari Minggu mendatang.

    Di luar rumah sakit, dukungan dan doa terus mengalir untuk Paus Fransiskus.

    Umat Katolik berkumpul untuk berdoa, menyalakan lilin, serta menulis catatan penyemangat.

    “Kami akan terus mendoakan beliau agar segera pulih,” kata Gianfranco Rizzo dari Bari, Italia.

    Sementara itu, Victoria Darmody, seorang turis asal Inggris, menyatakan bahwa meskipun awalnya ia berencana menghadiri audiensi kepausan, ia merasa kehadirannya di rumah sakit untuk mendukung Paus adalah keputusan yang tepat.

    “Kami tadinya berharap bisa menghadiri audiensi kepausan hari ini, tetapi kami merasa ini adalah tempat yang tepat,” ungkapnya.

    Vatikan mengatakan Paus Fransiskus akan tinggal di rumah sakit selama diperlukan.

    Sebagai informasi, Paus Fransiskus memiliki riwayat kesehatan yang membuatnya lebih rentan terhadap infeksi paru-paru.

    Saat masih muda, ia pernah menderita radang selaput dada dan menjalani operasi pengangkatan sebagian paru-parunya.

    Diharapkan dengan perawatan yang intensif, Paus Fransiskus dapat segera pulih dan kembali menjalankan tugas-tugasnya sebagai pemimpin Gereja Katolik.

    (Tribunnews.com/Farrah)

    Artikel Lain Terkait Paus Fransiskus

  • Jenguk Paus Fransiskus di RS, PM Italia: Selera Humornya Tak Hilang

    Jenguk Paus Fransiskus di RS, PM Italia: Selera Humornya Tak Hilang

    Jakarta

    Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, menjenguk Paus Fransiskus yang sedang dirawat di rumah sakit. Meloni mengatakan kondisi Paus Fransiskus dalam keadaan stabil.

    “Paus Fransiskus tetap terjaga dan masih membuat lelucon meski menderia pneumonia ganda,” kata Meloni dilansir AFP, Kamis (20/2/2025).

    Meloni menjenguk Paus Fransiskus yang sedang dirawat di Rumah Sakit Gemelli Roma pada Rabu (19/2) waktu setempat. Paus diketahui telah dirawat di rumah sakit tersebut sejak Jumat (14/2) akibat mengidap pneumonia.

    Dia mengatakan Paus Fransiskus masih bisa berinteraksi dengan hangat kepada tiap orang yang menjenguknya. Meloni bahkan menyebut Paus Fransiskus tidak kehilangan selera humornya meski sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

    “Saya sangat senang melihat dia sigap dan tanggap. Kami selalu bercanda. Dia tidak kehilangan selera humornya,” kata Meloni.

    Vatikan diketahui telah buka suara terkait kondisi terkini dari Paus Fransiskus. Vatikan membantah kabar yang menyebut Paus Fransiskus dalam keadaan kritis.

    “Paus menghabiskan malam yang damai, bangun dan sarapan,” kata Vatikan dalam keterangannya seperti dilansir AFP, Rabu (19/2).

    Paus Fransiskus dirawat di rumah sakit Gemelli sejak pekan lalu. Vatikan mengatakan belum ada alat bantu pernapasan yang dipasang di tubuh Paus Fransiskus.

    “Paus bernapas sendiri. Jantungnya bertahan dengan baik,” kata seorang sumber di Vatikan.

    (ygs/ygs)

    Hoegeng Awards 2025

    Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu

  • Vatikan Ungkap Kondisi Terkini Paus Fransiskus yang Terbaring Sakit Pneumonia

    Vatikan Ungkap Kondisi Terkini Paus Fransiskus yang Terbaring Sakit Pneumonia

    Jakarta

    Paus Fransiskus tengah dirawat di rumah sakit usai mengidap penyakit pneumonia. Vatikan memastikan kondisi Paus Fransiskus dalam keadaan stabil.

    “Paus menghabiskan malam yang damai, bangun dan sarapan,” kata Vatikan dalam keterangannya seperti dilansir AFP, Rabu (19/2/2025).

    Paus Fransiskus dirawat di rumah sakit Gemelli sejak pekan lalu. Vatikan mengatakan belum ada alat bantu pernapasan yang dipasang di tubuh Paus Fransiskus.

    “Paus bernapas sendiri. Jantungnya bertahan dengan baik,” kata seorang sumber di Vatikan.

    Sumber Vatikan tersebut mengatakan Paus Fransiskus juga masih bisa berkomunikasi melalui sambungan telepon. Pemimpin Gereja Katolok dunia itu masih bisa beraktivitas secara normal di rumah sakit.

    Di hari Selasa (17/2) malam, Vatikan melaporkan kondisi Paus Fransiskus dalam keadaan yang bersemangat. Namun, hasil laboratorium menunjukkan kondisi Paus dalam keadaan yang kompleks.

    “Infeksi polimikroba” yang terjadi selain “bronkiektasis dan bronkitis asma, dan memerlukan penggunaan terapi antibiotik kortison, menjadikan pengobatan terapeutik menjadi lebih kompleks”, kata Vatikan.

    “CT scan dada lanjutan yang dilakukan Bapa Suci sore ini menunjukkan timbulnya pneumonia bilateral, yang memerlukan terapi obat tambahan,” tambahnya.

    Vatikan telah membatalkan sejumlah kegiatan Paus Fransiskus di akhir pekan ini. Paus Fransikus tidak akan menghadiri audiensi kepausan pada Sabtu (22/2) dan ibadah misa pada Minggu (23/2).

    Kardinal Baldassare Reina, vikjen Keuskupan Roma, menyerukan kepada semua paroki di ibu kota Italia untuk berdoa bagi kesembuhan Paus. Lilin, beberapa di antaranya bergambar Paus, dipasang di bagian bawah patung Paus Yohanes Paulus II di luar rumah sakit Gemelli, tempat para peziarah datang untuk berdoa.

    (ygs/azh)

    Hoegeng Awards 2025

    Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu

  • Megawati beri pengarahan ke 177 kepala daerah di Sekolah Partai

    Megawati beri pengarahan ke 177 kepala daerah di Sekolah Partai

    Jakarta (ANTARA) – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri memberikan pengarahan ke 177 kepala daerah terpilih hasil Pilkada 2024 yang dilaksanakan di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu.

    Di dalam arahannya, Megawati menyampaikan berbagai macam topik. Putri sulung Proklamator Soekarno itu menceritakan lawatannya selama lebih dari 16 hari melakukan perjalanan ke berbagai negara, salah satunya ke Italia untuk menghadiri acara internasional.

    Ia juga berdialog dengan mantan Wapres AS Al Gore. Megawati bercerita bagaimana ia bertemu serta berdiskusi dengan Paus Fransiskus.

    Megawati juga menceritakan pengalamannya melaksanakan ibadah umrah di Arab Saudi dan bertemu dengan keluarga pemimpin Uni Emirates Arab.

    Megawati juga menyinggung topik pemerintahan. Ia mengungkapkan tentang pengalaman panjangnya di pemerintahan mulai sebagai anggota DPR, wakil presiden, hingga presiden kelima RI.

    Dari situ, Megawati meminta agar para kepala daerah dari PDIP benar-benar menjadikan rakyat sebagai tujuan utama pemerintahannya.

    “Makanya saya juga memerintahkan agar kalian selalu melihat ke akar rumput. Itu perintah utama saya. Kalau kamu tidak turun ke akar rumput, mending out dari partai,” tegas Megawati.

    “Kalian bisa jadi seperti sekarang ini karena rakyat. Kalau enggak karena ada rakyat, kalian takkan bisa duduk di posisi sekarang ini,” sambungnya.

    Megawati juga mengingatkan bahwa peradaban dunia akan baik jika anak-anak Indonesia dididik dengan baik. Hal ini demi memberi perhatian pada program yang memastikan kesejahteraan anak-anak Indonesia di wilayahnya masing-masing, terutama mengatasi stunting.

    “Seluruh kepala daerah agar memberi perhatian untuk mengatasi kemiskinan ekstrim, penciptaan lapangan kerja dan juga stunting serta menyediakan makanan bergizi bagi rakyat, terlebih bagi kepala daerah perempuan,” ujar Megawati.

    Pada kesempatan itu, Megawati juga mengingatkan para kader yang menjadi kepala daerah untuk melaksanakan tugasnya dengan baik dan tidak main-main anggaran. Jika main-main anggaran, para kepala daerah akan berpotensi “tersandera secara politis” hingga berpotensi masuk ke penjara.

    Megawati meminta agar para kepala daerah mengingat keluarganya masing-masing, jika ada godaan main anggaran.

    “Ingat anak istrimu, suamimu, dan keluargamu. Kalau nanti kalian kena pasal korupsi, kasihan anak keluargamu karena bisa mendapat stigma keluarga koruptor,” tambahnya.

    “Jadi jangan mainkan anggaran. Jangan hanya memikirkan mencari uang untuk diri sendiri,” lanjut dia.

    Selain itu, Megawati meminta agar loyalitas kepada ideologi negara dan AD/ART partai benar-benar diwujudkan.

    Ia meminta agar para kepala daerah tidak berada di PDIP hanya karena kekayaan dan kekuasaan. Namun, benar-benar loyal kepada ideologi negara Pancasila serta kepada program perjuangan maupun partai.

    “Kita harus memastikan diri kita berdisiplin. Bagaimana mungkin kita bisa melaksanakan tujuan bernegara dengan baik jika aturan partai saja kita tidak bisa berdisiplin,” tegas Megawati.

    Pengarahan Megawati berlangsung setidaknya 3 jam. Jajaran DPP PDIP lainnya hadir seperti Wakil Sekjen Yoseph Aryo Adhi Dharmo dan Sadarestuwati. Lalu, Ketua DPP PDIP seperti Yasona Laoly, Ganjar Pranowo, Mindo Sianipar, Ronny Talapessy, Sri Rahayu, Yanti Sukamdani, My Esti Wijayanti, dan Ribka Tjiptaning.

    Sebelumnya, kepala daerah terpilih sudah melakukan registrasi dan cek kesehatan di Jakarta mulai Minggu (16/2) sampai Senin (17/2). Kemudian, mereka juga mengikuti pengarahan dan gladi pada hari Selasa (18/2) sampai Rabu (19/2).

    Setelah menjalani pengarahan dan pelantikan, para kepala daerah akan mengikuti pembekalan pada tanggal 21-28 Februari 2025 di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah.

    Pewarta: Narda Margaretha Sinambela
    Editor: Chandra Hamdani Noor
    Copyright © ANTARA 2025

  • Hanya Punya Satu Paru-paru, Kok Bisa Paus Fransiskus Kena Pneumonia Bilateral?

    Hanya Punya Satu Paru-paru, Kok Bisa Paus Fransiskus Kena Pneumonia Bilateral?

    Jakarta

    Paus Fransiskus dikabarkan mengidap pneumonia bilateral dan saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sebelum diagnosis tersebut, dia dirawat karena bronkitis.

    “Pemindaian CT dada lanjutan, yang dilakukan kepada Bapa Suci sore ini-yang diresepkan oleh tim medis Vatikan dan staf medis Yayasan Poliklinik “A. Gemelli”-mengungkapkan timbulnya pneumonia bilateral, yang memerlukan terapi farmakologis tambahan,” ungkap Vatikan.

    Pemimpin tertinggi gereja Katolik itu telah melewati sejumlah masalah kesehatan sejak muda. Lahir dengan nama Jorge Mario Bergoglio, dia mengidap masalah radang selaput dada dan harus menjalani operasi pengangkatan sebagian paru-parunya di Argentina di usia 21 tahun.

    Artinya, setelah operasi tersebut, Paus Fransiskus hidup dengan hanya satu paru-paru utuh.

    Spesialis paru dari RS Paru Persahabatan Prof Agus Dwi Sasono, SpP mengatakan pneumonia bilateral adalah kondisi ketika infeksi pneumonia terjadi di kedua paru-paru. Pneumonia sendiri adalah peradangan jaringan parenkrim paru oleh mikroorganisme seperti bakteri, virus, atau jamur.

    “Kalau full diangkat satu bagian kanan atau kiri, tentunya parunya tinggal sebelah. Nggak mungkin kena pneumonia bilateral karena parunya tinggal satu,” kata Prof Agus saat dihubungi detikcom, Selasa (18/2/2025).

    “Kalau parsial removal, bisa kena pneumonia bilateral karena masih ada dua bagian parunya,” ucapnya lagi.

    Prof Agus menambahkan ada beberapa faktor risiko seseorang terinfeksi pneumonia bilateral, mulai dari usia, orang dengan sistem imun yang lemah, merokok, polusi udara, kehamilan, malnutrisi, riwayat infeksi sebelumnya dan faktor genetik.

    “Saya lihat Paus ada faktor risiko. Usia lanjut, riwayat infeksi sebelumnya (bronkitis) serta riwayat pengangkatan paru (parsial),” beber Prof Agus.

    (kna/up)

  • Video: Penjelasan Dokter soal Kondisi Kesehatan Paus Fransiskus

    Video: Penjelasan Dokter soal Kondisi Kesehatan Paus Fransiskus

    Video: Penjelasan Dokter soal Kondisi Kesehatan Paus Fransiskus

  • Hasil Tes Kesehatan Paus Fransiskus, Ada Pneumonia di Kedua Paru-parunya

    Hasil Tes Kesehatan Paus Fransiskus, Ada Pneumonia di Kedua Paru-parunya

    Jakarta

    Paus Fransiskus, yang telah dirawat di rumah sakit sejak minggu lalu, mengidap pneumonia di kedua paru-parunya setelah menjalani pemindaian CT. Vatikan mengabarkan hasil tes kesehatan menunjukkan “gambaran yang rumit” terkait kondisinya.

    “Pemindaian CT dada kontrol yang dijalani Bapa Suci sore ini menunjukkan timbulnya pneumonia bilateral yang memerlukan terapi farmakologis lebih lanjut,” tulis Vatikan pada hari Selasa dikutip dari CNN.

    “Semua tes yang dilakukan hingga saat ini menunjukkan gambaran klinis yang kompleks yang memerlukan rawat inap yang memadai,” sambungnya.

    Diagnosis baru ini berarti pneumonia terjadi di kedua paru-parunya. Sebelumnya, Paus berusia 88 tahun itu didiagnosis bronkitis sehingga harus di rawat di rumah sakit.

    Sehari sebelumnya, Vatikan mengatakan bahwa Paus mengalami infeksi polimikroba pada saluran pernapasan dan bahwa tes yang dilakukan pada Fransiskus “menunjukkan gambaran klinis yang kompleks yang akan memerlukan perawatan di rumah sakit yang memadai.”

    Paus Fransiskus tidak asing dengan masalah kesehatan. Pada usia 21 tahun, sebagian paru-parunya diangkat setelah ia mengalami radang selaput dada, yang merupakan peradangan pada selaput yang melindungi paru-paru.

    Paus Fransiskus telah berjuang melawan berbagai masalah kesehatan selama beberapa tahun terakhir, termasuk operasi pada tahun 2021 dan 2023, serta masalah lutut yang sudah berlangsung lama, yang menyebabkan ia harus menggunakan kursi roda.

    (kna/kna)

  • Paus Fransiskus Idap Pneumonia di Kedua Paru-paru, Kondisinya Baik

    Paus Fransiskus Idap Pneumonia di Kedua Paru-paru, Kondisinya Baik

    Jakarta

    Pemimpin umat Katolik dunia Paus Fransiskus dirawat di rumah sakit sejak minggu lalu. Vatikan mengungkapkan Paus menderita pneumonia di kedua paru-paru dan situasi klinis pria berusia 88 tahun itu tetap “kompleks”.

    Seperti dilansir AFP, Rabu (19/2/2025), Fransiskus dirawat di rumah sakit Gemelli di Roma sejak Jumat (14/2) dengan bronkitis setelah mengalami kesulitan bernapas dan Takhta Suci telah membatalkan acara-acaranya hingga akhir pekan.

    “Uji laboratorium, rontgen dada, dan kondisi klinis Bapa Suci terus menunjukkan gambaran yang kompleks,” kata Vatikan dalam sebuah pernyataan.

    Dikatakan bahwa “infeksi polimikroba” yang muncul di atas “bronkiektasis dan bronkitis asma, dan yang memerlukan penggunaan terapi antibiotik kortison, membuat perawatan terapeutik menjadi lebih kompleks”.

    “Pemindaian CT dada lanjutan yang dilakukan Bapa Suci sore ini… menunjukkan timbulnya pneumonia bilateral, yang memerlukan terapi obat tambahan,” katanya.

    “Meskipun demikian, Paus Fransiskus dalam semangat yang baik,” tambahnya.

    Paus Fransiskus menghabiskan hari kelimanya di rumah sakit dengan istirahat bergantian, berdoa, dan membaca teks, kata Vatikan.

    “Ia bersyukur atas kedekatan yang ia rasakan saat ini dan memohon, dengan hati yang bersyukur, agar kita terus berdoa untuknya”, tambahnya.

    Pemimpin Gereja Katolik sejak 2013, Paus Fransiskus asal Argentina dirawat di rumah sakit setelah beberapa hari kesulitan membaca teksnya di depan umum.

    Ini adalah masalah kesehatan terbaru bagi sang Jesuit, yang telah menjalani operasi hernia dan usus besar sejak 2021 dan menggunakan kursi roda karena nyeri di lututnya.

    (rfs/rfs)

    Hoegeng Awards 2025

    Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu

  • Paus Fransiskus Dirawat di RS, Vatikan Batalkan Agenda Akhir Pekan

    Paus Fransiskus Dirawat di RS, Vatikan Batalkan Agenda Akhir Pekan

    Jakarta

    Paus Fransiskus dirawat di rumah sakit belum bisa keluar sehingga Vatikan membatalkan acara-acaranya pada akhir pekan. Paus dapat sarapan dan membaca koran seperti biasa pada hari kelimanya di rumah sakit.

    Seperti dilansir AFP, Rabu (19/2/2025), pria berusia 88 tahun itu dirawat di rumah sakit Gemelli di Roma karena bronkitis, tetapi Takhta Suci mengatakan bahwa pihaknya mengubah perawatannya untuk mengatasi gambaran klinis yang “rumit”.

    Setelah awalnya merevisi buku hariannya, Vatikan mengatakan bahwa audiensi pada Sabtu (22/2) akan dibatalkan, dan Paus mendelegasikan misa yang direncanakan pada Minggu (23/2) pagi kepada pastor lain.

    Namun, Vatikan tidak menyebutkan doa Angelus, yang biasanya disampaikan Paus pada siang hari pada Minggu, tetapi ia tidak hadir pada akhir pekan lalu.

    Dalam pengarahan kepada wartawan pada Selasa (18/2) siang, juru bicara Vatikan Matteo Bruni mengatakan situasi Paus Argentina itu mirip dengan beberapa hari terakhir.

    Fransiskus “bangun dan sarapan serta mendedikasikan dirinya untuk membaca beberapa koran seperti yang biasa dilakukannya”, katanya. Dia mengatakan akan ada pembaruan medis di sore hari.

    (rfs/rfs)

    Hoegeng Awards 2025

    Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu