Tag: Nikita Mirzani

  • Kasus Vadhel Badjideh Masuk Tahap Penyidikan, Nikita Mirzani: Doa Saat di Makkah Diijabah

    Kasus Vadhel Badjideh Masuk Tahap Penyidikan, Nikita Mirzani: Doa Saat di Makkah Diijabah

    Jakarta, Beritasatu.com – Nikita Mirzani memenuhi panggilan penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Rabu (30/10/2024), untuk pemeriksaan lebih lanjut terkait laporannya terhadap Vadel Badjideh mengenai dugaan pencabulan dan aborsi anaknya, Laura Meizani atau Lolly.

    “Hari ini dipanggil untuk BAP (berita acara pemeriksaan) ulang sebagai saksi, karena kasusnya sudah naik dari proses penyelidikan menjadi proses penyidikan,” tutur Nikita Mirzani kepada awak media di Polres Jakarta Selatan.

    Didampingi kuasa hukumnya, Fahmi Bachmid, Nikita bersyukur atas respons pihak kepolisian yang memproses kasus ini. 

    “Alhamdulillah sesuai on the track. Jadi ya, hari ini dipanggil ya datang,” ujarnya.

    Nikita juga mengaku bahagia saat menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) oleh kepolisian. “Happy lah, seneng maksudnya, berarti kan yang dilaporkan memang ada pidananya,” tuturnya.

    Lebih lanjut, Nikita mengaku tidak menyiapkan persiapan khusus. Kendati demikian, dalam pemenuhan panggilan ini, dirinya membawa bukti-bukti tambahan terkait kasus dugaan pencabulan dan aborsi yang dilakukan Vadel Badjideh kepada anaknya.

    “Ternyata memang Allah itu mengijabahnya. Semua doa-doa waktu di Makkah. Jadi enggak tahu kenapa tiba-tiba timbul satu per satu orang-orang yang tahu kejadian. Sesungguhnya, bagaimana Laura itu melakukan yang sesuai sama yang saya laporkan,” tandasnya.

    Diketahui hingga berita ini diturunkan Nikita Mirzani masih menjalani proses pemeriksaan oleh penyidik Unit PPA Satreskim Polres Metro Jakarta Selatan.

  • Laporan Nikita Mirzani Berlanjut ke Penyidikan, Vadel Badjideh Belum Jadi Tersangka?

    Laporan Nikita Mirzani Berlanjut ke Penyidikan, Vadel Badjideh Belum Jadi Tersangka?

    Jakarta, Beritasatu.com – Laporan Nikita Mirzani terhadap Vadel Badjideh beralih ke tahap penyidikan, setelah pihak penyidik menemukan adanya unsur pidana dalam kasus tersebut. Hal ini pun diduga akan membuat status Vadel menjadi tersangka.

    Menanggapi hal tersebut, kuasa hukum Vadel, Razman Arif Nasution, menganggap penyidik terlalu terburu-buru. Razman pun memastikan, laporan yang naik ke penyidikan belum tentu kliennya itu menjadi tersangka.

    “Naiknya ke tahap penyidikan tidak berarti sudah menjadi tersangka. Tersangka belum tentu menjadi terdakwa, dan terdakwa belum tentu terpidana,” jelas Razman dikutip dari salah satu akun Instagram, Rabu (30/10/2024).

    Ia mengingatkan, agar semua aparat penegak hukum dapat mengikuti prosedur yang benar dalam menangani kasus.

    Selain itu, Razman mengeklaim telah berkomunikasi dengan seorang purnawirawan Polri untuk membahas peralihan laporan Nikita Mirzani dari penyelidikan ke penyidikan. Menurutnya, langkah tersebut terlalu cepat mengingat Vadel belum diperiksa mengenai pokok perkaranya.

    “Kami sudah berbincang dengan seorang purnawirawan jenderal bintang dua di kepolisian. Beliau juga merasa terkejut,” ujar Razman.

    Sebagai informasi, Nikita Mirzani melaporkan Vadel Badjideh ke Polres Metro Jakarta Selatan pada Kamis, 12 September 2024, dengan tuduhan pencabulan dan mendorong untuk melakukan aborsi, yang melibatkan putrinya, Laura Meizani Nasseru, atau Lolly.

  • Ruben Onsu dan Sarwendah Tetap Kompak meski Sudah Bercerai, Fitri Salhuteru: Contoh yang Baik

    Ruben Onsu dan Sarwendah Tetap Kompak meski Sudah Bercerai, Fitri Salhuteru: Contoh yang Baik

    Jakarta, Beritasatu.com – Fitri Salhuteru menyebut selebritas Ruben Onsu dan Sarwendah bisa menjadi contoh yang baik buat pasangan maupun rumah tangga di Indonesia. Fitri melihat meski Ruben Onsu dan Sarwendah sudah bercerai tetapi masih terlihat kompak.

    “Aku tidak merasa mereka berdua tidak berpisah, malah saya merasa mereka berdua tidak bercerai,” kata Fitri Salhuteru tersenyum dikutip dari channel YouTube, Selasa (29/10/2024).

    “Kenapa saya bilang demikian? Karena sampai saat ini mereka berdua selalu terlihat masih sering bersama. Mereka masih bikin konten bersama, mereka juga sering ngobrol. Jadi, tidak ada perbedaan antara keduanya,” ungkapnya.

    Ia menyebut, apa yang dilakukan Ruben Onsu dengan Sarwendah bisa menjadi contoh yang baik buat pasangan maupun rumah tangga di Indonesia.

    “Mereka berdua itu bisa menjadi contoh yang baik juga buat di Indonesia, ya. Kalau berpisah tidak identik dengan keributan, tidak identik membuka aib satu sama lain,” tandasnya.

    Diketahui, Fitri Salhuteru bukanlah sosok perempuan sembarangan. Ia merupakan cucu Max Izaak Salhuteru, tokoh perkebunan nasional yang berkontribusi dalam mengambil alih perkebunan milik Belanda di era 1950-an. 

    Ia dikenal juga sebagai pengusaha yang menggeluti bidang tender dan properti serta di bidang telekomunikasi berupa penyewaan tower BTS yang tersebar di wilayah Bali dan Lombok hingga bisnis klinik kecantikan.

    Nama Fitri Salhuteru mulai dikenal publik, saat dirinya bersahabat dengan Nikita Mirzani. Bahkan, Fitri selalu pasang badan apabila Nikita sedang memiliki masalah. Sayangnya, hubungan keduanya sudah renggang. 

  • Kritik Jokowi Nebeng Pesawat TNI AU, Najwa Shihab Dihujat Netizen Tiktok Hingga Dibandingkan dengan Nikita Mirzani: Lebih Percaya Nikmir

    Kritik Jokowi Nebeng Pesawat TNI AU, Najwa Shihab Dihujat Netizen Tiktok Hingga Dibandingkan dengan Nikita Mirzani: Lebih Percaya Nikmir

    GELORA.CO  – Nama Najwa Shihab menjadi cibiran netizen di media sosial usai dirinya nyeletuk soal Jokowi nebeng pesawat TNI AU saat kembali ke Solo. 

    Imbas dari pernyataan tersebut, banyak netizen yang membandingkan Najwa Shihab dengan Nikita Mirzani. 

    Bentuk kritik Najwa Shihab ditunjukan dengan seorang pengguna yang membakar buku-buku karya ayahnya. Namun, aksi tersebut menjadi sorotan netizen hingga menuai berbagai komentar di X dan Najwa Sihab menjadi trending topik. 

     Sebelumnya, Jokowi dang sang istri diantar ke bandara untuk pulang ke Solo usai mngehadiri pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Indoensia beberap waktu lalu.

     Namun, Najwa Shihab memberikan komentar yang menohok lantaran Jokowi diantar menggunakan pesawat Boeing 737-800 Gen dengan nomor A7309. 

    “Gak jadi komersil, sekarang nebeng TNI AU,” tulis Najwa. 

    Pernyataan tersebut sontak saja menyebar di media sosial dan menuai berbagai komentar netizen di Tiktok, bahkan tidak sedikit yang memberi cibiran terhadap jurnalis senior itu. Tak hanya itu, netizen Tiktok juga membandingkan sosok Najwa Shihab dengan Nikita Mirzani.

     Netizen menyebut sosok Nikia Mirzani atau yang akrab disapa Nyai itu lebih pintar dari Najwa Shihab. “Lebih percaya Nikmir daripada Najwa,” tulis netizen

  • Nikita Mirzani kembali diperiksa Rabu terkait laporan terhadap Vadel

    Nikita Mirzani kembali diperiksa Rabu terkait laporan terhadap Vadel

    Jakarta (ANTARA) – Polres Metro Jakarta Selatan menjadwalkan pemeriksaan Nikita Mirzani pada Rabu (30/10) terkait laporannya terhadap Vadel Alfajar Badjideh (VAB) mengenai dugaan persetubuhan dan aborsi paksa terhadap putrinya Laura Mezani atau Lolly.

    “Iya, benar, hari Rabu (diperiksa),” kata Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Masyarakat Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Nurma Dewi dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

    Nurma menjelaskan Nikita Mirzani akan memberikan keterangan Rabu (30/10) sekitar pukul 11.00 WIB di Polres Jaksel.

    Nikita Mirzani melaporkan VAB atas dugaan asusila anak dan aborsi terhadap putri kandungnya, LM. Laporan kasus itu tertuang dalam LP/B/2811/IX/2024/SPKT/Polres Metro Jaksel/ Polda Metro Jaya.

    Adapun laporan tersebut kini naik status dari penyelidikan ke penyidikan yang menandakan ditemukan indikasi tindak pidana dari laporan tersebut.

    Nurma juga menambahkan, kepolisian kini tengah fokus dalam mengumpulkan informasi dan bukti, yang juga akan diperiksa kebenarannya dari pelapor.

    Laporan Nikita Mirzani terhadap Vadel Badjijeh mencakup pasal perlindungan anak dan kejahatan lain di bawah UU No. 35 Tahun 2014 serta beberapa pasal terkait kesehatan.

    Sementara itu, kuasa hukum Vadel Badjideh menegaskan laporan Nikita Mirzani terkait persetubuhan anak dan aborsi yang melibatkan Laura Meizani atau Lolly (17) tidak terbukti.

    “Dengan fakta yang disajikan, insya Allah semua unsur-unsur pasal yang dituduhkan sebagaimana laporan NM itu kami yakin tidak akan terpenuhi,” kata salah satu tim kuasa hukum Vadel, Rahmad Riadi di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (4/10) lalu.

    Pewarta: Ade irma Junida/Yamsyina Hawnan
    Editor: Hernawan Wahyudono
    Copyright © ANTARA 2024

  • Kriminal kemarin, bawa narkoba ke lapas  hingga penggelapan uang

    Kriminal kemarin, bawa narkoba ke lapas hingga penggelapan uang

    Jakarta (ANTARA) –

    Jakarta (ANTARA) – Sejumlah peristiwa berkaitan dengan keamanan menghiasi Jakarta yang terjadi pada Rabu (23/10) mulai dari petugas Lapas Salemba temukan narkoba di alat vital istri warga binaan hingga polisi dalami kasus penggelapan uang.

    Berikut berita selengkapnya yang masih menarik untuk dibaca kembali.

    1. Petugas Lapas Salemba temukan narkoba di alat vital istri warga binaan

    Jakarta (ANTARA) – Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Salemba, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, menemukan narkotika di alat vital istri warga binaan saat hendak membesuk sang suami.

    “Kami mengamankan satu perempuan inisial EN (35) warga Batang, Jateng. Dia membawa barang yang kami duga narkotika,” kata Kalapas Salemba Kelas II A Beni Hidayat di Jakarta, Rabu.

    Baca selengkapnya di sini

     

    2. Polisi dalami dugaan pengurus parpol gelapkan uang Rp800 juta

    Jakarta (ANTARA) – Kepolisian mendalami kasus dugaan oknum 
pengurus partai politik (parpol) berinisial ARW menggelapkan uang Rp800 juta sehingga merugikan seorang wanita berinisial OPP.

    “Kami akan melakukan pengecekan,” kata Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Nurma Dewi kepada wartawan di Jakarta, Rabu.

    Baca selengkapnya di sini
     

    3. Vadel bawa dokumen perjalanan luar negeri terkait anak Nikita Mirzani

    Jakarta (ANTARA) – Vadel Alfajar Bajideh atau VAB (19) membawa dokumen perjalanan di dalam dan luar negeri terkait anak Nikita Mirzani, yakni Laura Meizani atau Lolly (17) untuk memperkuat bukti pembelaan dalam kasus dugaan asusila serta aborsi.

    “Kami menyerahkan beberapa dokumen dari dalam dan luar negeri terkait dengan Saudari LM selama di UK, setelah keluar dari sekolah,” kata kuasa hukum Vadel, Razman Arif Nasution di Polres Metro Jakarta Selatan, Rabu.
     

    Baca selengkapnya di sini

    4. Cegah tawuran pelajar, Kepolisian luncurkan Program CETAR

    Jakarta (ANTARA) – Kepolisian Resor Tangerang Selatan meluncurkan Program Pencegahan Tawuran Antar Pelajar (CETAR) yang bertujuan untuk melindungi para generasi muda khususnya para pelajar agar tidak menjadi korban atau terlibat menjadi pelaku tawuran.

    Wakapolda Metro Jaya Brigjen Polisi Djati Wiyoto Abadhy yang hadir dan membuka deklarasi tersebut di Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten, pada Rabu sangat mengapresiasi kegiatan tersebut dan bisa menjadi percontohan (pilot project) di jajaran Polda Metro Jaya.

    Baca selengkapnya di sini

     

    5. Polisi tangkap pemalak sopir yang beraksi di Penjaringan Jakarta Utara

    Jakarta (ANTARA) – Kepolisian Sektor (Polsek) Metro Penjaringan menangkap pria berinisial RS yang diduga sebagai pelaku pemalakan sopir yang kerap beraksi di kawasan Penjaringan Jakarta Utara.

”Kami menangkap RS pada Selasa (22/10) setelah pelaku bersama rekannya melakukan aksi pemalakan di Pejagalan,” kata Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan AKP Agung Dwipayana di Jakarta, Rabu.

    Baca selengkapnya di sini

    Pewarta: Mario Sofia Nasution
    Editor: Triono Subagyo
    Copyright © ANTARA 2024

  • Kriminal kemarin, kasus 7 jasad remaja hingga polisi disiram air keras

    Kriminal kemarin, kasus 7 jasad remaja hingga polisi disiram air keras

    Jakarta (ANTARA) – Sejumlah berita hukum dan kriminal menghiasi Jakarta pada Senin (23/9) mulai dari perkembangan kasus penemuan 7 jasad di Kali Bekasi hingga polisi periksa tiga pria yang menyiram air keras kepada anggota Tim Patroli Perintis Presisi Polda Metro Jaya saat membubarkan aksi tawuran di Kembangan, Jakarta Barat.

     

    Berikut rangkuman berita kemarin selengkapnya yang masih menarik untuk dibaca kembali.

     

     

    Polisi tetapkan tiga tersangka terkait kasus 7 jasad di Kali Bekasi

     

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi menjelaskan terdapat tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka dari 22 remaja yang diamankan terkait dengan kasus penemuan tujuh jasad di Kali Bekasi, Jatiasih, Kota Bekasi, pada Minggu (22/9) pagi.

     

    “Ditetapkan tiga tersangka atas dugaan kepemilikan senjata tajam, dan ketiganya dilakukan penahanan oleh Polres Metro Bekasi Kota, ” katanya saat ditemui di Jakarta, Senin.

    Berita selengkapnya klik di sini

     

    Polda Metro Jaya periksa 9 anggota Tim Patroli Polres Bekasi Kota

     

    Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polda Metro Jaya memeriksa sembilan anggota Tim Patroli Polres Bekasi Kota terkait adanya tujuh jasad remaja pria di aliran Kali Bekasi pada area Perumahan Pondok Gede Permai, Jatiasih, Minggu (22/9).

     

    “Sampai saat ini yang diperiksa itu ada 9 anggota Patroli Perintis Polres Metro Bekasi Kota,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Ade Ary Syam Indradi saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

     

     

    Berita selengkapnya klik di sini

     

    Polisi gandeng ahli telematika periksa dugaan foto testpack Lolly

     

     

    Kepolisian menggandeng ahli telematika untuk memeriksa dugaan foto alat tes kehamilan (testpack) anak Nikita Mirzani, Laura Meizani (LM) atau Lolly (17) terkait kasus persetubuhan anak dan aborsi.

     

    “Ada testpack dua, saya punya fotonya, ada disimpan di penyidik tapi itu harus ada pembuktian,” kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Nurma Dewi saat ditemui di Polsek Pasar Minggu Jakarta, Senin.

     

     

    Berita selengkapnya klik di sini

     

    Polisi libatkan Puslabfor periksa air keras yang disiramkan ke anggota

     

    Polisi melibatkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri untuk mengidentifikasi kandungan air keras yang disiram pelaku kepada dua anggota Tim Patroli Perintis Presisi Polda Metro Jaya yang berusaha membubarkan tawuran di Kembangan, Jakarta Barat.

     

    “Tentunya kita akan mengirim barang bukti air keras ini ke Puslabfor supaya kita tahu kandungan apa dalam air keras tersebut dan kita bisa menentukan regulasi terhadap air keras ini,” kata Kapolsek Kembangan Kompol Moch Taufik di Jakarta, Senin.

     

     

    Berita selengkapnya klik di sini

     

    Polisi periksa tiga pria yang siram tim Polda Metro dengan air keras

     

    Polisi memeriksa tiga pria berinisial AAYA (15), ISE (23), dan RB (22) yang menyiram air keras kepada dua anggota Tim Patroli Perintis Presisi Polda Metro Jaya saat membubarkan aksi tawuran di Kembangan, Jakarta Barat.

     

    “Sudah kita amankan sebanyak tiga orang pelaku terkait kasus tersebut. Kita masih melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mendalami peran masing-masing. Kita akan melakukan penindakan hukum sesuai aturan yang ada,” kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol M Syahduddi di Jakarta, Senin..

     

     

    Berita selengkapnya klik di sini

    Pewarta: Ilham Kausar
    Editor: M. Hari Atmoko
    Copyright © ANTARA 2024

  • ‘Nikita Mirzani’ Diadili di PN Surabaya Gara-gara Michat

    ‘Nikita Mirzani’ Diadili di PN Surabaya Gara-gara Michat

    Surabaya (beritajatim.com) – Nikita Mirzani, seorang trans puan (trans gender) ini diadili di PN Surabaya. Syarifuddin adalah nama aslinya, dia menunjukkan payudara dan juga panggulnya di akun Michat. Tujuannya untuk memikat, agar pengunjung Mechat bersedia berkencan dengannya.

    Apa yang dilakukan terdakwa ini mampu mendatangkan keuntungan Rp 500 ribu sampai Rp 1,4 juta untuk sekali kencan dengan korbannya.

    Dihadapan majelis hakim, ‘Nikita Mirzani’ mengaku memposting video tersebut untuk menarik korban. Setelah korban tertarik dan melakukan transaksi dengan terdakwa melalui Mechat, Terdakwa kemudian janjian di tempat tertentu yang sudah ditetapkan terdakwa.

    Akibat perbuatannya, Terdakwa dijerat pasal 27 ayat 1 juncto pasal 45 ayat 1 UU ITE.

    Seperti diketahui, Terdakwa ditangkap tim cyber Polrestabes Surabaya dalam operasi duniabmaya pada 24 Agustus 2023 lalu di sebuah hotel di jalan Basuki Rahmat Surabaya. [uci/ted]