Tag: Paus Fransiskus

  • Presiden Timor Leste Jose Manuel Ramos Horta Beri Penghargaan untuk Kapolri

    Presiden Timor Leste Jose Manuel Ramos Horta Beri Penghargaan untuk Kapolri

    Bisnis.com, JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menerima penghargaan Tingkat Insignia dalam Ordo Timor Leste dari Presiden Republik Demokratik Timor Leste, Jose Manuel Ramos-Horta.

    Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan bahwa penghargaan itu merupakan bentuk pengakuan atas upaya nyata Kapolri, dalam mempererat kerja sama strategis antara Polri dan Kepolisian Nasional Timor Leste (PNTL).

    “Penghargaan itu mencerminkan hubungan yang erat antara Indonesia dan Timor Leste, khususnya dalam konteks kerja sama keamanan regional, karena Kapolri dinilai berhasil membangun pondasi kerja sama yang kuat, mulai dari penanggulangan kejahatan lintas batas, peningkatan kapasitas personel PNTL, hingga dukungan keamanan pada kunjungan Paus Fransiskus tahun lalu,” kata Trunoyudo dilansir dari Antara, Jumat (28/3/2025).

    Trunoyudo menjelaskan penghargaan tersebut diumumkan dalam momen upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 PNTL, yang dipimpin langsung oleh Perdana Menteri Y.M Maun Bot Kayrala Xanana Gusmao.

    Acara yang digelar di halaman Istana Perdana Menteri Timor Leste, di Dili itu dilakukan dengan penuh penghormatan dan nuansa persahabatan antarbangsa.

    Kapolri yang diwakili oleh Kadivhubinter Polri, Irjen Pol Krishna Murti, ikut dalam dua kegiatan resmi, termasuk pada peringatan ulang tahun PNTL.

    Trunoyudo menambahkan medali dan dokumen penghargaan akan diserahkan secara langsung di Mabes Polri, Jakarta, oleh Kepala Kepolisian Nasional Timor Leste, yang dijadwalkan melakukan kunjungan resmi dalam waktu dekat.

    “Ini bukan hanya apresiasi untuk Kapolri secara pribadi, tapi juga pengakuan atas peran institusi Polri dalam menjaga stabilitas kawasan bersama PNTL dan kami berharap kerja sama ini terus tumbuh, serta memberikan manfaat bagi kedua negara,” ujar dia.

    Dia juga menekankan, penghargaan itu juga menegaskan bahwa sinergi antar penegak hukum di kawasan Asia Tenggara sangat penting dalam menjaga stabilitas dan ketertiban, terutama di wilayah perbatasan yang memiliki potensi rawan terhadap kejahatan lintas negara.

    Ordo Timor Leste merupakan tanda kehormatan tertinggi yang diberikan kepada individu yang dianggap berjasa besar bagi rakyat dan negara tersebut, baik dari dalam maupun luar negeri.

  • Krisis Telur di AS, Sampai Harus Impor dari Negara Lain

    Krisis Telur di AS, Sampai Harus Impor dari Negara Lain

    Rangkuman Dunia Hari Ini sudah kami siapkan agar Anda lebih mudah mengikuti perkembangan berita.

    Edisi Selasa, 26 Maret 2025 kami awali dari Amerika Serikat.

    Kelangkaan telur Amerika

    Krisis telur di Amerika Serikat masih berlangsung, hingga berusaha untuk mengimpor telur dari Korea Selatan, Turki, dan Brasil.

    Harga telur naik 65 persen dalam setahun terakhir di Amerika Serikat, dan diproyeksikan akan naik lagi sebesar 41 persen pada tahun 2025.

    Saking langkanya telur, warga Amerika bahkan harus menyelundupkannya dari Meksiko.

    Krisis telur tersebut terjadi akibat flu burung yang memaksa para petani untuk membunuh jutaan ayam di Amerika Serikat selama tiga tahun terakhir.

    Krisis telur juga sempat terjadi di Melbourne, yang juga berdampak bagi warga diaspora Indonesia, terutama yang memiliki bisnis kue dan roti.

    Paus Fransiskus sempat hampir meninggal

    Paus Fransiskus hampir meninggal saat ia berjuang selama 38 hari melawan pneumonia di rumah sakit, demikian pengakuan Dr Sergio Alfieri dari rumah sakit Gernelli di Roma.

    “Kami harus memilih apakah akan berhenti di situ dan melepaskannya, atau terus maju dan mengupayakan kesembuhan dengan segala obat dan terapi yang memungkinkan,” katanya.

    Dr Sergio mengatakan mereka akhirnya menempuh jalan pengobatan meski ada “risiko kerusakan organ yang tinggi.”

    Paus Fransiskus, 88 tahun, kembali ke Vatikan pada hari Minggu setelah melalui krisis kesehatan paling serius dalam 12 tahun kariernya.

    Sutradara ‘No Other Land’ dibebaskan

    Hamdan Ballal, sutradara film dokumenter tentang konflik Israel-Palestina yang memenangkan Oscar sudah dibebaskan dari tahanan.

    Hamdan yang menyutradarai film No Other Land mengatakan ia diserang pemukim Israel di desanya setelah merekam mereka menyerang rumah tetangga.

    “Saya hanya menunggu di luar, jika ada pemukim atau tentara yang menyerang rumah saya,” katanya kepada Reuters setelah dibebaskan dari tahanan polisi.

    Hamdan mengatakan pemukim itu memukul kepalanya hingga ia terjatuh ke tanah, dan mulai menendang kepalanya seperti “bola sepak.”

    Militer Israel tidak segera menanggapi klaim bahwa Ballal dipukuli oleh tentara.

    Direktur eksekutif Samsung Electronics tutup usia

    Han Jong-hee, salah satu direktur eksekutif Samsung Electronics meninggal dunia di usia 63 tahun karena serangan jantung.

    Ia diangkat menjadi wakil ketua dan CEO pada tahun 2022 dan juga bertanggung jawab atas bisnis elektronik konsumen dan seluler.

    Menyusul kematiannya, Jun Young-hyun diangkat untuk menggantikan posisinya, di saat Samsung Electronics tengah merombak bisnis chip dengan kinerja yang kurang baik, serta mengatasi ketidakpastian perdagangan.

    Meskipun Samsung telah merebut kembali posisinya sebagai produsen chip memori terbesar di dunia pada tahun 2024, perusahaan tersebut sempat terpuruk karena pendapatan yang rendah dan harga saham yang merosot dalam beberapa kuartal terakhir.

    Lihat juga Video Krisis Telur AS Gara-gara Flu Burung Berimbas ke Brasil

  • Raja Charles III Tunda Jenguk Paus Fransiskus, Harap Segera Pulih

    Raja Charles III Tunda Jenguk Paus Fransiskus, Harap Segera Pulih

    Roma

    Raja Charles III dan Ratu Camilla batal menjenguk Paus Fransiskus di Vatikan pada awal April nanti. Penundakan itu berdasarkan kesepakatan bersama menyusul saran medis dari dokter yang merawat Paus Fransiskus.

    “Saran medis kini menunjukkan bahwa Paus Fransiskus akan mendapat manfaat dari periode istirahat dan pemulihan yang lebih lama. Yang Mulia menyampaikan harapan terbaik mereka kepada Paus untuk pemulihannya dan berharap dapat mengunjunginya di Tahta Suci, setelah ia pulih,” kata sebuah pernyataan Istana Inggris seperti dilansir AFP, Rabu (26/3/2025).

    Paus Fransiskus yang kini berusia 88 tahun masuk ke rumah sakit pada 14 Februari karena infeksi pernapasan parah. Kondisi ini menjadi krisis kesehatan paling serius selama 12 tahun masa kepausannya.

    Setelah dirawat selama 5 minggu, Paus Fransiskus diperbolehkan meninggalkan Rumah Sakit Gemelli Roma. Pihak dokter mengatakan Paus Fransiskus masih butuh banyak waktu untuk sembuh sepenuhnya.

    Dokter juga sudah memberikan Paus waktu istirahat selama dua bulan di Vatikan. Setelah keluar dari RS, Paus langsung mendesak Israel agar berhenti menyerang jalur Gaza.

    (isa/isa)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Paus Fransiskus Keluar dari RS Setelah 5 Minggu Dirawat, Serukan Israel Hentikan Serangan ke Gaza – Halaman all

    Paus Fransiskus Keluar dari RS Setelah 5 Minggu Dirawat, Serukan Israel Hentikan Serangan ke Gaza – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Paus Fransiskus sudah meninggalkan Rumah Sakit Gemelli Roma setelah lima minggu menjalani perawatan akibat pneumonia.

    Dilansir dari Reuters dan AFP, Senin (24/3/2025), Paus Fransiskus tampil di depan publik untuk pertama kalinya pada Minggu (24/3/2025).

    Ia melambaikan tangan kepada para simpatisan saat meninggalkan rumah sakit.

    Paus yang kini berusia 88 tahun masuk rumah sakit pada 14 Februari karena infeksi pernapasan parah.

    Kondisi ini menjadi salah satu krisis kesehatan paling serius selama 12 tahun masa kepausannya.

    Mobil yang membawanya meninggalkan rumah sakit dikawal oleh konvoi kendaraan polisi menuju Basilika Santa Maria Maggiore.

    Para dokter menyatakan Paus masih membutuhkan waktu untuk pemulihan penuh dan telah diberikan waktu istirahat selama dua bulan di Vatikan.

    Saat meninggalkan rumah sakit, Paus Fransiskus tampak tersenyum dan melambaikan tangan dari kursi roda.

    Wajahnya terlihat bengkak, dan suaranya terdengar lemah saat ia berterima kasih kepada para simpatisan yang hadir.

    Kerumunan yang menunggunya meneriakkan namanya, “Fransiskus, Fransiskus, Fransiskus.”

    Selama masa perawatan, Paus hanya sekali terlihat oleh publik dalam sebuah foto yang dirilis Vatikan.

    Kini, ia sudah tidak lagi menggunakan masker oksigen, tetapi masih memakai selang kecil di bawah hidungnya untuk membantu pernapasan.

    Tak lama setelah keluar dari rumah sakit, Paus Fransiskus menyerukan kepada Israel untuk menghentikan serangan di Jalur Gaza.

    Dalam doa Angelus-nya, ia menyatakan kesedihannya atas eskalasi kekerasan yang kembali terjadi.

    “Saya sedih dengan dimulainya kembali pemboman Israel yang intens di Jalur Gaza, dengan begitu banyak kematian dan cedera,” ujar Paus.

    Ia meminta agar serangan senjata segera dihentikan dan gencatan senjata yang pasti segera tercapai.

    “Saya meminta agar serangan senjata segera dihentikan dan keberanian untuk melanjutkan dialog, sehingga semua sandera dapat dibebaskan dan gencatan senjata yang definitif tercapai,” tambahnya.

    Paus juga menyoroti situasi kemanusiaan di Gaza yang semakin memburuk dan mendesak komunitas internasional untuk bertindak.

    “Situasi kemanusiaan di Jalur Gaza sekali lagi sangat serius dan membutuhkan komitmen mendesak dari pihak-pihak yang berkonflik serta komunitas internasional,” tegasnya.

    Pada Minggu (23/3/2025), Paus Fransiskus muncul di jendela rumah sakit untuk menyapa lebih dari 3.000 simpatisan.

    Banyak dari mereka membawa bunga dan poster bertuliskan “selamat datang di rumah.”

    Dalam pesannya, Paus kembali menekankan pentingnya perdamaian dan penghentian kekerasan.

    Ia juga menyampaikan rasa syukur atas langkah-langkah menuju perdamaian di Kaukasus Selatan, khususnya antara Armenia dan Azerbaijan.

    “Semoga ini menjadi tanda harapan bahwa konflik lain juga dapat menemukan jalan resolusi melalui dialog dan niat baik,” ungkapnya.

    Sebelum mengakhiri pesannya, Paus mengajak umat Katolik untuk berdoa bagi perdamaian di berbagai belahan dunia, termasuk Ukraina, Palestina, Israel, Lebanon, Myanmar, Sudan, dan Republik Demokratik Kongo.

    Di akhir pesannya, Paus Fransiskus mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah mendoakannya selama masa pemulihan.

    “Saya merasakan kedekatan Anda,” katanya dengan penuh kehangatan, seraya memastikan bahwa ia juga terus mendoakan mereka.

    (Tribunnews.com, Andari Wulan Nugrahani)

  • Kala Paus Keluar RS Langsung Desak Israel Berhenti Serang Gaza

    Kala Paus Keluar RS Langsung Desak Israel Berhenti Serang Gaza

    Jakarta

    Paus Fransiskus sudah meninggalkan Rumah Sakit Gemelli Roma usai dirawat selama 5 minggu karena pneumonia. Setelah keluar dari RS, Paus langsung mendesak Israel agar berhenti meluncurkan serangan ke jalur Gaza.

    Dilansir dari kantor berita luar negeri, Reuters dan AFP, Senin (24/3/2025), Paus Fransiskus tampil untuk pertama kalinya di depan publik pada Minggu (24/03). Paus melambaikan tangan kepada para simpatisan saat meninggalkan rumah sakit.

    Paus Fransiskus yang kini berusia 88 tahun masuk ke rumah sakit pada 14 Februari karena infeksi pernapasan parah. Kondisi ini menjadi krisis kesehatan paling serius selama 12 tahun masa kepausannya.

    Mobil yang membawa Paus Fransiskus meninggalkan rumah sakit pada Minggu siang waktu setempat diiringi konvoi kendaraan polisi menuju Basilika Santa Maria Maggiore.

    Pihak dokter mengatakan Paus Fransiskus masih butuh banyak waktu untuk sembuh sepenuhnya. Dokter juga sudah memberikan Paus waktu istirahat selama dua bulan di Vatikan.

    Menggunakan kursi roda, Paus Fransiskus tersenyum dan melambaikan tangan kepada simpatisan saat meninggalkan rumah sakit. Wajahnya tampak bengkak dan muncul beberapa saat, berbicara sebentar dengan suara lemah untuk berterima kasih kepada simpatisan yang hadir.

    Paus Fransiskus kini tak lagi menggunakan masker oksigen. Tapi dia terlihat menggunakan selang kecil di bawah hidungnya untuk mendapatkan oksigen saat bepergian dengan mobilnya.

    Pada saat Paus Fransiskus meninggalkan rumah sakit, kerumunan simpatisan memanggilnya dan meneriakkan “Fransiskus, Fransiskus, Fransiskus”.

    Paus Fransiskus Serukan Israel Setop Serang Gaza

    Paus Fransiskus menyerukan Israel untuk segera menghentikan serangan di jalur Gaza. Paus Fransiskus menyebut dirinya sedih dengan serangan yang dilakukan Israel.

    “Saya sedih dengan dimulainya kembali pemboman Israel yang intens di Jalur Gaza, dengan begitu banyak kematian dan cedera,” tulis Paus Fransiskus dalam doa Angelus-nya.

    Paus Fransiskus sendiri baru keluar dari rumah sakit setelah lima minggu dirawat karena pneumonia yang dideritanya. Dia meminta untuk pembebasan sandera dan memulai kembali gencatan senjata yang pasti.

    “Saya meminta agar serangan senjata segera dihentikan dan keberanian untuk melanjutkan dialog sehingga semua sandera dapat dibebaskan dan gencatan senjata yang definitif tercapai,” ujarnya.

    Paus menilai situasi kemanusiaan di jalur Gaza sangat memprihatinkan. Paus Fransiskus menyebut diperlukan komitmen mendesak dari pihak-pihak bertikai dan masyarakat internasional.

    “Situasi kemanusiaan di Jalur Gaza sekali lagi sangat serius dan membutuhkan komitmen mendesak dari pihak-pihak yang berkonflik dan komunitas internasional,” imbuhnya.

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Paus Fransiskus Akhirnya Tinggalkan RS Setelah Sebulan Dirawat

    Paus Fransiskus Akhirnya Tinggalkan RS Setelah Sebulan Dirawat

    Paus Fransiskus Akhirnya Tinggalkan RS Setelah Sebulan Dirawat

  • Paus Fransiskus Tinggalkan RS pada Minggu 23 Maret 2025 Usai Lebih dari Sebulan Dirawat – Page 3

    Paus Fransiskus Tinggalkan RS pada Minggu 23 Maret 2025 Usai Lebih dari Sebulan Dirawat – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Paus Fransiskus boleh kembali ke kediamannya pada Minggu 23 Maret 2025 waktu setempat setelah menjalani perawatan medis di rumah sakit selama lebih dari sebulan akibat pneumonia ganda.

    Kabar kembalinya Paus Fransiskus ke rumah tersebut disampaikan dokter utama yang mengawasi perawatan pemimpin Gereja Katholik itu, Dr Sergio Alfieri.

    “Kabar baik yang ditunggu dunia dan semua orang adalah besok Bapa Suci sudah boleh pulang. Besok (Minggu 23 Maret 2025), Bapa Suci akan kembali ke Santa Marta,” ujar Alfieri kepada wartawan pada Sabtu malam 22 Maret 2025 waktu setempat, melansir Antara, Senin (24/3/2025).

    Menurut laporan Vatican News, keputusan untuk memperbolehkan Paus pulang diambil karena kondisi kesehatannya terus membaik secara signifikan dan cepat, sehingga prognosisnya telah dicabut.

    “Ketika Paus Fransiskus dirawat pada 14 Februari, ia mengalami insufisiensi (gagal pernafasan) pernapasan akut akibat infeksi polimikroba yang menyebabkan pneumonia bilateral. Kondisi ini memerlukan kombinasi perawatan farmakologis,” papar Alfieri.

    Menanggapi pertanyaan wartawan, Alfieri memastikan, pneumonia bilateral yang diderita Paus telah berhasil diatasi, meskipun pemulihan total masih memerlukan waktu.

    “Sebagai bagian dari proses pemulihan, Paus telah diresepkan masa pemulihan setidaknya dua bulan, di mana ia akan mendapatkan perawatan medis serta istirahat yang cukup,” papar dia, dikutip dari Anadolu.

     

    Paus Fransiskus akhirnya terlihat oleh publik untuk pertama kalinya sejak dirawat di Gemelli Hospital pada 14 Februari lalu. Dari balkon rumah sakit, ia melambaikan tangan kepada para jemaat dan bahkan menunjuk seorang wanita yang membawa bunga kunin…

  • Video: Paus Fransiskus Keluar RS, Warga Sambut Gembira

    Video: Paus Fransiskus Keluar RS, Warga Sambut Gembira

    Jakarta, CNBC Indonesia – Puluhan warga berkumpul di depan rumah sakit tempat Paus Fransiskus dirawat. Mereka datang dari berbagai negara, demi mendoakan paus selama dirawat di rumah sakit. Kini, mereka menyambut gembira Paus yang sudah bisa keluar rumah sakit, setelah 38 hari dirawat karena penyakit Pneumonia.

    Selengkapnya dalam program Squawk Box CNBC Indonesia (Senin, 24/03/2025) berikut ini.

  • Paus Fransiskus Keluar dari RS Setelah 5 Minggu Dirawat, Serukan Israel Hentikan Serangan ke Gaza – Halaman all

    Penampilan Perdana Paus Fransiskus di Vatikan setelah 38 Hari Dirawat karena Pneumonia – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Paus Fransiskus akhirnya kembali ke hadapan publik Vatikan setelah berjuang melawan pneumonia pada Minggu (23/3/2025).

    Seperti yang diketahui, Paus Fransiskus telah dirawat di Rumah Sakit Poliklinik Gemelli sejak 14 Februari 2025 karena pneumonia ganda.

    Paus berusia 88 tahun itu mengalami krisis kesehatan paling serius dalam 12 tahun kepausannya.

    Dikutip dari Vatican News, laporan medis Paus Fransiskus saat dirawat di rumah sakit terbilang sangat mengkhawatirkan.

    Bahkan ada anggapan bahwa Paus Fransiskus tak dapat terselamatkan karena penyakit komplikasi yang ia alami.

    “Setelah berminggu-minggu penuh kekhawatiran tetapi juga kepercayaan dan penyerahan diri kepada kehendak Dia yang memberi kita kehidupan dan dapat memanggil kita kepada-Nya setiap saat, hari ini, kita telah melihatnya lagi,” tulis keterangan pers Vatikan.

    “Pada hari kepulangannya ke Vatikan, kita kembali menerima berkatnya,” lanjut keterangan tersebut.

    Selama 38 hari di rumah sakit, Paus menderita empat episode akut yang oleh Vatikan disebut “krisis pernapasan”, yang melibatkan serangan batuk serius yang disebabkan oleh penyempitan saluran udaranya, mirip dengan serangan asma.

    Dua dari krisis tersebut kritis, yang menempatkan Fransiskus “dalam bahaya nyawanya”, kata Sergio Alfieri, kepala tim medis Paus, dalam konferensi pers pada hari Sabtu.

    Meski Francis tidak lagi menderita pneumonia, ia juga belum sepenuhnya pulih, kata dokter tersebut.

    Dikutip dari Reuters, Alfieri mengatakan bahwa ia juga butuh waktu untuk bisa kembali menggunakan suaranya secara penuh, setelah berjuang melawan infeksi pernapasan selama bertahun-tahun.

    Pada hari Minggu, Vatikan merilis teks singkat yang katanya disiapkan oleh Fransiskus, di mana ia berterima kasih kepada para dokternya atas “perawatan mereka yang tak kenal lelah”.

    Banyak umat Katolik di seluruh dunia telah berdoa untuk kesembuhan Paus, dan para peziarah di Vatikan pada hari Minggu menyatakan kelegaannya atas kepergiannya dari rumah sakit.

    “Pulangnya tubuh ini menghibur kami semua dan memberi kami kegembiraan serta harapan,” kata Grazia Mara, seorang warga Italia.

    “Kami mendoakan agar ia dapat kembali ke rumah dengan selamat dan cepat pulih,” lanjutnya.

    Selama dalam perawatan, Paus Fransiskus masih terus bekerja untuk memimpin Gereja dari rumah sakit.

    Ia melakukan penunjukan rutin para uskup Katolik di seluruh dunia dan juga meluncurkan proses reformasi tiga tahun baru untuk lembaga global tersebut.

    Namun, masa istirahat dua bulan bagi Fransiskus dapat menyebabkan perubahan signifikan pada kalender acara Vatikan mendatang.

    Paus dijadwalkan bertemu dengan Raja Inggris Charles III pada tanggal 8 April dan memimpin perayaan Paskah tahunan Vatikan pada tanggal 20 April.

    Vatikan belum mengatakan apakah Fransiskus akan dapat melaksanakan pengangkatan tersebut. (*)

  • Paus Fransiskus Pulang usai Dirawat 5 Pekan di RS, Lanjut Rawat Jalan

    Paus Fransiskus Pulang usai Dirawat 5 Pekan di RS, Lanjut Rawat Jalan

    Jakarta

    Paus Fransiskus diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit Gemelli di Roma, tempat ia berjuang melawan pneumonia ganda selama lima minggu terakhir. Dia keluar dari rumah sakit pada Minggu (23/3) waktu setempat dan kembali ke Vatikan untuk melanjutkan pemulihannya.

    Sebelum pulang, ia menyapa dan mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang berkumpul di luar RS. Momen ini merupakan penampilan perdananya sejak dirawat di RS pada 14 Februari.

    “Terima kasih, semuanya,” ucap Paus Fransiskus dikutip dari CNN, Senin (24/3/2025).

    Paus Fransiskus, 88 tahun, dirawat di Rumah Sakit Gemelli pada tanggal 14 Februari, didiagnosis dengan infeksi polimikroba, yang kemudian menjadi pneumonia di kedua paru-paru.

    Tim medis mengatakan bahwa kondisinya kini telah stabil setelah lima pekan dirawat, sehingga ia dapat dipulangkan untuk menjalani pemulihan di kediamannya di Vatikan, Casa Santa Marta, selama dua bulan ke depan.

    Dr Sergio Alfieri mengatakan kepada wartawan bahwa selama 38 hari dirawat di rumah sakit, ada “dua episode yang sangat kritis di mana nyawa Bapa Suci dalam bahaya.”

    Dr Alfieri, yang merupakan kepala tim medis yang telah merawat Paus, menggambarkan periode pemulihan selama dua bulan sebagai “sangat penting.”

    “Paus perlu kembali bekerja secara bertahap dan telah disarankan untuk tidak mengadakan pertemuan dengan kelompok besar orang untuk beberapa waktu,” ucap dia.

    (kna/kna)