Tag: Paus Fransiskus

  • Siapa Paus Fransiskus? Diisukan Meninggal, Kondisi Terbarunya Diungkap Vatikan

    Siapa Paus Fransiskus? Diisukan Meninggal, Kondisi Terbarunya Diungkap Vatikan

    PIKIRAN RAKYAT – Paus Fransiskus diisukan meninggal dunia, simak profil sang pemimpin. Vatikan sudah mengungkap kondisi terbarunya yakni tengah kritis. Perawatan intensif sedang dilakukan karena ia sedang mengidap pneumonia bilateral yang disebabkan komplikasi bronkiektasis dan bronkitis asma.

    “Kondisi Bapa Suci masih kritis, tetapi sejak tadi malam dia tidak mengalami krisis pernapasan lebih lanjut. Ada kompleksitas klinis, dan sedang menanti terapi farmakologis untuk menunjukkan beberapa efek, mengharuskan prognosis tetap dijaga,” kata Vatikan dalam pernyataannya pada Minggu, 23 Februari 2025.

    Diketahui Paus Fransiskus sedang dirawat di Rumah Sakit Gemelli Roma sejak 14 Februari 2025. Pria 88 tahun itu bahkan sampai harus mendapat transfusi darah pada Sabtu 22 Februari 2025. Kondisi kesehatannya sedang dipantau tim medis.

    Penyakit pneumonia ganda yang diderita sang Paus adalah kondisi kesehatan yang menyerang dua paru-paru secara bersamaan. Dilansir dari laman Healthline, gejalanya adalah sesak napas, nyeri dada, perubahan kemampuan berpikir, suhu tubuh lebih rendah, detak jantung cepat, dan lainnya.

    Sang Paus adalah pemimpin tertinggi Gereta Katolik di seluruh dunia. Ia tercatat terakhir kali datang ke Indonesia pada 3-6 September 2024. Selama kunjungannya di sini, ia menggunakan mobil sederhana Toyota Innova Zenix

    Profil Paus Fransiskus Nama lengkap: Jorge Mario Bergoglio TTL: Buenos Aires, Argentina, 17 Desember 1936 Kewarganegraan: Argentina dan Vatikan Riwayat pendidikan Paus Fransiskus Kolese Maksimum San José Fakultas Filsafat dan Teologi San Miguel Institut Teologi dan Filsafat Milltown
    Sekolah Pascasarjana Filsafat dan Teologi Sankt Georgen

    Paus Fransiskus Kritis Sakit Apa? Perlu Transfusi Darah dengan Ancaman Terbesar Komplikasi Infeksi

    Habib Jafar Ungkap Terima Kasih Paus Fransiskus Percaya ke Indonesia: Nggak Pakai Mobil Anti Peluru

    Jabatan Paus Fransiskus Pemimpin tertinggi Gereja Katolik seluruh dunia (2013 – sekarang) Uskup Agung Buenos Aires (1998-2013) Kardinal-Imam Gereja San Roberto Bellarmino (2001–2013) Ordinaris Katolik Timur di Argentina (1998–2013) Uskup Auksilier Buenos Aires (1992-1997) Uskup Tituler Auca (1992-1997)

    Demikian profil Paus Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik yang sedang kritis. Vatikan sudah menjelaskan kondisi terbarunya kepada publik bahwa sang pemimpin sedang dirawat intensif karena pneumonia ganda pada paru-parunya.***

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • Siapa Kandidat Pengganti Paus Fransiskus? Ada yang Berasal dari Negara Tetangga

    Siapa Kandidat Pengganti Paus Fransiskus? Ada yang Berasal dari Negara Tetangga

    PIKIRAN RAKYAT – Pemimpin umat Katolik dunia, Paus Pransiskus, dikabarkan meninggal. Akan tetapi, hal itu dikonfirmasi merupakan hoaks. Saat ini Paus Fransiskus yang merupakan paus tertua dalam lebih dari satu abad memang tengah mengalami penurunan kesehatan. Spekulasi pun beredar tentang siapa yang selanjutnya akan terpilih sebagai pemimpin umat Katolik dunia.

    Paus berusia 88 tahun itu menderita pneumonia di kedua paru-parunya selama akhir pekan dan akan tetap dirawat di rumah sakit saat ia berjuang melawan infeksi.

    Secara teknis, setiap pria Katolik Roma dapat dipilih sebagai pewaris Santo Petrus, meskipun selalu salah satu dari 253 kardinal dari seluruh dunia akan mengenakan tiara kepausan.

    Setelah kematian atau pengunduran diri seorang paus, sebuah konklaf diadakan di Kapel Sistina Vatikan, tempat para kardinal mengambil bagian dalam putaran pemungutan suara untuk menentukan kepala Gereja berikutnya. Hanya 138 dari 253 kardinal yang dapat bertindak sebagai elektor dalam konklaf berikutnya dan tidak ada kardinal yang berusia di atas 80 tahun yang dapat berpartisipasi dalam pemungutan suara.

    Jumlah tersebut dinaikkan pada bulan Desember tahun lalu oleh Paus Fransiskus dari 120, yang menurut peraturan Paulus VI adalah jumlah maksimum kardinal yang boleh mengambil bagian sebagai pemilih dalam sebuah konklaf.

    Berikut adalah para calon terdepan untuk menjadi paus berikutnya, dilansir dari New York Post.

    Kandidat Pengganti Paus Fransiskus

    Kardinal Pietro Parolin, 70, Italia

    Sekretaris negara Vatikan, Pietro Parolin bertugas di Vatikan milik Paus Fransiskus selama 11 tahun dan telah menjadi favorit sebagai paus berikutnya.

    Parolin dianggap sebagai seorang yang moderat secara politik. Ia menghabiskan kariernya dengan berpartisipasi dalam sayap diplomatik Takhta Suci, menghabiskan sebagian kariernya di Nunsiatur Nigeria dan Meksiko. Ia diangkat menjadi kardinal pada tahun 2014 oleh Paus Fransiskus. Parolin akan dianggap sebagai perpanjangan dari warisan Fransiskus.

    Kardinal Fridolin Ambongo Besungu, 65 

    Presiden Simposium Konferensi Episkopal Afrika dan Madagaskar, Fridolin Ambongo Besungu menjadi berita utama ketika ia menolak deklarasi kontroversial Paus Fransiskus.

    Kapusin yang konservatif itu menyatakan doktrin Fiducia supplicans yang memungkinkan para pendeta memberkati pasangan yang tidak menikah dan pasangan sesama jenis batal demi hukum di benua Afrika. Besungu berhasil memperoleh restu eksplisit dari Paus Fransiskus dalam pertemuan darurat pada tahun 2023 tak lama setelah ajaran tersebut dirilis.

    Kepausan Besungu akan dipandang sebagai teguran keras terhadap prinsip-prinsip Paus Fransiskus yang condong ke kiri. Paus saat ini mengangkat Besungu sebagai kardinal pada tahun 2019.

    Kardinal Wim Eijk, 71, Belanda

    Willem Jacobus Eijk, mantan dokter medis, secara luas dipandang sebagai salah satu kandidat terdepan yang paling konservatif.

    Pada tahun 2015, Eijk membantu menulis “Sebelas Kardinal Berbicara tentang Pernikahan dan Keluarga: Esai dari Sudut Pandang Pastoral,” yang dengan tegas menentang dukungan Fransiskus terhadap pernikahan sipil ulang jika tidak menerima pembatalan pernikahan pertama. Eijk menulis bahwa hal itu adalah suatu bentuk perzinahan yang terstruktur dan dilembagakan.

    Eijk juga mengkritik ketidakmampuan paus saat ini untuk melawan usulan Konferensi Uskup Jerman yang mengizinkan kaum Protestan menerima Ekaristi di gereja-gereja Katolik. Dalam sebuah tajuk rencana, Eijk menyebut keputusan paus tentang masalah tersebut sama sekali tidak dapat dipahami. Eijk diangkat menjadi kardinal oleh Paus Benediktus XVI pada tahun 2012.

    Kardinal Luis Antonio Tagle, 67, Filipina

    Luis Antonio Tagle menjabat sebagai wakil prefek untuk Bagian Evangelisasi Pertama dari Departemen Evangelisasi dan sebagai presiden Komisi Antardepartemen untuk Para Religius yang Ditahbiskan.

    Tagle dianggap condong ke kiri secara politik dan telah mengkritik perlakuan Gereja terhadap kaum LGBT dan umat Katolik yang bercerai dan menikah lagi. Dalam sebuah wawancara tahun 2015, ia mengatakan sikap keras Gereja terhadap kaum gay, orang yang bercerai, dan ibu tunggal telah merusak tujuannya untuk menyebarkan Injil.

    Tagle adalah orang Filipina ketujuh yang diangkat menjadi kardinal dan akan menjadi paus pertama yang berasal dari benua Asia jika terpilih. Ia diangkat menjadi kardinal oleh Paus Benediktus XVI pada tahun 2012.

    Kardinal Raymond Burke, 76, Amerika Serikat

    Raymond Burke dianggap sebagai tokoh konservatif terkemuka di gereja tersebut, pendukung Misa Latin dan kritikus publik terhadap kecenderungan liberal Paus Fransiskus.

    Warga asli Wisconsin dan mantan uskup agung St. Louis itu menentang kesediaan Fransiskus untuk mengizinkan pasangan yang bercerai dan menikah lagi untuk menerima Ekaristi. Burke juga menentang bahasa baru Gereja seputar kontrasepsi buatan, kaum gay, dan pernikahan sipil sebagai hal yang tidak dapat diterima.

    Burke diangkat menjadi kardinal oleh Paus Benediktus XVI pada tahun 2010.

    Kardinal Matteo Zuppi, 69, Italia

    Presiden Konferensi Episkopal Italia, Matteo Zuppi lahir di Roma dan menjabat posisi penting sebagai Uskup Agung Bologna, Italia menjadikannya orang dalam di Vatikan di bawah Fransiskus.***

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • Vatikan Kabarkan Kondisi Paus Fransiskus, Sudah 10 Hari Dirawat di RS

    Vatikan Kabarkan Kondisi Paus Fransiskus, Sudah 10 Hari Dirawat di RS

    Jakarta

    Paus Fransiskus, dikabarkan memiliki malam yang “baik” di rumah sakit, tidur dan bisa beristirahat. Kabar itu menandai 10 hari Paus Fransiskus dirawat di rumah sakit.

    “Itu adalah malam yang baik, Paus tidur dan sedang beristirahat,” kata Vatikan namun tidak memberikan informasi lebih lanjut.

    Paus yang berusia 88 tahun dirawat di rumah sakit Gemelli Roma pada 14 Februari setelah mengalami kesulitan bernapas selama beberapa hari dan kemudian didiagnosis pneumonia di kedua paru-parunya.

    Sebelumnya Vatikan mengungkap beberapa tes darah menunjukkan gagal ginjal awal yang ringan, tetapi dokter mengatakan itu terkendali.

    Paus Fransiskus juga sempat menerima aliran oksigen yang tinggi setelah mengalami krisis pernapasan tetapi menjalani malam yang tenang di rumah sakit. Dia juga telah menerima transfusi darah untuk meningkatkan kadar hemoglobinnya.

    “Trombositopenia tetap stabil; namun, beberapa tes darah menunjukkan insufisiensi ginjal dini dan ringan, yang saat ini terkendali,” ungkap Vatikan.

    (kna/kna)

  • Paus Fransiskus Didiagnosis Mengidap Pneumonia Ganda, Apa Itu dan Gejalanya

    Paus Fransiskus Didiagnosis Mengidap Pneumonia Ganda, Apa Itu dan Gejalanya

    Liputan6.com, Bandung – Pemimpin Gereja Katolik Sedunia, Paus Fransiskus dikabarkan tengah berjuang melawan penyakit pneumonia ganda atau pneumonia bilateral. Diketahui penyakitnya terdeteksi melalui pemindaian CAT pada Selasa (18/2/2025) di Rumah Sakit Gemelli, Roma, Italia.

    Adapun dari hasil pemindaian kondisi dari paru-paru Paus Fransiskus mengalami peradangan serius sehingga ia membutuhkan terapi farmakologis lanjutan. Sebagai informasi, kabar kesehatan Paus Fransiskus sendiri sudah dibagikan sejak pertengahan Februari.

    Melalui pernyataan Kantor Pers Takhta Suci, Paus Fransiskus telah dirawat sejak Jumat (14/2/2025) setelah mengalami sebuah gejala bronkitis selama beberapa hari. Kemudian kondisinya disebut sebagai situasi yang kompleks.

    Paus Fransiskus juga dilaporkan mengalami infeksi “polimikroba” yaitu sebuah infeksi yang disebabkan dari lebih satu jenis kuman. Meski demikian, pihak Vatikan sempat menuturkan kondisi Paus masih dalam keadaan yang baik.

    Kemudian pada Rabu (19/2/2025) Takhta Suci membagikan kondisi terkini bahwa Paus Fransiskus sempat berada dalam kondisi yang stabil. Melalui hasil tes darah ditunjukan adanya sedikit perbaikan terutama dalam indikator peradangan.

    Sementara itu, belakangan ini muncul rumor bahwa Paus Fransiskus telah meninggal dunia. Namun, kabar tersebut langsung dibantah setelah Vatikan membagikan kondisi terkini dari Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Sedunia itu.

    “Kondisi Bapa Suci masih kritis. Namun, sejak kemarin malam, dia tidak mengalami serangan pernapasan lebih lanjut,” ucap Vatikan mengutip dari AFP.

  • 10 Hari Dirawat di Rumah Sakit, Kondisi Paus Fransiskus Masih Kritis, Ini Penyakit yang Dialaminya – Halaman all

    10 Hari Dirawat di Rumah Sakit, Kondisi Paus Fransiskus Masih Kritis, Ini Penyakit yang Dialaminya – Halaman all

    Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

    TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA — Memasuki hari kesepuluh dirawat di rumah sakit sejak 14 Februari 2025 lalu, pemimpin umat Katolik Paus Fransiskus masih dalam keadaan kritis.

    Paus dirawat di rumah sakit Gemelli Roma seperti dilaporkan Kantor Pers Takhta Suci.

    “Kondisi Bapa Suci masih kritis, tetapi sejak kemarin malam, ia tidak mengalami krisis pernapasan lebih lanjut,” tulis Vatikan, dikutip dari Vatican News.

    Paus menjalani beberapa tes darah, dimana hasilnya menunjukkan bahwa dia mengalami gagal ginjal ringan dan dini.

    “Bapa Suci tetap waspada dan berorientasi dengan baik,”

    “Kompleksitas situasi klinis dan waktu yang dibutuhkan agar perawatan farmakologis menunjukkan hasil mengharuskan prognosis tetap dijaga,” terang Vatikan.

    Dokterdari Orlando Health Medical Group Urology Jamin Brahmbhatt mengatakan kepada CNN, bahwa kondisi terkini Vatikan tentang kesehatan ginjal Paus tidak perlu dikhawatirkan.

    “Ginjal itu sendiri adalah organ yang sangat rapuh tetapi juga sangat tangguh,” kata Brahmbatt.

    Ia mengatakan, pada orang dewasa tua, infeksi dapat memburuk dengan cepat jika respons imun tubuh meningkat secara berlebihan atau disebut sepsis.

    Ketika pneumonia menyebabkan sepsis, peradangan yang meluas dapat merusak banyak organ, termasuk ginjal.

    “Dalam kasus Paus Fransiskus, hal itu terlihat sebagai gagal ginjal ringan. Kerusakan ginjal bisa bersifat sementara dan membaik dengan pengobatan, atau bisa juga permanen,” kata dia.

    PAUS FRANSISKUS – Seorang anak menyalami Paus Fransiskus saat berkunjung ke Kantor Konferensi Waligereja Indonesia, Jakarta, Kamis (5/9/2024). Paus Fransiskus bertemu dengan para penerima manfaat dari organisasi amal. (INDONESIA PAPAL VISIT COMMITTEE/ADRYAN YOGA PARAMADWYA)

    Meski kritis, pria berusia 88 tahun ini tetap mengikuti Misa Kudus bersama dengan para perawat.

    “Pagi ini, di apartemen lantai sepuluh, ia mengikuti Misa Kudus bersama dengan mereka yang telah merawatnya selama hari-hari dirawat di rumah sakit,” ungkap pernyataan itu.

    Sebelumnya Paus masuk rumah sakit karena pneumonia ganda.

    Ia menggunakan kanula hidung untuk memberikan oksigen aliran tinggi dan dilanjutkn dengan pemeriksaan klinis lainnya.

    Paus mengalami krisis pernafasan seperti asma dengan intensitas yang berkepanjangan, sehingga memerlukan pemberian oksigen aliran tinggi.

    Tes darah juga menunjukkan adanya trombositopenia, yang berhubungan dengan anemia, sehingga memerlukan pemberian transfusi darah.

    Pada konferensi pers di rumah sakit Jumat sore,  kepala tim yang merawat Paus Dr Sergio Alfieri dan Wakil Direktur layanan kesehatan Vatikan Dr Luigi Carbone menuturkan bahwa Paus akan dirawat di rumah sakit setidaknya sepanjang minggu depan.

  • Paus Fransiskus Didiagnosis Mengidap Pneumonia Ganda, Apa Itu dan Gejalanya

    Warganet Doakan Kesembuhan Paus Fransiskus yang Sedang Sakit – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Paus Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik Roma, saat ini berada dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Gemelli, Roma. Pada tanggal 24 Februari 2025, ia didiagnosis dengan pneumonia ganda, yang merupakan infeksi paru-paru serius dan menyebabkan kesulitan bernapas.

    Selain itu, kondisi kesehatannya semakin rumit dengan adanya penurunan fungsi ginjal. Hal ini menambah kekhawatiran mengenai kesehatan sang Paus yang sudah berusia 88 tahun.

    Menurut keterangan Vatikan, beberapa tes darah menunjukkan Paus Fransiskus sakit, mengalami gagal ginjal ringan tahap awal. Namun, dokter mengatakan kondisinya terkendali.

    “Kompleksitas gambaran klinis, dan perlunya menunggu terapi obat untuk memberikan umpan balik, menentukan bahwa prognosisnya masih belum pasti,” seperti disampaikan dokter dari Paus Fransiskus mengutip AP pada Senin, 24 Februari 2025.

    Gagal ginjal merupakan kondisi serius di mana ginjal mengalami penurunan fungsi secara signifikan dalam menyaring limbah dan cairan berlebih dari darah.

    Kondisi kesehatan Paus Fransiskus pun mendapatkan perhatian dari warganet. Melalui media sosial baik itu Twitter, Instagram Stories, dan media sosial lain mengunggah doa dan harapan untuk kesembuhan Paus Fransiskus. 

    Warganet di Instagram mendoakan kesembuhan pemimpin umat Katolik yang pernah datang ke Indonesia beberapa waktu lalu. 

    “Cepat sembuh, Paus,” tulis seorang pengguna Instagram sembari mengunggah foto Paus Fransiskus di Instagram Stories. 

    Kemudian, warganet di Twitter mengunggah doa untuk kesehatan Paus Fransiskus. 

    “Ya Allah tolong angkat semua penyakit Paus Fransiskus, sehatkan kembali beliau,” kata seorang warganet. 

    “Mari teman2..Kita doakan 3x Salam Maria untuk kesembuhan Paus Fransiskus🙏🏻,” tulis warganet lainnya. 

    “Tuhan memberkati Paus Fransiskus,” tulis netizen lainnya. 

    Paus Fransiskus, yang merupakan Paus Yesuit pertama dan juga orang Amerika Latin keturunan Italia pertama, telah menjadi sosok yang berpengaruh di dalam dan luar Gereja Katolik.

    Ia adalah Paus non-Eropa pertama dan orang pertama dari Belahan Bumi Selatan yang terpilih sebagai Paus sejak Paus Gregorius III pada tahun 741. Dengan berbagai pencapaian dan kontribusi yang telah ia berikan, kesehatan Paus menjadi perhatian utama bagi umat Katolik di seluruh dunia.

  • Vatikan Kabarkan Kondisi Paus Fransiskus, Sudah 10 Hari Dirawat di RS

    Paus Fransiskus Masih Dirawat Intensif di RS, Kondisinya Disebut Kritis

    Jakarta

    Paus Fransiskus masih dirawat intensif di rumah sakit sejak dirawat pekan lalu karena masalah paru-paru. Hasil tes darah terkini menunjukkan Paus berusia 88 tahun itu mengalami gangguan ginjal.

    Dalam pembaruan terkini, Vatikan mengatakan Fransiskus tidak mengalami krisis pernapasan lagi sejak Sabtu malam tetapi masih menerima aliran oksigen tambahan yang tinggi.

    “Kondisi Bapa Suci masih kritis, tetapi sejak kemarin malam, ia tidak mengalami krisis pernapasan lebih lanjut,” ungkap Vatikan.

    Vatikan mengungkap beberapa tes darah menunjukkan gagal ginjal awal yang ringan, tetapi dokter mengatakan itu terkendali.

    “Kompleksitas gambaran klinis, dan waktu tunggu yang diperlukan untuk terapi obat guna memberikan umpan balik, menentukan bahwa prognosisnya masih belum pasti,” ungkap dokter yang merawat Paus Fransiskus dikutip dari APNews, Senin (24/2/2025).

    Sehari sebelumnya, Vatikan mengatakan Paus Fransiskus telah menerima aliran oksigen yang tinggi setelah mengalami krisis pernapasan tetapi menjalani malam yang tenang di rumah sakit.

    Pada hari Sabtu, Paus Fransiskus harus menjalani transfusi darah setelah trombositnya turun, namun kondisinya disebut stabil.

    Trombosit adalah fragmen mirip sel yang beredar dalam darah yang membantu membentuk gumpalan darah untuk menghentikan pendarahan atau membantu penyembuhan luka. Jumlah trombosit yang rendah dapat disebabkan oleh sejumlah hal, termasuk efek samping dari obat-obatan atau infeksi.

    Pemimpin tertinggi umat Katolik itu juga memiliki masalah kesehatan lainnya. Sebagian usus besarnya telah diangkat pada tahun 2021, menggunakan kursi roda, tongkat atau alat bantu jalan karena ligamen lutut yang buruk dan nyeri saraf skiatika.

    Pekan lalu, dokter mendiagnosis Paus mengidap infeksi saluran pernapasan akibat virus, bakteri, dan jamur yang kompleks, kemudian muncul pneumonia di kedua paru-parunya.

    (kna/kna)

  • Paus Fransiskus Kritis Berhari-hari, Netizen Ramai Kirim Doa Begini

    Paus Fransiskus Kritis Berhari-hari, Netizen Ramai Kirim Doa Begini

    Jakarta, CNBC Indonesia – Dalam 2 hari berturut-turut, kondisi Paus Fransiskus dilaporkan kritis. Pemimpin umat Katolik Roma itu dikatakan mengalami penurunan fungsi ginjal.

    Sebelumnya, Paus Fransiskus juga dilaporkan mengalami pneumonia ganda. Vatikan pada akhir pekan lalu menyebut prognosis untuk Paus Fransiskus membutuhkan transfusi 2 unit darah pada Sabtu (22/2) waktu setempat, dikutip dari Reuters.

    Selain itu, Paus Fransiskus dikatakan menerima oksigen aliran tinggi melalui tabung di bawah hidungnya. Ia telah dirawat di rumah sakit Gemelli di Roma sejak 14 Februari lalu.

    Namun, vatikan mengumumkan kondisinya kritis pada Sabtu pekan lalu.

    Sebagai informasi, pneumonia ganda merupakan infeksi serius yang dapat menyebabkan radang dan jaringan parut pada kedua paru-paru, yang memicu kesulitan bernapas.

    Menurut vatikan, infeksi yang dialami Paus Fransiskus bersifat kompleks. Infeksi itu disebabkan 2 atau lebih mikroorganisme.

    Pantauan CNBC Indonesia, Senin (24/2/2025), kondisi kesehatan Paus Fransiskus menjadi sorotan masyarakat dunia. Kata kunci ‘Pope Francis’ menduduki peringkat pertama pada jejeran trending topic platform X dengan menghimpun lebih dari 111.000 post.

    Banyak umat Katolik maupun masyarakat pada umumnya memberikan doa untuk kesembuhan Paus Fransiskus.

    Berikut beberapa doa yang disampaikan para netizen untuk Paus Fransiskus:

    [Gambas:Twitter]

    [Gambas:Twitter]

    [Gambas:Twitter]

    [Gambas:Twitter]

    [Gambas:Twitter]

    (fab/fab)

  • Apakah Paus Fransiskus Meninggal? Ini Daftar Pemimpin Gereja Katolik sejak Dulu

    Apakah Paus Fransiskus Meninggal? Ini Daftar Pemimpin Gereja Katolik sejak Dulu

    PIKIRAN RAKYAT – Kabar Paus Fransiskus meninggal muncul, hal ini sudah diklarifikasi Vatikan bahwa sang pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedang dalam kondisi kritis akibat pneumonia. Tim dokter menyebut sempat ada gagal ginjal ringan ketika dilakukan tes darah.

    “Kompleksitas gambaran klinis, dan perlunya menunggu terapi obat untuk memberikan umpan balik, menentukan bahwa prognosisnya masih belum pasti,” ujar Tim Dokter Vatikan, dilansir dari laman AP News.

    Pernyataan Vatikan tentang Paus Fransiskus ini membantah kabar yang menyatakan sang Paus sudah meninggal dunia. Kondisinya sedang kritis sehingga perawatan intensif dilakukan tim dokter terhadap pria 88 tahun tersebut.

    Ternyata Paus Fransiskus bukan pemimpin pertama Gereja Katolik. Ia adalah pemimpin ke-266 terhitung sejak abad ke-2 Masehi atau tahun 30-67 Masehi. Pada masa itu, umat Katolik seluruh dunia dipimpin St. Petrus, lalu St, Linus, sampai sekarang oleh Pope Francis.

    Daftar pemimpin Gereja Katolik sejak abad ke-20

    Gereja Katolik total sudah dipimpin 265 paus sebelum Paus Fransiskus. Berikut daftar Paus yang meimpin sejak abad ke-20 sampai sekarang:

    St. Pius X (1903-1914) Benediktus XV (1914-1922) Pius XI (1922-1939) Ven. Pius XII (1939-1958)
    St. Yohanes XXIII (1958-1963) St. Paulus VI (1963-1978) B. Yohanes Paulus I (1978) St. Yohanes Paulus II (1978-2005) Benediktus XVI (2005-2013) Paus Fransiskus (2013 – sekarang) Profil Paus Fransiskus pemimpin ke-266 Gereja Katolik Nama lengkap: Jorge Mario Bergoglio TTL: Buenos Aires, Argentina, 17 Desember 1936 Kewarganegraan: Argentina dan Vatikan Pendidikan Paus Fransiskus Kolese Maksimum San José Fakultas Filsafat dan Teologi San Miguel Institut Teologi dan Filsafat Milltown Sekolah Pascasarjana Filsafat dan Teologi Sankt Georgen

    Paus Fransiskus Kritis Sakit Apa? Perlu Transfusi Darah dengan Ancaman Terbesar Komplikasi Infeksi

    Pesan Paus Fransiskus Selama di Indonesia: Singgung Penguasa hingga Tambang Emas

    Jabatan Paus Fransiskus di Gereja Katolik Uskup Tituler Auca (1992-1997) Uskup Auksilier Buenos Aires (1992-1997) Ordinaris Katolik Timur di Argentina (1998–2013) Kardinal-Imam Gereja San Roberto Bellarmino (2001–2013) Uskup Agung Buenos Aires (1998-2013) Pemimpin tertinggi Gereja Katolik seluruh dunia (2013 – sekarang)

    Demikian daftar pemimpin tertinggi Gereja Katolik selain Paus Fransiskus. Sang paus adalah pemimpin ke-266 berdasarkan data terkini. Umat katolik sudah dipimpin paus sejak abad ke-2 Masehi.***

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • Kondisi Paus Fransiskus Dikabarkan Stabil usai Kena Serangan Asma

    Kondisi Paus Fransiskus Dikabarkan Stabil usai Kena Serangan Asma

    JAKARTA – Paus Fransiskus, yang saat ini dirawat di rumah sakit karena pneumonia, bisa beristirahat semalaman setelah terserang asma yang membuat kondisinya kritis.

    “Malam berlalu dengan tenang, Paus beristirahat,” kata Tahta Suci Vatikan dalam pernyataannya pada Minggu.

    Sehari sebelumnya, Fransiskus mengalami kesulitan bernapas sehingga harus diberi oksigen dan transfusi darah.

    Kondisinya masih kritis, tetapi dia masih sadar, kata Tahta Suci.

    Usai memimpin misa pagi pada 14 Februari, Paus menjalani diagnostik dan perawatan bronkitis di Rumah Sakit Gemelli, Roma.

    Pemimpin Gereja Katolik berusia 88 tahun itu didiagnosis menderita infeksi pernapasan dan pneumonia sehingga harus dirawat.