Tag: Najwa Shihab

  • 8
                    
                        Pemred Kompas Bongkar Isi Pertemuan dengan Prabowo: Bahas Demo Besar hingga Aparat Represif
                        Nasional

    8 Pemred Kompas Bongkar Isi Pertemuan dengan Prabowo: Bahas Demo Besar hingga Aparat Represif Nasional

    Pemred Kompas Bongkar Isi Pertemuan dengan Prabowo: Bahas Demo Besar hingga Aparat Represif
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Pemimpin Redaksi (Pemred) Harian
    Kompas
    Sutta Dharmasaputra
    mengungkapkan, ada sejumlah isu terkini yang dibahas antara pemimpin redaksi (pemred) dengan Presiden
    Prabowo Subianto
    di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
    Diketahui, pertemuan dengan para pemred itu terlaksana pada Minggu (6/4/2025).
    Sutta menuturkan, wawancara terbatas dengan Prabowo ini merupakan program
    Meet the Press
    , yang digagas oleh Prabowo sebagai tindak lanjut atas pertemuannya dengan sejumlah pemred beberapa waktu lalu.
    Dia menyebutkan, pertanyaan diajukan secara spontan tanpa diminta menulis daftarnya terlebih dahulu.
    Kepala Negara juga menjawab secara spontan atas berbagai pertanyaan pemred kepadanya.
    “Kita juga menanyakan tentang hal-hal yang terkait demokrasi. Bagaimana Presiden merespons tentang kegelisahan dari
    civil society
    dan yang lain-lain, ada berbagai macam demonstrasi yang sedemikian besar, kemudian ada tindakan dari aparat juga cukup represif, itu seperti apa,” kata Sutta, dikutip dari siaran
    Kompas TV
    , Senin (7/4/2025).
    “Jadi banyak sekali tema, dan terakhir juga termasuk olahraga, bagaimana peluang timnas kita ke depan,” imbuhnya.
    Ia menyampaikan, Prabowo juga lebih dulu berbicara mengenai kegiatan dan program yang dijalankan selama 130 hari pertama kepemimpinannya.
    Setelah paparan selesai, barulah para pemred dipersilakan mengajukan pertanyaan.
    Pertanyaan yang diajukan bervariasi, ada soal ekonomi termasuk tarif resiprokal kebijakan terbaru Presiden AS Donald Trump, isu-isu domestik, dan persoalan politik.
    “Kalau persoalan politik lebih ke bagaimana komunikasi apa yang dilakukan oleh pemerintah ini kepada seluruh pemangku kepentingan di negeri ini yang dirasa masih banyak kekurangan,” ucap dia.
    Sementara di bidang ekonomi, pertanyaan seputar penciptaan lapangan kerja, peran sektor swasta ke depan, dan hilirisasi.

    Ia mengakui, Prabowo memiliki paradigma bahwa Indonesia harus menguasai semua cabang produksi sehingga memberikan kontribusi besar kepada masyarakat.
    “Artinya, peran negara menjadi sangat besar. Oleh karena itu, banyak memang dieksplor upaya-upaya negara untuk terkait dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
    Kemudian, pertemuan juga membicarakan seputar program makan bergizi gratis, tes kesehatan gratis, pendirian sekolah, pendirian BPI Danantara, pendirian Koperasi Desa Merah Putih, dan lain-lain.
    Ke depan, menurut Sutta, Prabowo ingin sektor swasta diberikan kesempatan seluas-luasnya, yang harus berdampingan dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
    “Tetapi ada juga isu yang lain, yaitu soal penegakan hukum. Jadi bagaimana pertanyaan-pertanyaan kita yang kritis, bagaimana upaya Presiden untuk, Pak Presiden berkali-kali menyampaikan negara yang maju itu adalah bebas dari isu korupsi,” tandasnya.
    Sebagai informasi, para pemred yang hadir yaitu Pemred
    Detik
    Alfito Deannova Ginting, Pemred
    TVOne
    Lalu Mara Satriawangsa, Pemred
    IDN Times
    Uni Lubis, Founder
    Narasi
    Najwa Shihab, Pemred Harian
    Kompas
    Sutta Dharmasaputra, dan Pemred
    SCTV
    Retno Pinasti.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 8
                    
                        Pemred Kompas Bongkar Isi Pertemuan dengan Prabowo: Bahas Demo Besar hingga Aparat Represif
                        Nasional

    3 Najwa Shihab: Prabowo Ditanya Teror Kepala Babi Tempo hingga RUU TNI Saat Bertemu di Hambalang Nasional

    Najwa Shihab: Prabowo Ditanya Teror Kepala Babi Tempo hingga RUU TNI Saat Bertemu di Hambalang
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com

    Founder
    Narasi
    Najwa Shihab
    buka-bukaan mengenai apa saja yang ditanyakan oleh para pemimpin redaksi (pemred) saat mereka bertemu dengan Presiden
    Prabowo Subianto
    di kediamannya di Hambalang, Jawa Barat, Minggu (6/4/2025).
    Najwa mengatakan, ada banyak sekali pertanyaan yang ditanyakan para jurnalis senior itu kepada Prabowo.
    Malahan, kata dia, mereka bebas bertanya apa pun tanpa perlu menyerahkan daftar pertanyaan terlebih dahulu.
    “Jadi betul-betul ini pertanyaannya, bahkan sesama jurnalis kita tidak tahu akan saling nanya apa. Jadi semua pertanyaan spontan, kita yang siapkan sendiri, tak perlu kirim
    list
    pertanyaan. Dan akhirnya yang ditanyakan beragam banget,” ujar Najwa saat dihubungi
    Kompas.com
    , Minggu.
    Najwa menjelaskan, Prabowo ditanya mengenai Revisi UU (RUU) TNI yang sempat ramai di publik dan memicu demo di sana-sini.
    Selain itu, Prabowo juga ditanya terkait aparat yang represif dalam menangani demo.
    “Dari mulai isu yang ramai kemarin UU TNI, demonstrasi, bagaimana perlakuan aparat yang represif terhadap para demonstran terhadap…. Termasuk paramedis pada saat kemarin demo yang berlangsung di puluhan kota,” jelasnya.
    Lalu, kata Najwa, mereka juga bertanya terkait RUU Polri yang saat ini sedang ramai diantisipasi publik.

    Sebab, muncul kekhawatiran bahwa kewenangan polisi malah bisa bertambah melalui RUU Polri ini.
    “Padahal, yang dibutuhkan kan justru pengawasan terhadap aparat,” ucap Najwa.
    Selanjutnya, pemred bertanya mengenai komunikasi pemerintah yang disorot karena amburadul.
    Prabowo, kata Najwa, mengakui bahwa komunikasi pemerintah masih jauh dari kata ideal.
    “Ditanya juga bagaimana Pak Prabowo lihat teror yang terjadi pada media, terutama spesifiknya pada teman-teman
    Tempo
    yang dikirimi kepala babi,” katanya.
    “Ditanya juga soal apa komentar Pak Prabowo atas respons dari Istana yang dinilai tidak patut. Apakah Pak Prabowo sependapat dengan respons yang Kepala PCO (Hasan Nasbi) bilang, ‘Dimasak saja’. Itu ditanyakan ke Pak Prabowo,” sambung Najwa.
    Sementara itu, isu ekonomi yang sedang hangat seperti kebijakan tarif Amerika Serikat juga tidak luput ditanyakan ke Prabowo.
    Lalu, IHSG yang sempat anjlok turut ditanya para pemred kepada Prabowo.
    “Soal ancaman pengangguran. Soal Danantara. Soal birokrasi. Ada banyak dan beragam sih memang yang ditanyakan. Makanya durasinya sampai tiga jam,” imbuhnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Politik kemarin, Prabowo dan jurnalis dialog hingga arus balik lancar

    Politik kemarin, Prabowo dan jurnalis dialog hingga arus balik lancar

    Jakarta (ANTARA) – Berbagai peristiwa politik kemarin menjadi sorotan di antaranya adalah Presiden Prabowo Subianto berdialog dengan tujuh orang jurnalis dari tujuh grup media besar hingga pemerintah memastikan kondisi arus balik pada 6 April 2025 atau H+5 Lebaran 2025 berjalan aman dan lancar.

    Berikut rangkuman ANTARA untuk berita politik kemarin yang menarik untuk kembali dibaca:

    Presiden Prabowo gelar dialog dengan tujuh jurnalis nasional

    Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dialog dengan tujuh orang jurnalis dari tujuh grup media besar di tanah air pada Minggu sore, dalam rangka penyampaian informasi yang utuh dan jelas kepada masyarakat.

    Tujuh orang jurnalis itu adalah Alfito Deannova (Pemred detikcom), Lalu Mara Satriawangsa (Pemred TvOne), Uni Lubis (Pemred IDN Times), Najwa Shihab (Founder Narasi), Sutta Dharmasaputra (Pemred Harian Kompas), Retno Pinasti (Pemred SCTV-Indosiar), dan Valerina Daniel (News Anchor TVRI).

    “Alhamdulillah, hari ini saya berkesempatan wawancara bersama tujuh jurnalis dari tujuh grup media yang ada di tanah air,” demikian keterangan foto dari unggahan di akun Instagram @prabowo di Jakarta.

    Baca selengkapnya di sini.

    Pimpinan MPR: Kebijakan tarif AS momentum perkuat industri nasional

    Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Eddy Soeparno mengemukakan kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden AS Donald Trump akan menjadi momentum pemerintah untuk memperkuat industri nasional.

    “Saya memandang kebijakan tarif Donald Trump ini akan menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperkuat industri nasional dan membuat TKDN (tingkat komponen dalam negeri) kita semakin berkualitas dan ekonomis,” kata Eddy dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.

    Eddy meyakini pemerintah Indonesia tidak akan mengikuti kehendak pemerintah AS dengan melonggarkan kebijakan TKDN, sebagaimana yang dikhawatirkan beberapa kelompok pengusaha.

    Baca selengkapnya di sini.

    Kemenko Polkam: Kondisi arus balik H+5 Lebaran aman dan lancar

    Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) memastikan kondisi arus balik pada 6 April 2025 atau H+5 Lebaran 2025 berjalan aman dan lancar.

    Hal itu diketahui setelah Tim Pemantauan Kondisi Politik dan Keamanan Hari Libur Nyepi dan Idul Fitri yang dibentuk Kemenko Polkam meninjau sejumlah titik simpul mudik.

    “Alhamdulillah, kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan, hari ini kita keliling, ke Kemenhub sebagai pusat posko Lebaran 2025. Kita langsung dapat penjelasan dari Wamenhub bahwa semua kegiatan arus balik dari daerah ke Jakarta terpantau dan terkontrol berjalan lancar, aparat di lapangan bekerja profesional, bisa mengarahkan membantu kelancaran lalu lintas,” kata Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Kemenko Polkam Marsekal Muda TNI Eko Dono Indarto dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

    Baca selengkapnya di sini.

    Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
    Editor: Hisar Sitanggang
    Copyright © ANTARA 2025

  • Prabowo Bertemu 7 Jurnalis, Apa yang Dibicarakan?

    Prabowo Bertemu 7 Jurnalis, Apa yang Dibicarakan?

    loading…

    Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan 7 jurnalis dari 7 grup media. FOTO/INSTAGRAM @prabowo

    JAKARTA Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan 7 jurnalis dari 7 grup media. Prabowo berharap penjelasan yang disampaikan dalam wawancara dapat diterima oleh masyarakat luas.

    Pertemuan dengan 7 jurnalis dibagikan Prabowo di akun Instagramnya @prabowo, Minggu (6/4/2025). Dalam foto itu diketahui 7 petinggi media yang hadir adalah Najwa Shihab (founder Narasi), Sutta Dharmasaputra (Harian Kompas), Lalu Mara Satriawangsa (Pemred tvOne), Retno Pinasti (Pemred SCTV-Indosiar), Alfito Deannova (Pemred Detikcom), Uni Lubis (Pemred IDN Times), dan Valerina Daniel (News Achor TVRI). Dari foto yang diunggah, terlihat Prabowo dan ketujuh jurnalis duduk dan berbincang di meja bundar.

    “Alhamdulillah hari ini saya berkesempatan wawancara bersama 7 jurnalis dari 7 grup media yang ada di Tanah Air,” tulis Prabowo dikutip Minggu (6/4/2025).

    Prabowo berharap, jawaban yang ia berikan dalam sesi wawancara bersama 7 jurnalis dapat menjadi informasi yang jelas bagi masyarakat. “Terima kasih atas kesempatan yang diberikan dalam wawancara hari ini, semoga jawaban dan penjelasan yang saya berikan dapat diterima dan menjadi informasi yang utuh dan jelas bagi masyarakat semua,” katanya.

    (abd)

  • Politik kemarin, Prabowo dan jurnalis dialog hingga arus balik lancar

    Presiden Prabowo gelar dialog dengan tujuh jurnalis nasional

    Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dialog dengan tujuh orang jurnalis dari tujuh grup media besar di tanah air pada Minggu sore, dalam rangka penyampaian informasi yang utuh dan jelas kepada masyarakat.

    Tujuh orang jurnalis itu adalah Alfito Deannova (Pemred detikcom), Lalu Mara Satriawangsa (Pemred TvOne), Uni Lubis (Pemred IDN Times), Najwa Shihab (Founder Narasi), Sutta Dharmasaputra (Pemred Harian Kompas), Retno Pinasti (Pemred SCTV-Indosiar), dan Valerina Daniel (News Anchor TVRI).

    “Alhamdulillah, hari ini saya berkesempatan wawancara bersama tujuh jurnalis dari tujuh grup media yang ada di tanah air,” demikian keterangan foto dari unggahan di akun Instagram @prabowo di Jakarta.

    Pertemuan yang difasilitasi Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo di Hambalang, Jawa Barat, itu menjadi momen penyampaian informasi berbagai pandangan dan penjelasan langsung dari Kepala Negara terkait isu-isu strategis yang sedang dihadapi Indonesia.

    Pada kesempatan itu, Kepala Negara juga menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan.

    “Terima kasih atas kesempatan dalam wawancara hari ini, semoga jawaban dan penjelasan yang saya berikan dapat diterima dan menjadi informasi yang utuh dan jelas bagi masyarakat semua,” tambahnya.

    Dikonfirmasi secara terpisah, Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo mengatakan bahwa format ini merupakan pendekatan baru dalam strategi komunikasi pemerintahan Presiden Prabowo.

    “Jadi, ini konsep baru, hari ini Presiden diwawancarai oleh tujuh jurnalis,” katanya.

    Dalam percakapannya dengan jurnalis senior Uni Lubis di akun Instagram @2.prabowo, Angga mengatakan bahwa saat ini adalah momen yang tepat untuk Presiden Prabowo tampil menjawab langsung berbagai isu.

    “Sekarang kita sudah 150 hari (Kabinet Merah Putih bekerja, red), Bapak juga sempat sebulan lalu bertemu teman-teman pemred. Banyak hal yang sudah kita buka, banyak juga permintaan dari media untuk wawancara Pak Presiden, mungkin beliau merasa ini saat yang tepat, sekaligus baik untuk on the record dan bertemu langsung dengan media,” katanya.

    Uni Lubis menambahkan bahwa sesi wawancara ini dilakukan secara terbuka, tanpa pertanyaan yang disampaikan sebelumnya ke pihak istana.

    “Dan Presiden tidak tahu kita mau nanya apa. Bebas. Jadi, nanti kita juga nggak kasih tahu ke Pak Wamen pertanyaannya seperti apa,” ujar Uni.

    Seluruh hasil wawancara dengan tujuh jurnalis tersebut, rencananya akan dipublikasikan mulai Senin (7/4).

    “Insyaallah besok tayang ya,” kata Wamenkomdigi Angga menambahkan.

    Pewarta: Andi Firdaus/Genta Tenri Mawangi
    Editor: Didik Kusbiantoro
    Copyright © ANTARA 2025

  • Prabowo Kumpulkan Najwa Shihab dan Pimpinan Media di Hambalang

    Prabowo Kumpulkan Najwa Shihab dan Pimpinan Media di Hambalang

    Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengundang para pemimpin redaksi (Pemred) media nasional dalam sebuah pertemuan informal yang berlangsung di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Minggu (6/4/2025).

    Dikutip melalui akun X pribadi @prabowo, orang nomor satu di Indonesia itu menunjukkan suasana hangat dan akrab menyelimuti pertemuan yang digelar secara tertutup di ruang pertemuan dengan meja berbentuk bundar itu.

    Para pemred dari media cetak, daring, dan televisi nasional tampak antusias mengikuti perbincangan tersebut mulai dari Najwa Shihab menjadi salah satu jurnalis yang ikut dalam pertemuan tersebut. 

    Selain Founder Narasi, enam jurnalis lain yang hadir dalam pertemuan ialah Pemred Harian Kompas Sutta Dharmasaputra, Pemred tvOne Lalu Mara Satriawangsa, Pemred SCTV-Indosiar Retno Pinasti, Pemred detikcom Alfito Deannova, ⁠Pemred IDN Times Uni Lubis, dan Valerina Daniel yang merupakan News Anchor TVRI.

    Kepala Negara pun menekankan bahwa pertemuan ini disebut sebagai bagian dari agenda silaturahmi dengan mengajak pemimpin media untuk berdiskusi langsung.

    “Alhamdulillah hari ini saya berkesempatan wawancara bersama 7 Jurnalis dari 7 grup media yang ada di tanah air. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan dalam wawancara hari ini, semoga jawaban dan penjelasan yang saya berikan dapat diterima dan menjadi informasi yang utuh dan jelas bagi masyarakat semua,” pungkas Prabowo.

  • Viral dengan Gaya Satire di Metro TV, Host Valentinus Resa Tuai Kecaman! Dituding Merusak Tatanan

    Viral dengan Gaya Satire di Metro TV, Host Valentinus Resa Tuai Kecaman! Dituding Merusak Tatanan

    GELORA.CO – Sosok Valentinus Resa, pembawa acara Meet Nite Live di Metro TV, tengah menjadi perbincangan hangat di jagat maya.

    Gaya penyampaian beritanya yang santai, penuh humor, dan dibalut dengan sindiran halus membuat banyak warganet terhibur, namun tak sedikit pula yang mengkritik.

    Salah satu reaksi datang dari kelompok yang menyebut dirinya Perisai Kebenaran Nasional, yang menyayangkan pendekatan penyampaian berita ala Valentinus.

    “Seorang host dari Metro TV yang dimana harus jelas saya ucapkan saya ajak jajaran Perisai Kebenaran Nasional generasi muda yang mempunyai adik di rumah atau saudara, host ini masih sangat rendah mutunya,” ujar seorang pria dalam video yang tersebar di media sosial, dikutip SketsaNusantara.id dari akun X @@kegblgnunfaedh pada Minggu, 6 April 2025.

    Menurut pria tersebut, candaan dalam penyampaian berita justru dianggap mengganggu nilai-nilai etika jurnalistik.

    “Inilah yang dibilang bercanda tapi merusak tatanan, saya minta kepada Perisai Kebenaran supaya bijak melihat apapun yang terjadi dalam sebuah siaran,” tambahnya.

    Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih kritis terhadap media tempat presenter tersebut bekerja.

    “Ingat seperti apa ini dan siapa kru atau pemilik media ini seperti apa politik saat ini harus dilihat semua,” ujarnya lagi.

    Bahkan, ia menduga bahwa gaya penyampaian sang presenter tidaklah sekadar gaya pribadi semata, tetapi memiliki motif tertentu.

    “Diduga host ini hendak menjatuhkan pikiran orang-orang berdasarkan canda-canda penyiaran tapi tidak membangun,” tuturnya.

    Jejak Karier Valentinus Resa

    Valentinus Resa memulai kiprahnya di dunia jurnalistik sejak tahun 2011. Pria kelahiran 1986 ini memang memiliki minat kuat di bidang olahraga, terutama sepak bola, yang kemudian membawanya masuk ke dunia penyiaran dan menjadi figur publik yang dikenal luas.

    Pendidikan dasarnya ia tempuh di SD Melania III Jakarta, lalu melanjutkan ke SMP Kanisius Jakarta, dan SMA Negeri 68 Salemba. Lantaran pekerjaan orang tuanya yang berkaitan dengan dunia aviasi, Resa sempat berpindah-pindah kota.

    Ia lahir di Manado, namun kemudian pindah ke Jakarta saat menginjak usia sekolah dasar. Ibunya berasal dari Jawa, sementara ayahnya berdarah Ambon.

    Ketertarikannya terhadap dunia jurnalistik mulai tumbuh saat menempuh pendidikan tinggi di Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta, jurusan Jurnalistik. Resa mengaku sudah terbiasa menulis ringkasan dari berita-berita yang ia baca sejak kuliah.

    Di masa perkuliahan, ia aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan yang berhubungan dengan media.

    “Saya banyak belajar juga di situ tuh, jadi waktu di kampus kalau bisa jangan cuma teori doang,” ucap Resa. 

    Selain itu, pada 2007, Resa menjalani program magang selama enam bulan di Tabloid Bola, yang turut memperkaya pengalaman praktisnya.

    Meniti Karier di Dunia Televisi

    Lulus pada 2009, Resa sempat melanjutkan studi magister di bidang Manajemen, namun kemudian memutuskan untuk tidak menyelesaikannya.

    Selama dua tahun ia berjuang mencari pekerjaan, hingga pada 2011 ia mendapat kesempatan untuk bergabung dengan Metro TV.

    “Saya melamar ke beberapa stasiun TV dan media cetak, tapi Metro TV yang pertama kali memanggil, walaupun yang lain juga sempat menerima,” kisahnya.

    Kariernya di Metro TV dimulai dari posisi riset untuk program Mata Najwa, lalu berpindah ke Medcom.id sebagai copywriter di divisi olahraga.

    Ia sempat menjabat sebagai reporter selama dua tahun, dan akhirnya pada 2014 dipercaya menjadi presenter.

    Tahun 2019, Resa dipindahkan ke divisi reguler dan bertahan hingga kini. Menurutnya, masa kerja di divisi olahraga memberikan fondasi penting bagi keterampilannya saat ini.

    “Di sport saya banyak belajar di sana sama senior-senior, khususnya cara menyalurkan berita,” tandasnya.***

  • Najwa Shihab Dipertanyakan: Dari Kritik Tajam ke Dugaan Masuk Kabinet

    Najwa Shihab Dipertanyakan: Dari Kritik Tajam ke Dugaan Masuk Kabinet

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Jurnalis Senior, Najwa Shihab kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial, hingga beberapa akun media sosialnya membanjiri pertanyaan terkait keberadaan sikap kritisnya.

    Kali ini, warganet menyoroti sikap bungkamnya terkait ragam polemik 2 bulan belakangan ini, mulai dari Danantara hingga Demo Penolakan UU TNI yang ramai digelar sejak Ramadan 2025,

    Pertanyaan Najwa Shihab kemana sedang diungkap publik. Mereka mempertanyakan kemana perempuan yang sering mengkritik pemerintah.

    Biasanya Najwa kerap kali muncul ke media sosial dengan kritik tajamnya ke pemerintah terkait kinerja, korupsi, dan lainnya.

    Publik mempertanyakan mana kritik sang aktivis di media sosial X dan bahkan di Instagram pribadinya, @najwashihab, termasuk di unggahan terbarunya, 1 April 2025.

    “Tahun ini lebih pasif,” kata netizen

    “Mata Najwa ❎ mana najwa✅,” tulis warganet

    “Ga komen buat Danantara, UU TNI , kasus korupsi yg bejibun mba nya.. sepi bngt ini mba lohh,” ujar lainnya

    “Biasanya Mbak Nana paling depan kalau ada isu-isu besar kayak gini. Kok sekarang diam? Jangan-jangan bakal masuk kabinet,” tulis lainnya

    Sementara, belum lama ini muncul foto dirinya dengan Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, saat momen Lebaran 2025.

    Kebersamaan mereka mengundang pertanyaan dan asumsi publik, banyak yang menerka bahwa Najwa akan gabung ke kementerian pimpinan Meutya.

    Di sisi lain, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah terkait pergantian Meutya Hafid dalam jawaban Mekomdigi.

    Namun, jika Najwa benar-benar masuk ke dalam kabinet, banyak pihak menilai langkah ini akan membawa perubahan signifikan dalam komunikasi digital di Indonesia.

  • Ke Mana Najwa Shihab? ‘Absen’ Bersuara Kritik Pemerintah

    Ke Mana Najwa Shihab? ‘Absen’ Bersuara Kritik Pemerintah

    PIKIRAN RAKYAT – Najwa Shihab, jurnalis yang dikenal dengan ketajamannya dalam mengkritisi isu-isu sosial dan politik, belakangan ini menjadi sorotan publik.

    Pertanyaan “ke mana Najwa Shihab?” ramai diperbincangkan di media sosial, terutama ketika isu-isu besar seperti RUU TNI dan kasus Danantara mencuat.

    Ketidakhadirannya dalam menyuarakan kritik terhadap pemerintah menimbulkan rasa penasaran dan spekulasi di kalangan netizen.

    Dicari Netizen

    Publik, khususnya pengguna media sosial, mempertanyakan absennya Najwa Shihab dalam menyuarakan kritik terhadap pemerintah, terutama dalam isu-isu besar yang sedang hangat diperbincangkan. Ketidakhadiran ini dinilai kontras dengan citranya sebagai jurnalis yang vokal dan kritis.

    “Ga komen buat danantara, ruu tni, kasus korupsi yg bejibun mba nya.. sepi bngt ini mba lohh..,” tulis akun Instagram @upiulfy.

    “Mbak ayo speak up, gaharus langsung, biar netizen yang terjemahkan apa yang terjadi. Mungkin bentuk edukasi yang multipersepsi biar kami tau keadaan mbak sebenarnya & mbak tetep aman,” tulis akun Instagram @aflahfarchanrizqullah.

    “Satu Indonesia seperti mencari mbak Nana @najwashihab ..kemane aja mbaakk,” tulis akun Instagram @gossipkate.id.

    “Damn.. Jd ini knp sosmed nya Narasi “anyep” seminggu terakhir? Ga ada postingan ttg demo yg terjadi belakangan ini..,” tulis akun X @indraephe.

    Publik merasa kehilangan suara kritis Najwa Shihab, yang selama ini dianggap sebagai salah satu tokoh yang berani menyuarakan kebenaran.

    Ketidakhadiran Najwa Shihab dalam menyuarakan kritik dianggap sebagai hal yang tidak biasa, mengingat rekam jejaknya sebagai jurnalis yang vokal.

    Banyak yang berspekulasi tentang alasan diamnya Najwa Shihab, mulai dari pertimbangan pribadi hingga tekanan dari pihak tertentu.

    Najwa Shihab, jurnalis yang dikenal dengan ketajamannya dalam mengkritisi isu-isu sosial dan politik, belakangan ini menjadi sorotan publik.

    “i hope u guys didn’t forget about what happened to her during peringatan darurat garuda biru. tsunami buzzer cuma serangan yg terlihat, di balik itu gatau terror macam apalagi yg menimpa.

    “mbak nana punya keluarga dan banyak employee yg harus dijaga. doakan saja daripada menyudutkan terus, idealisme gak bisa dibeli kok,” tulis akun Instagram @pourthoughtfolio.

    “Netizen pada kenapa sih, terutama haters nih, giliran mbak nana banyak spek up banyak dihujat dikatain anak Abah lah, giliran mbak nana jarang muncul dituduh dikasih “kue”,” tulis akun Instagram @danzzgst.

    “Semua berhak hidup tenang, silahkan yang ingin menyuarakan suara rakyat saya dukung, tp tidak memaksa orang untuk bersuara, karenak kondisi dan mslah orang itu kita tidak tau,” tulis akun Instagram @ugi_krombonk.

    Update Terakhir

    Beberapa pihak mencoba mencari tahu keberadaan dan alasan ketidakhadiran Najwa Shihab melalui berbagai sumber informasi.

    Walaupun demikian, Najwa Shihab sempat muncul pada peringatan darurat tahun lalu, dan mengunggah gambar burung garuda berlatar biru di media sosial.

    Unggahan terakhir di akun Instagram pribadinya adalah momen Idul Fitri bersama keluarga.

    Beberapa pengamat menduga bahwa Najwa Shihab sedang mengambil jeda dari sorotan publik untuk fokus pada kegiatan pribadi atau profesional lainnya.

    Ada pula yang berspekulasi bahwa Najwa Shihab sedang mempertimbangkan strategi komunikasi yang lebih hati-hati dalam menyuarakan kritik.

    Muncul juga dugaan bahwa ada tekanan dari pihak-pihak tertentu yang membuat Najwa Shihab memilih untuk tidak bersuara.

    Tetapi ada juga kemungkinan bahwa Najwa Shihab sedang memilih isu yang menurutnya lebih penting, untuk disuarakan.

    Keberadaan dan suara kritis Najwa Shihab menjadi perhatian publik di tengah isu-isu hangat yang sedang berlangsung.

    Spekulasi dan pertanyaan pun bermunculan, mencerminkan harapan masyarakat akan peran aktif Najwa Shihab dalam menyuarakan kebenaran.***

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • Najwa Shihab Ke Mana? Sempat Diboikot, Diserang, Kini Dicari Netizen

    Najwa Shihab Ke Mana? Sempat Diboikot, Diserang, Kini Dicari Netizen

    PIKIRAN RAKYAT – Nama Najwa Shihab kembali menjadi sorotan publik, terutama di media sosial. Kali ini, bukan karena kritik tajamnya terhadap pemerintah, melainkan karena “ketidakhadirannya” dalam menyuarakan pendapat terkait isu-isu besar yang sedang hangat diperbincangkan.

    Publik, khususnya pengguna media sosial, mempertanyakan keberadaan jurnalis yang dikenal vokal dan kritis ini.

    Kontroversi dan Serangan

    Sebelumnya, Najwa Shihab sempat menjadi sasaran serangan dan boikot di media sosial. Beberapa warganet melontarkan hujatan, bahkan ada yang membakar buku-bukunya.

    Serangan ini diduga dipicu oleh pernyataan Najwa Shihab terkait penggunaan pesawat TNI AU oleh Presiden Joko Widodo.

    “Nggak jadi komersil, sekarang nebeng TNI AU,” ucap Najwa Shihab dalam potongan video yang beredar.

    Hal tersebut disampaikan wanita yang akrab disapa Mbak Nana itu dalam siaran langsung proses pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pekan lalu.

    Diketahui, Jokowi akan menggunakan pesawat komersil saat pulang ke Solo setelah purna tugas, namun ia akhirnya menaiki pesawat kenegaraan.

    Presiden ke 7 itu bersama sang istri, Iriana Jokowi menaiki pesawat Boeing 737-800 Next Gen, dan dikawal oleh delapan pesawat tempur TNI.

    Hal ini menyebabkan reaksi negatif dan serangan di media sosial. Beberapa warganet mengungkapkan kekecewaan dan kemarahan mereka melalui komentar-komentar pedas di media sosial.

    Bahkan, ada yang melakukan aksi pembakaran buku-buku karya Najwa Shihab, yang diunggah melalui platform TikTok.

    Ia mendapatkan berbagai komentar hujatan, disebut provokator, hingga seorang pengguna TikTok secara terbuka membakar buku-buku sang presenter.

    Deretan hinaan ke Najwa Shihab di TikTok, bahkan ada yang membakar bukunya, simak kronologi lengkapnya. Kolase foto X

    “Boikot Najwa Shihab si provokator!!,” tulis akun Steven Kim.

    “Najwa provokator negara usir dari Indonesia pulangkan ke Yaman,” tulis akun ULINA SHOP.

    “Betul kata opung, Nana ‘apa kontribusimu untuk negara’,” tulis akun Andio69.

    “Biarin aja bang, nenek Najwa emang udah darurat dia…difikir dengan banyak ngomong dianggap pintar kali ya…padahal makin banyak ngomong makin banyak salahnya,” tulis akun SenoChannel.

    Selain mendapatkan serangan penghinaan, karya tulis milik wanita yang juga terjun ke dunia jurnalistik itu pun dibakar oleh netizen.

    Video yang diunggah akun TikTok Yoga Kevan itu memperlihatkan jika dirinya tengah membakar buku yang ditulis oleh Najwa Shihab.

    “Efek cuaca panas, bisa keluar api gini, menyala Mbak Nana,” tulis akun tersebut.

    Absen di Tengah Isu-isu Krusial

    Ketidakhadiran Najwa Shihab dalam menyuarakan kritik terkait isu-isu seperti RUU TNI dan kasus Danantara menimbulkan tanda tanya besar di kalangan publik. Publik merasa kehilangan suara kritis yang selama ini mereka harapkan.

    Publik merasa kehilangan suara kritis Najwa Shihab, yang selama ini dianggap sebagai salah satu tokoh yang berani menyuarakan kebenaran.

    Najwa Shihab, jurnalis yang dikenal dengan ketajamannya dalam mengkritisi isu-isu sosial dan politik, belakangan ini menjadi sorotan publik.

    Ketidakhadiran ini dinilai kontras dengan citra Najwa Shihab sebagai jurnalis yang vokal dan kritis. Berbagai spekulasi muncul terkait alasan “diamnya” Najwa Shihab, mulai dari pertimbangan pribadi hingga tekanan dari pihak tertentu.

    Rekam Jejak Najwa Shihab

    Najwa Shihab dikenal sebagai jurnalis yang memiliki rekam jejak panjang dalam mengkritisi pemerintah. Melalui program “Mata Najwa”, ia seringkali mengangkat isu-isu penting dan melakukan wawancara mendalam dengan para tokoh publik.

    Program “Mata Najwa” menjadi salah satu platform utama bagi Najwa Shihab untuk menyuarakan kritik dan mengangkat isu-isu penting.

    Wawancara-wawancara mendalam dengan para tokoh publik seringkali menghasilkan informasi-informasi krusial.

    Astagfirullah… we’re so doomed ???? pic.twitter.com/T9uYQEVaL0— ayaka ???? (@canelenovsky) October 26, 2024

    Sebagai jurnalis, Najwa Shihab dianggap memiliki peran penting dalam menjaga demokrasi melalui kritik dan pengawasan terhadap pemerintah.

    Publik berharap Najwa Shihab dapat kembali menyuarakan kritik dan pendapatnya terkait isu-isu krusial yang sedang dihadapi bangsa. Keberadaan jurnalis yang vokal dan kritis seperti Najwa Shihab dianggap penting dalam menjaga keseimbangan dan transparansi dalam pemerintahan.

    Sebagai informasi tambahan, Najwa Shihab sendiri diketahui terakhir kali muncul mengkritisi pemerintah dalam aksi Peringatan Darurat, hingga ikut bersuara dengan mengunggah gambar Burung Garuda berlatar biru.

    Ia menjadi orang pertama yang mengunggah foto Burung Garuda berlatar biru saat adanya demo di DPR yang diduga untuk memuluskan jalan Kaesang maju di Pilgub Jakarta dan Jawa Tengah.

    Lalu, unggahan itu pun banyak digunakan oleh rekan sesama artis, influencer, bahkan pengguna media sosial lain.

    “Ketidakhadiran” Najwa Shihab di tengah isu-isu krusial menimbulkan pertanyaan dan spekulasi di kalangan publik. Namun, rekam jejaknya sebagai jurnalis yang vokal dan kritis tetap melekat di benak masyarakat.

    Publik berharap Najwa Shihab dapat kembali menyuarakan pendapatnya dan menjalankan peran pentingnya dalam menjaga demokrasi.***

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News