Tag: Najwa Shihab

  • Pimpinan Komisi III DPR Ahmad Sahroni Mengaku Siap Bela Presenter Valentinus Resa – Halaman all

    Pimpinan Komisi III DPR Ahmad Sahroni Mengaku Siap Bela Presenter Valentinus Resa – Halaman all

    Pimpinan Komisi III DPR Ahmad Sahroni Mengaku Siap Pasang Badan Buat Presenter Valentinus Resa

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Fraksi Partai NasDem, Ahmad Sahroni, mengaku siap membela presenter berita sebuah stasiun televisi, Valentinus Resa yang disomasi oleh organisasi kemasyarakatan (Ormas) Perisai Kebenaran Nasional.

    Sebagai konteks, Valentinus Resa, disomasi karena dalam satu video yang beredar, narasi bergaya satir dan komedinya dianggap menyimpang dari isi pesan sebuah informasi yang dia bawakan.

    Atas hal itu, Sahroni mengaku akan membela sang presenter.

    “Saya sendiri yang akan pasang badan kalau Valentinus disomasi dan berhadapan dengan hukum,” kata Sahroni dalam keterangannya, Rabu (9/4/2025).

    Sahroni mengaku heran pada sikap ormas tersebut. Menurut dia, selain berasal dari media massa yang kredibel, informasi yang disampaikan Resa tidak menyalahi aturan.

    “Jadi untuk apa disomasi? Isi beritanya juga baik, tidak hoaks, tidak SARA atau menghina individu. Dan cara penyampaiannya kan justru bentuk kreativitas jurnalistik,” ucapnya.

    Dia juga menyatakan kalau kebebasan pers telah dijamin oleh Undang-undang Pers.

    “Saya juga ingatkan agar jangan jadikan somasi sebagai cara untuk menekan pers. Pers itu di Indonesia dilindungi oleh undang-undang kerjanya. Lagipula kenyataannya pembawaan Valentinus kan banyak yang bilang tersebut kreatif dan informatif, masyarakat banyak yang suka. Jadi nggak usah lebay dan overreact begitu,” kata Sahroni.

    HOST EKSENTRIK – Tangkap layar foto Valentinus Resa, host Metro TV yang viral karena gaya eksentrik dalam membawakan berita, Senin (7/4/2025). Sosok Valentinus Resa pun menjadi sorotan.

    Sosok Valentinus Resa

    Sosoknya dianggap kritis melalui ucapan-ucapan satirnya yang terlihat dari video viral di berbagai platform media sosial.

    Host di sebuah acara di stasiun televisi MetroTV ini kerap melontarkan kritik terhadap penguasa yang dibalut dengan komedi.

    Mengutip TribunJakarta, diketahui, Valentinus Resa telah berkecimpung di dunia media selama belasan tahun.

    Jika lazimnya host acara berita membawakan informasi dalam tampilan serius, hal itu berbeda dari gaya Valentinus Resa. 

    Dirinya justru tampil dengan ucapan-ucapan satir.

    Sejumlah videonya saat membawakan berita pun sering viral, baik di paltform media sosial TikTok maupun Instagram.

    Gaya eksentrik Resa ini rupanya disukai warganet.

    Ucapannya yang sering ‘mengena’ itu dianggap menjadi gaya baru dalam bentuk kritik terhadap kondisi sosial di masyarakat.

    Alih-alih banjir hujatan, gaya komedi satir Valentinus Resi justru disukai banyak warganet. 

    Cara Valentinus melempar guyonan atas sebuah informasi yang dia sajikan, membuat banyak warganet tergelak. 

    Siapa sebenarnya Valentinus Resa?

    Valentinus Resa lahir di Manado, Sulawesi Utara, tahun 1986. Dia berusia 39 tahun.

    Meski lahir di Manado, Valentinus menghabiskan masa kecil dan remajanya di Jakarta. Ia memiliki darah keturunan Jawa dan Ambon.

    Pendidikan formalnya ia tempuh di ibu kota, mulai dari SD Melania III, SMP Kanisius, hingga SMAN 68 Salemba.

    Minatnya di bidang jurnalistik makin terasah saat ia kuliah di Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta, jurusan Jurnalistik.

    Setelah lulus, dia sempat melamar ke berbagai media sebelum akhirnya diterima di Metro TV pada tahun 2011.

    Kariernya dimulai sebagai staf riset program Mata Najwa, lalu menjadi copywriter di sebuah situs berita online hingga akhirnya menjadi reporter.

    Tahun 2014 jadi titik balik kariernya. Ia lolos casting dan tampil sebagai presenter acara olahraga di Metro TV.

    Sejak itu, gaya penyampaiannya yang tajam dan penuh kritik perlahan jadi ciri khas.

    Kini, ia dikenal luas sebagai host Meet Nite Live dengan gaya satir nan khas.

     

    (umam/tribunnews/tribunjakarta/*)

     

  • Prabowo Menjawab, Meninjau Keberadaan Kantor Komunikasi Kepresidenan
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        9 April 2025

    Prabowo Menjawab, Meninjau Keberadaan Kantor Komunikasi Kepresidenan Nasional 9 April 2025

    Prabowo Menjawab, Meninjau Keberadaan Kantor Komunikasi Kepresidenan
    Copywriter dengan latar belakang Public Affairs, Public Relations, dan Customer Experience (CX)
    DI HAMBALANG
    , Jawa Barat, pada Minggu (6/4/2025), Presiden
    Prabowo
    Subianto melayani tujuh jurnalis senior secara langsung guna menjawab berbagai isu strategis yang menjadi keresahan masyarakat.
    Terlepas dari keberadaan
    Kantor Komunikasi Kepresidenan
    Republik Indonesia atau
    Presidential Communication Office of the Republic of Indonesia
    (PCO) yang memiliki enam juru bicara, Prabowo tetap harus turun gunung menemui Alfito Deannova (Pemred Detik.com), Lalu Mara Satriawangsa (Pemred TvOne), Uni Lubis (Pemred IDN Times), Najwa Shihab (Founder Narasi), Sutta Dharmasaputra (Pemred Harian Kompas), Retno Pinasti (Pemred SCTV-Indosiar), dan moderator Valerina Daniel (News Anchor TVRI).
    Tiga jam lebih Prabowo diberondong pertanyaan beruntun para jurnalis senior Indonesia secara kritis—enam lawan satu, tanpa hadirnya para enam jubir yang terhormat.
    Topi patut diangkat kepada Presiden Prabowo yang dengan gagah berani menghadapi pertempuran tanya jawab meja bundar sendirian, tanpa bala bantuan taktis maupun strategis.
    Prabowo menyatakan bahwa kelemahan komunikasi publik yang selama ini terjadi bukan kesalahan orang lain, melainkan tanggung jawabnya secara pribadi.
    “Saya akui bahwa 150 hari saya sendiri menurut pendapat saya, saya yang bertanggung jawab, saya yang salah sebetulnya,” kata Prabowo menjawab kritik komunikasi pemerintah yang disampaikan Pemred Detikcom Alfito Deannova Gintings.
    Presiden Prabowo Subianto juga mengakui ucapan Kepala PCO Hasan Nasbi soal teror kepala babi ke kantor media Tempo salah.
    Dalam pernyataannya, Hasan Nasbi menyarankan agar kepala babi yang dikirim ke jurnalis Tempo Francisca Christy Rosana (Cica) untuk dimasak saja.
    “Itu ucapan yang menurut saya teledor, itu ya keliru, saya kira beliau menyesal,” kata Prabowo.
    Perkiraan Presiden Prabowo nampak kurang akurat. Dalam siniar kanal Total Politik berjudul, “Heboh Sikap Hasan Nasbi Soal Teror Kepala Babi”, Hasan Nasbi secara terbuka menyatakan bahwa dia tidak dalam posisi yang mengharuskan meminta maaf kepada Cica jurnalis korban intimidasi.
    “Saya tidak dalam posisi minta maaf untuk (pernyataan) itu. Saya tidak menertawakan. Saya tidak meledek, saya tidak merendahkan. Justru kita berdua sedang merendahkan peneror. Kenapa harus minta maaf?” ujar Hasan di menit ke-12 siniar tersebut.
    Nuansa arogansi justru menjadi sentimen yang kental terasa dari jawaban Hasan tersebut. Jauh dari sangkaan baik Prabowo mengenai ‘blunder’ komunikasi tersebut.
    Lalu, mengapa Indonesia masih membutuhkan PCO beserta enam jubirnya?
    Dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2024 tentang Kantor Komunikasi Kepresidenan, pasal 3 (tiga) berbunyi Kantor Komunikasi Kepresidenan mempunyai tugas menyelenggarakan pemberian dukungan kepada presiden dalam melaksanakan komunikasi dan informasi kebijakan strategis dan program prioritas presiden.
    Sejauh ini, keberadaan PCO tidak berhasil meredam berbagai aksi kritis penolakan kebijakan pemerintah bersama DPR di berbagai daerah di Indonesia.
    Tidak terasa, apalagi terlihat, pengejawantahan strategis dari PCO. Melainkan, masyarakat hanya akan melihat pendekatan taktis video-video pendek di media sosial mengenai berita baik versi pemerintah.
    Komunikasi satu arah bergaya kacamata kuda, terkesan hanya menjadi sekadar corong, bukan laboratorium tempat berpikir keras.
    Nyatanya, Presiden Prabowo harus turun gunung menghadapi tujuh jurnalis kawakan nasional, mengklasifikasi berbagai isu strategis, ‘menghaluskan’ sentimen headline di media, berharap merebut kepercayaan masyarakat.
    Dalam sesi meja bundar tersebut, Prabowo bahkan sadar betul bahwa politik adalah persepsi. PCO yang bertugas mengelola persepsi tersebut justru absen dalam sesi tiga jam meja bundar bersama para jurnalis senior.
    Pada 2009, pemikir dunia terkemuka Edward de Bono mengatakan, “Persepsi itu nyata bahkan saat itu bukan kenyataan”. Dalam perjuangannya membangun persepsi, Prabowo mengakui kewalahan.
    Dalam semangat efisiensi dan relokasi, ada baiknya Presiden Prabowo meninjau kembali keberadaan PCO yang berpotensi menjadi pemborosan menahun, minim efektivitas.
    Saat di setiap kementerian/lembaga (K/L) pemerintahan terdapat setidaknya satu juru bicara dan tim praktisi komunikasi, bijak rasanya jika alokasi sumber daya PCO disalurkan kepada mereka secara lebih proporsional di K/L.
    Penguatan komunikasi K/L tanpa kehadiran PCO masuk akal dilakukan. Yang ditakutkan justru PCO hadir untuk menambah kebingungan, kompleksitas, lapisan birokrasi, dan ladang blunder komunikasi bagi K/L.
    Presiden Prabowo telah melalui berbagai fase perkembangan karakter dalam beberapa tahun terakhir. Semoga, saran untuk meninjau kembali keberadaan PCO menjadi bagian dari perkembangan karakter seorang Prabowo di fase selanjutnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Presiden Prabowo Buka Wawancara Tanpa Sensor, Era Baru Komunikasi Politik Indonesia – Halaman all

    Presiden Prabowo Buka Wawancara Tanpa Sensor, Era Baru Komunikasi Politik Indonesia – Halaman all

    Presiden Prabowo komitmen terhadap transparansi, komunikasi terbuka, dan kesiapan untuk menjawab berbagai pertanyaan tajam yang beredar di masyarakat

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mencatatkan sejarah baru dalam komunikasi politik Indonesia dengan membuka wawancara langsung tanpa sensor dengan enam pemimpin redaksi media massa. 

    Wawancara yang berlangsung selama empat jam tersebut tidak hanya memperlihatkan keterbukaan, tetapi juga menunjukkan komitmen Presiden terhadap transparansi dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tajam dari media. 

    Langkah ini dianggap sebagai terobosan penting dalam menciptakan komunikasi yang lebih terbuka antara pemerintah dan masyarakat. 

    Transparansi dalam Komunikasi Politik

    Pertemuan yang diadakan di Hambalang, Jawa Barat, pada 6 April 2025, melibatkan tujuh jurnalis senior dari media-media terkemuka di Indonesia. 

    Dalam wawancara ini, Presiden Prabowo menjawab berbagai pertanyaan sulit yang diajukan oleh para jurnalis tanpa ragu. 

    “Hari ini saya berkesempatan wawancara bersama 7 jurnalis dari 7 media yang ada di tanah air,” ujar Prabowo melalui akun Instagram resminya, memberikan kesan bahwa pertemuan ini adalah bentuk keterbukaan yang langka dalam politik Indonesia. 

    “Semoga jawaban dan penjelasan yang saya berikan dapat diterima dan menjadi informasi yang utuh dan jelas bagi masyarakat semua,” tambahnya. 

    Selama wawancara, Presiden Prabowo juga menunjukkan kemampuannya dalam merespons kritik tajam dan isu-isu sensitif yang beredar di masyarakat.

    Iwan Setiawan, Direktur Indonesia Political Review (IPR), mengungkapkan apresiasinya terhadap wawancara ini. 

    “Presiden menjawab semua pertanyaan sulit yang diberikan dengan jelas dan tepat. Penguasaan beliau atas berbagai persoalan bangsa luar biasa,” ujar Iwan. 

    Ini mencerminkan kesiapan Presiden untuk menerima dan menjelaskan kebijakan-kebijakan pemerintahannya dengan cara yang lebih terbuka dan konstruktif. 

    Iwan juga menambahkan bahwa wawancara ini merupakan bukti Presiden Prabowo pro terhadap keterbukaan informasi. 

    PRABOWO KETEMU PEMRED – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan enam pemimpin redaksi (pemred) media nasional di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (6/4/2025). Adapun keenam pemred tersebut adalah Alfito Deannova Ginting (Pemred Detik), Lalu Mara Satriawangsa (Pemred tvOne), Uni Lubis (Pemred IDN Times), Najwa Shihab (Founder Narasi), Sutta Dharmasaputra (Pemred Harian Kompas), dan Retno Pinasti (Pemred SCTV). Presiden Prabowo membuka wawancara tanpa sensor dengan tujuh pemimpin redaksi, menandai era baru komunikasi politik Indonesia yang lebih transparan. (Tangkapan layar dari Instagram Prabowo Subianto)

    Bukti Kemajuan Komunikasi Politik Indonesia 

    Bagi banyak pengamat, langkah ini menjadi bukti kemajuan dalam komunikasi politik di Indonesia. 

    Hendri Satrio, pakar komunikasi politik dari Universitas Paramadina, menilai bahwa komunikasi publik yang buruk sebelumnya menyebabkan Presiden merasa perlu untuk langsung berbicara kepada para pemimpin redaksi. 

    “Karena komunikasi publiknya buruk, Presiden merasa harus menyampaikan langsung ke para pemred sekaligus untuk menjaga hubungan baik antara pemerintah dengan media massa,” jelas Hendri. 

    Langkah ini sekaligus mengubah dinamika hubungan antara pemerintah dan media massa, menuju era yang lebih transparan dan akuntabel.

    https://wartakota.tribunnews.com/2025/04/08/wawancara-khusus-dengan-para-jurnalis-senior-prabowo-disebut-ingin-tunjukkan-tidak-anti-kritik

  • Demi Stabilitas Harga Pangan, Prabowo Telepon Mentan Amran Tiap Malam

    Demi Stabilitas Harga Pangan, Prabowo Telepon Mentan Amran Tiap Malam

    Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan hampir setiap malam ia menelepon Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, guna memastikan harga pangan tetap stabil di seluruh Indonesia. Hal ini disampaikannya dalam wawancara eksklusif bersama tujuh pimpinan media nasional di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

    “Hampir tiap malam saya telepon Menteri Pertanian. Saya tanya, ‘Bagaimana harga daging hari ini? Gabah kering panen berapa?’,” ujar Prabowo.

    Menurut Prabowo, ketahanan dan keamanan pangan adalah aspek krusial dalam pembangunan nasional, terutama mengingat sejarah krisis pangan yang pernah terjadi pada era 1960-an. Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga, khususnya selama bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah.

    “Alhamdulillah, saya sebagai presiden di lebaran pertama ini merasa bahagia karena harga-harga aman. Dalam 150 hari, pencapaian kita sudah banyak. Bahkan saya sendiri kaget. Ini semua hasil kerja keras tim saya,” ungkapnya.

    Presiden juga menyampaikan rasa bangganya terhadap semangat para menteri yang bekerja di bawah kepemimpinannya. Menurutnya, kolaborasi dan saling melengkapi antar anggota kabinet telah menghasilkan kinerja yang memuaskan.

    “Saya merasa ada semangat dari menteri-menteri yang saya pilih untuk berprestasi dan saling mengisi,” tambahnya.

    Wawancara tersebut berlangsung di perpustakaan pribadi Presiden Prabowo di Hambalang, Bogor, pada Minggu (6/4/2025), dan berlangsung selama hampir empat jam. Dalam kesempatan itu, Prabowo membuka ruang diskusi on the record dengan pertanyaan spontan dari para jurnalis.

    Para pimpinan media yang hadir antara lain, Pemimpin Redaksi TvOne Lalu Mara Satriawangsa, Pemimpin Redaksi IDN Times Uni Lubis, Founder Narasi Najwa Shihab, Pemimpin Redaksi Detikcom Alfito Deannova Gintings, Pemimpin Redaksi SCTV-Indosiar Retno Pinasti, dan Pemimpin Redaksi Harian Kompas Sutta Dharmasaputra.

    Dalam perbincangan tersebut, Prabowo menjawab puluhan pertanyaan dengan beragam topik, mulai dari kondisi ekonomi nasional, pergerakan IHSG, hingga isu seputar revisi Undang-Undang TNI.

  • Zainal Arifin Mochtar Soroti Wawancara Prabowo: Seolah Punya Fantasi Sendiri Terhadap Realitas

    Zainal Arifin Mochtar Soroti Wawancara Prabowo: Seolah Punya Fantasi Sendiri Terhadap Realitas

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pakar Hukum Tata Negara, Zainal Arifin Mochtar, mengapresiasi langkah Presiden terpilih Prabowo Subianto yang membuka ruang wawancara dengan sejumlah pemimpin redaksi media nasional di kediamannya di Hambalang, Bogor.

    Dikatakan Zainal, memberikan ruang wawancara terbuka tanpa potongan dan tanpa pengarahan pertanyaan adalah bentuk keterbukaan yang patut diapresiasi.

    “Memberi kesempatan wawancara tanpa potongan dan pertanyaan arahan adalah hal yang bagus. Harus dipuji,” ujar Zainal di X @zainalamochtar (8/4/2025).

    Namun, meskipun menghargai format wawancara tersebut, Zainal mengaku merasa khawatir setelah menyimak sejumlah jawaban yang disampaikan Prabowo dalam pertemuan itu.

    “Tapi melihat beberapa jawaban, maap, pantesan kita khawatir dengan negara ini,” tandasnya.

    Zainal mengkritik bahwa beberapa tanggapan yang disampaikan Prabowo terkesan tidak selaras dengan kondisi nyata di lapangan.

    “Kayak punya fantasi sendiri terhadap realitas,” tegasnya.

    Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan tujuh pemimpin redaksi media besar nasional di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (6/4/2025).

    Momen tersebut turut ia bagikan melalui akun Instagram resminya.

    Dalam pertemuan tersebut, Prabowo berdiskusi dengan para jurnalis senior mengenai sejumlah isu aktual yang tengah menjadi perhatian publik.

    Beberapa topik yang diangkat termasuk penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta polemik terkait Undang-Undang TNI.

    Para tokoh media yang hadir dalam pertemuan itu antara lain Alfito Deannova Gintings (Pemimpin Redaksi Detikcom), Lalu Mara Satriawangsa (tvOne), Uni Lubis (IDN Times), Najwa Shihab (Founder Narasi), Sutta Dharmasaputra (Kompas), Retno Pinasti (SCTV-Indosiar), dan Valerina Daniel (TVRI).

  • Soroti Pertemuan Presiden Prabowo dengan Tujuh Jurnalis, Andi Arief: Saya Melihat Tidak Ada Pertanyaan Jenius

    Soroti Pertemuan Presiden Prabowo dengan Tujuh Jurnalis, Andi Arief: Saya Melihat Tidak Ada Pertanyaan Jenius

    FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Politisi Partai Demokrat, Andi Arief memberi pernyataan menarik usai Presiden Prabowo Subianto melakukan interview eksklusif dengan beberapa jurnalis.

    Adapun tujuh jurnalis itu adalah Alfito Deannova (Pemred detikcom), Lalu Mara Satriawangsa (Pemred TvOne), Uni Lubis (Pemred IDN Times), Najwa Shihab (Founder Narasi), Sutta Dharmasaputra (Pemred Harian Kompas), Retno Pinasti (Pemred SCTV-Indosiar), dan Valerina Daniel (News Anchor TVRI).

    Pertemuan ini digelar langsung oleh Presiden Prabowo dalam rangka penyampaian informasi yang utuh dan jelas kepada masyarakat.

    Di kesempatan itu pula, beberapa pertanyaan terkait isu yang tengah berkembang di masyarakat dijawab langsung oleh sang Presiden.

    Namun yang menariknya, pernyataan cukup menarik justru dilontarkan oleh Politisi Partai Demokrat, Andi Arief.

    Melalui cuitan di akun media sosial X pribadinya, Andi Arief menyebut Presiden Prabowo busa menjawab dengan baik pertanyaan dari para jurnalis.

    Dan menurutnya jawaban-jawaban yang diberikan pun sangat clear terkait isu-isu yang berkembang di masyarakat.

    “Semua pertanyaan 7 jurnalis bisa dijawab dengan baik oleh Pak Prabowo,” tulisnya dikutip Selasa (8/4/2025).

    “Posisi Pak Prabowo dalam isu-isu yang berkembang di masyarakat cukup clear,” sebutnya.

    Namun, ia memberikan sorotan tajam ke tujuh jurnalis yang diundang untuk pertemuan ini.

    Menurut Andi Arief ketujuh jurnalis tidak bisa memberikan pertanyaan yang jenius di kesempatan ini.

    “Tapi saya gak melihat ada pertanyaan “genius” dari 7 orang itu,” terangnya.

  • Wawancara Prabowo dan 7 Jurnalis, PKB: Cetak Rekor Baru!

    Wawancara Prabowo dan 7 Jurnalis, PKB: Cetak Rekor Baru!

    Jakarta

    Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid menilai wawancara Presiden Prabowo Subianto dengan tujuh jurnalis senior membawa angin segar dalam budaya demokrasi Indonesia. Momen itu juga menjadi peringatan kepada pelaku kekerasan terhadap insan pers untuk menghentikan aksinya.

    “Peringatan kepada pihak pihak yang masih melakukan ancaman dan kekerasan kepada insan pers dan media untuk menghentikan aksinya,” kata Jazilul saat dihubungi, Senin (7/4/2025).

    Wawancara Prabowo dengan tujuh jurnalis itu berlangsung selama empat jam pada Minggu (6/4). Jazilul mengatakan durasi wawancara itu merupakan rekor baru di Indonesia.

    “Hemat saya, Presiden Prabowo mencetak rekor terbaru. Sepanjang sejarah Indonesia baru kali ini ada wawancara 4 jam dengan 7 jurnalis bebas topik. Salut,” katanya.

    “Pandangan kami bukti Pak Prabowo terbuka untuk diajak diskusi dan menghargai peran media dan jurnalis,” sambung Jazilul.

    Jazilul juga menyinggung sejumlah kekerasan yang dialami insan pers dalam beberapa waktu terakhir. Dia mendorong kasus itu segera diusut tuntas. Menurutnya, keterbukaan Prabowo untuk dicecar oleh tujuh jurnalis selama empat jam nonstop merupakan bentuk penghormatan pemerintahan Prabowo kepada kerja jurnalis.

    Seperti diketahui, wawancara dilaksanakan di kediaman Prabowo di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (6/4). Para jurnalis senior yang hadir mulai dari Pemimpin Redaksi tvOne Lalu Mara Satriawangsa, Pemimpin Redaksi IDN Times Uni Lubis, Founder Narasi Najwa Shihab, Pemimpin Redaksi Detikcom Alfito Deannova Gintings, Pemimpin Redaksi SCTV-Indosiar Retno Pinasti, dan Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Harian Kompas Sutta Dharmasaputra.

    Tidak ada batasan topik dalam wawancara tersebut. Isu mulai dari UU TNI hingga jebloknya IHSG ditanyakan langsung ke Prabowo dengan semua jawaban bersifat on the record atau bisa dikutip untuk ditayangkan di media.

    (ygs/gbr)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Prabowo Sebut Tarif Trump Berpotensi Berdampak ke Industri Padat Karya
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        7 April 2025

    Prabowo Sebut Tarif Trump Berpotensi Berdampak ke Industri Padat Karya Nasional 7 April 2025

    Prabowo Sebut Tarif Trump Berpotensi Berdampak ke Industri Padat Karya
    Penulis
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Presiden
    Prabowo
    Subianto angkah bicara terkait
    tarif impor
    yang diumumkan Presiden
    Amerika Serikat
    (
    AS
    ) Donald
    Trump
    .
    Menurutnya, salah satu yang berpotensi terdampak oleh kebijakan tersebut adalah industri padat karya dalam negeri.
    Hal tersebut diungkapkannya dalam perbincangan dengan enam pemimpin redaksi (pemred) di kediaman pribadi Prabowo, di Padepokan Garuda Yaksa Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (6/4/2025).
    “Nanti mungkin kita akan mengalami dampak yang berat, terutama yang bisa kena (dampak) adalah industri tekstil, sepatu, garmen, dan furnitur. Ini berat karena ini padat karya,” ujar Prabowo, dilansir dari Kompas.id, Senin (7/4/2025).
    Namun, Prabowo mengatakan bahwa pemerintah akan mencari jalan keluar. Salah satunya dengan mencari pasar baru di luar AS.
    “Kita akan cari jalan keluar, kita harus berani mencari pasar baru. Kita ini terlalu manja juga, sih,” ujar Prabowo.
    Afrika, kata Prabowo, menjadi salah satu pasar baru yang berpotensi karena memiliki jumlah penduduk yang banyak.
    Prabowo melanjutkan,
    Indonesia
    sebagai negara yang memiliki jumlah penduduk hampir 300 juta jiwa dapat berpotensi menjadi negara sebesar AS.
    “(Populasi) kita 300 juta jiwa, lho, sebentar lagi, kita sebesar Amerika. Jadi, nanti sepatunya kita jual saja di antara kita. Pakaian, kita punya anak sekolah 75 juta mungkin. Mereka butuh sepatu. Mereka butuh pakaian; pakaian olahraga, pakaian pramuka,” ujar Prabowo.
    Ia juga menugaskan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk menegosiasikan kembali tarif impor sebesar 32 persen.
    “Kita terus hubungan, negosiasi. Saya akan kirim Pak Airlangga ke Washington. Kita sudah punya kontak dengan tokoh-tokoh di Washington. Kita akan diskusi. Kita akan negosiasi,” ujar Prabowo.
    Adapun dalam perbincangan dengan Prabowo itu, enam pemred yang hadir adalah Pemred Harian Kompas Sutta Dharmasaputra, Pemred Detikcom Alfito Deannova Gintings, Pemred SCTV-Indosiar Retno Pinasti, Pemred TV One Lalu Mara Satriawangsa, Pemred IDN Times Uni Lubis, dan Founder Narasi Najwa Shihab.
    Dalam forum yang dimoderatori Valerina Daniel dari TVRI, Prabowo berbincang selama empat jam dan menjawab berbagai pertanyaan dari para pemimpin redaksi tersebut.
    Berita ini dilansir dari Kompas.id dengan judul ”
    Hadapi Kebijakan Tarif Trump, Prabowo Sebut Potensi Pasar Domestik dan Pasar Baru (1)

    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Prabowo Ungkap Afrika Jadi Pasar Baru karena Hobinya Makan Indomie

    Prabowo Ungkap Afrika Jadi Pasar Baru karena Hobinya Makan Indomie

    Prabowo Ungkap Afrika Jadi Pasar Baru karena Hobinya Makan Indomie
    Penulis
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Presiden
    Prabowo Subianto
    mengatakan bahwa
    Afrika
    dapat menjadi
    pasar baru
    bagi Indonesia. Sebab, ia melihat kesuksesan
    Indomie
    di sana.
    Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pertemuannya dengan enam pemimpin redaksi di kediaman pribadinya, di Padepokan Garuda Yaksa Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (6/4/2025).
    “Ada pengusaha-pengusaha kita yang berani ke Afrika. Salim Group, dia di mana-mana di Afrika itu. Mereka sekarang hobinya makan Indomie. Dan mereka kira Indomie itu makanan mereka. Ada di Nigeria, di Turkiye, di Mesir. Jadi,
    we have to look for new market
    (kita harus mencari pasar baru),” ujar Prabowo dilansir dari
    Kompas.id
    , Senin (7/4/2025).
    Adanya
    tarif impor
    sebesar dari Presiden
    Amerika Serikat
    (
    AS
    ) Donald
    Trump
    , Prabowo mengakui bahwa industri padat karya, seperti garmen, sepatu, tekstil, dan furnitur, akan menjadi yang paling terdampak.
    Namun, Prabowo mengatakan bahwa pemerintah akan mencari jalan keluar dengan mencari pasar baru, salah satunya dengan melihat potensi Afrika.
    “Kenapa kita tidak ke Afrika? Afrika itu
    the new emerging market of the world
    . Jumlah penduduknya besar.
    Resources
    -nya banyak. Kebutuhannya banyak,” ujar Prabowo.
    Lanjutnya, Prabowo akan mengumpulkan tokoh-tokoh industri dan mendiskusikan mitigasi dampak dari tarif impor sebesar
    32 persen
    dari AS.
    “Saya percaya
    basic
    kita kuat.
    Whatever happens
    , saya kira kita
    survive
    . Apa (saja krisis) yang sudah pernah kita
    survive
    . Krisis-krisis berkali-kali. (Tahun) ’68, ’98, 2008. (Krisis akibat) Covid, ya, kita hadapi, dan kita bisa atasi,” ujar Prabowo.
    “Kuncinya kalau ada kerukunan. Jadi, saya juga prihatin. Saya juga mau dialog. Saya mau ketemulah sama siapa. Mari kita bahas,” sambungnya.
    Adapun dalam perbincangan dengan Prabowo itu, enam pemred yang hadir adalah Pemred Harian
    Kompas
    Sutta Dharmasaputra, Pemred
    Detikcom
    Alfito Deannova Gintings, Pemred
    SCTV-Indosiar
    Retno Pinasti, Pemred
    TV One
    Lalu Mara Satriawangsa, Pemred
    IDN Times
    Uni Lubis, dan Founder
    Narasi
    Najwa Shihab.
    Dalam forum yang dimoderaasi oleh Valerina Daniel dari
    TVRI
    , Prabowo berbincang selama empat jam dan menjawab berbagai pertanyaan dari para pemimpin redaksi tersebut.
    Berita ini dilansir dari
    Kompas.id
    dengan judul ”
    Hadapi Kebijakan Tarif Trump, Prabowo Sebut Potensi Pasar Domestik dan Pasar Baru (1)

    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Soroti Pertemuan Presiden Prabowo dengan Tujuh Jurnalis, Andi Arief: Saya Melihat Tidak Ada Pertanyaan Jenius

    Najwa Shihab hingga Pemred Kompas Hadiri Diskusi Bersama Prabowo

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Presiden Terpilih Prabowo Subianto mengadakan pertemuan khusus dengan tujuh tokoh media senior di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (6/4/2025) kemarin.

    Momen ini dibagikan langsung oleh Prabowo melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.

    “Alhamdulillah hari ini saya berkesempatan wawancara bersama 7 Jurnalis dari 7 grup media yang ada di tanah air,” tulis Prabowo dalam keterangannya, dikutip dari Instagram @prabowo Senin (7/4/2025).

    Pertemuan yang berlangsung dalam suasana informal ini dilakukan di sekitar meja bundar berwarna biru.

    Prabowo dikelilingi oleh para pemimpin redaksi dan jurnalis senior dari berbagai media ternama di Indonesia.

    Tokoh-tokoh media yang hadir dalam forum tersebut antara lain Retno Pinasti (Pemimpin Redaksi SCTV-Indosiar), Alfito Deannova Gintings (Pemimpin Redaksi detik.com), Lalu Mara Satriawangsa (Pemimpin Redaksi tvOne), Uni Lubis (Pemimpin Redaksi IDN Times), dan Sutta Dharmasaputra (Pemimpin Redaksi Harian Kompas).

    Selain itu, turut hadir pula pendiri Narasi, Najwa Shihab, dan jurnalis senior yang juga pembawa berita di TVRI, Valerina Daniel.

    Pertemuan ini sekaligus memunculkan spekulasi publik, terutama setelah beredar isu mengenai kemungkinan Najwa Shihab bergabung ke dalam kabinet Prabowo.

    Spekulasi tersebut mencuat karena belakangan Najwa jarang terlihat mengomentari dinamika politik dan isu-isu nasional.

    Walau tidak dijelaskan secara mendetail mengenai isi diskusinya, banyak pihak memperkirakan bahwa pertemuan ini membahas berbagai persoalan nasional yang tengah menjadi sorotan publik.