Tag: Mulyadi

  • Bukannya ke UI, Alasan SMAN 6 Depok Study Tour sampai ke Jatim Bikin Dedi Mulyadi Tertawa: Ngapain

    Bukannya ke UI, Alasan SMAN 6 Depok Study Tour sampai ke Jatim Bikin Dedi Mulyadi Tertawa: Ngapain

    TRIBUNJATIM.COM – Dedi Mulyadi tertawa saat mendengar alasan siswa SMAN 6 Depok melakukan study tour ke Jawa Timur dan Bali pada Senin, 17 Februari 2025.

    Diketahui, Dedi Mulyadi baru-baru ini membuat kebijakan melarang sekolah menyelenggarakan study tour hingga jadi sorotan.

    Namun kebijakan dilanggar SMAN 6 Depok yang tetap memberangkatkan 347 siswa kelas XI sampai 24 Februari 2025.

    Gubernur Jawa Barat itu pun meminta maaf karena telah membuat kebijakan yang membuat banyak orang marah.

    Walau begitu, Dedi tetap tak mengubah kebijakan tersebut.

    Kini humas yang menjabat sebagai Plt Kepala SMAN 6 Depok, Syahri Ramadhan, buka suara.

    Ia mengatakan, kegiatan tersebut sebenarnya bukan study tour, melainkan kunjungan objek belajar.

    Dalam kegiatannya, para siswa mengunjungi empat kampus yang sudah kerja sama dengan SMAN 6 Depok.

    “Sebetulnya itu kan hajatnya ada satu program di sekolah, program outing kelas yang katanya study tour, di sini disebutnya kunjungan objek belajar,” katanya.

    “Sebenarnya tujuannya kunjungan ke kampus-kampus, ada empat perguruan tinggi yang kebetulan sudah kerja sama,” imbuhnya, seperti dikutip dari tayangan di kanal YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL.

    Atas alasan inilah, Dedi langsung mematahkannya.

    Menurut Dedi, di Depok justru terdapat kampus terbaik yakni Universitas Indonesia (UI).

    “Jauh-jauh kampus, di Depok ada UI, ngapain sih jauh-jauh?,” ujar Dedi tertawa.

    “Kita kan yang sudah kerja sama. UI-nya juga udah kunjungan. Ke I juga udah,” timpal Syahri.

    Dedi Mulyadi tertawa dengar alasan SMAN 6 Depok tetap study tour seperti disampaikan Plt Kepala Sekolah, Syahri Ramadhan (Instagram/dedimulyadi17)

  • Ikuti Kebijakan Dedi Mulyadi, Wali Kota Bekasi Larang Sekolah Gelar "Outing Class"
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        26 Februari 2025

    Ikuti Kebijakan Dedi Mulyadi, Wali Kota Bekasi Larang Sekolah Gelar "Outing Class" Megapolitan 26 Februari 2025

    Ikuti Kebijakan Dedi Mulyadi, Wali Kota Bekasi Larang Sekolah Gelar “Outing Class”
    Tim Redaksi
    BEKASI, KOMPAS.com –

    Wali Kota Bekasi

    Tri Adhianto
    melarang sekolah menggelar kegiatan
    outing class
    atau kegiatan belajar mengajar di luar kelas.
    Tri menyatakan akan menindak tegas apabila ada sekolah yang melanggar larangan ini.
    “Sebagai wali kota saya akan tegas memberikan sanksi kepada sekolah yang memaksakan diri untuk outing class sesuai dengan adanya instruksi wali kota, juga sudah dikeluarkan melalui Dinas Pendidikan,” kata Tri dalam keterangan tertulis, Rabu (26/2/2024).
    Tri memastikan akan selalu sejalan dengan kebijakan dari Gubernur Jawa Barat
    Dedi Mulyadi
    .
    Terlebih, kegiatan ini sering dikeluhkan orang tua siswa.
    Bahkan banyak yang merasa keberatan dengan adanya kegiatan outing class.
    Tri juga mengaku beberapa kali menerima keluhan dari orang tua siswa.
    Terbaru dari orang tua siswa SDN Aren Jaya 8 yang mengeluhkan adanya pembayaran uang muka outing class sebesar Rp 400.000.
    Pihak sekolah disebut memberlakukan kegiatan outing class untuk pelajar kelas 1-5, dengan biaya per anak Rp 350.000.
    Jumlah itu akan semakin tinggi jika didampingi orang tua menjadi Rp 700.000. “Ini memberatkan bagi orang tua siswa,” tegas dia.
    Sebelumnya, Dedi Mulyadi meminta maaf atas kebijakan larangan study tour yang membuat banyak orang marah. 
    Hal itu disampaikan Dedi saat berbincang melalui telepon seluler dengan Humas SMAN 6 Depok yang direkam dan diposting di akun akun Instagram @dedimulyadi71, Selasa (25/2/2025). 
    Seperti diketahui, usai pelantikan sebagai Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi mengambil Tindakan tegas dengan memberhentikan Kepala SMAN 6 Depok karena memaksakan diri tetap study tour padahal sudah dilarang.
    “Kenapa maksa piknik?” tanya Dedi. 
    “Ada program sekolah, outing class. Di sini disebutnya kunjungan objek belajar untuk kunjungan kampus yang sudah bekerjasama,” tutur humas SMAN 6 Depok.
    Sambil tertawa Dedi menjawab, buat apa jauh-jauh, padahal di Depok ada Universitas Indonesia (UI). 
    “Ngapain jauh-jauh, di Depok ada UI yang bagus. Tinggal bagaimana anak Depok bisa masuk ke UI, universitas bergengsi itu,” tutur Dedi.
     
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 2 Alasan Dedi Mulyadi Tegas Larang Study Tour bagi Sekolah Jabar, Singgung Beban Ekonomi Ortu Siswa – Halaman all

    2 Alasan Dedi Mulyadi Tegas Larang Study Tour bagi Sekolah Jabar, Singgung Beban Ekonomi Ortu Siswa – Halaman all

    TRIBUNNEWS.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menyinggung soal larangan study tour bagi sekolah-sekolah di Jabar.

    Lewat sebuah video yang diunggah di akun Instagram resminya, Selasa (25/2/2025), Dedi menegaskan kegiatan study tour, kunjungan ilmiah, hingga kunjungan industri yang biasa dilakukan SMA/SMK, tegas dilarang.

    Dedi mengungkapkan, larangan itu berlaku bagi apapun kegiatan yang berkaitan dengan study tour, yang membebani keuangan orang tua siswa.

    Sebab, selama ini, diketahui biaya study tour selalu dibebankan secara penuh kepada pihak wali murid.

    “Saya tegaskan kembali ya, yang kami larang itu adalah kegiatan-kegiatan study tour, kunjungan ilmiah, study industry, kunjungan industri, apapun namanya, yang di dalamnya melakukan pembebanan kepada orang tua siswa,” kata Dedi, Selasa, di akun Instagram @dedimulyadi71.

    Menurut Dedi, selama ini sebagian besar orang tua siswa harus berutang demi membayar biaya study tour.

    Hal itu, lanjut dia, justru menjadi beban ekonomi bagi orang tua siswa karena memiliki tanggungan utang.

    “Banyak orang tua siswa yang tidak dalam posisi punya kemampuan keuangan harus ngutang ke sana kemari, yang berakibat pada beban ekonomi hidupnya semakin berat,” imbuh Dedi.

    Alasan selanjutnya yang membuat Dedi tegas melarang study tour adalah soal keamanan.

    Dedi menyinggung kecelakaan SMK di Depok ketika melakukan study tour yang berujung pada meninggalnya 11 siswa.

    Menurutnya, kecelakaan tersebut harus dijadikan pelajaran penting agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

    “Kedua, jaminan keselamatan terhadap siswa, seperti terjadi pada waktu kecelakaan SMK di Depok yang mengakibatkan meninggalnya jumlah org yang banyak.”

    “Itu adalah pelajaran penting bagi kita semua agar tidak mengulangi peristiwa yang sama,” pungkas Dedi.

    Diketahui, sejak resmi menjabat sebagai Gubernur Jabar setelah dilantik pada Kamis (20/2/2025), Dedi gencar menyuarakan larangan study tour bagi SMA/SMK di Jawa Barat.

    Bahkan, di hari pertamanya bekerja sebagai Gubernur Jabar, Dedi mencopot Kepala Sekolah SMAN 6 Depok yang ngotot melaksanakan study tour ke luar provinsi.

    Sejumlah Sekolah Batalkan Study Tour

    Imbas larangan yang disampaikan Dedi Mulyadi, sejumlah sekolah di Jawa Barat membatalkan kegiatan study tour ke Kabupaten Bandung Barat (KBB).

    Hal ini disampaikan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) KBB, Eko Suprianto.

    Eko mengatakan, dari data enam objek wisata di KBB, sudah ada 18 kunjungan wisata sekolah yang dibatalkan.

    “Sudah banyak sekolah-sekolah yang cancel (study tour)” kata Eko, Senin, dikutip dari TribunJabar.id.

    “Ada 18 event yang batal dengan total pesanan 4.300 pax. Itu data bulan Februari (2025)” imbuhnya.

    Atas larangan study tour, Eko mengatakan PHRI Jawa Barat akan menjadwalkan pertemuan dengan Dedi.

    Pertemuan itu diharapkan bisa menjadi  jembatan diskusi untuk membahas dampak dari adanya pelarangan study tour.

    “Iya, rencananya dari pengurus PHRI Jabar yang mau menghadap,” ujar Eko.

    Terpisah, pengusaha perjalanan wisata di bawah naungan organisasi Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Jawa Barat, mengaku khawatir dengan adanya larangan study tour.

    Ketua ASITA DPR Jabar, Daniel Guna Nugraha, mengungkapkan kekhawatiran itu menjalar hingga ke Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Bali.

    Sebab, menurut dia, selama ini pasar terbesar pelajar ketiga provinsi itu berasal dari Jawa Barat.

    Ia pun mengaku khawatir larangan study tour bagi SMA/SMK di Jawa Barat, bisa berdampak pada boikot berwisata ke Jabar.

    “Efek pelarangan ini telah menimbulkan kekhawatiran, bukan hanya oleh pelaku industri pariwisata di Jawa Barat tetapi juga menjalar ke Provinsi lain di Jawa Tengah, Yogyakarta dan Bali.”

    “Pasar terbesar pelajar mereka adalah dari Jawa Barat, mungkin saja nantinya bisa bedampak boikot berwisata ke Jawa Barat,” jelas Daniel, Senin.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Gubernur Jabar Larang Studi Tour, Sekolah-sekolah Mulai Batalkan Kunjungan Wisata ke Bandung Barat

    (Tribunnews.com/Pravitri Retno W, TribunJabar.id/Rahmat Kurniawan/Kisdiantoro)

  • Viral Siswa Belajar Renang di Tanah, Dedi Mulyadi Sebut Guru Tak Paham Esensi, Kepsek: Itu Simulasi

    Viral Siswa Belajar Renang di Tanah, Dedi Mulyadi Sebut Guru Tak Paham Esensi, Kepsek: Itu Simulasi

    TRIBUNJATIM.COM – Sebuah video siswa SD yang praktek berenang di halaman sekolah akhirnya mendapat perhatian Dedi Mulyadi.

    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi video siswa SD yang melakukan praktek renang di halaman sekolah.

    Seperti diketahui, video itu viral karena narasi yang beredar menyebut orang tua siswa tampak keberatan akibat dimintai uang.

    Dedi Mulyadi, menanggapinya lewat media sosial di sela-sela kegiatannya retreat di Magelang, Jawa Tengah.

    Menurut Demul, hal itu seharusnya tidak terjadi jika guru mengerti esensi pendidikan yang sebenarnya.

    Ia menjelaskan, larangan yang ia sampaikan itu bukan soal renangnya.

    Melainkan soal biaya renang yang sering dikeluhkan oleh orangtua siswa.

    Sebelumnya viral di media sosial, puluhan siswa SD berbaring di lapangan sekolah.

    Para siswa itu kemudian melakukan gerakan seperti sedang berenang.

    Puluhan siswa melakukan gerakan itu sesuai dengan instruksi guru yang ada di antara mereka.

    Video itu kemudian dinarasikan seolah kegiatan renang dilakukan di sekolah karena adanya larangan kegiatan renang.

    “Imbas dihentikannya kegiatan renang, karena banyak orangtua protes.

    Praktek renang dilaksanakan di lapangan,” bunyi tulisan di video.

    Kemudian disampaikan juga pada narasi bahwa seharusnya biaya renang bisa menggunakan dana BOS.

    TAK PEDULI DICACI – Tangkapan layar unggahan akun Instagram Dedi Mulyadi, @dedimulyadi17, Senin (24/2/2025). Ia mengaku rela dicaci imbas polemik study tour. (Instagram/dedimulyadi71)

    “Padahal ada Dana BOS, untuk SD minimal dapat 900rb/siswanya dan bisa digunakan untuk kegiatan pembelajaran/ekstrakurikuler,” tulisnya lagi.

     Menangapi itu, Dedi Mulyadi pun memberikan komentarnya di sela-sela kegiatan retret di Akmil Magelang.

    “Saya melihat postingan guru olahraga memposting kegiatan anak-anak Sedang berenang yang dilakukan di atas lantai dan di atas meja,” kata Dedi Mulyadi dikutip dari TikTok @dedimulyadiofficial, Selasa (25/2/2025), seperti dikutip TribunJatim.com dari Tribun Bogor, Selasa.

    Demul pun mengaku tahu maksud dan tujuan pembuatan video tersebut.

    “Tetapi justru itu adalah melambangkan bahwa guru tersebut tidak ngerti esensi pendidikan dan arah pendidikan,” kata dia lagi.

    DEMUL SOAL LARANGAN RENANG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi video siswa SD yang melakukan praktek renang di halaman sekolah. (Tribun Bogor)

    Dedi Mulyadi juga menjelaskan, ada banyak pelajaran yang bisa diberikan oleh guru pelajaran olahraga selain renang.

    “Ada lari bisa ditekuni, jalan kaki, voli, sepak bola, tenis meja, dan beragam olahraga lain yang bisa dilakukan termasuk senam dan sejenisnya,” kata dia.

    Demul pun menegaskan bahwa keluhan orangtua bukan soal renangnya, tapi soal biayanya.

    “Saya sampaikan bahwa keluhan orangtua selama ini bukan mengeluhkan renangnya, tapi mengeluhkan kolektifitas pembelian tiket renang yang dikoordinatorkan oleh guru, yang bekerja sama dengan kolam renang,” bebernya.

    Sehingga menurut Demul, seharusnya kegiatan berenang bisa tetap dilakukan asal guru tidak ikut campur dalam pembayaran.

    “Jadi guru bisa tetap melakukan kegiatan renang, tanpa harus mengurus tiket siswa. Cukup Anda tunggu saja di kolam renangnya, mereka membeli tiket sendiri dan datang dengan sendirinya penuh kesadaran,” ungkap Demul lagi.

    Ia juga menegaskan, jangan sampai kegiatan renang ini menjadi hal yang wajib apalagi jika orangtua tidak memiliki biaya.

    “Selanjutnya, apablia orangtuanya tidak punya kemampuan untuk berenang, kan banyak pembelajaran lain yang dilakukan tanpa mengeluarkan biaya,” tandasnya.

    Sementara itu, diketahui sekolah yang memposting video anak-anak praktek renang di lapangan ternyata SD Negeri Pinayungan II, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

    Kepala SD Negeri Pinayungan II, Mimi Martiningsih membantah soal narasi yang beredar di media sosial.

    Menurut Mimi, narasi itu tidak seperti yang terjadi di sekolah.

    Sebab, kata dia, praktik renang tetap akan dilaksanakan di kolam renang, bukan di lapangan.

    “Itu hanya simulasi saja. Nanti praktiknya bukan di darat, di air. Masa renang di darat,” kata Mimi dikutip dari Kompas.com, Selasa (25/2/2025).

    Mimi mengungkap, teori itu berlangsung selama beberapa minggu sebelum akhirnya praktik di kolam renang.

    “Pertama di sini dulu (sekolah), nanti baru renang di tempat renang,” kata dia.

    Sebelumnya, di media sosial memang viral penampakan puluhan siswa tengah berlatih renang di lapangan sekolah.

    Video siswa berenang di lapangan itu bertuliskan imbas protes dari orang tua karena pungutan uang kegiatan di sekolah.

    Selain itu dalam narasi video yang memperlihatkan para murid sekolah dasar di Karawang, Jawa Barat belajar renang di lapangan sekolah viral di media sosial.

    Tribun Jabar melakukan penulusuran, ternyata peristiwa dalam video itu terjadi di SD Negeri Pinayungan II, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

    Kepala SDN Pinayungan II Mimi Martiningsih mengatakan narasi yang beredar di media sosial tidak lah benar jika hal itu merupakan protes.

    Dia mengatakan, video aksi para murid berenang di lapangan merupakan simulasi terhadap pembelajaran renang.

    “Itu hanya merupakan simulasi aja. Nanti praktiknya bukan di darat, di air, masa renang di darat,” kata Mimi di SD Negeri Pinayungan II, Senin (24/2/2025).

    BERENANG DI TANAH – Potongan video siswa berenang di lapangan. Kepala SD Negeri Pinayungan II Teluk Jambe, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Mimi Martiningsih membenarkan video itu ada di lingkungan sekolah mereka. Mimi mengatakan kalau video para murid berenang di lapangan itu merupakan simulasi terhadap pembelajaran renang. (TribunJabar.ID)

    Mimi menyebut kegiatan teori tersebut berlangsung beberapa minggu lalu.

    Kegiatan teori atau simulasi dilakukan sebelum praktinya di lakukan di kolam renang.

    “Pertama di sini dulu (di sekolah), nanti baru renang di tempat renang,” kata Mimi.

    Mimi menyebut sejauh ini tidak ada tanggapan soal kegiatan tersebut dari wali murid. 

    Berita viral lainnya

    Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

  • Ditunjuk PSSI Jadi Penasihat Teknis, Jordi Cruyff Pernah Temukan Bintang Barcelona, Lamine Yamal

    Ditunjuk PSSI Jadi Penasihat Teknis, Jordi Cruyff Pernah Temukan Bintang Barcelona, Lamine Yamal

    TRIBUNJATIM.COM – Sosok Jordi Cruyff ternyata penemu bakat dari bintang Barcelona asal Spanyol, Lamine Yamal.

    Diketahui, Ketua Umum (Ketum) PSSI, Erick Thohir telah menunjuk anak legenda Timnas Belanda Johan Cruyff menjadi Penasihat Teknik PSSI.

    Penunjukan itu disampaikan langsung oleh Erick Thohir, yang didampingi Waketum PSSI Zainudin Amali, Komite Eksekutif PSSI Arya Sinulingga, dan Ketua Badan Tim Nasional Sumardji, Selasa (25/2/2025).

    “Saat ini saya baru bisa mengumumkan figur yang sepertinya juga bisa mengupgrade sepak bola kita, Technical Advisor untuk Timnas, yaitu Jordi Cruyff yang terakhir sebagai Direktur Olahraga di barcelona pada 2023,” papar Erick.

    Pria yang juga Menteri BUMN itu mengatakan jika Jordi akan bertugas untuk mengawasi perkembangan sepak bola tanah air.

    Secara spesifik, anak dari Johan Cruyff itu akan bertugas utama mencari sosok Direktur Teknik untuk PSSI.

    “Tugasnya, membantu memberikan masukan secara teknikal dan memperbaiki serta mengembangkan filosofi sepak bola kami,” ungkap Erick.

    “Dia akan mencari dirtek kami. Itu saya sampaikan. Saat kami interview dia sangat detail,” tambahnya.

    Jordi Cruyff adalah sosok yang menemukan wonderkid Barcelona, Lamine Yamal.

    Putra pesepakbola legendaris Belanda, Johan Cruyff itu memang sempat menjadi direktur olahraga Barcelona mulai 2 Juni 2021.

    Sebagai pemain, Jordi Cruyff memulai kariernya di Barcelona.

    Bersama tim utama Barcelona, Jordi bermain 41 kali dan menyumbang 11 gol.

    Selain bersama Barcelona, Jordi juga sempat bermain untuk Manchester United.

    Di Manchester United, Jordi bermain 34 kali dan mencetak 8 gol.

    Setelah hengkang dari MU, Jordi bermain untuk beberapa klub sebelum mengakhiri karier di Malta bersama Valletta.

    Tugas Jordi Cruyff

    Putra legenda sepak bola Belanda Johan Cruyff, Jordi Cruyff kini menjadi Penasehat Teknis Timnas Indonesia.

    Jordi Cruyff ditunjuk langsung oleh Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) menjadi Technical Advisor alias Penasihat Teknis Timnas Indonesia.

    Kabar itu diumumkan melalui unggahan di media sosial resmi federasi di X (Twitter) dan Instagram.

    PSSI mengucapkan selamat bergabung.

    “Selamat bergabung, Jordi Cruyff,” tulis PSSI di akun X resmi mereka, Selasa (25/2/2025) sore.

    Jordi Cruyff punya CV cukup mentereng terkait posisi yang diembannya.

    Ia pernah dipasrahi memegang jabatan penting di Barcelona belum lama ini.

    Tepatnya, Jordi Cruyff pernah menjabat sebagai Penasihat Strategis pada 1 Agustus 2021 hingga 30 Juni 2022.

    Setelah itu, Barcelona memberikan jabatan baru kepada Cruyff, yaitu Direktur Olahraga.

    Jabatan itu diemban Jordi Cruyff pada 1 Juli 2022 hingga 30 Juni 2023.

    Jauh sebelum memegang jabatan di Barcelona, ia juga pernah menyandang status serupa di klub lain.

    Menurut laman Transfermarkt, Jordi Cruyff mengawali sentuhan sebagai seorang Direktur Olahraga pada 2010.

    Ia menjadi sosok penting di klub Yunani, AEK Larnaca.

    Setelah itu, ia berkelana sampai ke Israel untuk menjadi Direktur Olahraga tim Maccabi Tel Aviv.

    Pria berusia 51 tahun itu menjadi Direktur Olahraga Maccabi Tel Avib dari 2012 hingga 2017.

    Segudang pengalaman di bidang yang lebih teknis itu membuat Jordi Cruyff memiliki keunggulan tersendiri.

    Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, juga mengungkap langsung pengumuman Jordi Cruyff yang ditunjuk sebagai Penasihat Teknik yang baru.

    Ia juga sedikit memberikan bocoran terkait tugas yang akan diemban Jordi dalam jangka pendek.

    Erick Thohir mengatakan Jordi akan bertugas memberi masukan dari sisi teknik soal pengembangan sepak bola tanah air.

    Selain itu, Jordi juga akan bertugas membantu PSSI mencari Direktur Teknik ke depannya.

    “Lalu apa tugas Jordi terpenting hari ini? Ya memang coba membantu memberi masukan secara teknikal,” kata Erick Thohir dalam sesi konferensi pers dikutip dari YouTube KompasTV.

    “(Selain itu dia) akan coba memperbaiki daripada pengembangan filosofi sepak bola kita.”

    “Termasuk mencari Direktur Teknik nantinya,” sambungnya.

    Tugas berat menanti Jordi Cruyff ke depannya.

    Dengan sepak bola Indonesia yang sedang mendapat sorotan besar, penentuan filosofi dan sosok Direktur Teknik baru akan menjadi penting.

    Segala masukan dan saran yang diberikan Cruyff bisa ikut menyetir arah PSSI dalam menunjuk Direktur Teknik baru nantinya.

    Sosok Jordi Cruyff

    PSSI mengumumkan Jordi Cruyff sebagai Technical Advisor Timnas Indonesia.

    Hal ini diumumkan langsung oleh Ketua PSSI, Erick Thohir dalam sesi konferensi pers di Menara Danereksa, Jakarta, Selasa (25/2/2025).

    “Memang pada saat ini saya baru bisa mengumumkan figur yang sepertinya juga bisa meng-upgrade daripada yang saya sampaikan sebelumnya,” ucap Erick Thohir.

    “Yaitu technical advisor untuk tim nasional kita, yaitu saudara Jordi Cruyff, yang terakhir memang menjabat sebagai sporting director di FC Barcelona sampai tahun 2023,” kata Erick Thohir menambahkan, dikutip dari Kompas.com.

    Lantas siapakah sosok Jordi Cruyff, Penasihat Teknis Timnas Indonesia ini?

    Jordi Cruyff merupakan putra dari legenda sepak bola dunia, yakni Johan Cruyff.

    Jordi akan menjalin sinergi langsung dengan pelatih timnas Indonesia, Patrick Kluivert.

    “Jadi ini juga sudah saya sampaikan ke Patrick Kluivert untuk bisa memulai berdiskusi. Sepertinya sudah ada pertemuan antaraJordi Cruyff dan Patrick beberapa hari yang lalu,” kata Erick Thohir menjelaskan.

    Jordi Cruyff semasa aktif bermain pernah membela Barcelona dan Man United.

    Nantinya sebagai Penasihat Teknis, ia bukan cuma akan berurusan dengan Timnas Indonesia di level senior.

    “Salah satu figur yang terus kita coba bangun yaitu di sisi technical, karena memang kita memerlukan figur yang bisa menjadi bagian penting, bagaimana membangun metodologi untuk kepelatihan, juga menjadi bagian kami mereview perfomance pelatih,” tutur Erick Thohir. 

    “Berdiskusi juga dengan baik dengna pelatih tim nasional, juga mengoptimalkan pemain dari tingkat amatir ke profesional. Road map untuk talent pool tim nasional.”

    GABUNG TIMNAS – Foto dokumen Jordi Cruyff bersama legenda sepakbola, David Beckham yang diposting di Instagram pribadinya pada 11 Mei 2024. Jordi kini resmi menjadi Technical Advisor Timnas Indonesia, Selasa (25/2/2025). (Instagram/jordicruyff)

    “Dan juga untuk mendukung wawasan dan rencana teknis dibandingkan dengan beberapa negara,” ujar Ketua Umum PSSI itu menjelaskan.

    Jordi Cruyff pun menyambut antusias tugas barunya sebagai Technical Advisor alias Penasihat Teknis timnas Indonesia.

    “Saya sangat semangat,” ujar Jordi Cruyff dalam rilis yang diterima Kompas.com.

    “Saya tidak sabar untuk bercerita mengenai pengalaman saya dan juga untuk berbagi pengetahuan saya untuk memajukan level sepak bola Indonesia.”

    “Talenta sudah ada, dengan struktur yang baik dan dukungan yang tepat, kita bisa mencapai capaian yang hebat di panggung dunia,” ucap pria berusia 51 tahun tersebut.

    Di sisi lain, sejumlah nama baru akan menjalani proses naturalisasi untuk memperkuat Timnas Indonesia.

    Di antaranya muncul nama Emil Audero Mulyadi.

    Hal tersebut diutarakan Ketua Umum PSSI Erick Thohir pada Sabtu (22/2/2025).

    Selain Emil Audero Mulyadi, PSSI juga akan melakukan proses naturalisasi untuk Dean James (24 tahun, Go Ahead Eagles) dan Joey Pelupessy (31 tahun, Lommel).

    Emil Audero Mulyadi sendiri tengah bermain untuk Palermo di Serie B setelah dipinjamkan dari Como 1907 di Liga Italia.

    Ia sempat menjadi andalan pada awal musim tetapi dirinya kehilangan tempat di skuad asuhan Cesc Fabregas usai kebobolan 18 gol dari 8 laga Serie A.

    Emil Audero sempat menjadi salah satu nama pertama yang ditawarkan untuk membela timnas Indonesia.

    Namun, pihak mantan kiper Inter Milan itu menolak karena masih berusaha agar bisa menembus skuad timnas Italia.

    Emil Audero mempunyai darah Indonesia dari ayahnya asal Mataram, Nusa Tenggara Barat. 

    “Kita tahu bahwa para pemain mempunyai dinamika sendiri.”

    “Alhamdulillah setelah proses dan diskusi yang lama, Emil Audero bersedia membela timnas Indonesia,” kata Erick Thohir, dikutip dari Kompas.com pada Sabtu (22/2/2025).

    “Nah sekarang proses naturalisasi Emil Audero sudah baik sekali.”

    “Ini menjadi salah satu pilihan kami membuat kiper timnas Indonesia semakin kuat bersama Maarten Paes,” lanjutnya.

    Paes sendiri mengantongi kartu kuning di Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 sehingga dirinya akan absen satu laga apabila menerima kartu kuning sekali lagi.

    Sementara itu, Dean James merupakan bek kiri berusia 24 tahun yang memperkuat Go Ahead Eagles di Liga Belanda. 

    “Pemain selanjutnya adalah Dean James yang bermain untuk GO Ahead Eagles,” tuturnya.

    “Dia bermain starter di sana.”

    “Kami harus menebalkan pemain di posisi bek sayap kiri,” tutup Erick Thohir.

    Nama terakhir adalah gelandang Joey Pelupessy yang kini memperkuat klub divisi kedua Belgia, Lommel SK.

    Kehadirannya diharapkan bisa menambah kekuatan di ruang mesin Garuda.

    “Selama ini kami mencoba ajak bicara dan akhirnya mau bergabung bersama timnas Indonesia yakni Joey Pelupessy.”

    “Dia keturunan Maluku dan dia kapten di klubnya serta mempunyai pengalaman di Liga Inggris dan sekarang di Liga Belgia,” kata Erick Thohir.

    “Saya rasa dia akan mendukung lini tengah timnas Indonesia karena saat ini masih kurang.”

    Erick pun mengaku telah berbicara dengan pihak-pihak terkait tentang rencana federasi ini termasuk ke RI 1, Presiden Prabowo Subianto.

    “Ini yang kita proses. Saya sudah lapor dengan bapak Presiden Prabowo dan dia sangat welcome,” tuturnya.

    “Saya sudah telepon Menpora (Dito Ariotedjo) nanti silakan tanya. Minggu depan kita akan proses.”

    “Kita kejar supaya bisa main bulan Maret. Kita akan push kertas-kertasnya semua.”

    Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews Tribunjatim.com

  • Ancaman Dedi Mulyadi Copot Kepsek yang Bandel Berangkatkan Muridnya Study Tour: Tidak Segan

    Ancaman Dedi Mulyadi Copot Kepsek yang Bandel Berangkatkan Muridnya Study Tour: Tidak Segan

    TRIBUNJATIM.COM – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi geram hingga terancam mencopot kepala sekolah dari jabatannya.

    Dedi Mulyadi geram akibat pelaksanaan study tour yang dilakukan oleh sekolah SMK/SMA/MAN di Jawa Barat.

    Hal ini membuat ratusan kepala sekolah terancam dicopot dari jabatannya.

    Dedi Mulyadi memberikan Surat Edaran Gubernur tentang pelaksanaan study tour.

    Diketahui ada 111 SMA dan 22 SMK yang “ngotot” melaksanakan study tour ke luar provinsi.

    Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat terpilih Dedi Mulyadi baru saja dilantik.

    Melansir dari Tribunnews.com, senin (24/2/2025) Dedi Mulyadi mengatakan ancaman pencopotan tersebut lantaran didasarkan pada surat edaran PJ Gubernur Lama terkait piknik ke luar provinsi.

    “Itu (dibuat) ketika terjadi kecelakaan bus anak SMK Depok di Ciater (Subang),” kata Dedi

    “Kami tidak segan untuk melakukan pemberhentian sementara maupun permanen,” lan.jut Dedi.

    Tentang pencopotan kepala sekolah, Dedi menjelaskan nantinya mereka bisa kembali menjadi guru biasa.

    Namun, saat ini, kata Dedi, pihaknya masih memerintahkan Inspektorat Jabar melakukan audit untuk menyimpulkan, sanksi apa yang akan diberikan terhadap kepala sekolah SMA/SMK yang melanggar aturan study tour.

    Sebab, meskipun ia memperingatkan akan mencopot kepala sekolah SMA/SMK yang melanggar aturan soal study tour, jelas Dedi, kewenangan memberhentikan permanen tetap berada di tangan Dinas Pendidikan.

    “Enggak ada problem, sama juga rektor bisa jadi dosen biasa. Politisi, mantan Ketua DPRD bisa jadi anggota biasa,” jelas dia, dikutip dari Kompas.com.

    “Kan kewenangan pemberhentian atau penonaktifan itu kewenangan kepala dinas pendidikan. Dan kepala dinas pendidikannya sudah menandatangani surat penonaktifan sementara karena sekolahnya akan diaudit.”

    “Nanti dari audit yang dilakukan Inspektorat kita simpulkan sanksi apa yang akan diberikan,” tutur Dedi.

    Tak hanya memerintahkan Inspektorat Jabar, Dedi juga meminta meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar untuk mencari sekolah mana saja yang mengadakan study tour ke luar provinsi.

    Dedi sekali lagi menekankan pihaknya akan menonaktifkan kepala sekolah yang melanggar aturan, sampai audit selesai dilakukan.

    “Pokoknya berlaku seluruh, bukan hanya SMAN 6 (Depok) saja, seluruh SMA yang kemarin memberangkatkan ke luar provinsi Jabar untuk study tour hari ini kita nonaktifkan dulu, semua,” tegas Dedi.

    Pengamat: Dedi Mulyadi Harus Beri Penjelasan

    Tentang keputusan Dedi Mulyadi menonaktifkan kepala sekolah yang melaksanakan study tour ke luar provinsi, pengamat pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Cecep Darmawan, memberikan tanggapannya.

    Ia menilai Dedi seharusnya memberikan penjelasan terkait larangan study tour ke luar provinsi.

    “Kalau dilarang saya kira mesti dijelaskan dahulu karena apanya.”

    “Saya pikir sebetulnya bukan masalah study tour, melainkan hal lain yang dirasa memberatkan orang tua siswa, semisal uang administrasi atau lainnya,” kata Cecep, Minggu (23/2/2025).

    Cecep juga menyarankan agar aturan mengenai study tour dibuat lebih detail lagi.

    Ia berharap Dedi bisa berdiskusi dengan pihak terkait untuk bisa menentukan seperti apa regulasi mengenai study tour.

    Pihak terkait yang dimakud Cecep di antaranya adalah sekolah, orang tua, hingga agen travel.

    “Nanti kan akan keluar tuh SOP dan lainnya. Lalu, sisi kebijakan studi dilihat metodologi, kan itu (study tour) sebagai metode pembelajaran mengenalkan anak-anak pada lingkungan luar.”

    “Tapi, kan soal jaraknya enggak melulu harus jauh, bisa juga yang dekat, namun tetap berkaitan dengan mata pelajarannya,” jelasnya.

    Cecep juga mengaku tak setuju, jika study tour lebih banyak wisata ketimbang pembelajarannya.

    Karena itu, Cecep mengimbau pihak sekolah agar memperbanyak porsi belajar saat study tour berlangsung.

    “Lalu, jangan sering-sering juga study tour, serta jangan jauh-jauh, bisa lingkup kecil, namun masuk dengan mata pelajarannya,” ujarnya. 

    Cecep, pada prinsipnya, berharap Dedi bisa lebih bijak dalam mengambil keputusan, termasuk memberhentikan kepala sekolah terkait study tour.

    Sebab, menurut dia, pemberhentian kepala sekolah justru tidak menyelesaikan masalah.

    Ia menilai mengedepankan dialog lebih penting ketimbang buru-buru mencopot kepala sekolah dari jabatannya.

    “Saya kira harus dipertimbangkan ulang. Sebab, dengan tindakan pecat begitu enggak menyelesaikan masalah.”

    “Mesti diajak berdialog dengan berbagai pihak guna menghasilkan solusi yang terbaik.”

    “Jadi, Pak Dedi harus pikirkan bagaimana pendidikan Jabar ini bisa istimewa ke depan,” pungkas Cecep.

    Dedi Mulyadi geram lihat praktik renang di halaman sekolah

    Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi geram melihat siswa SD melakukan praktik renang di halaman sekolah.

    Dedi Mulyadi mengomentari soal siswa SD di Karawang yang berlatih renang di lapangan sekolah.

    Berdasarkan narasi, latihan itu dilakukan karena orang tua tak setuju adanya praktik renang di kolam renang.

    Menanggapi itu, Dedi Mulyadi kesal karena masih banyak olahraga yang bisa dilakukan selain renang.

    Usai viral kepala sekolah pun memberikan klarifikasi.

    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi video siswa SD yang melakukan praktek renang di halaman sekolah.

    Menurut Demul, hal itu seharusnya tidak terjadi jika guru mengerti esensi pendidikan yang sebenarnya.

    Ia menjelaskan, larangan yang ia sampaikan itu bukan soal renangnya.

    Melainkan soal biaya renang yang sering dikeluhkan oleh orangtua siswa.

    Sebelumnya viral di media sosial, puluhan siswa SD berbaring di lapangan sekolah.

    Para siswa itu kemudian melakukan gerakan seperti sedang berenang.

    Puluhan siswa melakukan gerakan itu sesuai dengan instruksi guru yang ada di antara mereka.

    Video itu kemudian dinarasikan seolah kegiatan renang dilakukan di sekolah karena adanya larangan kegiatan renang.

    “Imbas dihentikannya kegiatan renang, karena banyak orangtua protes.

    Praktek renang dilaksanakan di lapangan,” bunyi tulisan di video.

    Kemudian disampaikan juga pada narasi bahwa seharusnya biaya renang bisa menggunakan dana BOS.

    “Padahal ada Dana BOS, untuk SD minimal dapat 900rb/siswanya dan bisa digunakan untuk kegiatan pembelajaran/ekstrakurikuler,” tulisnya lagi.

    Menangapi itu, Dedi Mulyadi pun memberikan komentarnya di sela-sela kegiatan retret di Akmil Magelang.

    “Saya melihat postingan guru olahraga memposting kegiatan anak-anak Sedang berenang yang dilakukan di atas lantai dan di atas meja,” kata Dedi Mulyadi dikutip dari TikTok @dedimulyadiofficial, Selasa (25/2/2025).

    Demul pun mengaku tahu maksud dan tujuan pembuatan video tersebut.

    “Tetapi justru itu adalah melambangkan bahwa guru tersebut tidak ngerti esensi pendidikan dan arah pendidikan,” kata dia lagi.

    Dedi Mulyadi juga menjelaskan, ada banyak pelajaran yang bisa diberikan oleh guru pelajaran olahraga selain renang.

    “Ada lari bisa ditekuni, jalan kaki, voli, sepak bola, tenis meja, dan beragam olahraga lain yang bisa dilakukan termasuk senam dan sejenisnya,” kata dia.

    Demul pun menegaskan bahwa keluhan orangtua bukan soal renangnya, tapi soal biayanya.

    “Saya sampaikan bahwa keluhan orangtua selama ini bukan mengeluhkan renangnya, tapi mengeluhkan kolektifitas pembelian tiket renang yang dikoordinatorkan oleh guru, yang bekerja sama dengan kolam renang,” bebernya.

    Sehingga menurut Demul, seharusnya kegiatan berenang bisa tetap dilakukan asal guru tidak ikut campur dalam pembayaran.

    “Jadi guru bisa tetap melakukan kegiatan renang, tanpa harus mengurus tiket siswa. Cukup Anda tunggu saja di kolam renangnya, mereka membeli tiket sendiri dan datang dengan sendirinya penuh kesadaran,” ungkap Demul lagi.

    Ia juga menegaskan, jangan sampai kegiatan renang ini menjadi hal yang wajib apalagi jika orangtua tidak memiliki biaya.

    “Selanjutnya, apabila orangtuanya tidak punya kemampuan untuk berenang, kan banyak pembelajaran lain yang dilakukan tanpa mengeluarkan biaya,” tandasnya.

    Sementara itu, diketahui sekolah yang memposting video anak-anak praktek renang di lapangan ternyata SD Negeri Pinayungan II, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

    Kepala SD Negeri Pinayungan II, Mimi Martiningsih membantah soal narasi yang beredar di media sosial.

    Menurut Mimi, narasi itu tidak seperti yang terjadi di sekolah.

    Sebab, kata dia, praktik renang tetap akan dilaksanakan di kolam renang, bukan di lapangan.

    “Itu hanya simulasi saja. Nanti praktiknya bukan di darat, di air. Masa renang di darat,” kata Mimi dikutip dari Kompas.com, Selasa (25/2/2025).

    Mimi mengungkap, teori itu berlangsung selama beberapa minggu sebelum akhirnya praktik di kolam renang.

    “Pertama di sini dulu (sekolah), nanti baru renang di tempat renang,” kata dia.

    Sementara itu, diketahui sekolah yang memposting video anak-anak praktik renang di lapangan ternyata SD Negeri Pinayungan II, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

    Kepala SD Negeri Pinayungan II, Mimi Martiningsih membantah soal narasi yang beredar di media sosial.

    Menurut Mimi, narasi itu tidak seperti yang terjadi di sekolah.

    Sebab, kata dia, praktik renang tetap akan dilaksanakan di kolam renang, bukan di lapangan.

    “Itu hanya simulasi saja. Nanti praktiknya bukan di darat, di air. Masa renang di darat,” kata Mimi dikutip dari Kompas.com, Selasa (25/2/2025).

    “Pertama di sini dulu (sekolah), nanti baru renang di tempat renang,” kata dia.

    Dedi Mulyadi rela dicaci

    Dedi Mulyadi rela dicaci terkait polemik study tour di SMAN 6 Depok.

    Polemik study tour SMAN 6 Depok berbuntut panjang. Meski telah dilarang, ratusan siswa tetap berangkat ke Surabaya, Malang, dan Bali.

    Akibatnya, Kepala SMAN 6 Depok, SF dicopot, sementara Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang bersikap tegas dalam pelarangan ini justru mendapat banyak kritik.

    Menanggapi hal tersebut, Dedi menegaskan, tak mempermasalahkan cibiran yang datang kepadanya. Ia menilai langkah tegas ini diambil demi kebaikan siswa dan orangtua.

    “Saya enggak ada masalah dicaci maki, dibilang Dedi Muliadi atau apa pun. Karena saya ini orangtua, tindakan yang saya lakukan adalah untuk kebaikan semua,” ujar Dedi melalui akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, dikutip Senin (24/2/2025).

    Mencegah beban finansial orangtua

    Salah satu alasan utama Dedi Mulyadi melarang study tour adalah demi meringankan beban ekonomi orangtua siswa.

    Ia mengungkapkan, bagi keluarga yang hidup pas-pasan, biaya study tour bisa menjadi tekanan yang berat.

    “Anda para siswa yang kaya-kaya mungkin tidak ada masalah dengan keuangan keluarga, tetapi bagi mereka yang orang tuanya hidupnya pas-pasan, buat makan pun susah, itu menimbulkan beban utang, bank emok, pinjol, bank Keliling,” kata Dedi.

    Dedi juga mempertanyakan urgensi perjalanan ke luar provinsi dengan dalih kunjungan industri, padahal Jawa Barat sendiri memiliki banyak industri yang bisa dikunjungi.

    “Industri itu di Jabar paling banyak. Orang-orang dari Jawa Tengah, Jawa Timur bekerja di kawasan industri Jawa Barat. Kok orang Jawa Barat studinya ke luar Jawa?,” ucap Dedi.

    KEPSEK SMAN 6 DEPOK DIPECAT – Siti Faizah, Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 6 Depok dipecat gegara study tour Rp 3,5 juta. (KOLASE Dok Tim Dedi Mulyadi – Instagram.com/@sman6.depokofficial)

    Ratusan siswa tetap berangkat, kepsek dicopot

    Meskipun sudah ada larangan dari Dedi, sebanyak 347 siswa kelas XI SMAN 6 Depok tetap melaksanakan study tour ke Jawa Timur dan Bali.

    Setiap siswa dikenakan biaya Rp 3,8 juta dengan sistem subsidi silang.

    Akibatnya, Dedi mencopot Kepala SMAN 6 Depok, yang tetap memberangkatkan siswa. Ia menegaskan aturan yang sudah ditetapkan dan harus dipatuhi.

    “Apa tindakannya? Kami sudah memerintahkan UPTD dan Inspektorat untuk menelusuri sejauh mana pelanggaran yang dilakukan. Kami tidak segan untuk melakukan pemberhentian sementara maupun permanen,” kata Dedi.

    Keputusan ini mendapat berbagai reaksi. Sebagian pihak mendukung langkah tegas Dedi, tetapi tidak sedikit pula yang mengecamnya.

    Namun, Dedi tetap berpegang pada prinsipnya bahwa kebijakan ini demi kebaikan bersama.

    “Seluruh kemarahan itu suatu saat akan menjadi kebahagiaan ketika Anda sudah dewasa, ketika anda sudah bisa merasakan makna dari sikap orangtua yang membangun arah pendidikan yang jelas,” kata Dedi.

    Berita Viral dan Berita Jatim lainnya

    Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

     

  • 1
                    
                        Rano Karno Berbeda dengan Dedi Mulyadi, Pemprov Jakarta Izinkan Study Tour
                        Megapolitan

    1 Rano Karno Berbeda dengan Dedi Mulyadi, Pemprov Jakarta Izinkan Study Tour Megapolitan

    Rano Karno Berbeda dengan Dedi Mulyadi, Pemprov Jakarta Izinkan Study Tour
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta membolehkan kegiatan
    study tour
    bagi pelajar di Jakarta. Hingga saat ini belum ada larangan untuk study tour.
    Rano Karno
    mengatakan instruksi larangan merupakan kebijakan Gubernur Jakarta Pramono Anung.
    “Itukan kalau kebijakan kepada Pak Gubernur, bukan ke Wakil Gubernur,” ujar Rano saat ditemui di kawasan Rorotan, Jakarta Utara, pada Selasa (25/2/2025).
    Meskipun belum ada larangan resmi, Rano mengungkapkan bahwa pihaknya tetap memberikan masukan pelaksanaan study tour, terutama dalam aspek keselamatan.
    Dia menilai kegiatan study tour memiliki manfaat bagi para pelajar.
    “Tapi kita memberikan masukan, karena kadang-kadang kita lihat study tour itu ada gunanya,” ungkapnya.
    Rano menekankan bahwa sekolah yang mengadakan study tour, terutama ke luar wilayah Jakarta, harus melakukannya dengan lebih berhati-hati.
    Hal ini mengingat beberapa insiden kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan study tour.
    “Cuma memang karena banyak kecelakaan berarti apa nyari transportasi yang bener,” katanya
    Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat
    Dedi Mulyadi
    meminta maaf atas kebijakan larangan study tour yang membuat banyak orang marah.
    Dedi Mulyadi pun mengambil Tindakan tegas dengan memberhentikan Kepala SMAN 6 Depok karena memaksakan diri tetap study tour padahal sudah dilarang.
    “Hari ini sudah ada keputusan tentang penonaktifan Kepala SMA Negeri 6 Depok karena dia melanggar surat edaran gubernur yang tidak boleh siswanya berpergian ke luar provinsi,” ujar Dedi saat ditemui di Istana, Jakarta, Kamis (20/2/2025).
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Dedi Mulyadi: Dipecat Partai Tetap Jadi Kepala Daerah

    Dedi Mulyadi: Dipecat Partai Tetap Jadi Kepala Daerah

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, menanggapi alasan mengapa seluruh Kepala Daerah diwajibkan mengikuti retret di Magelang.

    Menurutnya, setelah resmi menjabat, kepala daerah memiliki keterikatan structural dengan pemerintah pusat, yaitu Presiden.

    “Dan yang paling penting adalah bahwa ketika seseorang menjadi gubernur, menjadi bupati, menjadi wali kota, maka ikatannya menjadi ikatan struktural pemerintahan bukan ikatan politik, maka dia terikat oleh gubernur, dia terikat oleh presiden,” ucap Dedi dikutip, Senin (24/2/2025).

    Dalam vidio yang ia bagikan di akun Instagram pribadinya itu, Dedi lebih lanjut menyoroti perbedaan konsekuensi jika seorang kepala daerah diberhentikan dari partainya.

    Jika seorang bupati, wali kota, atau gubernur dipecat dari partai politiknya, ia tetap menjabat hingga akhir masa tugas. Sebaliknya, anggota DPR atau DPRD yang dipecat dari partai dapat kehilangan jabatannya di parlemen.

    “Keterikatan ini diatur oleh undang-undang. Untuk itu sangat berbeda antara bupati wali kota dengan anggota DPR, maupun anggota DPRD kabupaten kota dan provinsi, kalau anggota DPRD dan DPR RI tetap menjadi perpanjangan tangan partai, karena dia adalah anggota praksi dan seluruh keputusan-keputusan politiknya diatur melalui mekanisme praksi,” sambungnya.

    Dedi Mulyadi juga mengimbau, seluruh kepala daerah untuk tidak membawa atribut partai dalam kepemimpinan mereka.

    Dengan demikian, peran partai politik pengusung tidak lagi menjadi factor utama dalam kepemimpinan mereka.

  • Kemendagri Keluarkan Surat Edaran Efisiensi Belanja Daerah, Bupati Bogor Bakal Gelar Rapat Usai Retreat 

    Kemendagri Keluarkan Surat Edaran Efisiensi Belanja Daerah, Bupati Bogor Bakal Gelar Rapat Usai Retreat 

    JABAR EKSPRES – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengeluarkan Surat Edaran untuk menindaklanjuti perihal Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025.

    SE Nomor 900/833/SJ itu dijelaskan tentang penyesuaian pendapatan dan efisiensi belanja daerah dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2025.

    Menindaklanjuti SE tersebut, Bupati Bogor Rudy Susmanto akan mengadakan rapat bersama seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan DPRD sepulang dari Retret kepala daerah.

    BACA JUGA: Buntut Efisiensi Anggaran, OPD Ini Justru Bakal Ketiban Untung!

    Dia menambahkan, dalam kegiatan retret yang diikutinya untuk menyelaraskan frekuensi arah pembangunan bersama-sama.

    Rudy Susmanto mengatakan, dalam retreat yang sedang berjalan, dirinya menyamakan frekuensi arah pembagunan bersama-sama mulai dari Pemerintah Provinsi, Kabupaten sampai Pusat.

    “Insya Allah sepulang kami dari Magelang kami akan rapat bersama seluruh Jajaran SKPD dan DPRD,” kata Rudy saat dihubungi Jabarekspres, Selasa (25/2).

    Diketahui, SE dari Kemendagri tersebut diterbitkan pada 23 Februari lalu.

    BACA JUGA: Efisiensi Anggaran untuk Sekolah dan Pertanian, Benarkah?

    Pada nomor dua dalam SE, Kemendagri memberikan arahan kepada pemerintah daerah untuk melakukan efisiensi belanja APBD Tahun Anggaran 2025.

    Langkah yang tercantum pada nomor dua yakni, membatasi belanja kegiatan yang bersifat seremonial, kajian, studi banding, percetakan, publikasi, dan seremonial/focus group discussion.

    Kemudian, mengurangi belanja perjalanan dinas sebesar 50 persen untuk seluruh perangkat daerah, membatasi belanja honorarium melalui pembatasan jumlah tim dan besaran honorarium sesuai peraturan undang-undang yang mengatur mengenai standar harga satuan regional.

    BACA JUGA: Gubernur Dedi Mulyadi Prioritaskan Efisiensi Anggaran untuk Kebutuhan Rakyat

    Mengurangi belanja yang bersifat mendukung dan tidak memiliki output terukur, fokus alokasi anggaran belanja pada terget kinerja pelayanan publik serta tidak dilakukan berdasarkan pemerataan antar perangkat daerah atau berdasarkan alokasi anggaran pada tahun anggaran sebelumnya.

    Lebih selektif dalam memberikan hibah langsung dalam bentuk uang, barang maupun jasa kepada kementerian/lembaga.

    Lalu, melakukan penyesuaian APBD Tahun Anggaran 2025 yang bersumber dari Transfer ke Daerah (TKD).

    BACA JUGA: Efisiensi Anggaran, DPRD KBB Mengaku Bakal Tiadakan Rapat di Luar Kantor

  • 10
                    
                        Viral Siswa SD Praktik Renang di Lantai Sekolah, Dedi Mulyadi: Tak Paham Esensi Pendidikan
                        Bandung

    10 Viral Siswa SD Praktik Renang di Lantai Sekolah, Dedi Mulyadi: Tak Paham Esensi Pendidikan Bandung

    Viral Siswa SD Praktik Renang di Lantai Sekolah, Dedi Mulyadi: Tak Paham Esensi Pendidikan
    Editor
    KOMPAS.com
    – Gubernur Jawa Barat,
    Dedi Mulyadi
    , menanggapi viralnya video siswa SD yang melakukan praktik
    renang
    di halaman sekolah.
    Menurut dia, kejadian tersebut tidak seharusnya terjadi jika para guru memahami esensi pendidikan yang sebenarnya.
    Dedi Mulyadi menegaskan, permasalahan utama bukan pada aktivitas renangnya, melainkan pada biaya yang sering dikeluhkan oleh orangtua siswa.
    Ia mengkritik praktik kolektivitas pembayaran tiket renang yang dikoordinasikan oleh guru bekerja sama dengan pengelola kolam renang.
    Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan puluhan siswa SD berbaring di lapangan sekolah sambil menirukan gerakan berenang menjadi viral di media sosial.
    Dalam video tersebut, narasi yang menyertainya menyebutkan bahwa kegiatan
    renang di sekolah
    dilakukan di darat akibat adanya larangan praktik berenang.
    “Imbas dihentikannya kegiatan renang karena banyak orangtua protes. Praktik renang dilaksanakan di lapangan,” demikian bunyi tulisan narasi dalam video.
    Narasi tersebut juga menyinggung bahwa biaya renang seharusnya bisa dialokasikan dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
    “Padahal ada Dana BOS, untuk SD minimal dapat Rp 900.000 per siswa dan bisa digunakan untuk kegiatan pembelajaran/ekstrakurikuler,” lanjut tulisan tersebut.
    Menanggapi hal ini, Dedi Mulyadi memberikan komentarnya di sela kegiatan retreat di Akademi Militer Magelang.
    “Saya melihat postingan guru olahraga yang memperlihatkan anak-anak sedang berenang di atas lantai dan di atas meja,” ujar Dedi Mulyadi, dikutip dari TikTok @dedimulyadiofficial, Selasa (25/2/2025).
    Ia menyatakan ia memahami tujuan dari pembuatan video tersebut, tetapi justru melihatnya sebagai indikasi bahwa guru yang bersangkutan tidak memahami esensi pendidikan dengan baik.
    “Namun, justru itu melambangkan bahwa guru tersebut tidak mengerti esensi pendidikan dan arah pendidikan,” ujarnya.
    Dedi Mulyadi juga mengingatkan bahwa banyak alternatif pelajaran olahraga selain renang yang bisa diajarkan kepada siswa, seperti lari, jalan kaki, voli, sepak bola, tenis meja, serta berbagai olahraga lainnya, termasuk senam.
    Menurut dia, seharusnya kegiatan renang tetap dapat dilakukan tanpa keterlibatan guru dalam urusan pembayaran tiket.
    “Jadi, guru bisa tetap melakukan kegiatan renang tanpa harus mengurus tiket siswa. Cukup tunggu saja di kolam renang, biarkan siswa membeli tiket sendiri dan datang dengan kesadaran penuh,” katanya.
    Dedi Mulyadi juga menegaskan agar renang tidak dijadikan kegiatan wajib jika orangtua siswa merasa keberatan secara finansial.
    “Jika orangtua tidak mampu membiayai renang, masih banyak pembelajaran lain yang bisa dilakukan tanpa mengeluarkan biaya,” ucapnya.
    Sementara itu, Kepala SD Negeri Pinayungan II, Mimi Martiningsih, membantah narasi yang beredar di media sosial.
    Menurut dia, video tersebut hanya menampilkan simulasi sebelum praktik renang sebenarnya di kolam.
    “Itu hanya simulasi saja. Nanti praktiknya bukan di darat, tetapi di air. Masa renang di darat?” kata Mimi, Selasa (25/2/2025).
    Ia menjelaskan bahwa teori renang memang diajarkan di sekolah selama beberapa minggu sebelum praktik langsung di kolam renang.
    “Pertama belajar di sekolah dulu, baru kemudian praktik di tempat renang,” tuturnya.
     
    Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Viral Siswa SD Renang di Lapangan Sekolah, Demul Kesal, Sebut Guru Tidak Mengerti Esensi Pendidikan, Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Vivi Febrianti
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.