Tag: Otavio Dutra

  • Akhirnya KPK Tetapkan Yaqut Tersangka Korupsi Kuota Haji, Apa Perannya?

    Akhirnya KPK Tetapkan Yaqut Tersangka Korupsi Kuota Haji, Apa Perannya?

    GELORA.CO –  Yang ditunggu-tunggu publik akhirnya terjawab!

    Status hukum mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, dalam sengkarut penyelenggaraan ibadah haji dipertegas oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan menetapkan secara resmi Yaqut sebagai tersangka,  Jumat (9/1/2026).

    Yaqut diduga terlibat dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi kuota haji periode 2024.

    Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan hal itu. 

    “Benar,” kata Fitroh singkat melalui pesan pesan singkat kepada awak media, Jumat (9/1/2026).

    Penetapan tersangka ini menjadi puncak dari penyidikan panjang yang dilakukan lembaga antirasuah terkait dugaan penyalahgunaan wewenang dalam pembagian kuota haji tambahan.

    Diendus Penyidik

    Sinyal keterlibatan pucuk pimpinan Kementerian Agama telah lama diendus oleh penyidik. 

    Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, sebelumnya mengungkapkan bahwa aliran dana haram dari praktik jual beli kuota ini mengalir secara berjenjang dari bawah hingga ke level tertinggi.

    “Kalau di kementerian, ujungnya ya menteri,” kata Asep beberapa waktu lalu.

    Penyidik menduga uang hasil korupsi tersebut berasal dari kesepakatan bawah tangan antara pihak Kementerian Agama dengan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) atau biro perjalanan wisata. 

    Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyebut uang tersebut berkaitan dengan pengelolaan kuota haji tambahan yang diperjualbelikan.

    KPK juga telah berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk melacak aset hasil kejahatan melalui metode follow the money.

    Terkait Kuota Haji Tambahan

    Kasus ini bermula dari kebijakan diskresi Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas terkait pembagian tambahan kuota haji sebanyak 20.000 jemaah pada tahun 2024.

    KPK menemukan indikasi pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019. 

    Kuota tambahan yang seharusnya dialokasikan 92 persen untuk jemaah haji reguler guna memangkas antrean panjang, justru dibagi rata 50:50 antara haji reguler dan haji khusus.

    Kebijakan ini diduga merugikan sekitar 8.400 jemaah haji reguler yang seharusnya bisa berangkat, namun tersingkir. 

    Estimasi kerugian negara dalam skandal ini ditaksir mencapai lebih dari Rp1 triliun.

    Sikap Irit Bicara Yaqut

    Yaqut Cholil Qoumas sendiri tercatat telah dua kali diperiksa KPK dalam tahap penyidikan, terakhir pada Selasa (16/12/2025). 

    Baca juga: Siap Diterjunkan Kontra PSS Sleman, Pemain Anyar PSIS Otavio Dutra Waspadai 2 Pemain Lawan

    Usai pemeriksaan tersebut, Yaqut memilih irit bicara dan enggan membeberkan materi pertanyaan penyidik.

    “Saya sudah memberikan keterangan kepada penyidik. Untuk detailnya, silakan ditanyakan langsung ke penyidik,” ujar Yaqut kala itu.

    Penetapan tersangka ini sekaligus menepis isu keretakan di internal pimpinan KPK. 

    Sehari sebelumnya, Kamis (8/1/2026), Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan bahwa pimpinan KPK bulat suara dan hanya menunggu momentum kelengkapan administrasi, termasuk hasil penghitungan kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), untuk mengumumkan status tersangka.

  • Persiba Balikpapan Terancam Tanpa Pemain Baru Lawan Kendal Tornado FC
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        25 Desember 2025

    Persiba Balikpapan Terancam Tanpa Pemain Baru Lawan Kendal Tornado FC Regional 25 Desember 2025

    Persiba Balikpapan Terancam Tanpa Pemain Baru Lawan Kendal Tornado FC
    Tim Redaksi
    BALIKPAPAN, KOMPAS.com
    – Persiba Balikpapan dihadapkan pada situasi kurang menguntungkan menjelang pertandingan Pegadaian Championship melawan Kendal Tornado FC, Minggu (28/12/2025).
    Di saat kontestan lain di Grup 2 sibuk menambah kekuatan, tim berjuluk
    Beruang Madu
    ini kemungkinan tetap bertumpu pada skuad yang ada.
    “Kalau penambahan pemain tentu kita ingin, saya juga sudah sampaikan kepada manajemen. Namun kita juga harus realistis,” kata pelatih Persiba,
    Muhammad Nasuha
    , selepas memimpin uji coba melawan Balikpapan United, Rabu (24/12/2025) sore.
    Nasuha mengaku telah menyodorkan sejumlah nama pemain kepada manajemen, terutama untuk memperkuat lini belakang dan lini tengah.
    Lini pertahanan menjadi sorotan utama karena dalam 12 laga yang dijalani, gawang Persiba sudah bobol 19 kali dan baru mencetak 12 gol. Namun, hingga kini belum ada kabar baik mengenai perekrutan tersebut.
    Jika penambahan pemain tidak direstui manajemen, mantan bek Timnas Indonesia ini menegaskan kesiapannya untuk meramu kekuatan dengan pemain yang tersedia. “Ya kita maksimalkan saja pemain yang ada,” ucap Nasuha.
    Kondisi Persiba berbanding terbalik dengan pesaing di Grup 2 seperti PSIS Semarang. Tim tersebut langsung berbenah dengan mendatangkan pemain kawakan seperti Beto Goncalves, Otavio Dutra, Esteban Vizcarra, hingga meminjam Aldair Simanca Pena dari Borneo FC.
    Selain urusan transfer, Nasuha juga menyoroti jeda kompetisi selama sebulan yang dinilai cukup mengganggu performa tim.
    “Iya libur panjang seperti ini pasti mengganggu, performa pemain kembali turun,” ungkapnya.
    Untuk mengembalikan sentuhan pemain, Persiba menggelar uji tanding terakhir melawan Balikpapan United. Laga ini menjadi persiapan krusial sebelum menjamu
    Kendal Tornado FC
    di
    Stadion Batakan
    .
    Pada pertemuan pertama di Semarang, Persiba harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 0-2.
    “Kendal tim bagus, semua lini kuat. Semoga kita bisa antisipasi dan tampilkan permainan terbaik melawan mereka nanti,” kata Nasuha.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.