Tag: Paus Fransiskus

  • Paus Fransiskus Meninggal, Sempat Muncul Saat Paskah di Vatikan Serukan Gencatan Senjata Gaza – Page 3

    Paus Fransiskus Meninggal, Sempat Muncul Saat Paskah di Vatikan Serukan Gencatan Senjata Gaza – Page 3

    Paus Fransiskus meninggal dunia, seorang Yesuit Argentina yang menjadi Paus Katolik Roma pertama dari Benua Amerika, demikian pernyataan Vatikan pada hari Senin (21/4/2025) seperti dikutip dari CNBC.

    Paus Fransiskus meninggal pada usia 88 tahun. Dalam sebuah pidato video, Kardinal Farrell mengumumkan berita tersebut.

    “Saudara-saudari terkasih, dengan kesedihan yang mendalam saya harus mengumumkan kematian Bapa Suci kita, Fransiskus,” katanya, menurut sebuah terjemahan.

    “Pukul 7:35 pagi ini, Uskup Roma, Fransiskus, kembali ke rumah Bapa. Seluruh hidupnya didedikasikan untuk pelayanan kepada Tuhan dan Gereja-Nya. Ia mengajarkan kita untuk menghayati nilai-nilai Injil dengan kesetiaan, keberanian, dan kasih yang universal, khususnya demi mereka yang termiskin dan terpinggirkan,” kata kardinal tersebut.

    “Dengan rasa syukur yang besar atas teladannya sebagai murid sejati Tuhan Yesus, kami menyerahkan jiwa Paus Fransiskus kepada kasih yang tak terbatas dan penuh belas kasihan dari Allah Tritunggal.”

    Paus Fransiskus, yang terpilih sebagai paus ke-266 gereja tersebut setelah Benediktus XVI pensiun pada tahun 2013, lahir dengan nama Jorge Mario Bergoglio di lingkungan kelas menengah Flores di Buenos Aires pada tanggal 17 Desember 1936.

    Ia adalah paus Jesuit pertama dan paus pertama dari Belahan Bumi Selatan. Ia adalah orang pertama dari luar Eropa yang dipilih untuk memimpin gereja tersebut dalam hampir 1.300 tahun, setelah Paus Gregorius III dari Suriah, yang dipilih pada tahun 731.

    Putra dari seorang ayah imigran Italia dan seorang ibu Argentina Italia, Fransiskus adalah anak tertua dari lima bersaudara. Sebagai seorang mahasiswa, ia bekerja sebagai petugas kebersihan dan penjaga klub malam sebelum menjadi teknisi kimia.

    Paus Fransiskus ditahbiskan sebagai pendeta Jesuit pada tahun 1969 dan menjadi kepala ordo Serikat Yesus di Argentina dan Uruguay pada tahun 1973 di usia muda 36 tahun, dan menjabat posisi tersebut hingga tahun 1979.

    Paus Yohanes Paulus II mengangkat Paus Fransiskus sebagai uskup pada tahun 1992, dan enam tahun kemudian Fransiskus menjadi uskup agung Buenos Aires. Pada tahun 2001, Yohanes Paulus mengangkatnya menjadi kardinal.

  • Paus Fransiskus Tutup Usia dalam Usia 88 Tahun, Berkat Terakhir dari Balkon Basilika Santo Petrus

    Paus Fransiskus Tutup Usia dalam Usia 88 Tahun, Berkat Terakhir dari Balkon Basilika Santo Petrus

    TRIBUNJAKARTA.COM – Paus Fransiskus, pemimpin tertinggi dari Gereja Katolik sedunia wafat dalam usia 88 tahun pada Senin (21/4/2025). 

    Ia meninggal dunia setelah menemui ribuan umat yang memadati Alun-alun Santo Petrus, Vatikan. 

    Paus Fransiskus memberikan berkat terakhirnya untuk Kota dan Dunia dari Balkon Basilika Santo Petrus pada Minggu (20/4/2025). 

    Dalam kesempatan tersebut, Paus kembali menegaskan pentingnya membangun dialog demi hadirnya perdamaian di dunia.

    Saat menyapa umat dari balkon, Paus tampak terengah-engah.

    Pada Februari lalu, Paus mendapat perawatan khusus lantaran serangan pneumonia ganda yang serius.

    ”Saudara-saudari terkasih, dengan kesedihan yang mendalam saya harus mengumumkan kematian Bapa Suci kita Fransiskus,” kata Kardinal Kevin Farrell mengumumkan di saluran TV Vatikan.

    ”Pukul 7.35 pagi ini Uskup Roma, Fransiskus, kembali ke rumah Bapa”.

    Penyakit pneumonia ganda

    Paus Fransiskus, yang memiliki nama asli Jorge Mario Bergoglio, baru-baru ini sempat berjuang melawan pneumonia ganda yang serius sebelum akhirnya berpulang.

    “Saudara-saudari terkasih, dengan kesedihan yang mendalam saya harus mengumumkan wafatnya Bapa Suci kita, Fransiskus,” ujar Kardinal Kevin Farrell dalam siaran di saluran TV Vatikan, seperti dikutip dari Reuters pada Senin.

    “Pada pukul 07.35 pagi ini, Uskup Roma, Fransiskus, telah kembali ke rumah Bapa,” tambahnya. 

    Belajar dari Paus Fransiskus, kenali apa itu pneumonia ganda berikut ini.

    Dikutip dari Medical News Today, pneumonia ganda adalah infeksi yang menyerang kedua paru-paru.

    Penyakit ini disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur yang menginfeksi kantung udara kecil dalam paru-paru yang disebut alveoli.

    Akibat infeksi tersebut, alveoli mengalami peradangan dan terisi oleh cairan atau nanah, sehingga menyebabkan kesulitan bernapas serta berbagai gejala lain.

    Dalam istilah medis, pneumonia ganda kadang disebut sebagai bilateral pneumonia.

    Pneumonia sendiri menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat infeksi di seluruh dunia, terutama pada anak-anak di bawah usia 5 tahun.

    Pneumonia ganda umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur.

    Infeksi ini menyebabkan peradangan di kedua paru-paru. Beberapa penyebab umum di antaranya: 

    Bakteri: Streptococcus pneumoniae merupakan penyebab paling umum pneumonia bakteri
    Virus: Virus influenza menjadi penyebab paling sering pneumonia viral pada orang dewasa, sementara RSV (Respiratory Syncytial Virus) kerap menyerang anak-anak
    Jamur: Biasanya menyerang orang dengan sistem imun lemah.

    Selain itu, faktor risiko seperti usia lanjut (di atas 65 tahun), penyakit paru kronis, merokok, malnutrisi, dan sistem kekebalan tubuh yang lemah juga meningkatkan kemungkinan terkena pneumonia ganda.

    Gejala pneumonia ganda mirip dengan pneumonia biasa, namun bisa lebih berat karena kedua paru-paru terinfeksi.

    Gejala yang patut diwaspadai meliputi: 

    Demam tinggi, menggigil, atau suhu tubuh yang sangat rendah
    Batuk yang semakin parah
    Batuk disertai dahak kental
    Sesak napas bahkan saat melakukan aktivitas ringan
    Nyeri dada saat batuk atau menarik napas dalam-dalam
    Merasa sangat lemas setelah mengalami infeksi virus, seperti flu

    Mual, muntah, atau diare bersamaan dengan gejala pernapasan Pneumonia ganda dapat menyebabkan komplikasi serius seperti sepsis, abses paru, efusi pleura, pleuritis, bahkan gagal ginjal dan gagal napas jika tidak segera ditangani.

    Wafatnya Paus Fransiskus menandai akhir dari perjalanan seorang pemimpin yang dikenal berani mendorong reformasi dan membela kaum marginal di tengah tantangan internal Gereja Katolik.

    Di balik kabar duka ini, pneumonia ganda yang dideritanya menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap penyakit infeksi pernapasan, terutama bagi kelompok rentan. (Kompas.com/Kompas.id)

     

  • Paus Fransiskus Akan Selalu Dikenang sebagai Tokoh Toleransi

    Paus Fransiskus Akan Selalu Dikenang sebagai Tokoh Toleransi

    Jakarta

    Paus Fransiskus meninggal dunia di usianya 88 tahun. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyebut Paus akan selalu dikenang dunia karena selalu membawa pesan kedamaian.

    “Dunia akan selalu mengenang beliau sebagai tokoh toleransi Antar Umat Beragama, pembawa pesan perdamaian, persatuan dan toleransi antar umat beragama, serta mendorong dialog antar agama untuk menciptakan kehidupan bersama yang damai,” Ketua PBNU Fahrur Rozi atau Gus Fahrur kepada wartawan, Senin (21/4/2025).

    Gus Fahrur menyebut Paus tak hanya menjadi teladan bagi umat Katolik. Dia turut menyampaikan duka yang mendalam.

    “Paus menjadi teladan bagi umat Katolik dan juga bagi umat dari agama lain, karena sikapnya yang penuh kasih, kita ikut mengucapkan duka cita sedalam dalamnya,” katanya.

    Sebelumnya, Paus Fransiskus meninggal dunia pada hari Senin (21/4) di usia 88 tahun. Paus meninggal sehari setelah kemunculannya di Saint Peter’s Square pada hari Minggu (20/4) waktu setempat saat Paskah, kata Vatikan dalam sebuah pernyataan.

    “Pagi ini pukul 7:35 (0535 GMT) Uskup Roma, Fransiskus, kembali ke rumah Bapa,” kata Kardinal Kevin Farrell dalam pernyataan yang dipublikasikan oleh Vatikan di saluran Telegramnya, dilansir kantor berita AFP, Senin (21/4).

    (azh/dhn)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Riwayat Sakit Paus Fransiskus sebelum Wafat, Sebagian Paru Diangkat Sejak Muda

    Riwayat Sakit Paus Fransiskus sebelum Wafat, Sebagian Paru Diangkat Sejak Muda

    Jakarta

    Paus Fransiskus, pemimpin Amerika Latin pertama Gereja Katolik Roma, meninggal dunia. Ia tutup usia di umur 88 tahun setelah sempat dirawat intensif karena pneumonia bilateral.

    Pengumuman ini mengejutkan banyak orang, karena terjadi kurang dari sehari setelah Paus tampil di depan publik. Meninggalnya Paus Fransiskus terjadi beberapa minggu setelah ia keluar dari rumah sakit di Roma setelah berjuang melawan pneumonia yang mengancam jiwa di kedua paru-parunya.

    Tim medis sempat mengatakan bahwa kondisinya kini telah stabil setelah lima pekan dirawat, sehingga ia dapat dipulangkan untuk menjalani pemulihan di kediamannya di Vatikan, Casa Santa Marta, selama dua bulan ke depan.

    Berikut riwayat sakit Paus Fransiskus sebelum meninggal dunia, dikutip dari Reuters.

    Masalah paru-paru dan saluran pernapasan

    Ketika berusia 21 tahun, pria dengan nama lahir Jorge Bergoglio tersebut mengalami radang selaput dada dan sebagian paru-parunya diangkat di Argentina.

    Pada bulan Maret tahun 2023, Paus dibawa ke rumah sakit setelah mengeluh bahwa ia mengalami kesulitan bernapas. Ia pulih dengan cepat setelah menerima antibiotik untuk bronkitis. Pada bulan April, dokternya menyuruhnya untuk tidak menghadiri kebaktian Jumat Agung di luar ruangan karena cuaca dingin di Roma.

    Punggung dan lutut

    Paus telah lama menderita linu panggul, kondisi saraf kronis yang menyebabkan nyeri punggung, pinggul, dan kaki. Penyakit yang kambuh menyebabkan Paus tidak menghadiri kebaktian Malam Tahun Baru dan Hari Tahun Baru pada bulan Desember 2020, pertama kalinya masalah kesehatan menyebabkannya tidak menghadiri acara keagamaan besar.

    Pada tahun 2022, ia terpaksa membatalkan perjalanan ke Lebanon, Republik Demokratik Kongo, dan Sudan Selatan karena masalah berjalannya. Ia menjadwalkan ulang perjalanan ke Afrika dan pergi ke kedua negara tersebut awal tahun ini. Paus sekarang menggunakan kursi roda atau tongkat sehari-harinya.

    Kesehatan mental

    Di tahun 2021, Paus Fransiskus mengatakan sempat menemui seorang psikiater di negara asalnya Argentina ketika ia masih menjadi pendeta muda yang membantunya mengatasi kecemasan selama masa kediktatoran militer. Ia mengatakan ia telah belajar untuk mengatasi masalah tersebut melalui berbagai mekanisme, termasuk mendengarkan musik Johann Sebastian Bach.

    (kna/up)

  • Saat Paus Fransiskus Ingatkan Tentang Penggunaan AI dan Mitigasi Risikonya – Page 3

    Saat Paus Fransiskus Ingatkan Tentang Penggunaan AI dan Mitigasi Risikonya – Page 3

    Paus Fransiskus juga mengingatkan bahwa saat meneliti tentang AI, orang harus kembali lagi, apa tujuan AI?

    “Apakah AI berfungsi untuk memenuhi kebutuhan manusia, meningkatkan kesejahteraan, dan pengembangan integral manusia? Atau AI justru berfungsi untuk memperkaya dan meningkatkan kekuatan beberapa raksasa teknologi yang sudah tinggi meski membahayakan manusia?” katanya, mengingatkan.

    Menurutnya, pertanyaan tersebut harus jadi dasar bagi mereka yang ingin mengembangkan AI ke level yang lebih tinggi.

    Pasalnya, kata Paus Fransiskus, masa depan umat manusia akan ditentukan oleh inovasi teknologi.

    “Kita tidak boleh melewatkan kesempatan untuk berpikir dan bertindak dengan cara baru, dengan pikiran, hati dan tangan untuk mengarahkan inovasi menuju tujuan yang berpusat pada keutamaan martabat manusia,” katanya.

     

  • Paus Fransiskus Wafat di Usia 88 Tahun, Meninggalkan Warisan Reformasi dan Kunjungan Bersejarah ke Indonesia

    Paus Fransiskus Wafat di Usia 88 Tahun, Meninggalkan Warisan Reformasi dan Kunjungan Bersejarah ke Indonesia

    Vatikan (beritajatim.com) – Kabar duka datang dari Vatikan. Pemimpin Gereja Katolik Roma, Paus Fransiskus, telah wafat pada usia 88 tahun setelah sebelumnya sempat dirawat akibat pneumonia ganda.

    Vatikan mengumumkan kabar ini secara resmi melalui pernyataan video pada Senin pagi waktu setempat.

    “Dengan kesedihan yang mendalam, saya harus mengumumkan wafatnya Bapa Suci kita, Paus Fransiskus,” ujar Kardinal Kevin Farrell dalam siaran resmi dari saluran televisi Vatikan. Ia menambahkan, “Pada pukul 07.35 pagi ini, Uskup Roma, Fransiskus, kembali ke rumah Bapa.”

    Paus Fransiskus, yang memiliki nama asli Jorge Mario Bergoglio, terpilih menjadi Paus pada 13 Maret 2013. Ia menjadi pemimpin Gereja Katolik pertama yang berasal dari Amerika Latin, tepatnya dari Argentina. Terkenal karena kepeduliannya terhadap kaum miskin, ia langsung mencuri perhatian dunia sejak awal kepemimpinannya.

    Berbeda dari para pendahulunya, Paus Fransiskus memilih tidak menempati apartemen mewah di Istana Apostolik. Ia lebih memilih tinggal di rumah tamu Vatikan, Domus Sanctae Marthae.

    “Saya butuh hidup bersama orang lain demi kesehatan psikologis saya,” katanya saat itu.

    Selama masa kepemimpinannya, Paus Fransiskus menghadapi banyak tantangan, termasuk skandal pelecehan seksual oleh oknum gereja dan konflik internal di dalam birokrasi Vatikan seperti dikuti Reuters.

    Meski demikian, ia dikenal sebagai sosok pembaru yang berani menentang arus, baik dari kalangan konservatif maupun progresif dalam tubuh Gereja.

    Tak hanya fokus pada reformasi internal, Paus Fransiskus juga dikenal sebagai simbol perdamaian dunia dan advokat bagi kaum marginal, termasuk pengungsi dan migran.

    Dalam berbagai kunjungan luar negerinya, ia selalu menyuarakan dialog antaragama dan keadilan sosial. Salah satu momen yang dikenang oleh umat Katolik Indonesia adalah saat beliau melakukan kunjungan kenegaraan dan pastoral ke Indonesia pada tanggal 3-6 September 2024—sebuah kunjungan bersejarah yang mempererat hubungan antaragama dan antarnegara.

    Uniknya, sepanjang masa kepemimpinannya, Vatikan sempat dihuni oleh dua tokoh berpakaian putih: dirinya dan Paus Benediktus XVI yang mengundurkan diri pada 2013. Benediktus wafat pada Desember 2022, menyisakan Paus Fransiskus sebagai satu-satunya pemimpin tertinggi Gereja Katolik.

    Hingga Februari 2025, tercatat hampir 80% dari para kardinal pemilih Paus adalah mereka yang diangkat oleh Paus Fransiskus. Hal ini memperbesar kemungkinan bahwa penerusnya akan melanjutkan kebijakan-kebijakan progresif yang telah ia mulai, meskipun masih ada perlawanan dari kalangan tradisionalis. (ted)

  • 8
                    
                        Paus Fransiskus Meninggal Dunia, Menag Sempat Doakan Kesembuhan
                        Nasional

    8 Paus Fransiskus Meninggal Dunia, Menag Sempat Doakan Kesembuhan Nasional

    Paus Fransiskus Meninggal Dunia, Menag Sempat Doakan Kesembuhan
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Pemimpin Gereja Katolik
    Paus Fransiskus
    meninggal di usia 88 tahun, pada Senin (21/4/2025) pukul 07.35 pagi waktu setempat.
    Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar sempat mendoakan kesembuhan Pemimpin Paus yang saat itu tengah dirawat di rumah sakit Gemelli, Roma, Italia.
    “Mari sama-sama kita mendoakan Paus Fransiskus yang sedang dirawat di
    RS Gemelli
    di Roma. Semoga Paus Fransiskus cepat sembuh,” kata Nasaruddin, saat menghadiri
    keynote speech
    pada Peace Forum bersama Laskar Prabowo 08, dikutip dari keterangannya, Selasa (25/2/2025).
    Menurut Nasaruddin, Paus Fransiskus adalah sahabat kemanusiaan luar biasa yang telah mengabdikan dirinya untuk umat.
    “Beliau merupakan sahabat kemanusiaan yang luar biasa. Beliau yang telah mengabdikan dirinya untuk umat, mewakafkan dirinya untuk kemanusiaan,” tutur dia.
    Sebelumnya diberitakan, Paus menderita pneumonia di kedua paru-parunya, namun tim dokter tidak akan memberikan prognosis kepada Bapa Suci.
    Paus Fransiskus yang kritis kondisinya sempat sedikit membaik.
    Hal ini diungkapkan Vatikan dalam pernyataan, pada Senin (24/2/2025).
    Saat itu, dokter menyatakan, Bapa Suci belum pulih dari kondisi yang mengancam jiwanya sehingga perawatan di rumah sakit harus dilanjutkan setidaknya selama satu minggu ke depan.
    Paus Fransiskus dirawat di RS Gemelli, Roma, Italia sejak 14 Februari 2025 karena kesulitan bernapas, tetapi kondisinya memburuk, dengan bronkitisnya berkembang menjadi
    pneumonia ganda
    .
    Oksigen yang telah diberikan dalam beberapa hari terakhir atau pada Senin dengan aliran dan persentase oksigen yang sedikit dikurangi.
    Kondisi kesehatan Paus juga mendapat perhatian khusus karena sebagian paru-parunya telah diangkat sejak muda, sehingga menimbulkan risiko paru-paru kronis.
    Kabar duka meninggalnya Paus Fransiskus diumumkan oleh Kardinal Kevin Farrell, Camerlengo Vatikan, pada Senin pukul 09:45.
    “Pukul 07.35 pagi ini, Uskup Roma, Paus Fransiskus, kembali ke rumah Bapa. Seluruh hidupnya didedikasikan untuk melayani Tuhan dan Gereja-Nya,” kata Kardinal Kevin Farrell dalam sebuah pernyataan.
    “Dengan rasa syukur yang besar atas teladannya sebagai murid sejati Tuhan Yesus, kami menyerahkan jiwa Paus Fransiskus kepada kasih Tuhan yang tak terbatas dan penuh belas kasihan, Yang Esa dan Tribune,” tambahnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Paus Fransiskus Meninggal Dunia, Linimasa Penuh Duka

    Paus Fransiskus Meninggal Dunia, Linimasa Penuh Duka

    Jakarta

    Paus Fransiskus meninggal dunia pada hari Senin (21/4) di usia 88 tahun. Paus meninggal sehari setelah tampil di Lapangan Santo Petrus pada hari Minggu (20/4) waktu setempat saat Paskah, kata Vatikan dalam sebuah pernyataan. Linimasa media sosial pun ramai dengan kabar duka ini.

    “Pagi ini pukul 7:35 (0535 GMT) Uskup Roma, Fransiskus, kembali ke rumah Bapa,” kata Kardinal Kevin Farrell dalam pernyataan yang dipublikasikan oleh Vatikan di saluran Telegramnya, dilansir kantor berita AFP, Senin (21/4/2025).

    Linimasa media sosial X pun sudah dipenuhi oleh para netizen dari seluruh dunia yang berbondong-bondong mengucapkan duka cita terhadap Paus Fransiskus, yang beberapa waktu lalu mendatangi Indonesia dan disambut hangat.

    “Turut Berduka Cita atas kehilangan Paus Fransiskus. Jujur saya sendiri juga mengikuti misa ekaristi dengan beliau dan merasa sedih karena kehilangannya hari ini. Semoga Tuhan Yesus memberkati jiwanya,” tulis seorang netizen.

    “Paus yg kemarin dtg ke indonesia meninggal, rest in peace,” tulis yang lain. “May he rest in peace and behold the eternal glory of God,” tulis sebuah komentar berbahasa Inggris.

    “My deepest condolences to Catholics around the world on the passing of Pope Francis. His life of humility, compassion, and faith touched millions,” sebut komentar selanjutnya. Berikut kabar meninggalnya Paus dan berbagai ucapan duka lainnya:

    Pope Francis died on Easter Monday, April 21, 2025, at the age of 88 at his residence in the Vatican’s Casa Santa Marta. pic.twitter.com/jUIkbplVi2

    — Vatican News (@VaticanNews) April 21, 2025

    Pope Francis died this morning.
    Yesterday, I filmed him saying “Buona Pasqua.”
    I didn’t know I was looking at him for the last time.
    Didn’t know I was capturing a goodbye.

    Thank you Papa Francesco for everything. pic.twitter.com/OFC286OY7e

    — Romy🦢 (@romytweeting) April 21, 2025

    Pope Francis has died. Eternal rest grant unto him of Lord, and may perpetual light shine upon him. May he Rest in Peace pic.twitter.com/M2di35ZIqp

    — Catholic Sat (@CatholicSat) April 21, 2025

    POPE FRANCIS, CHURCH REFORMER AND FIRST LATIN AMERICAN PONTIFF, DIES AT 88

    Pope Francis, the first Jesuit and Latin American and the first non-European in over a millennium to lead the Catholic Church, has died at the age of 88, the Vatican just announced. pic.twitter.com/xEtcwufJbz

    — The Varsitarian (@varsitarianust) April 21, 2025

    RIP Pope Francis pic.twitter.com/o0Qb8ZBAPg

    — LakeShowYo (@LakeShowYo) April 21, 2025

    (fyk/fyk)

  • Paus Fransiskus Meninggal di Usia 88, Sempat Dirawat Akibat Pneumonia Bilateral

    Paus Fransiskus Meninggal di Usia 88, Sempat Dirawat Akibat Pneumonia Bilateral

    Jakarta

    Paus Fransiskus meninggal dunia di usia 88 tahun. Kabar duka ini disampaikan oleh pihak Vatikan pada Senin (21/4/2025).

    “Saudara-saudari terkasih, dengan duka yang mendalam saya harus mengabarkan wafatnya Bapa Suci Fransiskus. Pada pukul 7:35 pagi ini, Uskup Roma, Fransiskus, kembali ke rumah Bapa Suci,” tulis pihak Vatikan dikutip dari laman Vatican News, Senin (21/4/2025).

    Paus Fransiskus sempat dirawat di Rumah Sakit Poliklinik Agostino Gemelli pada hari Jumat, 14 Februari 2025, setelah mengalami bronkitis selama beberapa hari. Kondisi klinis Paus Fransiskus berangsur-angsur memburuk kemudian dokter mendiagnosis pneumonia bilateral pada hari Selasa, 18 Februari.

    Setelah 38 hari di rumah sakit, mendiang Paus kembali ke kediamannya di Vatikan di Casa Santa Marta untuk melanjutkan pemulihannya.

    Pada tahun 1957, di awal usia 20-an, Jorge Mario Bergoglio menjalani operasi di negara asalnya Argentina untuk mengangkat sebagian paru-parunya yang telah terkena infeksi pernapasan parah.

    Seiring bertambahnya usia, Paus Fransiskus sering mengidap penyakit pernapasan, bahkan membatalkan rencana kunjungan ke Uni Emirat Arab pada bulan November 2023 karena influenza dan radang paru-paru.

    (kna/up)

  • Paus Fransiskus Meninggal di Usia 88, Sempat Dirawat Akibat Pneumonia Bilateral

    Paus Fransiskus Meninggal Dunia

    Jakarta

    Paus Fransiskus meninggal pada hari Senin di usia 88 tahun. Paus meninggal, sehari setelah tampil di Lapangan Santo Petrus pada hari Minggu saat Paskah, kata Vatikan dalam sebuah pernyataan.

    “Pagi ini pukul 7:35 (0535 GMT) Uskup Roma, Fransiskus, kembali ke rumah Bapa,” kata Kardinal Kevin Farrell dalam pernyataan yang dipublikasikan oleh Vatikan di saluran Telegramnya.

    (ita/ita)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini