Tag: Olaf Scholz

  • Duka Kanselir Jerman untuk Korban Tabrak Mobil di Pasar Natal

    Duka Kanselir Jerman untuk Korban Tabrak Mobil di Pasar Natal

    Jakarta, CNN Indonesia

    Kanselir Jerman Olaf Scholz meletakkan bunga di pintu gereja setelah mengunjungi lokasi penabrakan mobil di Magdeburg, Jerman pada Sabtu (21/12) yang menewaskan sedikitnya lima orang.

    Insiden yang melibatkan tabrakan mobil di pasar Natal ini juga mengakibatkan 200 orang terluka.

    Pelaku diduga merupakan dokter berusia 50 tahun dari Arab Saudi yang tinggal di Jerman selama hapir dua dekade.

  • 5 Orang Meninggal, 200 Luka-Luka, Ini yang Perlu Diketahui tentang Serangan Mobil di Jerman – Halaman all

    5 Orang Meninggal, 200 Luka-Luka, Ini yang Perlu Diketahui tentang Serangan Mobil di Jerman – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Setidaknya lima orang tewas dan lebih dari 200 orang terluka setelah seorang pria menabrakkan mobilnya ke kerumunan di pasar Natal di kota Magdeburg, Jerman Timur, pada Jumat (20/12/2024).

    Seorang anak berusia sembilan tahun termasuk di antara korban tewas, sementara korban lainnya dirawat di 15 rumah sakit berbeda.

    Pria yang diduga mengemudikan kendaraan tersebut telah ditangkap.

    Saat mengunjungi lokasi serangan pada Sabtu, Kanselir Jerman Olaf Scholz menyebut insiden ini sebagai “tindakan yang mengerikan dan gila.”

    “Tidak ada tempat yang lebih damai dan menyenangkan selain pasar Natal,” kata Scholz. “Sungguh tindakan mengerikan melukai dan membunuh begitu banyak orang di sana dengan kebrutalan seperti itu.”

    “Kami kini mengetahui bahwa lebih dari 200 orang terluka,” tambahnya.

    “Hampir 40 orang mengalami luka serius, dan kami sangat mengkhawatirkan kondisi mereka.”

    Mengutip SBS News, berikut hal-hal yang perlu diketahui tentang insiden ini.

    1. Bagaimana kronologi kejadiannya?

    Petugas berjaga di lokasi kejadian (YouTube Bild)

    Kota Magdeburg, di bagian timur Jerman, terletak sekitar 130 km barat daya Berlin. Orang-orang berkumpul di pasar untuk merayakan Natal, beberapa hari sebelum hari perayaan tersebut.

    Direktur Kepolisian Magdeburg, Tom-Oliver Langhans, mengatakan bahwa tersangka menggunakan rute darurat untuk mencapai pasar Natal.

    Insiden ini berlangsung sekitar tiga menit.

    Rute darurat tersebut tidak dilindungi oleh penghalang dan dirancang untuk memungkinkan layanan darurat mengakses alun-alun pasar jika terjadi keadaan darurat, jelas Ronni Krug, pejabat kota.

    Rekaman video pengawasan menunjukkan sebuah BMW hitam melaju kencang menerobos kerumunan tepat setelah pukul 7 malam waktu setempat.

    Orang-orang jatuh ke tanah.

    Televisi lokal menunjukkan suasana yang kacau dengan ambulans dan mobil pemadam kebakaran di lokasi, disinari lampu biru dan sirine yang meraung-raung.

    Korban yang terluka parah dilarikan ke rumah sakit, sementara yang lainnya dirawat di tempat kejadian.

    2. Siapa pelakunya?

    Tersangka utama adalah seorang dokter berusia 50 tahun asal Arab Saudi, yang telah tinggal di Jerman sejak 2006.

    Media Jerman mengidentifikasinya sebagai Taleb A.

    Pria tersebut tinggal di Bernburg, sekitar 40 km selatan Magdeburg, dan memiliki izin tinggal permanen.

    Polisi telah menggeledah rumahnya.

    Dia bekerja sebagai psikiater di sebuah klinik rehabilitasi khusus untuk pelaku kriminal yang kecanduan di Bernburg sejak Maret 2020.

    Tersangka, yang menggambarkan dirinya sebagai “ateis Saudi,” memiliki pandangan yang sangat anti-Islam.

    “Saat ini, kami dapat memastikan bahwa pelakunya jelas memiliki sikap Islamofobia—ini bisa kami konfirmasi,” kata Menteri Dalam Negeri Jerman, Nancy Faeser, pada Sabtu.

    “Segala hal lainnya masih dalam penyelidikan lebih lanjut, dan kami harus menunggu hasilnya.”

    Seorang sumber dari Arab Saudi mengatakan kepada Reuters bahwa Arab Saudi telah memperingatkan otoritas Jerman tentang tersangka, setelah ia mengunggah pandangan ekstremis di akun media sosial X yang mengancam perdamaian dan keamanan.

    Arab Saudi telah meminta ekstradisi tersangka, tetapi Jerman belum menanggapi permintaan tersebut, kata sumber itu.

    Kementerian Luar Negeri Arab Saudi juga telah mengutuk serangan ini.

    Tersangka muncul dalam sejumlah wawancara media pada tahun 2019, melaporkan tentang pekerjaan aktivisnya yang membantu warga Arab Saudi yang  meninggalkan Islam untuk melarikan diri ke Eropa.

    Dia adalah seorang kritikus Islam yang keras dalam wawancara-wawancara ini.

    Akun X milik tersangka, yang diverifikasi oleh Reuters, menunjukkan dukungannya terhadap partai sayap kanan anti-imigrasi, Alternative for Germany (AfD), serta terhadap miliarder AS, Elon Musk.

    Musk pernah mengkritik Kanselir Jerman Olaf Scholz dan mendukung AfD.

    Sebelum serangan ini, Musk mengatakan bahwa hanya AfD yang dapat “menyelamatkan Jerman”.

    Ia menyerukan agar Scholz mengundurkan diri setelah serangan tersebut.

    3. Apa motifnya?

    Menurut Al Jazeera, jaksa Horst Walter Nopens menyatakan bahwa penyelidikan sedang berlangsung.

    Para penyidik sedang memeriksa apakah serangan ini mungkin dipicu oleh ketidakpuasan pelaku terhadap perlakuan Jerman terhadap pengungsi asal Saudi.

    4. Serangan terjadi menjelang pemilu Jerman

    Kanselir Jerman Olaf Scholz (Deutsche Welle)

    Jerman dijadwalkan menggelar pemilihan umum lebih awal pada 23 Februari, setelah koalisi tiga partai pemerintahan Scholz runtuh pada November karena perdebatan mengenai kebijakan ekonomi.

    Scholz berharap untuk memenangkan masa jabatan kedua, tetapi jajak pendapat menunjukkan bahwa blok Union, oposisi berhaluan kanan-tengah, sedang unggul.

    Sementara Partai Sosial Demokrat (SPD) yang dipimpin Scholz tertinggal jauh di belakang.

    AfD mendapatkan dukungan yang kuat dalam jajak pendapat.

    Namun kandidatnya untuk jabatan kanselir, Alice Weidel, tidak memiliki peluang realistis karena partai-partai lain menolak bekerja sama dengan AfD.

    (Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

  • Kronologi Pasar Diserang Jelang Natal, 5 Tewas 40 Luka Parah

    Kronologi Pasar Diserang Jelang Natal, 5 Tewas 40 Luka Parah

    Jakarta, CNBC Indonesia – Serangan maut terjadi di Pasar Natal di Kota Magdeburg, Jerman, pada Jumat (20/12) malam waktu setempat. Korban meninggal terus bertambah, dan terakhir dilaporkan Reuters sudah menembus 5 orang, dikutip Minggu (22/12/2024).

    Pihak berwenang Jerman sedang menyelidiki seorang pria asal Arab Saudi yang berprofesi sebagai psikiater dengan background retorika anti-Islam sebagai tersangka pengemudi dalam serangan tersebut.

    Pengemudi itu menyerang kerumunan pengunjung pasar yang berkumpul untuk merayakan musim menjelang Natal. Insiden ini terjadi di tengah perdebatan sengit mengenai keamanan dan migrasi selama kampanye pemilu di Jerman, di mana kelompok sayap kanan memberikan suara yang kuat.

    “Sungguh tindakan mengerikan yang melukai dan membunuh begitu banyak orang di sana dengan kebrutalan seperti itu,” kata Kanselir Olaf Scholz di pusat kota, saat meletakkan bunga mawar putih di sebuah gereja untuk menghormati para korban.

    “Kami sekarang mengetahui bahwa lebih dari 200 orang terluka. Hampir 40 orang terluka parah,” ia menambahkan.

    Sosok pria asal Arab Saudi berusia 50 tahun yang sudah tinggal di Jerman selama hampir 2 dekade ditangkap di tempat kejadian. Polisi menggeledah rumahnya semalaman.

    Motifnya masih belum jelas dan polisi belum menetapkan secara resmi status tersangka untuk pria tersebut. Media Jerman menyebut identitasnya bernama Taleb A.

    Juru bicara klinik spesialis rehabilitasi pecandu di Bernburg membenarkan bahwa tersangka pernah bekerja sebagai psikiater untuk mereka. Namun, pria itu sudah berhenti bekerja sejak Oktober 2024 karena sakit dan cuti liburan.

    Postingan di akun X-nya, yang diverifikasi oleh Reuters, menunjukkan dukungan terhadap partai-partai anti-Islam dan sayap kanan, termasuk Alternatif untuk Jerman (AfD), serta kritik terhadap Jerman atas penanganannya terhadap pengungsi Arab Saudi.

    Menteri Dalam Negeri Jerman Nancy Faeser mengatakan Islamofobia yang dialami tersangka terlihat jelas, namun dia menolak berkomentar mengenai motifnya.

    Taleb A. muncul dalam sejumlah wawancara media pada tahun 2019, termasuk dengan surat kabar Jerman FAZ dan BBC, di mana ia berbicara tentang pekerjaannya sebagai aktivis yang membantu warga Arab Saudi dan mantan Muslim melarikan diri ke Eropa.

    “Tidak ada orang Islam yang baik,” katanya kepada FAZ saat itu.

    Sumber Saudi mengatakan kepada Reuters bahwa Arab Saudi telah memperingatkan pihak berwenang Jerman tentang penyerang tersebut setelah dia mem-posting pandangan ekstremis di akun X pribadinya yang mengancam perdamaian dan keamanan.

    Peringatan ini diutarakan beberapa kali sejak ia meninggalkan Arab Saudi pada tahun 2006, kata sumber tersebut, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

    Penilaian risiko yang dilakukan tahun lalu oleh penyelidik kriminal negara bagian dan federal Jerman menyimpulkan bahwa pria tersebut “tidak menimbulkan bahaya tertentu”, lapor surat kabar Welt.

    Badan intelijen dalam dan luar negeri Jerman menolak mengomentari penyelidikan yang sedang berlangsung.

    Andrea Reis, yang berada di pasar pada hari Jumat, kembali pada hari Sabtu bersama putrinya Julia untuk meletakkan lilin di dekat gereja yang menghadap ke lokasi pasar. Ia mengatakan mereka hampir tergilas mobil karena sempat berada di jalur serangan.

    “Saya berkata, ‘ayo kita pergi dan makan sosis’, namun putri saya mengatakan ‘tidak, mari kita terus berjalan-jalan’. Jika kami tetap di tempat kami berada, kami akan berada di jalur mobil,” katanya.

    Air mata mengalir di wajahnya saat menggambarkan kejadian itu. “Anak-anak berteriak, menangis memanggil mama. Kamu tidak boleh melupakan itu,” katanya.

    Partai Sosial Demokrat pimpinan Scholz tertinggal dari partai sayap kanan AfD dalam jajak pendapat menjelang pemilu yang dijadwalkan pada 23 Februari.

    AfD, yang mendapat dukungan kuat di negara-negara Timur, telah menyerukan tindakan keras terhadap migrasi ke negara tersebut.

    Kandidat kanselir Alice Weidel dan wakil pemimpinnya Tino Chrupalla mengeluarkan pernyataan pada hari Sabtu yang mengutuk serangan tersebut.

    “Serangan mengerikan terhadap pasar Natal di Magdeburg di tengah masa damai menjelang Natal telah mengguncang kami,” kata mereka.

    (fab/fab)

  • Jerman Sebut Pelaku Tabrak Kerumunan Pasar Natal Tak Puas soal Imigran

    Jerman Sebut Pelaku Tabrak Kerumunan Pasar Natal Tak Puas soal Imigran

    Jakarta

    Tersangka serangan mematikan dengan menabrakkan mobil di pasar Natal di Jerman disebut memiliki pandangan yang sangat anti-Islam dan marah dengan kebijakan migran Jerman. Pelaku tersebut merupakan warga negara Arab Saudi.

    Seperti dilansir kantor berita AFP, Minggu (22/12/2024), Kanselir Olaf Scholz mengutuk serangan “mengerikan dan gila” yang menewaskan lima orang dan menggemparkan negara itu, beberapa hari sebelum Natal dan delapan tahun setelah seorang jihadis menabrakkan truk ke pasar Natal di Berlin.

    Polisi bingung dengan motif Taleb al-Abdulmohsen, tersangka utama setelah sebuah SUV menabrak kerumunan padat dengan kecepatan tinggi, juga melukai 205 orang di kota Magdeburg di bagian timur.

    Pembantaian massal itu memicu kesedihan dan kemarahan, dengan seorang anak berusia sembilan tahun di antara yang tewas dan korban dirawat di 15 rumah sakit daerah.

    Jerman telah dilanda beberapa serangan yang mematikan, tetapi bukti yang dikumpulkan oleh para penyelidik dan unggahan daringnya di masa lalu menggambarkan gambaran yang berbeda tentang Abdulmohsen, seorang dokter psikiatri berusia 50 tahun.

    Seorang yang menggambarkan dirinya sebagai “ateis Saudi” yang sebagai aktivis yang membantu para wanita melarikan diri dari kerajaan yang kaya minyak itu, ia telah mencerca Islam tetapi juga terhadap apa yang ia lihat sebagai sikap permisif Jerman terhadap para pengungsi dari negara-negara Muslim lainnya.

    Taha Al-Hajji dari Organisasi Hak Asasi Manusia Saudi Eropa yang berpusat di Berlin mengatakan bahwa Abdulmohsen adalah “orang yang terganggu secara psikologis dengan rasa penting diri yang berlebihan”.

    (rfs/rfs)

  • Korban Tewas Serangan Mobil di Jerman Kini Menjadi 5 Orang

    Korban Tewas Serangan Mobil di Jerman Kini Menjadi 5 Orang

    Jakarta, CNN Indonesia

    Jumlah korban tewas karena serangan penabrakan mobil di pasar Natal di Magdeburg, Jerman bertambah menjadi lima orang menurut pemerintah setempat pada Sabtu (21/12). Sebelumnya dinyatakan korban tewas hanya empat orang.

    Serangan itu terjadi pada Jumat (20/12) malam terhadap kerumunan pengunjung pasar yang berkumpul untuk merayakan masa sebelum Natal.

    “Sungguh tindakan yang mengerikan untuk melukai dan membunuh begitu banyak orang di sana dengan kebrutalan seperti itu,” kata Kanselir Olaf Scholz di pusat kota tempat dia meletakkan mawar putih di sebuah gereja untuk menghormati korban, diberitakan AFP.

    “Kami sekarang telah mengetahui bahwa lebih dari 200 orang telah terluka. Hampir 40 orang mengalami luka serius sehingga kami harus sangat khawatir tentang mereka,” ujar dia lagi.

    Seorang dokter Saudi berusia 50 tahun yang telah tinggal di Jerman selama hampir dua dekade ditangkap di tempat kejadian. Kepolisian juga sudah menggeldah rumahnya semalam.

    Sejauh ini kepolisian belum menyebut nama tersangka dan motifnya juga belum jelas. Namun media di Jerman sudah menyebut namanya adalah Taleb A.

    Seorang juru bicara klinik rehabilitasi spesialis untuk penjahat yang kecanduan di Bernburg mengonfirmasi bahwa tersangka telah bekerja sebagai psikiater untuk mereka, tetapi tidak bekerja sejak Oktober karena sakit dan cuti liburan.

    Unggahan di akun X pria Saudi itu, yang sudah diverifikasi Reuters, menunjukkan dukungan untuk partai-partai anti-Islam dan sayap kanan, termasuk Alternative for Germany (AfD), serta mengkritik Jerman atas penanganannya terhadap pengungsi Saudi.

    Taleb A. diketahui sempat muncul dalam sejumlah wawancara media pada 2019, termasuk dengan surat kabar Jerman FAZ dan BBC, di mana dia berbicara tentang pekerjaannya sebagai aktivis yang membantu warga Arab Saudi dan mantan Muslim melarikan diri ke Eropa.

    “Tidak ada Islam yang baik,” katanya kepada FAZ saat itu.

    Seorang sumber Saudi mengatakan kepada Reuters bahwa Arab Saudi telah memperingatkan otoritas Jerman tentang penyerang tersebut setelah ia mengunggah pandangan ekstremis di akun X pribadinya yang mengancam perdamaian dan keamanan.

    Peringatan ini diberikan beberapa kali sejak ia meninggalkan Arab Saudi pada 2006, kata sumber tersebut, tanpa menjelaskan lebih rinci.

    Badan intelijen dalam dan luar negeri Jerman menolak berkomentar tentang penyelidikan yang sedang berlangsung.

    (fea/fea)

    [Gambas:Video CNN]

  • Horor di Jerman Usai Pemobil WN Saudi Tabrak Kerumunan

    Horor di Jerman Usai Pemobil WN Saudi Tabrak Kerumunan

    Jakarta

    Lima orang tewas, termasuk anak kecil dalam insiden mobil yang dikendarai seorang pria warga negara Arab Saudi menabrak kerumunan orang di Pasar Natal di Magdeburg, yang berjarak 130 kilometer sebelah barat daya ibu kota Berlin, Jerman. Sementara jumlah korban luka-luka 200 orang, dan 40 orang diantaranya luka berat.

    Pelaku yang diketahui seorang dokter tancap gas mobil BMW jenis SUV berkelir hitam dengan cepatan tinggi pada Jumat (20/12/2024) malam waktu setempat. Pemerintah Jerman pun angkat bicara.

    “Pikiran saya tertuju pada para korban dan keluarga mereka. Kami berdiri di sisi mereka dan di sisi masyarakat Magdeburg. Terima kasih saya sampaikan kepada para pekerja penyelamat yang berdedikasi di saat-saat cemas ini,” ucap Kanselir Jerman Olaf Scholz dalam akun X-nya.

    Pelaku yang berusia 50 tahun itu tinggal di negara bagian timur Saxony-Anhalt sejak 2006. Dia telah ditangkap aparat setempat.

    “Kami telah menangkap pelakunya, seorang pria asal Arab Saudi, seorang dokter yang telah berada di Jerman sejak tahun 2006,” kata kata Perdana Menteri Regional Reiner Haseloff.

    Reiner mengunjungi tempat kejadian perkara (TKP). Lokasi kejadian pun ditutup dan dijaga oleh pasukan komando polisi.

    “Dari apa yang kami ketahui saat ini, dia adalah penyerang tunggal, jadi kami rasa tidak ada bahaya lebih lanjut,” tambahnya.

    Penyelidikan terhadap insiden tersebut masih berlangsung. Reiner mengatakan bahwa otoritas penegak hukum sedang dalam proses mengumpulkan semua data lebih lanjut dan juga melakukan interogasi.

    Arab Saudi Angkat Bicara

    Foto: Situasi di lokasi insiden mobil menabrak kerumunan di Magdeburg, Jerman pada Sabtu (21/12/2024). (REUTERS/Axel Schmidt Purchase Licensing Rights)

    Otoritas Riyadh mengecam serangan semacam itu dan menyatakan solidaritas terhadap keluarga korban dalam insiden mematikan tersebut. Kementerian Luar Negeri Saudi dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP dan Arab News, Sabtu (21/12), mengecam insiden mematikan yang terjadi.

    “Kementerian Luar Negeri menyampaikan kecaman Kerajaan Arab Saudi atas insiden yang terjadi di sebuah pasar di kota Magdeburg di Republik Federal Jerman, di mana sebuah mobil menabrak kerumunan orang, mengakibatkan kematian dan cedera pada sejumlah orang,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Saudi.

    “Kerajaan mengungkapkan solidaritasnya terhadap rakyat Jerman dan keluarga para korban,” imbuh pernyataan tersebut.

    Otoritas Saudi juga menegaskan sikapnya menolak segala bentuk kekerasan. “Kerajaan menegaskan penolakannya terhadap tindak kekerasan,” tegas Kementerian Luar Negeri Saudi dalam pernyataannya.

    Halaman 2 dari 2

    (aud/aud)

  • Horor di Jerman Usai Pemobil WN Saudi Tabrak Kerumunan

    Korban Tewas Serangan Pasar Natal Jerman Jadi 5 Orang, 40 Luka Parah

    Jakarta

    Perdana Menteri negara bagian Saxony-Anhalt Reiner Haseloff mengatakan korban serangan dengan menabrakkan mobil di pasar Natal Jerman bertambah jadi 5 orang. Sementara yang mengalami luka-luka lebih dari 200 orang.

    Seperti dilansir AFP, Sabtu (21/12/2024), Kanselir Olaf Scholz, yang bersamanya untuk memberikan penghormatan di kota Magdeburg di bagian timur, menyuarakan keprihatinannya terhadap sekitar 40 orang yang terluka parah dan mengutuk “bencana mengerikan” tersebut.

    Ia berjanji bahwa Jerman akan menanggapi “dengan kekuatan hukum penuh” atas “serangan mengerikan yang melukai dan menewaskan begitu banyak orang” menjelang peringatan serangan jihadis yang mematikan tahun 2016 di pasar Natal Berlin.

    Scholz juga menyerukan persatuan nasional pada saat Jerman diguncang oleh perdebatan sengit tentang imigrasi dan keamanan saat negara itu menuju pemilihan umum pada bulan Februari.

    Kanselir mengatakan penting “bahwa kita tetap bersatu sebagai satu negara, bahwa kita bersatu, bahwa kita bergandengan tangan, bahwa bukan kebencian yang menentukan koeksistensi kita tetapi fakta bahwa kita adalah komunitas yang mencari masa depan bersama.”

    Ia mengatakan berterima kasih atas ungkapan “solidaritas … dari banyak, banyak negara di seluruh dunia” dan mengatakan “sangat menyenangkan mendengar bahwa kami sebagai orang Jerman tidak sendirian dalam menghadapi bencana yang mengerikan ini”.

    (rfs/rfs)

  • Horor di Jerman Usai Pemobil WN Saudi Tabrak Kerumunan

    4 Orang Tewas, 200 Lainnya Luka

    Berlin

    Menurut informasi dari kalangan keamanan, jumlah korban tewas bertambah menjadi empat. Lebih dari 40 orang dilaporkan terluka parah akibat insiden mobil tabrak kerumunan di Pasar Natal Magdeburg Jerman, pada Jumat (20/12) malam. Secara total, lebih dari 200 orang dilaporkan terluka.

    Perdana menteri negara bagian Sachsen-Anhalt, Reiner Haseloff bahwa polisi telah menahan pengemudi tersebut, yang merupakan seorang warga negara Arab Saudi, dan meyakini bahwa ia bertindak sendirian.

    Haseloff mengatakan bahwa pria tersebut adalah seorang dokter dengan status kependudukan permanen dan telah tinggal di Jerman sejak 2006. Dia menggunakan mobil sewaan dalam serangan itu.

    Sampai sejauh ini, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab – terutama mengenai motif tersangka yang ditangkap atas dugaan penyerangan tersebut.

    Insiden hari Jumat itu, memicu ingatan akan serangan tahun 2016 di pasar Natal Berlin. Serangan tersebut dilakukan oleh seorang Islamis dengan menggunakan truk curian, menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 70 orang.

    Reaksi pemerintah Jerman

    Friedrich Merz, kandidat kanselir untuk partai konservatif CDU, mengatakan bahwa ia merasa sangat sedih dengan berita dari Magdeburg.

    “Pikiran saya tertuju pada para korban dan keluarga mereka. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua layanan darurat yang merawat para korban di lokasi,” katanya.

    Sementara, Kanselir Olaf Scholz memberikan respons terhadap insiden tersebut di X, menyatakan bahwa “berita dari Magdeburg menunjukkan hal yang paling mengkhawatirkan.” Ia juga menyampaikan terima kasihnya kepada para petugas darurat yang segera merespons kejadian tersebut.

    Presiden Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier bereaksi dengan mengatakan, “Antisipasi akan perayaan Natal yang damai tiba-tiba terganggu oleh berita dari Magdeburg”.

    Magdeburg, sebuah kota di sebelah barat Berlin, adalah ibu kota negara bagian Sachsen-Anhalt dan merupakan rumah bagi sekitar 240.000 orang.

    pkp/ (dpa, AP, Reuters)

    (nvc/nvc)

  • Serangan di Pasar Natal Jerman: 2 Tewas, Puluhan Terluka – Halaman all

    Serangan di Pasar Natal Jerman: 2 Tewas, Puluhan Terluka – Halaman all

    Kepala pemerintahan Magdeburg menyatakan polisi menangkap warga negara Saudi yang diduga mengemudikan mobil sewaan ke arah kerumunan.…

    Tayang: Sabtu, 21 Desember 2024 16:56 WIB

    Deutsche Welle

    Serangan di Pasar Natal Jerman: 2 Tewas, Puluhan Terluka 

    Perdana menteri negara bagian Sachsen-Anhalt, Reiner Haseloff, mengatakan sedikitnya dua orang tewas dan 60 orang lainnya terluka, akibat insiden mobil tabrak kerumunan di Pasar Natal Magdeburg Jerman, pada Jumat (20/12) malam.

    Haseloff mengatakan bahwa polisi telah menahan pengemudi tersebut, yang merupakan seorang warga negara Arab Saudi, dan meyakini bahwa ia bertindak sendirian.

    Haseloff mengatakan bahwa pria tersebut adalah seorang dokter dengan status kependudukan permanen dan telah tinggal di Jerman sejak 2006. Dia menggunakan mobil sewaan dalam serangan itu.

    Insiden hari Jumat itu, memicu ingatan akan serangan tahun 2016 di pasar Natal Berlin. Serangan tersebut dilakukan oleh seorang Islamis dengan menggunakan truk curian, menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 70 orang.

    Reaksi pemerintah Jerman

    Friedrich Merz, kandidat kanselir untuk partai konservatif CDU, mengatakan bahwa ia merasa sangat sedih dengan berita dari Magdeburg.

    “Pikiran saya tertuju pada para korban dan keluarga mereka. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua layanan darurat yang merawat para korban di lokasi,” katanya.

    Wakil Kanselir Jerman Robert Habeck juga menyatakan keterkejutannya atas “berita yang mengerikan dari Magdeburg, di mana orang-orang ingin menghabiskan musim Adven dalam kedamaian dan kebersamaan. Pikiran saya tertuju kepada para korban dan keluarga mereka.”

    Sementara, Kanselir Olaf Scholz memberikan respons terhadap insiden tersebut di X, menyatakan bahwa “berita dari Magdeburg menunjukkan hal yang paling mengkhawatirkan.” Ia juga menyampaikan terima kasihnya kepada para petugas darurat yang segera merespons kejadian tersebut.

    Presiden Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier bereaksi dengan mengatakan, “Antisipasi akan perayaan Natal yang damai tiba-tiba terganggu oleh berita dari Magdeburg”.

    Magdeburg, sebuah kota di sebelah barat Berlin, adalah ibu kota negara bagian Sachsen-Anhalt dan merupakan rumah bagi sekitar 240.000 orang.

    pkp/ (dpa, AP, Reuters)

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’15’,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini

  • Sosok Pelaku Tabrak Mobil ke Kerumunan Pasar Natal di Jerman, Disebut Serangan Brutal, 80 Luka-Luka

    Sosok Pelaku Tabrak Mobil ke Kerumunan Pasar Natal di Jerman, Disebut Serangan Brutal, 80 Luka-Luka

    TRIBUNJATIM.COM – Sebuah insiden terjadi di Pasar Natal, Saxony-Anhalt, Jerman, menyebabkan 80 orang luka-luka dan dua korban tewas.

    Peristiwa ini terjadi sekelebat saat sebuah mobil melaju kencang menabrak orang-orang di sana, Jumat (20/12/2024).

    Pemerintah menyebut peristiwa ini sebagai serangan brutal.

    Salah satu korban tewas adalah anak-anak, sementara lainnya dewasa.

    Hal ini dikonfirmasi oleh pemimpin negara bagian Saxony-Anhalt, Reiner Haseloff.

    Informasi berita menarik lainnya di Google News TribunJatim.com

    kata dia, jumlah korban tewas masih mungkin bertambah karena sejumlah korban dilaporkan mengalami luka parah.

    Peristiwa tersebut terjadi kira-kira pukul 19:04 Jumat malam waktu setempat (Sabtu dini hari, 01.04 WIB) di pasar Natal di pusat kota Magdeburg.

    Video yang beredar di media sosial memperlihatkan sebuah mobil menerobos kerumunan pasar, sehingga menimbulkan kepanikan dan kekacauan.

    Reiner Haseloff mengungkap sosok pelaku pengendara mobil yang berhasil ditangkap ialah seorang pria Arab Saudi berusia 50 tahun.

    “Kami telah menangkap pelaku, dia pria dari Arab Saudi, usia 50 tahun,” kata Reiner Haseloff. 

    “Berdasarkan pengetahuan kami saat ini, dia penyerang satu-satunya (tunggal), jadi kami rasa tidak ada lagi bahaya bagi kota ini,” lanjutnya. 

    Polisi menangkap pria Arab Saudi yang diduga menabrakkan mobilnya ke kerumunan pengunjung pasar Natal Jerman di Kota Magdeburg, Jumat (20/12/2024). (AFP VIA KOMPAS.COM)

    Tayangan stasiun tv NTV menunjukkan beberapa ambulans dan mobil pemadam kebakaran di lokasi kejadian.

    Sejumlah korban luka dilarikan ke rumah sakit, sedangkan beberapa lainnya masih tergeletak di jalan. 

    Teriakan dan jeritan terdengar saat polisi, petugas medis, dan pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi yang penuh hiasan pohon Natal dan lampu-lampu pesta itu. 

    AFP melaporkan, mobil BMW hitam melaju kencang menerobos kerumunan tepat setelah pukul 19.00 waktu setempat, ketika pasar itu dipenuhi pengunjung.

    Kanselir Jerman Olaf Scholz menulis di media sosial X bahwa insiden di Magdeburg menimbulkan ketakutan terburuk.

    “Simpati saya bersama para korban dan keluarga mereka. Kami berdiri di sisi mereka dan di sisi masyarakat Magdeburg.”

    “Terima kasih saya sampaikan kepada para petugas penyelamat yang berdedikasi di saat-saat yang menegangkan ini,” tulisnya. 

    Hingga saat ini, motif si pelaku menabrak kerumunan belum dapat dipastikan karena masih penyelidikan.

    Pihak kepolisian pun terus menjaga secara ketat pasar Natal tersebut dan menutup area TKP.

    Pejabat setempat juga menganjurkan warga untuk tidak mendatangi kawasan pasar Natal ketika penyelidikan masih berlangsung.

    Sosok pelaku:

    – Pria Arab Saudi 

    – Usia 50 tahun

    – Seorang dokter

    – Bekerja di Saxony-Anhalt

    – Sudah tinggal di Jerman sejak 2006.

    Insiden serupa pernah terjadi di Jerman pada 2016, ketika pria Tunisia yang mengemudikan truk menewaskan 12 orang di pasar Natal Berlin.

    Korban ke-13 meninggal beberapa saat setelah kejadian akibat luka serius dalam serangan yang diklaim oleh kelompok ISIS itu.

    —– 

    Berita Jatim dan berita viral lainnya.