Tag: Pamungkas

  • KUR BRI Buka Jalan Kebangkitan dan Pertumbuhan Usaha Angkringan di Semarang

    KUR BRI Buka Jalan Kebangkitan dan Pertumbuhan Usaha Angkringan di Semarang

    Liputan6.com, Semarang – Kondisi kehilangan pekerjaan tak membuat Heddy Pamungkas larut dalam kesulitan. Warga Karang Kebon Utara, Semarang ini berani merintis Angkringan Moses sebagai sumber penghasilan baru. Berkat ketekunan serta dukungan KUR BRI, usaha kuliner tersebut terus berkembang, pelanggan bertambah, dan kesejahteraan keluarga perlahan membaik.

    Ia meyakini usaha angkringan memiliki peluang yang menjanjikan karena digemari banyak orang, meski perjalanan usaha tak selalu mulus.

    “Saat itu memang lagi ramai dan menurut saya bisa untuk usaha jangka panjang. Usaha ini memiliki potensi yang besar namun tak luput dari sejumlah tantangan seperti hujan, karena kami jualan di pinggir jalan raya. Selain itu, kadang ada saja orang yang nakal (mengganggu),” tuturnya.

    Dari sisi pelanggan pun tak menentu. Lalu lintas jalan besar tidak selalu berbanding lurus dengan pembeli. Meski begitu, lokasi strategis dekat hotel justru menjadi peluang baru angkringan moses untuk memperluas segmen pelanggan dari yang sekadar lewat hingga tamu hotel.

    “Perkembangannya, pelanggan baru selalu ada. Tapi yang namanya jualan, ya tidak pasti setiap hari. Untuk penjualan harian, lancar, meskipun kadang ada sedikit penurunan. Alhamdulillah masih bisa dibilang lancar,” imbuhnya.

    Dalam perjalanannya mengelola angkringan, Heddy merasakan ada berbagai kebutuhan usaha yang tak bisa lagi ditunda. Atas saran tetangga sekitar, ia mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. Tak membutuhkan agunan tambahan dan dengan proses yang cepat, Heddy berhasil mendapatkan dana Rp15 juta yang digunakan untuk memperkuat bisnis angkringannya.

    “Saya mengenal KUR BRI dari tetangga yang menyarankan saya untuk mencoba mengajukan KUR. Prosesnya cepat, satu hari langsung selesai. Malam itu saya pengajuan dan disurvei, besoknya saya diminta ke kantor, tanda tangan dan langsung cair. Dana KUR saya gunakan untuk pengadaan kerupuk, tambah meja, dan mengganti perkakas-perkakas yang sudah lama,” ungkapnya.

    Dampak bantuan KUR langsung terasa. Fasilitas angkringan moses menjadi lebih rapih, gerobak lebih bagus, dan peralatan baru membuat tampilan lebih menarik, terutama bagi pelanggan hotel yang melewati lokasi usahanya.

    Bagi Heddy, KUR BRI bukan sekadar tambahan modal, tetapi juga penyelamat usaha kecil seperti dirinya. Ia juga menyadari bahwa KUR memiliki manfaat besar, sehingga Ia pun aktif merekomendasikan KUR BRI kepada rekan-rekannya yang sedang merintis usaha.

    “Sangat membantu, terutama untuk pedagang kecil seperti saya. KUR ini sangat membantu karena tanpa jaminan dan prosesnya cepat, tidak berbelit-belit.

    “Banyak teman-teman saya yang dulu ragu. Saya bisa menjelaskan bahwa KUR itu bagus dan sangat membantu pedagang kecil,” tambahnya.

    Pada kesempatan berbeda, Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan bahwa dengan pembiayaan yang memadai dan akses permodalan yang lebih mudah melalui KUR, pelaku usaha memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan kapasitas usahanya, membuka lapangan kerja dan memperkuat daya saing ekonomi daerah.

    “BRI senantiasa berkomitmen mendukung program prioritas pemerintah, terutama pada sektor-sektor produktif. Kisah pelaku usaha Angkringan ini menjadi contoh nyata dukungan KUR dalam mendorong perekonomian masyarakat dan menjadi kisah inspiratif yang dapat ditiru oleh pelaku usaha lainnya,” tambah Dhanny.

     

    (*)

  • Mewujudkan Sustainable Green Action di RPTRA Sungai Bambu Jakut dengan Aksi Penanaman Pohon

    Mewujudkan Sustainable Green Action di RPTRA Sungai Bambu Jakut dengan Aksi Penanaman Pohon

    Liputan6.com, Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Gerakan Menanam Pohon Sedunia, PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI menggelar kegiatan aksi penanaman pohon bertajuk ‘Sustainable Green Action: Menanam Pohon untuk Masa Depan yang Berkelanjutan’ yang dilaksanakan secara luring di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Sungai Bambu, Jakarta Utara (Jakut) serta daring melalui Zoom Meetings.

    Kegiatan yang diselenggarakan melalui kolaborasi Unit Health, Safety, and Environment (HSE) dan Unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini merupakan bagian dari komitmen BKI dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.

    Kegiatan ini dibuka oleh Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Dukungan Bisnis BKI R. Agus Doddy Dwisagita yang memperkenalkan program ESG dan urgensi keberlanjutan, serta didukung oleh Kepala Unit HSE, Busrol Karim, dan Kepala Unit TJSL, Arif Bijaksana, bersama Kelurahan Sungai Bambu yang turut memberikan sambutan dan apresiasi.

    Kegiatan ini menghadirkan narasumber eksternal dari Badan Riset dan Inovasi Nasional yaitu R. Pamungkas Buana Putra yang menjelaskan pentingnya tanaman bagi ekosistem dan pemilihan jenis tanaman sesuai tujuan, disertai praktik penanaman pohon di RPTRA bersama perwakilan BKI, kelurahan, dan warga.

    “Kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi dengan RPTRA Sungai Bambu serta pemerintah kelurahan, dan diikuti oleh insan BKI secara daring serta pengurus PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) secara luring,” ujar Pamungkas melalui keterangan tertulis, Kamis (8/1/2026).

     

    Memperingati hari menanam pohon tingkat nasional, sejumlah wartawan peduli lingkungan dan kelompok pecinta alam menggelar aksi menanam 5.000 bibit pohon mangrove di hutan konservasi ekowisata mangrove Wonorejo, Surabaya.

  • 9
                    
                        Pedagang Sate di Malioboro Ditertibkan Imbas Keluhan Wisatawan
                        Yogyakarta

    9 Pedagang Sate di Malioboro Ditertibkan Imbas Keluhan Wisatawan Yogyakarta

    Pedagang Sate di Malioboro Ditertibkan Imbas Keluhan Wisatawan
    Tim Redaksi
    YOGYAKARTA, KOMPAS.com
    – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Yogyakarta menertibkan pedagang sate dan pedagang lainnya di kawasan Jalan Malioboro.
    Kasi Dalops Satpol PP Kota Yogyakarta, Yudho Bangun Pamungkas menyatakan, penertiban ini tidak hanya menyasar pedagang sate, meskipun aduan terbanyak diterima terkait pedagang sate.
    “Jadi, tadi penertibannya itu sebenarnya bukan hanya sate, walaupun yang memang banyak aduan ke kami memang masalah sate,” ujar Yudho saat dihubungi, Selasa (30/12/2025).
    Penertiban dilakukan mulai dari sekitar Pos Pengamanan Teteg, Jalan
    Malioboro
    , hingga Jalan Senopati.
    Sebanyak 24 Pedagang Kaki Lima (PKL) ditertibkan, dengan 14 di antaranya merupakan pedagang sate.
    “Dari 24 itu, 14 di antaranya memang sate (pedagang),” katanya.
    Menurut Yudho, para pedagang sate ini kerap berjualan di dekat persimpangan yang berdekatan dengan Malioboro, seperti di Simpang Dagen, Jalan Margomulyo, Simpang Suryatmajan, dan sekitar Ngejaman.
    “Nah, itu kan memang simpang-simpang yang mereka biasanya lari kalau ada petugas lari gitu,” kata dia.
    Yudho menjelaskan, pihaknya banyak menerima keluhan dari
    wisatawan
    terkait asap berlebih dari pedagang sate dan pembuangan bungkus jualan yang sembarangan.
    “Ada kalanya mereka itu membuangnya hanya ditaruh di tempat mereka jualan itu terus, kalau ada petugas mereka pergi, ditinggal,” beber dia.
    Satpol PP Kota Yogyakarta mengamankan barang-barang dagangan para pedagang. Khusus pedagang sate, tempat panggangan diamankan.
    “Ya sudah kita amankan, kita bawa ke Mako. Kalau yang lain mungkin yang diamankan kayak payung, payung besarnya untuk berjualan, terus, kursi-kursinya kita amankan juga,” ujar dia.
    Sebelumnya, keluhan wisatawan mengenai asap sate yang berlebih di
    Jalan Malioboro
    sempat viral di media sosial Instagram.
    “Permisi min mau curhat sedikit saya udah beberapa hari di daerah Malioboro dan tadi saya berbelanja di salah satu toko di Malioboro tepatnya di depan masjid depan Kantor DPRD DIY gang Sosrowijayan, saya berbelanja di toko tersebut panas banget ditambah asap tukang sate yang tak beraturan dan saya kasihan sama karyawan dan yang punya toko karna beberapa tak jadi berbelanja karna asap sate tersebut bahkan ada karyawan sampe sakit mata bahkan menangis karna asap sate tersebut,” tulis salah satu wisatawan di media sosialnya. 
    Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta, Octo Noor Arafat, menyatakan bahwa pihaknya telah beberapa kali melakukan patroli dan tindakan
    tipiring
    (tindak pidana ringan) kepada penjual sate yang melanggar.
    “Dulu pernah melakukan
    tipiring
    , berulang kali kita melakukan penyitaan,” ujar Octo saat dihubungi, Minggu (28/12/2025).
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kodaeral IX Ambon pengamanan transportasi laut pada mudik Nataru 2025

    Kodaeral IX Ambon pengamanan transportasi laut pada mudik Nataru 2025

    Ambon (ANTARA) – Komando Daerah Angkatan Laut IX/Ambon meningkatkan pengamanan transportasi laut guna menjamin keselamatan dan kelancaran arus mudik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di wilayah Provinsi Maluku yang didominasi jalur perairan.

    Komandan Kodaeral IX/Ambon, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, di Ambon, Selasa, mengatakan, pengamanan dilakukan melalui patroli laut terpadu, pengawasan pelabuhan, serta sinergi lintas instansi dalam rangka menciptakan pelayaran yang aman, tertib, dan kondusif selama periode Natal-Tahun Baru.

    “Kami memfokuskan pengamanan pada jalur pelayaran, pelabuhan penumpang, serta wilayah pesisir untuk memastikan keselamatan masyarakat yang melakukan perjalanan laut selama Natal-Tahun Baru,” kata dia.

    Sebagai bentuk kesiapan, dia telah mengecek sejumlah posko pengamanan Natal-Tahun Baru utamanya di wilayah pelabuhan dan pesisir.

    “Tak terkecuali pengecekan ke Pelabuhan Tulehu dan Pelabuhan Liang untuk memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta armada angkutan laut,” tuturnya.

    Dalam pengamanan Natal-Tahun Baru 2025/2026, Kodaeral IX Ambon mengerahkan unsur TNI AL untuk mengamankan jalur pelayaran, mencegah potensi gangguan keamanan laut seperti penyelundupan dan tindak kejahatan lainnya, serta menjamin keselamatan pelayaran di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.

    Selain itu mereka juga mendukung Operasi Lilin Salawaku 2025 melalui penempatan personel di pelabuhan penumpang, dermaga rakyat, serta objek vital nasional di sektor kemaritiman. Koordinasi intensif dilakukan bersama KSOP, Pelindo, Basarnas, dan instansi terkait untuk memastikan respons cepat terhadap kondisi darurat, termasuk potensi cuaca ekstrem.

    “Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati dalam beraktivitas dan mematuhi aturan keselamatan pelayaran. Keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama demi terciptanya situasi Natal-Tahun Baru yang aman dan lancar,” kata dia.

    Selain pengamanan transportasi laut, pemantauan juga dilakukan di sejumlah gereja di Ambon sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan perayaan Natal 2025, sehingga seluruh rangkaian perayaan Natal-Tahun Baru di Maluku dapat berlangsung aman dan nyaman.

    Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
    Editor: Ade P Marboen
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • RI Punya Senjata Canggih Baru, Diklaim Pertama di Dunia

    RI Punya Senjata Canggih Baru, Diklaim Pertama di Dunia

    Jakarta

    PT PAL Indonesia meluncurkan portabel senjata laser pertama di dunia. Kehadiran senjata laser ini diklaim sebagai babak baru dalam sejarah alutsista nasional yang siap menjaga teritorial Tanah Air.

    Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod mengatakan senjata laser memiliki jangkauan tembak efektif sejauh 500 meter dengan daya rusak yang mematikan. Keunggulan teknis ini disebut menjadikannya senjata pamungkas baru yang efisien, akurat dan sulit dideteksi lawan.

    “Inovasi laser besutan PT PAL ini dirancang dengan presisi tinggi untuk memfokuskan radiasi pada sasaran jarak menengah hingga jauh,” kata Kaharuddin dalam keterangan tertulis, Minggu (21/12/2025).

    PT PAL memiliki rencana strategis untuk mengintegrasikan teknologi ini ke platform laut. Rencananya, senjata laser ini akan dipasang di Frigate Merah Putih, kapal perang tercanggih kebanggaan Indonesia guna memperkuat sistem pertahanan udara dan serangan presisi kapal tersebut.

    “Pengembangan teknologi laser ini menunjukkan komitmen kuat PT PAL Indonesia bersama para pemangku kepentingan untuk mendorong daya saing industri maritim dan pertahanan nasional,” ucap Kaharuddin.

    PT PAL berupaya memastikan setiap kebutuhan strategis militer Indonesia dapat dipenuhi oleh industri domestik, tanpa harus selalu berpaling ke pasar luar negeri. Fokus pada riset dan pengembangan (R&D) menjadi kunci bagi perusahaan untuk menciptakan ekosistem industri yang mandiri.

    Kaharuddin menegaskan bahwa pihaknya akan terus membuka pintu selebar-lebarnya bagi talenta-talenta terbaik Indonesia untuk bergabung dalam arus transformasi ini. Ia menekankan bahwa pembangunan kedaulatan maritim tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kontribusi kolektif dari para ahli muda Tanah Air.

    “Langkah besar ini diharapkan mampu mempercepat lompatan teknologi nasional demi menjaga marwah dan kedaulatan NKRI di kancah internasional,” imbuhnya.

    (aid/kil)

  • Gol Menit Akhir Persenga Nganjuk Kubur Mimpi PSBI Blitar Juara Grup Liga 4 Jatim

    Gol Menit Akhir Persenga Nganjuk Kubur Mimpi PSBI Blitar Juara Grup Liga 4 Jatim

    Blitar (beritajatim.com) – Stadion Gelora Penataran Kabupaten Blitar, mendadak senyap di penghujung laga pamungkas Grup P Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur (Jatim) 2025/2026, Senin (15/12/2025).

    Ambisi tuan rumah PSBI Blitar untuk menyapu bersih kemenangan di kandang sendiri harus pupus secara menyakitkan di tangan Persenga Nganjuk.

    Dalam pertarungan sengit memperebutkan takhta juara grup tersebut, Singo Lodro (julukan PSBI Blitar) harus mengakui keunggulan Laskar Singo Barong (julukan Persenga) dengan skor tipis 1-2.

    Petaka di Masa Injury Time

    Laga berjalan dengan tensi tinggi sejak peluit awal dibunyikan. PSBI Blitar yang didukung penuh oleh ribuan suporternya sempat berada di atas angin setelah berhasil mencetak gol lebih dulu. Namun, mentalitas baja ditunjukkan oleh anak-anak Nganjuk.

    Petaka bagi tuan rumah datang tepat di ujung napas pertandingan. Ketika laga tampaknya akan berakhir imbang, penyerang Persenga Nganjuk, Koko, muncul sebagai pahlawan.

    Memanfaatkan kelengahan lini belakang PSBI di menit ke-92, Koko melesakkan gol pengunci kemenangan yang sekaligus mengubur harapan PSBI untuk menjadi juara grup.

    Kemenangan dramatis ini memastikan Persenga Nganjuk keluar sebagai Juara Grup P dengan poin sempurna. Sementara itu, PSBI Blitar harus puas duduk di posisi kedua (runner-up), meski tiket ke babak selanjutnya tetap aman dalam genggaman.

    Evaluasi Keras Kurnia Patmedi: Masalah Mental dan Fokus

    Kekalahan di kandang sendiri dengan cara kebobolan di menit akhir menjadi tamparan keras bagi jajaran pelatih PSBI. Pelatih Kepala PSBI, Kurnia Patmedi, tak menampik kekecewaannya, terutama pada hilangnya konsentrasi di detik-detik krusial.

    “Secara mental harus dilakukan pembenahan. Terlebih pada lini belakang yang sering disatroni pemain Nganjuk, karena kebobolan di menit akhir,” tegas Kurnia usai laga.

    Ia menambahkan bahwa secara permainan, anak asuhnya sebenarnya mampu mendikte lawan. “Kami bisa mengimbangi permainan Persenga Nganjuk, bahkan kami mampu menciptakan gol terlebih dahulu,” tandasnya dengan nada penyesalan.

    Pujian Pelatih Persenga: Kemenangan yang Tak Terduga

    Di kubu seberang, euforia menyelimuti tim Persenga. Pelatih Persenga Nganjuk, Muhamad Heru Sunarmi, memuji semangat juang anak asuhnya yang tak kenal menyerah hingga peluit panjang.

    “Tim dan pemain telah berjuang hingga menit akhir, hingga akhirnya kami bisa mendapatkan hasil yang kita mau yakni 3 poin,” ujar Heru dengan wajah sumringah.

    Heru juga memberikan kredit khusus kepada PSBI yang memberikan perlawanan sengit. “Kami tidak menyangka, PSBI Blitar bermain sangat bagus dan bisa mengimbangi permainan Persenga Nganjuk. Sangat luar biasa sekali,” tutupnya sportif.

    Hasil ini menjadi wake-up call bagi PSBI Blitar untuk membenahi fokus jelang babak knock-out, sementara Persenga Nganjuk melenggang dengan kepercayaan diri tinggi sebagai penguasa Grup P. (owi/ted)

  • YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang

    YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang

    Bandung

    YAYAYA Fest 2025 berhasil membawa pengalaman berharga untuk para keluarga. Festival hiburan itu tak hanya sekedar menjadi ajang konser semata, namun juga jadi media edukasi hingga wahana permainan yang sulit untuk dilupakan.

    YAYAYA Fest menghadirkan tiga panggung hiburan untuk pengunjung di Trans Studio Bandung. Tak lupa, sejumlah brand ternama turut meramaikan festival ini sekaligus memberikan edukasi untuk para orang tua.

    Di Trans City Theater, Morinaga bersama Kinderflix, kanal YouTube edukasi anak di Indonesia, tampil dengan kesan yang tak bisa dilupakan. Sebuah pertunjukan drama musikal ditampilkan yang membuat orang tua bergembira dan anak-anak begitu riang bernyanyi bersama.

    Keseruan ini begitu membekas dalam benak Nurul Dini (40). Ibu asal Kabupaten Bandung Barat itu mengajak 5 anak ke Trans Studio Bandung demi bisa seru-seruan di YAYAYA Fest 2025.

    “Seru, karena kebetulan pas lagi libur sekolah, dan setelah beres ujian, mereka antusias. Jadi dari sebelumnya udah happy banget mau ke sini, apalagi artisnya yang lagi ngetop juga di YouTube,” kesan Dini saat berbincang dengan detikJabar, Minggu (14/12/2025).

    Keseruan tak hanya disajikan di Trans City Theater. Amphitheater Trans Studio Bandung yang jadi panggung utama YAYAYA Fest 2025, menyuguhkan sejumlah penampilan menarik yang tak bisa dilupakan.

    Sejumlah mantan artis cilik seperti Joshua, Natasha, Dhea Ananda, hingga Geofanny menghibur dengan nyanyian anak-anak. Queen Salman kemudian jadi penampilan pamungkas yang membuat anak-anak larut dalam suana penuh keriangan.

    Di sela-sela penampilan Queen Salman, ia mengajak bunda naik ke atas panggung bersama anak-anaknya, sekaligus menjadi perayaan dari peringatan Hari Ibu. Di momen itu, anak-anak diberi bunga untuk diberikan kembali kepada bunda-bundanya yang membuat suasana haru tak bisa dibendung di atas panggung.

    “Momen itu terharu banget. Anak ngasih bunga, sedih, terharu, terus ada momen pelukan, terharu banget. Seneng banget pokoknya,” ucap Dini

    Dini berharap detikcom bisa terus menggelar festival musik untuk anak-anak seperti YAYAYA Fest 2025. Selain menjadi hiburan untuk buah hatinya, festival ini sekaligus menjadi ajang nostalgia untuk para orang tua.

    “Konser musik anak itu kan emang masih jarang banget yah, makanya begitu ada, kita langsung daftarin 5 anak, bawa semua, karena memang jarang banget. Kalau konser-konser untuk orang dewasa, remaja, mah udah biasa, kalau anak-anak masih jarang. Jadi dengan adanya konser kayak gini tuh bener-bener anak terhibur, orang tuanya juga terhibur,” pungkasnya.

    (prf/ega)

  • Peta Konflik PBNU: Keputusan Syuriah Dipersoalkan

    Peta Konflik PBNU: Keputusan Syuriah Dipersoalkan

    Jakarta, Beritasatu.com – Kisruh internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memasuki babak baru setelah keluarnya Risalah Rapat Harian Syuriah yang meminta Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengundurkan diri. Dokumen resmi itu ditandatangani langsung oleh Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, dan wakil Rais Aam, serta dihadiri 37 dari 53 anggota harian Syuriah PBNU dalam rapat di Hotel Aston City, Jakarta, Kamis (20/11/2025). Keputusan tersebut menjadi pemantik dinamika besar dalam tubuh PBNU.

    Polemik meroket ketika Surat Edaran Nomor 4785/PB.02/A.II.10.01/99/11/2025 beredar pada Rabu (26/11/2025). Dalam surat yang diteken Wakil Rais Aam PBNU KH Afifuddin Muhajir serta Khatib PBNU Ahmad Tajul Mafakir itu ditegaskan bahwa masa jabatan Gus Yahya berakhir per 26 November 2025 pukul 00.45 WIB. Dengan ketetapan tersebut, seluruh kewenangan, atribut, hingga fasilitas ketua umum dinyatakan tidak lagi melekat pada dirinya.

    Surat edaran itu juga mengatur PBNU akan segera menggelar rapat pleno untuk memenuhi ketentuan Peraturan Perkumpulan NU terkait pemberhentian, pelimpahan fungsi jabatan, dan pengisian posisi ketua umum.

    Saat dikonfirmasi, Ahmad Tajul Mafakir membenarkan bahwa ia membubuhkan tanda tangan dalam dokumen tersebut.

    Pernyataan Syuriyah: Surat Sah dan MengikatKatib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Sarmidi Husna – (Beritasatu.com/Reza Hery Pamungkas)

    Katib Syuriyah PBNU KH Sarmidi Husna menegaskan, surat edaran tersebut sah dan memiliki kekuatan berlaku. Ia menyebut keputusan di dalamnya merupakan tindak lanjut dari hasil rapat harian Syuriah pada 20 November 2025.

    Dalam rapat tersebut diputuskan dua hal, yakni:

    Gus Yahya diminta mengundurkan diri dalam waktu tiga hari.Jika tidak ada pengunduran diri, Syuriah akan memberhentikan Gus Yahya.

    Ia juga menjelaskan, kendala teknis dalam sistem persuratan digital (Digdaya PBNU) membuat stempel digital tidak tampil sempurna. Namun, menurutnya, hal tersebut tidak memengaruhi keabsahan keputusan.

    Kepemimpinan Beralih ke Rais Aam

    Dalam kondisi jabatan ketua umum kosong, Sarmidi menegaskan, kewenangan penuh PBNU berada di tangan Rais Aam sebagai pimpinan tertinggi organisasi. Hal ini sesuai peraturan jam’iyah hingga penjabat (Pj) ketua umum ditetapkan sesuai mekanisme.

    “Selama kekosongan jabatan ketua umum, kepemimpinan PBNU sepenuhnya berada di tangan Rais Aam,” kata Sarmidi dalam konferensi pers di Hotel Sultan.

    Rais Aam Tegaskan Keputusan Final

    Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar turut menyampaikan bahwa pencopotan Gus Yahya bersifat final dan efektif sejak 26 November 2025. Ia menegaskan, tindakan apa pun atas nama ketua umum setelah tanggal tersebut dianggap tidak sah.

    Untuk menjamin keberlanjutan organisasi, PBNU berencana menggelar rapat pleno atau muktamar guna mengatur masa transisi.

  • BNPB: 37.546 Rumah di Aceh Rusak Akibat Banjir dan Longsor
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        8 Desember 2025

    BNPB: 37.546 Rumah di Aceh Rusak Akibat Banjir dan Longsor Nasional 8 Desember 2025

    BNPB: 37.546 Rumah di Aceh Rusak Akibat Banjir dan Longsor
    Penulis
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyampaikan, sebanyak 37.546 rumah warga mengalami kerusakan akibat banjir dan longsong di Aceh, per Minggu (7/12/2025) pukul 19.00 WIB.
    Kerusakan ini terbagi dalam beberapa kategori, mulai dari rusak ringan, rusak sedang, hingga rusak berat.
    Data tersebut disampaikan Suharyanto dalam rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto dengan kementerian/lembaga di Lanud Sultan Iskandar Muda, Kabupaten
    Aceh
    Besar, Aceh, Minggu (7/12/2025) malam.
    “Per hari ini, Pak Presiden, rumah masyarakat yang rusak mencapai 37.546. Rusak berat termasuk yang hilang kena sapu banjir. Untuk rusak sedang dan ringan ada kriterianya,” ujar Suharyanto dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden.
    Kerusakan juga terjadi pada berbagai fasilitas publik, seperti jembatan, jalan, tempat ibadah, sekolah, pondok pesantren, rumah sakit, hingga puskesmas.
    Selain itu, sektor pertanian turut terdampak, meliputi lahan tanaman pangan, ternak, sawah, kebun, tambak, serta sejumlah kantor pemerintahan.
    Dari berbagai kerusakan tersebut,
    BNPB
    memperkirakan bahwa pemulihan di Aceh membutuhkan anggaran sebesar Rp 25.41 triliun.
    “Tadi dari Bapak Menteri PU (Pekerjaan Umum), khusus untuk Aceh saja, pemulihan sampai dengan saat ini kondisi seperti semula membutuhkan anggaran Rp 25,41 triliun,” ungkap Suharyanto.
    Selain itu, Suharyanto juga menyampaikan, Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah masih terisolasi akibat banjir bandang dan tanah longsor.
    “Kemudian kami laporkan per provinsi, Bapak Presiden. Yang pertama untuk Aceh, kami laporkan untuk yang terisolir, daerah yang masih cukup berat, ada dua kabupaten di Aceh ini, adalah Bener Meriah dan Aceh Tengah, Bapak Presiden,” kata Suharyanto.
    Selain itu, ada ratusan gampong atau kelurahan yang terdampak banjir dan longsor di dua kabupaten tersebut.
    “Untuk Bener Meriah 232 desa atau gampong, Aceh Tengah 295 desa di 14 kecamatan,” ujar Suharyanto.
    ERLANGGA BREGAS PRAKOSO Foto udara menampilkan tumpukan kayu-kayu memenuhi area Pondok Pesantren Darul Mukhlishin pascabanjir bandang di Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (5/12/2025). Usai sepekan setelah bencana banjir bandang, akses menuju Desa Tanjung Karang masih terhambat akibat banyaknya tumpukan pohon dan lumpur tebal dari Sungai Tamiang sehingga bantuan sulit masuk ke wilayah tersebut. ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso/app/foc.
    Meski begitu, Aceh Tamiang yang sebelumnya dilaporkan sangat terisolasi kini diklaim sudah dapat mendistribusikan bantuan melalui jalur darat.
    Sebagai informasi, per Minggu (7/12/2025), sebanyak 921 orang dilaporkan meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
    Di Sumatera Utara, korban meninggal sebanyak 329 orang dan hilang 82 orang. Kemudian di Sumatera Barat, yang meninggal dunia 226 orang dan yang hilang 213 orang. Terakhir untuk Aceh, itu 366 orang meninggal dunia, dan 97 orang masih dinyatakan hilang.
    (Reporter: Baharudin Al Farisi | Editor: Mohamad Bintang Pamungkas)
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Jerat Obesitas di Balik Akses Makanan Serba Instan Makin Menjamur

    Jerat Obesitas di Balik Akses Makanan Serba Instan Makin Menjamur

    Jakarta

    Laporan Child Nutrition Report 2025 ‘Feeding Profit: How food environments are failing children’ Unicef mengungkap negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah mengalami peningkatan prevalensi obesitas pesat dalam dua dekade terakhir.

    Prevalensi kelebihan berat badan di kalangan anak-anak dan remaja berusia 5 hingga 19 tahun bahkan meningkat tiga kali lipat antara periode 2000 dan 2022, serta mencapai tingkat sedang, dari 15 persen menjadi kurang dari 25 persen di sembilan negara. Lima di antaranya berada di Asia Selatan, Afghanistan, Bhutan, Republik Demokratik Kongo, Liberia, Maladewa, Pakistan, Sri Lanka, Vietnam, dan tentu Indonesia.

    Spesialis gizi dr Angela Dalimarta SpGK menyebut banyak faktor di balik pemicu obesitas semakin tinggi. Terbanyak menurutnya berkaitan dengan akses pola makan serba instan yang semakin mudah ditemui.

    “Ketersediaan makanan instan, makanan cepat saji, makanan ultraproses makin tinggi, sehingga gampang didapat oleh beragam macam kalangan,” sorot dr Angela saat ditemui detikcom di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (6/12/2025).

    Tidak jarang dari mereka yang belum sempat menyiapkan atau memasak ‘real food’ bahan segar langsung diolah, memilih makanan cepat saji dengan alasan lebih praktis. Hal ini sejalan dengan laporan Unicef terkait peningkatan paparan industri retail yang menjajakan makanan rendah gizi, camilan murah, ultra processed food (UPF), makanan siap saji dengan banyak bahan kimia tambahan, sampai minuman manis.

    “Karena tidak sempat prepare makanan, mencari makanan instan, risiko obesitas tentu akan semakin meningkat, bahkan sekitar 23 persen orang dewasa sudah mengalami obesitas di Indonesia,” tuturnya.

    Sementara anak dan remaja disebutnya sangat rentan dengan obesitas akibat faktor lingkungan. Mereka bisa lebih bebas memilih makanan di retail terdekat tanpa pengawasan orangtua, atau malah mengikuti kebiasaan dan gaya hidup tidak sehat dari keluarga.

    “Anak-anak juga meningkat trennya, makanya sekarang harus diubah gaya hidupnya supaya kalau keluarga hidupnya sehat pastinya anak-anak juga akan lebih sehat hidupnya, jadi nanti ke depan saat dewasanya pun, menurunkan angka obesitas ke depannya,” lanjut dia.

    Tren yang tidak jauh berbeda bahkan terpantau lebih tinggi ditemukan pada usia dewasa, dan dewasa muda. Berdasarkan hasil cek kesehatan gratis (CKG) yang dihimpun hingga Oktober 2025, puncak kasus obesitas berada di rentang 40 hingga 59 tahun atau sekitar 1,1 juta kasus pada wanita dan 200 ribu orang pada pria.

    Sebagai catatan, data tersebut belum benar-benar menggambarkan realita yang ada di Indonesia. Mengingat, baru sekitar 60 dari 280 juta penduduk yang mengikuti CKG. Meski begitu, Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi menekankan salah satu penyebab utama obesitas sudah bisa terlihat, yakni 96 persen kurang aktivitas fisik.

    dr Nadia juga menyoroti perubahan pola hidup di tengah era modernisasi yang semakin bergeser.

    “Yang tadinya kita harus jalan dulu untuk mendapatkan makanan, sekarang nggak. Ibu rumah tangga yang dulu harus masak, sekarang tinggal pesan. Bukan cuma fast food, makanan apa pun sekarang tersedia dan gampang diakses online,” tutur dia.

    “Hanya dengan beberapa klik, makanan datang dalam waktu singkat.”

    Cegah Obesitas Memburuk, Harus Gimana?

    Beberapa waktu lalu, dokter spesialis penyakit dalam Dicky Tahapary, SpPD-KEMD, PhD, menekankan aktivitas fisik minimal 150 menit per minggu sangat disarankan. Perubahan kecil yang dimulai sejak dini dapat mencegah obesitas tanpa harus langsung mengonsumsi obat.

    Jika hasil belum optimal, dokter baru mempertimbangkan farmakoterapi. “Tidak semua pasien langsung diberi obat. Kami menilai dulu kondisi metaboliknya,” katanya.

    Obat hanya berfungsi sebagai pendamping, bukan solusi utama, serta harus digunakan dengan pengawasan ketat karena tetap memiliki risiko efek samping. Ketika masih belum berhasil, barulah pasien dipertimbangkan untuk operasi bariatrik, prosedur yang mengecilkan kapasitas lambung guna mengontrol asupan.

    Namun ini bukan solusi instan. “Bariatrik harus sesuai indikasi medis. Setelah operasi, pola hidup sehat tetap wajib,” tegasnya.

    Beda Bariatrik Vs Liposuction

    Selain bariatrik, prosedur sedot lemak atau liposuction juga kerap menjadi pilihan. Lantas apa bedanya?

    dr Kuswan Ambar Pamungkas SpBPRE, Subsp K (K), M, menjelaskan perbedaan mendasar antara operasi bariatrik dan liposuction yang kerap disalahpahami sebagai prosedur serupa. Menurutnya, keduanya justru memiliki tujuan, indikasi, serta manfaat klinis sangat berbeda.

    “Sebetulnya masyarakat awam tidak perlu bingung memilih antara bariatrik dan liposuction karena indikasinya jauh berbeda,” kata dr Kuswan kepada detikcom Sabtu (6/12).

    Rekomendasi bariatrik

    Ia menegaskan, bariatrik direkomendasikan untuk pasien dengan BMI >35, atau BMI >30 disertai komorbid seperti diabetes, hipertensi, atau gangguan metabolik lainnya.

    Prosedur ini dilakukan dengan mengubah struktur saluran cerna, misalnya memotong sebagian lambung atau usus, sehingga penyerapan makanan berkurang dan penurunan berat badan dapat dicapai lebih cepat.

    “Tujuan bariatrik adalah menurunkan berat badan secara signifikan untuk mencegah munculnya penyakit atau mencegah penyakit menjadi lebih berat,” jelasnya.

    Sementara itu, liposuction bukan prosedur pengobatan obesitas. Tindakan ini bertujuan mengangkat lemak di area tertentu untuk membentuk kontur tubuh, bukan mengatasi gangguan metabolik.

    “Indikasi utamanya adalah adanya distribusi lemak yang tidak merata. Liposuction tidak bisa menggantikan bariatrik. Keduanya bukan substitusi,” tegas dr Kuswan.

    Dengan kata lain, bariatrik bekerja pada akar masalah obesitas dan metabolisme, sedangkan liposuction bersifat kosmetik.

    Halaman 2 dari 4

    (naf/kna)