Tag: Paus Fransiskus

  • Heboh Muncul Yesus Virtual Warga Bisa Chat Langsung, Tanda Kiamat?

    Heboh Muncul Yesus Virtual Warga Bisa Chat Langsung, Tanda Kiamat?

    Jakarta, CNBC Indonesia – Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) makin meluas di kehidupan sehari-hari, bahkan sudah merambah ke aspek agama. Salah satunya terlihat dari kemunculan Yesus virtual dan khotbat otomatis berbasis AI.

    Chatbot berbau agama makin banyak ditemukan. Umumnya layanan tersebut menawarkan layanan konseling, memberikan kenyamanan, serta panduan spiritual, di tengah transformasi sosial yang kian terlihat.

    Salah satu aplikasi keagamaan berbasis AI bernama ‘Text with Jesus’. Aplikasi itu sudah memiliki ribuan pelanggan berbayar.

    Pengguna bisa mengajukan pertanyaan kepada Maria, Yusuf, Yesus dan hampir semua 12 rasul. CEO Catloaf Software, Stephane Peter, yang mengembangkan aplikasi tersebut, mengatakan ide aplikasi adalah memberikan edukasi kepada masyarakat.

    “Ini adalah cara baru untuk membahas isu-isu keagamaan dengan cara interaktif,” kata Peter kepada AFP, dikutip Jumat (3/9/2025).

    Meski aplikasi menegaskan bahwa mereka menggunakan AI, tetapi ‘Yesus’ virtual di dalamnya tak merasa demikian ketika dibeberkan pertanyaan oleh pengguna.

    Peter mengatakan Text with Jesus dikembangkan dengan pemodelan GPT-5 teranyar yang dikembangkan OpenAI. Pemodelan tersebut mampu mengikuti instruksi dan pengulangan dengan lebih baik dari versi sebelumnya.

    Selain itu, model tersebut juga lebih baik dalam membuat bot konsisten dengan karakter yang dirancang, serta cenderung membantah jika dipaksa mengaku diri mereka sebagai bot.

    Peter tak menampik banyak orang yang menghujat aplikasinya, tetapi tetap saja mendapat rating 4,7 dari 5 di App Store.

    Pelayanan online ‘Catholic Answers’ mengatakan mereka merasakan betapa sensitifnya semua ini ketika meluncurkan karakter animasi AI “Father Justin” tahun lalu.

    “Banyak orang tersinggung karena menggunakan karakter seorang pastor,” kata Christopher Costello, direktur teknologi informasi pelayanan tersebut.

    Beberapa hari kemudian, Catholic Answers menghapus nama avatarnya dan menjadikannya Justin saja.

    “Kami tidak ingin menggantikan manusia. Kami hanya ingin membantu,” kata Costello kepada AFP.

    Beberapa agama lain juga memiliki aplikasi serupa. Misalnya ‘Deen Buddy’ untuk Islam, ‘Vedas AI’ untuk Hindu, serta ‘AI Buddha’.

    Kebanyakan menyebut diri mereka sebagai penghubung dengan kitab suci, bukan perwujudan kekudusan sejati.

    Nica, perempuan Filipina berusia 28 tahun yang tergabung dalam Gereja Anglikan, mengatakan ia menggunakan ChatGPT hampir setiap hari untuk mempelajari Alkitab, meskipun pendetanya meminta ia untuk berhenti.

    “Menurut saya itu tambahan,” kata Nica, yang menolak menyebutkan nama belakangnya.

    “Saya berada di komunitas Kristen dan suami saya serta saya memiliki mentor spiritual. Hanya saja terkadang saya memiliki pemikiran acak tentang Alkitab dan saya ingin segera mendapatkan jawaban,” ia menjelaskan.

    Tidak banyak yang mengakui penggunaan asisten AI dalam urusan agama, meskipun beberapa aplikasi ini telah diunduh jutaan kali.

    “Orang yang ingin percaya kepada Tuhan mungkin sebaiknya tidak bertanya kepada chatbot. Mereka juga harus berbicara dengan orang yang percaya,” kata perempuan bernama Emanuela saat meninggalkan Katedral St. Patrick di New York.

    Rabi Gilah Langner mengatakan halakhah yang merupakan kumpulan hukum agama dari Taurat, memiliki banyak interpretasi. Ia menilai umat Yahudi membutuhkan sesama umat Yahudi, dengan wawasan dan perspektif mereka, untuk menghubungkan mereka dengan tradisi iman mereka.

    “Saya rasa Anda tidak benar-benar mendapatkan hal itu dari AI. Mungkin saja akan sangat bernuansa, tetapi hubungan emosionalnya hilang,” kata Langner kepada AFP.

    “AI dapat membuat orang merasa terisolasi dan tidak terhubung secara organik dengan tradisi yang hidup,” ia menambahkan.

    Di sisi lain, komunitas Kristen tidak sepenuhnya menolak AI. Peter mengatakan ia telah berbicara dengan para pendeta dan mereka sepakat bahwa AI dapat menjadi alat untuk mendidik masyarakat.

    Tahun lalu, mendiang Paus Fransiskus menunjuk Demis Hassabis, salah satu pendiri laboratorium riset AI Google DeepMind, untuk melayani di akademi ilmiah Vatikan.

    Pada November 2023, Pendeta Jay Cooper dari Gereja Violet Crown City di Austin, Texas, meminta seorang asisten AI untuk menyampaikan khotbah lengkap. Ia memperingatkan umat paroki sebelumnya.

    “Beberapa orang panik, mengatakan bahwa kita sekarang adalah gereja AI,” kata Cooper. Namun, ia menilai kebaktian tersebut memikat beberapa orang yang biasanya tidak menghadiri gereja, terutama penggemar video game.

    Cooper mengatakan ia telah mempertimbangkan cara lain untuk mengintegrasikan AI ke dalam gerejanya tetapi belum mengulangi khotbah AI tersebut.

    “Saya senang kita melakukannya, tetapi itu tidak menyentuh inti dan semangat dari apa yang biasa kita lakukan,” katanya.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Paus Leo Tunjuk Elon Musk, Sebut Masalah Besar Manusia

    Paus Leo Tunjuk Elon Musk, Sebut Masalah Besar Manusia

    Jakarta, CNBC Indonesia – Paus Leo menyatakan tawaran upah US$ 1 triliun dari Tesla untuk CEO Elon Musk adalah bagian dari masalah besar, yaitu gaji CEO yang makin jauh di atas gaji karyawan.

    Kegelisahan Paus Leo soal upah CEO disampaikan dalam wawancara dengan Crux, sebuah media online Katolik.

    “CEO sekitar 60 tahun lalu penghasilannya 4 kali hingga 6 kali lipat dari karyawan … sekarang 600 kali lebih besar,” katanya dalam hasil wawancara yang dikutip oleh Reuters (15/9/2025).

    Wawancara tersebut dilakukan pada Juli lalu, tak lama setelah kabar paket kompensasi yang ditawarkan oleh Tesla kepada Musk.

    “Kemarin ada kabar Elon Musk bakal menjadi triliuner pertama di dunia. Apa artinya itu? Jika itu satu-satunya hal yang sekarang punya nilai, kita ada dalam masalah besar,” kata Paus Leo.

    Dalam wawancara untuk artikel biografi tersebut, Paus Leo juga bercerita soal pengalamannya bekerja sebagai misionaris di Peru dan harapannya untuk kedamaian di berbagai belahan dunia.

    Paus Leo dipilih sebagai Paus pada Mei lalu untuk menggantikan Paus Fransiskus yang wafat. Ia adalah paus pertama yang lahir di Amerika Serikat.

    Sebelumnya, Tesla dikabarkan menyiapkan paket kompensasi jumbo untuk CEO Elon Musk yang bisa menjadikannya triliuner pertama di dunia. Nilainya diperkirakan mencapai US$1 triliun atau sekitar Rp16.400 triliun.

    Dalam dokumen resmi, Tesla mengajukan rencana kompensasi berbasis saham untuk Musk jika perusahaan berhasil memenuhi target ambisius selama 10 tahun ke depan.

    Paket tersebut terdiri dari 12 tahap, dengan syarat mencakup peningkatan produksi mobil, lonjakan valuasi perusahaan, hingga pengembangan teknologi robotik dan kecerdasan buatan (AI).

    Supaya Musk mendapat pembayaran penuh, Tesla harus mencapai valuasi pasar US$ 2 triliun, mengirimkan 20 juta kendaraan, menghadirkan satu juta robotaxi yang beroperasi secara komersial, serta mengirimkan satu juta robot AI. Sebagai perbandingan, Tesla hanya mengirim kurang dari 2 juta mobil pada 2024.

    Musk juga diwajibkan bertahan di Tesla setidaknya 7,5 tahun untuk mencairkan sebagian saham, dan 10 tahun penuh untuk mendapatkan keseluruhan kompensasi.

    Rencana tersebut akan diajukan ke pemegang saham dalam rapat tahunan pada 6 November mendatang, demikian dikutip dari Global News, Senin (8/9/2025).

    Saat ini kekayaan bersih Musk mencapai lebih dari US$400 miliar menurut Forbes. Jika target Tesla tercapai, tambahan kompensasi ini bisa membuat kekayaan Musk melonjak hampir US$1 triliun.

    (dem/dem)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Sejarah Baru! Remaja Ini Resmi Jadi Santo Katolik Milenial Pertama

    Sejarah Baru! Remaja Ini Resmi Jadi Santo Katolik Milenial Pertama

    Jakarta, CNBC Indonesia – Seorang remaja yang meninggal karena leukemia pada 2006 menjadi santo Katolik pertama dari generasi milenial pada Minggu. Ia disahkan sebagai santo dalam sebuah upacara di Vatikan yang dipimpin oleh Paus Leo dan dihadiri oleh ribuan umat muda dari berbagai negara.

    Carlo Acutis, seorang remaja Italia kelahiran Inggris yang meninggal pada usia 15 tahun, dikagumi karena kekuatan imannya. Dia mempelajari kode komputer untuk membangun situs web guna menyebarkan imannya. Kisahnya telah menarik perhatian luas dari kaum muda Katolik, dan ia kini setara dengan Bunda Teresa dan Fransiskus dari Assisi.

    Foto: Carlo Acutis. (Dok. carloacutis)
    Carlo Acutis. (Dok. carloacutis)

    Paus Leo mengkanonisasi Acutis pada Minggu (7/9/2025) bersama Pier Giorgio Frassati, seorang pemuda Italia yang dikenal karena membantu mereka yang membutuhkan dan meninggal karena polio pada tahun 1920-an.

    Dalam sambutan dadakan kepada khalayak ramai di Lapangan Santo Petrus pada pembukaan acara, Paus Leo mengatakan Acutis dan Frassati adalah teladan kekudusan, dan teladan dalam membantu mereka yang membutuhkan.

    “Saudara sekalian, kita semua bersama-sama, dipanggil untuk menjadi orang kudus,” kata Paus kepada khalayak muda, seperti dilaporkan Reuters.

    Kanonisasi Acutis telah dinantikan oleh banyak pemuda Katolik selama berbulan-bulan. Awalnya dijadwalkan pada bulan April, tetapi ditunda setelah wafatnya Paus Fransiskus.

    Antonio D’Averio, 24 tahun, yang hadir dalam upacara tersebut, menyebut kanonisasi sebagai “sebuah uluran tangan Gereja kepada kami kaum muda.” D’Averio mengatakan bahwa ia adalah seorang pemrogram komputer dan sangat terkesan dengan kisah Acutis.

    “Acutis juga sangat bersemangat belajar tentang ilmu komputer,” kata pemuda itu. “Bagi seorang santo … ini tentu sesuatu yang baru. Ini juga sesuatu yang, menurut saya, dibutuhkan.”

    (hsy/hsy)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Perang Rusia Vs Ukraina Masih Membara

    Perang Rusia Vs Ukraina Masih Membara

    Jakarta

    Pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Kursk di Rusia kebakaran setelah militer negara tersebut menembak jatuh sebuah pesawat nirawak Ukraina. Saat ini kobaran api di PLTN tersebut telah berhasil dipadamkan.

    “Perangkat itu meledak saat menghantam PLTN Kursk di Rusia barat”, ujar pihak PLTN Kursk, dilansir AFP, Minggu (24/8/2025).

    Usai jatuh menghantam PLTN, drone tersebut memicu kobaran api yang menurut pihak PLTN “telah dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran”.

    Berdasarkan laporan, tidak ada korban jiwa atas jatuhnya pesawat nirawak di lokasi tersebut.

    “Latar belakang radiasi di lokasi industri PLTN Kursk dan sekitarnya tidak berubah dan masih berada dalam batas alami,” tulis pihak PLTN di Telegram.

    Respons Rusia

    Penjabat Gubernur Kursk, Alexander Khinshtein, angkat bicara terkait serangan Ukraina yang mengakibatkan terbakarnya PLTN Kursk saat pesawat drone tersebut jatuh. Ia mengatakan, serangan Ukraina tersebut menciptakan ancaman bagi keselamatan nuklir.

    “Serangan ini merupakan ancaman bagi keselamatan nuklir dan pelanggaran semua konvensi internasional,” tulis Khinshtein di aplikasi perpesanan Telegram, dilansir AFP, Minggu (24/8).

    Sementara itu, PLTN Kursk dalam sebuah pernyataan mengatakan serangan pesawat nirawak Ukraina terhadap PLTN itu merusak sebuah transformator tambahan dan menyebabkan penurunan kapasitas operasi sebesar 50% di unit tiga PLTN tersebut.

    Ukraina Rayakan Kemerdekaan

    Ukraina melancarkan serangan pesawat nirawak ke Rusia yang memicu kebakaran di sebuah pembangkit listrik tenaga nuklir saat merayakan hari kemerdekaannya. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengatakan serangan Ukraina tersebut dilakukan usai seruan perdamaiannya diabaikan.

    Diketahui, setelah serangkaian diplomasi dan desakan Presiden AS Donald Trump untuk menengahi pertemuan puncak antara rekan-rekannya dari Rusia dan Ukraina, prospek perdamaian tampaknya mandek ketika Rusia mengesampingkan kemungkinan pertemuan langsung antara Vladimir Putin dan Volodymyr Zelensky.

    Saling balas antara Ukraina dan Rusia masih terus terjadi dalam perang yang telah berlangsung selama tiga setengah tahun. Hari ini, Ukraina membalasnya dengan serangan pesawat nirawak yang ditembak jatuh oleh Rusia dan mengakibatkan terbakarnya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Kursk di Rusia barat.

    Ukraina juga mengirim sepuluh pesawat tanpa awak yang akhirnya juga ditembak jatuh di atas pelabuhan Ust-Luga di Teluk Finlandia. Jatuhnya pesawat drone tersebut memicu kebakaran di terminal bahan bakar milik perusahaan energi Rusia Novatek.

    Sementara itu, Ukraina mengatakan Rusia telah menyerangnya semalam dengan rudal balistik dan 72 pesawat tanpa awak Shahed buatan Iran, 48 di antaranya menurut angkatan udara telah ditembak jatuh. Serangan pesawat nirawak Rusia menewaskan seorang perempuan berusia 47 tahun di wilayah timur Dnipropetrovsk.

    Pertempuran terbaru terjadi saat Ukraina memperingati hari kemerdekaannya pada tahun 1991 setelah pecahnya Uni Soviet. Zelensky menyebut Ukraina menyerang saat seruan perdamaiannya diabaikan.

    “Beginilah Ukraina menyerang ketika seruannya untuk perdamaian diabaikan,” kata Zelensky dalam pidato hari kemerdekaannya, dilansir AFP, Minggu (24/8).

    “Hari ini, baik AS maupun Eropa sepakat: Ukraina belum sepenuhnya menang, tetapi pasti tidak akan kalah. Ukraina telah mengamankan kemerdekaannya. Ukraina bukanlah korban; ia adalah pejuang,” kata Zelensky.

    Dalam peringatan kemerdekaan Ukraina tersebut, hadir Perdana Menteri Kanada Mark Carney di Kyiv. Carney menyebut “perdamaian yang adil dan abadi bagi Ukraina”.

    Zelensky berterima kasih kepada para pemimpin dunia lainnya termasuk Presiden AS Donald Trump, Presiden Tiongkok Xi Jinping, Raja Charles, dan Paus Fransiskus atas pesan yang dikirimkan untuk memperingati peristiwa tersebut.

    Rusia kini menguasai sekitar seperlima wilayah Ukraina, termasuk Semenanjung Krimea, yang dianeksasinya pada tahun 2014. Pertempuran telah memaksa jutaan orang mengungsi dari rumah mereka dan menghancurkan kota-kota serta desa-desa di wilayah timur dan selatan Ukraina.

    Putin telah berulang kali menolak seruan dari Ukraina dan Barat untuk gencatan senjata tanpa syarat dan segera.

    Pada Jumat, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan “tidak ada pertemuan” antara Putin dan Zelensky yang direncanakan karena upaya mediasi Trump tampaknya terhenti, sementara Zelensky menuduh Rusia mencoba memperpanjang serangan.

    Halaman 2 dari 2

    (yld/rfs)

  • Ukraina Rayakan Kemerdekaan dengan Serangan Drone ke Rusia

    Ukraina Rayakan Kemerdekaan dengan Serangan Drone ke Rusia

    Jakarta

    Ukraina melancarkan serangan pesawat nirawak ke Rusia yang memicu kebakaran di sebuah pembangkit listrik tenaga nuklir saat merayakan hari kemerdekaannya. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengatakan serangan Ukraina tersebut dilakukan usai seruan perdamaiannya diabaikan.

    Diketahui, setelah serangkaian diplomasi dan desakan Presiden AS Donald Trump untuk menengahi pertemuan puncak antara rekan-rekannya dari Rusia dan Ukraina, prospek perdamaian tampaknya mandek ketika Rusia mengesampingkan kemungkinan pertemuan langsung antara Vladimir Putin dan Volodymyr Zelensky.

    Saling balas antara Ukraina dan Rusia masih terus terjadi dalam perang yang telah berlangsung selama tiga setengah tahun. Hari ini, Ukraina membalasnya dengan serangan pesawat nirawak yang ditembak jatuh oleh Rusia dan mengakibatkan terbakarnya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Kursk di Rusia barat.

    Ukraina juga mengirim sepuluh pesawat tanpa awak yang akhirnya juga ditembak jatuh di atas pelabuhan Ust-Luga di Teluk Finlandia. Jatuhnya pesawat drone tersebut memicu kebakaran di terminal bahan bakar milik perusahaan energi Rusia Novatek.

    Sementara itu, Ukraina mengatakan Rusia telah menyerangnya semalam dengan rudal balistik dan 72 pesawat tanpa awak Shahed buatan Iran, 48 di antaranya menurut angkatan udara telah ditembak jatuh. Serangan pesawat nirawak Rusia menewaskan seorang perempuan berusia 47 tahun di wilayah timur Dnipropetrovsk.

    Zelensky sebut Ukraina adalah Pejuang

    Pertempuran terbaru terjadi saat Ukraina memperingati hari kemerdekaannya pada tahun 1991 setelah pecahnya Uni Soviet. Zelensky menyebut Ukraina menyerang saat seruan perdamaiannya diabaikan.

    “Beginilah Ukraina menyerang ketika seruannya untuk perdamaian diabaikan,” kata Zelensky dalam pidato hari kemerdekaannya, dilansir AFP, Minggu (24/8/2025).

    “Hari ini, baik AS maupun Eropa sepakat: Ukraina belum sepenuhnya menang, tetapi pasti tidak akan kalah. Ukraina telah mengamankan kemerdekaannya. Ukraina bukanlah korban; ia adalah pejuang,” kata Zelensky.

    Dalam peringatan kemerdekaan Ukraina tersebut, hadir Perdana Menteri Kanada Mark Carney di Kyiv. Carney menyebut “perdamaian yang adil dan abadi bagi Ukraina”.

    Zelensky berterima kasih kepada para pemimpin dunia lainnya termasuk Presiden AS Donald Trump, Presiden Tiongkok Xi Jinping, Raja Charles, dan Paus Fransiskus atas pesan yang dikirimkan untuk memperingati peristiwa tersebut.

    Rusia kini menguasai sekitar seperlima wilayah Ukraina, termasuk Semenanjung Krimea, yang dianeksasinya pada tahun 2014.

    Pertempuran telah memaksa jutaan orang mengungsi dari rumah mereka dan menghancurkan kota-kota serta desa-desa di wilayah timur dan selatan Ukraina.

    Putin telah berulang kali menolak seruan dari Ukraina dan Barat untuk gencatan senjata tanpa syarat dan segera.

    Pada Jumat, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan “tidak ada pertemuan” antara Putin dan Zelensky yang direncanakan karena upaya mediasi Trump tampaknya terhenti, sementara Zelensky menuduh Rusia mencoba memperpanjang serangan.

    Lihat juga Video Ukraina Peringati Kemerdekaan, Zelensky: Kini Kita Lebih Kuat

    Halaman 2 dari 2

    (yld/gbr)

  • Uskup Perempuan LGBT Terpilih Jadi Pemimpin Gereja Anglikan Inggris

    Uskup Perempuan LGBT Terpilih Jadi Pemimpin Gereja Anglikan Inggris

    Cardiff

    Uskup Cherry Vann terpilih sebagai Uskup Agung Gereja di Wales, atau Church in Wales, sebuah Gereja Anglikan di Inggris Raya. Dia menjadi perempuan pertama dan rohaniwati LGBT pertama yang ditunjuk untuk memimpin gereja-gereja Anglikan di Inggris.

    Meskipun Komuni Anglikan internasional yang lebih luas sebelumnya telah memiliki uskup yang secara terbuka gay, terutama Gene Robinson di Amerika Serikat (AS), Vann akan menjadi lesbian pertama yang menjabat sebagai Uskup Agung di Gereja Anglikan secara global.

    Church in Wales, yang memisahkan diri dari Gereja Inggris (Church of England) tahun 1920 silam, seperti dilansir Reuters, Jumat (1/8/2025), memilih Vann untuk jabatan tersebut pada Rabu (30/7) waktu setempat.

    Vann merupakan salah satu wanita pertama yang ditahbiskan sebagai pendeta di Gereja Inggris pada tahun 1994, dan kemudian menjabat sebagai Archdeacon Rochdale, di Inggris utara, sebelum pindah ke Wales.

    Dia berafiliasi dengan Open Table Network, sebuah inisiatif Kristen yang menawarkan ibadah dan dukungan bagi kaum LGBTQ+.

    Menurut biografi resminya, Vann tinggal bersama pasangan sipilnya, Wendy, dan dua anjing peliharaan mereka. Meskipun Church in Wales tidak melangsungkan pernikahan sesama jenis, namun Gereja mengizinkan pendeta untuk menjalin kemitraan sipil.

    Tonton juga video “Uskup Agung: Kita Wujudkan Harapan Paus Fransiskus yang Belum Tercapai” di sini:

    Vann akan menggantikan Andrew John, yang mengundurkan diri pada Juni lalu setelah publikasi dua laporan internal gereja pada Mei yang memicu kekhawatiran tentang tata kelola dan perlindungan. Tidak ada indikasi soal kesalahan yang dilakukan John dalam laporan itu.

    Dalam pernyataan pertamanya setelah pengangkatannya, Vann yang berusia 66 tahun ini memastikan masalah yang muncul ditangani dengan benar.

    “Hal pertama yang perlu saya lakukan adalah memastikan bahwa isu-isu yang telah diangkat dalam enam bulan terakhir ditangani dengan benar,” ucapnya.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Alasan Israel Peluru Nyasar saat Gereja Katolik di Gaza Kena Sasar

    Alasan Israel Peluru Nyasar saat Gereja Katolik di Gaza Kena Sasar

    Gaza

    Gereja Keluarga Kudus di Gaza, Palestina turut menjadi sasaran serangan militer Israel. Israel beralasan ada amunisi nyasar hingga menghantam gereja katolik satu-satunya di Gaza tersebut.

    Serangan itu menewaskan 3 orang dan 10 orang lainnya terluka. Salah satu korban ialah pastor paroki Pastor Gabriel Romanelli.

    Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyatakan penyesalannya setelah militernya menyerang gereja. Dia juga berjanji akan melakukan penyelidikan.

    “Israel sangat menyesalkan sebuah amunisi nyasar yang mengenai Gereja Keluarga Kudus di Gaza. Setiap nyawa tak berdosa yang hilang adalah sebuah tragedi,” kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan, dilansir AFP, Jumat (18/7/2025).

    Para saksi mata dan Patriark Latin mengatakan sebuah granat tank menghantam gereja sekitar pukul 10.30 pagi waktu setempat (07.30 GMT). Disebutkan serangan itu berasal dari tembakan tank Israel.

    Netanyahu buka suara ke publik terkait serangan militer Israel ke gereja katolik setelah melakukan panggilan telepon dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

    Militer Israel mengatakan penyelidikan awal menunjukkan bahwa pecahan granat mengenai gereja secara tidak sengaja. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Israel juga menyampaikan permintaan maaf.

    “Israel menyampaikan duka cita yang mendalam atas kerusakan yang terjadi pada Gereja Keluarga Kudus di Kota Gaza dan atas jatuhnya korban sipil,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Israel dalam sebuah unggahan media sosial, dilansir Aljazeera, Kamis (17/7/2025).

    Kemlu Israel mengklaim “Israel tidak pernah menargetkan gereja atau tempat ibadah”. Meski pada kenyataannya, Israel telah menyerang puluhan masjid dan gereja sejak perang di Gaza berkecamuk.

    Italia Kecam Serangan Israel ke Gereja Katolik

    PM Italia Giorgia Meloni (Foto: dok. Instagram/@giorgiameloni)

    PM Italia Giorgia Meloni mengatakan serangan Israel di Gaza juga telah menghantam Holy Family Church, sebuah paroki di Kota Gaza yang secara rutin dihubungi oleh mendiang Paus Fransiskus selama perang.

    “Serangan terhadap penduduk sipil yang dilakukan oleh Israel selama berbulan-bulan tidak dapat diterima,” tulis Meloni dalam sebuah unggahan di media sosial X.

    “Tidak ada tindakan militer yang dapat membenarkan perilaku seperti itu,” cetusnya.

    Dari populasi Jalur Gaza yang berjumlah lebih dari dua juta jiwa, sekitar 1.000 orang beragama Kristen. Sebagian besar dari mereka beragama Ortodoks, tetapi menurut Patriarkat Latin, terdapat sekitar 135 umat Katolik di wilayah tersebut.

    Sejak awal perang Gaza yang meletus pada Oktober 2023, umat Katolik telah berlindung di kompleks gereja tersebut, dan beberapa umat Kristen Ortodoks juga telah berlindung di sana.

    Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani mengutuk serangan ke gereja Katolik itu. “Saya menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada Pastor Romanelli, yang terluka dalam serangan itu,” tulis Tajani di X.

    Paus Leo Minta Perang Diakhiri

    Paus Leo XIV (Foto: REUTERS/Yara Nardi)

    PM Israel Benjamin Netanyahu lalu menelepon Paus Leo XIV. Dalam kesempatan itu, Paus Leo XIV kembali menyerukan negosiasi, gencatan senjata, dan diakhirinya perang.

    Pemimpin tertinggi dalam Gereja Katolik itu juga mengingatkan Netanyahu bahwa tempat ibadah penting untuk dilindungi.

    “Selama percakapan tersebut, Bapa Suci kembali menyerukan agar perundingan dihidupkan kembali dan gencatan senjata serta perang segera berakhir,” demikian pernyataan Vatikan, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (18/7).

    Vatikan mengatakan Netanyahu memulai panggilan tersebut pada Jumat (18/7) atau sehari setelah tembakan Israel di Gereja Keluarga Kudus di Kota Gaza. Serangan Israel ke Gereja Keluarga Kudus di Kota Gaza menewaskan tiga orang dan memicu kecaman internasional.

    Paus Leo kembali menyatakan keprihatinannya atas situasi kemanusiaan yang memprihatinkan yang dialami penduduk Gaza, yang mana korbannya “sangat menyedihkan, terutama anak-anak, orang lanjut usia, dan orang sakit”.

    “Terakhir, Bapa Suci menegaskan kembali urgensi perlindungan tempat ibadah, khususnya umat beriman dan seluruh masyarakat di Palestina dan Israel,” imbuhnya.

    Halaman 2 dari 3

    (jbr/lir)

  • Dalih Israel Peluru Nyasar Usai Bikin Gereja Katolik di Gaza Hancur

    Dalih Israel Peluru Nyasar Usai Bikin Gereja Katolik di Gaza Hancur

    Jakarta

    Militer Israel menghancurkan satu-satunya gereja di Gaza. Bisa-bisanya Israel menyalahkan peluru nyasar atas serangan yang menewaskan tiga orang itu.

    Dirangkum detikcom, Sabtu (19/7/2025), militer Israel menyerang satu-satunya gereja Katolik di Gaza hingga melukai beberapa orang. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Israel menyampaikan permintaan maaf.

    “Israel menyampaikan duka cita yang mendalam atas kerusakan yang terjadi pada Gereja Keluarga Kudus di Kota Gaza dan atas jatuhnya korban sipil,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Israel dalam sebuah unggahan media sosial, dilansir Aljazeera, Kamis (17/7).

    Kemlu Israel mengklaim “Israel tidak pernah menargetkan gereja atau tempat ibadah”. Meski pada kenyataannya, Israel telah menyerang puluhan masjid dan gereja sejak perang di Gaza berkecamuk.

    Bulan lalu, sebuah laporan komisi independen Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan bahwa Israel telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan berupa “pemusnahan” dengan menyerang warga sipil Palestina yang berlindung di tempat-tempat ibadah dan sekolah-sekolah di Gaza.

    Laporan Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB tentang wilayah Palestina yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur dan Israel, menyatakan bahwa Israel telah menghancurkan lebih dari separuh situs keagamaan dan budaya di wilayah tersebut, serta lebih dari 90 persen gedung sekolah dan universitas di Gaza.

    Netanyahu Berdalih Peluru Nyasar

    Foto: Benjamin Netanyahu (BBC World).

    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan penyesalannya setelah pihaknya menyerang satu-satunya gereja di Gaza. Ia menyesali tembakan nyasar dari tank Israel hingga menewaskan tiga orang tersebut.

    Dilansir AFP, Netanyahu menyalahkan peluru nyasar atas kematian tiga orang tersebut. Ia buka suara ke publik setelah melakukan panggilan telepon dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

    Sebagai informasi, selain 3 orang tewas, sebanyak 10 orang lainnya juga dilaporkan terluka dalam serangan di Gereja Keluarga Kudus di Kota Gaza, satu-satunya rumah ibadah Katolik di wilayah itu. Salah satu korban termasuk pastor paroki Pastor Gabriel Romanelli.

    Para saksi mata dan Patriark Latin mengatakan sebuah granat tank menghantam gereja sekitar pukul 10.30 pagi waktu setempat (07.30 GMT), tetapi militer Israel kemudian mengatakan penyelidikan awal menunjukkan bahwa pecahan granat mengenai gereja secara tidak sengaja.

    Paus Leo XIV pun buka suara atas serangan itu. Ia mengaku sangat berduka atas hilangnya nyawa di Gereja Keluarga Kudus, yang selalu dihubungi oleh mendiang Paus Fransiskus selama perang antara Israel dan militan Hamas.

    Sementara itu, pihak militer Israel menegaskan telah melakukan segala upaya yang memungkinkan untuk mengurangi kerugian bagi warga sipil dan bangunan keagamaan. Netanyahu juga berjanji akan melakukan penyelidikan.

    “Israel sangat menyesalkan sebuah amunisi nyasar yang mengenai Gereja Keluarga Kudus di Gaza. Setiap nyawa tak berdosa yang hilang adalah sebuah tragedi,” kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan.

    Kemudian, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan Trump telah menghubungi Netanyahu setelah tidak ada reaksi positif terhadap berita serangan tersebut.

    “Israel telah membuat kesalahan dengan menyerang gereja Katolik itu, itulah yang disampaikan perdana menteri kepada presiden,” katanya.

    Halaman 2 dari 2

    (whn/wnv)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Israel Serang Satu-satunya Gereja Katolik di Gaza, Italia Mengutuk!

    Israel Serang Satu-satunya Gereja Katolik di Gaza, Italia Mengutuk!

    Jakarta

    Pemerintah Italia mengutuk serangan Israel terhadap satu-satunya gereja Katolik di Gaza yang melukai beberapa orang. Perdana Menteri (PM) Italia Giorgia Meloni menyebut serangan terhadap warga sipil pada Kamis (17/7) itu “tak bisa diterima”.

    Serangan ke gereja Holy Family Church itu terjadi ketika badan pertahanan sipil Gaza melaporkan bahwa serangan Israel menewaskan 18 orang di seluruh wilayah Palestina itu pada hari Kamis ini.

    “Holy Family Church di Gaza telah diserang pagi ini. Ada beberapa orang yang terluka di tempat itu, termasuk Pastor Paroki, Romo Gabriel Romanelli,” kata Patriarkat Latin Yerusalem dalam sebuah pernyataan, dilansir kantor berita AFP, Kamis (17/7/2025).

    Ditambahkan bahwa tidak ada korban jiwa yang terkonfirmasi, tetapi gereja tersebut mengalami kerusakan.

    Juru bicara pertahanan sipil Gaza, Mahmud Bassal, mengatakan kepada AFP bahwa serangan terhadap gereja Katolik tersebut mengakibatkan korban luka-luka, termasuk seorang pastor.

    Ketika dimintai komentar atas penyerangan itu, militer Israel mengatakan sedang “menyelidikinya”

    – ‘Tindakan serius’ –
    PM Giorgia Meloni mengatakan bahwa “serangan Israel di Gaza juga telah menghantam “Holy Family Church”, sebuah paroki di Kota Gaza yang secara rutin dihubungi oleh mendiang Paus Fransiskus selama perang.

    “Serangan terhadap penduduk sipil yang dilakukan oleh Israel selama berbulan-bulan tidak dapat diterima,” tulis Meloni dalam sebuah unggahan di media sosial X.

    “Tidak ada tindakan militer yang dapat membenarkan perilaku seperti itu,” cetusnya.

    Dari populasi Jalur Gaza yang berjumlah lebih dari dua juta jiwa, sekitar 1.000 orang beragama Kristen. Sebagian besar dari mereka beragama Ortodoks, tetapi menurut Patriarkat Latin, terdapat sekitar 135 umat Katolik di wilayah tersebut.

    Sejak awal perang Gaza yang meletus pada Oktober 2023, umat Katolik telah berlindung di kompleks gereja tersebut, dan beberapa umat Kristen Ortodoks juga telah berlindung di sana.

    Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani mengutuk serangan ke gereja Katolik itu.

    “Saya menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada Pastor Romanelli, yang terluka dalam serangan itu,” tulisnya di X.

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Paus Leo XIV Mengirim Pesan Penting Lewat Kata dan Perbuatan

    Paus Leo XIV Mengirim Pesan Penting Lewat Kata dan Perbuatan

    Jakarta

    Dia adalah paus pertama dalam 13 tahun terakhir yang mengambil libur. Setelah dua bulan menjabat, Paus Leo XIV menginap di Castel Gandolfo untuk menghindari cuaca panas pada bulan Juli di Roma. Castel Gandolfo adalah kediaman musim panas kepausan yang terletak 460 meter di atas permukaan laut, tempat yang ideal ditinggali saat gelombang panas melanda kota. Selama hampir dua minggu, Paus Leo tinggal di sana.

    Paus sebelumnya, Fransiskus (2013-2025), tidak pernah berlibur ke Castel Gandolfo, dan dengan itu tidak menjalankan tradisi yang sudah berlangsung selama berabad-abad. Hal ini mengecewakan penduduk setempat , dan juga berdampak pada menurunnya pariwisata lokal. Tapi sekarang, Paus Leo datang!

    Sejak pemilihannya oleh para kardinal, banyak yang membuat perbandingan: Apa yang dilakukan Paus Leo secara berbeda dari paus sebelumnya? Berlibur ke Castel Gandolfo hanyalah salah satu contohnya. Contoh yang paling terlihat adalah penampilan pria asal Amerika Serikat ini setelah terpilih sebagai Paus dalam konklaf.

    Paus Fransiskus vs. Paus Leo

    Saat terpilih menjadi Paus, Fransiskus tampil sederhana dengan jubah putih polos pada 13 Maret 2013, Sementara Paus Leo tampil dengan pakaian megah tradisi kepausan setelah terpilih pada 8 Mei 2025. Sebagai paus, ia mengenakan jubah yang dirancang secara elegan. Mobil kepausan Fiat putih yang biasa digunakan Fransiskus untuk berkeliling Roma dan saat bepergian ke luar negeri, tidak lagi terlihat.

    Banyak yang berharap Paus Leo akan pindah ke Istana Apostolik setelah musim panas. Ini berarti tradisi lama akan kembali dilanjutkan.

    Namun, terlepas dari beberapa simbol yang menggambarkan citra konservatif, Paus Leo telah mengekspresikan dirinya selama 70 hari pertamanya lewat gagasan konkrit yang “mencuatkan” euforia sejumlah umat Katolik konservatif terutama di Amerika Serikat. Keputusan Paus Leo dalam penunjukan beberapa uskup turut mendukung hal ini.

    Momen-momen penting pada minggu pertama di Castel Gandolfo

    Minggu pertama Paus di Castel Gandolfo menarik banyak perhatian, terutama setelah sebelumnya Vatikan mengumumkan rencana Paus Leo berlibur. Tidak ada audiensi dan pidato penting yang diekspektasikan terjadi di sana.

    Selain itu, selama hari-hari liburannya di Castel Gandolfo, Paus Leo mengirimkan pesan untuk konferensi “AI for Good Summit 2025″ di Jenewa, yang membahas regulasi global dan etika kecerdasan buatan (AI). Paus Leo memperingatkan, dalam menggunakan kecerdasan buatan, diperlukan prinsip-prinsip yang jelas, seperti pengakuan bersama martabat dan kebebasan fundamental manusia yang tidak dapat diganggu gugat”. Tema ini sepertinya menjadi perhatian utama Paus Leo.

    Paus Leo melanjutkan kontroversi teologis di Castel Gandolfo, dengan membahas kepemimpinan AS. Dalam khotbah Minggu di gereja desa setempat, ia berkothbah tentang, “Perumpamaan tentang Orang Samaria yang Baik Hati”. Namun, justru khotbah inilah yang melambangkan kontroversi antara Gereja Katolik dan Wakil Presiden AS, JD Vance, yang menjadi anggota Gereja Katolik beberapa tahun yang lalu.

    Paus Fransiskus menentang pandangan Vance, yang menganggap seorang migran bukanlah “sesama” yang perlu diberi bantuan. Vence menekankan bahwa keluarga, dan orang terdekatnya sajalah yang pantas dipedulikan, kepedulian terhadap para migran dan kaum yang terpinggirkan tidak diperlukan. Leo XIV tidak setuju bahwa hanya orang-orang satu keluarga, bangsa, dan agama yang dapat disebut sesama. Baginya, belas kasih Kristiani tidak memandang latar belakang.

    Sinyal paling penting dalam lingkungan Gereja Katolik di bulan-bulan pertama Paus Leo menjabat, disampaikan bersamaan dengan keberangkatan ke Castel Gandolfo. Paus Leo meretui kelanjutan Proyek Paus Fransiskus. Vatikan mengumumkan, proyek reformasi Sinode Dunia, yang bertujuan untuk menciptakan dialog antar lapisan dalam Gereja, akan dilanjutkan hingga tahun 2028.

    “Bukan hal yang lazim”

    Jörg Ernesti, Sejarawan Gereja dari Augsburg, Jerman, dalam wawancara dengan DW menjelaskan, Paus Leo XIV sejak awal kepausannya berkomitmen untuk melanjutkan warisan pendahulunya, yang secara khusus mewujudkan semangat sinodalitas, yaitu keterlibatan bersama dalam pengambilan keputusan Gereja.

    Namun, Ernesti juga mengatakan, ini bukan hal yang lazim, sebab secara aturan, semua proses sinode (pertemuan uskup dan juga perwakilan awam) atau konsili (pertemuan resmi uskup Gereja katolik sedunia), biasanya ditangguhkan atau dibatalan jika seorang paus wafat. Tidak ada paus yang wajib meneruskan program atau proses yang sudah dimulai oleh pendahulunya.

    Ernesti menyebut hal yang menarik bahwa “Pertemuan Gerejawi” di Vatikan direncanakan pada tahun 2028 sebagai acara puncak. Ia menambahkan, pertemuan “Konsili dan sinode merupakan momen yang penting” dalam penentuan arah gereja ke depannya.

    Jadwal yang akan dilakukan pada tahun 2026 dan 2027.adalah kembali melakukan dialog dan konsultasi dengan keterlibatan eksplisit kaum awam di tingkat keuskupan masing-masing, dan konferensi para uskup nasional. Dilanjutkan konferensi gereja antar benua pada awal 2028 dan puncaknya konferensi gereja sedunia di Vatikan bulan Oktober 2028,

    Namun sejumlah tema tetap menjadi bahan perdebatan terbuka, seperti pertanyaan tentang kemungkinan jabatan tahbisan bagi perempuan. Selama masa kepausannya, Paus Fransiskus terlihat semakin berhati-hati bahkan cenderung menghindar dalam memberikan ruang bagi perempuan untuk ditahbiskan dalam jabatan gerejawi. Kini, persoalan tersebut akan menjadi salah satu tantangan yang harus dibahas paus penerusnya.

    Artikel ini pertama kali terbit dalam Bahasa Jerman

    Diadaptasi oleh Sorta Caroline

    Editor: Agus Setiawan

    (ita/ita)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini