Tag: Paus Fransiskus

  • Video Kalimat yang Diucapkan Paus Fransiskus di Penampilan Publik Perdananya

    Video Kalimat yang Diucapkan Paus Fransiskus di Penampilan Publik Perdananya

    Paus Fransiskus menyapa orang-orang yang menantinya di RS (rumah sakit) Gemelli, Minggu (23/3). Ini merupakan penampilan publik perdana Paus Fransikus sejak menjalani perawatan intensif selama lebih dari lima minggu. Paus pun sempat berbicara singkat dalam momen ini. Ini yang dikatakan Paus Fransiskus..

  • Baru Keluar RS, Paus Fransiskus Desak Israel Hentikan Serangan ke Gaza

    Baru Keluar RS, Paus Fransiskus Desak Israel Hentikan Serangan ke Gaza

    Jakarta

    Paus Fransiskus menyerukan Israel untuk segera menghentikan serangan di jalur Gaza. Paus Fransiskus menyebut dirinya sedih dengan serangan yang dilakukan Israel.

    “Saya sedih dengan dimulainya kembali pemboman Israel yang intens di Jalur Gaza, dengan begitu banyak kematian dan cedera,” tulis Paus Fransiskus dalam doa Angelus-nya dilansir AFP, Senin (24/3/2025).

    Paus Fransiskus sendiri baru keluar dari rumah sakit setelah lima minggu dirawat karena pneumonia yang dideritanya. Dia meminta untuk pembebasan sandera dan memulai kembali gencatan senjata yang pasti.

    “Saya meminta agar serangan senjata segera dihentikan dan keberanian untuk melanjutkan dialog sehingga semua sandera dapat dibebaskan dan gencatan senjata yang definitif tercapai,” ujarnya.

    Paus menilai situasi kemanusiaan di jalur Gaza sangat memprihatinkan. Paus Fransiskus menyebut diperlukan komitmen mendesak dari pihak-pihak bertikai dan masyarakat internasional.

    “Situasi kemanusiaan di Jalur Gaza sekali lagi sangat serius dan membutuhkan komitmen mendesak dari pihak-pihak yang berkonflik dan komunitas internasional,” imbuhnya.

    (wnv/wnv)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Kondisi Membaik, Paus Fransiskus Tinggalkan RS Usai Sebulan Dirawat

    Kondisi Membaik, Paus Fransiskus Tinggalkan RS Usai Sebulan Dirawat

    Jakarta

    Paus Fransiskus meninggalkan rumah sakit Gemelli Roma setelah dirawat selama lima minggu karena pneumonia. Paus Fransiskus tampil ke publik dan melambaikan tangan kepada para simpatisan saat meninggalkan rumah sakit.

    Paus Fransiskus yang kini berusia 88 tahun masuk ke rumah sakit pada 14 Februari karena infeksi pernapasan parah. Kondisi ini menjadi krisis kesehatan paling serius selama 12 tahun masa kepausannya.

    Dilansir Reuteurs, Minggu (23/3/2025) mobil yang membawa Paus meninggalkan rumah sakit pada Minggu siang waktu setempat diiringi konvoi kendaraan polisi menuju Basilika Santa Maria Maggiore.

    Pihak dokter mengatakan Paus Fransiskus masih butuh banyak waktu untuk sembuh sepenuhnya. Dokter juga sudah memberikan Paus waktu istirahat selama dua bulan di Vatikan.

    Menggunakan kursi roda, Paus Fransiskus tersenyum dan melambaikan tangan kepada simpatisan saat meninggalkan rumah sakit. Wajahnya tampak bengkak dan muncul beberapa saat, berbicara sebentar dengan suara lemah untuk berterima kasih kepada simpatisan yang hadir.

    Paus Fransiskus hanya pernah sekali terlihat oleh publik selama masa perawatannya. Dalam sebuah foto yang dirilis Vatikan minggu lalu, terlihat Paus sedang berdoa di kapel rumah sakit.

    Paus Fransiskus kini tak lagi menggunakan masker oksigen. Tapi dia terlihat menggunakan selang kecil di bawah hidungnya untuk mendapatkan oksigen saat bepergian dengan mobilnya.

    (wnv/dek)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Potret Paus Fransiskus Sudah Pulih dan Sapa Ribuan Jemaah di Roma

    Potret Paus Fransiskus Sudah Pulih dan Sapa Ribuan Jemaah di Roma

    Fransiskus hanya pernah terlihat oleh publik satu kali sebelumnya selama masa perawatannya di rumah sakit, dalam sebuah foto yang dirilis Vatikan minggu lalu, yang menunjukkan paus sedang berdoa di sebuah kapel rumah sakit. Pada saat-saat sebelum kemunculan Paus pada hari Minggu, kerumunan ratusan simpatisan memanggil paus, meneriakkan “Fransiskus, Fransiskus, Fransiskus”. (REUTERS/Vincenzo Livieri)

  • Kesehatan Paus Fransiskus Makin Membaik, Sudah Diperbolehkan Pulang dari RS

    Kesehatan Paus Fransiskus Makin Membaik, Sudah Diperbolehkan Pulang dari RS

    Jakarta

    Paus Fransiskus dijadwalkan pulang setelah lebih dari satu bulan menghabiskan waktunya di rumah sakit karena mengidap pneumonia bilateral. Kabar ini disampaikan oleh Dr Sergio Alfieri, dokter utama yang mengawasi perawatan Paus Fransiskus.

    “Bapa Suci akan dipulangkan mulai besok dalam kondisi klinis yang stabil dengan resep untuk melanjutkan sebagian terapi obat dan masa pemulihan dan istirahat setidaknya dua bulan,” kata Alfieri kepada wartawan dalam konferensi pers di Gemelli pada hari Sabtu (22/3) waktu setempat dikutip dari CNN.

    Dr Alfieri menyatakan keputusan memulangkan Paus Fransiskus diambil karena kondisi medisnya yang membaik dan cepat, seiring dengan membaiknya prognosisnya.

    Ia mencatat adanya perbaikan signifikan pada kondisi Paus selama seminggu terakhir. Dr Alfieri mengonfirmasi bahwa ketika Paus Fransiskus dirawat pada tanggal 14 Februari, ia mengalami gagal napas akut yang disebabkan oleh infeksi polimikroba, yang menyebabkan pneumonia bilateral.

    Dr Alfieri menegaskan bahwa pneumonia bilateral telah berhasil diobati, tetapi butuh waktu untuk pemulihan total. Oleh karena itu, Paus diberi resep setidaknya dua bulan masa pemulihan, di mana ia akan menerima perawatan medis dan akan beristirahat dengan cukup.

    “Hari ini kami dengan senang hati menyampaikan bahwa besok dia akan berada di rumah,” tambahnya.

    Dokter melaporkan bahwa kesehatan Fransiskus terus membaik, dengan harapan dapat segera kembali bekerja, meskipun tidak segera dengan kapasitas penuh. Ia memuji Paus sebagai pasien yang kooperatif dan menegaskan bahwa, meskipun menghadapi dua episode kritis yang memerlukan ventilasi non-invasif, ia tidak pernah diintubasi dan tetap waspada.

    (kna/kna)

  • Kondisi Membaik, Paus Fransiskus Tinggalkan RS Usai Sebulan Dirawat

    Perdana, Paus Fransiskus Bakal Muncul Depan Publik Pasca Kena Pneumonia Ganda

    Jakarta

    Paus Fransiskus berencana perdana muncul di depan publik, Minggu (23/2/2025). Ia memberikan berkat dari jendela kamarnya di Rumah Sakit Gemelli Roma saat berjuang melawan pneumonia ganda.

    Paus Fransiskus (88) dirawat di rumah sakit sejak 14 Februari dengan infeksi pernapasan parah yang memerlukan perawatan lebih lanjut.

    Paus hanya terlihat sekali di depan publik selama lima pekan dirawat di rumah sakit. Momen tersebut tergambar dalam sebuah foto yang dirilis Vatikan pekan lalu, saat Paus terlihat tengah berdoa di kapel rumah sakit.

    “Paus Fransiskus ingin datang ke jendela rumah sakit sekitar tengah hari pada Minggu untuk memberikan salam dan berkat,” kata Vatikan dalam sebuah pernyataan singkat pada hari Sabtu, dikutip dari CNA.

    Paus biasanya memberikan doa tengah hari mingguan di Lapangan Santo Petrus pada hari Minggu. Fransiskus tidak dapat melakukannya sejak 9 Februari, sebelum pergi ke rumah sakit.

    Vatikan mengatakan Paus Fransiskus tidak akan sekaligus menyampaikan doa pada hari Minggu ini, mengingat ia masih dalam pemulihan dari pneumonia ganda.

    (naf/kna)

  • Kondisi Stabil, Paus Fransiskus Bakal Keluar dari Rumah Sakit Hari Ini

    Kondisi Stabil, Paus Fransiskus Bakal Keluar dari Rumah Sakit Hari Ini

    Jakarta

    Kondisi kesehatan pemimpin Katolik dunia Paus Fransiskus dinyatakan stabil. Paus akan keluar dari rumah sakit pada Minggu (23/3) waktu setempat.

    Dilansir AFP dan CNN, Minggu (23/3/2025), pengumuman itu disampaikan oleh Dr. Sergio Alfieri selaku kepala tim dokter yang merawat Paus selama sebulan belakangan.

    “Bapa Suci akan keluar dari rumah sakit mulai besok dalam kondisi klinis yang stabil dengan resep untuk melanjutkan terapi obat sebagian dan masa pemulihan dan istirahat setidaknya dua bulan,” kata Alfieri kepada wartawan pada konferensi pers di Gemelli pada hari Sabtu.

    “Hari ini kami dengan senang hati mengatakan bahwa besok (Minggu) ia akan berada di rumah,” tambahnya.

    Paus berusia 88 tahun itu telah dirawat di rumah sakit Gemelli di Roma sejak 14 Februari lalu karena masalah pneumonia ganda.

    Menurut juru bicara Vatikan, Matteo Bruni, Paus rencananya bakal tampil pertama kali di hadapan publik dari balkot rumah sakit sebelum kembali ke Casa Santa Marta. Paus akan melambaikan tangan dan memberikan berkat.

    Rawat inap Paus telah menjadi masa tinggal terlamanya di Gemelli sejak pemilihannya 12 tahun lalu. Meski ia tidak terlihat selama berminggu-minggu, kehadirannya terasa setelah Vatikan merilis pesan audio singkat dari Paus serta foto akhir pekan lalu yang memperlihatkan pemimpin Katolik dunia itu tengah berdoa di kapel rumah sakit.

    (taa/taa)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Paus Fransiskus Harus Kembali Belajar Bicara usai Kena Pneumonia Ganda

    Paus Fransiskus Harus Kembali Belajar Bicara usai Kena Pneumonia Ganda

    Jakarta

    Paus Fransiskus perlahan mulai pulih pasca dirawat intensif di rumah sakit karena pneumonia ganda. Meski begitu, Paus harus kembali belajar berbicara dengan lancar lantaran dalam lebih dari tiga pekan menggunakan terapi oksigen aliran tinggi.

    Kardinal Victor Manuel Fernandez pada hari Jumat (21/2/2025) membagikan kondisi terbaru Paus. Kepala kantor doktrinal Vatikan itu menepis spekulasi Paus akan pensiun dan mengatakan Paus akan kembali ke rutinitasnya semula.

    “Paus dalam keadaan sangat baik, tetapi oksigen aliran tinggi mengeringkan semuanya. Ia perlu belajar kembali cara berbicara, tetapi kondisi fisiknya secara keseluruhan sama seperti sebelumnya,” kata Fernandez pada presentasi buku baru Paus Fransiskus tentang puisi, dikutip dari CNA.

    Paus yang berusia 88 tahun itu dirawat di rumah sakit selama lima minggu karena mengalami pneumonia ganda. Selama waktu itu, Vatikan hanya merilis satu rekaman audio singkat tentang dirinya saat berbicara, pada tanggal 6 Mar, ketika suaranya pecah, sesak napas, dan maknanya sulit dipahami.

    Dalam pembaruan kesehatan terbarunya yang dirilis pada Jumat, Vatikan mengatakan bahwa kondisi Paus tetap stabil dengan sedikit perbaikan dalam pernapasan dan mobilitas.

    Hal itu mengonfirmasi bahwa ia tidak menggunakan ventilator mekanis untuk membantu pernapasannya di malam hari sejak Senin, tetapi menerima oksigen melalui selang kecil di bawah hidungnya.

    Masih belum ada kabar resmi kapan ia akan pulang ke Vatikan. Fernandez mengatakan ia tidak tahu apakah Paus akan dipulangkan tepat waktu untuk Paskah, yang jatuh pada 20 April.

    “Ia bisa pulang, tetapi dokter ingin memastikannya 100 persen karena ia yakin bahwa dengan sedikit waktu yang tersisa, ia ingin mengabdikan dirinya sepenuhnya untuk orang lain, bukan untuk dirinya sendiri,” kata Fernandez.

    Paus Fransiskus telah mengalami beberapa kali jatuh sakit selama dua tahun terakhir dan rentan terhadap infeksi paru-paru karena ia mengalami radang selaput dada saat dewasa muda dan sebagian paru-parunya telah diangkat.

    (naf/kna)

  • Ambisi Irak, Mampukah Beralih dari Minyak ke Pariwisata?

    Ambisi Irak, Mampukah Beralih dari Minyak ke Pariwisata?

    Jakarta

    Lapangan Saray di pusat Baghdad, tempat Perdana Menteri Irak Mohammed Shia al-Sudani akan berpidato tentang pariwisata, dikelilingi oleh bangunan bersejarah yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Di sekitar area ini terdapat dua masjid kuno, salah satu universitas tertua di dunia Arab, sebuah kastil berusia 800 tahun, gereja tertua di kota ini, serta bekas pusat pemerintahan Baghdad pada era Kekaisaran Ottoman.

    Namun, kawasan ini juga menyimpan jejak sejarah kelam Irak yang selama bertahun-tahun membuat wisatawan enggan berkunjung. Di dekatnya, Jalan Muttannabi menjadi saksi serangan bom mobil pada 2007 yang menewaskan 30 orang dan menghancurkan sebagian besar kawasan yang terkenal dengan penjual bukunya. Pada 2019, Jalan Rasheed yang berada di sekitar lokasi ini menjadi medan bentrokan antara demonstran dan pasukan keamanan selama protes anti-pemerintah.

    Dalam lima tahun terakhir, Irak mengalami periode stabilitas dan keamanan yang lebih baik. Itulah sebabnya, pada malam di akhir Februari, para pejabat Irak merayakan Baghdad yang ditetapkan sebagai Ibu Kota Pariwisata Arab 2025, gelar yang diberikan setiap tahun oleh Organisasi Pariwisata Arab, bagian dari Liga Arab.

    Dalam pidatonya, Perdana Menteri al-Sudani menyampaikan, “Berkat pengorbanan rakyatnya, Irak telah merebut kembali posisinya sebagai negara berpengaruh yang menarik wisatawan dari seluruh dunia untuk menikmati peradaban yang kaya.” Ia kemudian menerima kunci simbolis dari para pejabat Oman, pemegang gelar Ibu Kota Pariwisata Arab 2024.

    Mengurangi ketergantungan pada minyak

    Seperti banyak negara penghasil minyak lainnya, Irak ingin mendiversifikasi sumber pendapatan nasionalnya, terutama mengingat peralihan dunia dari bahan bakar fosil. Saat ini, sektor pariwisata, yang mayoritas berbasis wisata religi, menyumbang sekitar 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Irak, dan pemerintah ingin meningkatkan angka tersebut menjadi 10% dengan memperluas fokus pada daya tarik wisata lainnya.

    Ambisi ini tidak mustahil. Di negara-negara seperti Mesir, Tunisia, Maroko, dan Uni Emirat Arab, sektor pariwisata menyumbang sekitar 7% hingga 9% dari PDB nasional.

    Setiap tahun, Irak menerima sekitar 6 hingga 10 juta wisatawan religi, terutama dari Iran dan Turki, karena menjadi rumah bagi beberapa situs suci Islam paling penting di dunia. Namun, sejak pemerintah Irak melonggarkan aturan visa pada tahun 2021 dengan menawarkan visa on arrival bagi warga dari lebih dari 30 negara, jumlah wisatawan non-religius pun meningkat.

    Rencana ambisius

    “Ini 100% mungkin,” kata Ali al-Makhzomy, pendiri dan ketua agensi tur lokal Bil Weekend, yang melayani wisatawan domestik maupun internasional. “Bahkan bisa menyumbang 30% dari anggaran Irak,” tambahnya, “tentu dengan beberapa syarat.”

    Irak memiliki banyak faktor pendukung untuk mengembangkan sektor pariwisata, termasuk enam situs Warisan Dunia UNESCO, keramahan masyarakatnya yang luar biasa terhadap tamu, serta kekayaan alam dan arkeologi yang berusia ribuan tahun.

    Meskipun Irak masih sering dianggap sebagai destinasi yang berbahaya, kelompok wisata dari Barat dan para influencer perjalanan mulai menarik perhatian dunia terhadap potensi pariwisata negara ini. Namun, dampak ekonomi terbesar dalam waktu dekat kemungkinan berasal dari wisatawan Arab.

    Sejak kunjungan resmi Paus Fransiskus ke Irak pada 2021 mengubah persepsi global tentang negara ini, kunjungan wisatawan dari negara-negara Arab semakin meningkat, terutama setelah Irak menjadi tuan rumah turnamen sepak bola Piala Teluk 2023 di Basra.

    “Piala Teluk di Basra adalah momen ketika Irak benar-benar mulai membuka pintunya bagi wisatawan Arab,” jelas Diyar Talal, salah satu pendiri komunitas wisata Iraqi Traveler’s Cafe (ITC) yang memiliki sekitar 100.000 anggota di media sosial. “Kami mulai melihat orang-orang dari negara Teluk seperti Arab Saudi, Bahrain, dan Kuwait datang ke Irak untuk tujuan wisata, bukan hanya ziarah.”

    Booming pariwisata domestik

    Al-Makhzomy awalnya mendirikan agensinya pada 2016 untuk melayani pasar domestik. Ia melihat bahwa banyak warga Irak yang mulai tertarik dengan sejarah negaranya sendiri, tetapi tidak tahu bagaimana cara menjelajahinya.

    Kini, ia memperkirakan sekitar 20.000 warga Irak setiap bulan mengunjungi situs-situs bersejarah seperti reruntuhan kuno Babilonia.

    “Ada begitu banyak peluang di sini,” katanya. “Mulai dari pengalaman kuliner yang terkait dengan situs warisan, hingga peluang kerja bagi pengemudi dan pemandu wisata. Bahkan jika Anda hanya membuat suvenir di sekitar lokasi wisata, Anda bisa menjalankan bisnis yang sukses.”

    Namun, pasar lokal masih memiliki banyak kekurangan. Sementara pedagang di Jalan Muttannabi menawarkan berbagai suvenir seperti magnet kulkas dan bendera Irak, di beberapa tempat wisata utama hampir tidak ada yang bisa dibeli.

    Misalnya, di Museum Nasional Irak, pengunjung dapat melihat peninggalan luar biasa seperti tablet tulisan tertua di dunia yang berusia 3.600 tahun. Namun, satu-satunya cenderamata yang tersedia di sana hanyalah kartu pos berdebu di toko suvenir yang terbengkalai.

    Seorang warga lokal yang bekerja di sektor pariwisata menjelaskan secara off the record bahwa perbedaan besar antara fasilitas yang dikelola pemerintah dan bisnis swasta adalah motivasi kerja. “Di museum yang dikelola pemerintah, orang tidak terlalu peduli. Mereka tetap digaji, apa pun yang terjadi,” ujarnya. “Sementara di sektor swasta, mereka harus benar-benar berusaha untuk menarik pengunjung.”

    Dibutuhkan visi jangka panjang

    Meskipun ada peluang besar, banyak tantangan yang masih menghadang. Beberapa negara Barat masih melarang warganya bepergian ke Irak. Sementara itu, meskipun warga negara Teluk bisa mendapatkan visa bebas saat menghadiri pertandingan sepak bola di Basra, wisatawan dari negara Arab lain sering kali mengalami kesulitan mendapatkan visa ke Irak dibandingkan wisatawan Eropa.

    Faktor lain seperti konflik regional, seperti perang di Gaza, serta dampak perubahan iklim yang membuat musim panas di Irak semakin ekstrem, juga menjadi tantangan besar bagi industri pariwisata.

    “Saya rasa negara ini butuh visi yang jelas untuk pariwisata,” ujar Talal dari ITC. “Lihat Arab Saudi, mereka punya Vision 2030 yang mencakup pengembangan sektor pariwisata. Kita tidak punya hal seperti itu.”

    Senada dengan itu, Al-Makhzomy dari Bil Weekend menyimpulkan, “Kita butuh rencana nyata dari pemerintah dan investasi besar untuk mengembangkan industri ini. Pariwisata bukan hanya soal pemandu wisata, tapi juga mencakup perhotelan, restoran, dan infrastruktur pendukung lainnya. Ini adalah industri yang kompleks, dan kita harus mampu menanganinya secara menyeluruh.”

    Artikel ini diadaptasi dari DW berbahasa Inggris

    (ita/ita)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Kondisi Paus Fransiskus Makin Membaik, Sudah Berhenti Pakai Masker Oksigen

    Kondisi Paus Fransiskus Makin Membaik, Sudah Berhenti Pakai Masker Oksigen

    Jakarta

    Vatikan membagikan kabar baik terkait kesehatan Paus Fransiskus. Kini Paus tak lagi menggunakan masker oksigen untuk bernapas di malam hari.

    Paus Fransiskus telah dirawat satu bulan di rumah sakit. Dirinya juga sempat menggunakan ventilasi mekanik non-invasif selama semalam di Rumah Sakit Gemelli, Roma karena infeksi saluran pernapasan parah.

    Meskipun ventilasi mekanik tersebut telah dihentikan, Paus tetap mendapatkan bantuan oksigen berupa tabung kecil di hidung untuk memperlancar pernapasan.

    Dokter Paus menegaskan bahwa pemimpin Vatikan tersebut infeksinya terkendali. Tes darah dari Paus juga normal, tidak ada demam.

    Meskipun kondisi Paus telah membaik, pihak Vatikan masih belum memberikan jadwal kapan Paus kemungkinan akan dipulangkan dari rumah sakit.

    Paus mendapatkan dukungan dari banyak pihak untuk kesembuhannya, termasuk dari Raja Inggris Charles yang akan terbang ke Vatikan pada awal April mendatang. Para bangsawan dijadwalkan akan bertemu Paus Fransiskus pada 8 April.

    Paus dirawat di rumah sakit pada tanggal 14 Februari setelah mengalami pneumonia di kedua paru-parunya.

    Selama dirawat di rumah sakit, Paus telah menerima fisioterapi pernapasan untuk membantu pernapasan dan terapi fisik untuk membantu mengatasi nyeri lutut dan punggung.

    (dpy/kna)