Tag: Mulyadi

  • 1
                    
                        Dedi Mulyadi "Nyebur" ke Sungai Penuh Sampah, Paksa Pejabat Lainnya "Nyemplung"
                        Bandung

    1 Dedi Mulyadi "Nyebur" ke Sungai Penuh Sampah, Paksa Pejabat Lainnya "Nyemplung" Bandung

    Dedi Mulyadi “Nyebur” ke Sungai Penuh Sampah, Paksa Pejabat Lainnya “Nyemplung”
    Editor
    KOMPAS.com –
    Gubernur Jawa Barat
    Dedi Mulyadi
    kembali menarik perhatian publik dengan aksinya yang tak biasa.
    Pada Sabtu (8/3/2025), Dedi terjun langsung ke Sungai Cipalabuhan, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jabar, untuk membersihkan tumpukan sampah yang mengotori aliran air.
    Dengan mengenakan kemeja dan celana hitam serta bersandal, Dedi tanpa ragu turun ke sungai yang dipenuhi sampah.
    Awalnya, ia melipat lengan bajunya, lalu diberikan sepatu boots sebelum akhirnya melompat ke dalam air.
     
    Tak tanggung-tanggung, Dedi bahkan masuk hingga ke bagian sungai yang lebih dalam, melepaskan ikat pinggangnya, dan membersihkan sampah yang tersangkut di bawah jembatan.
    Dalam aksi tersebut, Dedi menemukan berbagai jenis sampah, mulai dari bantal, baju, hingga kasur.
    Dengan tangan kosong, ia mengangkat limbah yang menghambat aliran air dan berpotensi menyebabkan banjir.
    Aksi ini dilakukan setelah Dedi melihat langsung kondisi sungai yang kotor.
    Menurutnya, tumpukan sampah dan kesalahan konstruksi jembatan menjadi salah satu penyebab banjir serta longsor yang kerap melanda Sukabumi.
    “Ini jembatan harus dibongkar dan didesain ulang, dibuat melengkung,” ujar Dedi kepada Bupati Sukabumi Asep Japar yang juga hadir di lokasi dikutip dari saluran Youtube Dedi.
    Tak hanya berbicara, Dedi juga mengajak warga dan pejabat setempat untuk ikut turun tangan membersihkan sampah.
    “Ayo turun…turun,” katanya, memberi contoh dengan langsung masuk ke air.
    Sontak aksi Dedi membuat pejabat dan ASN dari Pemprov Jabar yang tadinya hanya melihat dari atas jembatan, langsung masuk ke sungai.
    Termasuk Kepala Dinas (Kadis) Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jabar, Dikky Achmad Sidik.
    Tampak juga Bupati Sukabumi Asep “nyebur” ke sungai membantu Dedi mengorek sampah yang menumpuk di bawah jembatan.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pemilik Modal Hibisc Fantasy di Puncak Bogor Berasal dari 3 Kota, Dedi Mulyadi Beberkan Ini – Halaman all

    Pemilik Modal Hibisc Fantasy di Puncak Bogor Berasal dari 3 Kota, Dedi Mulyadi Beberkan Ini – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, BOGOR –  Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menuding tempat rekreasi Hibisc Fantasy menjadi biang kerok banjir Puncak, Kabupaten Bogor.

    Perusahaan tersebut ternyata masih satu gerbong dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui PT Jaswita Lestari Jaya (JLJ).

    Menurut Dedi Mulyadi, Hibisc yang berada di wilayah Cisarua, Kabupaten Bogor itu sudah melanggar izin.

    Hibisc Fantasy Puncak Bogor mengajukan 4.800 meter persegi lahan, namun pada pelaksanaannya justru mereka mengembangkan sampai 15 ribu meter persegi. Diketahui pembangunan wahana wisata tersebut menelan Rp40 miliar.

    Artinya ada sekitar 11 ribu meter persegi bangunan Hibisc Fantasy yang tidak memiliki izin.

    Hibisc Fantasy merupakan milik perusahaan PT Jaswita Lestari Jaya.

    Perusahaan tersebut merupakan bagian dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jawa Barat.

    Melansir dari webnya, PT Jaswita Lestari Jaya berlokasi Grha Jaswita Jl. Lengkong Besar No. 135 Bandung.

     PT Jaswita Lestari Jaya mulai didirikan pada tanggal 08 Februari 2018 Nomor 23 dihadapan Notaris Diana Dewi, S.H dengan Nomor AHU-0008901.AH.01.01. Tahun 2018 dengan Modal Dasar Rp60.000.000.000,- dan Modal ditempatkan sebesar Rp15.000.000.000,- 

    Dalam Akta Pendirian tersebut terdapat dalam Pasal 3 menjelaskan Maksud & Tujuan Perseroan ialah menyediakan akomodasi dan penyediaan makanan dan minuman.

    Saham PT Jaswita Lestari Jaya dimiliki PT Jasa dan Kepariwisataan Jabar sebesar 70 persen dan PT Bajo Tirba Juara 30 persen.

    Adapun struktu kepengursan tahun 2023 antara lain :

    Komisaris Utama : Hendra Guntara

    Komisaris : Himawan

    Direktur Utama : R. Ridha Wirahman P.

    Direktur Operasional : Angga Syafriel Prasetyo Latief.

    Direktur PT Jaswita Lestari Jaya, Angga Kusnan kini pasrah atas semua keputusan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.

    “Pada prinsipnya, JLJ akan kooperatif melaksanakan perintah Pak Gubernur untuk mengevaluasi Hibisc Puncak. Selama ini, kami sangat kooperatif kepada pemerintah maupun masyarakat,” katanya.

    Sampai pada akhirnya Demul memerintahkan membongkar Hibisc Fantasy Puncak.

    Dedi Mulyadi menekankan pembongkaran dilakukan karena pengelola yang tidak koopratif.

    “Karena tidak dibongkar sendiri. Perintah saya bongkar mulai hari ini,” tegas Dedi Mulyadi.

    Dedi juga tak segan meski PT Jaswita bagian dari Pemprov Jabar.

    “Saya tidak segan meskipun ini BUMD milik Pemprov Jabar. Kita harus memberikan contoh bahwa yang melanggar harus ditindak,” katanya.

    Dedi Mulyadi juga meminta dukungan dari Wakil Bupati Sukabumi, pimpinan DPRD Bogor, dan Bupati Bogor untuk menindak tegas pelanggaran tersebut. 

    “Kita kasih contoh. Kita mulai bongkar hari ini,” kata Demul.

    Pinjam nama

    Dedi Mulyadi bertemu dengan perwakilan pemilik modal Hibisc Fantasy Puncak Bogor. Dalam pertemuan tersebut terungkap bahwa pemilik modal Hibisc Fantasy Puncak adalah pengusaha dari Semarang, Jakarta, dan Bogor.

    Kemudian, pengelolaannya dilakukan PT Jaswita Lestari Jaya (JLJ), anak perusahaan BUMD Jabar, PT Jasa dan Kepariwisataan (Jaswita).

    “Siapa yang punya modalnya sih?” tanya Dedi Mulyadi kepada perwakilan pemilik modal, dikutip dari Instagram @dedimulyadi71, Sabtu (8/3/2025).

    “Yang punya PT Laksmana, domisilinya Semarang. Ada juga yang dari Jakarta dan Bogor. Namanya saya tidak tahu (yang Jakarta dan Bogor),” ujar perwakilan tersebut.

    Menurut perwakilan tersebut, saham tersebut sebesar 70 persen dimiliki Jaswita dan sisanya swasta,

    Namun, menurut Dedi itu hanyalah akal-akalan pinjam bendera saja.

    “Pinjam benderanya doang,” kata Dedi. (TribunBogor/Kompas.com)

  • Ramadan Disebut Momen Merefleksikan Kepedulian

    Ramadan Disebut Momen Merefleksikan Kepedulian

    Jakarta: Ramadan dinilai menjadi momen yang tepat untuk merefleksikan kepedulian dan semangat berbagi kebahagiaan. Kegiatan positif mampu menguatkan nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong di lingkungan masyarakat.

    Hal itu diungkapkan Direktur Utama PNM Arief Mulyadi saat menggelar kegiatan silaturahmi dan berbagi kebahagiaan bersama anak yatim di 58 cabang PNM.

    Selain berbagi kebahagiaan, kegiatan bertajuk ‘Sepenuh Hati Berbagi’ ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara insan PNM dengan masyarakat di sekitar cabang PNM di seluruh Indonesia.

    Arief mengatakan, kegiatan ini bentuk sosial value perusahaan dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

    “Bulan Ramadan momen yang tepat untuk merefleksikan kepedulian dan semangat berbagi. Kami berharap dapat menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim serta menguatkan nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong di lingkungan PNM,” kata Arief.

    Kegiatan yang bekerja sama dengan Baitul Maal Madani PNM (BMM) dalam menyalurkan bantuan ke anak yatim ini, menunjukkan kehadiran pemerintah untuk menciptakan Ramadan yang menenangkan dan menyenangkan.

    Arief berharap dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan, serta menjadikan Ramadan sebagai bulan penuh keberkahan bagi semua.

    Jakarta: Ramadan dinilai menjadi momen yang tepat untuk merefleksikan kepedulian dan semangat berbagi kebahagiaan. Kegiatan positif mampu menguatkan nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong di lingkungan masyarakat.
     
    Hal itu diungkapkan Direktur Utama PNM Arief Mulyadi saat menggelar kegiatan silaturahmi dan berbagi kebahagiaan bersama anak yatim di 58 cabang PNM.
     
    Selain berbagi kebahagiaan, kegiatan bertajuk ‘Sepenuh Hati Berbagi’ ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara insan PNM dengan masyarakat di sekitar cabang PNM di seluruh Indonesia.

    Arief mengatakan, kegiatan ini bentuk sosial value perusahaan dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
     
    “Bulan Ramadan momen yang tepat untuk merefleksikan kepedulian dan semangat berbagi. Kami berharap dapat menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim serta menguatkan nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong di lingkungan PNM,” kata Arief.
     
    Kegiatan yang bekerja sama dengan Baitul Maal Madani PNM (BMM) dalam menyalurkan bantuan ke anak yatim ini, menunjukkan kehadiran pemerintah untuk menciptakan Ramadan yang menenangkan dan menyenangkan.
     
    Arief berharap dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan, serta menjadikan Ramadan sebagai bulan penuh keberkahan bagi semua.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (FZN)

  • Saat Hibisc Puncak Diratakan Jadi Tontonan Warga di Akhir Pekan

    Saat Hibisc Puncak Diratakan Jadi Tontonan Warga di Akhir Pekan

    Bogor

    Pembongkaran bangunan tak berizin di kawasan wisata Hibisc Fantasy, Puncak, Bogor, Jawa Barat, siang ini, ditonton oleh warga dan pengendara yang melintas.

    “Iya (memastikan pembongkaran dilakukan), masalahnya kan bencananya sudah ketahuan di mana-mana (penyebabnya), dari sini sampai ke Gadog tuh Katulampa,” kata salah satu warga bernama Ihwan (45), Sabtu (8/3/3025).

    Warga ramai menonton pembongkaran Hibisc Fantasy di Puncak, Bogor. (Foto: Rizky Adha Mahendra/detikcom)

    Ihwan sendiri sudah hadir sejak hari pertama pembongkaran dilakukan. Dia juga menyinggung soal pembongkaran pedagang kaki lima (PKL) yang beberapa waktu lalu dilakukan di Puncak.

    “Harus (dibongkar), jangan bakal. Kenapa PKL dibongkar semuanya. Selama 25 tahun PKL belum pernah terjadi seperti ini. Setelah berdiri ini, inilah yang terjadi,” tuturnya.

    Sementara, warga lainnya bernama Anwar (30), merasa bahwa warga hanya mendapat dampak buruknya dari pembangunan di area yang bukan peruntukannya. Dia juga salah satu warga yang sejak hari pertama datang melihat pembongkaran.

    ADVERTISEMENT

    `;
    var mgScript = document.createElement(“script”);
    mgScript.innerHTML = `(function(w,q){w[q]=w[q]||[];w[q].push([“_mgc.load”])})(window,”_mgq”);`;
    adSlot.appendChild(mgScript);
    },
    function loadCreativeA() {

    var adSlot = document.getElementById(“ad-slot”);
    if (!adSlot) return;
    adSlot.innerHTML = “;

    if (typeof googletag !== “undefined” && googletag.apiReady) {
    googletag.cmd.push(function () {
    googletag.display(‘div-gpt-ad-1708418866690-0’);
    googletag.pubads().refresh();
    });
    } else {
    var gptScript = document.createElement(“script”);
    gptScript.src = “https://securepubads.g.doubleclick.net/tag/js/gpt.js”;
    gptScript.async = true;
    gptScript.onload = function () {
    window.googletag = window.googletag || { cmd: [] };
    googletag.cmd.push(function () {
    googletag.defineSlot(‘/4905536/detik_desktop/news/static_detail’, [[400, 250], [1, 1], [300, 250]], ‘div-gpt-ad-1708418866690-0’)
    .addService(googletag.pubads());
    googletag.enableServices();
    googletag.display(‘div-gpt-ad-1708418866690-0’);
    googletag.pubads().refresh();
    });
    };
    document.body.appendChild(gptScript);
    }
    }
    ];

    var currentAdIndex = 0;
    var refreshInterval = null;
    var visibilityStartTime = null;
    var viewTimeThreshold = 30000;

    function refreshAd() {
    var adSlot = document.getElementById(“ad-slot”);
    if (!adSlot) return;
    currentAdIndex = (currentAdIndex + 1) % ads.length;
    adSlot.innerHTML = “”;
    ads[currentAdIndex]();
    }

    var observer = new IntersectionObserver(function (entries) {
    entries.forEach(function (entry) {
    if (entry.intersectionRatio > 0.1) {
    if (!visibilityStartTime) {
    visibilityStartTime = new Date().getTime();
    requestAnimationFrame(checkVisibility);
    }
    } else {
    visibilityStartTime = null;
    if (refreshInterval) {
    clearInterval(refreshInterval);
    refreshInterval = null;
    }
    }
    });
    }, { threshold: 0.1 });

    function checkVisibility() {
    if (visibilityStartTime && (new Date().getTime() – visibilityStartTime >= viewTimeThreshold)) {
    refreshAd();
    if (!refreshInterval) {
    refreshInterval = setInterval(refreshAd, 30000);
    }
    } else {
    requestAnimationFrame(checkVisibility);
    }
    }

    document.addEventListener(“DOMContentLoaded”, function () {
    var adSlot = document.getElementById(“ad-slot”);
    if (!adSlot) {
    console.error(“❌ Elemen #ad-slot tidak ditemukan!”);
    return;
    }
    ads[currentAdIndex]();
    observer.observe(adSlot);
    });

    var mutationObserver = new MutationObserver(function (mutations) {
    mutations.forEach(function (mutation) {
    if (mutation.type === “childList”) {
    visibilityStartTime = new Date().getTime();
    requestAnimationFrame(checkVisibility);
    }
    });
    });

    mutationObserver.observe(document.getElementById(“ad-slot”), { childList: true, subtree: true });

    “Kita sebagai pribumi yang kena dampaknya, kena getahnya, yang jadi korban. Karena apa? Ini bukan ulah masyarakat sini, ulah mereka orang pendatang,” ungkapnya.

    Warga Nonton dari Luar Pagar

    Warga dan pengendara yang melintas ikut menyaksikan pembongkaran bangunan Hibisc. Mereka menonton dari luar pagar.

    Kawasan Hibisc sudah ditutup sejak kemarin. Pada hari pertama penyegelan, warga masih bisa masuk ke dalam dan ikut membongkar.

    “Iya, kemarin kita masuk kita jebol. Karena apa? Ini kan belum ada yang dibongkar. Semua harus dibongkar, nggak bisa nggak ada yang diratain,” ungkap Ihwan, salah satu warga.

    Pembongkaran Hibisc Fantasy di Puncak, Bogor dilanjutkan pada Sabtu (8/3/2026) siang ini. (Foto: Rizky Adha Mahendra/detikcom)

    Baca berita di halaman berikutnya.

    Target Rampung Sebelum Lebaran

    Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menargetkan pembongkaran bangunan tak berizin di kawasan wisata Hibisc Fantasy, Puncak, Bogor, selesai sebelum Lebaran. Namun, pembongkaran harus berdasarkan regulasi yang ada.

    “Kalau saya ingin sebelum Lebaran sudah selesai. Tetapi kan prosedur hukumnya berjalannya berapa lama, kita tunggu keputusan Kementerian Lingkungan Hidup,” kata Dedi kepada wartawan di lokasi, Jumat (7/3).

    Untuk saat ini, Dedi mengatakan pihaknya berfokus pada 25 bangunan yang tak sesuai izin di kawasan Hibisc, termasuk pada area yang bukan peruntukannya.

    “Iya kita fokuskan ke 25 bangunan yang melanggar. Bisa jadi area masuknya kita buka, karena menurut saya melanggar. Kan tidak ada usulan jalan berbeton. Hari ini kan jalannya berbeton, nah kalau jalannya sudah berbeton dibuka kan tidak bisa masuk,” ungkapnya.

    Hoegeng Awards 2025

    Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu

  • Tanam Pohon di Bekas Bangunan Hibisc Fantasy Puncak Bogor, Dedi Mulyadi: Aing Serius, Lain Pencitraan
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        8 Maret 2025

    Tanam Pohon di Bekas Bangunan Hibisc Fantasy Puncak Bogor, Dedi Mulyadi: Aing Serius, Lain Pencitraan Bandung 8 Maret 2025

    Tanam Pohon di Bekas Bangunan Hibisc Fantasy Puncak Bogor, Dedi Mulyadi: Aing Serius, Lain Pencitraan
    Tim Redaksi
    BOGOR, KOMPAS.com
    – Gubernur Jawa Barat
    Dedi Mulyadi
    mencangkul petak tanah di area
    Hibisc Fantasy
    , Puncak, Kabupaten Bogor, Sabtu (8/3/2025).
    Dia hendak menanam sebuah bibit pohon di daerah tersebut.
    Hujan yang turun cukup deras tidak menyurutkan niat Dedi untuk menghutankan kembali wilayah Puncak.
    Dia terus mengayunkan cangkulnya untuk menggali tanah.
    Setelah tanah galian agak dalam, Dedi memasukkan bibit pohon.
    Ia kemudian menimbun bibit tersebut.
    “Ikat pakai tali rapia,” kata Dedi kepada salah seorang pekerja yang membantunya.
    Bibit tanaman diberi bambu penopang, kemudian diikat tali rapia agar tidak roboh saat diterjang hujan deras.
    Kepada seseorang yang mendampinginya, Dedi mengatakan, upaya ini bukan pencitraan.
    “Aing serius, lain pencitraan,” kata Dedi sembari membasuh sandal jepitnya di aliran air hujan.
    Dia menambahkan, dengan menghijaukan Puncak, leluhur pasti bangga terhadap masyarakat saat ini.
    “Kata karuhun, waaah incu aing geus sadar,” katanya.
    Adapun bangunan Hibisc yang dibongkar usai disegel pada Kamis (6/3/2025) akan dihijaukan atau dijadikan hutan.
    Dedi juga beberapa kali turun ke lapangan memantau proses pembongkaran.
    Sebab, kata dia, bangunan permanen yang berdiri di lahan resapan air ini harus dibongkar karena terbukti melanggar izin.
    Setidaknya terdapat 39 bangunan wisata Hibisc yang melanggar, 14 di antaranya sedang proses cabut izin untuk kemudian dibongkar, sedangkan 25 bangunan lainnya telah resmi dibongkar sejak Jumat (7/3/2025) kemarin.
    Kini, sebagian bangunan permanen yang berdiri di lahan resapan air itu telah rata dengan tanah.
    Dedi menyebutkan, setelah dibongkar, tanah bekas bangunan ini akan ditanami 23.000 pohon di lahan seluas 23 hektar itu.
    “Kan jalannya aja berbeton (bangunan permanen), menurut saya ini melanggar. Jadi kembali ke komitmen awal, kita ingin tempat ini kembali menjadi area perbukitan. Peruntukannya sebagai area resapan air yang ditanami pohon, hutan, sehingga ini menjadi hijau kembali dan tidak lagi menjadi problem lingkungan di wilayah ini,” pungkasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Hibisc Fantasy Puncak Dibongkar Pemilik Sendiri, PT Jaswita Sah atau Melawan Hukum?

    Hibisc Fantasy Puncak Dibongkar Pemilik Sendiri, PT Jaswita Sah atau Melawan Hukum?

    PIKIRAN RAKYAT – Hibisc Fantasy Puncak disegel karena melanggar aturan alih fungsi lahan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Kamis, 6 Maret 2025.

    Tempat wisata tersebut diketahui dibongkar pemilik sendiri yakni PT Jasa dan Kepariwisataan (PT Jaswita), salah satu BUMD Provinsi Jawa Barat.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika mengkonfirmasi pembongkaran Hibisc Fantasy Puncak di Cibinong pada Sabtu, 8 Maret 2025.

    “Pemerintah daerah memandangnya Pak Gubernur sebagai pemilik Jaswita, jadi itu pembongkaran mandiri, karena oleh kami sudah ditegur,” ucap Ajat seperti dikutip dari Antara.

    Sah atau Melawan Hukum?

    Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor lega atas pembongkaran tempat wisata Hibisc Fantasy Puncak yang dikomandoi langsung Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

    Menurutnya, pembongkaran bangunan berdasarkan instruksi dari Gubernur Jabar sah dilakukan.

    Hal ini karena kepala daerah berperan secara langsung dalam pengelolaan BUMD sebagai KPM (Kuasa Pemilik Modal).

    Pemkab Bogor memerlukan sejumlah tahapan lagi untuk melakukan pembongkaran secara paksa.

    Bongkar Paksa

    Bangunan Hibisc Fantasy Puncak sebagian besar tak mengantongi izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

    “Kita sudah melakukan peneguran, Pak Teuku Mulya (Kepala DPKPP Kabupaten Bogor) sudah melakukan teguran satu, teguran dua, teguran tiga,” lanjutnya.

    Mereka telah melayangkan beberapa kali peringatan pada PT Jaswita guna melakukan pembongkaran secara mandiri tapi tak diindahkan.

    “Artinya menegur untuk menyesuaikan dengan ketentuan. Akhirnya dilimpahkan ke Satpol PP,” lanjut Ajat.

    Petugas membongkar bangunan Hibisc Fantasy Puncak di Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Jumat, 7 Maret 2025.***

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • Isi Dompet Porter Tanah Abang Ikut ‘Puasa’ di Awal Bulan Puasa

    Isi Dompet Porter Tanah Abang Ikut ‘Puasa’ di Awal Bulan Puasa

    Jakarta

    Memasuki seminggu Ramadan, porter-porter di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, mengaku sepi order dari pengunjung Pasar Tanah Abang. Mereka mengatakan kali ini lebih sepi dibandingkan sebelum puasa Ramadan tiba.

    Porter di Pasar Tanah Abang memakai kaus berwarna merah dengan tulisan “Porter” di bagian belakang. Pantauan detikcom, Sabtu (8/3/2025) siang di pintu masuk barat Blok B Pasar Tanah Abang, terlihat para porter terus menolehkan kepala ke kanan dan kiri.

    Mereka mencari pengunjung Pasar Tanah Abang yang hendak menggunakan jasa panggulnya. Sesekali mereka berjongkok di depan pintu menunggu pelanggan.

    Order Lebih Ramai Sebelum Puasa

    Salah satu porter Pasar Tanah Abang, Idris (45), mengatakan sudah seminggu puasa ini jasa panggulnya sepi. Ia mengatakan lebih ramai seminggu sebelum Ramadan.

    “Ramainya sebelum puasa. (Sekarang) Belum, ini lagi sepi. Iya sudah seminggu (sepi), itu liat porter pada nganggur semua,” kata Idris.

    ADVERTISEMENT

    `;
    var mgScript = document.createElement(“script”);
    mgScript.innerHTML = `(function(w,q){w[q]=w[q]||[];w[q].push([“_mgc.load”])})(window,”_mgq”);`;
    adSlot.appendChild(mgScript);
    },
    function loadCreativeA() {

    var adSlot = document.getElementById(“ad-slot”);
    if (!adSlot) return;
    adSlot.innerHTML = “;

    if (typeof googletag !== “undefined” && googletag.apiReady) {
    googletag.cmd.push(function () {
    googletag.display(‘div-gpt-ad-1708418866690-0’);
    googletag.pubads().refresh();
    });
    } else {
    var gptScript = document.createElement(“script”);
    gptScript.src = “https://securepubads.g.doubleclick.net/tag/js/gpt.js”;
    gptScript.async = true;
    gptScript.onload = function () {
    window.googletag = window.googletag || { cmd: [] };
    googletag.cmd.push(function () {
    googletag.defineSlot(‘/4905536/detik_desktop/news/static_detail’, [[400, 250], [1, 1], [300, 250]], ‘div-gpt-ad-1708418866690-0’)
    .addService(googletag.pubads());
    googletag.enableServices();
    googletag.display(‘div-gpt-ad-1708418866690-0’);
    googletag.pubads().refresh();
    });
    };
    document.body.appendChild(gptScript);
    }
    }
    ];

    var currentAdIndex = 0;
    var refreshInterval = null;
    var visibilityStartTime = null;
    var viewTimeThreshold = 30000;

    function refreshAd() {
    var adSlot = document.getElementById(“ad-slot”);
    if (!adSlot) return;
    currentAdIndex = (currentAdIndex + 1) % ads.length;
    adSlot.innerHTML = “”;
    ads[currentAdIndex]();
    }

    var observer = new IntersectionObserver(function (entries) {
    entries.forEach(function (entry) {
    if (entry.intersectionRatio > 0.1) {
    if (!visibilityStartTime) {
    visibilityStartTime = new Date().getTime();
    requestAnimationFrame(checkVisibility);
    }
    } else {
    visibilityStartTime = null;
    if (refreshInterval) {
    clearInterval(refreshInterval);
    refreshInterval = null;
    }
    }
    });
    }, { threshold: 0.1 });

    function checkVisibility() {
    if (visibilityStartTime && (new Date().getTime() – visibilityStartTime >= viewTimeThreshold)) {
    refreshAd();
    if (!refreshInterval) {
    refreshInterval = setInterval(refreshAd, 30000);
    }
    } else {
    requestAnimationFrame(checkVisibility);
    }
    }

    document.addEventListener(“DOMContentLoaded”, function () {
    var adSlot = document.getElementById(“ad-slot”);
    if (!adSlot) {
    console.error(“❌ Elemen #ad-slot tidak ditemukan!”);
    return;
    }
    ads[currentAdIndex]();
    observer.observe(adSlot);
    });

    var mutationObserver = new MutationObserver(function (mutations) {
    mutations.forEach(function (mutation) {
    if (mutation.type === “childList”) {
    visibilityStartTime = new Date().getTime();
    requestAnimationFrame(checkVisibility);
    }
    });
    });

    mutationObserver.observe(document.getElementById(“ad-slot”), { childList: true, subtree: true });

    Pasar Tanah Abang di Jakpus ramai didatangi pembeli. Meski begitu, porter-porter mengaku order dari pengunjung Pasar Tanah Abang masih sedikit. (Foto: Maulani M/detikcom)

    Idris mengatakan, sebelum puasa penghasilannya sehari bisa mencapai Rp 200.000 sampai Rp 300.000. Namun, saat sepi seperti ini, ia hanya mampu memenuhi kebutuhan makanannya saja.

    “Kadang-kadang tergantung banyak kerjaannya, ada Rp 200-300 ribu, kadang-kadang kalo lagi banyak banyaknya. Sekarang pas puasa gini udah seminggu ini (sepi) paling dapet makan doang,” tuturnya.

    Baca berita di halaman selanjutnya.

    Berharap Pasar Tanah Abang Lebih Ramai Lagi

    Porter lainnya, Mulyadi (39), mengatakan biasanya ada orderan panggul dari toko-toko untuk membawa barang ke ekspedisi pengangkutan. Namun, selama seminggu puasa, belum ada lagi toko-toko yang menggunakan jasa panggulnya.

    “Ya kayak customer terus ada langganan juga toko-toko suruh ngirim ke ekspedisi gitu. Menurut saya saat ini kiriman ke ekspedisi udah jarang. Biasanya toko toko pada minta tolong ini udah enggak, enggak ngirim-ngirim,” ucap Mulyadi.

    Mulyadi berharap pada minggu kedua hingga ketiga puasa, Pasar Tanah Abang lebih ramai. Ia mengatakan terdapat kebutuhan Ramadan yang harus ia penuhi.

    “Mungkin insyaallah minggu ke depannya, minggu keduanya kita harapkan yang lebih ramai gitu daripada minggu ini,” kata Mulyadi.

    “Apalagi kan mau lebaran begini kita kebutuhan makin banyak, anak istri belum beli baju lebaran, belum beli daging, pusing,” imbuhnya.

    Hoegeng Awards 2025

    Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu

  • Kementerian PUPR Bangun Rumah Pompa

    Kementerian PUPR Bangun Rumah Pompa

    PIKIRAN RAKYAT – Skema penanganan banjir di wilayah Karawang, khususnya di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat yang bakal dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum bersama Kementerian PUPR dan Pemkab setempat ternyata berbeda dengan rencana Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. 

    Pihak BBWS menyebutkan akan membangun rumah pompa di sekitar aliran Sungai Cibeet dan Citarum yang menjadi penyebab banjir di Karangligar dan sekitarnya. Sementara Pemkab Karawang bakal membebaskan lahan seluas lebih kurang 6 hektare di sepanjang bantaran Cibeet dan Citarum agar air mengalir lancar ke arah hilir saat banjir datang.

    Hal itu disampaikan Bupati Karawang Aep Syaepuloh, sesuai menggelar buka bersama para awak media dan pejabat setempat, Jumat petang, 7 Februari 2025.

    “Pembebasan lahan dimaksudkan agar aliran Cibeet dan Citarum tidak terhambat rumah warga dan pepohonan. Di lokasi itu juga akan dibangun tanggul agar air tidak mudah tumpah ke pemukiman saat bajir datang,” kata Aep. 

    Menurutnya, skema itu sudah dibahas sejak tahun 2024 silam. Bahkan pihak BBWS sudah melakukan survey beberapa kali ke lokasi bertemunya aliran Cibeet dan Citarum di wilayah Karawang. 

    Berdasarkan hasil survei tersebut, lanjut Aep, Kementerian PUPR atas dorongan dari anggota DPR RI asal Katawang, Saan Mustopa, sudah menyetujui dibangunnya tanggiul dan rumah pompa untuk mengatasi banjir di Karawang. 

    “Insya Allah tahun 2025 ini juga, pihak BBWS bakal merealisasikan skema tersebut. Pak Mentri PUPR juga sudah menyetujui hal ini,” kata Aep. 

    Dijelaskan, Kepala BBWS Citarum, Dian Al’maruf, dua hari lalu kembali datang ke Karawan untuk mematangkan rencana itu. Yang bersangkutan menyetujui pula pembangunan pintu air di muka anak Sungai Cidawolong agar luapan dari Cibeet tidak mengalir bebas ke Desa Karangligar. 

    Ketika ditanya anggaran, Aep menyebutkan, biaya pembangunan rumah pompa ditannggu negara melalui Kementerian PUPR, sebesar Rp 128 miliar. Sementara pihak Pemkab Karawang akan menyiapkan anggaran untuk pembebasan lahan seluas 6 hektare. 

    Aep berharap melalui skema tersebut banjir di wilayah Karangligar yang sudah terjadi sejak belasan tahun silam, segera teratasi. Apalagi, pada tahun yang sama bakal dibangun pula dua bendungan di hulu Sungai Cibeet. 

    “Dengan adanya bendungan di hulu Cibeet, air hujan yang turun di bagian hulu tidak langsung mengalir ke sungai, tepi akan tertampung oleh bendungan,” katanya. 

    Diberitakan sebelumnya, Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, menjajikan akan membangun 1000 rumah panggung untuk warga Desa Karangligar. Hal itu dilakukan agar warga Desa itu tidak terus menerus mengungsi ketika rumahnya kebanjiran. 

    Janji Dedi dikatakan di hadapan sebagian warga yang tengah mengungsi di Masjid Al-Ikhlas, Dusun Pangasinan, Desa Karangligar. Dedi bahkan memvideokan sendiri janjinya dan telah diunggah di sejumlah akun media sosial. 

    “Tahun ini juga, Pemprov Jabar akan membangun 1000 rumah panggung setinggi 2,5 meter. Dengan demikian warga tidak harus terus menerus mengungsi,” katanya, kala itu. 

    Salanjutnya Dedi meminta persetujuan warga dan menekankan jangan ada penolakan ketika rencananya akan direalisasikan. “Awas kalau nanti ada penolakan,” katanya.***

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • Pemprov Siap Ganti Rugi Investor Rp40 M, Jaswita hanya Dapat 6,5 Persen dari Omset Wisata Puncak Bogor

    Pemprov Siap Ganti Rugi Investor Rp40 M, Jaswita hanya Dapat 6,5 Persen dari Omset Wisata Puncak Bogor

    JABAR EKSPRES – Objek Hibisc Fantasy Puncak di kawasan Puncak Bogor akhirnya dibongkar. Pembongkaran baru terlaksana setelah Dedi Mulyadi menjabat sebagai Gubernur Jabar.

    Padahal, proyek milik PT Jaswita Lestari Jaya (JLJ) atau anak usaha PT Jaswita Jabar itu sudah berpolemik sejak pertengahan 2024 lalu. Termasuk rekomendasi untuk membongkar secara mandiri.

    Sejumlah teka–teki terkait proyek di kawasan Gunung Mas itu mulai terkuak. Mulai dari investor, hingga besaran bagi hasil dari proyek tersebut.

    Dedi Mulyadi ingin kawasan itu dikembalikan pada fungsinya dan Pemprov Jabar juga berkenan ganti rugi duit investasi kepada investor dengan mempertimbangkan ketentuan yang ada.

    Polemik Luas Lahan yang Dikelola

    Dedi Mulyadi juga sempat menyemprot PT JLJ saat di lokasi, Kamis (6/3).

    “Jaswita perusahan siapa, harus ngasih contoh gak kalau BUMD, kenapa melanggar,” ucap nya kepada Dirut PT JLJ Angga Kusnan saat baru datang ke lokasi.

    Dalam momen yang juga dibagikan melalui akun mendsos Dedi Mulyadi itu, Angga Kusnan nampak tertunduk mendapat pertanyaan itu. “Saya minta maaf,” ucap Angga.

    Angga pun menjelaskan terkait pengelolaan lahan tersebut. Ia mendapat izin awal untuk mengelola 15 hektar lahan di kawasan itu. Namun PTPN merekomendasikan untuk menggarap 21 hektar.

    “Ini sesuai KSO,” kata Angga.

    Namun data itu dibantah langsung oleh Kasatpol PP Jabar M.Ade Afriandi. Menurutnya, data yang masuk ke Pemkab Bogor untuk izin pengelolaan lahan tersebut kurang dari 5 hektar atau 5.000 meter persegi.

    Di lain kesempatan, M.Ade juga menjabarkan lagi sejumlah bangunan yang melanggar di kawasan itu. Total ada 14 bangunan yang itu bisa dibilang resmi. Artinya sesuai perizinan. Namun di kawasan itu ada 39 bangunan. Sehingga ada 25 bangunan tak berizin.

    Selain soal luasan, beberapa bangunan juga menyalahi site plan. Misalnya gerbang masuk yang seharusnya tidak berbahan beton dalam site plan, kini bangunan-bangunan tak berizin itu tengah dirobohkan petugas.

    Jaswita Diduga hanya Jadi Bendera, Bagi Hasil hanya 6,5 Persen

    Pertemuan Dedi Mulyadi dengan sejumlah pejabat termasuk Dirut PT JLJ di lokasi juga mengorek terkait besaran investasi proyek tersebut. Menurut Dedi, pembangunan proyek itu juga merupakan duit investor. Artinya, tidak murni duit dari PT Jaswita maupun anak usahanya.

  • Patung Penyu Rusak Ternyata Berbahan Kardus, Diduga Telan Rp15 M, Rekanan Proyek Membantah – Halaman all

    Patung Penyu Rusak Ternyata Berbahan Kardus, Diduga Telan Rp15 M, Rekanan Proyek Membantah – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Sebuah video yang menunjukkan kondisi patung penyu di Alun-Alun Gadobangkong, Sukabumi, menjadi viral di media sosial.

    Video tersebut memperlihatkan patung yang diduga terbuat dari kardus dan kayu, dengan nilai anggaran yang diperkirakan mencapai Rp15 miliar.

    Dalam video yang diunggah oleh akun X @__PASMANTAP pada Senin, 3 Maret 2025, tampak kondisi patung penyu tersebut sudah robek dan penyok, terutama di bagian tempurung.

    Perekam video tersebut mengungkapkan bahwa lapisan luar patung terbuat dari kardus, sementara bagian dalamnya terlihat menggunakan rangka kayu untuk menopang bahan tersebut.

    Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, merespons viralnya video ini dengan menyatakan bahwa patung penyu akan diaudit oleh pihak Pemprov Jabar.

    Dedi menambahkan, setelah audit selesai, hasilnya akan diumumkan agar masyarakat mendapatkan penjelasan yang objektif.

    “Saya akan senantiasa berbuat objektif bagi kepentingan masyarakat dan akan senantiasa mengedepankan prinsip-prinsip akuntabilitas,” ujarnya.

    Imran Firdaus, pihak rekanan proyek, membantah tuduhan bahwa patung penyu tersebut terbuat dari kardus dan menelan anggaran hingga belasan miliar rupiah.

    Ia menegaskan bahwa biaya pembuatan ornamen tersebut hanya sekitar Rp30 juta.

    “Kami tegaskan bahwa biaya pembuatan ornamen penyu ini sekitar Rp30 juta sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan dalam proyek,” ungkapnya pada Rabu, 5 Februari 2025.

    Imran menjelaskan bahwa material yang tampak seperti kardus dalam video sebenarnya adalah resin dan fiberglass, yang umum digunakan untuk patung luar ruangan karena ketahanannya terhadap cuaca ekstrem.

    “Kardus yang terlihat dalam video hanyalah media cetak sebelum bahan utama dikeringkan dan diperkuat,” jelasnya.

    Imran juga menyayangkan tindakan pengunjung yang sering menaiki patung untuk berfoto.

    Menurutnya, hal ini turut mempercepat kerusakan struktur ornamen.

    “Kami mengingatkan bahwa ornamen ini bukan untuk dinaiki oleh pengunjung. Sayangnya, banyak pengunjung yang memanjat dan berswafoto di atas ornamen ini sehingga menyebabkan tekanan berlebih yang mempercepat kerusakan,” tuturnya.

    Dengan adanya audit yang akan dilakukan, diharapkan masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat mengenai proyek patung penyu ini.

    (Tribunnews.com/Isti Prasetya)

    Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).