Jadi Napi Kasus Suap, Eks Walkot Bekasi Rahmat Effendi Keluar Lapas untuk Nikahkan Anaknya
Tim Redaksi
BEKASI, KOMPAS.com –
Mantan Wali Kota Bekasi
Rahmat Effendi
menjadi wali nikah putrinya, Rahma Fitriana, di kediamannya, Pekayon, Bekasi Selatan, Minggu (25/5/2025).
Rahmat Effendi menjadi wali nikah ketika masih menjalani masa hukuman 12 tahun penjara dalam kasus suap pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.
Dalam video yang beredar di media sosial, Rahmat tampak mengenakan setelan baju abu-abu dan memimpin prosesi ijab kabul untuk mempelai pria, Muhamad Rafi.
“Saudara Muhamad Rafi bin Supriyadi, saya nikahkan dan kawinkan anak kandung saya yang bernama Rahma Fitriana kepada Engkau, dengan mas kawin berupa logam mulia seberat 100 gram, Engkau bayar tunai,” ucap Rahmat, dikutip
Kompas.com
dalam video yang beredar, Rabu (28/5/2025).
Sementara, Kepala KUA Bekasi Selatan, Nurkholis, membenarkan kehadiran Rahmat menjadi wali nikah anaknya.
Nurkholis mengatakan, kehadiran Rahmat sudah mendapat izin dari pimpinan Lapas Gunung Sindur, Bogor.
“Sudah izin resmi Lapas Gunung Sindur dan juga disertai dengan dikawal tiga orang dari lapas,” ungkap Nurkholis.
Nurkholis menambahkan, setiap petugas yang mengawal Rahmat telah menerima surat tugas yang berlaku hingga selesainya acara ijab kabul.
“Secara langsung saya lihat memang betul secara ril itu masing-masing pengawalnya sudah ada surat tugas untuk mengawal Pak Rahmat sampai selesai acara akad nikah,” ujarnya.
Menurutnya, Rahmat keluar lapas sekadar untuk menghadiri pernikahan anaknya.
“Sebatas menghadiri pernikahan sebagai wali nikah anaknya,” imbuh dia.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Nurkholis
-

Sadar Pengurangan Sampah, Menteri LH Apresiasi Program Inovasi Berseri Pemprov Jatim
Surabaya (beritajatim.com) – Inovasi Berseri mengedukasi masyarakat menjadi sadar terhadap pengurangan sampah. Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq mengapresiasi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa terkait program inovasi Berseri (bersih dan lestari).
“Kami terima kasih atas Program Inovasi Berseri yang digerakkan oleh Pemprov Jatim. Ibu Gubernur Jawa Timur dengan beberapa inisiasinya,” kata Hanif didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jawa Timur, Nurkholis di KBS, Rabu (7/5/2025).
Hanif menyebut program itu bagus untuk mengedukasi masyarakat terkait pengurangan sampah. Program itu diharapkan bisa semakin meningkatkan kesadaran masyarakat.
“Saya mencoba membaca cukup banyak kelompok-kelompok masyarakat yang telah diinisiasi oleh Pemprov Jatim untuk pemahaman edukasi terkait dengan pengurangan sampah,” jelasnya.
Hanif menyebut permasalahan sampah menjadi konflik di tengah masyarakat. Di satu sisi, pemerintah telah berupaya penuh dalam penanganan sampah, namun masih ada masyarakat yang belum sadar akan pentingnya pengurangan sampah.
“Sampah kita lagi konflik. Hal ini serius harus kita tangani karena kita belum mampu membangun tanggung jawab penanganan sampah. Kita masih membebankan penanganan sampah itu di pemerintah atau pemerintah daerah. Ini jelas tidak mungkin terus menerus seperti ini,” jelasnya.
“Sehingga, prinsip undang-undang ini terlanggar, Undang-Undang 32/2009 tentang perlindungan lingkungan lingkungan hidup, maka kita mengenal prinsip yang kita sebut dengan polluter pays principle (prinsip pencemar pembayar). Jadi, siapa yang menyebabkan polusi harus membayar, ini yang belum diterapkan, sehingga masih dengan senangnya kita semua, warga masyarakat membuang sampah tanpa kemudian memikirkan bagaimana sampah itu harus ditangani,” lanjutnya.
Hanif menyebut pemerintah akan terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengatasi masalah sampah.
“Kita sudah penanganan sampah 39 persen, artinya kita tidak mulai dari nol. Negara-negara maju memerlukan waktu 30-40 bahkan ada yang 100 tahun untuk menangani sampahnya. Kita akan mulai sekarang, Bapak Presiden Prabowo melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 mencanangkan target pengelolaan sampah selesai di 2029,” jelasnya.
“Untuk 2025 ini targetnya 51 persen (pengurangan sampah di Indonesia). Sementara kondisi hari ini baru 39 persen, jadi ada gap sekitar 11 persen yang harus kita capai. Sementara untuk mencapai 39 persen ini kita waktu 10 tahun. Jadi untuk itu saat kami maraton ke daerah untuk sama-sama mendiskusikan bagaimana pengolahan sampah itu bisa kita evaluasi dengan target yang dimintakan oleh pak presiden melalui UU nomor 12 tahun 2025,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala DLH Jatim, Nurkholis mengatakan, Pemprov Jatim telah membeberkan program Berseri adalah program inovasi Pemprov Jatim dalam rangka meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan dalam pengelolaan lingkungan hidup.
“Program ini untuk meningkatkan kelestarian lingkungan hidup serta memberikan pengakuan terhadap upaya pengelolaan lingkungan yang telah dilakukan di masing-masing desa/kelurahan Berseri. Hal ini telah ditetapkan dalam Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 56 Tahun 2023 tentang Pedoman Penilaian Desa/Kelurahan Bersih dan Lestari yang diinisiasi oleh Bu Gubernur Khofifah,” jelasnya.
“Hingga tahun 2024 program Berseri telah mengedukasi dan menetapkan penghargaan sebanyak 1.126 desa/kelurahan Jawa Timur. Diharapkan desa/kelurahan dapat berperan aktif dalam melaksanakan pengelolaan lingkungan melalui kepemimpinan pengelolaan lingkungan, kelembagaan dan partisipasi masyarakat, pengelolaan sampah, pengelolaan ruang terbuka hijau, konservasi energi, dan konservasi air,” tambahnya.
Nurkholis menambahkan program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat desa/kelurahan untuk melakukan pemilahan dan pengelolaan sampah, agar dapat mengurangi beban sampah yang masuk ke TPA.
“Program ini juga mendorong masyarakat membentuk Bank Sampah di setiap RT/RW, sebab keberadaan bank sampah akan mempercepat membangun kesadaran masyarakat di dalam melakukan pengelolaan sampah selain menambah sumber pendapatan keluarga dan memutar ekonomi,” pungkasnya. (tok)
-
/data/photo/2025/04/22/68075ebc66ac6.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Santri Korban Penculikan Akui Sempat Disiksa selama Penyekapan di Mobil Pelaku Surabaya 22 April 2025
Santri Korban Penculikan Akui Sempat Disiksa selama Penyekapan di Mobil Pelaku
Tim Redaksi
PASURUAN, KOMPAS.com
– Polres Pasuruan Kota memastikan kondisi kesehatan dan psikologi Muhammad Sulaiman (18), santri asal Kabupaten Pasuruan korban penculikan, baik.
Meski demikian, korban mengaku sempat mendapatkan penyiksaan karena terdapat luka lebam di bagian hidung.
Pengakuan korban tersebut disampaikan langsung saat proses evakuasi usai penangkapan para pelaku penculikan. Dalam video, korban menunjukkan luka lebam di bagian hidung selama penyekapan di mobil para pelaku.
Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Davis Busin Siswara menjelakan usai penangkapan para pelaku, korban langsung mendapatkan penanganan khusus. Termasuk pendampingan kesehatan jasmani dan kondisi psikologis korban.
“Dokter kesehatan sudah memeriksa kesehatan korban untuk memastikan bahwa kesehatan keadaan korban. Baik secara fisik maupun psikologisnya,” ujar Davis.
Setelah dilakukan pemeriksaan, Davis juga menyampaikan kepada pengasuh pondok pesantren Metal, KH Nurkholis melalui video call.
Ia juga memberikan kesempatan pada korban untuk mengobrol langsung melalui handphonenya.
” Alhamdulillah kiai, para pelaku sudah kami amankan. Untuk santrinya pak kiai juga dalam keadaan sehat. Ini sudah diperiksa oleh dokter,” ujar Davis kepada Nurkholis.
Dalam perbincangan itu, pihak Ponpes Metal juga menyampaikan terima kasih atas kerja keras pihak kepolisian.
“Mohon maaf, baru besok saya balik ke pondok. Saya tunggu hasil penyidikan lebih lanjut,” kata Nurkholis melalui sambungan telepon.
Untuk diketahui, aksi penculikan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Metal, Rejoso, Pasuruan, MS (18) dilakukan di depan toko Hamdalah di Jalan Raya Pantura, Desa Rejoso Lor, Kecamatan Rejoso, Senin (21/04/2025) malam.
Aksi tersebut sempat terekam CCTV dan beredar luas di media sosial.
Kurang dari 10 jam, tim gabungan dari Polres Pasuruan Kota berhasil menangkap 7 pelaku penculikan di Tol Kebomas, Gresik, Selasa (22/04/2025) pagi.
Kini pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mencari motif para pelaku penculikan.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -

Pelabuhan Bakauheni masih dipadati pemilir hingga Senin dini hari
Aktivitas kendaraan pemudik arus balik di kantong parkir dermaga reguler Pelabuhan Bakauheni pada Senin (07/4) dini hari. ANTARA/Riadi Gunawan
Pelabuhan Bakauheni masih dipadati pemilir hingga Senin dini hari
Dalam Negeri
Editor: Novelia Tri Ananda
Senin, 07 April 2025 – 06:31 WIBElshinta.com – Aktivitas pergerakan pemilir di Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung masih terus berlangsung dan bahkan memadati kantong parkir dermaga pada H+6 Lebaran atau Senin dini hari. Pantauan kami di lokasi, para pemilir yang melakukan perjalanan dari Sumatera menuju Pulau Jawa masih terus berdatangan hingga pukul 00.48 WIB dini hari.
Kendaraan para pemilir yang terus berdatangan membuat sejumlah personel kepolisian, TNI, dan petugas ASDP sibuk mengatur arus lalu lintas di dalam pelabuhan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan. Tidak hanya kendaraan, para penumpang pejalan kaki juga terpantau masih terus berdatangan di Pelabuhan Bakauheni.
Salah satu pemilir pejalan kaki, Nurkholis, saat diwawancarai di pintu masuk kapal mengatakan dirinya sengaja memilih kembali pada malam hari guna menghindari kemacetan.
“Sengaja biar gak macet-macetan di jalan sama di pelabuhan, soalnya saya melihat berita dan di sosial media kemarin di pelabuhan macet parah,” kata dia.
Sementara itu, General Manajer (GM) PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Syamsudin, mengatakan, berdasarkan data 24 jam dari posko ASDP cabang Bakauheni jumlah penumpang kapal yang melakukan penyeberangan sebanyak 162.888 orang, sedangkan untuk kendaraan sebanyak 42.189 unit.
Menurut dia, untuk mengatasi lonjakan dan penumpukan kendaraan di Pelabuhan Bakauheni pihaknya telah menyiapkan strategi seperti delay system hingga skrining tiket.
“Kita menerapkan delay system dan skrining tiket di setiap rest area, agar tidak terjadi penumpukan kendaraan pemudik di area pelabuhan,” ucapnya.
Ia menjelaskan, hingga saat ini jumlah penumpang yang melakukan penyeberangan menuju Pelabuhan Merak Banten masih terus meningkat.
Sumber : Antara
-

Mensos Beri Santunan Korban Tertimpa Pohon saat Salat Id di Pemalang
Jakarta –
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyerahkan berbagai bantuan untuk warga Pemalang di Pendopo Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu (5/4/2025).
Total bantuan yang diserahkan senilai Rp 426 Juta, meliputi santunan bagi 22 korban jemaah salat Idul Fitri yang tertimpa pohon, bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) bagi 23 penerima manfaat, dan buffer stock lumbung sosial Kab. Pemalang.
Dalam kesempatan ini, Gus Ipul menyampaikan belasungkawa kepada ahli waris korban meninggal dunia dan korban yang terluka akibat tertimpa pohon rubuh.
“Saya sekali lagi ingin berbelasungkawa, mengucapkan duka yang dalam atas musibah yang terjadi pada saat menjelang ibadah Idul Fitri 1446 Hijriah di Alun-alun Kab. Pemalang,” ucapnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/4/2025).
Idul Fitri kali ini mengguratkan duka bagi warga Kab. Pemalang. Pada Senin (31/3/2025) lalu, sebuah pohon rubuh dan menimpa sebagian warga yang hendak menjalankan salat Idul Fitri di Alun-Alun Kab. Pemalang. Akibatnya 4 orang meninggal dunia, 11 orang luka berat dan 7 orang warga menderita luka ringan.
Mengetahui hal tersebut, Kementerian Sosial segera melakukan asesmen. Hari ini, Gus Ipul bahkan menemui dan menyalurkan santunan senilai Rp15 Juta bagi masing-masing ahli waris korban yang meninggal, santunan senilai Rp5 Juta bagi setiap korban luka berat dan Rp3 Juta bagi korban luka ringan.
1. Rasmono (42 Th), warga Kel. Pelutan, Kec/Kab Pemalang
2. Anita Rahmawati (39 Th), warga Kel. Pelutan, Kec/Kab. Pemalang
4. Anggi Nurkholis (25 Th), warga Kel. Pelutan Kec/ Kab. Pemalang.
Kementerian Sosial hadir bukan hanya memberikan santunan, tetapi juga memberikan dukungan untuk ahli waris dan korban bencana. Adapun dukungan tersebut diberikan dalam bentuk ATENSI berupa bantuan pemenuhan hidup layak dan bantuan kewirausahaan.
“Mereka yang terkena bencana akan kami bantu untuk merintis usaha,” kata Gus Ipul.
Pada kesempatan itu, Gus Ipul juga menyerahkan secara simbolis bantuan pemenuhan hidup layak bagi ahli waris dan korban, serta bantuan kewirausahaan senilai Rp 2.428.410,00. Total seluruh bantuan ATENSI tersebut bernilai Rp 15.949.910,00.
Dalam hal mitigasi bencana, Kementerian Sosial mengambil peran baik dalam evakuasi, penyediaan shelter dan logistik serta rehabilitasi. Untuk menunjang persediaan shelter dan logistik di Kab. Pemalang, Gus Ipul juga menyerahkan buffer stock lumbung sosial senilai Rp 274.284.250,00. Buffer stock tersebut berupa 2 unit penjernih air, 600 paket makanan siap saji, 140 lembar kasur, 50 lembar selimut, 20 lebar tenda gulung, 70 paket family kit, 160 paket kids ware dan tenda keluarga portable.
Sementara itu, Bupati Pemalang Anom Widyantoro menyambut baik dan mengapresiasi aksi nyata Kemensos membantu warganya baik dalam bentuk bantuan dan peningkatan mitigasi bencana di Kabupaten Pemalang.
“Atas nama pemerintah Kabupaten Pemalang, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Mensos, Bapak Saifullah Yusuf. Saya ingin mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya atas bantuan yang diberikan kepada seluruh korban dan seluruh keluarga,” pungkasnya.
(akd/ega)
Hoegeng Awards 2025
Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini
-

Berawal Saling Ejek di Warung Kopi, Pecah Bentrok Anggota 2 Perguruan Silat di Tuban – Halaman all
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Muhammad Nurkholis
TRIBUNNEWS.COM, TUBAN – Perkelahian antarkelompok perguruan silat terjadi di Jalan Cemoro Sewu, Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Jatim, Kamis (27/3/2025) sekitar pukul 01.00 WIB.
Pertikaian dipicu saling ejek antarkelompok di sebuah warung kopi.
Keduanya akhirnya melakukan perkelahian.
Pertikaian antar dua kelompok tersebut, warga yang merasa resah kemudian melaporkan kejadian ini kepada Satreskrim Polres Tuban.
Unit Jatanras Satreskrim Polres Tuban yang sedang melakukan patroli malam, kemudian mendatangi lokasi kejadian.
Namun saat petugas sampai di lokasi kejadian, petugas hanya berhasil mengamankan satu orang saja karena yang lain berhasil melarikan diri.
“Saat tiba di TKP kita hanya mengamankan satu orang,” ujar Kanit Jatanras Satreskrim Polres Tuban, IPDA Moch. Rudi, Kamis (27/3/2025)
Kemudian petugas melakukan penyisiran dan melakukan pengembangan, hasilnya 8 orang dari dua perguruan silat yang telah melakukan tawuran tersebut berhasil diamankan.
Dari hasil perkelahian ini, diketahui ada satu orang yang mengalami luka ringan.
“Dari Hasil pengembang kita amankan lagi 8 anak yang terlibat tawuran, 1 diantaranya mengalami luka ringan,” imbuhnya
Untuk memberi efek jera dan tidak mengulangi perbuatannya, 9 anak dibawah umur ini kemudian diberi pembinaan fisik berupa push up.
Selain pembinaan fisik 9 orang ini juga disuruh melafalkan sumpah pemuda.
“Satu orang yang mengalami luka ringan masih dalam kondisi baik-baik saja, kemudian semuanya kita beri pembinaan,” ucapnya.
Melafalkan sumpah pemuda dilakukan bukan tanpa alasan, hal ini agar para anak-anak memahami betul jika perbedaan bukan berarti permusuhan.
Usai dilakukan pembinaan, 9 anak-anak ini kemudian diperbolehkan pulang untuk beristirahat, dan berjanji tak akan mengulangi perbuatannya.
“Kejadian seperti ini terjadi karena para anak-anak sedang mencari jati diri,” bebernya.
Dari kejadian ini Rudi menghimbau agar para orang tua turut mengawasi anak-anaknya, sebab dikhawatirkan tanpa pengawasan, anak-anak ini bisa terjerumus dalam pergaulan yang salah. (Tribun Jatim/Muhammad Nurkholis)
-

Sosok TM, Polisi Terjaring Razia Berduaan dengan Mahasiswi di Kamar Kos, Protes Petugas – Halaman all
TRIBUNNEWS.COM – TM (22), seorang anggota polisi terjaring razia petugas, Sabtu (15/3/2025).
Ia kepergok saat berduaan dengan seorang mahasiswi di kamar kos di Jalan WR Supratman, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Adapun identitas mahasiswi itu adalah EDP (20), warga Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan.
Dilansir TribunJatim.com, TM merupakan warga Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban.
Ia adalah anggota polisi dari jajaran Polres Lamongan, tepatnya bertugas di Polsek Solokuro.
“Yang bersangkutan anggota dari Polsek Solokuro Lamongan,” kata Kanit Patroli Sat Samapta Polres Tuban, Ipda Rudi.
Imbas dari kejadian itu, TM mendapat penindakan dari Propam Polres Lamongan.
“Saat ini sudah mendapat penanganan dari Propam Polres Lamongan,” ujarnya.
Sebelumnya, saat dirazia, TM sempat tak terima. Ia memprotes petugas yang mendatangi kamar kosnya.
Bahkan, TM juga keberatan dan melarang awak media yang meliput razia gabungan tersebut mengambil gambarnya.
Namun, setelah mendapatkan penjelasan dari petugas kepolisian yang ikut dalam razia tersebut, akhirnya mereka bisa menerimanya.
Saat itu, petugas tidak memproses TM lebih lanjut karena kurangnya bukti.
Sebab saat razia terjadi, pintu kamar kos TM dalam posisi terbuka.
“Mau menindak tidak cukup bukti,” kata Rudi.
Dari pengakuan TM, ia hanya mengantarkan pulang pasangannya, dikutip dari Kompas.com.
Adapun hubungan antara TM dan EDP yang terjaring razai itu memang bukan pasangan suami istri.
“Keduanya statusnya memang masih belum nikah,” terangnya.
“Dia (TM) masih perjaka, yang perempuan juga masih lajang,” sambungnya.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Nasib Oknum Polisi yang Terjaring Razia di Kamar Kos Tuban, Bertugas di Lamongan, Diperiksa Propam
(Tribunnews.com/Nanda Lusiana, TribunJatim.com/Muhammad Nurkholis, Kompas.com/Hamim)
-

Anggota Polisi yang Terjaring Razia di Kamar Kos Tuban Ternyata Bertugas di Lamongan – Halaman all
TRIBUNNEWS.COM – Petugas gabungan dari Satpol PP Kabupaten Tuban, TNI, Polri, serta Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) melakukan razia di sejumlah rumah kos di wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (15/3/2025).
Razia ini bertujuan untuk menjaga ketertiban umum selama bulan suci Ramadan.
Dari total lima kos yang diperiksa, petugas menemukan dua pasangan bukan suami istri yang sedang berada di dalam kamar.
Salah satu di antara pasangan itu adalah anggota polisi berinisial TM (22), warga Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban.
TM terjaring razia saat berada di dalam kamar kos bersama wanita berinisial EDP (20), warga Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan.
Menurut Kanit Patroli Sat Samapta Polres Tuban, Ipda Rudi, TM bukanlah anggota polisi dari jajar Polres Tuban, melainkan anggota dari jajaran Polres Lamongan.
“Yang bersangkutan anggota dari Polsek Solokuro Lamongan,” ujar Rudi, dikutip dari Tribun Jatim, Senin (17/3/2025).
Rudi menyebut, atas perbuatan, saat ini TM telah mendapatkan penindakan dari Propam Polres Lamongan.
“Saat ini sudah mendapat penanganan dari Propam Polres Lamongan,” imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, kendati kedapatan sedang ngamar bersama seorang wanita, TM sempat tidak terima saat petugas merazianya.
Pasalnya, dirinya merasa tak sedang berbuat asusila di dalam kamar kos itu.
Namun setelah mendapatkan arahan dari petugas, TM kemudian mulai menyadari perbuatannya.
Kemudian, pasangan kedua yang tak memiliki hubungan suami istri didapati di sebuah homestay bernama F&Z yang lokasinya di Kelurahan Perbon, Kecamatan/Kabupaten Tuban.
Di dalam homestay itu, ditemukan laki-laki berinisial NAZ (42), warga Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Nasib Oknum Polisi yang Terjaring Razia di Kamar Kos Tuban, Bertugas di Lamongan, Diperiksa Propam.
(Tribunnews.com/Deni)(TribunJatim.com/Muhammad Nurkholis)
-

Kurang dari 3 Bulan, Damkar Tuban Amankan 91 Ular dari Permukiman Warga: Musim Penghujan
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Muhammad Nurkholis
TRIBUNJATIM.COM, TUBAN – Selama 2,5 bulan di tahun 2025 ini, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tuban telah amankan 91 ekor ular, Jumat (14/3/2025).
Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Tuban, Gunadi mengatakan, ular makin sering muncul ke permukiman masyarakat karena dipengaruhi faktor musim penghujan.
“Ular ini muncul makin banyak karena musim penghujan, dari awal tahun hingga saat ini sudah ada 91 ekor ular yang diamankan,” ujar Gunadi.
Dia menambahkan, ular akan mencari tempat yang lebih hangat dan tidak basah, ketika musim penghujan.
Kemudian untuk jenis ular yang dievakuasi oleh Damkar, mayoritas adalah jenis ular piton dengan panjang kisaran dua sampai tiga meter.
“Untuk panjang ular yang kita amankan, kisaran dua hingga tiga meter,” imbuhnya.
Mantan Camat Grabagan Tuban ini juga mengatakan, sebagian ular sudah diangkut untuk direhabilitasi Wildlife Rescue Unit (WRU) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jatim.
“Ada 51 ekor ular yang dibawa ke BKSDA untuk pemeriksaan kesehatan dan persiapan pelepasliaran ke habitat yang lebih aman,” bebernya.
Dengan maraknya kemunculan ular di musim penghujan, Gunadi mengimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir.
Jika mendapati kemunculan hewan melata ini, maka alangkah baiknya langsung menghubungi petugas Damkar Kabupaten Tuban agar lebih aman.
-

Vicky Prasetyo Siap Berpolitik Lagi meski Gagal di Pilkada
Solo, Beritasatu.com – Selebritas Vicky Prasetyo mengaku, akan maju kembali pada pilkada berikutnya. Pengakuan itu diucapkan Vicky setelah bertemu dengan Jokowi di Solo.
Vicky Prasetyo bertemu dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) di kediamannya di Jalan Kutai Utara NoMOR 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah.
Mantan suami Angel Lelga itu tiba sekitar pukul 11.00 WIB dan langsung memasuki kediaman Presiden Jokowi bersama rombongan. Setelah pertemuan tertutup yang berlangsung selama satu jam, Vicky Prasetyo keluar dari kediaman dan memberikan pernyataan kepada awak media.
Vicky Prasetyo mengungkapkan dalam pertemuan tersebut, banyak membahas berbagai hal, termasuk evaluasi dirinya di pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 serta rencana masa depan karier politiknya.
“Ya, memang sudah diagendakan pertemuan dengan bapak (Jokowi). Tadi ngobrol saja seputar evaluasi aku di pilkada, membahas nanti aku ke depannya seperti apa,” ujarnya.
Vicky mengatakan, Jokowi memberikan beberapa nasehat mengenai dunia politik, termasuk pentingnya untuk tetap aktif berinteraksi dengan masyarakat apabila ingin terus berkarier di dunia politik.
“Banyak pembelajarannya. Harus punya agresi politik lagi, hasrat politik jangan hilang, terus harus sering rajin turun (bertemu masyarakat) setiap saat untuk bisa ke depannya punya waktu ruang yang panjang,” ucapnya.
Meski gagal dalam pemilihan legislatif (Pileg) dan pilkada, Vicky Prasetyo menegaskan, ia tetap berkomitmen untuk terjun kembali ke dunia politik. Ia optimis masih memiliki kesempatan di masa depan.
“Ya insyaallah mudah-mudahan masih tetap ada di politik. Ke depan pasti ada penyesuaian saja, aku dengan teman-teman,” ujar Vicky.
Diketahui, Prasetyo maju sebagai calon bupati Pemalang, berpasangan dengan Mochamad Suwendi pada Pilkada 2024. Namun, mereka kalah dalam perolehan suara dari dua pasangan calon lainnya, Anom Widiyantoro-Nurkholis dan Mansur Hidayat-Muhammad Bobby Dewantara.
Meski kalah, Vicky mengaku bangga telah berpartisipasi dalam Pilkada Kota Pemalang. Ia merasa sudah berhasil memperkenalkan Kota Pemalang kepada masyarakat yang lebih luas.
“Minimal, saya sudah mengenalkan lebih banyak orang tentang Pemalang di negeri kita,” tegas Vicky Prasetyo setelah bertemu dengan Jokowi.
/data/photo/2025/05/28/6836a0629fae5.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)