Tag: Paus Fransiskus

  • Saat Pemakaman Paus Fransiskus, Donald Trump Terekam Main Ponsel dan Bisik-bisik dengan Melania – Halaman all

    Saat Pemakaman Paus Fransiskus, Donald Trump Terekam Main Ponsel dan Bisik-bisik dengan Melania – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Misa pemakaman Paus Fransiskus telah dilangsungkan pada Sabtu (26/4/2025) kemarin waktu Vatikan.

    Dalam video yang beredar luas di platform X (sebelumnya Twitter), akun @KremlinTrolls memposting rekaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang sibuk memeriksa dan mengetik di ponselnya selama bagian tengah misa pemakaman Paus Fransiskus.

    Sesaat setelah mengetik, Trump cepat-cepat menyelipkan ponselnya ke dalam jas.

    Sayangnya, aksinya sudah terlanjur terekam dan viral.

    Menurut laporan Huffington Post Spanyol, banyak warganet yang mengecam perilaku tersebut sebagai “kurang ajar”,

    “Bahkan di saat duka dunia, dia masih tidak bisa melepaskan ponselnya,” bunyi salah satu komentar.

    Bisik-Bisik Trump dan Melania di Tengah Doa

    Tidak hanya sibuk dengan ponselnya, Trump tertangkap kamera berbicara dengan Melania Trump selama bagian homili misa, tepat saat para pelayat lain sedang terdiam khusyuk.

    Mengutip laporan Page Six, Trump tampak membisikkan sesuatu yang membuat Melania tersenyum kecil, meskipun suasana misa penuh duka dan kesunyian.

    Adegan ini menimbulkan kesan bahwa pasangan itu kurang menghargai kekhidmatan misa.

    Melania tampil dalam balutan busana hitam dengan mantilla renda klasik, mengikuti protokol Vatikan.

    Ekspresi senyum kecilnya saat misa menjadi bahan perdebatan publik.

    Tak sedikit yang menilai sikapnya tidak selaras dengan nuansa prosesi pemakaman.

    Trump Juga Langgar Aturan Berbusana Vatikan?

    Selain insiden ponsel dan bisik-bisik, Trump dikritik karena pilihannya memakai dasi berwarna biru muda.

    Menurut laporan Cadena SER, protokol Vatikan menganjurkan para pria mengenakan setelan gelap dan dasi hitam dalam acara pemakaman Paus.

    Dasi biru muda Trump dianggap mencolok dan “melanggar kode kesopanan” tradisional Vatikan.

    Meskipun pelanggaran ini tidak separah insiden ponsel, banyak analis menilai Trump kembali menunjukkan “ketidakpekaan diplomatik” di panggung internasional.

    Kritik Pedas

    Respons global terhadap aksi Trump di Vatikan sangat beragam.

    Sebagian besar pengguna media sosial mengecam keras.

    Banyak yang menganggap insiden ini memperkuat reputasi Trump sebagai tokoh yang “tidak bisa membaca suasana” dan “menempatkan egonya di atas penghormatan publik.”

    Sejumlah pendukung Trump membela tindakan tersebut.

    Mereka mengeklaim Trump, “mungkin harus menangani urusan darurat negara” atau “berkomunikasi dengan timnya” bahkan saat menghadiri pemakaman.

    Sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari kantor Donald Trump maupun Melania Trump mengenai insiden ini.

    Patut dicatat, kehadiran Donald Trump di pemakaman Paus Fransiskus juga memiliki dimensi diplomatik penting.

    Mengutip Reuters, sebelum misa dimulai, Trump bahkan sempat melakukan pertemuan singkat dan berjabat tangan dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky.

    Momen ini mengundang spekulasi tentang kemungkinan “rekonsiliasi diam-diam” setelah ketegangan politik di beberapa waktu lalu.

    (Tribunnews.com, Andari Wulan Nugrahani)

  • Jokowi: Kami Berdoa agar Paus Fransiskus Beristirahat dalam Damai Abadi
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        27 April 2025

    Jokowi: Kami Berdoa agar Paus Fransiskus Beristirahat dalam Damai Abadi Nasional 27 April 2025

    Jokowi: Kami Berdoa agar Paus Fransiskus Beristirahat dalam Damai Abadi
    Penulis
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (
    Jokowi
    ) mendoakan agar
    Paus Fransiskus
    beristirahat dalam damai. Doa itu disampaikan Jokowi dari alun-alun Basilika Santo Petrus,
    Vatikan
    .
    Diketahui, Jokowi menjadi utusan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadiri misa
    pemakaman Paus Fransiskus
    pada Sabtu, 26 April 2025.
    “Kami semua berdoa agar yang teramat suci Paus Fransiskus beristirahat dalam damai abadi dan semoga jiwanya diterima di pangkuan Tuhan yang maha kasih. Amin,” kata Jokowi dikutip dari video yang diunggah di akun Instagram @
    jokowi
    pada Minggu (27/4/2025).
    Sebelumnya, Jokowi juga mengucapkan duka cita atas wafatnya Paus Fransiskus pada 21 April 2025 lalu.
    “Pertama-tama, kami ingin menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam atas wafatnya yang teramat suci Paus Fransiskus,” ujarnya.
    Menurut Jokowi, kedatangannya ke Vatikan bukan hanya untuk mewakili Presiden Prabowo, tetapi menyampaikan pesan dari Prabowo.
    “Juga menyampaikan pesan dari Presiden Prabowo Subianto serta seluruh umat khatolik yang menghadiri pemakaman di
    vatikan
    karena kita kehilangan seorang panutan yang memberikan warisan kecintaan atas perdamaian dunia. Kemudian, warisan atas kerendahan hati dan juga warisan untuk seluruh bangsa-bangsa di dunia ini,” katanya.
    Sebagai utusan Presiden Prabowo, Jokowi juga tidak sendiri. Melainkan, bersama-sama dengan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai, Wakil Menteri Keuangan Thomas Dwijandono, dan Mantan Menteri ESDM Ignasius Jonan.
    Dalam video kurang dari tiga menit yang diunggah Jokowi tersebut lantas memperlihatkan saat mantan Wali Kota Solo itu tiba di kawasan Vatikan.
    Jokowi lantas berjalan didampingi Jonan dan Thomas Djiwandono di dalam Basilika Santo Petrus, tempat peti jenazah Paus Fransiskus disemayamkan.
    Kemudian, Jokowi tampak berdoa sebentar di depan peti jenazah Paus Fransiskus.
    Dalam video terlihat tangan Jokowi menengadah di depan dada. Wajahnya menunduk takzim. Di samping kanan dan kirinya berdiri dengan khusyuk dan tampak berdoa Jonan dan Thomas Djiwandono.
    Kemudian, Jokowi diketahui mengikuti misa sebelum pemakaman Paus Fransiskus di alun-alun Basilika Santo Petrus.
    Paus Fransiskus menghembuskan nafas terakhirnya akibat stroke dan serangan jantung di usia 88 tahun pada 21 April 2025.
    Berita duka tersebut disampaikan oleh Kardinal Kevin Farrell, Camerlengo Vatikan, pada pukul 9:45 waktu Vatikan.
    Paus Fransiskus kemudian dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore, Italia, sesuai permintaannya pada Sabtu, 26 April 2025.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Hadiri Pemakaman Paus Fransiskus, Jokowi: Semoga Beliau Diberi Kedamaian Abadi – Page 3

    Hadiri Pemakaman Paus Fransiskus, Jokowi: Semoga Beliau Diberi Kedamaian Abadi – Page 3

    Presiden Prabowo Subianto mengutus sejumlah tokoh untuk menghadiri pemakaman Paus Fransiskus di Vatikan pada Sabtu, 26 April 2025. Sejumlah tokoh tersebut yakni, Presiden ketujuh RI Joko Widodo atau Jokowi, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, Menteri HAM Natalius Pigai, hingga Igantius Jonan.

    “Atas nama pemerintah Indonesia, Bapak Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk mengutus beberapa tokoh untuk ikut menghadiri acara pemakaman di Vatikan,” kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Rabu 23 April 2025.

    “Di antara tokoh-tokoh yang diutus oleh Bapak Presiden Prabowo mewakili bangsa dan negara Indonesia adalah yang pertama Presiden ke-7 Bapak Joko Widodo. Kemudian yang kedua, Wakil Menteri Keuangan Bapak Tommy Djiwandono, kemudian yang ketiga Bapak Jonan dan yang keempat Bapak Natalius Pigai,” sambungnya.

    Menurut dia, Prabowo tak bisa menghadiri langsung pemakaman Paus Fransiskus. Untuk itu, para tokoh yang diutus Prabowo ini diharapkan dapat mewakili Indonesia menyampaikan belasungkawa wafatnya Paus Fransiskus.

    “Kami berharap utusan ini dapat mewakili bangsa dan negara kita di dalam ikut menyampaikan simpati dan belasungkawa,” ujarnya.

    Prasetyo menyampaikan pemerintah masih mengatur jadwal keberangkatan para utusan tersebut ke Vatikan. Namun, mereka dijadwalkan bertolak ke Vatikan paling lambat Jumat, 25 April 2025.

    “Untuk keberangkatan sedang diatur, mungkin bisa jadi akan berangkat besok hari Kamis atau selambat-lambatnya hari Jumat,” jelas Juru Bicara Presiden itu.

  • Pakaian Donald Trump Disorot Saat Hadiri Pemakaman Paus Fransiskus, Bagaimana dengan Jokowi? – Halaman all

    Pakaian Donald Trump Disorot Saat Hadiri Pemakaman Paus Fransiskus, Bagaimana dengan Jokowi? – Halaman all

     

    TRIBUNNEWS.COM, VATIKAN – Pada pemakaman pemimpin Katolik Paus Fransiskus pada Sabtu (26/4/2025) kemarin, pakaian yang dikenakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Pangeran William dari Inggris menarik perhatian publik.

    Hal ini kemudian memicu diskusi tentang kepatuhan berbusana sesuai sistem protokoler yang telah digariskan oleh Vatikan.

    Apa yang Perlu Diketahui

    Donald Trump tiba di upacara khidmat di Lapangan Santo Petrus tempat upacara pemakanan Sri Paus   mengenakan setelan jas biru yang dipadukan dengan dasi biru muda dan pin kerah khas bendera Amerika miliknya.

    Pangeran William, mewakili Raja Charles III dari Inggris, yang tidak hadir karena alasan kesehatan memilih setelan jas gelap klasik dan dasi.

    PEMAKAMAN PAUS FRANSISKUS – Ribuan orang menghadiri pemakaman Paus Fransiskus di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Roma, Italia, pada Sabtu (26/4/2025).  

    Busana yang lebih sesuai dengan yang diharapkan Vatikan untuk acara-acara seperti itu.

    Pakaian Pangeran William dikenal karena kesopanannya dan menghormati kekhidmatan acara.

    Namun jas yang dipakai Donald Trumo kritik karena berwarna biru tua dan bukan hitam.

    Mantan Presiden AS Joe Biden yang juga hadir dalam upacara pemakaman Paus ikut disorot karena  menyimpang dari norma, memilih mengenakan dasi biru padahal idealnya warna hitam.

    Ketiga busana tersebut menyimpang dari aturan berpakaian tradisional Vatikan, yang mengharuskan jas hitam formal, dasi hitam, dan pin kerah hitam untuk peserta pria di pemakaman paus.

    Jokowi terlihat di antara para pemimpin dunia yang hadir di Lapangan Basilika Santo Petrus, Vatikan.

    Jokowi duduk di barisan depan bersama para pemimpin negara lainnya yang hadir.

    Bagaimana dengan Jokowi?

    Seperti diketahui, Presiden RI Prabowo Subianto mengutus Presiden ke-7 RI Jokowi, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, dan Ignasius Jonan untuk menjadi wakil Indonesia untuk menghadiri prosesi pemakaman Paus Fransiskus di Vatikan.

    Presiden mengutus delegasi karena berhalangan hadir langsung pada acara pemakaman Paus Fransiskus.

    Busana yang dikenakan Jokowi, Thomas, dan Jonan sudah sesuai dengan aturan berpakaian yang ditetapkan Vatikan.

    Yakni menggunakan pakaian serba hitam, jas, dasi, celana hingga kopiah hitam.

    PAUS FRANSISKUS WAFAT – Momen Utusan Presiden Prabowo Subianto yang juga Presiden Ketujuh RI, Joko Widodo (Jokowi) disapa Presiden Perancis, Immanuel Macron saat menghadiri prosesi pemakaman Paus Fransiskus, Sabtu (26/4/2025). (Istimewa)

    Mengapa Hal Ini Penting

    Il Messaggero , sebuah surat kabar nasional Italia terkemuka yang berkantor pusat di Roma, melaporkan bahwa pakaian dan tata cara pemakaman Paus Fransiskus, menurut protokol Vatikan, adalah sebagai berikut:

    Untuk pria, jas gelap dengan dasi hitam panjang dan kancing berwarna sama di kerah jas sebelah kiri, di mana hanya tanda kehormatan Vatikan yang boleh ditaruh.

    Untuk wanita, gaun hitam, sebaiknya panjang dengan warna yang sama dengan sarung tangan dan kerudung di kepala, dengan satu-satunya hiasan yang diperbolehkan adalah untaian mutiara.

    “Ini adalah aturan bagi mereka yang menghadiri pemakaman Paus, sesuai dengan manual protokol yang ditetapkan dengan baik yang juga menentukan pengaturan tempat duduk bagi pejabat tinggi dan kepala negara.”

    Sebaliknya, Ibu Negara Melania Trump mematuhi norma-norma yang diharapkan, mengenakan gaun hitam lengan panjang dan kerudung mantilla hitam tradisional.

    Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengenakan busana serba hitam tanpa dasi saat upacara tersebut.

    Kontroversi mengenai pakaian Volodymyr Zelensky kerap dipertanyakan.

    Sejak perang Ukraina dengan Rusia, dia jarang menggunakan pakaian formal seperti jas di depan publik.

    Zelensky dikritik dan disebut tidak sopan oleh seorang reporter di Gedung Putih karena tidak mengenakan jas selama kunjungannya ke Ruang Oval beberapa waktu lalu.

    Apa Kata Orang

    Kritikus Trump Ron Filipkowski mengomentari sebuah artikel Newsweek di X , yang sebelumnya bernama Twitter.

    Kepada 976 ribu pengikutnya dia mengatakan “Seorang pria muncul dengan setelan jas biru di pemakaman Paus. Anda tidak akan pernah bisa menebak siapa,” mengacu pada presiden AS.

    Namun, beberapa pengguna X berkomentar di bawah, dengan menunjukkan bahwa Pangeran William juga mengenakan setelan jas biru.

    Analis politik Molly Ploofkins mengatakan di X: “Menurut aturan berpakaian yang diwajibkan oleh pejabat Vatikan untuk pemakaman Paus Fransiskus, pria diharuskan mengenakan setelan jas gelap, disertai dasi hitam panjang. Trump muncul dengan pakaian biru.”

    Ahli strategi politik Joey Mannarino mengomentari X kepada 613 ribu pengikutnya: “Trump di pemakaman Paus benar-benar memancarkan kelas yang lengkap dan total. Benar-benar citra yang seharusnya ditampilkan Amerika kepada dunia.”

    Mengenai pakaian Zelensky, ia berkata: “Zelensky bahkan tidak bisa mengenakan jas untuk pemakaman Paus Fransiskus. Dan orang-orang bodoh yang hadir tetap bertepuk tangan untuknya. Kurangnya rasa hormat itu tidak dapat dipercaya.”

    Lebih jauh, tempat duduk Trump di pemakaman itu melanggar protokol Vatikan yang berlaku. Secara tradisional, bangsawan Katolik duduk di baris depan, diikuti oleh bangsawan non-Katolik, lalu kepala negara dalam urutan abjad. Namun, Trump diberi tempat duduk di baris depan bersama Zelenskyy, sebuah penyimpangan yang mencolok dari norma.

    Apa selanjutnya

    Penyimpangan gaya berpakaian dan protokol yang dilakukan Trump ini kontras dengan kepatuhan yang ditunjukkan oleh pejabat tinggi lainnya dan mungkin menjadi titik fokus liputan media seputar pemakaman Paus Fransiskus.

    Sumber: Newsweek/Tribunnews.com

     

     

  • Jokowi Disapa Macron Saat Hadiri Pemakaman Paus Fransiskus di Santo Petrus

    Jokowi Disapa Macron Saat Hadiri Pemakaman Paus Fransiskus di Santo Petrus

    Jakarta

    Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Vatikan. Keduanya bertemu di sela menghadiri pemakaman Paus Fransiskus.

    Dalam video yang diterima detikcom, Minggu (27/4/2025), Jokowi dan Macron bertemu pada Sabtu (26/4) waktu setempat. Pertemuan keduanya terjadi di lapangan Basilika Santo Petrus, tempat dilaksanakan misa pemakaman Paus Fransiskus.

    Jokowi tampak mengenakan setelan jas dan peci berwarna hitam. Dia dan Macron terlihat saling berjabat tangan dan terlibat obrolan hangat.

    Jokowi diketahui hadir di pemakaman Paus Fransiskus sebagai utusan Presiden Prabowo Subianto. Dia ditemani oleh tiga utusan presiden lainnya yaitu Menteri HAM Natalius Pigai, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono hingga ketua panitia penyambutan kunjungan Paus Fransiskus di Indonesia tahun 2024 lalu, Ignatius Jonan.

    Saat misa pemakaman Paus Fransiskus berlangsung, Jokowi terlihat duduk di deretan paling depan sejajar dengan pemimpin dunia lain. Dalam tayangan misa yang disiarkan Vatikan, Sabtu (24/6), Jokowi tampak berada di samping Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

    Deretan kursi yang ditempati Jokowi dikhususkan oleh perwakilan sejumlah pemimpin dunia. Jokowi berada dalam satu deretan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump hingga Presiden Prancis Emmanuel Macron.

    Di area lapangan Santo Petrus, Jokowi menyampaikan pesan Prabowo. Dia mengatakan Indonesia merasakan kehilangan atas wafatnya Paus Fransiskus.

    “Pertama-tama kami ingin menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam atas wafatnya Yang Teramat Suci Paus Fransiskus. Dan juga menyampaikan pesan dari Presiden Prabowo Subianto serta seluruh umat Katolik yang menghadiri pemakaman di Vatikan,” ujar Jokowi.

    Jokowi turut menyampaikan ucapan doa agar Paus Fransiskus beristirahat dalam damai. “Akhirnya kami semua berdua agar Yang Teramat Suci Paus Fransiskus beristirahat dalam damai abadi dan semoga jiwanya diterima di pangkuan Tuhan Yang Maha Kasih,” kata Jokowi.

    Prosesi pemakaman Paus Fransiskus telah dilaksanakan pada Sabtu (26/4) waktu setempat. Jenazah Paus Fransiskus dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore di Roma, Italia.

    ‘Lihat juga Video Duka Pemimpin Dunia Atas Meninggalnya Paus Fransiskus’

    (ygs/idh)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Politik sepekan, program Gerina hingga Danjen Kopassus minta maaf

    Politik sepekan, program Gerina hingga Danjen Kopassus minta maaf

    Jakarta (ANTARA) – Sejumlah berita politik dalam sepekan yang masih menarik untuk dibaca, mulai dari Presiden RI Prabowo Subianto luncurkan program Gerina (Gerakan Indonesia Menanam) hingga Danjen Kopassus meminta maaf soal prajurit berfoto dengan Hercules.

    Berikut rangkuman berita selengkapnya.

    1. Presiden Prabowo bertolak ke Sumsel luncurkan Program Gerina

    Presiden Prabowo Subianto bertolak dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Sumatera Selatan, untuk meluncurkan Program Gerakan Indonesia Menanam (Gerina) di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (23/4).

    “Gerina menjadi salah satu langkah nyata untuk menanam, menumbuhkan, dan memanen tanaman pangan yang dapat melibatkan seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Gerakan ini diharapkan turut mewujudkan swasembada pangan serta memperkuat ketahanan pangan nasional,” kata Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Yusuf Permana.

    Baca selengkapnya di sini.

    2. Presiden utus Jokowi, Jonan, Pigai, Thomas Djiwandono ke Vatikan

    Presiden Prabowo Subianto mengutus Presiden Ke-7 Joko Widodo (Jokowi), Menteri HAM Natalius Pigai, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, dan Ignatius Jonan untuk mewakili Presiden RI dan Pemerintah Indonesia menghadiri acara pemakaman Sri Paus Fransiskus di Vatikan, Roma, Sabtu (26/4).

    Juru Bicara Presiden RI Prasetyo Hadi menjelaskan utusan-utusan khusus Pemerintah RI itu diharapkan dapat mewakili bangsa dan negara untuk menyampaikan belasungkawa.

    Baca selengkapnya di sini.

    3. Mendagri: Moratorium DOB tak berlaku untuk usulkan daerah istimewa

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menjelaskan bahwa kebijakan moratorium Daerah Otonomi Baru (DOB) tidak berlaku untuk usulan menjadikan suatu wilayah sebagai daerah istimewa.

    “Moratorium itu untuk DOB, daerah otonomi baru. Jadi, tidak ada pembentukan provinsi, kabupaten, dan kota baru. Akan tetapi, kalau masalah daerah istimewa, itu ‘kan silakan saja usulannya diajukan,” kata Tito.

    Baca selengkapnya di sini.

    4. Mensesneg usulkan dua wamen jadi jubir kepada Presiden

    Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara (Jubir) Presiden RI Prasetyo Hadi mengusulkan dua wakil menteri (wamen) sebagai tambahan juru bicara Presiden kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

    Dua wamen yang diusulkan oleh Prasetyo, yaitu Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo dan Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro.

    Baca selengkapnya di sini.

    5. Danjen Kopassus meminta maaf soal prajurit berfoto dengan Hercules

    Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD Mayjen TNI Djon Afriandi menyampaikan permohonan maaf terkait dengan sejumlah prajurit Kopassus yang berfoto-foto bersama Ketua Umum GRIB Rosario de Marshall alias Hercules.

    Mayjen TNI Djon Afriandi menilai anggota-anggotanya saat itu tidak memikirkan dampak negatif dari foto-foto tersebut. Namun, Danjen Kopassus tak menampik bahwa ada sisi manusiawi, ada beberapa anggota yang mengenal Hercules dan memiliki kedekatan secara personal.

    Baca selengkapnya di sini.

    Pewarta: Nadia Putri Rahmani
    Editor: Tasrief Tarmizi
    Copyright © ANTARA 2025

  • Pertemuan Trump-Zelensky di Sela Pemakaman Paus Fransiskus

    Pertemuan Trump-Zelensky di Sela Pemakaman Paus Fransiskus

    Jakarta

    Misa pemakaman pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia sekaligus Kepala Negara Vatikan Paus Fransiskus telah digelar. Di sela misa, ternyata Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

    Dirangkum detikcom dilansir CNN, Sabtu (26/4/2025), Donald Trump dan Volodymyr Zelensky melakukan pertemuan di Roma, Italia. Pertemuan keduanya itu dilakukan sebelum menghadiri misa pemakaman Paus Fransiskus di Vatikan pada Sabtu (26/4) waktu setempat.

    Pertemuan kedua kepala negara itu diungkapkan oleh juru bicara kepresidenan Ukraina, Sergii Nykyforov.

    Zelensky sebelumnya menyatakan kesediaannya untuk bertemu dengan Trump saat kedua pemimpin sama-sama berada di Roma untuk menghadiri misa pemakaman Paus Fransiskus.

    Namun Trump, yang mendarat di Roma bersama istrinya, Melania, sama sekali tidak memberitahu wartawan soal rencana pertemuannya dengan Zelensky.

    Pertemuan Terakhir Trump dan Zelensky

    Foto: Donald Trump dan Volodymyr Zelensky (AFP/SAUL LOEB).

    Pertemuan terakhir Trump dan Zelensky terjadi di Ruang Oval Gedung Putih pada Februari lalu, yang diwarnai cekcok bersejarah yang menghebohkan dunia.

    Pada saat itu, Trump menegur Zelensky karena tidak pernah menunjukkan rasa terima kasih yang cukup atas dukungan AS dalam perjuangan Ukraina melawan invasi Rusia.

    Sejauh ini belum ada komentar langsung dari Gedung Putih soal pertemuan kedua pemimpin. Tidak diketahui secara jelas apa saja yang menjadi topik pembicaraan keduanya saat bertemu di Roma.

    Trump dan Zelensky tiba secara terpisah di Alun-alun Santo Petrus sesaat sebelum misa pemakaman Paus Fransiskus digelar pada Sabtu (26/4) pagi waktu setempat.

    Vatikan telah mengumumkan bahwa total 130 delegasi asing, termasuk 55 kepala negara, 14 kepala pemerintahan dan 12 raja yang berkuasa dari berbagai negara menghadiri misa pemakaman Paus Fransiskus.

    Halaman 2 dari 2

    (whn/ygs)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Saat Donald Trump dan Pemimpin Dunia Hadiri Pemakaman Paus Fransiskus – Page 3

    Saat Donald Trump dan Pemimpin Dunia Hadiri Pemakaman Paus Fransiskus – Page 3

    Sebelumnya, dunia berduka cita atas wafatnya Paus Fransiskus pada Senin, 21 April 2025, di usia 88 tahun. Kepergian pemimpin spiritual umat Katolik ini meninggalkan kesedihan mendalam, terlebih setelah penampilan publik terakhirnya yang penuh haru di perayaan Paskah.

    Namun, sesuai wasiatnya, pemakaman Paus Fransiskus akan dilaksanakan secara sederhana di Basilika Santa Maria Maggiore, Roma, pada Sabtu, 26 April 2025, sebuah pilihan yang menyita perhatian dunia dan mengangkat kembali sorotan pada gereja bersejarah ini.

    Keputusan Paus Fransiskus untuk dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore, bukan di dalam kompleks Vatikan seperti para pendahulunya, merupakan langkah yang tidak biasa.

    Hal ini mencerminkan keinginan beliau untuk sebuah pemakaman yang sederhana, jauh dari upacara megah dan simbol kekuasaan. Pemilihan lokasi ini juga menyimpan makna mendalam, mengingat sejarah dan signifikansi Basilika Santa Maria Maggiore bagi Gereja Katolik.

     

    Pemakaman Paus Fransiskus di Basilika Santa Maria Maggiore bukan hanya peristiwa bersejarah bagi Gereja Katolik, tetapi juga kesempatan untuk merenungkan warisan kepemimpinan dan ajaran-ajaran Paus yang penuh dengan semangat reformasi dan kasih terhadap kaum tertindas.

    Prosesi pemakaman yang akan dimulai dari Basilika Santo Petrus menuju Basilika Santa Maria Maggiore akan disiarkan secara langsung, memungkinkan umat Katolik di seluruh dunia untuk memberikan penghormatan terakhir.

  • Doakan Kepergian Paus Fransiskus, Ribuan Jemaat Katolik Ikuti Misa Requiem di Gereja Katedral Medan

    Doakan Kepergian Paus Fransiskus, Ribuan Jemaat Katolik Ikuti Misa Requiem di Gereja Katedral Medan

    Pemakaman Paus Fransiskus akan berbeda dari tradisi kepausan sebelumnya. Sesuai keinginannya, prosesi pemakaman akan dilakukan secara sederhana, tanpa upacara megah dan pameran publik jenazah.

    Jenazahnya akan dimakamkan dalam peti kayu polos yang dilapisi seng, sebuah pilihan yang mencerminkan kesederhanaan dan kerendahan hati yang selalu beliau junjung tinggi selama masa kepemimpinannya.

    Proses pemindahan jenazah dari Basilika Santo Petrus ke Basilika Santa Maria Maggiore akan dilakukan setelah upacara pemakaman di Lapangan Santo Petrus selesai.

    Rangkaian prosesi pemakaman akan dimulai dengan persemayaman jenazah di Basilika Santo Petrus, yang memungkinkan umat untuk memberikan penghormatan terakhir. Setelah itu, jenazah akan diarak melalui jalan-jalan Roma menuju Basilika Santa Maria Maggiore.

    Upacara pemakaman akan dipimpin oleh Dekan Dewan Kardinal, Giovanni Battista Re. Meskipun sederhana, upacara ini diperkirakan akan dihadiri oleh para pemimpin agama dari berbagai penjuru dunia, sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengaruh Paus Fransiskus yang begitu besar bagi dunia.

    Pihak Vatikan akan mengumumkan informasi lebih lanjut mengenai detail prosesi pemakaman dalam waktu dekat.

    Namun, yang pasti, pemakaman ini akan menjadi momen bersejarah yang menyatukan umat Katolik dan dunia dalam kesedihan dan penghormatan terhadap seorang pemimpin spiritual yang luar biasa.

    “Saudara-saudari terkasih, dengan duka cita yang mendalam saya harus mengumumkan wafatnya Bapa Suci kita Fransiskus. Pada pukul 7.35 pagi ini (waktu setempat), Uskup Roma, Fransiskus, kembali ke rumah Bapa,” kata Kardinal Farrell, mengumumkan wafatnya Paus Fransiskus.

  • Jokowi Sempat Disapa Emmanuel Macron saat Hadiri Prosesi Pemakaman Paus Fransiskus – Halaman all

    Jokowi Sempat Disapa Emmanuel Macron saat Hadiri Prosesi Pemakaman Paus Fransiskus – Halaman all

    Jokowi saat menghadiri Misa pemakaman Paus Fransiskus di alun-alun Santo Petrus, Vatikan pada Sabtu (26/4/2025), sempat disapa oleh Emmanuel Macron.

    Tayang: Minggu, 27 April 2025 03:09 WIB

    Istimewa

    PAUS FRANSISKUS WAFAT – Momen Utusan Presiden Prabowo Subianto yang juga Presiden Ketujuh RI, Joko Widodo (Jokowi) disapa Presiden Perancis, Immanuel Macron saat menghadiri prosesi pemakaman Paus Fransiskus, Sabtu (26/4/2025). 

    TRIBUNNEWS.COM – Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) sempat disapa oleh Presiden Perancis, Emmanuel Macron saat keduanya sedang menghadiri prosesi pemakaman Paus Fransiskus.

    Jokowi dan Macron sempat berbincang di alun-alun Santo Petrus, Vatikan pada Sabtu (26/4/2025) waktu setempat. Tempat itu menjadi lokasi Misa pemakaman Paus Fransiskus.

    Dari video yang diterima Tribunnews.com, Macron terlihat memberikan salam satu per satu sejumlah pejabat negara yang hadir. Lalu, ia pun sempat memberikan salam kepada Jokowi.

    “Senang bertemu dengan Anda lagi,” ucap Macron.

    Jokowi dan Macron berjabat tangan cukup lama dengan sembari membincangkan sesuatu.

    Namun, tidak diketahui secara pasti apa yang menjadi pembicaraan keduanya.

    Seperti diketahui, Presiden RI Prabowo Subianto mengutus Presiden ke-7 RI Jokowi, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, dan Ignasius Jonan untuk menjadi wakil Indonesia untuk menghadiri prosesi pemakaman Paus Fransiskus di Vatikan.

    Presiden mengutus delegasi karena berhalangan hadir langsung pada acara pemakaman Paus Fransiskus.

    Adapun Jokowi dan Ignasius Jonan diutus karena pernah menyambut kedatangan Paus saat berkunjung ke Indonesia September tahun lalu.

    Saat itu, Jokowi masih menjabat sebagai Presiden RI, sedangkan Ignasius Jonan yang menjadi Ketua Panitia penyambutan Paus.

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’15’,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini