Tag: Mulyadi

  • ‘Lebaran’ Modifikasi Mobil Bakal Digelar Mulai 12 Oktober 2025

    ‘Lebaran’ Modifikasi Mobil Bakal Digelar Mulai 12 Oktober 2025

    Jakarta

    Ajang pameran mobil modifikasi terbesar di tanah air, Indonesia Modification & Lifestyle Expo (IMX), bakal digelar kembali pada 10-12 Oktober 2025 di Indonesia Convention & Exhibition (ICE), Hall 9-10, BSD, Tangerang.

    Dalam siaran resmi yang diterima detikOto, Kick Off IMX 2025 berlangsung pada 15 Januari 2025, dihadiri oleh Bambang Soesatyo selaku Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Andre Mulyadi selaku Project Director IMX, Toga Simamora selaku Ketua Tim Kerja Program, Evaluasi, dan Pelaporan, Direktorat IMATAP mewakili Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, dan juga para tokoh di industri aftermarket Indonesia.

    Selanjutnya dikatakan, tahun ke-8 penyelenggaraan IMX kali ini mengusung tema “8VOLUTION”. Tema ini dihadirkan dengan tujuan mencerminkan evolusi industri otomotif Indonesia di mana IMX selalu konsisten menggelar acara ini sejak tahun pertama, dan akan menjadi ajang IMX dengan desain terbaik selama pameran modifikasi dan lifestyle ini digelar.

    “Saya sebagai Ketua Umum IMI menyampaikan apresiasi dan salut kepada Andre Mulyadi yang telah 8 tahun memberikan acara luar biasa untuk Indonesia. Saya mengikuti kegiatan ini sejak 2020, hampir empat tahun dan ini yang kelima… Intinya, saya bangga Andre berhasil menggabungkan pameran, ekonomi kreatif, sport, hobi, industri otomotif, UMKM, dan seterusnya. Jadi sudah sepatutnya Pemerintah melalui Menteri Perindustrian, Menteri UMKM, Menteri Pariwisata, Menteri Ekonomi Kreatif, Menpora mendukung kegiatan ini,” ucap Bambang Soesatyo.

    Bersamaan dengan kick off, maka IMX resmi dibuka untuk partisipasi semua brand otomotif, lifestyle, dan sponsor untuk ikut serta dalam acara modifikasi dan lifestyle expo satu-satunya di Indonesia. Sampai saat ini sudah ada dua sponsor resmi yang mendukung, yaitu Belkote selaku merek cat lokal ternama dan Wetshine dengan produk perawatan eksterior unggulan. Beberapa Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) roda empat pun dipastikan berpartisipasi dalam IMX 2025.

    IMX 2025 Foto: dok. IMX 2025

    Diselenggarakan oleh National Modificator & Aftermarket Association (NMAA), IMX 2025 didukung oleh pemerintah, pabrikan otomotif, dan pelaku industri aftermarket. Project Director IMX, Andre Mulyadi, menegaskan bahwa IMX adalah wujud nyata komitmen untuk mendorong pertumbuhan industri kreatif modifikasi dan aftermarket di Indonesia.

    “IMX 2025 tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga platform edukasi, kolaborasi, dan promosi bagi pelaku industri lokal untuk bersaing di kancah internasional. IMX 2025 didesain menjadi IMX terbaik yang pernah dibuat oleh kami. Platform ini dapat menjadi ajang promosi bagi para pelaku industri lokal agar dapat bersaing di kancah internasional, dan menjadi event terbaik untuk anak-anak muda berkreasi, ” tambah Andre.

    Road to IMX 2025: NMAA Great of Indonesia Bawa Karya Anak Bangsa ke Osaka

    Dalam kesempatan yang sama NMAA menghadirkan produk-produk unggulan Indonesia di pameran otomotif bergengsi Osaka Auto Messe 2025. Acara ini berlangsung di Intex Osaka, Jepang, pada 7-9 Februari 2025.

    Bambang Soesatyo selaku Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Andre Mulyadi selaku Project Director IMX (Indonesia Modification & Lifestyle Expo), Toga Simamora selaku Ketua Tim Kerja Program, Evaluasi, dan Pelaporan, Direktorat IMATAP mewakili Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, dan juga para tokoh di industri aftermarket Indonesia menyaksikan persiapan NMAA membawa produk terbaiknya ke Jepang.

    “Mari kita dukung acara ini, karena tidak saja menguatkan perekonomian Indonesia di dalam negeri, tetapi juga membawa dan mendorong industri kreatif anak-anak kita ke mancanegara,” ucap Bambang Soesatyo.

    Honda Civic Estilo SR3 Bertema Batik Hokokai

    IMX 2025 Foto: dok. IMX 2025

    Salah satu daya tarik utama yang akan ditampilkan oleh NMAA dan IMX adalah mobil modifikasi Honda Civic Estilo SR3 bertema Street Racing USDM. Mobil ini mengusung sentuhan seni batik khas Indonesia dengan tema “Batik Hokokai”, yang memadukan unsur batik tradisional Indonesia dan literasi budaya Jepang.

    Kombinasi estetika tradisional dan gaya balap modern dipastikan akan memikat pengunjung Osaka Auto Messe.

    Selain memperlihatkan karya modifikator Indonesia, NMAA juga mencoba memperkenalkan batik yang merupakan budaya kebanggaan Indonesia.

    Kesuksesan partisipasi Indonesia di Osaka Auto Messe 2025 tak lepas dari dukungan para sponsor, yaitu Saber Industries, Venom Audio, Yoong Motor, dan Abca.

    Promosi Produk Aftermarket Indonesia

    IMX 2025 Foto: dok. IMX 2025

    Di booth Great of Indonesia, pengunjung akan diperkenalkan dengan berbagai produk aftermarket unggulan Indonesia yang dikurasi secara khusus. Program ini bertujuan untuk mengubah citra produk lokal menjadi pemain global yang kompetitif, sesuai visi menjadikan produk Indonesia bukan hanya sebagai “local heroes,” tetapi juga “global contenders.”

    NMAA akan membawa produk lokal kebanggaan Indonesia, seperti velg Turbo Bastard Wheel, lampu-lampu terkini dari Saber Industries, Venom Audio menghadirkan sistem audio premium, perlengkapan perawatan mobil Wetshine Care, dan cat lokal Abca.

    Osaka Auto Messe 2025 menjadi langkah besar bagi industri otomotif Indonesia untuk menampilkan kualitas, kreativitas, dan inovasi di kancah global. Melalui program Great of Indonesia, NMAA terus mendukung kemajuan industri modifikasi dan aftermarket Tanah Air. Jangan lewatkan momen bersejarah ini!

    (lth/rgr)

  • 10
                    
                        Ikuti Jejak Dedi Mulyadi, 4 Kepala Daerah Terpilih di Jabar Sepakat Tak Pakai Mobil Dinas
                        Bandung

    10 Ikuti Jejak Dedi Mulyadi, 4 Kepala Daerah Terpilih di Jabar Sepakat Tak Pakai Mobil Dinas Bandung

    Ikuti Jejak Dedi Mulyadi, 4 Kepala Daerah Terpilih di Jabar Sepakat Tak Pakai Mobil Dinas
    Editor
    KOMPAS.com

    Gubernur Jawa Barat terpilih
    ,
    Dedi Mulyadi
    , menyatakan bahwa empat kepala daerah di Jawa Barat sepakat untuk tidak menggunakan fasilitas mobil dinas.
    Keputusan ini merupakan wujud komitmen mereka dalam mengalihkan anggaran ke sektor yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.
    “Empat pimpinan daerah, yakni Purwakarta, Subang, Bogor, dan Kota Bekasi, telah menyatakan tidak akan memakai
    mobil dinas baru
    . Mereka memilih menggunakan mobil pribadi,” ujar Dedi Mulyadi kepada
    Kompas.com
    , Kamis (16/1/2025).
    Dalam unggahan video di akun TikTok-nya, Kang Dedi Mulyadi, ia bertemu dengan Bupati dan Wakil Bupati Bogor terpilih, Rudy Susmanto dan Ade Ruhandi. Ia menanyakan apakah mereka memerlukan mobil dinas baru atau tidak. Rudy menjawab dengan tegas bahwa ia dan wakilnya tidak akan menggunakan fasilitas tersebut.
    “Kami berkomitmen untuk tidak memakai mobil dinas baru. Pendopo Bupati Bogor juga akan kami manfaatkan untuk kepentingan masyarakat Bogor,” kata Rudy.
    Ade Ruhandi menambahkan bahwa anggaran untuk pembelian mobil dinas lebih baik digunakan untuk membangun rumah bagi masyarakat kurang mampu. “Mobil sudah ada, lebih baik fokus pada pembangunan rumah tidak layak huni,” timpalnya.
    Komitmen serupa juga datang dari Wali Kota Bekasi terpilih, Tri Adhianto. Dalam video lain, saat ditanya Dedi apakah akan menggunakan mobil dinas baru, Tri dengan yakin menjawab bahwa mobil pribadinya sudah cukup.
    “Mobil pribadi ada, sudah cukup,” tegas Tri.
    Dedi sendiri mengapresiasi langkah tersebut dan menegaskan bahwa anggaran untuk mobil dinas bisa dialihkan ke sektor yang lebih penting, seperti pembangunan jalan atau bantuan masyarakat miskin.
    Sebelumnya, Dedi juga menyatakan komitmen untuk tidak akan membeli mobil dinas baru bagi Gubernur setelah ia dilantik nanti. Hal itu disampaikannya saat bertemu dengan Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin di Gedung Pakuan, Jumat (10/1/2025).
    “Saya minta ke Pak Pj, tolong jangan belikan saya mobil baru, itu saja. Tidak usah, saya juga punya mobil, sudah cukup. Jadi jangan identik setiap pemimpin baru dengan mobil baru,” katanya.
     
    Dedi mengatakan, anggaran mobil dinas baru lebih baik digunakan untuk sektor yang lebih prioritas, seperti pembangunan jalan atau bantuan untuk masyarakat miskin.
    “Belanja mobil barunya kalau sudah dianggarkan (dialihkan) untuk belanja jalan atau rumah rakyat miskin saja, nanti kita ubah di perubahan,” tambahnya.
    Keputusan Dedi dan empat kepala daerah ini menunjukkan komitmen mereka untuk mengedepankan kebutuhan masyarakat di atas fasilitas pribadi, sekaligus menjadi contoh nyata kepemimpinan yang berfokus pada efisiensi dan keberpihakan kepada rakyat.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Komdigi Tunjuk 38 Pejabat Sebagai Pelaksana Tugas (Plt), Berikut Daftarnya

    Komdigi Tunjuk 38 Pejabat Sebagai Pelaksana Tugas (Plt), Berikut Daftarnya

    Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menunjuk 38 pejabat Pelaksana Tugas (Plt) dalam nomenklatur baru di Komdigi.

    Penunjukan 38 Plt ini berdasarkan surat perintah pelaksana tugas nomor : 141/SJ/KP.01.06/01/2025 yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komdigi pada 13 Januari 2025.

    Dalam keputusan tersebut dijelaskan bahwa per tanggal 13 Januari 2025 disamping jabatan yang sedang diampuh, pejabat tersebut juga mendapatkan amanah sebagai pelaksana tugas atau Plt.

    Adapun, 38 Plt tersebut terbagi dalam beberapa Direktorat baru di Komdigi. Pada Sekretariat Jenderal diketahui terdapat delapan Plt yang dilantik.

    Terdapat juga lima Plt yang ditugaskan di Direktorat Jenderal (Ditjen) Ekosistem Digital dan Ditjen Infrastruktur Digital.

    Selain itu, ada empat Plt yang dilantik juga untuk menempati Ditjen Teknologi Pemerintahan Digital, Ditjen Pengawasan Ruang Digital, dan Ditjen Komunikasi Publik dan Media.

    Kemudian pada Inspektorat Jenderal dan Badan Pengawas Sumber Daya Manusia Komdigi juga dilantik 4 Plt untuk menjalankan tugas.

    Berikut Nama Plt yang Dilantik:

    Setjen

    1. Arifin Saleh selaku Kepala Biro Perencanaan ditunjuk sebagai Plt Kepala Biro Perencanaan

    2. Imam Suwandi selaku Kepala Biro Kepegawain dan Organisasi ditunjuk sebagai Plt Kepala Sumber Daya Manusia dan Organisasi

    3. Rosy Ervina selaku Analis Hukum Ahli Madya ditunjuk sebagai Plt Kepala Biro Hukum

    4. Tb. Apriza Mulqi selakunKepala Badan Tata Usaha Kementerian dan Protokol ditunjuk sebagai Plt Kepala Biro Umum

    5. Raden Rhima Anita Emita Martono selaku Kepala Biro Hubungan Masyarakat ditunjuk sebagai Plt Kepala Biro Hubungan Masyarakat

    6. Irawati Tjipto Priyanto selaku Kepala Pusat Data dan Sarana Informatika ditunjuk sebagai Plt Kepala Pusat Data dan Sarana Informatika

    7. Ichwan Makmur Nasution selaku Kepala Pusat Kelembagaan Internasional ditunjuk sebagai Plt Kepala Pusat Kelembagaan Internasional

    8. Oki Suryowahono selaku Analis Kebijakan Ahli Madya ditunjuk sebagai Plt Kepala Pusat Kebijakan Strategis.

    Ilustrasi BTS pemancar sinyal internetPerbesar

    Ditjen Infrastruktur Digital

    1. Denny Setiawan selaku Direktur Penataan Sumber Daya ditunjuk sebagai Plt Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital

    2. Adis Alifiawan selaku Analis Kebijakan Ahli Madya ditunjuk sebagai Plt Direktur Penataan Spektrum Frekuensi Radio, Orbit Satelit, dan Standarisasi Infrastruktur Digital

    3. Dwi Handoko selaku Direktur Operasi Sumber Daya ditunjuk sebagai Plt Direktur Layanan Infrastruktur Digital

    4. Ervan Fathurokhman Adiwidjaja selaku Sekretaris Ditjen SDPPI ditunjuk sebagai Plt Direktur Akselerasi Infrastruktur Digital

    5. Mulyadi selaku Direktur Standarisasi Perangkat Pos dan Informatika ditunjuk sebagai Plt Direktur Pengendalian Infrastruktur.

  • 4 Penyamaran Kopassus Paling Melegenda, Jadi Sopir hingga Kuli Pasar

    4 Penyamaran Kopassus Paling Melegenda, Jadi Sopir hingga Kuli Pasar

    loading…

    Jenderal Kopassus Letjen TNI (Purn) Sutiyoso bertemu dengan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Din Minimi dan pasukannya. Foto/Ist

    JAKARTA – Terdapat sejumlah kisah penyamaran Kopassus yang paling melegenda. Di antaranya dilakukan dengan menyamar sebagai sopir, pedagang, mahasiswa hingga kuli pasar.

    Penyamaran merupakan salah satu keterampilan yang penting dikuasai oleh para prajurit, terutama yang bertugas dalam pasukan elit seperti Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Penyamaran ini bisa menjadi bagian strategi dalam menyelesaikan misi yang diberikan.

    Penyamaran anggota Kopassus dapat dilakukan dengan cara menyembunyikan identitas atau berpura-pura tampil sebagai orang lain. Tujuannya beragam, seperti menggali informasi atau menyusup ke wilayah musuh.

    Meski begitu, misi penyamaran semacam ini memiliki risiko sangat tinggi. Sebab, jika ketahuan nyawa merek bisa menjadi taruhannya. Berikut ini beberapa kisah penyamaran Kopassus yang paling melegenda.

    Penyamaran Kopassus Paling Melegenda

    1. Kisah Penyamaran Kopassus Jadi Sopir

    Kisah penyamaran ini dilakukan langsung oleh Letjen TNI (Purn) Sutiyoso. Dalam bukunya yang berjudul “Sutiyoso The Field General, Totalitas Prajurit Para Komando”, diceritakan Sutiyoso yang waktu itu masih berpangkat mayor mendapat tugas berat untuk menangkap petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Hasan Tiro pada pertengahan 1970-an.

    Awalnya, Sutiyoso sebenarnya tidak masuk dalam daftar pasukan yang diberangkatkan ke Aceh. Namun, menjelang tengah malam, dia mendapat perintah menggantikan Mayor Yani Mulyadi untuk tugas operasi ke Aceh.

    Meski kaget, Sutiyoso tetap berangkat. Bersama pasukannya, dia kemudian melakukan Operasi Sandi Yudha dengan sandi Nanggala 27.

    Sempat frustrasi karena tidak dapat mengetahui keberadaan Hasan Tiro Cs, Sutiyoso akhirnya mendapat informasi jika juru masak Hasan Tiro kerap mengambil beras di sebuah rumah dekat hutan.

    Juru masak itu kemudian ditangkap dan diinterogasi. Dari situ, didapat informasi penting terkait keberadaan Hasan Tiro Cs. Namun, ketika hendak melakukan penyergapan, Hasan Tiro berhasil melarikan diri.

  • Kasus Tak Tuntas, Korban Perundungan di Ponpes Darul Quran Kampar Mengadu ke Kak Seto

    Kasus Tak Tuntas, Korban Perundungan di Ponpes Darul Quran Kampar Mengadu ke Kak Seto

    Pekanbaru, Beritasatu.com – Fahri Aryan Syaputra (13), korban perundungan (bullying) di Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Quran, Kabupaten Kampar, Riau mengadu Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi (Kak Seto), Rabu (15/1/2025) malam.

    Fahri bersama ibunya Shinta Offianti menemui Kak Seto seusai penutupan Kongres Anak Nasional XIV di Kota Pekanbaru. Hal ini dilakukan untuk mengadukan peristiwa perundungan yang dialami Fahri di Ponpes Darul Quran, Kampar beberapa waktu lalu.

    Pihak keluarga juga meminta pendampingan dan perlindungan LPAI karena hingga kini permasalahan tersebut belum menemui titik terang.

    “Dalam pertemuan semalam, Kak Seto siap mendampingi kita. Namun, kita harus bikin laporan ke LPAI. Insyaallah hari Jumat kita akan membuat laporan. LPAI akan mengawal kasus-kasus yang dialami anak kami sampai tuntas kata Kak Seto kepada kami,” ujar ibu Fahri, Shinta Offianti kepada Beritasatu.com, Kamis (16/1/2025).

    Shinta berharap, pertemuan dengan Kak Seto membuka jalan bagi anaknya untuk mendapat keadilan. “Harapan kami semoga anak kami mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya dan Fahri bisa bersekolah dan bisa aktif lagi. Kasihan masa depan anak saya,” tutur Shinta.

    Kasus perundungan di Ponpes Darul Quran itu sudah bergulir di Polda Riau. Pihak keluarga menolak diversi (perdamaian) dengan pelaku. Untuk itu, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum telah menaikkan status kasus ini ke tahap penyidikan dan telah menetapkan tersangka. Walaupun telah ada tersangka, Polda Riau belum menanah pelaku.

    “Kami minta Polda Riau segera menangkap dan menahan pelakunya. Pihak pondok pun bisa dihukum karena kelalaian mereka, biar tidak ada Fahri-fahri lainnya di sekolah tersebut,” pungkasnya.

    Terpisah, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Riau Esther Yuliani menegaskan siap mendampingi dan mengungkap kasus dugaan perundungan yang dialami Fahri. Ester menyampaikan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi dari pihak keluarga terkait kasus tersebut.

    “Kita minta (keluarga) untuk membuat laporan kepada LPAI Riau. Agar apa yang akan kami tindak lanjuti jelas informasinya dari keluarga orang tua anak (korban). Kami berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik untuk kepentingan anak,” kata Esther.

    Sebelumnya, Kabid Humas Polda Riau Kombes Anom Karabianto mengatakan, penetapan tersangka dalam kasus perundungan ini merupakan tindak lanjut dari proses penyidikan yang dilakukan oleh Ditreskrimum Polda Riau atas laporan orang tua korban.

    “Kemarin Ditreskrimum sudah melakukan proses diversi tetapi tidak ada titik temu. Sehingga korban tetap melanjutkan perkaranya dan dari penyidik melanjutkan perkaranya ke penyidikan. Untuk yang disangkakan (pelaku) sudah ditetapkan jadi tersangka,” kata Kombes Anom Karabianto.

    Diketahui, Fahri Aryan Syaputra diduga mengalami penganiayaan oleh kakak kelasnya berinisial A dan R pada 31 Juli 2024. Korban mengaku ditendang dan diinjak-injak oleh para pelaku yang menyebabkan luka lebam di pipi dan kepala.

    Fahri sempat menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Panam Kota Pekanbaru selama tiga hari. Korban perundungan di Ponpes Darul Quran itu kemudian menjalani pemeriksaan oleh psikiater di Rumah Sakit Jiwa Tampan.

    Setelah perundungan itu, kondisi psikis dan kesehatan Fahri menurun. Fahri sempat dilarikan ke unit gawat darurat (UGD) Rumah Sakit Prima Pekanbaru untuk menjalani perawatan.

     

  • Top 10 Nama Paling Banyak Dipakai di Indonesia Berdasarkan e-KTP

    Top 10 Nama Paling Banyak Dipakai di Indonesia Berdasarkan e-KTP

    Jakarta: Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengungkap fakta menarik terkait nama yang paling banyak digunakan di Indonesia. Disebutkan bahwa nama yang paling banyak bukan Agus, lalu siapa? Yuk, simak selengkapnya di sini.

    Melalui unggahan di akun Instagram milikinya Bima Arya Sugiarto menyebutkan bahwa nama yang paling banyak dipakai di Indonesia untuk perempuan adalah Nurhayati sebanyak 254.922 orang. Lalu untuk laki-laki nama Sutrisno 144.497 orang. 

    Nama seperti Agus yang  banyak diasosiasikan sebagai nama umum di Indonesia ini justru tidak masuk dalam daftar 10 besar. Untuk mengetahui lebih lengkap berikut nama yang paling banyak digunakan di Indonesia berdasarkan data perekaman e-KTP:
    Nama perempuan yang paling banyak digunakan menurut data e-KTP: 

    Nurhayati (254.922 orang)
    Sulastri (192.979 orang)
    Sumiati (172.759 orang)
    Sri Wahyuni (163.189 orang)
    Sumarni (158.882 orang)
    Sunarti (135.891 orang)
    Siti Aminah (121.588 orang)
    Ernawati (118.045 orang)
    Aminah (117.490 orang)
    Kartini (114.879 orang)

     

     

    Nama laki-laki yang paling banyak digunakan menurut data e-KTP:

    Sutrisno (144.497 orang)
    Slamet (115.354 orang)
    Mulyadi (111.685 orang)
    Herman (101.990)
    Supardi (93.202 orang)
    Ismail (89.732 orang)
    Supriyanto (87.929 orang)
    Wahyudi (85.502 orang)
    Junaidi (85.375 orang)
    Suparman (84.749 orang)

    Jakarta: Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengungkap fakta menarik terkait nama yang paling banyak digunakan di Indonesia. Disebutkan bahwa nama yang paling banyak bukan Agus, lalu siapa? Yuk, simak selengkapnya di sini.
     
    Melalui unggahan di akun Instagram milikinya Bima Arya Sugiarto menyebutkan bahwa nama yang paling banyak dipakai di Indonesia untuk perempuan adalah Nurhayati sebanyak 254.922 orang. Lalu untuk laki-laki nama Sutrisno 144.497 orang. 
     
    Nama seperti Agus yang  banyak diasosiasikan sebagai nama umum di Indonesia ini justru tidak masuk dalam daftar 10 besar. Untuk mengetahui lebih lengkap berikut nama yang paling banyak digunakan di Indonesia berdasarkan data perekaman e-KTP:
    Nama perempuan yang paling banyak digunakan menurut data e-KTP: 

    Nurhayati (254.922 orang)
    Sulastri (192.979 orang)
    Sumiati (172.759 orang)
    Sri Wahyuni (163.189 orang)
    Sumarni (158.882 orang)
    Sunarti (135.891 orang)
    Siti Aminah (121.588 orang)
    Ernawati (118.045 orang)
    Aminah (117.490 orang)
    Kartini (114.879 orang)

     

     

    Nama laki-laki yang paling banyak digunakan menurut data e-KTP:

    Sutrisno (144.497 orang)
    Slamet (115.354 orang)
    Mulyadi (111.685 orang)
    Herman (101.990)
    Supardi (93.202 orang)
    Ismail (89.732 orang)
    Supriyanto (87.929 orang)
    Wahyudi (85.502 orang)
    Junaidi (85.375 orang)
    Suparman (84.749 orang)

    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (RUL)

  • Video: Biaya Logistik RI Tinggi, Pengusaha Berharap Ini ke Prabowo

    Video: Biaya Logistik RI Tinggi, Pengusaha Berharap Ini ke Prabowo

    Jakarta, CNBC Indonesia – Kendala geografis masih menjadi tantangan utama dalam sektor logistic. Hal inipun berpengaruh terhadap biaya yang ditanggung baik pelaku usaha ataupun konsumen.

    Direktur Utama PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk Sugeng Mulyadi mengatakan biaya logistic tinggi karena disparitas harga di antara Indonesia timur hingga barat, serta belum terintegrasinya moda transportasi. Lantas apa saja yang perlu dilakukan untuk mengatasi hal tersebut?

    Selengkapnya saksikan dialog Dina Gurning bersama Direktur Utama PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk Sugeng Mulyadi di Program Evening Up CNBC Indonesia, Rabu (15/01/2025).

  • Anak Bos Rental yang Tewas Ditembak Mengadu ke Dedi Mulyadi
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        15 Januari 2025

    Anak Bos Rental yang Tewas Ditembak Mengadu ke Dedi Mulyadi Bandung 15 Januari 2025

    Anak Bos Rental yang Tewas Ditembak Mengadu ke Dedi Mulyadi
    Editor
    KOMPAS.com
    – Tiga anak bos rental yang menjadi korban penembakan di Rest Area KM 45 tol Tangerang-Merak menemui Gubernur Jawa Barat terplih,
    Dedi Mulyadi
    .
    Mereka adalah Agam muhammad (26) dan Rizky Agam (24) yang merupakan anak Ilyas Abdurrahman (korban tewas) dan seorang lagi merupakan anak Ramli Abu Bakar (korban kritis).
    Pertemuan itu diunggah Dedi Mulyadi di akun Instagramnya, dedimulyadi71 dan
    Kompas.com
    mendapat izin untuk mengutipnya.
    Pada pertemuan tersebut, Dedi menjelaskan, tiga orang pelaku sudah ditangkap. Menurut keterangan pimpinan TNI AL, ketiga pelaku sudah ditahan dan akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku, KUHPidana, di Pengadilan Militer.
    “Kenapa masih tegang? Sekarang yang dianggap masih ada kejanggalan apa? Apa yang dikeluhkan sekarang?” kata Dedi.
    Salah seorang anak korban, Rizky menjawab, dari pihak keluarga ingin tetap mengawal kasus ini sampai tuntas. Keluarga ingin pelaku dapat hukuman terberat.
    “Dihukum sesuai perilaku,” kata Rizky.
    Dedi menimpali, perbuatan para pelaku yakni menggunakan mobil milik orang lain, mempertahankan dengan menggunakan senjata api, hingga melakukan penembakan secara sengaja yang berakibat satu korban meninggal dan satu terluka berat. “Artinya ada nyawa yang dihilangkan,” kata dia.
    Menurut Dedi, dari sisi personal pelaku sebagai anggota TNI, fungsi-fungsi sebagai anggota tidak berjalan. Anggota TNI, tegas dia punya Saptamarga.
    “Saptamarga itu kan bersumpah pada negara, untuk menjaga keutuhan NKRI, yang didalamnya menjaga martabat dan keselamatan warga,” jelas Dedi.
    Dia kembali menanyakan keraguan apa lagi yang ada di benak keluarga korban. Terlebih sudah dilakukan rekonstruksi pada kasus ini.
    “Di rekonstruksi apa yang membuat kamu hatinya enggak lega?,” tanya Dedi.
    Rizky mengatakan, saat rekonstruksi pihak keluarga korban tidak diperlihatkan wajah para pelaku. “Mukanya ditutup,” tegas dia.
    Dedi kemudian menjelaskan, kalau di kasus pidana umum biasanya wajah pelaku diperlihatkan. Nah, masalahnya kalau di pidana militer wajah pelaku harus ditutup atau tidak. “Nanti saya lihat KUHPidana militernya. Apa harus ditutup atau tidak,” kata Dedi.
    Lebih lanjut, Dedi mempersilakan publik menilai ketika para pelaku ditutup wajahnya saat rekonstruksi. Apakah itu ketentuan dari KUHPidana militer atau bukan,” ucapnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Stafsus Gibran Pantau Efektivitas Program Mekaar di TPST Bantargebang

    Stafsus Gibran Pantau Efektivitas Program Mekaar di TPST Bantargebang

    Bekasi: Staf Khusus Wakil Presiden (Wapres) RI Tina Talisa meninjau program pemberdayaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat.

    PNM melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), telah menjangkau 400 ribu ibu prasejahtera di wilayah ini dengan memberikan pendampingan, pelatihan, serta akses pembiayaan usaha rumah tangga berskala ultra mikro. 

    Menurut Tina, program pemberdayaan PNM Mekaar tidak hanya untuk ibu-ibu dalam meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga pemberdayaan yang lebih luas bagi anak-anak lewat pendidikan.

    Tina melihat sebuah ekosistem yang mendukung peningkatan usaha ibu-ibu melalui Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM) sekaligus fasilitas pembelajaran gratis di Ruang Pintar Madani.

    Kehadiran Ruang Pintar Madani dinilai sejalan dengan misi Presiden Prabowo menciptakan generasi yang unggul dalam hal intelektual.

    “Pendidikan anak-anak harus lebih baik dari orang tuanya. Kalau ingin menaikkan kesejahteraan keluarga harus lewat pendidikan. Ibunya (lulusan) SMP sederajat, anaknya SMA bahkan kuliah,” kata Tina.

    Direktur Utama PNM Arief Mulyadi menegaskan kehadiran PNM untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat akar rumput dengan membangun semangat keberlanjutan baik dari aspek finansial, intelektual maupun sosial. Apalagi, banyak nasabah PNM Mekaar berada di wilayah Bantargebang yang identik dengan kawasan kumuh sebagai tempat pengelolaan sampah terpadu sehingga banyak potensi yang bisa digali.

    “Keberhasilan pemberdayaan PNM bukan hanya dilihat dari jumlah nasabah yang diberi pembiayaan, tetapi juga dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat lewat literasi dan inklusi keuangan serta aspek kebermanfaatan sosial. Contohnya masyarakat yang berhasil membuka lapangan kerja bagi tetangganya dari usaha daur ulang di Bantargebang,” ujar Arief.

    Bekasi: Staf Khusus Wakil Presiden (Wapres) RI Tina Talisa meninjau program pemberdayaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat.
     
    PNM melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), telah menjangkau 400 ribu ibu prasejahtera di wilayah ini dengan memberikan pendampingan, pelatihan, serta akses pembiayaan usaha rumah tangga berskala ultra mikro. 
     
    Menurut Tina, program pemberdayaan PNM Mekaar tidak hanya untuk ibu-ibu dalam meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga pemberdayaan yang lebih luas bagi anak-anak lewat pendidikan.

    Tina melihat sebuah ekosistem yang mendukung peningkatan usaha ibu-ibu melalui Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM) sekaligus fasilitas pembelajaran gratis di Ruang Pintar Madani.
     
    Kehadiran Ruang Pintar Madani dinilai sejalan dengan misi Presiden Prabowo menciptakan generasi yang unggul dalam hal intelektual.
     
    “Pendidikan anak-anak harus lebih baik dari orang tuanya. Kalau ingin menaikkan kesejahteraan keluarga harus lewat pendidikan. Ibunya (lulusan) SMP sederajat, anaknya SMA bahkan kuliah,” kata Tina.
     
    Direktur Utama PNM Arief Mulyadi menegaskan kehadiran PNM untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat akar rumput dengan membangun semangat keberlanjutan baik dari aspek finansial, intelektual maupun sosial. Apalagi, banyak nasabah PNM Mekaar berada di wilayah Bantargebang yang identik dengan kawasan kumuh sebagai tempat pengelolaan sampah terpadu sehingga banyak potensi yang bisa digali.
     
    “Keberhasilan pemberdayaan PNM bukan hanya dilihat dari jumlah nasabah yang diberi pembiayaan, tetapi juga dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat lewat literasi dan inklusi keuangan serta aspek kebermanfaatan sosial. Contohnya masyarakat yang berhasil membuka lapangan kerja bagi tetangganya dari usaha daur ulang di Bantargebang,” ujar Arief.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (FZN)

  • Peran 4 Tersangka TPPO yang Jual 2 Gadis di Jaksel, dari Admin MiChat hingga Antar Jemput Korban

    Peran 4 Tersangka TPPO yang Jual 2 Gadis di Jaksel, dari Admin MiChat hingga Antar Jemput Korban

    Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

    TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU – Polisi membeberkan peran empat tersangka kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang menjual dua remaja perempuan berinisial AMD (17) dan MAL (19).

    Keempat tersangka itu adalah pria berinisial RA alias A, MRC alias B, MR alias M, dan R.

    Kanit Reskrim Polsek Metro Kebayoran Baru Kompol Nunu Suparmi mengatakan, tersangka RA dan MRC berperan sebagai admin MiChat yang mempromosikan korban.

    “Untuk tersangka yang sudah kita amankan ada empat orang. Dua tersangka berperan sebagai admin yaitu RA alias A dan MRC alias B,” kata Nunu di Polsek Metro Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (14/1/2025).

    Sementara itu, dua tersangka lainnya bertugas mengantarkan korban ke hotel tempat bertemu dengan pria hidung belang.

    “Kemudian dua tersangka lainnya yaitu berperan sebagai pengantar atau pengawal, itu MR alias M dan R,” ujar Nunu.

    “Muncikari menjajakkan dengan cara Michat, menawarkan kepada tamu-tamunya dan korban sudah di booking-kan di suatu tempat di hotel. Di situ nanti tamunya akan datang satu per satu, dan yang mengawal dua orang tadi,” imbuh dia.

    Dari tangan para tersangka, penyidik Unit Reskrim Polsek Metro Kebayoran Baru menyita barang bukti uang tunai sebesar Rp 1.050.000, empat unit ponsel, dan print out rekening koran.

    lihat foto
    KLIK SELENGKAPNYA: Sandi Butar Butar eks anggota Damkar Depok curhat Kepada Gubernur Jabar terpilih Dedi Mulyadi. Ia Mengaku jadi Korban Bullying.

    Nunu menjelaskan, AMD dan MAL mulanya ditawari pekerjaan oleh seorang temannya. Kedua korban lalu bertemu dengan muncikari berinisial R alias Tobak yang saat ini masih diburu polisi.

    Dalam pertemuan itu, korban dijelaskan bahwa dirinya harus melayani 70 pria hidung belang jika ingin digaji.

    “Yang disepakati yaitu korban wajib melakukan pelayanan terhadap, katakanlah laki-laki hidung belang, terhadap 70 orang, baru korban dibayar Rp 3,5 juta gaji,” ungkap Nunu.

    Jika jumlah pelanggannya tidak mencapai 70 orang, maka korban tak akan mendapat gaji.

    “Tidak terbatas waktu sebulan atau dua bulan, sehari atau dua hari, yang jelas per 70 orang dibayar Rp 3,5 juta. Kalau belum 70, belum dibayar,” ujar Kanit Reskrim.

    Adapun muncikari mematok tarif sebesar Rp 250 ribu hingga Rp 1,5 juta. Namun, korban hanya dibayar Rp 50 ribu per satu kali melayani pria hidung belang.

    “Tarifnya kalau dari para tamu yang membayar kepada muncikari ini berkisaran Rp 250 ribu sampai Rp 1,5 juta. Sedangkan korban hanya dibayar 3,5 juta per 70 tamu. Jadi kita bisa hitung ya, sekitar Rp 50 ribu untuk sekali dia melayani tamu,” kata Nunu.

    Saat ini keempat tersangka mendekam di Rutan Polsek Metro Kebayoran Baru. 

    Para tersangka dijerat Pasal 2 dan atau Pasal 12 UU RI Nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya