Tag: Mulyono

  • Rupiah Jeblok hingga MBG Boros

    Rupiah Jeblok hingga MBG Boros

    GELORA.CO –  Pakar pendidikan nasional, Ki Darmaningtyas, menilai polemik menganai keaslian ijazah mantan Presiden Joko Widodo saat ini sudah tidak substansial dan justru dapat menjadi pengalihan perhatian masyarakat dari persoalan-persoalan yang lebih penting dan nyata.

    Pun dia mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam isu yang menurutnya tak berdasar, sementara ada banyak persoalan lain yang lebih berdampak langsung terhadap kehidupan rakyat.

    “Hati-hati dengan pengalihan isu ijazah palsu Jokowi, sebab dengan terjebak di sana masyarakat tidak lagi kritis terhadap rupiah yang jeblok, harga emas yang melambung, PHK masif, ekonomi yang makin sulit, dan MBG yang boros-boros i anggaran tapi menunya basi, dsb. Persoalan-persoalan ini lebih riil daripada isu ijazah palsu,” tulis Darmaningtyas di akun X @Darmaningtyas dikutip Monitorindonesia.com, Sabtu (26/4/2025).

    Lantas dia mengajak masyarakat untuk lebih kritis dalam menyikapi situasi nasional, terutama menyangkut kondisi perekonomian yang menurutnya kian memprihatinkan.

    Ketimbang larut dalam perdebatan panjang yang tidak berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, Darmaningtyas menilai fokus seharusnya diberikan pada masalah-masalah konkret seperti melemahnya nilai tukar rupiah, melonjaknya harga kebutuhan, serta gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terus meningkat.

    Ungkapannya juga menyinggung soal anggaran negara yang dinilai boros namun tidak memberikan hasil signifikan, merujuk pada program-program pemerintah yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

    Awal mula Ijazah Jokowi dituding palsu

    Pada 3 Oktober 2022 lalu, Bambang Tri menggugat Jokowi ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat ihwal dugaan menggunakan ijazah palsu saat mengikuti pemilihan presiden (pilpres) pada 2019. Gugatan terdaftar dengan klasifikasi perkara perbuatan melawan hukum (PMH).

    Dalam gugatannya, Bambang meminta agar Jokowi dinyatakan telah melakukan PMH karena menyerahkan dokumen ijazah yang berisi keterangan tidak benar dan atau memberikan dokumen palsu sebagai kelengkapan syarat pencalonannya dalam proses Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019. Syarat pencalonan tersebut tertuang dalam Pasal 9 Ayat (1) huruf r Peraturan KPU Nomor 22 Tahun 2018.

    Selain itu, Bambang juga menggugat Komisi Pemilihan Umum (KPU), Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Dia meminta agar Jokowi dinyatakan telah membuat keterangan yang tidak benar dan/atau memberikan dokumen palsu berupa ijazah sekolah dasar SD, SMP, dan SMA atas nama Joko Widodo.

    Tak berselang lama, Bambang memutuskan untuk mencabut gugatan soal dugaan palsu Jokowi. Kuasa hukum Bambang Tri, Ahmad Khozinudin, mengatakan surat pencabutan perkara tersebut telah diterima Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. 

    Bambang Tri Mulyono kemudian dituntut atas dugaan penistaan agama dan ujaran kebencian. Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Bambang dengan hukuman 10 tahun penjara. Atas kasus yang sama, tim JPU juga menuntut terdakwa bernama Sugi Nur Raharja alias Gus Nur dengan hukuman 10 tahun penjara. 

    Secara terpisah, menanggapi tudingan ijazah palsu Jokowi, Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) menjelaskan bahwa Jokowi merupakan alumnus S1 Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980. Ova menjelaskan, Jokowi dinyatakan lulus dari UGM pada 1985.

    “Atas data dan informasi yang kami miliki dan terdokumentasi dengan baik, kami meyakini keaslian ijazah sarjana Ir. Joko Widodo dan yang bersangkutan benar-benar lulusan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada,” kata Ova.

    Jokowi hilang kesabaran

    Selama ini, Jokowi tak pernah terlihat gusar ketika diterpa isu miring soal keabsahan ijazahnya. Namun sikap itu berubah drastis ketika ia menyebut bahwa fitnah ini telah menyebar luas dan mencemarkan nama baiknya secara personal. “Saya mempertimbangkan karena ini sudah jadi fitnah di mana-mana, pencemaran nama baik,” ujar Jokowi di kediamannya, Solo, Rabu (16/4/2025).

    Pernyataan ini menandai titik balik penting—Jokowi, yang dikenal tahan kritik dan santai menghadapi serangan politik, akhirnya buka suara lantang.

    Meski sudah menyinggung kemungkinan pelaporan, Jokowi belum menyebutkan siapa saja pihak yang bakal dilaporkan. Namun ia menegaskan bahwa langkah itu akan segera diputuskan dan dikelola langsung oleh tim hukumnya.

    “(Yang dilaporkan siapa) Nanti, biar disiapkan oleh kuasa hukum. Akan kami segera putuskan, nanti kuasa hukum yang akan melihat,” katanya singkat.

    Kalimat ini mengindikasikan bahwa Jokowi tak akan gegabah, namun juga tak akan membiarkan isu ini bergulir tanpa perlawanan hukum yang sah.

    Sikap terbuka Jokowi juga ditunjukkan saat ia menerima langsung massa dari Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) yang datang ke kediamannya untuk menanyakan keaslian ijazah. Tapi, ia juga mengingatkan bahwa tak ada kewajiban hukum baginya untuk menuruti permintaan mereka.

    “Alhamdulillah sudah saya terima, tadi di dalam rumah. Apapun beliau-beliau ini ingin silaturahim, tentu saya terima dengan baik. Kedua, Karena beliau-beliau ini minta untuk bisa saya menunjukkan ijazah asli, saya sampaikan bahwa tidak ada kewajiban dari saya menunjukkan ke mereka. Dan tidak ada kewenangan mereka mengatur saya untuk menunjukkan ijazah asli yang saya miliki,” tegas Jokowi.

    Jokowi memposisikan dirinya bukan sebagai objek intimidasi, tapi sebagai warga negara yang paham batas kewenangan hukum dan tata negara.

    Jokowi menegaskan bahwa ia tidak anti transparansi. Namun, menurutnya, permintaan untuk menunjukkan ijazah harus datang dari institusi resmi, bukan tekanan publik atau kelompok tertentu.

    “Saya sampaikan, kalau ijazah asli diminta hakim, diminta pengadilan untuk ditunjukkan, saya siap datang dan menunjukkan ijazah asli yang ada. Tapi hakim yang meminta, pengadilan yang meminta,” tegas Jokowi.

    Sementara Universitas Gadjah Mada (UGM), almamater Jokowi, tak tinggal diam atas tudingan yang menyasar lulusannya. Saat TPUA mendatangi kampus untuk menuntut verifikasi, pihak UGM menerima lima orang perwakilan dan langsung memberikan penjelasan dengan data otentik.

    “Jokowi tercatat dari awal hingga akhir menjalani tridarma perguruan tinggi di UGM. Kami memiliki dokumen-dokumen resmi sebagai buktinya,” kata Wakil Rektor UGM, Wening Udasmoro.

    UGM bahkan menunjukkan skripsi asli milik Jokowi dan membandingkannya dengan beberapa skripsi rekan seangkatannya untuk menegaskan bahwa dokumen itu sah dan otentik.

    Selama ini, narasi soal “ijazah palsu” hanya berkutat di media sosial dan forum-forum digital yang penuh spekulasi. Namun dengan adanya pertemuan langsung antara Jokowi dan massa yang menuntut, serta respons terbuka dari pihak UGM, isu ini kini bergerak ke ruang yang lebih serius: hukum.

    Jokowi tampaknya sudah tak ingin reputasinya—yang selama ini ia jaga dengan cara diam—terus dirusak oleh tuduhan yang tak terbukti. Pertimbangan melaporkan fitnah ke jalur hukum bisa menjadi sinyal bahwa pemerintah juga akan menertibkan penyebaran hoaks secara sistemik.

    Penting dicatat dijidat para pembenci Jokowi alias barisan para sakit hati, selama bertahun-tahun, Jokowi memilih untuk tidak terlalu menanggapi isu-isu personal. 

    Ia lebih sering menyerahkan kepada publik dan pihak ketiga seperti UGM untuk menjelaskan. Namun peristiwa terbaru ini menjadi penanda ketika fitnah sudah menyentuh kehormatan dan integritas pribadi serta negara, dia akan melawan.

    Langkah hukum ini bisa jadi bukan hanya untuk membela diri, tapi juga untuk menciptakan preseden penting: bahwa penyebaran hoaks, sekecil apapun, tak bisa dibiarkan tanpa pertanggungjawaban. “Saya mempertimbangkan untuk melaporkan ini, membawa ini ke ranah hukum,” pungkas Jokowi.

    Satu kalimat singkat dari Jokowi, tapi bisa menjadi awal dari babak baru: di mana kebenaran tak hanya dibela dengan klarifikasi, tapi juga dengan konsekuensi hukum. 

  • Kisah Pedagang Pakaian di Bekasi Bawa Gembolan Naik KRL

    Kisah Pedagang Pakaian di Bekasi Bawa Gembolan Naik KRL

    Jakarta

    Pengguna KRL mungkin pernah bertemu ibu-ibu dengan barang bawaan plastik besar berisi baju-baju dari Pasar Tanah Abang. Mereka merupakan pejuang rupiah yang mengharapkan penghasilan tambahan dengan menjual baju ke daerah masing-masing ada yang ke Bogor, Banten, Tangerang dan Bekasi. Salah satunya Yunita wanita asal Bekasi Utara yang menjualkan baju dari pasar terbesar di Asia Tenggara itu.

    Bermula saat Yunita nekat mencoba keberuntungannya menjualkan baju anak-anak dengan bermodalkan uang Rp 200 – 500 ribu, uang itu ia bawa ke Pasar Tanah Abang untuk membelikan beberapa stel baju anak dan dijualkan melalui laman facebook dan whatsapp miliknya. Uang jajan dari suaminya itu ia sisihkan, diputar kembali untuk membantu kebutuhan keluarga.

    “Jadi modalnya itu uang jajan dari suami, aku sisihin gimana caranya bisa buat nambahin kebutuhan keluarga. Aku ke Tanah Abang naik kereta, dulu suami usahanya narik ojek pangkalan sekarang beralih ke ojek online, bapaknya kerja aku berangkat naik kereta ya susah payah merintis dari situ mas” ujar Yunita disela-sela pertemuan PNM Mekaar dengan kelompoknya di Bekasi Utara, Selasa (15/4/2025).

    Perjuangan menggembol pakaian itu kerap dibantu porter dari pasar hingga stasiun Tanah Abang, sisanya ia lakukan seorang diri. Padahal bobot pakaian yang ia bawa mencapai 10 kilogram, sebab dalam sekali belanja Yunita harus membawa pakaian dengan kelipatan setengah lusin dalam satu model bajunya.

    Perlahan tapi pasti, keuntungan itu ia putar untuk melengkapi model baju. Namun bukan lagi pakaian anak melainkan baju wanita dewasa seperti daster dan beberapa model lainnya. Tahun demi tahun penjualan semakin baik, Yunita bahkan sempat mengirim orderan daster hingga enam karung ke Singapura.

    “Belanja sampai bawa plastik besar aku mau nggak mau sekuat tenaga, kalau ada rasa lelah aku pakai porter. Kalau penjualan ada yang minta dikirim ke Singapura, lumayan sampai 6 karung kita ke luar negeri itu daster mungkin warga kita banyak kerja di sana,” lanjut Yunita.

    Bukan hanya ekspor, penjualan daster Yunita ini juga merambah pasar online bahkan barang yang ia jual itu telah mendarat ke Merauke. Banyaknya pesanan membuat Yunita kerap bolak balik Pasar Tanah Abang seminggu dua kali untuk memenuhi permintaan pasar.

    Buah manis hasil keringatnya itu sempat meredup saat awal-awal pandemi, ia mulai kesulitan untuk menjangkau Pasar Tanah Abang akibat peraturan pembatasan yang kala itu dilakukan pemerintah guna menekan laju Pandemi. Yunita yang saat itu masih mendapatkan pesanan dari pelanggan harus membuat janji kepada toko untuk mengambil barang di luar pasar. Tak mau mengecewakan pelanggan, Yunita memberikan pelayanan untuk barang diantarkan ke rumah para pelanggannya.

    Usai susah payah bertahan kala pandemi, Yunita kemudian dihadapkan dengan kebiasaan baru masyarakat yang mulai belanja melalui pasar online atau beralih ke store pakaian impor bahkan trifting. Namun Yunita tak menyerah, ia yakin setiap barang memiliki pasarnya masing-masing bahkan kini Yunita telah membuka kios pakaian untuk memudahkan pelanggan yang ingin melihat langsung pakaian yang ia jual.

    “Menghadapi banyaknya toko-toko baru hingga toko baju dari luar negeri, saya masih bertahan sampai saat ini dari penjualan sendiri karena kan kita juga menjualnya pakaian yang kualitasnya bagus dan masuk pasarnya. Alhamdulilah kita cari-cari jadi berjalan sampai sekarang karena setiap barang pasti punya pasarnya masing-masing,” ucap Yunita.

    Membuka toko di Kawasan Bekasi Utara penjualan pakaian Yunita ini masih cukup bagus, pernah dalam sekali transaksi Yunita berhasil meraup hingga Rp 60 juta. Selain itu penjualan saat musim lebaran turut menggebrak pemasukannya, Yunita menyebut lebaran tahun 2025 ia berhasil menjual 1000 potong baju.

    Memang menjual baju tak akan basi, namun jika tak terjual dalam periode beberapa tahun Yunita harus rela mengurangi keuntungan. Yunita tak enggan melakukan diskon jika pakaian itu tak cepat terjual, mungkin hal itu juga yang membuat toko pakaian Yunita tak pernah sepi karena selalu update akan model-model terbaru.

    Kesuksesan Yunita dalam berbisnis pakaian wanita ini turut disokong oleh PNM, ia merupakan ketua sub kelompok PNM Mekaar di wilayah Bekasi Utara. Dalam satu kelompok Yunita membawahi 10 anggota ibu-ibu yang juga memiliki beragam usaha, sebelumnya Yunita mendapatkan dana sebesar Rp 2 juta pada awal mengikuti PNM Mekaar ini, ia juga kerap ikut beragam pameran.

    “Dengan adanya PNM alhamdulillah nambah kekeluargaan, aku dapat modal tambahan buat nambah belanjaan, bisa kenal banyak orang aku ada pameran aku diajak, jadi kita kenal menteri aku ikut difoto juga sama menteri ya alhamdulilah. Insyaallah bisa menang hadiah umroh gratis bersama PNM Mekaar ini,” tutup Yunita.

    Dalam dua pekan sekali Yunita dan anggotanya mengadakan kumpul bersama untuk silaturahmi dan mengumpulkan dana yang dibayarkan kepada PNM, kegiatan itu turut membuat kelompok semakin erat.

    Pimpinan Cabang PNM Bekasi Petrus Agus Mulyono menyebut pada modal awal biasanya UMKM akan mendapatkan dana Rp 2 juta dan bisa dilakukan topup pada siklus berikutnya. Pendanaan kepada UMKM ini dilakukan secara berkelompok dan mayoritas merupakan pedagang kecil yang usahanya diproduksi di rumah oleh ibu-ibu.

    “Mayoritas kebanyakan perdagangan kecil yang memang dibuat dan diproduksi di rumah oleh ibu-ibu, contohnya kue, jamu, sambal, kemudian kadang-kadang juga ada usaha sabun cuci atau mereka dagang baju atau pakaian,” Ujar Agus saat mengunjungi perkumpulan PNM Mekaar di Bekasi Utara, Selasa (15/4/2025).

    Diketahui hingga April 2025 PNM Cabang Bekasi telah menyalurkan dana pembiayaan Rp 1.306 Triliun kepada 455.988 nasabah, dengan potensi calon nasabah kelolaan PNM Bekasi 505.030 dan target nasabah hingga akhir tahun 2025 sebanyak 536.584 nasabah

    (hns/hns)

  • Jokowi Wakili Indonesia ke Vatikan, Sammy: Kapasitasnya Apa? Harusnya Gibran!

    Jokowi Wakili Indonesia ke Vatikan, Sammy: Kapasitasnya Apa? Harusnya Gibran!

    FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Komedian Sammy Notaslimboy memberi sindiran menohok terkait keputusan dari Presiden Prabowo Subianto.

    Keputusan yang dimaksud adalah ditunjuknya Jokowi Widodo sebagai perwakilan untuk menghadapi upacara pemakaman Paus Fransiskus.

    Melalui cuitan di media sosial X pribadinya, Sammy Notaslimboy menyebut harusnya Gibran Rakabuming Raka selaku Wakil Presiden yang hadir.

    Ia pun mempertanyakan kapasitas Jokowi yang dipilih untuk menghadiri upacara ini.

    “Harusnya Gibran lah, apa kapasitas Mulyono? Nggak jelas…,” tulisnya dikutip, Kamis (24/4/2025).

    Presiden Prabowo Subianto mengutus Presiden ke-7 RI Joko Widodo untuk menghadiri acara pemakaman Paus Fransiskus di Vatikan.

    Nantinya, pemakaman ini rencananya akan dilaksanakan pada Sabtu, 26 April 2025 mendatang.

    Selain Jokowi, ada beberapa pejabat lainnya yang diutus. Seperti Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono.

    Lalu ada, Ketua Panitia Penyambutan Paus Ke Indonesia September 2024 lalu Ignasius Jonan, hingga Menteri Hak Asasi dan Manusia Natalius Pigai.

    “Di antara tokoh-tokoh yang diutus oleh bapak presiden Prabowo mewakili bangsa dan negara Indonesia adalah yang pertama Presiden ke-7 Bapak Joko Widodo, kemudian yang kedua Wakil Menteri Keuangan bapak Thomas Djiwandono, kemudian yang ketiga bapak Jonan (Ignasius Jonan) dan yang keempat bapak Natalius Pigai,” kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

    (Erfyansyah/fajar)

  • Connie Bakrie Akhirnya Serahkan Dokumen & Video Rahasia: Nomor 16 dan 7 Paling Mengerikan – Halaman all

    Connie Bakrie Akhirnya Serahkan Dokumen & Video Rahasia: Nomor 16 dan 7 Paling Mengerikan – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie akhirnya menyerahkan dokumen rahasia yang dititipkan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto dulu.

    Connie mengaku telah menyimpan dokumen rahasia tersebut sejak lama di Rusia.

    Ia menerangkan dokumen rahasia tersebut harus diserahkan kembali pada Hasto Kristiyanto.

    “Jadi begini saya terangkan, notaris pertama tentang 32 dokumen, dicap oleh notaris,” ucap Connie, dikutip dari Instagram @connierahakundinibakrie pada Rabu (23/4/2025).

    “Ini notaris Rusia ya mbak?” jawab Wasekjen DPP PDIP, Aryo Adhi Dharmo yang menerima dokumen tersebut.

    “Rusia. Terus notaris kedua dokumen tambahan. Jadi total dokumen di saya itu ada 37,” terang Connie.

    Connie menyebutkan beberapa poin dokumen yang menurutnya mengerikan bagi Indonesia.

    “Yang paling mengerikan menurut saya itu nomor 16, nah itu hubungannya dengan Kapolri,” ujar Connie.

    “Dan nomor tujuh, bagaimana PDIP mau dibubarkan dan dihancurkan,” tambahnya.

    “Nah itu saja, kalo saya dititipkan saya deg deg an dengan dokumen-dokumen itu. Yang lain kan tentang korupsi-korupsi,” jelas Connie.

    Selain dokumen, Connie juga memberikan dokumen berbentuk video yang berada di dalam flashdisk.

    “Nah kemudian, selain dokumen itu saya diberikan video. Dan video ini harus saya serahkan ke Mas Adi, soalnya orang nanya ‘bentuknya apa’ ‘bentuknya apa’, bentuknya ini, flashdisk.”

    “Tidak ada saya copy ini semua, saya ada perjanjian dengan Mas Hasto tidak boleh saya edarkan dan lain-lain apalagi meng-copy.”

    Connie pun mengungkapkan alasan menyerahkan dokumen rahasia tersebut.

    Ia mengaku mendapatkan gelar di Rusia yang setara dengan Perdana Menteri.

    Artinya Connie akan menetap lebih lama di Rusia.

    “Kalau ditanya kenapa saya serahkan ke Pak Adi. Saya tidak punya akses. Kedua Ibu (Megawati) bilang ke saya untuk tidak boleh bicara sama sekali, lalu untuk apa saya pegang dokumen?”

    Terakhir, Connie mengaku telah naik pangkat dari pihak kampus di Rusia yang mengharuskan dirinya menetap setidaknya hingga 2026.

    “Jadi akhirnya saya harus menetap di Rusia mungkin mau jadi warga negara,” terang Connie sambil tertawa.

    Sebelumnya diketahui, Connie sempat menghebohkan publik Indonesia dengan muncul mengaku memiliki dokumen rahasia yang berhubungan dengan nasib Indonesia.

    Ia muncul setelah Sekjen Hasto Kristianto telah ditetapkan sebagai tersangka KPK.

    Bahkan disebutkan dokumen rahasia tersebut dapat membongkar keburukan keluarga Jokowi. 

    Namun, usai Hasto Kristiyanto resmi ditangkap, Connie Bakrie belum juga membongkar dokumen rahasia tersebut. 

    Di sisi lain, pengamat militer itu mendesak KPK untuk segera menandatangani surat pemanggilan dan penersangkaan seseorang. 

    Connie Bakrie tidak menyebut siapa sosok orang tersebut.

    Sebelumnya, Connie Bakrie bahkan blak-blakan dokumen tersebut juga menyeret Iriana Joko Widodo.

    “Ibu Iriana, by the way jangan tenang-tenang Buk. Babak Ibu belum keluar,” ujar Connie dalam YouTube Abraham Samad yang tayang Senin (31/12/2024).

    Dalam kesempatan yang sama, Connie meminta Jokowi sadar di atas langit masih ada langit.

    Pasalnya dokumen yang ia bawa tentu menyangkut namanya.

    Bahkan tak hanya Hasto, Andi Wijayanto juga disebut memiliki kartu AS keluarga Jokowi.

    “Boleh nggak dibocorkan satu saja yang paling urgent dalam dokumen itu. Ada gak keterlibatan ‘Mulyono’ dalam dokumen tersebut?” tanya Abraham Samad dalam laman YouTube-nya, Senin (31/12/2024).

    “Saya jawab dengan tegas dan jelas. Yang pasti, jika tidak penting dan tidak menyangkut negara, tidak mungkin dititipkan ke saya,” tegas Connie Bakrie.

    Selanjutnya, Connie memastikan dokumen tersebut menyangkut ‘Mulyono’ alias nama yang kerap disematkan untuk Joko Widodo.

    “Bahwa menyangkut ‘Mulyono’ sedikit banyak pasti. Apakah ‘Mulyono’ saja? Belum tentu.”

    “Masih banyak yang lainnya?” tanya Abraham lagi.

    “Iya dong,” sahut Connie.

    (Tribunnews.com/ Siti N)

  • Presiden Prabowo Utus Jokowi Hadiri Pemakaman Paus Fransiskus, Sammy Notaslimboy: Harusnya Gibran

    Presiden Prabowo Utus Jokowi Hadiri Pemakaman Paus Fransiskus, Sammy Notaslimboy: Harusnya Gibran

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi menunjuk Jokowi untuk menghadiri upacara pemakaman Paus Fransiskus yang akan digelar di Vatikan pada Sabtu, 26 April 2025 mendatang.

    Meski keputusan ini dinilai sebagai upaya menjaga hubungan diplomatik dan penghormatan terhadap Vatikan, reaksi publik di media sosial justru menunjukkan beragam respons.

    Kehadiran Jokowi dalam kapasitas sebagai utusan dari Prabowo memicu reaksi tajam dari warganet.

    Salah satu komentar datang dari komedian Sammy Notaslimboy melalui akun X pribadinya @NOTASLIMBOY, ikut mengomentari langkah tersebut dengan mempertanyakan absennya Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam misi kenegaraan itu.

    “Harusnya Gibran lah, apa kapasitas Mulyono? Nggak jelas…,” tulisnya, dikutip @NOTASLIMBOY pada Rabu (23/4/2025).

    Unggahan tersebut langsung mendapat reaksi netizen, banyak yang melayangkan kritikan tajam dan menyinggung wakil presiden Gibran Rakabuming Raka.

    “Karena dia tau anaknya ngga bisa”, kata netizen.

    “Sebenarnya Presiden sudah utus Wakil Presiden untuk berangkat, tapi berhubung Wakil Presidennya sedang berhalangan maka Wakil Presiden minta tolong kepada bapaknya untuk mewakili”, kata lainnya.

    “Kan ada Wapres, Menlu, Menag eh yang dipilih malah rakyat sipil biasa, aneh banget”, tambah lainnya.

    “Emang sepenting itu ya bapak yang satu ini di negara ini, kadang-kadang emang”, timpal lainnya.

    Sebagai tambahan informasi, selain mantan presiden Jokowi, Prabowo juga mengutus beberapa tokoh nasional lainnya untuk mewakili Indonesia dalam prosesi tersebut.

  • Hadapi Tudingan Ijazah Palsu, Langkah Hukum Tinggal Menunggu Perintah Jokowi
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        23 April 2025

    Hadapi Tudingan Ijazah Palsu, Langkah Hukum Tinggal Menunggu Perintah Jokowi Nasional 23 April 2025

    Hadapi Tudingan Ijazah Palsu, Langkah Hukum Tinggal Menunggu Perintah Jokowi
    Penulis
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Presiden ke-7 Republik Indonesia
    Joko Widodo
    (Jokowi) akan mengambil langkah hukum terkait tudingan
    ijazah palsu
    yang kembali ramai dalam beberapa waktu terakhir.
    Sebanyak empat orang disebut akan dilaporkan dan tinggal menunggu perintah Jokowi terkait pelaporannya.
    “Persiapan kami bisa dibilang sudah hampir rampung, tinggal nunggu perintah dari Pak Jokowi,” kata kuasa hukum Jokowi,
    Yakup Hasibuan
    , Selasa (22/4/2025).
    Jokowi sendiri turun tangan langsung dalam merespon tudingan ijazah palsu yang dinilai sudah melewati batas.
    Ia diketahui menggelar pertemuan dengan tim kuasa hukumnya di Jakarta untuk membahas langkah hukum yang akan diambil.
    Yakup mengatakan, pihaknya sudah dalam tahap finalisasi langkah hukum yang akan diambil terhadap pihak-pihak yang menyebarkan tudingan ijazah palsu Jokowi.
    “Kami juga sudah hampir rampung di tahap finalisasi, sehingga mungkin dalam waktu dekat kami akan mengambil langkah-langkah hukum,” ujar Yakup.
    Yakup melanjutkan, terdapat empat orang yang diduga menyebarkan narasi ijazah palsu Jokowi yang merupakan lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM).
    Namun, ia masih enggan mengungkap keempat orang yang akan dilaporkan Jokowi itu.
    “Sementara ini sih mungkin ada sekitar empat orang yang kami sudah lengkapi semua dokumen-dokumen dan bukti-bukti pendukungnya, yang kami yakini juga, yang kami percaya bahwa ada dugaan-dugaan tindak pidananya di situ,” ujar Yakup.
    Usai pertemuan itu, Jokowi sendiri irit bicara soal langkah hukum yang akan diambil dalam merespon tudingan ijazah palsu.
    “Nanti semuanya tolong ditanyakan kepada tim kuasa hukum saya, silakan,” singkat Jokowi.
    Yakup menambahkan, untuk menghadapi kasus tudingan ijazah palsu Jokowi, tim hukum yang disiapkan berjumlah sekitar 15 orang.
    “Kita mungkin ada 15 orang (tim hukum),” kata Yakup.
    Sebab menurutnya, tuduhan yang sudah berulang kali dijawab oleh pihak UGM dan Jokowi mulai mengarah pada upaya pendiskreditan terhadap mantan presiden.
    Yakup menegaskan, tuduhan tersebut tak lagi sekadar mempertanyakan keabsahan ijazah, melainkan bentuk serangan terhadap martabat Jokowi.
    Tim hukum Jokowi telah menyiapkan seluruh dokumen, bukti, dan keterangan saksi, dengan tingkat kesiapan mencapai 95 persen. Saat ini, keputusan akhir tinggal menunggu arahan dari Jokowi.
    “Tetap kita cadangkan hak hukum tersebut, itu hak Bapak (Jokowi), cuma di masa dekat ini mungkin tetap akan kita tempuh pidana,” tutur Yakup.
    Dalam siaran pers yang diunggah di laman resmi UGM pada Jumat (21/3/2025), Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta memastikan Jokowi pernah berkuliah dan lulus dari Fakultas Kehutanan UGM.
    “Perlu diketahui ijazah dan skripsi dari Joko Widodo adalah asli. Ia pernah kuliah di sini, teman satu angkatan beliau mengenal baik beliau, beliau aktif di kegiatan mahasiswa (Silvagama), beliau tercatat menempuh banyak mata kuliah, mengerjakan skripsi, sehingga ijazahnya pun dikeluarkan oleh UGM adalah asli,” ujar Sigit dilansir dari laman resmi UGM, dikutip Selasa (15/4/2025).
    Ia juga menyayangkan adanya informasi menyesatkan terkait jenis huruf atau font Times New Roman dalam skripsi dan
    ijazah Jokowi
    yang disebut belum ada pada tahun kelulusan Presiden ke-7 Republik Indonesia itu.
    Tegasnya, font Times New Roman sudah banyak digunakan oleh mahasiswa pada waktu tersebut.
    Lanjutnya, sampul dan lembar pengesahan skripsi Jokowi dicetak di percetakan, tetapi seluruh isi tulisan skripsinya setebal 91 halaman masih menggunakan mesin ketik.
    “Ada banyak skripsi mahasiswa yang menggunakan sampul dan lembar pengesahan dengan mesin percetakan,” ujar Sigit.
    Diketahui, sejumlah tokoh telah beberapa kali mengangkat topik ijazah palsu Jokowi, salah satunya adalah Bambang Tri Mulyono.
    Penulis buku kontroversial berjudul “Jokowi Undercover” ini pernah menggugat keabsahan ijazah Jokowi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat beberapa tahun silam.
    Selain itu, ada juga anggota Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) yang meragukan keaslian ijazah Jokowi yang lulus dari UGM.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Heboh Uang Tumpah di Jalan Ahmad Yani Balangan, Satpol PP hingga Warga Bantu Kumpulkan

    Heboh Uang Tumpah di Jalan Ahmad Yani Balangan, Satpol PP hingga Warga Bantu Kumpulkan

    TRIBUNJATENG.COM, BALANGAN – Warga Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, menunjukkan aksi mulia saat menemukan uang puluhan juta rupiah yang tercecer di jalan.

    Kejadian ini terjadi pada Rabu pagi, 16 April 2025, di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di sekitar Masjid Al Akbar, Kecamatan Paringin Selatan.

    Dalam video yang diunggah akun Instagram @infobanjar.id, tampak amplop coklat besar sobek dan uang pecahan Rp50.000 berserakan di tengah jalan.

    Beberapa pengendara yang melintas spontan berhenti dan ikut membantu mengumpulkan uang tersebut. Tak ketinggalan, petugas Satpol PP yang sedang melintas juga turun tangan.

    Salah satu petugas Satpol PP, Erni, mengatakan bahwa ia sedang dalam perjalanan mencari sarapan bersama rekannya saat melihat insiden itu.

    “Kami lihat ada bapak-bapak lari ngejar uang, terus bantu kumpulkan biar tidak mengganggu lalu lintas,” ujar Erni.

    Setelah uang terkumpul, petugas dan warga sekitar berupaya mencari pemilik uang dengan memeriksa CCTV di area terdekat.

    Tak lama berselang, pria pemilik uang datang menggunakan motor trail. Ia mengaku membawa uang dalam tas yang ritsletingnya tidak tertutup rapat.

    “Pas dia datang, uangnya sudah terkumpul. Langsung diambil, tapi tidak sempat dihitung di tempat,” kata Erni.

    Kasi Humas Polres Balangan, Iptu Eko Budi Mulyono, menyebutkan bahwa proses pengembalian uang hanya memakan waktu sekitar 15 menit.

    “Informasi dari warga, total uang yang berhasil dikumpulkan dan dikembalikan sekitar Rp25 juta, dan semua dalam kondisi utuh,” jelas Eko.

    Aksi warga dan petugas Satpol PP ini menuai pujian dari warganet. Kejujuran serta kepedulian masyarakat menjadi contoh nyata nilai-nilai kebaikan yang masih terjaga di tengah kehidupan sosial.

  • Ruko di Tebing Tinggi Terbakar gara-gara Parfum Laundry, 2 Orang Terluka, 1 Mobil Hangus
                
                    
                        
                            Medan
                        
                        19 April 2025

    Ruko di Tebing Tinggi Terbakar gara-gara Parfum Laundry, 2 Orang Terluka, 1 Mobil Hangus Medan 19 April 2025

    Ruko di Tebing Tinggi Terbakar gara-gara Parfum Laundry, 2 Orang Terluka, 1 Mobil Hangus
    Tim Redaksi
    MEDAN, KOMPAS.com
    – Sebanyak dua unit ruko di Kelurahan Pabatu, Kecamatan Padang Hulu, Kota
    Tebing Tinggi
    , Sumatera Utara, hangus terbakar pada Jumat (18/4/2025).
    Penyebab kebakaran dipicu
    parfum laundry
    di salah satu ruko yang terbakar tumpah, lalu tersambar kompor gas.
    Kasi Humas Polres Tebing Tinggi, AKP Mulyono, mengatakan, awalnya pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 19.40 WIB.
    Polisi kemudian langsung menuju lokasi kejadian untuk membantu proses pemadaman.
    “Tim turun ke lokasi untuk mengamankan lokasi, membantu evakuasi korban, serta berkoordinasi dalam proses pemadaman bersama dinas pemadam kebakaran,” ujar Mulyono dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (19/4/2025).
    Mulyono mengatakan, akibat kebakaran ini, dua penghuni ruko, Desi Kartika Suryani (39) dan Nabila (18), mengalami luka bakar dan kini dirawat intensif di Rumah Sakit Pabatu, Tebing Tinggi.
    “Satu unit mobil dan satu sepeda motor turut juga terbakar,” kata Mulyono.
    Mulyono mengatakan, dari penyelidikan, api berasal dari ruko milik Suryani yang juga dioperasikan sebagai tempat laundry.
    “Jadi, kebakaran diduga disebabkan tumpahan parfum laundry yang mengandung alkohol dan menyambar api dari kompor gas. Api lalu dengan cepat membakar seluruh isi ruko dan api juga merambat ke ruko di sebelahnya,” kata Mulyono.
    Kendati demikian, untuk penyebab pasti kebakaran, polisi masih terus mendalaminya.
    “Penyelidikan terkait kejadian ini masih terus dilakukan dan total kerugian materi belum dapat ditaksir,” tutur Mulyono.
     
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Uang Rp25 Juta Berhamburan di Balangan Kalsel, Warga Kembalikan ke Pemilik – Halaman all

    Uang Rp25 Juta Berhamburan di Balangan Kalsel, Warga Kembalikan ke Pemilik – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Sebuah video yang merekam momen warga Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, memungut uang pecahan Rp50.000 yang berhamburan di jalanan, menjadi viral di media sosial.

    Peristiwa ini terjadi pada Rabu pagi, 16 April 2025, di Jalan Ahmad Yani dekat Masjid Al Akbar Balangan, Kecamatan Paringin Selatan.

    Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @infobanjar.id, terlihat amplop coklat besar yang sobek tergeletak di jalan.

    Beberapa pengendara berhenti untuk membantu agar lalu lintas tidak terganggu.

    Petugas Satpol PP yang melintas juga turut mengamankan uang yang tercecer.

    Salah satu anggota Satpol PP, Erni, menjelaskan bahwa saat itu ia dan rekannya sedang dalam perjalanan mencari sarapan.

    “Saya dan teman saya mau pergi beli makan pagi, lalu melihat bapak-bapak yang ngejar uang itu supaya kembali ke tempat uang yang jatuh,” ungkap Erni.

    Setelah uang terkumpul, anggota Satpol PP berusaha mencari pemilik uang dengan memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi.

    Tak lama kemudian, pemilik uang yang diduga kehilangan datang menggunakan sepeda motor trail.

    Erni menambahkan bahwa pemilik uang mengaku ritsleting tasnya tidak tertutup saat membawa uang tersebut.

    Ketika pemilik datang, uang yang berhamburan sudah terkumpul.

    Namun, nominal pasti uang yang berhasil dipungut saat itu belum dapat dipastikan, karena pemilik langsung mengambilnya tanpa menghitung.

    Kepala Seksi Humas Polres Balangan, Iptu Eko Budi Mulyono, menyatakan bahwa uang tersebut dikembalikan hanya berselang sekitar 15 menit setelah pemungutan.

    Ia tidak dapat memastikan jumlah uang yang berhamburan, namun menurut informasi dari warga, uang yang berhasil dipungut berjumlah sekitar Rp25 juta.

    “Uang itu dikembalikan dalam keadaan utuh, tak kurang sebesar pun,” kata Eko.

    Peristiwa ini menunjukkan kepedulian masyarakat dan integritas dalam mengembalikan harta yang bukan miliknya, sehingga menjadi contoh positif bagi masyarakat lainnya.

    (Tribunnews.com/Isti Prasetya)

    Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

  • Ini Alasan Daihatsu Terios Masih Laku di Pasaran

    Ini Alasan Daihatsu Terios Masih Laku di Pasaran

    Jakarta

    Daihatsu Terios masih laku di pasaran dan berkontribusi 12% terhadap penjualan Daihatsu periode Januari-Maret 2025. Apa alasan model low SUV ini masih banyak diminati konsumen Indonesia?

    “Terkait produk, hingga Q1 atau Maret 2025 kita masih didukung Sigra sebesar 31%. Lalu disusul 26% dari Gran Max Pikap, kemudian 12% dari Terios, 11% Ayla, dan Xenia 9%,” kata Marketing & Customer Relation Division Head PT Astra International-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Tri Mulyono kepada wartawan dalam acara Halal Bihalal di Jakarta, Rabu (16/4/2025).

    Tri menjelaskan, di beberapa daerah di Indonesia, Terios menjadi model penguasa pasar segmen low SUV. “Di beberapa provinsi seperti Bali contohnya ituTerios nomor satu penjualannya di segmen (low) SUV,” sambung Tri.

    Daihatsu Terios sendiri baru disegarkan pada 2023 dengan pembaruan di bagian grille yang lebih sporty, juga penambahan varian baru. Saat ini Terios ditawarkan dalam tiga varian, yakni X, R, dan R Custom. Sementara harganya dijual mulai Rp 245 juta hingga Rp 311,7 juta.

    Lanjut Tri menambahkan, Terios banyak diminati karena menggunakan penggerak roda belakang, yang mana disebut-sebut lebih andal digunakan buat medan menanjak dan ekstrem.

    “Salah satu keunggulan Terios saat ini adalah adanya varian X yang menjadi best seller terutama transmisi manual. Tapi memang kembali lagi tak terlepas dari faktor kontur jalan di daerah konsumen kami, mereka memiliki persepsi bahwa penggerak belakang lebih nyaman untuk kebutuhan mereka. Itu kenapa penjualannya masih bagus,” bilang Tri lagi.

    “Mungkin di beberapa tempat dan wilayah itu ada yang nomor satu (penjualan Daihatsu) disumbang Terios. Jadi mungkin dari tipikal kondisi jalan yang tidak baik, penggerak belakang memang menjadi pilihan,” sambung Sri Agung Handayani selaku Marketing Director dan Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM).

    (lua/din)