Tag: Nasaruddin Umar

  • Menag Pantau Pembangunan Terowongan Silahturahmi

    Menag Pantau Pembangunan Terowongan Silahturahmi

    Jakarta: Menteri Agama Nasaruddin Umar menggelar rapat pembangunan tahap kedua sekaligus kunjungan lapangan ke Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan kelanjutan pembangunan serta kesiapan terowongan untuk difungsikan secara optimal bagi masyarakat.

    Rapat dan kunjungan tersebut difokuskan pada dua hal utama, yakni kelanjutan pembangunan di antaranya pembuatan relief serta pembahasan mengenai rencana pembukaan Terowongan Silaturahmi untuk umum. Kedua agenda ini menjadi perhatian utama karena berkaitan langsung dengan fungsi edukatif, spiritual, dan sosial dari terowongan tersebut.

    Menteri Agama menegaskan pentingnya menghadirkan relief hidup atau diorama yang diletakkan terowongan.

    “Perlu ada relief atau diorama yang diletakkan di terowongan agar bisa tersampaikan pesan toleransi antar umat,” ujar Menag. 

    Menag menekankan diperlukan kekuatan visual dan naratif yang mampu menyampaikan pesan toleransi, persaudaraan, serta sejarah kebersamaan antarumat beragama secara mendalam.

    Menag juga menekankan perlunya pembangunan pintu gerbang terowongan yang dirancang secara khusus untuk menciptakan kesan secret place. Konsep ini dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan dan simbolisasi wibawa Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral sebagai dua rumah ibadah besar yang menjadi salah satu ikon kerukunan umat beragama di Indonesia.

    Selain itu, Menag mengusulkan pemanfaatan ruang di basement lantai tiga Masjid Istiqlal sebagai area suvenir. Area ini dapat dimanfaatkan untuk penjualan buku, pakaian, dan produk lainnya. Keberadaan area suvenir tersebut diharapkan dapat menghasilkan pendapatan yang digunakan untuk membiayai operasional dan keberlanjutan pengelolaan Terowongan Silaturahmi.

    Dalam pengembangan kawasan, Menag juga mengusulkan konsep wisata lampu artistik di area kanal sekitar terowongan. Penataan pencahayaan ini diharapkan dapat menghadirkan suasana estetis yang merepresentasikan dua entitas keagamaan yang berbeda namun menyatu dalam harmoni dan persaudaraan.

    Lebih lanjut, Menteri Agama menekankan pentingnya menghadirkan aktivitas intelektual di kawasan terowongan. “Perlu ada konsentrasi pada pendalaman makna batin melalui penyediaan ruang-ruang khusus untuk berdialog.” Ujar Menag.
    Festival lintas agama
    Sebagai bagian dari penguatan makna dan partisipasi publik, Menag juga mencanangkan gagasan penyelenggaraan Festival Istiqlal–Katedral.  “Kita bisa adakan Festival Istiqlal-Katedral, dimana nanti akan menampilkan ciri khas masing-masing sehingga ada kebangkitan spiritual,” ujar Menag

    Dia mengharapkan Festival ini dapat menjadi ruang perjumpaan budaya dan spiritual yang mendorong kebangkitan spiritual serta memperkuat semangat toleransi di tengah masyarakat.

    Dari pihak Katedral, Marie Elka Pangestu memastikan bahwa dukungan donatur dari tahap pertama pembangunan masih kuat dan mendukung kelanjutan proyek tahap kedua. Terkait aspek estetika, ia melaporkan bahwa desain relief sudah dibuat dan saat ini tinggal disempurnakan.

    ​Marie juga menyumbangkan ide kreatif untuk memperkaya konten edukasi di terowongan. Ia mengusulkan visualisasi narasi sejarah Istiqlal dan Katedral melalui konten yang mencerminkan toleransi, seperti penambahan video, foto, dan instalasi interaktif, sehingga terowongan dapat berfungsi sebagai bahan edukasi yang kuat.

    ​Melalui rapat dan kunjungan ini, dapat diketahui bahwa proyek pembangunan Terowongan Silaturahmi hampir rampung. Kementerian Agama berharap pembangunan tahap kedua Terowongan Silaturahmi dapat diselesaikan secara optimal agar Terowongan Silaturahmi dapat segera dibuka untuk umum sebagai salah satu ikon kerukunan umat beragama di Indonesia.

    Jakarta: Menteri Agama Nasaruddin Umar menggelar rapat pembangunan tahap kedua sekaligus kunjungan lapangan ke Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan kelanjutan pembangunan serta kesiapan terowongan untuk difungsikan secara optimal bagi masyarakat.
     
    Rapat dan kunjungan tersebut difokuskan pada dua hal utama, yakni kelanjutan pembangunan di antaranya pembuatan relief serta pembahasan mengenai rencana pembukaan Terowongan Silaturahmi untuk umum. Kedua agenda ini menjadi perhatian utama karena berkaitan langsung dengan fungsi edukatif, spiritual, dan sosial dari terowongan tersebut.
     
    Menteri Agama menegaskan pentingnya menghadirkan relief hidup atau diorama yang diletakkan terowongan.

    “Perlu ada relief atau diorama yang diletakkan di terowongan agar bisa tersampaikan pesan toleransi antar umat,” ujar Menag. 
     
    Menag menekankan diperlukan kekuatan visual dan naratif yang mampu menyampaikan pesan toleransi, persaudaraan, serta sejarah kebersamaan antarumat beragama secara mendalam.
     
    Menag juga menekankan perlunya pembangunan pintu gerbang terowongan yang dirancang secara khusus untuk menciptakan kesan secret place. Konsep ini dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan dan simbolisasi wibawa Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral sebagai dua rumah ibadah besar yang menjadi salah satu ikon kerukunan umat beragama di Indonesia.
     
    Selain itu, Menag mengusulkan pemanfaatan ruang di basement lantai tiga Masjid Istiqlal sebagai area suvenir. Area ini dapat dimanfaatkan untuk penjualan buku, pakaian, dan produk lainnya. Keberadaan area suvenir tersebut diharapkan dapat menghasilkan pendapatan yang digunakan untuk membiayai operasional dan keberlanjutan pengelolaan Terowongan Silaturahmi.
     
    Dalam pengembangan kawasan, Menag juga mengusulkan konsep wisata lampu artistik di area kanal sekitar terowongan. Penataan pencahayaan ini diharapkan dapat menghadirkan suasana estetis yang merepresentasikan dua entitas keagamaan yang berbeda namun menyatu dalam harmoni dan persaudaraan.
     
    Lebih lanjut, Menteri Agama menekankan pentingnya menghadirkan aktivitas intelektual di kawasan terowongan. “Perlu ada konsentrasi pada pendalaman makna batin melalui penyediaan ruang-ruang khusus untuk berdialog.” Ujar Menag.

    Festival lintas agama
    Sebagai bagian dari penguatan makna dan partisipasi publik, Menag juga mencanangkan gagasan penyelenggaraan Festival Istiqlal–Katedral.  “Kita bisa adakan Festival Istiqlal-Katedral, dimana nanti akan menampilkan ciri khas masing-masing sehingga ada kebangkitan spiritual,” ujar Menag
     
    Dia mengharapkan Festival ini dapat menjadi ruang perjumpaan budaya dan spiritual yang mendorong kebangkitan spiritual serta memperkuat semangat toleransi di tengah masyarakat.
     
    Dari pihak Katedral, Marie Elka Pangestu memastikan bahwa dukungan donatur dari tahap pertama pembangunan masih kuat dan mendukung kelanjutan proyek tahap kedua. Terkait aspek estetika, ia melaporkan bahwa desain relief sudah dibuat dan saat ini tinggal disempurnakan.
     
    ​Marie juga menyumbangkan ide kreatif untuk memperkaya konten edukasi di terowongan. Ia mengusulkan visualisasi narasi sejarah Istiqlal dan Katedral melalui konten yang mencerminkan toleransi, seperti penambahan video, foto, dan instalasi interaktif, sehingga terowongan dapat berfungsi sebagai bahan edukasi yang kuat.
     
    ​Melalui rapat dan kunjungan ini, dapat diketahui bahwa proyek pembangunan Terowongan Silaturahmi hampir rampung. Kementerian Agama berharap pembangunan tahap kedua Terowongan Silaturahmi dapat diselesaikan secara optimal agar Terowongan Silaturahmi dapat segera dibuka untuk umum sebagai salah satu ikon kerukunan umat beragama di Indonesia.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (SAW)

  • Kenang Romo Mudji, Menteri Agama: Sahabat Dialog Lintas Iman

    Kenang Romo Mudji, Menteri Agama: Sahabat Dialog Lintas Iman

    Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya rohaniwan dan budayawan Romo Mudji Sutrisno pada Minggu (28/12/2025). Romo Mudji meninggal dunia dalam usia 71 tahun dan dikenal luas sebagai tokoh dialog lintas iman serta pegiat isu kemanusiaan.

    “Kami berduka mendengar kabar Romo Mudji wafat. Selamat jalan sahabat dialog lintas iman,” ujar Nasaruddin di Jakarta, Senin (29/12), seperti yang dilansir dari situs resmi Kementrian Agama.

    Menag mengenang Romo Mudji sebagai sosok yang konsisten memperjuangkan toleransi dan perdamaian melalui berbagai forum dialog antaragama. Keduanya kerap bertemu dalam ruang-ruang diskusi yang membahas keberagaman, kemanusiaan, dan penguatan harmoni sosial di Indonesia.

    Menurut Nasaruddin, Romo Mudji memiliki kekhasan dalam memandang kehidupan beragama dengan pendekatan kebudayaan. Ia menilai Romo Mudji kerap menghadirkan perspektif seni dan estetika dalam memaknai nilai-nilai spiritual, yang sejalan dengan semangat keberagamaan yang inklusif dan moderat.

    “Saya mengenal Romo Mudji sebagai figur yang sangat menghargai nilai-nilai kebudayaan dalam beragama. Romo Mudji sering memberikan perspektif seni dan estetika dalam nilai spiritual, dan itu sejalan dengan keberagamaan yang inklusif dan moderat,” ujarnya.

    Romo Mudji Sutrisno terakhir kali tercatat hadir dalam Seminar Natal Nasional 2024 yang digelar di Auditorium HM Rasjidi, Kementerian Agama, Jakarta, pada 19 Desember 2024. Seminar tersebut mengangkat tema “Gereja Berjalan Bersama Negara: Semakin Beriman, Humanis, dan Ekologis” dan dibuka langsung oleh Menteri Agama.

    Dalam kesempatan itu, Romo Mudji tampil sebagai narasumber dan memberikan pandangan mengenai pentingnya humanisme dan kepedulian ekologis dalam praktik keagamaan di Indonesia.

    Wafatnya Romo Mudji meninggalkan duka bagi berbagai kalangan lintas agama dan budaya yang selama ini mengenalnya sebagai tokoh pemersatu dan jembatan dialog di tengah keberagaman bangsa.

  • Cholil Nafis: Bebas Toleransi dalam Interaksi Sosial bukan Saling Ibadah di Rumah Ibadahnya

    Cholil Nafis: Bebas Toleransi dalam Interaksi Sosial bukan Saling Ibadah di Rumah Ibadahnya

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Tokoh Nahdatul Ulama Cholil Nafis menyoroti salah satu unggahan netizen yang mengkritik Menteri Agama, Nasaruddin Umar.

    Dalam unggahan akun X @KangDenZam88 menyebut Menag memiliki akudah yang nyeleneh soal ‘toleransi beragama’.

    Akun tersebut menuding bahwa Menag toleransi dalam artiannya mencampur aduk agama termasuk dalam prinsipnya.

    “𝚃idak 𝚑𝚎𝚛𝚊𝚗 𝚓uga 𝚘𝚛ang 𝚍engan 𝚊𝚔𝚒𝚍𝚊𝚑 𝚗𝚢𝚎𝚕𝚎𝚗𝚎𝚑 𝚒𝚗𝚒 𝚢an𝚐 𝚍𝚒𝚓𝚊𝚍𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚊𝚐, 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚋 𝚋𝚎𝚛𝚑𝚊𝚛𝚊𝚙 ‘𝚝𝚘𝚕𝚎𝚛𝚊𝚗𝚜𝚒 𝚋𝚎𝚛𝚊𝚐𝚊𝚖𝚊’ 𝚒𝚝𝚞 𝚝𝚞𝚓𝚞𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊 𝚊𝚍𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚗𝚌𝚊𝚖𝚙𝚞𝚛𝚊𝚍𝚞𝚔𝚔𝚊𝚗 𝚊𝚐𝚊𝚖𝚊 𝚍alam 𝚋𝚒𝚗𝚐𝚔𝚊𝚒 𝚝𝚘𝚕𝚎𝚛𝚊𝚗𝚜𝚒, 𝚓𝚊𝚞𝚑 𝚍ari 𝚙𝚛𝚒𝚗𝚜𝚒𝚙-prinsip 𝚋𝚎𝚛𝚊𝚐𝚊𝚖𝚊 𝚢an𝚐 𝚁𝚊𝚜𝚞𝚕𝚞𝚕𝚕𝚊𝚑 𝚊𝚓𝚊𝚛𝚔𝚊𝚗. 𝚂𝚞𝚍𝚊𝚑 𝚓𝚎𝚕𝚊𝚜 𝚋ahwa 𝚜𝚊𝚊𝚝 𝚁𝚊𝚜𝚞𝚕𝚞𝚕𝚕𝚊𝚑 𝚍𝚒𝚍𝚊𝚝𝚊𝚗𝚐𝚒 𝚔𝚊𝚞𝚖 𝚔𝚊𝚏𝚒𝚛 𝚞ntuk 𝚍𝚒𝚊𝚓𝚊𝚔 𝚔𝚘𝚖𝚙𝚛𝚘𝚖𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚎𝚖𝚋𝚊𝚑 𝙰𝚕𝚕𝚊𝚑 𝚗𝚢𝚊 𝙸𝚜𝚕𝚊𝚖 𝚍engan 𝚃𝚞𝚑𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚛𝚎𝚔𝚊, 𝚖𝚊𝚔𝚊 𝚁𝚊𝚜𝚞𝚕𝚞𝚕𝚕𝚊𝚑 𝚝𝚎𝚐𝚊𝚜 𝚖𝚎𝚗𝚘𝚕𝚊𝚔 𝚊𝚓𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚝𝚜𝚋 𝚍engan 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚞𝚝𝚒𝚙 𝚊𝚢𝚊𝚝 𝙻𝙰𝙺𝚄𝙼 𝙳𝙸𝙸𝙽𝚄𝙺𝚄𝙼 𝚆𝙰𝙻𝙸𝚈𝙰𝙳𝙸𝙽 @MUIPusat @muhammadiyah @persatuan_islam @gusmusgusmu @cholilnafis,” ungkapnya dikutip Senin (28/12/2025).

    Unggahan ini lagsung dibalas oleh Cholil dengan menerangkan soal toleransi beragama yang dilandasi dengan rasa saling menghormati keyakinan orang masing-masing.

    “Toleransi antar umat beragama itu artinya saling menghormati keyakinan dan agama masing-masing pemeluk agama,” jelasnya.

    Lebih lanjut Cholil menjelaskan masing-masing umat beragama bebas menjalankan aturan dalam agamanya.

    “Masing-masing umat bebas menjalankan ajaran agamnya,” sebutnya.

    “Bebas toleransi dalam Interaksi sosial bukan saling ibadah di rumah ibadahnya. Tak boleh ada campur aduk dalam ibadah,” pungkasnya. (Elva/Fajar)

  • Banjir Diskon Akhir Tahun, Airlangga Bidik Transaksi Libur Nataru Tembus Rp110 Triliun

    Banjir Diskon Akhir Tahun, Airlangga Bidik Transaksi Libur Nataru Tembus Rp110 Triliun

    Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah membidik perputaran uang hingga Rp110 triliun selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis target tersebut tercapai lewat guyuran diskon besar-besaran di pusat perbelanjaan luring hingga platform dagang-el (e-commerce).

    Airlangga menjelaskan bahwa target jumbo tersebut merupakan akumulasi dari berbagai program belanja akhir tahun. Salah satunya adalah program ‘Belanja di Indonesia Aja (Bina)’ yang diinisiasi oleh Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) dengan target transaksi sebesar Rp30 triliun hingga 4 Januari 2026.

    Selain itu, kontribusi signifikan juga diharapkan datang dari perhelatan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) yang diproyeksikan menyumbang transaksi sekitar Rp35 triliun, serta program promosi ‘Every Purchase is Cheap’.

    “Jadi sampai akhir tahun kita targetkan antara Rp110 triliun dibelanjakan,” ujar Airlangga saat melakukan peninjauan di Pondok Indah Mall 1, Jakarta, Jumat (26/12/2025).

    Untuk memacu daya beli masyarakat, pemerintah menggandeng peritel untuk memberikan potongan harga yang agresif. Airlangga menyebutkan bahwa skema diskon bertingkat menjadi daya tarik utama untuk mendongkrak konsumsi rumah tangga pada kuartal IV/2025.

    “Kalau kita lihat tadi seluruh penjualan di setiap toko itu ada diskonnya sampai dengan 50%. Bahkan, ada yang tambah 25% lagi ditambah cashback lagi 10%. Jadi, itulah yang didorong agar terjadi pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

    Tak hanya mengandalkan pasar domestik, Airlangga juga menargetkan peningkatan belanja dari wisatawan mancanegara (wisman). Pemerintah mencatat kunjungan wisman tahun ini diproyeksikan memecahkan rekor pascapandemi dengan angka 15,3 juta kunjungan.

    Secara spesifik, dia menyoroti tingginya minat wisman asal Malaysia yang gemar berbelanja di Indonesia, khususnya di Bandung, Jawa Barat, sembari menjajal Kereta Cepat Whoosh.

    “Jadi quality tourism [pariwisata yang berkualitas] semacam itu lah yang akan kita dorong,” tuturnya.

    Dalam agenda tersebut, turut hadir Menteri UMKM Maman Abdurrahman yang diharapkan dapat memastikan produk UMKM ikut terdongkrak dalam pesta belanja akhir tahun ini. Selain itu, ada Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Menteri Agama Nasaruddin Umar.

  • Ingat Saudara Kita yang Tertimpa Musibah

    Ingat Saudara Kita yang Tertimpa Musibah

    Liputan6.com, Manado – Suasana penuh kekeluargaan menyelimuti Jemaat GMIM Sentrum Manado, Sulawesi Utara (Sulut) pada Kamis (25/12/2025).

    Di tengah sukacita perayaan Natal, Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) KH Nasaruddin Umar hadir langsung menyapa umat Kristiani di Bumi Nyiur Melambai dengan membawa pesan yang menyentuh hati.

    Bukan sekadar kunjungan seremonial, kehadiran Menag Nasaruddin Umar yang didampingi Kakanwil Kemenag Sulut, H Ulyas Taha menjadi simbol kuatnya toleransi di Sulut.

    Dalam sambutannya, dia memberikan catatan khusus agar perayaan Natal tahun ini dimaknai dengan lebih mendalam, yakni melalui kesederhanaan dan empati.

    Menag Nasaruddin mengingatkan bahwa di balik gemerlap perayaan, bangsa Indonesia masih menghadapi tantangan berupa bencana di beberapa daerah.

    “Di tengah sukacita Natal, kita tidak boleh lupa bahwa masih ada saudara-saudari kita di berbagai daerah yang sedang menghadapi musibah. Karena itu, Natal hendaknya dirayakan dengan kesederhanaan, empati, dan solidaritas,” Ujar Menag di hadapan jemaat, Kamis (25/12/2025).

    Menurut dia, Natal adalah momentum terbaik untuk tidak hanya memperkuat iman, tetapi juga mempertebal rasa kemanusiaan dan persaudaraan lintas iman.

    “Nilai-nilai inilah yang dianggap sebagai fondasi utama dalam merawat Indonesia yang damai dan berkeadilan,” ucap Nasaruddin.

    Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Sulut Ulyas Taha menilai, kedatangan Menteri Agama ke Manado tepat pada hari Natal merupakan pengakuan atas status Sulawesi Utara sebagai barometer kerukunan di Indonesia.

    “Sulawesi Utara dikenal sebagai daerah yang rukun, harmonis, dan saling peduli. Kehadiran Bapak Menteri Agama pada perayaan Natal ini semakin meneguhkan komitmen kita semua untuk terus merawat kebersamaan lintas agama,” kata Ulyas.

     

    Sebuah pohon Natal setinggi enam meter berdiri di halaman Gereja Santa Maria Bunda Kristus, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

  • Momen Haru Menag Ucapkan Selamat Natal di Gereja Katedral Manado

    Momen Haru Menag Ucapkan Selamat Natal di Gereja Katedral Manado

    Jakarta: Menteri Agama, Nasaruddin Umar menghadiri Perayaan Natal di Gereja Katedral Hati Tersuci Maria, Manado, Rabu, 24 Desember 2025. Kehadiran Menteri Agama menegaskan komitmen pemerintah dalam merawat kerukunan umat beragama serta memperkuat persaudaraan lintasiman di Indonesia.

    Menteri Agama disambut langsung oleh Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC, para pastor, serta ribuan umat Katolik yang memadati Katedral Manado. Dalam sambutannya, Menag menyampaikan ucapan Selamat Natal kepada seluruh umat Katolik di Sulawesi Utara dan di seluruh Indonesia.

    Menag menegaskan bahwa Natal tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga sebagai momentum untuk menghadirkan nilai kasih, kepedulian, dan solidaritas dalam kehidupan bermasyarakat. “Di tengah berbagai tantangan bangsa, Natal mengingatkan kita bahwa iman harus terwujud dalam kepedulian nyata kepada sesama. Solidaritas, empati, dan persaudaraan adalah kekuatan utama dalam menjaga keutuhan bangsa,” tegas Menag.

    Ia juga mengajak seluruh umat beragama untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat harmoni sosial sebagai fondasi penting dalam membangun Indonesia yang damai, adil, dan berkeadaban.

    Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Agama dalam Perayaan Natal tersebut. Menurutnya, kehadiran Menag mencerminkan perhatian dan kepedulian negara terhadap kehidupan umat beragama.

    “Kami berterima kasih atas kehadiran Bapak Menteri Agama. Ini menjadi penguatan bagi kami bahwa Gereja dan pemerintah berjalan bersama dalam membangun kehidupan beragama yang rukun dan penuh kasih,” ujar Uskup.

    Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, Ulyas Taha, juga menyampaikan apresiasi. Ia menegaskan bahwa Sulawesi Utara selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan harmoni antarumat beragama.

    “Sulawesi Utara adalah rumah bersama yang rukun. Nilai kebersamaan dan kepedulian terus kami rawat bersama seluruh elemen masyarakat dan umat beragama,” kata Ulyas.

    Turut hadir dalam perayaan tersebut Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kemenag RI, jajaran Kanwil Kemenag Sulawesi Utara, Rektor IAIN Manado, Rektor IAKN Manado, serta para undangan lainnya.

    Kehadiran Menteri Agama dalam Perayaan Natal di Katedral Manado menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus menghadirkan negara dalam merawat kerukunan umat beragama, memperkuat persaudaraan lintas iman, serta menjaga harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara.
     

    Baca Juga :

    50 Ucapan Natal dari Mahasiswa ke Dosennya, Dijamin Bikin Terharu

    Jakarta: Menteri Agama, Nasaruddin Umar menghadiri Perayaan Natal di Gereja Katedral Hati Tersuci Maria, Manado, Rabu, 24 Desember 2025. Kehadiran Menteri Agama menegaskan komitmen pemerintah dalam merawat kerukunan umat beragama serta memperkuat persaudaraan lintasiman di Indonesia.
     
    Menteri Agama disambut langsung oleh Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC, para pastor, serta ribuan umat Katolik yang memadati Katedral Manado. Dalam sambutannya, Menag menyampaikan ucapan Selamat Natal kepada seluruh umat Katolik di Sulawesi Utara dan di seluruh Indonesia.
     
    Menag menegaskan bahwa Natal tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga sebagai momentum untuk menghadirkan nilai kasih, kepedulian, dan solidaritas dalam kehidupan bermasyarakat. “Di tengah berbagai tantangan bangsa, Natal mengingatkan kita bahwa iman harus terwujud dalam kepedulian nyata kepada sesama. Solidaritas, empati, dan persaudaraan adalah kekuatan utama dalam menjaga keutuhan bangsa,” tegas Menag.

    Ia juga mengajak seluruh umat beragama untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat harmoni sosial sebagai fondasi penting dalam membangun Indonesia yang damai, adil, dan berkeadaban.
     
    Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Agama dalam Perayaan Natal tersebut. Menurutnya, kehadiran Menag mencerminkan perhatian dan kepedulian negara terhadap kehidupan umat beragama.
     
    “Kami berterima kasih atas kehadiran Bapak Menteri Agama. Ini menjadi penguatan bagi kami bahwa Gereja dan pemerintah berjalan bersama dalam membangun kehidupan beragama yang rukun dan penuh kasih,” ujar Uskup.
     
    Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, Ulyas Taha, juga menyampaikan apresiasi. Ia menegaskan bahwa Sulawesi Utara selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan harmoni antarumat beragama.
     
    “Sulawesi Utara adalah rumah bersama yang rukun. Nilai kebersamaan dan kepedulian terus kami rawat bersama seluruh elemen masyarakat dan umat beragama,” kata Ulyas.
     
    Turut hadir dalam perayaan tersebut Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kemenag RI, jajaran Kanwil Kemenag Sulawesi Utara, Rektor IAIN Manado, Rektor IAKN Manado, serta para undangan lainnya.
     
    Kehadiran Menteri Agama dalam Perayaan Natal di Katedral Manado menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus menghadirkan negara dalam merawat kerukunan umat beragama, memperkuat persaudaraan lintas iman, serta menjaga harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara.
     

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (CEU)

  • Maknai Natal 2025 dengan Merawat Keluarga, Bumi dan Berbagi Beban Luka

    Maknai Natal 2025 dengan Merawat Keluarga, Bumi dan Berbagi Beban Luka

    Liputan6.com, Jakarta – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak umat Kristiani memaknai Natal tahun 2025 sebagai panggilan untuk kembali merawat keluarga yang merupakan tempat pertama di mana kasih, iman, dan harapan dilahirkan.

    Dia menegaskan dari rumah-rumah yang utuh dan penuh kasih, lahir gereja yang kuat, masyarakat yang rukun, dan Indonesia yang berpengharapan.

    “Jika keluarga dipulihkan, maka gereja akan bertumbuh. Jika gereja kuat, masyarakat menjadi rukun. Dan jika keluarga-keluarga kita tangguh, bangsa ini akan menemukan kembali arah dan harapannya,” kata Nasaruddin dikutip dari siaran pers, Kamis (25/12/2025).

    Menurut dia, di tengah arus polarisasi, tekanan ekonomi, dan dampak bencana yang masih dirasakan banyak keluarga, rumah harus kembali menjadi ruang aman bagi iman dan kemanusiaan. Untuk itu, kata Nasaruriddin, Kemenag menempatkan penguatan ketahanan keluarga sebagai salah satu agenda strategis.

    “Keluarga tidak hanya mendidik anak, tetapi menanamkan nilai moderasi, empati, dan tanggung jawab sosial sejak dini. Keluarga yang sehat secara spiritual dan sosial adalah fondasi paling kokoh bagi Indonesia yang damai dan beradab,” tegasnya.

    Nasaruddin juga memaknai Natal sebagai panggilan iman untuk merawat bumi. Di hadapan krisis iklim dan kerusakan lingkungan, setiap keluarga dipanggil untuk menjadi bagian dari solusi.

    “Iman harus menyentuh cara kita hidup. Mengurangi plastik, menanam pohon, menghemat energi—itulah bentuk syukur kita kepada Tuhan atas ciptaan-Nya,” ujarnya.

     

  • Natal 2025, warga DKI diimbau terus merawat harmoni dan solidaritas

    Natal 2025, warga DKI diimbau terus merawat harmoni dan solidaritas

    Jakarta (ANTARA) – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) DKI Jakarta mengimbau umat Kristiani dan warga di Jakarta terus merawat harmoni, menghargai keragaman, memperkuat persaudaraan serta memupuk solidaritas.

    “Terutama memupuk solidaritas bagi kawan kawan kita yang sedang menghadapi musibah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” kata Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag DKI Jakarta, Adib, saat dihubungi terkait rangka perayaan Natal 2025 di Jakarta, Kamis.

    Untuk penyambutan Tahun 2026, menurut Adib, sebaiknya dilakukan dengan penuh kesadaran dan empati terhadap masyarakat di Pulau Sumatera yang masih dalam situasi pemulihan pascabencana.

    Perayaan Natal tahun ini mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” yang menegaskan bahwa keluarga merupakan jantung kehidupan berbangsa.

    Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Kristiani memaknai Natal kali ini sebagai panggilan untuk kembali merawat keluarga, yakni tempat pertama kasih, iman dan harapan dilahirkan.

    Menurut Menag, di tengah arus polarisasi, tekanan ekonomi dan dampak bencana yang masih dirasakan banyak keluarga, rumah harus kembali menjadi ruang aman bagi iman dan kemanusiaan.

    Di Jakarta, ajakan untuk mendoakan warga terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor d Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Jawa Tengah pun disuarakan. Salah satunya oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno.

    “Kita tidak boleh menutup mata terhadap duka saudara-saudara kita. Mari kita panjatkan doa agar mereka diberi kekuatan dan harapan untuk bangkit kembali,” katanya saat menutup rangkaian “Christmas Carol Colossal Tahun 2025” di Jakarta Pusat, Selasa (23/12).

    Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Santai Dikritik, Menag: Lebih Banyak Orang Jatuh karena Dipuji

    Santai Dikritik, Menag: Lebih Banyak Orang Jatuh karena Dipuji

    Santai Dikritik, Menag: Lebih Banyak Orang Jatuh karena Dipuji
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar mengaku tidak pernah tersinggung jika sedang disorot atau dikritik oleh media.
    Nasaruddin menganggap kritik yang dialamatkan kepadanya adalah upaya untuk memperbaiki diri.
    “Kami tidak pernah tersinggung kalau media menyorot negatif kami. Bagi kami, kritik itu adalah upaya untuk memperbaiki diri. Lebih banyak orang jatuh karena dipuji daripada dikritik,” ujar Nasaruddin dalam Dialog Media Refleksi Kinerja Tahun 2025 di Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (24/12/2025).
    Pesan ini juga disampaikan Nasaruddin kepada bawahannya agar para pejabat Kemenag tidak tersinggung ketika sedang dikritik.
    Menurut Nasaruddin, kritik itu seperti bisikan dari malaikat yang dimaksudkan untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri.
    “Itu syukuri itu, itu bisikan malaikat itu. Tapi kalau memuji, menjilat-jilat, itu bisikan iblis. Nah, masalah kita sekarang ini jangan sampai memalaikatkan iblis atau mengibliskan malaikat. Biarkanlah malaikat harus jadi malaikat dan iblis itu harus jadi iblis,” kata dia.
    Lebih lanjut, Nasaruddin mengatakan bahwa instansinya tidak terlalu mementingkan popularitas dan memilih fokus memberikan yang terbaik untuk negara.
    “Kita harus melewati fase-fase popularitas. Kami tidak butuh popularitas, tapi seberapa besar yang kami bisa lakukan untuk bangsa yang tercinta ini,” ucap Nasaruddin.
    Itu sebabnya, kata Menag, ia tidak pernah “mabuk” dengan berbagai macam penghargaan demi penghargaan yang diraih Kemenag.
    “Makanya kami tidak pernah mabuk dengan berbagai macam pujian “tiga bulan terbaik, satu tahun terbaik”, tenang-tenang saja,” ujar Imam Besar Masjid Istiqlal itu.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Menag: Kami Bersyukur, Dulu Kemenag Terlalu Gemuk

    Menag: Kami Bersyukur, Dulu Kemenag Terlalu Gemuk

    Menag: Kami Bersyukur, Dulu Kemenag Terlalu Gemuk
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar mengaku bersyukur dengan adanya kebijakan pemerintah terkait transisi kelembagaan karena selama ini instansinya dinilai terlalu “gemuk”.
    Hal ini diungkapkan Nasaruddin dalam agenda Dialog Media dengan tema Refleksi Kinerja 2025 dari Kurikulum Cinta Hingga Ekoteologi untuk Penanggulangan Bencana, di Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (23/12/2025).
    “Kita
    Kementerian Agama
    ini mencoba untuk bersyukur memahami kebijakan pemerintah, karena dulu Kementerian Agama itu terlalu gemuk. Direktorat Jenderal Peradilan Agama pindah ke Mahkamah Agung, Litbang sebagian pindah ke BRIN. Kemudian juga Haji, Jaminan Produk Halal juga sudah punya badannya sendiri,” kata Nasaruddin.
    “Kemudian Baznas itu sudah punya badannya juga, BWI juga punya badan tersendiri walaupun masih menyangkut juga dengan Kementerian Agama,” ujar dia melanjutkan.
    Nasaruddin menuturkan, dengan transisi kelembagaan, instansinya kini dapat memfokuskan program-program mendasar terkait pendidikan keagamaan dan
    kerukunan umat beragama
    .
    Meskipun kini
    Kemenag
    sudah tidak lagi mengurus pelaksanaan ibadah haji, Menag menyampaikan kepada jajarannya untuk membantu Kementerian Haji dan Umrah.
    “Walaupun kami tidak masuk di dalam undang-undang itu tidak disebutkan di dalam nomenklatur Undang-Undang Haji. Tetapi kami menginstruksikan kepada seluruh staf Kementerian Agama sampai KUA, mari kita bantu teman-teman kita Menteri Haji ini untuk menjalani masa transisi ini,” ucap dia.
    Namun, Nasaruddin tetap tidak ingin ikut campur terlalu dalam.
    Ia berharap transisi kelembagaan ini menghasilkan yang terbaik.
    “Tapi juga jangan melampaui batas, jangan melanggar rumah tangganya orang. Jadi kita juga harus ada moral, kita bantu tetapi juga jangan sampai menyimpang peraturan yang ada,” kata dia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.