Tag: Mulyadi

  • Wali Kota Bandung Dukung Brand Hijab Lokal Go Internasional

    Wali Kota Bandung Dukung Brand Hijab Lokal Go Internasional

    Bandung: Wali Kota Bandung M Farhan mendukung perkembangan industri busana hijab lokal yang kini sudah mulai merambah hingga mancanegara. Menurut Farhan, Kota Bandung telah menjadi salah satu tolak ukur perkembangan dunia fashion Indonesia, tak terkecuali busana muslim.

    “Brand lokal di Bandung dulu kan hanya ada Syafira ya yang paling terkenal terus Rabbani, muncul-muncul yang lain nah sekarang ada beberapa brand nih contohnya Ethica sama Albis Group,” kata Farhan di Bandung, Senin, 29 September 2025.
     
    Farhan menambahkan, merebaknya brand fashion asal Bandung turut memberikan dampak positif bagi masyarakat.

    “Dalam dunia fashion disebutnya modest fashion, artinya sebetulnya ini adalah bentuk bahwa Kota Bandung ini salah satu epicentrum untuk perkembangan modest fashion yaitu fashion untuk muslimah,” lanjut Farhan.

    Saat ini, Kota Bandung menjadi tuan rumah ajang kompetisi Putri Hijabfluencer Indonesia yang berkerjasama dengan UMKM berbagai brand lokal. Farhan pun akan mengajukan kerjasama serta kolaborasi antara para influencer hijab bersama pemerintah Kota Bandung. 
     

    “Ini yang kedua Bandung jadi tuan rumah, makanya tadi saya mengajukan kesepakatan dengan pemiliknya untuk sampai 5 tahun ke depan untuk acara puncaknya selalu dilaksanakan di Kota Bandung. Tapi bentuk kerjasamanya nanti harus berupa kerjasama IP atau Intellectual Property Rights, nah HAKI-nya kan ada di pemilik hijab influencers nah kita kerjasama sehingga selama lima tahun ke depan identik dengan Kota Bandung,” terang Farhan.

    Sementara itu, Owner Albis Group Indri Rindani mengatakan, Putri Hijabfluencer Indonesia telah digelar sebanyak enam kali dan dilaksanakan di sejumlah kota di Indonesia. Kegiatan itu merupakan salah satu ajang memperkenalkan fashion hijab yang diciptakan brand-brand lokal kepada masyarakat Indonesia bahkan luar negeri.

    Dengan adanya kerjasama bersama Pemerintah Kota Bandung, kegiatan ini akan tetap memamerkan karya-karya UMKM lokal yang tak kalah berkualitas dengan produk luar negeri. Dia mencontohkan salah satu daerah di Bandung yang khas dengan pembuatan sepatu, bisa dikolaborasikan dengan kegiatan tersebut.

    “Yang utamanya akan bekerja sama dengan teman-teman UMKM lokal brand terkhusus Kota Bandung, karena apa yang tadi di show-kan di acara grand final ini, banyak hal-hal yang belum menjadi lokal brand-nya Indonesia. Di bandung kita berbicara Cibaduyut dengan trend sepatunya, mungkin ini ke depan teman teman putri Hijabfluencer dari hal-hal head-to-toe itu harus menjadi lokal brand terutama didorong lokal brand UMKM-nya Kota Bandung,” ucap Indri.

    Dalam kesempatan yang sama, Owner Ethica, Asep Mulyadi mengatakan, para pelaku industri hijab di Bandung juga berambisi bisa bersaing dengan produk luar negeri. Dengan perkembangan saat ini, Asep optimis kalau produk lokal tak kalah berkualitas.

    “Bahwa produk Indonesia memiliki kualitas yang tidak bisa diragukan, punya potensi besar apalagi bicara penduduk muslim itu paling besar, dan ketika ada produk, karena produk muslim Indonesia kreatif nya luar biasa, kalau liat produk muslim luar biasanya linier, kalau Indonesia macam-macam, kerumitannya macam-macam, tingkat kerumitan itu lah yang membuat kita bisa bersaing,” beber Asep.

    Bandung: Wali Kota Bandung M Farhan mendukung perkembangan industri busana hijab lokal yang kini sudah mulai merambah hingga mancanegara. Menurut Farhan, Kota Bandung telah menjadi salah satu tolak ukur perkembangan dunia fashion Indonesia, tak terkecuali busana muslim.
     
    “Brand lokal di Bandung dulu kan hanya ada Syafira ya yang paling terkenal terus Rabbani, muncul-muncul yang lain nah sekarang ada beberapa brand nih contohnya Ethica sama Albis Group,” kata Farhan di Bandung, Senin, 29 September 2025.
     
    Farhan menambahkan, merebaknya brand fashion asal Bandung turut memberikan dampak positif bagi masyarakat.
     
    “Dalam dunia fashion disebutnya modest fashion, artinya sebetulnya ini adalah bentuk bahwa Kota Bandung ini salah satu epicentrum untuk perkembangan modest fashion yaitu fashion untuk muslimah,” lanjut Farhan.

    Saat ini, Kota Bandung menjadi tuan rumah ajang kompetisi Putri Hijabfluencer Indonesia yang berkerjasama dengan UMKM berbagai brand lokal. Farhan pun akan mengajukan kerjasama serta kolaborasi antara para influencer hijab bersama pemerintah Kota Bandung. 
     

     
    “Ini yang kedua Bandung jadi tuan rumah, makanya tadi saya mengajukan kesepakatan dengan pemiliknya untuk sampai 5 tahun ke depan untuk acara puncaknya selalu dilaksanakan di Kota Bandung. Tapi bentuk kerjasamanya nanti harus berupa kerjasama IP atau Intellectual Property Rights, nah HAKI-nya kan ada di pemilik hijab influencers nah kita kerjasama sehingga selama lima tahun ke depan identik dengan Kota Bandung,” terang Farhan.
     
    Sementara itu, Owner Albis Group Indri Rindani mengatakan, Putri Hijabfluencer Indonesia telah digelar sebanyak enam kali dan dilaksanakan di sejumlah kota di Indonesia. Kegiatan itu merupakan salah satu ajang memperkenalkan fashion hijab yang diciptakan brand-brand lokal kepada masyarakat Indonesia bahkan luar negeri.
     
    Dengan adanya kerjasama bersama Pemerintah Kota Bandung, kegiatan ini akan tetap memamerkan karya-karya UMKM lokal yang tak kalah berkualitas dengan produk luar negeri. Dia mencontohkan salah satu daerah di Bandung yang khas dengan pembuatan sepatu, bisa dikolaborasikan dengan kegiatan tersebut.
     
    “Yang utamanya akan bekerja sama dengan teman-teman UMKM lokal brand terkhusus Kota Bandung, karena apa yang tadi di show-kan di acara grand final ini, banyak hal-hal yang belum menjadi lokal brand-nya Indonesia. Di bandung kita berbicara Cibaduyut dengan trend sepatunya, mungkin ini ke depan teman teman putri Hijabfluencer dari hal-hal head-to-toe itu harus menjadi lokal brand terutama didorong lokal brand UMKM-nya Kota Bandung,” ucap Indri.
     
    Dalam kesempatan yang sama, Owner Ethica, Asep Mulyadi mengatakan, para pelaku industri hijab di Bandung juga berambisi bisa bersaing dengan produk luar negeri. Dengan perkembangan saat ini, Asep optimis kalau produk lokal tak kalah berkualitas.
     
    “Bahwa produk Indonesia memiliki kualitas yang tidak bisa diragukan, punya potensi besar apalagi bicara penduduk muslim itu paling besar, dan ketika ada produk, karena produk muslim Indonesia kreatif nya luar biasa, kalau liat produk muslim luar biasanya linier, kalau Indonesia macam-macam, kerumitannya macam-macam, tingkat kerumitan itu lah yang membuat kita bisa bersaing,” beber Asep.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News


    Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id

    (PRI)

  • Guru dan Wali Murid di Bandung Desak Dedi Mulyadi Alihkan Uang MBG untuk Orang Tua

    Guru dan Wali Murid di Bandung Desak Dedi Mulyadi Alihkan Uang MBG untuk Orang Tua

    Liputan6.com, Jakarta Guru dan orang tua siswa yang tergabung dalam Forum Orang Tua Siswa (Fortusis) Jawa Barat dan Forum Aksi Guru Indonesia (Fagi) mendesak agar pemerintah melakukan evaluasi makan bergizi gratis (MBG) secara menyeluruh. Hal itu menyusul maraknya kasus keracunan akibat makanan tersebut.

    Ketua Fortusis Jawa Barat Dwi Soebanto mengatakan, sejumlah kasus keracunan terjadi di Kabupaten Bandung Barat, Bogor, Cianjur, Garut, Sumedang, Tasikmalaya, Sukabumi, hingga Kota Bandung, Cimahi dan Cirebon. Menurutnya, penyelenggaraan MBG saat ini menghadapi masalah serius.

    “Kami sebagai orang tua sangat khawatir dengan keselamatan anak-anak di sekolah. Menyimak maraknya keracunan MBG di Jawa Barat, kami mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut penyebabnya secara tuntas,” kata Dwi Soebanto di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Senin (29/09/2025).

    Dia mengatakan, Gubernur Jawa Barat seharusnya menghentikan sementara program MBG demi keselamatan para siswa. Menurutnya, untuk sementara ini alokasi dana MBG sebaiknya diberikan langsung kepada orang tua dengan pengawasan pihak sekolah.

    “Memohon kepada Gubernur Jawa Barat agar menghentikan sementara MBG dan untuk sementara mengalihkan uang MBG kepada orang tua siswa dengan pengawasan pihak sekolah,” ucap Dwi.

    Fortusis juga mengecam mengenai adanya kebijakan yang mewajibkan guru mencicipi makanan MBG sebelum diberikan kepada siswa. Kebijakan itu dinilai membahayakan dan di luar kewenangan guru.

    “Protes keras terhadap pejabat yang menginstruksikan kepada guru untuk mencicipi MBG oleh guru terlebih dahulu sebelum dimakan oleh siswa sehingga terjadi keracunan seorang guru SD di Kabupaten Cianjur. Guru tidak punya kewenangan bertindak sebagai test food,” kata dia.

    Dia berharap, program MBG lebih tetap sasaran seperti diberikan kepada siswa dari keluarga yang kurang mampu. Dengan begitu, anggaran tersebut bisa tetap melindungi hak anak dari keluarga miskin serta tidak membebani pemerintah.

    “Merekomendasikan MBG hanya di berikan kepada siswa dari kalangan keluarga tidak mampu karena siswa dari kalangan mampu sudah cukup pemberian gizi dari keluarga mereka, sehingga tidak terlalu membebankan anggaran kepada pemerintah dan tidak menggangu/mengambil dari alokasi anggaran pendidikan,” ujar Dwi.

    Dia menambahkan, Fortusis juga mendorong agar ke depan pengelolaan MBG bisa melibatkan kantin sekolah atau warung nasi di sekitar sekolah. Menurut mereka, langkah ini bisa sekaligus membantu perekonomian masyarakat kecil.

    “Merekomendasikan ke depan MBG dikelola oleh kantin sekolah atau warung nasi sekitar sekolah sehingga dapat membantu usaha mereka sebagai masyarakat kecil,” ucap dia.

  • Tutup Tambang Parung Panjang, Dedi Mulyadi: 195 Nyawa Melayang, ke Mana Anda Saat Banyak Anak Kehilangan Bapak?
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        29 September 2025

    Tutup Tambang Parung Panjang, Dedi Mulyadi: 195 Nyawa Melayang, ke Mana Anda Saat Banyak Anak Kehilangan Bapak? Bandung 29 September 2025

    Tutup Tambang Parung Panjang, Dedi Mulyadi: 195 Nyawa Melayang, ke Mana Anda Saat Banyak Anak Kehilangan Bapak?
    Tim Redaksi
    BANDUNG, KOMPAS.com
    – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan keputusan pahit menutup sementara tambang Parung Panjang.
    Keputusan yang menuai pro dan kontra ini disebut Dedi Mulyadi diambil bukan tanpa alasan, melainkan demi menyelamatkan ribuan warga dari ancaman maut di jalanan.
    “Saya paham para penambang kehilangan pendapatan, para pengusaha angkutan kehilangan pemasukan, sopir-sopir truk kehilangan pekerjaan. Namun, Anda juga harus paham, dari 2019 sampai 2024, ada 195 orang meninggal di jalan karena terlindas, tersenggol, atau bertabrakan dengan truk. Ada 140 luka berat. Pertanyaannya, ke mana Anda semua ketika banyak anak kehilangan bapaknya?” tegas Dedi dalam keterangan video kepada Kompas.com, Senin (29/9/2025).
    Pernyataan Dedi ini untuk merespons protes sekelompok orang yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat yang menolak kebijakan Gubernur terkait penutupan sementara tambang di Kecamatan Parung Panjang, Cigudeg, dan Rumpin.
    Mereka menilai penutupan sementara tambang ini mematikan mata pencaharian para sopir, karyawan perusahaan, dan UMKM.
    Masih dalam unggahan video tersebut, Dedi menjelaskan bagaimana derita masyarakat akibat tambang dan lalu lintas truk tambang yang setiap hari melintas.
    “Ada tangis pilu saat mereka jatuh di jalanan terlindas truk-truk besar. Berapa derita masyarakat? Berapa angka depresi yang lahir dari jalanan yang setiap hari bergumul dengan maut dan debu? Berapa hancurnya ekosistem di sekitar Parung Panjang?” ujarnya.
    Lebih lanjut, Dedi mengaku kecewa karena seolah banyak pihak hanya memikirkan kepentingan penambang tanpa peduli kerugian negara dan rakyat.
    “Saat jalan baru dibangun Pemprov, baru beberapa hari langsung dilindas. Berapa puluh miliar kerugian kami jika itu dibiarkan? Siapa yang menikmati? Hanya penambang. Siapa yang rugi? Rakyat dan negara,” tegasnya.
    Meski begitu, Dedi menekankan dirinya tidak anti-terhadap penambangan.
    Hanya saja, ia ingin pembangunan berkeadilan yang tidak merugikan masyarakat luas.
    “Mohon maaf bila kebijakan saya mengecewakan. Tetapi, sebagai gubernur, saya harus mengambil keputusan pahit demi kehidupan yang lebih baik,” jelasnya.
    Ia pun mengajak semua pihak duduk bersama untuk merumuskan solusi.
    “Bayangkan, andai truk lewat depan rumah Anda setiap hari. Apakah Anda rela? Indonesia, Jawa Barat, bukan milik kita, tetapi milik generasi yang akan datang,” tuturnya.
     
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pelatihan AI pada 5.100 Pelajar di Jawa Barat Jembatani Kesenjangan Talenta Digital – Page 3

    Pelatihan AI pada 5.100 Pelajar di Jawa Barat Jembatani Kesenjangan Talenta Digital – Page 3

    Ketua Pengurus Prestasi Junior Indonesia, Pribadi Setiyanto, menyoroti antusiasme generasi muda Indonesia.

    “AI Hackathon memperlihatkan ketika siswa diberi ruang untuk bereksimen, mereka mampu menghasilkan ide-ide segar dan inovatif. Bersama AWS, kami bangga dapat memfasilitasi mereka untuk menjadikan aspirasi teknologi sebagai karya yang bermanfaat,” tuturnya.

    Selain perayaan inovasi siswa, AI Hackathon juga menandai penganugerahan penghargaan Teacher Ambassadors kepada para guru terbaik sebagai duta AI di sekolah masing-masing.

    Para duta ini akan berperan penting dalam memperluas literasi AI kepada lebih banyak siswa, memastikan dampak program meluas dan berkelanjutan. PJI tetap berkomitmen mendukung mereka melalui pemantauan rutin serta penyediaan sumber daya.

    Dukungan penuh terhadap inisiatif ini juga datang dari pemerintah daerah. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

    “Program PJI bersama AWS sejalan dengan visi Jawa Barat Istimewa yang menekankan pentingnya inovasi, daya saing, dan pembangunan sumber daya manusia,” katanya.

    Dedi menambahkan, kehadiran generasi muda yang mampu melahirkan solusi berbasis teknologi menjadi bukti nyata pendidikan digital merupakan investasi strategis untuk mewujudkan masa depan Jawa Barat yang maju dan sejahtera.

     

  • 3 Hari Lagi Berakhir, Pemutihan Pajak Kendaraan Tanpa Harus Bayar Denda-Tunggakan

    3 Hari Lagi Berakhir, Pemutihan Pajak Kendaraan Tanpa Harus Bayar Denda-Tunggakan

    Jakarta

    Pemutihan pajak kendaraan tanpa harus membayar denda dan tunggakan berakhir tiga hari lagi. Jangan sampai kamu kelewatan ikut pemutihan ini.

    Pemutihan pajak kendaraan di Jawa Barat segera berakhir. Bila tak ada perpanjangan lagi, pemutihan pajak kendaraan di Jabar itu berakhir pada 30 September 2025 atau tiga hari lagi dari sekarang. Pada pemutihan pajak kali ini, mereka yang menunggak tak perlu membayar denda dan tunggakan. Sebab, semua denda dan tunggakan dihapus.

    Mulanya, program pemutihan ini merupakan hadiah Lebaran untuk warga Jawa Barat. Pemutihan pajak kendaraan bermotor tahun ini akan menghapuskan semua denda dan tunggakan pokok pajak hanya dengan membayar pajak kendaraan tahun berjalan.

    Program pemutihan pajak kendaraan di Jawa Barat ini berlaku untuk pembayaran online & offline di seluruh Jawa Barat (wilayah hukum Polda Jabar dan Polda Metro Jaya).

    Pemutihan pajak kendaraan bermotor tahun ini akan menghapuskan semua denda dan tunggakan pokok pajak hanya dengan membayar pajak kendaraan tahun berjalan. Program pemutihan pajak kendaraan di Jawa Barat ini berlaku untuk pembayaran online & offline di seluruh Jawa Barat (wilayah hukum Polda Jabar dan Polda Metro Jaya).

    “Jangan sia-siakan kesempatan ini, karena pengampunan pajak ini hanya dilakukan sekali saja. Setelah itu masih nunggak juga, ingat loh motor Anda nggak akan bisa lewat jalan kabupaten, nggak akan bisa lewat jalan provinsi, ayo mau lewat jalan yang mana? Mau lewat jalan langit karena belum disertifikatkan? Nggak akan bisa. Bayar pajaknya, kami sudah memaafkan, mengampuni,” ungkap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi beberapa waktu lalu.

    Selain itu, dalam program ini Bapenda Jabar membebaskan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) II. Kebijakan ini nantinya memudahkan pengurusan pajak dan administrasi kendaraan di masa depan. Kepala Bapenda Jabar Asep Supriatna program pemutihan ini merupakan kebijakan pemerintah untuk meringankan beban masyarakat di tengah kondisi perekonomian yang sulit. Buat kamu yang mau ikutan, jangan menunggu di hari terakhir untuk menghindari antrean panjang.

    “Jangan sampai menunggu di hari terakhir, karena biasanya antrean panjang. Pemutihan ini memberikan penghapusan denda pajak, diskon pokok tunggakan, dan pembebasan. Jam operasional di Samsat hari Sabtu dan Minggu juga buka,” bilang Asep.

    Setelah program ini berakhir, Bapenda Jabar bersama Jasa Raharja dan Polda Jabar yang tergabung dalam tim Pembina Samsat akan melakukan evaluasi secara menyeluruh, mulai dari aspek layanan hingga realisasi target.

    “Tentu kami akan mengevaluasi secara menyeluruh, salah satunya mencakup bagaimana strategi agar kepatuhan membayar pajak bisa terus menguat. Apakah pendekatannya mulai tegas, atau bagaimana teknisnya, nanti akan kami bahas,” terang Asep.

    (dry/din)

  • Dedi Mulyadi Ingin Bandung Jadi Kota Terbersih di Indonesia

    Dedi Mulyadi Ingin Bandung Jadi Kota Terbersih di Indonesia

    Menurut KDM, penataan drainase, jalan, dan PJU akan mendukung citra Kota Bandung sebagai kota yang bersih, nyaman, dan ramah wisatawan.

    “Bandung nanti tumbuh menjadi kota terbersih (di Indonesia). Kota dengan hamparan taman indah serta bangunan heritage yang tertata,” ucapnya.

    Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan komitmen Pemkot Bandung untuk menindaklanjuti arahan Gubernur Jabar.

    Ia menyebut kunci keberhasilan pembangunan Kota Bandung adalah kolaborasi, komunikasi, dan integritas.

    “Kunci keberhasilan program untuk Kota Bandung yaitu kolaborasi dan komunikasi dengan integritas. Karena wajah kita semua di mata masyarakat,” kata Farhan.

    Farhan juga menekankan bahwa Pemkot Bandung siap bersinergi dengan pemerintah provinsi maupun pusat.

    “Pemkot Bandung mendukung penuh program yang digariskan Gubernur Jabar dan Presiden RI. Kita memiliki tanggung jawab moral sebagai lokomotif pembangunan,” tandasnya.

  • 215 Tahun Kota Bandung, Dedi Mulyadi: Drainase Benahi, Jalan Harus Mulus, Kebersihan…
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        25 September 2025

    215 Tahun Kota Bandung, Dedi Mulyadi: Drainase Benahi, Jalan Harus Mulus, Kebersihan… Bandung 25 September 2025

    215 Tahun Kota Bandung, Dedi Mulyadi: Drainase Benahi, Jalan Harus Mulus, Kebersihan…
    Tim Redaksi
    BANDUNG, KOMPAS.com
    – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri rapat paripurna Hari Jadi ke-215 Kota Bandung di Gedung DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi, Kota Bandung, Kamis (25/9/2025).
    Seusai menghadiri rapat, Dedi Mulyadi memberikan sedikit harapannya kepada Pemerintah Kota Bandung untuk menyelesaikan beberapa masalah.
    Pertama, Dedi berharap pada musim hujan ini drainase segera dibersihkan.
    “Jadi, saya fokuskan, seluruh drainase harus segera dibersihkan sehingga tidak terjadi penyumbatan ketika hujan, airnya meluap dan jadi hitam. Itu yang pertama. Kalau sungai milik provinsi atau BBWS, biarkan kami yang melakukan pengelolaan,” ujar Dedi, Kamis siang.
    Kemudian, Dedi meminta Pemkot Bandung untuk melakukan penataan bangunan-bangunan yang berdiri di atas saluran air yang banyak di Kota Bandung.
    “Bangunan-bangunan yang menjadi hambatan bagi air, merusak estetika, segera dibenahi. Pasar-pasar kumuh segera ditata,” ujarnya.
    Dedi Mulyadi juga meminta Pemkot Bandung untuk kembali membuat jalan di Kota Bandung yang rusak akibat galian agar bisa kembali dibuat mulus.
    “Jalan harus dibuat mulus, bergaris, kemudian PJU-nya terang. Ini yang menjadi harapan kita,” akunya.
    Dedi pun memberikan masukan agar Pemerintah Kota Bandung bisa memperbanyak tenaga kebersihan karena dmasih banyak daerah yang minim tenaga kebersihan jalannya.
    “Yang kelimanya adalah memperbanyak jumlah tenaga kebersihan. Karena lokasi antara kota kan relatif besar, maka itu harus diperbanyak sehingga Bandung nanti tumbuh menjadi kota yang paling bersih,” tandasnya.
     
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 364 Siswa Keracunan di Bandung Barat, Bupati Tetapkan KLB, Gubernur Jabar Turun Tangan

    364 Siswa Keracunan di Bandung Barat, Bupati Tetapkan KLB, Gubernur Jabar Turun Tangan

    FAJAR.CO.ID, BANDUNG BARAT — Kasus keracunan massal kembali terjadi di Jawa Barat. Kali ini, ratusan pelajar di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat.

    Ratusan pelajar tersebut menjadi korban setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Data sementara mencatat ada 364 anak terdampak, mulai dari tingkat PAUD hingga SMA atau SMK sederajat.

    Mereka mengeluhkan gejala mulai dari mual, pusing, sesak napas, hingga kejang-kejang.

    Situasi darurat ini membuat Koalisi Kawal MBG mendesak Presiden Prabowo Subianto menghentikan sementara program andalannya itu.

    Pemkab Bandung Barat pun menetapkan insiden tersebut sebagai kejadian luar biasa (KLB).

    “Supaya penanganannya lebih cepat dan juga lebih menyeluruh. Dari data yang saya dapat sampai pagi ini, ada total 364 korban yang terdampak. Sekitar 225 yang sudah dipulangkan,” ungkap Bupati Bandung Barat, Ritchie Ismail, saat menjenguk sejumlah korban, kemarin.

    Bupati yang akrab disapa Jeje itu menegaskan pihaknya akan melakukan investigasi penuh.

    “Dan khusus untuk SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) di Cipongkor ini kami tutup dulu untuk kami lakukan investigasi,” tegasnya.

    Sementara itu, Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat, sejak Januari hingga September 2025, sedikitnya 6.452 siswa di berbagai daerah mengalami keracunan usai menyantap makanan dari program MBG.

    Kasus terbaru ini juga mendapat perhatian serius dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

    “Saya minggu depan mengundang Kepala MBG (BGN) yang membidangi di wilayah Jawa Barat untuk melakukan evaluasi secara paripurna, secara terbuka, agar berbagai problem yang terjadi, keracunan siswa tidak terulang lagi,” kata Dedi.

  • Efisiensi APBD 2026, Dedi Mulyadi Bakal Pangkas Anggaran Listrik, Air, hingga Internet

    Efisiensi APBD 2026, Dedi Mulyadi Bakal Pangkas Anggaran Listrik, Air, hingga Internet

    Dedi memastikan telah meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk menggenjot pengurangan di pos belanja barang dan jasa ini dari Rp 6,9 triliun menjadi Rp 5 triliun. Pengurangan tajam ini akan diambil dari biaya listrik, pemakaian air, dan jamuan di seluruh kantor pemerintahan Pemprov Jabar.

    “Listrik di seluruh dinas kantor Provinsi Jabar hanya dinyalakan pada waktu jam kerja dan pada waktu ada pekerjaan. Kalau ASN-nya tidak kerja di ruangan dan tidak ada kerja, matiin. Matikan AC, matikan air kalau tidak perlu-perlu amat,” kata dia.

    Dedi juga telah menginstruksikan biaya internet dan telepon serta pemakaian air turut dikurangi agar anggaran yang didapatkan dari efisiensi diarahkan untuk pelayanan masyarakat. Bahkan, untuk menyediakan jamuan makanan, pihaknya lebih memilih untuk memasak langsung dengan menggunakan jasa tukang masak agar tidak mengeluarkan anggaran besar.

    “Enggak ada katering. Agar layanan kita pada masyarakat tidak berubah meskipun anggaran kita mengalami penurunan tajam,” kata dia.

     

  • Menanti Langkah Prabowo Evaluasi MBG Usai 6.000 Siswa Keracunan

    Menanti Langkah Prabowo Evaluasi MBG Usai 6.000 Siswa Keracunan

    Bisnis.com, JAKARTA – Program unggulan Presiden Prabowo Subianto, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG), menjadi sorotan masyarakat setelah hampir 6.000 orang siswa di berbagai provinsi mengalami keracunan. 

    Mengacu data dari Badan Gizi Nasional (BGN), tercatat 46 kasus dengan 5.080 penderita per 17 September 2025. Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat ada 60 kasus dengan 5.207 penderita per 16 September 2025.

    Adapun, BPOM melaporkan 55 kasus dengan 5.320 penderita per 10 September 2025. Di sisi lain, Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) melaporkan angka 5.626 kasus keracunan makanan di puluhan kota dan kabupaten di 17 provinsi akibat MBG. 

    Salah satu kasus keracunan massal MBG yang menimpa ratusan siswa di Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi sorotan nasional. Kejadian ini terjadi serentak di Kecamatan Cipongkor dan Cihampelas dalam waktu yang berdekatan.

    Di Cipongkor, keracunan massal terjadi di SMK Karya Perjuangan, Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTS) dan Madrasah Aliyah (MA) Syarif Hidayatullah. Sementara itu, puluhan siswa di SMKN 1 Cihampelas juga mengalami gejala serupa hingga harus dilarikan ke Puskesmas Cihampelas.

    Kasus keracunan massal program MBG di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat saat ini sudah menyentuh angka 631 orang pelajar. Jumlah tersebut terhitung dari dua peristiwa keracunan yang terjadi dari tanggal 22 dan 24 September 2025.

    Kasus terbaru ini terjadi dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kampung Pasirsaji, Desa Negalsari, Cipongkor dengan beberapa korban diantaranya dari siswa SMK Karya Perjuangan. Adapun jumlah sementara dari sekitar pukul 11:30-13:00 WIB berkisar 220 orang pelajar. 

    “Sampai saat ini mungkin sudah sekitar 220 yang datang. Jumlahnya terus bertambah,” kata Kepala Puskesmas Cipongkor, Yuyun Sarihotimah, Rabu (24/9/2025).

    Sementara, pada kasus keracunan awal pada Senin 22 September 2025 jumlahnya, sementara mencapai 411 orang. Para korban ada beberapa diantaranya yang sudah pulang ke rumah dan sebagian masih dalam penanganan di rumah sakit. 

    Dari jumlah tersebut, sebanyak 47 rawat Inap, dan 364 rawat jalan, sedangkan gejala-gejala yang muncul ada sebanyak 288 orang mual, 109 orang muntah, 159 orang pusing, 36 orang diare, 45 orang sakit kepala, 78 orang lemas, 100 orang sesak napas, 52 orang demam, 112 orang sakit perut, dua orang Kejang.

    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berjanji akan mengevaluasi pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG), setelah ratusan siswa di berbagai daerah diduga mengalami keracunan. Dedi Mulyadi mengatakan pihaknya akan bertemu dengan Kepala MBG yang bertanggung jawab di wilayah Jawa Barat untuk melakukan evaluasi.
     
    “Ya kita gini deh, saya minggu depan mengundang kepala MBG yang membidangi di wilayah Jawa Barat untuk melakukan evaluasi secara paripurna, secara terbuka agar berbagai problem yang terjadi, keracunan siswa tidak terulang lagi,” katanya di Bandung, Selasa (23/9/2025). 
     
    Karena itu pihaknya belum dapat memastikan apakah dapur-dapur MBG yang menjalankan program Presiden Prabowo Subianto ini akan dihentikan sementara di Jawa Barat atau terus berlanjut. 
     
    “Ya, kita akan segera mengundang untuk bicara bersama dan kemudian bagaimana orang-orang atau penyelenggara yang kebetulan makanannya menimbulkan keracunan bagi siswa apakah akan meneruskan atau harus dievaluasi, nanti akan saya tanya pada yang menyelenggarakannya,” katanya. 

    Siswa keracunan makanan setelah menyantap MBG menjalani perawatan medis di Posko Penanganan Kantor Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (24/9/2025). ANTARA/Abdan Syakura
    Program MBG Jalan Terus  

    Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamen Sesneg) Juri Ardiantoro menyatakan bahwa program MBG tidak akan dihentikan, meski muncul desakan sejumlah kalangan untuk melakukan evaluasi menyeluruh pascakasus keracunan massal di Bandung Barat, Jawa Barat.

    “Memang beberapa aspirasi dari beberapa kalangan yang minta ada evaluasi total, ada pemberhentian sementara, ada juga sambil jalan kita perbaiki tapi tidak perlu menghentikan secara total,” katanya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (25/9/2025). 

    Menurut Juri, hingga saat ini kebijakan pemerintah adalah melanjutkan program sembari melakukan perbaikan dan evaluasi ketat terhadap rangkaian peristiwa keracunan di program MBG.

    “Masalah-masalah yang terjadi segera akan diatasi, dievaluasi cari jalan keluar,” katanya.

    Ia menambahkan Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan khusus agar pengawasan dan mitigasi risiko diperketat guna menutup ruang terjadinya masalah baru.

    “Dari MBG di sini kan sudah diarahkan oleh Pak Presiden untuk memitigasi masalah yang terjadi, juga untuk menutup ruang masalah-masalah baru yang mungkin akan terjadi, sehingga bisa dengan segera diatasi,” katanya.

    Juri memastikan komunikasi intensif sudah dilakukan dengan para menteri terkait dan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengoordinasikan langkah evaluasi menyeluruh.

    Pemerintah menekankan bahwa keselamatan penerima manfaat tetap menjadi prioritas, sambil menjaga agar program strategis nasional ini terus memberi manfaat bagi anak-anak Indonesia.

    BGN Ungkap Penyebab Insiden Keracunan MBG 

    Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana meninjau langsung Posko Penanganan kasus dugaan keracunan makanan Program Makan Bergizi Gratis di Cipongkor, Bandung Barat, Jawa Barat. Dia meminta SPPG memperbaiki pola memasak.

    Dadan mengungkapkan hasil keterangan awal menunjukkan adanya kesalahan teknis dari SPPG yang memasak terlalu awal, sehingga makanan tersimpan terlalu lama sebelum didistribusikan.

    “Keterangan awal kan menunjukkan bahwa SPPG itu memasak terlalu awal sehingga masakan terlalu lama. Tadi pagi, Selasa (23/9) kita sudah koordinasi dengan seluruh SPPG yang baru yang beroperasional satu bulan terakhir, kemudian kita minta agar mereka mulai masak di atas jam 01.30 agar waktu antara proses memasak dengan pengirimannya tidak lebih dari 4 jam,” katanya.

    Menurut Dadan, pola memasak dan distribusi menjadi kunci utama agar kualitas makanan tetap terjaga. SPPG lama dinilai sudah menemukan ritme kerja, namun, SPPG yang baru kerap khawatir makanan tidak selesai tepat waktu sehingga melakukan produksi terlalu dini.  

    “Oleh sebab itu, salah satu yang saya instruksikan kepada SSPG baru itu ketika memulai, mereka sudah punya daftar penerima manfaat. Katakanlah 3.500 di 20 sekolah, saya meminta agar mereka di awal-awal melayani dua sekolah dulu, kemudian setelah terbiasa baru naik ke empat sekolah, setelah itu naik lagi ke 10 sekolah,” ujar dia.

    “Kemudian setelah bisa menguasai proses termasuk antara masak dan pengirimannya bisa tepat waktu dengan jumlah yang tertentu baru bisa memaksimalkan jumlah penerima manfaat,” imbuhnya.

    Selain itu, Dadan juga menyoroti kasus serupa yang sempat terjadi di Banggai, Sulawesi Tengah. SPPG setempat sebelumnya berjalan baik, tetapi kemudian mengganti pemasok bahan baku secara mendadak sehingga kualitas menurun.

    “Oleh sebab itu, kita instruksikan lagi bagi yang (SPPG) lama agar ketika akan mengganti pemasok harus bertahap. Jadi segala sesuatu tidak boleh berubah secara drastis. Untuk SPPG yang menjalani ini seperti yang di Banggai itu kan mengganti pemasok dalam waktu yang sangat singkat, sehingga kami minta setelah kejadian, berhenti dulu (MBG),” ungkapnya.

    Moratorium MBG 

    Sementara itu, Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) mendesak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto segera menghentikan sementara atau memoratorium MBG secara menyeluruh. Lebih dari 5.000 kasus keracunan makanan yang masih dialami siswa dan guru di berbagai daerah merupakan alarm yang mengindikasikan program ini perlu dievaluasi total.

    Founder dan CEO CISDI Diah Saminarsih mengatakan kasus keracunan akibat MBG ibarat fenomena puncak gunung es. Angka jumlah kasus sebenarnya bisa jadi jauh lebih banyak karena pemerintah sejauh ini belum menyediakan dasbor pelaporan yang bisa diketahui publik.

    “Pangkal persoalan program makan bergizi gratis adalah ambisi pemerintah yang menargetkan 82,9 juta penerima manfaat pada akhir 2025. Demi mencapai target yang sangat masif itu, program MBG dilaksanakan secara terburu-buru sehingga kualitas tata kelola penyediaan makanan hingga distribusinya tidak tertata dengan baik,” kata Diah. 

    Beberapa peristiwa keracunan bahkan ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) karena menimpa ratusan siswa. Kegiatan belajar menjadi lumpuh karena korban mesti dirawat di puskesmas maupun rumah sakit.

    Selain itu, keracunan massal menimbulkan beban biaya tak terduga yang dibebankan pada pemerintah daerah, untuk membayar penanganan keracunan di rumah sakit daerah atau swasta setempat. Hal ini tentu memberatkan para pemerintah daerah. Terlebih, alokasi anggaran transfer ke daerah juga berkurang 24,7% dari Rp864,1 triliun pada APBN 2025 menjadi Rp650 triliun pada RAPBN 2026. 

    Selain kasus keracunan akibat makanan tidak layak atau tidak higienis, menu MBG di banyak sekolah diwarnai produk pangan ultra-proses (ultra-processed food) dan susu berperisa tinggi gula.

    “Masuknya pangan ultra-proses yang tinggi gula, garam, dan lemak dalam jangka panjang dapat memicu berat badan berlebih dan obesitas pada anak dan remaja. Efeknya justru kontraproduktif dengan tujuan awal MBG yaitu memperbaiki status gizi anak Indonesia,” ujar Diah.