Tag: Narendra Modi

  • Prabowo akui belajar penghapusan kemiskinan dari India

    Prabowo akui belajar penghapusan kemiskinan dari India

    Saya datang ke sini selama beberapa hari, tetapi saya belajar banyak dari kepemimpinan dan komitmen Perdana Menteri Modi

    Jakarta (ANTARA) – Presiden RI Prabowo Subianto saat menghadiri jamuan makan malam di Istana Kepresidenan Rashtrapati Bhavan mengakui dirinya banyak belajar dari Pemerintah India menghapus kemiskinan.

    Presiden Prabowo juga mengakui dirinya banyak mendapatkan inspirasi dari program-program Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi.

    “Saya datang ke sini selama beberapa hari, tetapi saya belajar banyak dari kepemimpinan dan komitmen Perdana Menteri Modi,” kata Presiden Prabowo saat menghadiri jamuan makan malam di Rashtrapati Bhavan, New Delhi, India, Sabtu (25/1) malam.

    “Komitmennya untuk mengurangi kemiskinan, membantu yang terpinggirkan, dan membantu masyarakat yang paling lemah merupakan inspirasi bagi kami,” sambung Presiden Prabowo dalam siaran pers diterima di Jakarta, Minggu.

    Oleh karena itu, Presiden kembali menyatakan dirinya merasa terhormat berkunjung ke India dalam rangka agenda kenegaraan maupun untuk memenuhi undangan sebagai tamu utama (chief guest) Hari Republik India Ke-76.

    “Saya sangat bangga berada di sini (di India, red).Saya bukan politisi profesional, saya bukan diplomat yang baik. Saya hanya mengatakan apa yang ada di hati saya,” ujar Presiden Prabowo.

    Jamuan makan malam di Rashtrapati Bhavan merupakan bagian dari agenda kenegaraan Presiden Prabowo di India. Dalam acara itu, Presiden Prabowo, yang mengenakan setelan jas biru tua, duduk di samping PM Modi.

    Di Rashtrapati Bhavan, jajaran Kabinet Merah Putih yang ikut jamuan makan malam, yaitu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

    Dalam acara jamuan yang sama, Presiden India Droupadi Murmu menyambut kedatangan Presiden Prabowo. Keduanya sempat melihat beberapa ornamen-ornamen bersejarah di Rashtrapati Bhavan.

    Dalam kesempatan yang sama, Presiden India juga berterima kasih kepada Presiden Prabowo atas kesediaannya memenuhi undangan sebagai tamu utama Hari Republik India.

    Presiden Murmu kemudian mengenang kembali momen Presiden Ke-1 RI Soekarno menjadi tamu utama pertama dalam peringatan pertama Hari Republik India pada 1950.

    “Ini merupakan cerminan dari hubungan yang telah lama terjalin, dan tradisi demokrasi yang kuat antara India dan Indonesia,” demikian siaran resmi Istana Kepresidenan India.

    Pewarta: Genta Tenri Mawangi/Hafidz Mubarak A
    Editor: Chandra Hamdani Noor
    Copyright © ANTARA 2025

  • Sepakat Kembangkan AI, Indonesia dan India Kerja Sama Strategis Bidang Digital

    Sepakat Kembangkan AI, Indonesia dan India Kerja Sama Strategis Bidang Digital

    Jakarta, Beritasatu.com – Indonesia dan India sepakat menjalin kerja sama strategis di bidang digital, sebagai upaya mempercepat transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan, serta mendorong inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

    Kerja sama kedua negara di bidang digital ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman bersama atau memorandum of understanding (MoU) antara Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) RI dan Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India.

    Kesepakatan ini menjadi bagian dari kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan Hari Republik India ke-76, menandai era baru kerja sama teknologi Asia.

    Pertukaran MoU dilakukan oleh Menkomdigi Meutya Hafid dengan Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi. 

    MoU ini mencerminkan komitmen kedua negara untuk mempercepat transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan.

    “Kemitraan ini sebagai langkah strategis yang mempertemukan dua kekuatan digital Asia untuk menciptakan inovasi yang relevan dan berdampak nyata bagi masyarakat luas,” kata Meutya dalam siaran pers Kemenkomdigi, Minggu (26/1/2026).

    Kesepakatan tersebut mencakup pengembangan teknologi baru, termasuk kecerdasan artifisial (AI) dan internet of things (IoT), pembangunan infrastruktur digital publik seperti identitas digital, serta peningkatan keterampilan sumber daya manusia di sektor teknologi informasi.

    “Kolaborasi ini lebih dari sekadar kerja sama teknologi. Ini adalah upaya bersama untuk menghubungkan manusia, melampaui batas geografis, dan mendorong inovasi yang berpusat pada kebutuhan masyarakat,” ujar Meutya.

    Untuk memastikan keberhasilan implementasi MoU, Indonesia dan India sepakat membentuk kelompok kerja bersama yang akan memantau progres, mengatasi tantangan, dan merumuskan solusi inovatif. Kelompok ini akan bertemu secara rutin untuk memastikan kerja sama berjalan efektif dan sesuai target.

    Meutya juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, swasta, dan masyarakat. 

    “Kemitraan ini adalah kunci untuk menjawab tantangan global sekaligus membuka peluang baru bagi generasi mendatang,” kata Meutya yang merupakan mantan jurnalis.

    Melalui MoU ini, Indonesia memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam transformasi digital global. India, sebagai mitra strategis, juga menunjukkan komitmennya untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman demi menciptakan ekosistem digital yang solid dan berpengaruh.

    Kerja sama ini menjadi simbol bahwa transformasi digital tidak hanya soal teknologi, tetapi juga tentang membangun koneksi manusia dan mewujudkan masa depan yang lebih baik bersama. Dengan semangat ini, Indonesia dan India berkomitmen untuk menjadi pilar utama dalam kemajuan digital Asia dan dunia. 

  • Presiden Prabowo Apresiasi Sejarah Panjang Hubungan Indonesia-India sejak Zaman Kuno

    Presiden Prabowo Apresiasi Sejarah Panjang Hubungan Indonesia-India sejak Zaman Kuno

    Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi sejarah panjang Indonesia dan India sejak zaman kuno hingga pascakemerdekaan. Ia berharap hubungan bilateral itu semakin erat dan berkembang sehingga memberi manfaat bagi kedua negara.

    Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri undangan jamuan makan malam kenegaraan yang digelar oleh Presiden India Droupadi Murmu di Istana Kepresidenan India, Rashtrapati Bhavan pada Sabtu (25/1/2025) malam waktu setempat. 

    Acara tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, menandai hubungan erat antara kedua negara.

    Dalam sambutannya, Presiden Murmu menegaskan pentingnya hubungan bilateral antara Indonesia dan India yang telah berlangsung selama 75 tahun. 

    “Indonesia adalah sahabat terbaik kami. Kita berbagi visi yang sama sebagai populasi maritim dan mitra di kawasan Indo-Pasifik,” ujar Murmu seperti dikutip dari keterangan resmi BPMI Setpres, Minggu (26/1/2025).

    Murmu juga menyoroti kontribusi besar komunitas India yang tinggal di Indonesia dalam memperkuat hubungan budaya dan ekonomi kedua negara. Ia berharap India dan Indonesia memperluas kerja sama di bidang perdagangan, investasi, teknologi digital, dan keamanan maritim.

    Sementara itu, Presiden Prabowo dalam sambutannya mengapresiasi undangan dan sambutan hangat dari Pemerintah India. Ia merasa terhormat menjadi tamu kehormatan dalam perayaan HUT ke-76 Republik India, mengingat momen bersejarah ketika Presiden pertama RI Soekarno yang juga pernah menjadi tamu kehormatan pada perayaan HUT pertama Republik India.

    “Ini sungguh suatu kehormatan besar bagi saya. Artinya saya mengikuti jejak Bapak Pendiri Republik Indonesia,” katanya.

    Presiden Prabowo juga mengapresiasi kepemimpinan Perdana Menteri India Narendra Modi dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

    Ia menegaskan komitmennya untuk mempercepat kerja sama strategis antara Indonesia dan India di berbagai bidang termasuk kesehatan, farmasi, pendidikan, keamanan maritim, dan teknologi digital.

    “Saya ingin menegaskan kembali komitmen saya, tekad saya untuk meningkatkan kerja sama dan persahabatan kita. Memang benar, India dan Indonesia memiliki sejarah kuno yang panjang. Kita memiliki hubungan peradaban. Bahkan sekarang, bagian penting dari bahasa kita berasal dari bahasa Sansekerta,” lanjut Prabowo.

    Acara makan malam yang dihadiri oleh para delegasi kedua negara ini menjadi simbol penting dari kemitraan yang makin erat antara Indonesia dan India. 

    Presiden Prabowo berharap hubungan bilateral ini terus berkembang untuk membawa manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.

    “Saya doakan rakyat India mendapatkan kedamaian dan kesejahteraan di tahun-tahun mendatang. Saya berharap Indonesia dan India terus menjadi mitra dan sahabat dekat,” pungkas Prabowo.

  • Kala Prabowo Ucapkan Terima Kasih ke PM India Atas Dukungan Gabung BRICS

    Kala Prabowo Ucapkan Terima Kasih ke PM India Atas Dukungan Gabung BRICS

    Jakarta

    Presiden Prabowo Subianto mengucapkan terima kasih kepada India atas dukungannya kepada Indonesia untuk menjadi anggota aliansi BRICS. Prabowo menyampaikan hal itu dalam pernyataan bersama dengan Perdana Menteri India Narendra Modi usai keduanya melakukan pertemuan resmi.

    Dia berharap dukungan India dan masuknya Indonesia ke BRICS bisa bermanfaat bagi stabilitas global dan kerja sama regional.

    “Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada India atas dukungan keanggotaan untuk kami di BRICS, kami berharap kerja sama ini akan bermanfaat bagi stabilitas global dan kerja sama regional,” papar Prabowo dalam video pernyataan yang disiarkan virtual, Minggu (26/1/2025).

    “Jadi kami menganggap kemitraan ini sangat penting dan kami ingin meningkatkan dan mempercepat tingkat kerja sama di antara kita,” tambahnya.

    India sendiri merupakan salah satu negara yang ikut melakukan inisiasi pembentukan BRICS. Kala itu aliansi ini didirikan oleh beberapa negara berkembang, yaitu Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.

    Prabowo mengungkapkan India juga aktif dalam membela negara-negara berkembang atau yang dikenal dengan kelompok global south.

    “India juga merupakan salah satu pendiri Gerakan Non-Blok dalam Konferensi Bandung tahun 1955 dan India terus memperjuangkan suara negara-negara global south,” beber Prabowo.

    (acd/acd)

  • Prabowo Melawat ke India Bertemu Narendra Modi, Apa Saja yang Hasilnya?
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        26 Januari 2025

    Prabowo Melawat ke India Bertemu Narendra Modi, Apa Saja yang Hasilnya? Nasional 26 Januari 2025

    Prabowo Melawat ke India Bertemu Narendra Modi, Apa Saja yang Hasilnya?
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kenegaraan ke India mulai Sabtu (25/1/2025).
    Dalam lawatan ini, Prabowo mengikuti sejumlah agenda penting, mulai dari upacara kenegaraan hingga pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri India, Narendra Modi.
    Lawatan ini bukan sekadar momen penting hubungan bilateral antara Indonesia dan India. Lebih dari itu, kunjungan kenegaraan ini menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis yang berdampak luas untuk kedua negara.
    Prabowo memulai kunjungan kenegaraannya dengan mengikuti upacara kenegaraan di Rashtrapati Bhavan, New Delhi. Dalam upacara tersebut, Prabowo disambut langsung oleh Presiden India Droupadi Murmu dan Perdana Menteri Narendra Modi.
    Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diterimanya. Ia juga menegaskan komitmen untuk meningkatkan kerja sama Indonesia-India.
    “Presiden, saya ingin mengucapkan kepada Anda. PM Modi, saya ingin menyatakan kepada Anda bahwa saya berkomitmen untuk mempromosikan kerja sama lebih dekat dengan India. Itulah keputusan saya,” ujar Prabowo.
    Di sela-sela kunjungannya, Prabowo juga berkunjung ke Rajghat Memorial, lokasi Mahatma Gandhi dikremasi. Di sana, ia meletakkan karangan bunga sebagai bentuk penghormatan.
    Prabowo menyebut Gandhi sebagai sosok inspiratif yang memengaruhi perjuangannya dalam menegakkan keadilan dan kebebasan.
    “Mahatma Gandhi adalah pemimpin yang hebat, guru yang hebat, inspirasi besar bagi seluruh umat manusia. Beliau telah menjadi inspirasi saya dalam memperjuangkan keadilan, kebebasan, dan martabat manusia. Semoga arwahnya tenang, dan semoga ajarannya tetap kekal,” tulis Prabowo dalam buku tamu di monumen tersebut.
    Salah satu agenda utama dalam lawatan kali ini adalah pertemuan bilateral antara Prabowo dan PM Modi di Hyderabad House.
    Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin membahas berbagai isu strategis, termasuk peningkatan kerja sama di sektor perdagangan, investasi, pariwisata, energi, keamanan, hingga pengembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan.
    Hasil konkret dari pertemuan ini adalah pertukaran lima Memorandum of Understanding (MoU) di bidang kesehatan, keamanan maritim, digital, obat tradisional, dan budaya.
    Prabowo menegaskan, kerja sama ini akan menjadi prioritas strategis bagi Indonesia dan India. Ia juga meminta jajarannya memangkas birokrasi agar investasi dari India dapat berjalan lancar.
    “Saya telah memberikan arahan kepada tim untuk melakukan percepatan, pemangkasan birokrasi, terlalu banyak regulasi yang berlebihan, dan yang terpenting adalah kepentingan bilateral bersama India dan Indonesia,” kata Prabowo.
    Dalam sesi jumpa pers usai pertemuan, Prabowo mengungkapkan keinginannya untuk mengirim tim ke India guna mempelajari program makan siang gratis di negara itu.
    Alasannya, India menjadi negara yang telah melaksanakan program makan bergizi gratis sejak 1995, sehingga bisa menjadi contoh bagi Indonesia.
    “Kami mengirimkan tim-tim teknis, dan kami saat ini menjalankan banyak program yang menurut kami merupakan contoh-contoh yang baik, dan kami ingin belajar dari pengalaman India,” kata Prabowo.
    Dalam kesempatan itu, Presiden menegaskan bahwa kemitraan Indonesia dan India sangat penting. Dia pun berkeinginan untuk meningkatkan kerja sama di berbagai bidang dengan India.
    Prabowo kemudian menyinggung kontribusi India pada masa-masa awal kemerdekaan Indonesia. Saat itu, India memberikan sebidang lahan untuk Indonesia mendirikan kantor kedutaannya.
    Padahal, lanjut Prabowo, pada saat itu belum banyak negara yang mengakui kemerdekaan Indonesia.
    “Itu menunjukkan betapa dalamnya hubungan kami. Indonesia tak akan melupakan dukungan tersebut,” kata Prabowo kepada PM Modi.
    Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid yang turut dalam lawatan menjelaskan tentang tujuan kerja sama di bidang
    artificial intelligence
    (AI) dan
     internet of things
    (IoT) antara Indonesia-India.
    Menurut dia, kolaborasi ini bukan sekadar persoalan pengembangan teknologi, tetapi juga mendorong inovasi yang berpusat pada kebutuhan masyarakat.
    “Langkah strategis yang mempertemukan dua kekuatan digital Asia untuk menciptakan inovasi yang relavan dan berdampak nyata bagi masyarakat luas,” ungkap Meutya dalam siaran persnya, dikutip Minggu (26/1/2025).
    “Ini adalah upaya bersama untuk menghubungkan manusia, melampaui batas geografis, dan mendorong inovasi yang berpusat pada kebutuhan masyarakat,” sambungnya.
    Untuk memastikan kerja sama berjalan dengan baik, Indonesia dan India berencana membentuk Kelompok Kerja Bersama.
    Forum tersebut nantinya akan meninjau, mengukur progres, hingga mengatasi tantangan, serta merumuskan solusi inovatif.
    Menurut Meutya, Kelompok Kerja Bersama akan melakukan pertemuan secara rutin untuk memastikan kerja sama dapat berjalan efektif dan sesuai target.
    “Kemitraan ini adalah kunci menjawab tantangan global, sekaligus membuka peluang baru bagi generasi mendatang,” tambah Meutya.
    Kemkomdigi mengeklaim kerja sama antara Indonesia dan India bisa menjadi simbol transformasi sekaligus menjadi pilar kemajuan digital di Asia dan dunia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Prabowo soroti sejarah panjang RI-India saat jamuan kenegaraan

    Prabowo soroti sejarah panjang RI-India saat jamuan kenegaraan

    Ini sungguh suatu kehormatan besar bagi saya, artinya saya mengikuti jejak Bapak Pendiri Republik Indonesia.

    Jakarta (ANTARA) – Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti hubungan Indonesia dan India yang dilandasi oleh sejarah kuno yang panjang, salah satunya bahasa nasional Indonesia yang berkembang dari bahasa Sanskerta.

    Presiden Prabowo menyampaikan hal itu ketika menghadiri undangan jamuan santap malam kenegaraan yang digelar oleh Presiden India Droupadi Murmu di Istana Kepresidenan India, Rashtrapati Bhavan, Sabtu (25/1) malam.

    “Saya ingin menegaskan kembali komitmen saya, tekad saya untuk meningkatkan kerja sama dan persahabatan kita. Memang benar, India dan Indonesia memiliki sejarah kuno yang panjang. Kita memiliki hubungan peradaban. Bahkan, sekarang bagian penting dari bahasa kita berasal dari bahasa Sanskerta,” kata Presiden Prabowo seperti dikutip dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu.

    Dalam sambutannya, Presiden mengungkapkan apresiasi mendalam atas undangan dan sambutan hangat dari pemerintah India.

    Kepala Negara merasa terhormat menjadi tamu kehormatan dalam perayaan ke-76 Hari Republik India, yang mengingatkan akan momen bersejarah ketika presiden pertama RI Soekarno juga menjadi tamu kehormatan pertama pada Hari Republik India pada tahun 1950.

    “Ini sungguh suatu kehormatan besar bagi saya, artinya saya mengikuti jejak Bapak Pendiri Republik Indonesia,” kata Presiden.

    Presiden Prabowo juga mengapresiasi kepemimpinan Perdana Menteri Narendra Modi dalam mengentaskan masyarakat dari kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    Prabowo menegaskan komitmennya untuk mempercepat kerja sama strategis antara Indonesia dan India di berbagai bidang, termasuk kesehatan, farmasi, pendidikan, keamanan maritim, dan teknologi digital.

    Sementara itu, Presiden Murmu memandang penting hubungan bilateral antara Indonesia dan India yang telah berlangsung selama 75 tahun.

    “Indonesia adalah sahabat terbaik kami. Kita berbagi visi yang sama sebagai populasi maritim dan mitra di kawasan Indo-Pasifik,” kata Presiden Murmu.

    Presiden Murmu juga menyoroti kontribusi besar komunitas India yang tinggal di Indonesia dalam memperkuat hubungan budaya dan ekonomi kedua negara.

    Murmu menyampaikan harapan untuk memperluas kerja sama di bidang perdagangan, investasi, teknologi digital, dan keamanan maritim.

    Adapun jamuan makan malam berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Acara ini dihadiri oleh delegasi kedua negara ini menjadi simbol penting dari kemitraan yang makin erat antara Indonesia dan India.

    Presiden Prabowo berharap hubungan bilateral ini terus berkembang untuk membawa manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.

    “Saya doakan rakyat India mendapatkan kedamaian dan kesejahteraan di tahun-tahun mendatang. Saya berharap Indonesia dan India terus menjadi mitra dan sahabat dekat,” kata Prabowo.

    Pewarta: Mentari Dwi Gayati
    Editor: D.Dj. Kliwantoro
    Copyright © ANTARA 2025

  • Prabowo Undang Pengusaha India Ikut Bangun Infrastruktur RI

    Prabowo Undang Pengusaha India Ikut Bangun Infrastruktur RI

    Jakarta

    Presiden Prabowo Subianto mengajak dunia usaha di India untuk lebih banyak melakukan partisipasi investasi ke Indonesia. Katanya, dia sudah melakukan pertemuan dengan petinggi dunia usaha di India dan hasilnya memuaskan.

    Hal ini diungkapkan Prabowo saat memberikan pernyataan bersama usai bertemu dengan Perdana Menteri Narendra Modi.

    “Saya juga sangat senang memiliki diskusi yang sangat sukses dan baik dengan banyak pemimpin industri India dan kami membahas secara rinci peningkatan partisipasi India dalam ekonomi kami,” beber Prabowo dalam pernyataan yang disiarkan virtual, Minggu (26/1/2025).

    Orang nomor satu di Indonesia itu bilang pemerintah akan membuka lebar-lebar pintu investasi buat pengusaha India. Dia mengajak para pengusaha untuk ambil bagian dalam membangun infrastruktur di Indonesia.

    “Kami membuka ekonomi kami untuk investasi dan partisipasi di bidang infrastruktur dan kami mengundang kelompok-kelompok India untuk mengambil bagian dalam infrastruktur Indonesia di semua bidang,” sebut Prabowo.

    Bahkan, Prabowo sempat menyatakan dirinya sudah memberi arahan tegas kepada Kabinet Merah Putih untuk mempercepat pengurusan regulasi. Semua perangkat aturan yang berbelit-belit diminta olehnya untuk dipangkas agar semua perizinan bisa lebih lancar.

    Arahan ini diungkapkan Prabowo dalam menyambut semua kerja sama bilateral yang disepakati dengan India. Termasuk potensi investasi dari pengusaha India.

    “Tentu saja di bidang ekonomi ini sangat penting, saya telah memberikan arahan kepada tim saya untuk mempercepat, memperlancar, memangkas birokrasi, terlalu banyak regulasi yang berlebihan mengutamakan kepentingan bilateral bersama India dan Indonesia,” tegas Prabowo.

    (acd/acd)

  • Kala Prabowo Ucapkan Terima Kasih ke PM India Atas Dukungan Gabung BRICS

    Di Depan PM India, Prabowo Ungkap Arahan Pangkas Regulasi Demi Geber Ekonomi

    Jakarta

    Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan tegas kepada Kabinet Merah Putih untuk mempercepat pengurusan regulasi. Semua perangkat aturan yang berbelit-belit diminta olehnya untuk dipangkas agar semua perizinan bisa lebih lancar.

    Hal ini diungkapkan Prabowo saat memberikan pernyataan pers bersama usai melakukan pertemuan dengan pimpinan India, Perdana Menteri Narendra Modi.

    Arahan ini diungkapkan Prabowo dalam menyambut semua kerja sama bilateral yang disepakati dengan India dalam pertemuannya dengan Narendra Modi.

    “Tentu saja di bidang ekonomi ini sangat penting, saya telah memberikan arahan kepada tim saya untuk mempercepat, memperlancar, memangkas birokrasi, terlalu banyak regulasi yang berlebihan mengutamakan kepentingan bilateral bersama India dan Indonesia,” tegas Prabowo dalam video pernyataan yang disiarkan virtual, Minggu (26/1/2025).

    Dia menegaskan dirinya telah memberikan arahan untuk meningkatkan dan memperluas kemitraan dengan India. Prabowo menekankan India merupakan mitra strategis jangka panjang bagi Indonesia.

    “Bila perlu, kami akan mengutamakan hubungan ini demi kepentingan kemitraan strategis jangka panjang yang telah kita sepakati bersama,” kata Prabowo.

    Sejauh ini, pertemuan Prabowo dan Narendra Modi menghasilkan 5 MoU. Kesepakatan itu diteken untuk bidang kesehatan, komunikasi dan digital, hingga program pertukaran budaya.

    Berikut rinciannya:
    1. Dokumen Nota Kesepahaman antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga Republik India tentang Kerja Sama Kesehatan
    2. ⁠Dokumen Nota Kesepahaman antara Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia dan Komisi Farmakope untuk Pengobatan & Homeopati India, Kementerian Ayush Republik India tentang Kerja Sama di Bidang Penjaminan Mutu Obat Tradisional
    3. ⁠Dokumen Nota Kesepahaman antara Kementerian Komunikasi dan Digital Republik India dan Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi Republik India tentang Kerja Sama di Bidang Pengembangan Digital
    4. ⁠Dokumen Nota Kesepahaman antara Badan Keamanan Laut Republik india dan Penjaga Pantai India tentang Kerja Sama Keselamatan dan Keamanan Maritim
    5. ⁠Dokumen Program Pertukaran Budaya antara Kementerian Kebudayaan Republik India dan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia untuk Periode Tahun 2025-2028.

    (acd/acd)

  • Kontingen Patriot siap ikut parade di Delhi untuk Hari Republik India

    Kontingen Patriot siap ikut parade di Delhi untuk Hari Republik India

    Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat Letjen TNI Tandyo Budi Revita (tengah), didampingi Komandan Kontingen Patriot Indonesia Brigjen TNI Kristomei Sianturi (dua kiri), memberikan arahan kepada jajaran taruna Akademi Militer dan prajurit TNI saat Kontingen Patriot Indonesia latihan di Kertavya Path, New Delhi, India, Jumat (24/1/2025). Kontingen Patriot Indonesia bakal berpartisipasi dalam parade Hari Republik India di New Delhi, Minggu (26/1/2025). ANTARA/HO-Kontingen Patriot Indonesia.

    Kontingen Patriot siap ikut parade di Delhi untuk Hari Republik India
    Dalam Negeri   
    Editor: Novelia Tri Ananda   
    Minggu, 26 Januari 2025 – 06:31 WIB

    Elshinta.com – Kontingen Patriot Indonesia menyatakan kesiapannya berparade bersama Angkatan bersenjata India dalam upacara peringatan Hari Republik (Republic Day) India Ke-76 di New Delhi, Minggu. Komandan Kontingen Patriot Indonesia Brigadir Jenderal TNI Kristomei Sianturi menjelaskan berbagai persiapan telah dilakukan, termasuk latihan-latihan tersendiri dan geladi bersama pasukan dari India sejak kontingen tiba di India pada Kamis (16/1) pekan lalu.

    “Kontingen Patriot Indonesia sudah siap untuk berpartisipasi dalam acara Republic Day India 2025,” kata Brigjen Kristomei saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (26/1).

    Kristomei, yang saat ini juga menjabat Wakil Gubernur Akademi Militer (Akmil) melanjutkan Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat Letnan Jenderal TNI Tandyo Budi Revita pun datang langsung ke Delhi meninjau kegiatan latihan kontingen di Kartavya Path, Jumat (24/1).

    “Kontingen latihan tersendiri di Kartavya Path, New Delhi, pada (Jumat) pagi pukul 08.00 waktu Delhi, dilakukan pengecekan kesiapan oleh Wakasad Letjen TNI Tandyo Budi,” katanya.

    Dia kemudian memohon doa dan bantuan dari seluruh masyarakat Indonesia agar Kontingen Patriot dapat sukses menjalankan misinya di New Delhi.

    “Mohon bantuan dan doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar kegiatan ini dapat berjalan lancar dan sukses,” kata Komandan Kontingen Patriot Indonesia.

    Sebanyak 352 orang lebih personel tergabung dalam Kontingen Patriot Indonesia, yang terdiri atas 189 taruna Akademi Militer, 152 prajurit TNI, dan satu komandan perwira tinggi TNI. Dari jajaran taruna, yang tergabung dalam grup drum band Genderang Suling Canka Lokananta (GSCL) Akmil, bakal menempati barisan depan saat berparade di Kartavvya Path pada peringatan Hari Republik India Ke-76.

    Presiden RI Prabowo Subianto hadir sebagai tamu utama (chief guest) Hari Republik India Ke-76. Presiden RI bersama Presiden India Droupadi Murmu dan Perdana Menteri Narendra Modi bakal menyaksikan parade itu di Kartavya Path hari ini sekitar pukul 10.30 pagi waktu Delhi.

    “Untuk pertama kalinya, kontingen militer Indonesia juga ambil bagian berparade di luar wilayah Indonesia. Sekali lagi, terima kasih banyak atas penghormatan yang diberikan kepada kami,” kata Presiden Prabowo kepada PM Modi saat keduanya menyampaikan pernyataan bersama di Hyderabad House, New Delhi, Sabtu (25/1).

    Sumber : Antara

  • Indonesia dan India Memasuki Babak Baru Kerja Sama Bilateral

    Indonesia dan India Memasuki Babak Baru Kerja Sama Bilateral

    JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia dan India kini memasuki babak baru dalam mempererat kerja sama bilateral di berbagai bidang yang akan memberikan manfaat besar bagi kedua negara. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam kunjungan resminya ke New Delhi, India, pada Sabtu  25 jANUARI, di hadapan Perdana Menteri India, Shri Narendra Modi.

    “Ini adalah babak baru untuk meningkatkan dan memperkuat kerja sama Indonesia – India,” ujar Presiden Prabowo dengan penuh optimisme.

    Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa hubungan antara Indonesia dan India telah terjalin erat sejak lama. Ia mengapresiasi dukungan India yang tidak tergantikan sejak Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tahun 1945. India, menurut Prabowo, adalah salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia di panggung internasional.

    “India hadir di masa-masa sulit perjuangan kita. Mereka memberikan dukungan politik sebagai negara baru yang berdaulat, bahkan memberikan hibah lahan untuk Kedutaan Besar Indonesia di India,” ungkapnya.

    Presiden juga mencatat bahwa peran India tidak berhenti di masa lalu. Saat ini, India terus memberikan dukungannya, termasuk dalam proses keanggotaan Indonesia di BRICS, sebuah organisasi antarpemerintah yang diyakini dapat meningkatkan kerja sama strategis untuk menghadapi tantangan global.

    Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo membuka peluang luas bagi India untuk berinvestasi di Indonesia, khususnya di sektor infrastruktur. Ia berkomitmen untuk memastikan bahwa semua proses berjalan lancar, termasuk dengan turun tangan langsung bila diperlukan.

    “Kalau memang diperlukan, saya akan tetap turun tangan memastikan semuanya berjalan,” tegas Prabowo, menegaskan pendekatannya yang pragmatis terhadap pengurangan hambatan birokrasi dan perizinan.

    Sementara itu, Perdana Menteri India Narendra Modi menyatakan harapannya agar kerja sama bilateral antara kedua negara dapat semakin erat di berbagai sektor. Modi menyoroti pentingnya kolaborasi dalam manufaktur pertahanan, pengembangan energi terbarukan (green energy), serta teknologi kecerdasan buatan (AI).

    “Kami berharap hubungan ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara,” kata Modi.

    Penandatanganan MoU di Berbagai Sektor

    Kunjungan Presiden Prabowo juga ditandai dengan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) di berbagai sektor. MoU tersebut mencakup bidang teknologi komunikasi yang diwakili oleh Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, bidang kesehatan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, bidang keamanan kemaritiman dan pertahanan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono, serta bidang kebudayaan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

    Selain itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, turut menandatangani MoU yang memperkuat kerja sama antar asosiasi pengusaha dari kedua negara.

    Beberapa pejabat tinggi Indonesia yang turut hadir dalam lawatan tersebut antara lain Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta penasihat Kadin Indonesia, Hashim Djojohadikusumo.

    Lawatan ini juga akan dilanjutkan dengan kehadiran Presiden Prabowo pada peringatan Hari Republik India (Republic Day) yang akan berlangsung pada 26 Januari 2025. Dalam perayaan tersebut, Presiden Prabowo dijadwalkan menjadi tamu kehormatan (Chief Guest), sebuah kehormatan besar yang mencerminkan eratnya hubungan antara Indonesia dan India.

    Dengan berbagai kesepakatan yang telah dicapai serta penguatan hubungan bilateral di berbagai bidang, kunjungan ini menjadi tonggak baru dalam hubungan kedua negara, menciptakan peluang kerja sama yang saling menguntungkan untuk masa depan.