Tag: Mulyono

  • Debat Panas Ijazah Jokowi Setelah UGM Bersuara, Yakin Asli?

    Debat Panas Ijazah Jokowi Setelah UGM Bersuara, Yakin Asli?

    GELORA.CO – Polemik keaslian ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo dari Universitas Gadjah Mada (UGM) masih berseliweran hingga kini.

    Tak sedikit yang mempertanyakan keaslian ijazah bekas orang nomor satu di Indonesia itu sebagai lulusan Fakultas Kehutanan UGM tahun 1985 silam.

    Polemik keaslian ijazah Jokowi sempat meredup saat ia masih menjabat sebagai Kepala Negara di periode keduanya. Namun kini kembali nyaring setelah muncul pernyataan alumni Fakultas Teknologi UGM, Rismon Hasiholan Sianipar yang meyakini ijazah S1 Kehutanan Jokowi palsu.

    Argumen Rismon makin ramai setelah dikomentari pakar telematika yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Roy Suryo.

    “Apa yang didalilkan Rismon saat ini identik, sistematis, dan sangat sesuai dengan analisis yang sudah pernah saya sampaikan sekitar lima tahun lalu,” kata Roy Suryo belum lama ini.

    Roy Suryo lalu merujuk unggahannya di akun X @KRMTRoySuryo2 pada 25 Februari 2020 memuat lampiran halaman buku wisuda tahun 1985. 

    Dalam buku tersebut, foto almarhum Hari Mulyono tercantum dengan nama “Jokowi”. Selain itu, Roy Suryo juga mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi yang hingga kini tidak pernah bisa dibuktikan bentuk fisiknya.

    “Fotokopi ijazah Jokowi tidak pernah bisa dibuktikan keasliannya, bahkan bentuk fisik aslinya pun tidak pernah ditunjukkan,” jelas Roy Suryo.

    Di tengah polemik keaslian ijazah Jokowi, UGM sempat buka suara. Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta mengatakan, potret ijazah Jokowi yang sempat beredar di media sosial asli.

    “Perlu diketahui, ijazah dan skripsi dari Joko Widodo adalah asli. Ia pernah kuliah di sini, teman satu angkatan beliau (Jokowi) mengenal baik, beliau aktif di kegiatan mahasiswa (Silvagama), beliau tercatat menempuh banyak mata kuliah, mengerjakan skripsi, sehingga ijazahnya pun dikeluarkan oleh UGM adalah asli,” tegas Sigit dikutip Minggu, 23 Maret 2025.

    Bahkan Jokowi sendiri telah merespons isu ijazah kelulusannya dari UGM yang disebut palsu. Jokowi menuding, isu tersebut sebagai fitnah murahan.

    “Fitnah murahan yang diulang-ulang terus. Dari UGM sudah juga menyampaikan. Ini Dekan Fakultas Kehutanan juga secara jelas dan tegas menyampaikan (keaslian ijazahnya). Teman juga banyak sekali yang menyampaikan,” kata Jokowi pada Kamis, 27 Maret 2025 lalu.

    Klarifikasi UGM dan Jokowi ini sekaan belum cukup memuaskan publik. Rismon yang cukup lantang mengkritik keaslian ijazah Jokowi ini bahkan menantang Jokowi untuk menunjukkan bukti fisik ijazah keluaran UGM itu.

    Sebab di tengah bergulirnya isu ijazah palsu, Jokowi belum sekalipun pernah menunjukkan fisik ijazahnya kepada publik.

    “Pak Jokowi, jujur lah, jangan berkelit. Saya ingatkan, jujur itu enak tidurnya. Kenapa ijazahnya tidak mau ditunjukkan? Anda 10 tahun jadi presiden, tapi mungkin satu-satunya di dunia yang tidak berani menunjukkan ijazahnya ke publik,” ujar Rismon lewat kanal YouTube belum lama ini.

  • Terminal Kampung Rambutan Siagakan Angkutan Malam Hari, Mulyono: Kita sudah berkoordinasi

    Terminal Kampung Rambutan Siagakan Angkutan Malam Hari, Mulyono: Kita sudah berkoordinasi

    Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

    TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS – Terminal Kampung Rambutan di Ciracas, Jakarta Timur menyiagakan angkutan malam hari (Amari) pada arus balik mudik Idulfitri 1446 Hijriah.

    Pengendali Terminal Kampung Rambutan, Mulyono mengatakan Amari tersebut disiagakan di area keberangkatan dalam kota untuk mengantisipasi pemudik yang tiba pada malam hingga dini hari.

    “Kita sudah berkoordinasi dengan operator bus Transjakarta, JakLingko, dan angkutan perbatasan untuk mengoperasikan kendaraannya,” kata Mulyono di Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (2/4/2025).

    Nantinya penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP) yang tiba di Terminal Kampung Rambutan pada malam hingga dini hari dapat memanfaatkan Amari ini untuk melanjutkan perjalanan.

    Diharapkan dengan keberadaan Amari para penumpang tidak kesulitan mencari moda transportasi lanjutan, serta tidak terjadi penumpukan penumpang di Terminal Kampung Rambutan.

    “Arus balik sudah mulai tampak sejak Selasa (1/4/2025), namun jumlah kedatangan penumpang bus AKAP masih belum signifikan. Kita perkirakan puncaknya tanggal 6-7 April nanti,” ujarnya.

    Mulyono menuturkan untuk memastikan keamanan penumpang saat malam hari, posko keamanan terpadu yang melibatkan TNI-Polri masih disiagakan di Terminal Kampung Rambutan.

    Para petugas TNI-Polri, serta Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang akan melakukan patroli di area kedatangan penumpang bus AKAP untuk mencegah gangguan keamanan.

    “Posko yang sejak arus mudik masih disiagakan sampai H+7 Idulfitri 1446 Hijriah. Kita dibantu rekan-rekan TNI-Polri, baik yang berpakaian dinas lengkap, maupun berpakaian preman,” tuturnya.

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • H+3 Idulfitri, Pemudik di Terminal Kampung Rambutan Masih Ramai

    H+3 Idulfitri, Pemudik di Terminal Kampung Rambutan Masih Ramai

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Aktivitas mudik pasca Lebaran Idulfitri 2025 tergolong masih cukup tinggi terutama dari Ibu Kota Jakarta. Pada H+3 Idulfitri misalnya, ribuan penumpang tercatat melakukan mudik ke wilayah Jawa Barat.

    Kondisi tersebut khusus terpantau dari Terminal Kampung Rambutan.

    Pengendali Terminal Kampung Rambutan, Mulyono, menywbut jumlah keberangkatan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) masih terbilang tinggi pada Rabu atau H+3 Lebaran 2025.

    Jumlah pemudik masih tinggi di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur yakni sebanyak 74 bus, yang mengangkut 1.188 penumpang terhitung jam 06.00 pagi hingga 14.00 siang WIB.

    Menurut Mulyono, jumlah itu meningkat cukup signifikan bila dibandingkan pada hari-H Lebaran atau Senin (31/3).

    Tercatat pada perayaan Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah hanya ada 61 bus yang diberangkatkan, dengan total 613 penumpang.

    Mulyono menjelaskan mayoritas penumpang yang memilih mudik pada H+3 Lebaran bertujuan ke berbagai daerah di Jawa Barat.

    “Untuk arus mudiknya masih terpantau mayoritas ke beberapa kota di Jawa Barat,” ujar Mulyono kepada awak media di Terminal Kampung Rambutan pada Rabu.

    Data per 06.00 hingga 14.00 WIB memerinci jumlah kedatangan ke Terminal Kampung Rambutan tercatat 95 bus dengan membawa 1.065 penumpang.

    Sebelumnya, puncak arus mudik Lebaran 2025 di Terminal Kampung Rambutan pada terjadi pada H-3 atau 28 Maret dengan total penumpang mencapai angka 3.324 orang. (fajar)

  • H+2 Lebaran, jumlah pemudik masih tinggi di Terminal Kampung Rambutan

    H+2 Lebaran, jumlah pemudik masih tinggi di Terminal Kampung Rambutan

    mayoritas penumpang yang memilih mudik pada H+3 Lebaran bertujuan ke berbagai daerah di Jawa Barat

    Jakarta (ANTARA) – Jumlah pemudik masih tinggi di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur pada Rabu atau H+2 Lebaran 2025.

    Berdasarkan data yang diterima Pengendali Terminal Kampung Rambutan, Mulyono, jumlah keberangkatan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) masih terbilang tinggi yakni sebanyak 74 bus, yang mengangkut 1188 penumpang terhitung jam 06.00 pagi hingga 14.00 siang WIB.

    Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
    Editor: Ganet Dirgantara
    Copyright © ANTARA 2025

  • Arus Balik Mudik Lebaran 2025, Ribuan Penumpang Bus Tiba di Terminal Kampung Rambutan

    Arus Balik Mudik Lebaran 2025, Ribuan Penumpang Bus Tiba di Terminal Kampung Rambutan

    Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

    TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS – Arus balik mudik penumpang bus selepas Idulfitri 1446 Hijriah mulai tampak di Terminal Kampung Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.

    Pengendali Terminal Kampung Rambutan, Mulyono mengatakan arus balik mudik penumpang bus antar kota antar (AKAP) mulai tampak sejak Selasa (1/4/2025) atau H+1 Idulfitri 1446 Hijriah.

    Pengendali Terminal Kampung Rambutan, Mulyono saat memberi keterangan di area kedatangan penumpang bus AKAP, Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (2/4/2025). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

    “Data kemarin di tanggal 1 April ada 1.667 penumpang menggunakan 234 bus AKAP yang tiba di Terminal Kampung Rambutan,” kata Mulyono di Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (2/4/2025).

    Jumlah kedatangan tersebut melonjak, karena pada hari raya Idulfitri 1446 Hijriah tercatat hanya 883 penumpang menggunakan 172 bus AKAP yang tiba di Terminal Kampung Rambutan.

    Kedatangan penumpang bus AKAP pada arus balik mudik di Terminal Kampung Rambutan ini masih akan terus melonjak hingga 7 April 2025, atau saat waktu cuti bersama habis.

    “Perkiraan kami untuk arus balik ada di tanggal 6 sampai 7 April 2025. Karena di tanggal 8 April 2025 mungkin perkantoran dan sekolah sudah mulai masuk, dan beraktivitas normal,” ujar Mulyono

    Pantauan di area kedatangan penumpang Terminal Kampung Rambutan, sejumlah bus AKAP dari berbagai perusahaan otobus (PO) silih berganti menurunkan para pemudik.

    Dukcapil DKI Jakarta memprediksi jumlah pendatang baru yang tiba di Jakarta setelah libur lebaran mencapai 15.000 jiwa. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan jumlah pendatang pada 2024 yakni 16.207 orang.

    Pemudik, Dayat yang merupakan warga Jakarta Timur menuturkan memilih pulang lebih awal dari kampung halamannya di Sukabumi, Jawa Barat lantaran memiliki keperluan lain.

    “Di kampung dua hari dua malam, pulang lebih awal karena ada acara keluarga juga di rumah. Ini pulang kembali ke Jakarta bawa oleh-oleh, makanan-makanan ringan saja,” tutur Dayat.

    (TribunJakarta)

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel https://whatsapp.com/channel/0029VaS7FULG8l5BWvKXDa0f.

    Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • H+2 Lebaran, Pemudik Masih Lakukan Perjalanan dari Terminal Kampung Rambutan

    H+2 Lebaran, Pemudik Masih Lakukan Perjalanan dari Terminal Kampung Rambutan

    Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

    TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS – Arus mudik Idulfitri 1446 Hijriah masih terjadi di Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur hingga Rabu (2/4/2025) atau H+2 Lebaran.

    Meski puncak arus mudik di Terminal Kampung Rambutan sudah terlewati, tapi sejumlah penumpang baru memilih melakukan perjalanan ke kampung halamannya hari ini.

    Di antaranya Panji Gilang (25), warga asal Cileungsi yang baru memilih melakukan perjalanan mudik bersama sang istri dan tiga anaknya ke kampung halaman di Singaparna, Jawa Barat.

    “Baru berangkat sekarang karena kemarin masih dagang, jadi belum sempat pulang kampung. Alhamdulillah sekarang bisa pulang kampung,” kata Panji di Jakarta Timur, Rabu (2/4/2025).

    Meski baru melakukan perjalanan mudik selepas Idulfitri 1446 Hijriah, menurutnya harga tiket perusahaan otobus (PO) AKAP di Terminal Kampung Rambutan tetap mengalami kenaikan.

    Hanya saja kenaikan tiket keberangkatan bus AKAP tidak terlampau tinggi sebelum Idulfitri 1446 Hijriah, sehingga kenaikan dianggap masih wajar atau harganya masih terjangkau.

    “Paling kenaikan sedikit. Belum tahu juga berapa tiketnya karena bayarnya nanti pas di dalam bus. Mudah-mudahan di perjalanan lancar, biasanya kalau lancar perjalanan enam jam,” ujar Panji.

    Pemudik, Panji Gilang (25) saat memberi keterangan di Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (2/4/2025). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

    Berdasar data keberangkatan penumpang bus AKAP, arus mudik di Terminal Kampung Rambutan masih terpantau melonjak sejak Selasa (1/4/2025) atau H+1 Idulfitri 1446 Hijriah.

    Pengendali Terminal Kampung Rambutan, Mulyono menuturkan pada H+1 Idulfitri tercatat sebanyak 2.090 penumpang diberangkatkan menggunakan 98 bus AKAP dari berbagai PO.

    “Untuk hari ini masih ada yang berangkat, tapi jumlahnya tidak seramai kemarin. Tujuan keberangkatan penumpang yang sekarang paling banyak ke wilayah Jawa Barat,” tutur Mulyono.

    (TribunJakarta)

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel https://whatsapp.com/channel/0029VaS7FULG8l5BWvKXDa0f.

    Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • Arus Mudik di Terminal Kampung Rambutan Jaktim Masih Melonjak Hingga H+1 Lebaran 2025

    Arus Mudik di Terminal Kampung Rambutan Jaktim Masih Melonjak Hingga H+1 Lebaran 2025

    Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

    TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS – Keberangkatan penumpang bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur masih melonjak hingga Selasa (1/4/2025).

    Pengendali Terminal Kampung Rambutan, Mulyono mengatakan berdasar data pada H+1 Idulfitri 1446 Hijriah tercatat sebanyak 2.090 penumpang bus AKAP diberangkatkan menggunakan 98 bus

    Jumlahnya melonjak cukup signifikan, karena pada Senin (31/3/2025) tercatat hanya 613 penumpang bus AKAP diberangkatkan 61 dari berbagai perusahaan otobus (PO).

    “Kemarin memang keberangkatan cukup ramai, mayoritas tujuan ke wilayah Jawa Barat. Jadi tujuan yang perjalanannya jarak dekat,” kata Mulyono di Terminal Kampung Rambutan, Rabu (2/3/2025).

    Untuk memastikan kenyamanan dan keamanan penumpang ini, Terminal Kampung Rambutan masih menyiagakan posko keamanan dan kesehatan di lantai dasar dekat ruang tunggu keberangkatan.

    Posko keamanan dijaga personel gabungan TNI-Polri, sementara posko kesehatan melibatkan tim medis dari sejumlah Puskesmas jajaran Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

    “Penumpang ataupun awak bus AKAP yang merasa kondisi kesehatannya kurang fit dapat melakukan pemeriksaan kesehatan gratis di posko. Setiap harinya ada petugas yang siaga,” ujarnya.

    Mulyono menuturkan posko pengamanan dan posko kesehatan akan disiagakan hingga Senin (7/4/2025), atau hingga arus balik penumpang bus AKAP di Terminal Kampung Rambutan.

    Diperkirakan puncak arus balik mudik penumpang bus AKAP di Terminal Kampung Rambutan akan terjadi pada Sabtu (5/4) hingga Minggu (6/4/2025) sesuai waktu cuti bersama Lebaran 2025.

    “Untuk arus balik sebenarnya mulai hari ini sudah mulai tampak, tapi belum signifikan. Kalau untuk puncaknya diperkirakan tanggal 5 dan 6. Karena kan minggu depan sudah masuk,” tuturnya.

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • H-2 Lebaran, 1.188 pemudik bertolak dari Terminal Kampung Rambutan

    H-2 Lebaran, 1.188 pemudik bertolak dari Terminal Kampung Rambutan

    Para calon penumpang bus dengan tujuan berbagai kota memadati area tunggu di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Sabtu (29/3/2025). ANTARA/Rizka Khaerunnisa

    H-2 Lebaran, 1.188 pemudik bertolak dari Terminal Kampung Rambutan
    Dalam Negeri   
    Editor: Widodo   
    Sabtu, 29 Maret 2025 – 18:47 WIB

    Elshinta.com – Pengelola Terminal Kampung Rambutan mencatat sebanyak 1.188 pemudik berangkat dari terminal itu menggunakan 57 bus pada Sabtu atau H-2 Lebaran 2025 sejak pukul 06.00 hingga 14.00 WIB.

    Pengendali Terminal Kampung Rambutan Mulyono saat dijumpai wartawan di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Sabtu, mengatakan bahwa tingkat kepadatan penumpang pada H-2 Lebaran ini sudah mulai terurai atau sedikit melandai bila dibandingkan pada Jumat (28/3) atau H-3 Lebaran.

    “Untuk hari ini, kami pantau sejak pagi, kebanyakan (tujuan mudik) ke beberapa kota di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Kalau luar pulau Jawa, Sumatera khususnya Padang masih terlihat tapi tidak seperti hari-hari sebelumnya (tidak sepadat dibandingkan sebelumnya),” kata Mulyono.

    Dia menuturkan, puncak arus mudik di Terminal Kampung Rambutan pada tahun lalu memang terjadi pada H-2 Lebaran. Berdasarkan data, terminal ini memberangkatkan total sebanyak 4.213 pemudik dengan menggunakan 170 bus pada H-2 Lebaran 2024 (8 April 2024).

    Sedangkan pada tahun ini, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada Jumat (28/3) atau H-3 Lebaran. Kendati demikian, pihak pengelola tetap harus memastikannya dengan data pembanding pada Sabtu ini yang masih terus dipantau hingga malam hari.

    Pada Jumat (28/3) atau H-3 Lebaran, sebanyak 3.324 pemudik berangkat dengan menggunakan 165 bus dari Terminal Kampung Rambutan. Jika dirinci, keberangkatan sesi pertama (06.00-14.00 WIB) tercatat ada 1.328 penumpang dengan 55 bus.

    Selanjutnya, sesi kedua (14.00-22.00 WIB) sebanyak 1.682 penumpang berangkat dengan 98 bus serta sesi ketiga (22.00-06.00 WIB) ada 314 penumpang dengan 12 bus.

    Sejak H-10 Lebaran, jumlah penumpang yang berangkat dari Terminal Kampung Rambutan terus meningkat secara gradual dari semula 744 orang menjadi 1.250 orang pada H-9 Lebaran dan terakhir naik signifikan menjadi 3.324 pada H-3 Lebaran.

    Sumber : Antara

  • Bus masih jadi andalan pemudik kelas menengah-bawah

    Bus masih jadi andalan pemudik kelas menengah-bawah

    Jakarta (ANTARA) – Penggunaan bus masih menjadi andalan bagi masyarakat kalangan menengah ke bawah sebagai pilihan transportasi angkutan mudik Lebaran karena harga tiket yang lebih ekonomis, meskipun harus memakan waktu tempuh perjalanan yang lebih lama.

    Salah satu pemudik, Najmi Nabila (30) memilih bus lintas Sumatera dengan tujuan kota Padang dan berangkat dari Terminal Kampung Rambutan karena menggunakan bus lebih terjangkau di tengah tingginya harga tiket pesawat saat mendekati Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.

    “(Harga) tiket pesawat naik dan kami telat pesan, seharusnya pesan sejak awal (jauh-jauh hari sebelum mendekati Lebaran sehingga lebih murah), sekarang sudah Rp3 jutaan. Ini (bus lintas Sumatera) hanya Rp800-an. Karena harga sih, harganya lebih terjangkau,” kata Najmi saat dijumpai di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Sabtu.

    Dengan menggunakan bus lintas Sumatera, waktu tempuh pada hari normal bisa sekitar 24 jam. Jika terjadi kemacetan, terutama antrean saat memasuki Pelabuhan Merak, maka waktu tempuh perjalanan bisa sampai satu setengah hari, bahkan hampir dua hari.

    Apalagi, jadwal keberangkatan bus yang ditumpangi Najmi ini mundur. Seharusnya, bus berangkat pukul 8.30 WIB dari Terminal Kampung Rambutan, namun rupanya diundur hingga sore hari.

    “Nggak tahu kami dapat Lebaran atau tidak, kayaknya nggak dapat juga (Shalat Id di kampung halaman),” ujar Najmi sambil tertawa.

    Maka untuk menghemat waktu dan anggaran, Najmi memutuskan untuk menggunakan pesawat untuk kembali ke Jakarta setelah merayakan Lebaran di Padang.

    Sementara itu, Yuliati (55 tahun) yang membawa serta tujuh anggota keluarganya juga mengalami hal serupa. Bus dengan tujuan kota Palembang seharusnya dijadwalkan berangkat pukul 13.00 WIB, namun rupanya juga diundur.

    “(Kami) bisanya (menggunakan) bus. Kalau pesawat, kami nggak sanggup, mahal. Ini (bus) juga mahal (menurut kami), ini saja sudah kena Rp600 ribu,” kata Yuliati.

    Bagi Yuliati dan keluarganya, ini menjadi momen pertama menggunakan bus lintas Sumatera dari Jakarta menuju Palembang. Biasanya, ia bersama keluarga menggunakan mobil pribadi dan kemudian menyeberang menggunakan kapal melalui Pelabuhan Merak.

    “Mudah-mudahan Lebarannya hari Senin, jangan besok (Minggu). Kalau besok, nggak keburu untuk masak-masak (di kampung halaman),” kelakar Yuliawati, sambil berharap keberangkatan bus lintas Sumatera tidak molor hingga berjam-jam.

    Pada kesempatan terpisah, Pengendali Terminal Kampung Rambutan Mulyono mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan operator bus antarkota antar provinsi (AKAP) supaya penumpang dapat terlayani dengan cepat.

    “Untuk mengatasi delay, kami siapkan juga bus bantuan atau tambahan. Untuk tidak memberi rasa kecemasan pada penumpang, setiap beberapa menit sekali kami akan memberikan informasi bahwa kendaraan yang akan dinaiki penumpang misalnya mengalami keterlambatan,” kata Mulyono.

    Pada Sabtu atau H-2 Lebaran, Terminal Kampung Rambutan memberangkatkan sebanyak 1.188 pemudik dengan menggunakan 57 bus sejak pukul 06.00 hingga 14.00 WIB. Adapun pada Jumat (28/3) atau H-3 Lebaran, jumlah pemudik yang berangkat total sebanyak 3.324 dengan menggunakan 165 bus.

    Sejak H-10 Lebaran atau 21 Maret 2025, jumlah penumpang yang berangkat dari Terminal Kampung Rambutan terus meningkat secara gradual dari semula 744 orang menjadi 1.250 orang pada H-9 Lebaran dan terakhir naik signifikan menjadi 3.324 pada H-3 Lebaran.

    Pewarta: Rizka Khaerunnisa
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

  • BPH Migas mewaspadai cuaca ekstrem guna jaga pasokan energi di Jabar

    BPH Migas mewaspadai cuaca ekstrem guna jaga pasokan energi di Jabar

    Jakarta (ANTARA) – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mewaspadai cuaca ekstrem dalam distribusi BBM di Jawa Barat untuk memastikan kelancaran pasokan energi menjelang Lebaran Idul Fitri 2025/1446 Hijriah.

    Kepala BPH Migas Erika Retnowati menyampaikan bahwa secara umum pasokan BBM, LPG, dan listrik di Jawa bagian Barat dalam kondisi aman.

    Meski demikian, kata Erika, perlu diwaspadai cuaca ekstrem yang dapat mengganggu distribusi BBM ke SPBU-SPBU, serta terjadinya tanah longsor yang dapat membahayakan masyarakat.

    “Kita perlu mewaspadai cuaca ekstrem yang dapat mengganggu distribusi BBM, juga bencana tanah longsor seperti yang terjadi di Sukabumi,” kata Erika dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

    Tempat-tempat wisata yang berada dekat dengan gunung berapi, menurut Erika, juga perlu mendapat perhatian karena sewaktu-waktu statusnya dapat meningkat.

    “Yang terpenting kita tetap waspada,” imbuh Erika.

    Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H, pemerintah terus meningkatkan pelayanan energi agar masyarakat dapat menikmati Hari Raya dengan tenang dan nyaman.

    Sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot didampingi Kepala BPH Migas Erika Retnowati melakukan pemantauan langsung kesiapan pasokan, kualitas, dan volume Bahan Bakar Minyak (BBM), Liquefied Petroleum Gas (LPG), serta kelistrikan di Cirebon, Provinsi Jawa Barat, Jumat (28/3).

    Yuliot memastikan pasokan energi di Jawa Barat lebih dari cukup, serta telah dilakukan langkah antisipasi dengan menambah stok di setiap Terminal BBM. Untuk distribusi BBM dan LPG, dilakukan mitigasi untuk mengatasi kemacetan saat pendistribusiannya.

    “Kita siapkan mobile point to point, dari terminal ke salah satu titik SPBU untuk melayani kondisi darurat di SPBU lain supaya menjadi lebih dekat,” terangnya di Kantor PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Cirebon.

    Secara nasional, stok ketahanan BBM yang biasanya berkisar 20 hari, saat ini meningkat menjadi 22 hari sampai dengan 40 hari tergantung jenis BBM. Kesiapan stok BBM ini diharapkan dapat dinikmati masyarakat yang mudik Lebaran.

    “Mudah-mudahan masyarakat yang akan melaksanakan mudik Lebaran dan juga akan merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga dilancarkan perjalanannya dan juga di kampung halaman bisa menikmati liburan dengan adanya ketersediaan dan suplai BBM yang tidak mengalami gangguan,” ucapnya.

    Tidak hanya ketersediaan stok, Kementerian ESDM juga memastikan kualitas dan volume BBM yang dijual di SPBU sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan.

    Yuliot memantau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Rest Area KM 270A Palikanci, Kabupaten Cirebon, dan memeriksa takaran BBM, serta akurasi volume pengisian dari mesin SPBU.

    “Kita melakukan pengecekan standar warna. Jadi, standar warna yang untuk Dex, Dexlite, Pertalite. Yang pertama itu justru ini kita sesuaikan dengan standar warna,” kata Yuliot.

    “Kemudian, yang kedua, ini ada standar berat jenis untuk setiap jenis BBM. Jadi, dengan adanya standar berat jenis, tentu kita melihat apakah sesuai dengan standar atau tidak,” katanya pula.

    Pengecekan standar warna dan berat jenis BBM dilakukan secara berlapis. Dimulai saat pengiriman dari Terminal BBM, selanjutnya dilakukan pengecekan ulang saat BBM akan dimasukkan ke tangki timbun SPBU.

    “Setiap pagi itu juga akan dilakukan pengecekan, baik warna, berat jenis dan juga yang terkait dengan dispenser, apakah tepat atau tidak. Untuk volume, ada dua pengecekan, yakni kapasitas 20 liter dan 1 liter,” katanya.

    “Toleransi dari Kementerian ESDM adalah 100 mililiter (ml), tetapi standar Pertamina 60 ml. Dari hasil pengecekan tadi, hanya 30 ml, jauh lebih rendah dari standar yang ada,” tambah Yuliot.

    Dari hasil pengecekan, didapati kualitasnya memenuhi standar yang telah ditetapkan. Dengan demikian, menurut Yuliot, masyarakat tidak perlu khawatir menggunakan BBM yang diproduksi Pertamina.

    “Dari proses pengiriman maupun distribusi ini seharusnya masyarakat tidak perlu ragu lagi terhadap kualitas yang ada di SPBU Pertamina. Kemudian, kita juga minta laporan terus dari Pertamina, itu dilakukan pengecekan oleh BPH Migas dan Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi Lemigas,” jelasnya.

    Sementara untuk pasokan LPG, lanjut Yuliot, telah dilakukan penambahan stok sekitar 10 persen dari kebutuhan harian yang diharapkan dapat menjamin pemenuhan kebutuhan masyarakat.

    Khusus untuk mengecek ketersediaan LPG, Yuliot mengunjungi Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Ciayumajakuning Gas. Ia meninjau proses pengisian gas LPG tabung 3 kg dan berinteraksi dengan operator.

    Untuk lebih memastikan kesiapan pasokan, Yuliot juga mendatangi Pangkalan LPG Sukini di Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon dan melakukan penimbangan secara acak LPG tabung 3 kg.

    Sementara itu mengenai kesiapan pasokan listrik, Yuliot meminta agar PLN melakukan pemeliharaan lebih awal, agar tidak terjadi gangguan selama Hari Raya Idul Fitri.

    “Tadi disampaikan, PT PLN telah menyiapkan personil dan juga peralatan yang stand by di gudang-gudang PLN,” tambahnya.

    Turut hadir dalam kegiatan ini, Anggota Komite BPH Migas Eman Salman Arief, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman Hutajulu, Direktur BBM BPH Migas Sentot Harijady BTP.

    Selain itu, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM Migas Laode Sulaeman, dan Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Tata Kelola Hilir Migas Mulyono.

    Pewarta: Muhammad Harianto
    Editor: Evi Ratnawati
    Copyright © ANTARA 2025