Tag: Mulyadi

  • Longsor Maut Tambang Gunung Kuda, Ternyata Dedi Mulyadi Pernah “Marah”

    Longsor Maut Tambang Gunung Kuda, Ternyata Dedi Mulyadi Pernah “Marah”

    Jakarta, CNBC Indonesia – Korban meninggal akibat longsor terjadi di Tambang Galian C Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Cirebon, Jawa Barat pada hari Jumat (30/5/2025) bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut pencarian korban longsor di tambang galian C di Kabupaten Cirebon masih dilanjutkan hari ini, Sabtu (31/5).

    BNPB mencatat, hingga hari ini sebanyak 14 orang meninggal dunia telah ditemukan dan telah diserahkan kepada keluarga korban. 

    Mirisnya, kejadian longsor ini ternyata bukan kali pertama terjadi di tambang galian Gunung Kuda, Cirebon. Hal itu terungkap dari video yang diunggah Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi di akun Instagram resmi miliknya.

    “Terkait Gunung Kuda, Cirebon, saya sudah bawal sejak tahun 2021,” demikian takarir yang tercantum pada unggahan tersebut, dikutip Sabtu (31/5/2025).

    Pada video tercantum tanggal dokumentasi, yaitu 7 Oktober 2021. Tercatat, Dedi Mulyadi pada tahun 2021 masih jadi Wakil Ketua Komisi IV DPR RI. Dalam video itu, Dedi Mulyadi menanyakan lokasi roboh/ longsoran tambang ke pekerja yang ditemuinya. Namun, hanya mendapat jawaban ketus, “Nggak tahu”.

    Pekerja lain, terlihat enggan mengantarkan Dedi Mulyadi ke lokasi tambang yang longsor.

    Dalam video itu, Dedi Mulyadi kemudian meminta pemerintah segera turun tangan dan bertindak. Karena kondisi lokasi tambang yang rentan longsor dan berbahaya. Sebab, penambang menggali dari bagian bawah, sementara struktur batuan di tambang berupa batu rapuh alias gampang pecah.

    “Walaupun bukan komisi saya tapi saya sudah minta kementerian ESDM untuk evaluasi kesini. Saya komisi dengan lingkungan hidup tapi dari sisi lingkungan hidup ini bahaya karena diambil dari sisi bawahnya potensial untuk robohnya sangat tinggi,” ujar Dedi Mulyadi dalam akun Instagram pribadinya dikutip Sabtu (31/5/2025).

    “Coba lihat, batuannya bukan batuan yang keras. Mudah roboh,” tambahnya.

    Pemprov Jabar Biayai Pendidikan Anak Korban

    Menanggapi kejadian tersebut, dalam video lain yang diunggahnya, Dedi Mulyadi menunjukkan bela sungkawa kepada korban longsoran tambang Gunung Kuda, Jumat (30/5/2025).

    “Saat ini saya baru selesai melihat lokasi longsor di penambangan saya juga sudah menengok salah satu korban pedagang minuman seorang ibu berstatus janda dan punya 4 orang anak. Dari 4 orang anak itu 2 orang sudah menikah dan 1 orang sedang persiapan untuk bekerja di Jepang 1 orang berstatus pelajar kelas 1 SMA,” ujarnya.

    Menurut Dedi, hingga saat ini telah ditemukan 14 korban meninggal dunia dan 11 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

    Ia menegaskan pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menanggung penuh biaya pendidikan seluruh anak-anak yang ditinggalkan korban.

    “Saya bersedia untuk menjadi ayah asuh dari mereka semua semoga peristiwa ini menjadi pembelajaran penting bagi kita semua bahwa siapa pun yang menjadi tuan harus mengelola pengusahanya dengan baik bertanggung jawab atas semua peristiwa yang terjadi,” ujarnya.

    Peringatan BNPB

    BNPP merilis, pencarian korban longsor di tambang galian C di Kabupaten Cirebon masih dilanjutkan hari ini, Sabtu (31/5/2025). Hingga hari ini sebanyak 14 orang meninggal dunia telah ditemukan dan telah diserahkan kepada keluarga korban.

    Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana mengatakan, terdapat 4 orang dari pihak keluarga yang melaporkan keluarganya yang belum kembali dari proyek galian tambang tersebut. Untuk mempercepat proses pencarian, beberapa alat berat diturunkan. Police line juga dipasang demi kelancaran proses pencarian.

    Di sisi lain, memasuki pekan pertama di bulan Juni 2025, BNPB mengingatkan masyarakat tetap siaga dan waspada meski di wilayahnya hujan sudah mulai jarang terjadi.

    “Perhatikan dan tebang pohon di sekitar tempat tinggal yang rawan tumbang jika terjadi angin kencang untuk mengantisipasi agar kerusakan rumah tidak terjadi,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan resmi, Sabtu (31/5/2025).

    “Bagi warga yang harus bekerja di sekitar lereng maupun tebing seperti di tambang galian, diharapkan selalu memperhatikan kondisi cuaca serta waspada akan kondisi kontur serta kemiringan tanah di sekitarnya. Jika hujan deras terjadi dan tanah gembur, jika memungkinkan segera hentikan pekerjaan dan evakuasi ke tempat yang lebih aman,” pungkasnya.

    [Gambas:Instagram]

    (dce/dce)

  • 100 Pelajar Kota Depok Bersiap Dikirim ke Barak Militer Hari Ini
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        31 Mei 2025

    100 Pelajar Kota Depok Bersiap Dikirim ke Barak Militer Hari Ini Megapolitan 31 Mei 2025

    100 Pelajar Kota Depok Bersiap Dikirim ke Barak Militer Hari Ini
    Tim Redaksi
    DEPOK, KOMPAS.com
    – Sebanyak 100 siswa peserta program
    Pembinaan Karakter
    dan
    Bela Negara
    dari sejumlah sekolah di Kota Depok dikumpulkan di halaman Balai Kota Depok, Sabtu (31/5/2025) pagi.
    Para siswa hendak diberangkatkan menuju lokasi
    pembinaan karakter
    di
    barak militer
    Kostrad 1 Cilodong Depok.
    Pantauan
    Kompas.com
    , ada 75 siswa laki-laki dan 25 murid perempuan. Mereka menggunakan atasan kemeja putih, celana panjang hitam, dan sepatu dominan hitam. 
    Para siswa mengikuti arahan panitia dengan tertib baris berbaris.
    Di lokasi tersebut, tampak pula orangtua siswa yang menyaksikan jalannya acara. Beberapa mengabadikan momen tersebut dengan ponsel mereka.
    Menurut informasi dari panitia, para peserta akan diberangkatkan ke barak milik setelah mendapatkan pengarahan dari Wali Kota Depok Supian Suri. Arahan tersebut sekaligus menjadi simbol pelepasan kegiatan pembinaan karakter dan
    bela negara
    .
    “Kami masih menunggu Pak Wali Kota datang dulu, nanti ada pengarahan singkat sebelum pemberangkatan,” ujar salah satu petugas dari kejauhan.
    Sejumlah siswa mengaku antusias mengikuti kegiatan ini. Namun, ada juga yang terlihat gugup karena baru pertama kali jauh dari rumah.
    “Sempat deg-degan, tapi enggak apa-apa, biar bisa disiplin, biar bisa lebih baik,” ujar Irga (14), salah satu peserta dari SMP 25 Depok.
    Seperti diketahui, Pemkot Depok melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menggelar program Pembinaan Karakter dan Bela Negara untuk remaja berusia 13 hingga 15 tahun di “barak militer”.
    Kegiatan ini bertujuan membentuk generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki semangat nasionalisme, selaras dengan kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
    Rencananya, kegiatan ini akan berlangsung selama sepuluh hari. 
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Penampakan Tambang Batu yang Dedi Mulyadi Minta Tutup Selamanya

    Penampakan Tambang Batu yang Dedi Mulyadi Minta Tutup Selamanya

    Foto Bisnis

    Rafida Fauzia – detikFinance

    Sabtu, 31 Mei 2025 08:00 WIB

    Jakarta – Tambang batu alam di Gunung Kuda, Cirebon, longsor dan menelan korban jiwa. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memutuskan menutup tambang itu secara permanen.

  • 10
                    
                        Selain Jam Malam, Dedi Mulyadi Ubah Waktu dan Hari Belajar Sekolah Jabar
                        Bandung

    10 Selain Jam Malam, Dedi Mulyadi Ubah Waktu dan Hari Belajar Sekolah Jabar Bandung

    Selain Jam Malam, Dedi Mulyadi Ubah Waktu dan Hari Belajar Sekolah Jabar
    Tim Redaksi
    BANDUNG, KOMPAS.com
    – Selain menerapkan aturan
    jam malam
    ,
    Gubernur Jawa Barat
    ,
    Dedi Mulyadi
    , bakal mengubah
    jam belajar
    mengajar sekolah untuk siswa tingkat dasar hingga atas menjadi lebih pagi, yaitu pukul 06.00 WIB, mulai Juni 2025.
    Dedi Mulyadi juga menyeragamkan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah yang akan berlangsung dari Senin hingga Jumat.
    “Saya mengajak kepada bupati dan wali kota (para pelajar) hari belajarnya sampai hari Jumat, Sabtu-Minggu libur,” ujar Dedi Mulyadi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/5/2025).
    “Sekarang SMA sampai hari Jumat, SMP sampai hari Sabtu, harusnya menurut saya di
    Jawa Barat
    diseragamkan, semua proses belajar mengajar sampai hari Jumat,” tuturnya.
    Dedi mengatakan, semasa menjabat sebagai Bupati Purwakarta dua periode, dirinya pernah menerapkan aturan tersebut.
    Dia pun mengeklaim aturan belajar lebih pagi telah berhasil menciptakan situasi kondusif bagi tumbuh kembang para peserta didik.
    “Dulu waktu menjadi Bupati Purwakarta, saya bupati pertama yang membuat hari belajar sampai hari Jumat dan jam pelajarannya mulai pukul 06.00 pagi. Tidak apa-apa mulai pukul 06.00, tetapi belajarnya kan sampai Jumat,” katanya.
    Semua bupati dan wali kota di Jabar diharapkan memperhatikan aturan ini dan menerapkannya secara optimal sehingga tidak ada perbedaan antardaerah.
    “Mudah-mudahan para bupati, wali kota, sama dengan Gubernur Jawa Barat,” ucap Dedi.
    Di samping itu, Dedi bakal mengubah kegiatan layanan publik “Abdi Nagri Nganjang ka Warga” yang berlangsung setiap Rabu selanjutnya akan digeser ke hari Jumat.
    Kemudian, untuk aktivitas layanan publik dimulai setelah shalat Jumat sekitar pukul 14.00-15.00 WIB atau berlangsung hingga sore hari.
    Kemudian, disambung dengan kegiatan hiburan rakyat seperti biasa.
    Dia mengungkapkan, alasan perubahan ini agar orangtua dan para pelajar bisa lebih leluasa mengikuti rangkaian kegiatan Abdi Nagri Nganjang ka Warga.
    “Pada sore hari orang-orang sudah pulang kerja, pulang dari sawah, kemudian dilanjutkan hiburan rakyat, juga tidak mengganggu anak sekolah karena hari Sabtunya libur,” tuturnya.
    Sebelumnya diberitakan, Dedi Mulyadi telah menerbitkan Surat Edaran Gubernur Jabar Nomor 51/PA.03/Disdik pada 23 Mei 2025.
    Dalam surat tersebut, bupati dan wali kota diminta mengoordinasikan pemberlakuan jam malam ini kepada tingkat kecamatan hingga desa.
    Aturan jam malam
    ini melarang siswa untuk berada di luar rumah, kecuali untuk keperluan penting dan darurat, seperti kegiatan sekolah atau lembaga pendidikan, aktivitas keagamaan yang diketahui orangtua, serta kondisi darurat dan bencana.
     
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 6
                    
                        Bikin Dedi Mulyadi Ngamuk, Ini Alasan Suporter Persikas Bentangkan Spanduk 
                        Bandung

    6 Bikin Dedi Mulyadi Ngamuk, Ini Alasan Suporter Persikas Bentangkan Spanduk Bandung

    Bikin Dedi Mulyadi Ngamuk, Ini Alasan Suporter Persikas Bentangkan Spanduk
    Editor
    KOMPAS.com –
    Sejumlah pendukung klub sepakbola asal Subang, Jawa Barat,
    Persikas
    mendatangi kediaman Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
    Mereka menyampaikan permintaan maaf sekaligus menyampaikan alasan membentangkan spanduk saat acara “Nganjang Ka Rakyat” yang digelar di Desa Sukamandijaya, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Jabar, Rabu (28/5/2025) malam.
    Adapun tindakan para pendukung Persikas tersebut sempat membuat Dedi Mulyadi naik pitam.
    Salah satu pendukung Persikas yang mendatangi Dedi mengatakan, mereka datang karena kecintaan terhadap Persikas dan berharap klub tersebut bisa kembali berjaya di Liga 2.
    Para pendukung sepakbola berharap agar Persikas tidak dijual ke pihak di luar Subang.
    “Pak, kita bersatu dengan suporter dan manajemen mengenai sepakbola Persikas. Harapan besar, sebagian warga Subang menanti Persikas kembali ke Liga 2 dan kita adalah hiburan sepakbola untuk tanah kita sendiri, Pak,” ucap perwakilan suporter lewat video yang diunggah di akun Instagram milik Dedi pada Jumat (30/5/2025).
    Ia juga menyampaikan bahwa mereka kesulitan menyampaikan aspirasi langsung ke pemerintah daerah, sehingga memilih momen tersebut untuk bertemu langsung dengan Dedi Mulyadi.
    “Saking cintanya, Pak, sampai-sampai harus ketemu hal yang salah dulu gitu. Padahal kita susah juga tembus ke Bapak,” tambahnya.
    Namun Dedi menegaskan kembali bahwa aksi mereka salah alamat, karena seharusnya aspirasi disampaikan kepada Bupati.
    “Jadi kamu mau demo gubernur apa bupati?” tanya Dedi.
    “Bupati, Pak,” jawab suporter.
    “Kenapa kalian demo bupati ngomong di depan saya?” balas Dedi.
    Dedi pun menjelaskan alasan kemungkinan akuisisi klub oleh daerah lain, yakni karena keterbatasan anggaran dan minimnya pengusaha lokal yang bersedia mengurus klub bola.
    Dedi juga menegaskan bahwa urusan klub Persikas bukan berada di ranah Gubernur, melainkan tanggung jawab Bupati Subang.
    “Urusan Persikas mah urusan bupati, bukan gubernur,” ujar Dedi.
    Dedi menagtakan bahwa bupati tidak diperbolehkan menggunakan uang negara untuk membantu klub profesional seperti Persikas.
    “Bupati gak boleh membantu klub profesional dengan menggunakan uang negara. Gak boleh,” tegasnya.
    “Sekarang pertanyaannya, di Subang ada gak orang yang mau keluarkan uang puluhan miliar untuk urus bola?” tanya Dedi.
    Saat suporter meminta agar Dedi sendiri turun tangan, ia menolak sambil bercanda:
    “Oh, gak mau saya. Jangankan urus bola, urus istri aja belum bisa,” ucapnya.
    Akhirnya, perwakilan suporter menyampaikan permintaan maaf atas kericuhan yang terjadi dan berharap warga serta panitia acara bisa memaklumi maksud aksi mereka.
    “Untuk warga, maafkan semuanya. Kami dari aliansi suporter Persikas meminta maaf ke panitia dan warga setempat,” tutup mereka.
    Sebelumnya diberitakan, sekelompok pendukung Persikas tiba-tiba membentangkan spanduk penolakan terhadap rencana penjualan klub kebanggaan warga Subang itu.
    Aksi mereka pun disertai dengan teriakan-teriakan yang membuat suasana menjadi gaduh.
    Dedi Mulyadi yang sedang berada di atas panggung tampak geram dan berdiri sambil menunjuk ke arah massa.
    “Hei, ini forum saya, bukan forum Persikas. Ini forum saya dengan rakyat, bukan dengan Persikas. Anak muda enggak punya otak kamu!” bentak Dedi dengan nada tinggi, seperti dikutip dari
    Tribunjabar.id
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 4
                    
                        Terisolasi 3 Bulan, Warga Enggano Nekat Seberangi Samudera Hindia Pakai Kapal Kecil
                        Regional

    4 Terisolasi 3 Bulan, Warga Enggano Nekat Seberangi Samudera Hindia Pakai Kapal Kecil Regional

    Terisolasi 3 Bulan, Warga Enggano Nekat Seberangi Samudera Hindia Pakai Kapal Kecil
    Tim Redaksi

    BENGKULU, KOMPAS.com
    – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Wilayah Bengkulu menyesalkan minimnya respons Pemerintah Provinsi Bengkulu terhadap kondisi 4.000 lebih masyarakat adat Enggano yang telah terisolasi selama lebih dari tiga bulan akibat tidak adanya layanan transportasi laut.
    Ketua AMAN Bengkulu, Fahmi Arisandi, menyoroti bahwa saat kunjungan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka ke Bengkulu pada Selasa (27/5/2025), pemerintah daerah hanya menyampaikan persoalan pendangkalan alur Pelabuhan Pulau Baai.
    “Para pebisnis, benar terganggu dengan dangkalnya alur ini. Namun jangan lupa ada ribuan orang juga yang kini masih terkurung di pulau. Dan ini yang harusnya jadi perhatian serius pemerintah. Bukan cuma soal alur dan alur saja,” kata Fahmi dalam rilis tertulis yang diterima
    Kompas.com
    , Jumat (30/5/2025).
    Fahmi mencontohkan insiden lima orang warga yang nekat menyeberang dari Bengkulu ke
    Pulau Enggano
    dan terombang-ambing hingga ke Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, sebelum akhirnya ditemukan selamat pada Senin (25/5/2025).
    Menurut Fahmi, karena tidak adanya kapal penumpang, sebagian warga kini terpaksa mempertaruhkan nyawa dengan menggunakan kapal-kapal kecil untuk melintasi Samudera Hindia.
    “Mereka harus bertaruh nyawa. Ini menyedihkan. Secara nyata, ini menampilkan ketidakmampuan pemerintah Bengkulu untuk menyiasati cara lain menyelamatkan orang-orang di Pulau Enggano. Cuma sibuk menunggu alur dikeruk,” ujarnya.
    Ketua Pengurus Harian Daerah AMAN Enggano, Mulyadi Kauno, menyatakan kekecewaannya terhadap lambannya respons pemerintah dalam mengatasi isolasi wilayah tersebut. Ia menyebut pengerukan alur pelabuhan memang penting, tetapi mestinya ada solusi cepat untuk menyambungkan kembali akses transportasi warga.
    “Kami butuh kapal yang layak dan mampu untuk menyeberang samudera itu saja. Masa pemerintah Bengkulu tak punya sensitifitas soal ini,” ucapnya.
    Mulyadi menyebut, pihaknya sempat melarang warga menggunakan kapal kecil karena berisiko tinggi, namun kebutuhan ekonomi memaksa banyak orang tetap nekat melaut.
    “Jangan abaikan kami. Pendangkalan alur sudah dari dulu terjadi terus. Tapi ini sudah terlalu lama kami terkurung,” katanya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 8
                    
                        Datangi Rumah Dedi Mulyadi, Aliansi Suporter Persikas Subang Minta Maaf
                        Bandung

    8 Datangi Rumah Dedi Mulyadi, Aliansi Suporter Persikas Subang Minta Maaf Bandung

    Datangi Rumah Dedi Mulyadi, Aliansi Suporter Persikas Subang Minta Maaf
    Editor
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Sejumlah perwakilan dari aliansi suporter
    Persikas Subang
    mendatangi kediaman Gubernur Jawa Barat
    Dedi Mulyadi
    di Lembur Pakuan, Subang, pada Jumat (30/5/2025).
    Kedatangan mereka bertujuan untuk meminta maaf atas insiden yang terjadi saat acara Nganjang ka Rakyat di Desa Sukamandijaya, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, pada Rabu (28/5/2025) malam.
    “Saya atas nama Suporter Persikas meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada pak Gubernur Jabar dan juga masyarakat yang sudah terganggu dengan kegaduhan kami,” ungkap Koordinator Lapangan Suporter Persikas, Rizki Maulana, dalam pernyataannya, dikutip dari
    Tribunjabar.id
    .
    Selain meminta maaf, para suporter juga berharap Gubernur Dedi Mulyadi dapat membantu memfasilitasi modal atau mencari investor untuk mendukung pembiayaan Persikas di Liga 2.
    “Kami berharap pak Gubernur bisa mencari investor untuk Persikas,” tambah Rizki.
    Selain itu, mereka juga menginginkan Dedi Mulyadi memfasilitasi pertemuan antara Bupati Subang, Reynaldy Putra, dengan manajemen Persikas untuk mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi klub sepak bola tersebut.

    “Kami ingin sama-sama membangun sepak bola Subang, untuk itu kami ingin Persikas tetap ada di Subang,” tegasnya.
    Menanggapi permohonan tersebut, Dedi menyatakan bahwa ia telah memaafkan insiden yang terjadi dan meminta para suporter untuk menyalurkan aspirasinya ke pihak yang tepat.
    “Salurkan dan sampaikan aspirasi ke orang yang tepat. Soal Persikas, tentunya sampaikan aspirasi ke Manajemen Persikas, bukan ke Gubernur Jabar, karena tak ada hubungannya Pemprov Jabar dengan Persikas,” jelas Dedi.
    Dedi Mulyadi juga memahami rasa cinta para suporter terhadap klub kebanggaan masyarakat Kabupaten Subang dan keinginan mereka agar Persikas tidak pindah atau dijual.
    “Tentunya semua aspirasi para Suporter Persikas kita kembalikan ke Manajemen, dan saya sendiri juga berharap ada jalan terbaik atau solusi terbaik bagi Persikas untuk tetap ada di Subang,” tandasnya.
    Dengan kehadiran para suporter di Lembur Pakuan, Dedi Mulyadi menyatakan bahwa semua masalah atau insiden yang telah terjadi kini telah diselesaikan.
    “Kita sama-sama sudah saling memaafkan dan semoga tidak terulang di kemudian hari,” pungkasnya.
    Sebelumnya, sejumlah suporter Persikas membentangkan spanduk saat acara Nganjang ka Rakyat dan berteriak serta bernyanyi. 
    Dedi marah atas perilaku suporter tersebut yang berujung pada diamankannya para suporter yang berjumlah 22 orang oleh polisi. 
    Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Datangi Lembur Pakuan, Aliansi Suporter Persikas Minta Maaf ke Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. 
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pesta Otomotif IMX Surabaya 2025 Resmi Dibuka Besok, Banyak yang Seru!

    Pesta Otomotif IMX Surabaya 2025 Resmi Dibuka Besok, Banyak yang Seru!

    Jakarta

    Buat kamu yang penggila otomotif asal Surabaya yang tengah merayakan libur panjang Minggu ini, dan ingin merasakan pesta otomotif, bisa langsung mengunjungi IMX 2025 Surabaya besok! Soalnya besok Road to Indonesia Modification & Lifestyle Expo (IMX) 2025: 8VOLUTION resmi digelar, mulai 31 Mei-1 Juni 2025 di Surabaya Convention Center, Lantai 1 – Pakuwon Mall (PTC).

    Dijelaskan dalam siaran resminya, event ini menjadi bagian penting dari rangkaian menuju puncak IMX 2025, pameran modifikasi otomotif dan gaya hidup terbesar di Asia Tenggara, yang akan dihelat pada 10-12 Oktober 2025 di ICE BSD, Tangerang.

    Mengusung kolaborasi modifikasi kendaraan, budaya lokal, dan gaya hidup urban, IMX 2025 Surabaya dipersiapkan sebagai ajang spektakuler bagi para pegiat industri kreatif, komunitas otomotif, dan pencinta gaya hidup otomotif dari berbagai kalangan.

    “Ini adalah gelaran IMX paling besar yang pernah kita adakan di Kota Surabaya. Kehadiran brand international seperti Liberty Walk dan Meiji menjadi bukti bahwa para modifikator dunia melihat Surabaya sebagai salah satu barometer modifikasi dunia. Ini adalah kesempatan untuk para petrol head di Jawa Timur untuk bisa merasakan atmosfir IMX di Kota Surabaya. Tiket masih dapat dibeli On The Spot,” ungkap Project Director IMX sekaligus pendiri NMAA, Andre Mulyadi.

    Keseruan pameran ini tidak perlu diragukan, karena berbagai program menarik coba disajikan untuk memanjakan pengunjung, diantaranya:

    Surabaya Car Meetup

    Program ini akan menampilkan deretan mobil modifikasi terbaik dari para builder lokal, yang telah dipilih secara khusus oleh tim kurator NMAA.

    Liberty Walk Indonesia Tour 2025

    Program ini akan menampilkan karya Toshi dan Hyuma, modifikator internasional yang akan membawa limited die-cast yang bisa dibeli.

    IMX Surabaya 2025 Foto: dok. IMX Surabaya 2025Toys and Diecast Expo

    IMX mengkurasi para seller die-cast dan toys terbaik dari Indonesia untuk hadir membuka booth-nya di IMX Surabaya. Para pengunjung bisa mendapatkan berbagai produk die-cast dan toys dengan harga terbaik di IMX Surabaya.

    Zona Pop-Up Booth Aftermarket

    Program ini akan menghadirkan berbagai produk otomotif unggulan, mulai dari aksesori, suku cadang modifikasi unggulan dengan harga terbaik. Garasi Drift tawarkan promo Buy 2 Get 1 Accesories, WetShine diskon 20% all product, Yoong Motor berikan diskon hingga Rp 700.000, dan promo-promo lainnya dari booth di IMX Surabaya.

    Sticker Raffle Pack IMX 2025

    Dalam program ini pengunjung bisa membeli paket stiker eksklusif IMX 2025 yang berisi beragam stiker menarik serta kupon undian untuk kesempatan memenangkan hadiah-hadiah spesial, seperti 1 set velg Dakar Zero R17, die- cast Aoshima 1/64 Charasuka Kato Hyuma, dan berbagai hadiah spesial lainnya.

    Roll of Fame

    Program ini menjadi salah satu momen paling dinantikan, di mana deretan mobil keren akan keluar dari area pameran dengan iringan musik dari DJ yang mulai tampil pukul 21.00 pada 1 Juni 2025.

    Selain itu, para pencinta otomotif bisa berjumpa langsung dengan IMX Surabaya Guest Stars, yaitu:

    * Toshi dan Hyuma dari Liberty Walk akan hadir langsung di Surabaya untuk bertemu dan berinteraksi dengan para penggemarnya.

    * Dipo dan Ziko dari Garasi Drift, dua kreator konten ternama di dunia drifting, siap tampil untuk menginspirasi generasi muda pecinta otomotif.

    * Gofar Hilman, pendiri brand Turbo Bastard dan figur yang ditunggu-tunggu komunitas otomotif Surabaya, juga akan turut meramaikan acara.

    * Edward Tanzil, sosok di balik The Mancave yang dikenal lewat konten digital kreatifnya di berbagai platform, akan menyapa langsung para penggemar.

    * Andra Platinum, pendiri Coga Body Kit, turut hadir membawa semangat modifikasi khas karyanya.

    * Reza Ardjil, dengan Shiro EG6-nya yang sukses mengharumkan nama Indonesia lewat inovasi modifikasi di Osaka Auto Messe 2025, juga dipastikan hadir.

    (lth/rgr)

  • Murka Dedi Mulyadi Berujung Diamankannya 22 Suporter Persikas Subang
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        30 Mei 2025

    Murka Dedi Mulyadi Berujung Diamankannya 22 Suporter Persikas Subang Bandung 30 Mei 2025

    Murka Dedi Mulyadi Berujung Diamankannya 22 Suporter Persikas Subang
    Editor
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Gubernur Jawa Barat
    Dedi Mulyadi
    menunjukkan kemarahan saat menghadiri acara Nganjang Ka Rakyat di Desa Sukamandijaya, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Rabu (28/5/2025) malam.
    Insiden tersebut terjadi ketika Dedi sedang memberikan petuah di panggung dan berupaya membantu seorang pemulung dan dua anak kecil.
    Tiba-tiba, dari arah massa yang hadir terdengar kegaduhan.
    Sejumlah orang membentangkan spanduk yang menolak penjualan klub sepak bola
    Persikas Subang
    , disertai teriakan dan nyanyian.
    Hal ini membuat Dedi geram, dan ia segera berdiri dari tempat duduknya, meminta mereka untuk menurunkan spanduk.
    “Hei, siapa kamu? Turunkan spanduknya. Jangan sok jago kamu. Ini bukan forum Persikas. Ini forum saya dengan rakyat, bukan dengan Persikas. Mikir Kamu. Mengaku anak muda, berpendidikan, enggak punya otak,” teriak Dedi.
    Dedi, yang merupakan mantan Bupati Purwakarta, menegaskan bahwa Persikas bukanlah prioritas bagi masyarakat Subang.
    Ia menyatakan bahwa penjualan klub tersebut tidak akan memengaruhi kehidupan sehari-hari warga.
    “Orang Subang bukan butuh Persikas untuk hari ini. Orang Subang butuh jalan yang baik, butuh sekolah yang baik,” kata Dedi.
    Dalam sebuah video yang diunggah di Instagram pada Kamis (29/5/2025), Dedi mengaku marah dengan tindakan kelompok yang berunjuk rasa tersebut.
    Ia menilai mereka tidak memiliki adab.
    Dedi menceritakan bahwa saat itu ia sedang berbincang dengan seorang ibu yang bekerja sebagai pemulung dan memiliki empat anak, yang membuat suasana menjadi emosional.
    “Ini (malah) berteriak yel-yel untuk menyelamatkan Persikas karena klubnya berpindah tempat dibeli oleh pihak lain,” kata Dedi.
    Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut menunjukkan hilangnya rasa empati terhadap penderitaan warga.
    Dedi berharap peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak.
    Ia juga menyatakan bahwa kemarahannya mungkin akan diframing sebagai sikap emosional seorang pemimpin. “Bagi saya itu tidak penting, dipersilakan saja. Tapi mendidik rakyat bagi saya jauh lebih penting dari sekadar memikirkan popularitas dan elektabilitas,” tuturnya.
    Kapolres Subang, AKBP Ariek Indra Sentanu, melalui Kasatreskrim AKP Bagus Panuntun, menjelaskan bahwa para suporter tersebut dibawa ke Polsek Ciasem untuk pemeriksaan awal.
    “Sebagian dari mereka langsung dipulangkan malam itu juga. Namun, ada beberapa yang dipanggil kembali keesokan harinya karena pemeriksaan belum selesai dan sebagian orang tua sulit dihubungi,” ujar Bagus.
    Bagus menambahkan bahwa demi menjaga kenyamanan dan kelancaran proses pemeriksaan, Tim Jatanras Polres Subang menjemput para suporter untuk dibawa ke Mapolres Subang guna melanjutkan pendataan.
    “Setelah proses pendataan selesai, seluruh suporter tersebut kini telah dikembalikan kepada orang tua masing-masing dan sudah diperbolehkan pulang,” kata Bagus.

    Sementara itu, Manajer Persikas, Oom Abdurohman, belum memberikan keterangan terkait rumor penjualan klub tersebut.
    “Nanti hari Jumat besok yah kita berikan kabar soal Persikas, biar semuanya valid terkait kabar Persikas dijual atau tidak,” ucapnya melalui pesan WhatsApp.
    Di sisi lain, Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, juga menyesalkan aksi suporter Persikas.
    Ia menjelaskan bahwa belum ada keputusan mengenai penjualan klub tersebut dan mengaku telah berupaya agar Persikas tidak dijual.
    “Saya sudah dengar akan isu tersebut, namun sebelum isu tersebut atau Persikas benar-benar dijual, segala upaya, saya sebagai Bupati Subang, sudah berusaha untuk menyelamatkan Persikas,” jelasnya, dikutip dari Tribunjabar.id.
    Reynaldy menambahkan bahwa ia telah mencarikan sponsor bagi Persikas, namun hingga saat ini belum ada pihak yang berminat.
    “Persikas itu statusnya perusahaan, bukan milik Pemkab Subang lagi, jadi tak bisa Pemkab Subang membiayai Persikas menggunakan APBD,” pungkasnya.
    (Penulis: Kontributor Karawang, Farida Farhan; Tribunjabar.id)
    Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Bupati Subang Respons Aksi Suporter Persikas yang Bikin Dedi Mulyadi Marah, Bukan Membela.

    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 4
                    
                        Ngamuk ke Suporter Persikas, Dedi Mulyadi: Kemarahan Saya Akan Diframing, Silakan Saja…
                        Bandung

    4 Ngamuk ke Suporter Persikas, Dedi Mulyadi: Kemarahan Saya Akan Diframing, Silakan Saja… Bandung

    Ngamuk ke Suporter Persikas, Dedi Mulyadi: Kemarahan Saya Akan Diframing, Silakan Saja…
    Editor
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Gubernur Jawa Barat
    Dedi Mulyadi
    mengungkapkan kemarahannya terhadap sejumlah pendukung
    Persikas Subang
    yang dianggap mengganggu acara
    Nganjang Ka Rakyat
    di Desa Sukamandijaya, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, pada Rabu (28/5/2025) malam.
    Dedi yakin bahwa kemarahannya akan di-
    framing
    oleh pihak-pihak tertentu.
    Adapun Persikas adalah klub sepak bola asal Subang yang akan berlaga di Liga 2 Indonesia di musim depan. 
    “Tentunya kemarahan saya akan di-
    framing
    menjadi pemimpin yang emosional dan dibawa ke mana-mana. Bagi saya itu tidak penting, dipersilakan saja, tapi mendidik rakyat bagi saya jauh lebih penting dari sekadar memikirkan popularitas dan elektabilitas,” ungkap Dedi melalui video yang diunggah di akun Instagram @dedimulyadi71 pada Kamis (29/5/2025).
    Dedi mengaku merasa marah karena kelompok pendukung yang berunjuk rasa tersebut dinilai tidak memiliki adab.
    Ia menjelaskan, saat sekelompok orang itu tiba-tiba berteriak dan bernyanyi, ia sedang berdialog dengan seorang ibu pemulung yang memiliki empat anak.
    Dialog tersebut membuat suasana menjadi sedih.
    “Ini (malah berteriak yel untuk menyelamatkan Persikas karena klubnya berpindah tempat dibeli oleh pihak lain),” kata Dedi.

    Dedi menilai sikap para pendukung tersebut tidak beradab dan menempatkan masalah di tempat yang salah.
    “Dan yang paling penting adalah bahwa hilangnya rasa, hilangnya hati dan hilangnya cinta pada orang yang terlalu mengedepankan ego untuk membela klubnya, tetapi mengabaikan fakta derita yang dihadapi oleh warga di hadapan matanya,” lanjutnya.
    Ia berharap peristiwa tersebut menjadi pembelajaran bagi semua pihak.
    Dalam acara tersebut, sejumlah orang yang mengaku sebagai pendukung Persikas Subang membentangkan spanduk dan bernyanyi, yang membuat Dedi geram.
    Dedi kemudian berdiri dan berteriak.
    “Hei, siapa kamu? Turunkan spanduknya. Jangan sok jago kamu. Ini bukan forum Persikas. Ini forum saya dengan rakyat, bukan dengan Persikas. Mikir Kamu. Mengaku anak muda, berpendidikan, enggak punya otak,” teriak Dedi.
    Mantan Bupati Purwakarta itu juga meminta agar anak muda yang membentangkan spanduk tersebut dicari dan spanduknya segera diambil.
    Polisi kemudian mengamankan sekelompok orang tersebut untuk dimintai keterangan sebelum dipulangkan.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.