Tag: Mulyadi

  • Antisipasi Lonjakan Sampah Libur Lebaran, DLH Bandung Barat Siagakan Ratusan Personel Kebersihan

    Antisipasi Lonjakan Sampah Libur Lebaran, DLH Bandung Barat Siagakan Ratusan Personel Kebersihan

    JABAR EKSPRES – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyiagakan ratusan personel kebersihan untuk mengendalikan sampah di wilayahnya selama perayaan Lebaran 2025 atau Idulfitri 1446 Hijriah.

    Kepala melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat (KBB) Ibrahim Aji mengatakan, langkah ini diambil guna mengantisipasi lonjakan volume sampah yang diperkirakan meningkat 5 persen dibandingkan hari biasa.

    “Peningkatan sebetulnya tidak begitu signifikan karena kalau berdasarkan tahun-tahun kemarin naiknya cuma 5 persen. Kita siagakan 285 personel petugas kebersihan,” katanya saat ditemui, Senin (31/3/2025).

    BACA JUGA:Perdana Lebaran di Bandung Barat, Jeje dan Asep Kompak Salat Id Bareng Warga

    Menurutnya, ratusan personel petugas kebersihan tersebut hanya ditempatkan di berbagai titik krusial, mulai dari pusat keramaian, lokasi Salat Id, hingga tempat wisata.

    “Ini merupakan upaya kami agar Bandung Barat tetap bersih selama libur Lebaran,” jelasnya.

    Ia menambahkan, untuk mengatasi persoalan sampah saat momen lebaran pihaknya telah meminta penambahan ritase pembuangan sampah ke TPA Sarimukti kepada Pemprov Jawa Barat.

    “Paling kita minta kebijakan Provinsi Jabar untuk ada kenaikan ritase sampai H+3 Idul Fitri. Sedianya 17 ritase bisa sampai 25 ritase. Namun realisasi belum karena itu kebijakan Pemprov Jabar,” katanya.

    BACA JUGA:Jadi Momen Lebaran Pertama Bersama Warga Kota Bandung, Dedi Mulyadi: Hampir Seluruh Pelosok Jabar Datang ke Sini!

    “Tapi kita sudah bersurat. Mudah-mudahan bisa cepat direalisasi.Kalau dilihat dari sekarang flat di angka 17 ritase maksimum di angka 20,” imbuhnya.

    Ia menegaskan, pihaknya telah menyiapkan skema pembuangan sampah darurat jika ada kepadatan terjadi di TPA Sarimukti.

    “Sementara misalkan ke Sarimukti sudah terlalu padat mungkin nanti di tampung dulu di UPTD Kebersihan. Sampah di UPTD itu terakhir mampu menampung 500 ton tapi sudah kita kirim ke Sarimukti,” katanya.

    “Selain itu kita juga memanfaatkan temen-temen penggiat lingkungan dalam mengatasi persoalan sampah, bank sampah dan TPS3R,” tandasnya. (Wit)

  • Perdana Lebaran di Bandung Barat, Jeje dan Asep Kompak Salat Id Bareng Warga

    Perdana Lebaran di Bandung Barat, Jeje dan Asep Kompak Salat Id Bareng Warga

    JABAR EKSPRES – Untuk pertama kalinya sejak menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail dan Asep Ismail melaksanakan Salat Idulfitri 1446 Hijriah/2025 M bersama masyarakat di Masjid Ash-Shidiq Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Senin (31/3/2025).

    Momen ini menjadi istimewa, karena sebelumnya baik Jeje maupun wakilnya menunaikan Salat Id bersama keluarganya.

    Kini, sebagai pemimpin daerah, ia memilih bergabung dengan masyarakat dalam salah satu Salat Id terbesar di Bandung Barat.

    Seperti diketahui, keduanya resmi memimpin Kabupaten Bandung Barat pasca dilantik Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 lalu.

    Kali ini momen lebaran 1446 hijriah bagi keduanya memiliki kesan dan makna tersendiri.

    BACA JUGA:Jadi Momen Lebaran Pertama Bersama Warga Kota Bandung, Dedi Mulyadi: Hampir Seluruh Pelosok Jabar Datang ke Sini!

    Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail menjelaskan, lebaran tahun ini memiliki makna dan kesan tersendiri baginya. Terlebih ini merupakan momen pertama menjadi pemimpin daerah di Kabupaten Bandung Barat.

    “Ini momen pertama kali lebaran sebagai bupati. Saya senang bisa berkumpul dengan warga Bandung Barat di sini,” katanya saat ditemui usai melaksanakan salat Id di Masjid Ash Shidiq Pemkab Bandung Barat, Senin (31/3/2025).

    Ia menambahkan, momen lebaran pertama menjadi Bupati Bandung Barat pun begitu berkesan lantaran sambutan warga Bandung Barat yang cukup antusias.

    “Penglaman pertama juga naik mimbar saat merayakan idulfitri dan senang bisa berbagi kita juga menyediakan makanan. Alhamdulillah ramai banyak warga yang datang, ” katanya.

    BACA JUGA:Salat Idulfitri di Lapang Gasibu, 6 Jemaah Ngaku Kehilangan Uang dan Handphone saat Bersalaman dengan Dedi Mulyadi

    Masih kata Jeje, momen lebaran pertama ini pun tidak mudah lantaran sejumlah bencana yang menerjang Kabupaten Bandung Barat saat bulan ramadan kemarin.

    “Di ramadan tahun ini ada bencana juga tapi Alhamdulillah semua bisa teratasi berkat kerjasama semua pihak,” katanya.

    Ia menegaskan, dalam membangun Kabupaten Bandung Barat membutuhkan peran aktif dan kolaborasi semua pihak. Hal tersebut dilakukan untuk Bandung Barat yang lebih baik lagi.

  • UPDATE Kecelakaan Maut Mobil Listrik di Cengkareng: Belum Terindikasi Narkoba, Apa Dugaan Polisi?

    UPDATE Kecelakaan Maut Mobil Listrik di Cengkareng: Belum Terindikasi Narkoba, Apa Dugaan Polisi?

    TRIBUNJAKARTA.COM – Simak perkembangan terbaru kecelakaan maut mobil listrik di Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (29/3/2025) sekira pukul 19.00 WIB.

    Tiga orang tewas dalam kecelakaan maut tersebut. Dimana, Mobil listrik Hyundai Ioniq 5 N bernomor polisi B-5-ION yang dikendarai Kelvin Indrawan menabrak truk Mitsubishi nomor polisi BN 8963 WO yang terparkir di bahu jalan.

    Wadir Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Argo Wiyono mengungkapkan belum ada indikasi ke arah narkoba di balik kecelakaan maut tersebut.

    Argo mengatakan dugaan sementara kecelakaan hingga saat ini adalah karena kekurangan kehati-hatian. 

    “Hasil pemeriksaan sementara, karena kekurangan kehati-hatian, jadi belum ada indikasi ke arah narkoba,” ujar Argo dikutip dari Kompas.com.

    Hingga saat ini, Polda Metro Jaya masih mendalami kecelakaan maut di Cengkareng, Jakarta Barat itu.

    “Iya, saat ini masih kita lakukan pendalaman, yang pasti tentunya kita sangat prihatin ya, terhadap kejadian keselamatan tersebut,” kata AKBP Argo Wiyono, saat ditemui, Minggu (30/3/2025). 

    Argo mengatakan, dalam video yang diperoleh, mobil Hyundai Ioniq 5 melaju dengan kecepatan tinggi, sedangkan truk sedang berhenti. 

    “Memang di video kecepatannya juga sedang tinggi. Namun demikian, posisi truk yang berada di sebelah kiri juga kita sedang dalami, dan semuanya saat ini sedang kita lakukan pemeriksaan,” kata Argo. 

    KLIK SELENGKAPNYA: Terkuak Identitas Tiga Korban Tewas Kecelakaan Maut Mobil Listrik Tabrak Truk di Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (29/3/2025). Kondisinya Mengenaskan

    Identitas Tiga Korban Tewas

    Tiga orang meninggal dunia dalam tragedi kecelakaan maut tersebut. Kondisi ketiga korban menengaskan.

    Sedangkan, kondisi mobil Hyundai ringsek usai menabrak truk yang berhenti.

    Pengemudi Hyundai Ioniq 5 N, Kelvin Indrawan meninggal dunia. 

    Ia mengalami luka parah di kepala dan tangan. 

    Kemudian Rudy tewas setelah mengalami luka fatal pada tengkorak kepala serta kehilangan tangan dan kaki.

    Korban tewas terakhir bernama Suherman yang mengalami patah pada kepala, tangan dan kaki kiri.

    Identitas korban luka

    Sedangkan korban luka pertama bernama M. Antoni yakni pengemudi truk yang mengalami luka di bagian kepala dan pinggang kanan memar.

    Kedua, bernama Salim mengalami patah pada tangan kanan dan kaki kanan.

    Korban luka ketiga bernama Agus Mulyadi mengalami patah pada kedua kakinya.

    Kanit Tujawali Satlantas Polres Jakarta Barat, AKP Karta mengungkapkan korban luka segera mendapatkan perawatan di RS Puri Indah Kembangan.

    Sedangkan jenazah korban meninggal dievakuasi ke RSUD Kabupaten Tangerang.

    Kronologi

    AKP Karta juga menyampaikan kronologi kecelakaan maut di Cengkareng.

    Kecelakaan bermula ketika minibus Hyundai yang dikemudikan oleh Kelvin Indrawan melaju dari arah Utara menuju Selatan. 

    Saat mendekati lokasi kejadian, kata Karta kendaraan tersebut menabrak truk Mitsubishi yang tengah berhenti di lajur satu karena mengalami kerusakan pada as roda belakang.

    “Benturan keras menyebabkan beberapa orang mengalami luka-luka dan tiga orang meninggal dunia di tempat kejadian,” ujar Karta, Minggu (30/3/2025) dini hari. 

    Menurut Karta, pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan lalu lintas.

    Kemudian, pihak kepolisian mengamankan barang bukti yaitu dua unit kendaraan yang alami kecelakaan.

    “Kami memeriksa saksi-saksi untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut dan mengecek kondisi korban luka di RS Puri Indah Kembangan,” tuturnya.

    Karta mengimbau para pengguna jalan untuk lebih berhati-hati, terutama saat berkendara di jalan tol.

    Selain itu, ia meminta agar pengemudi di jalan tol tetap fokus guna menghindari kejadian serupa di masa mendatang.

    Sementara itu dikutip dari Kompas.com, dalam rekaman video yang viral di media sosial, tampak bahwa truk tersebut berada dalam posisi berhenti di bahu jalan, sedangkan seorang mekanik berusaha memperbaikinya. 

    Tanpa diduga, mobil Hyundai Ioniq 5 N yang melaju kencang mencoba memotong jalur ke kiri dengan maksud mendahului kendaraan lain. 

    Namun, mobil itu justru menghantam bagian belakang truk yang mogok tersebut.

    Akibatnya, benturan keras pun terjadi, sehingga menyebabkan mekanik yang berada di bawah truk, meninggal dunia di tempat kejadian. 

    Selain itu, sopir Hyundai Ioniq 5 N juga dilaporkan tewas di lokasi kejadian akibat luka parah. 

    Menurut keterangan dari petugas PT Jalan Tol Lingkar Barat, Joharudin, kecelakaan tersebut mengakibatkan tiga orang meninggal dunia. 

    “Betul Km 5 200, dari arah Rawa Buaya menuju Kembangan, kendaraan truk ditabrak Hyundai Ioniq 5 N,” jelas Joharudin ketika dihubungi (TribunTangerang/Kompas.com)

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • Hampir Seluruh Pelosok Jabar Datang ke Sini!

    Hampir Seluruh Pelosok Jabar Datang ke Sini!

    JABAR EKSPRES – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi, menyampaikan perasaannya usai melangsungkan hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah bersama masyarakat Kota Bandung.

    Menjadi kesan pertama dalam hidupnya, Demul sapaan akrabnya mengatakan bahwa momentum hari raya Idulfitri kali ini berbeda dengan biasanya.

    “Ini lebaran pertama saya di Gasibu (Kota Bandung), biasanya kan lebarannya di Alun-alun Kiansantang Purwakarta atau di halaman rumah saya (Subang),” ucapnya saat ditemui usai melangsungkan Salat Idulfitri 1446 H di Lapang Gasibu, Kota Bandung (31/3).

    Selain hal itu, Demul mengungkap hari Raya  Idulfitri kali ini juga dinilai cukup meriah dari bisanya.

    Ia mengatakan, banyak masyarakat khususnya yang datang dari luar kota sengaja datang ke Bandung hanya untuk melangsungkan salat bersama dirinya di Lapang Gasibu.

    BACA JUGA:Salat Idulfitri di Lapang Gasibu, 6 Jemaah Ngaku Kehilangan Uang dan Handphone saat Bersalaman dengan Dedi Mulyadi

    “Saya lihat tadi banyak yang dari Lampung, ada yang dari Kalimantan, ada yang sengaja dari Garut salat id di sini, ada yang dari Karawang salat id di sini juga, ada yang dari Cianjur. Jadi saya lihat hampir seluruh pelosok Jawa Barat, banyak warganya yang datang ke sini untuk melaksanakan salat Id,” ujarnya.

    Lebih jauh Demul mengungkap, di momentum kali ini juga masyarakat khususnya Jawa Barat telah sadar dalam menjalankan kewajibannya yakni membayar zakat fitrah.

    “Saya pikir ini adalah hal yang sangat baik dan yang paling utama adalah kenaikan pembayaran zakat fitrah, kenaikannya lebih dari 100 persen. Artinya, itu menandakan kesadaran dan kemampuan orang untuk membayar zakat sudah semakin meningkat,” pungkasnya.

    Sebelumnya, sebagian besar masyarakat Kota Bandung, hari ini Senin (31/3), menjalankan Salat Idulfitri 1446 Hijriah di sejumlah tempat mulai dari lapangan hingga masjid-masjid terdekat.

    BACA JUGA:Salat Id Bareng Dedi Mulyadi, Masyarakat Kota Bandung Padati Lapang Gasibu

    Halnya di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, sejumlah masyarakat memilih melangsungkan salat Idulfitri 1446 Hijriah di lokasi tersebut bersama Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi.

    Menurut salah seorang warga asal Cijerah, Kota Bandung, Aji (30) mengatakan dirinya sengaja datang ke Lapangan Gasibu hanya untuk melangsungkan salat Idulfitri bersama Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.

  • Salat Idulfitri di Lapang Gasibu, 6 Jemaah Ngaku Kehilangan Uang dan Handphone saat Bersalaman dengan Dedi Mulyadi

    Salat Idulfitri di Lapang Gasibu, 6 Jemaah Ngaku Kehilangan Uang dan Handphone saat Bersalaman dengan Dedi Mulyadi

    JABAR EKSPRES – Sebanyak 6 Jemaah, mengaku kehilangan sejumlah barang saat bersalaman dengan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi usai melangsungkan Salat Idulfitri 1446 Hijriah di Lapang Gasibu, Kota Bandung, Senin (31/3).

    Berdasarkan informasi yang didapat, 6 orang jemaah tersebut mengaku kehilangan mulai dari handphone hingga sejumlah uang.

    Menanggapi hal ini, petugas keamanan Lapang Gasibu, Kota Bandung, Aries membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari sejumlah jama’ah yang mengaku kehilangan barang.

    BACA JUGA:Salat Id Bareng Dedi Mulyadi, Masyarakat Kota Bandung Padati Lapang Gasibu

    “Kurang lebih ada 6 orang (jemaah) yang mengaku kehilangan handphone berbagai merek dan uang,” ucapnya saat ditemui Jabar Ekspres di Lapang Gasibu, Kota Bandung.

    Untuk kronologis yang disampaikan oleh para jemaah, Aries menyampaikan bahwa para korban kehilangan barang dan bendanya saat hendak bersalaman dengan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi usai melangsungkan salat Idulfitri bersama.

    “Untuk kronologinya itu katanya lagi bersalaman dengan pak gubernur (Dedi Mulyadi) katanya. Nah yang hilang kebanyakan handphone dan uang yang nominalnya lumayan,” ujarnya.

    BACA JUGA:Gelar Solat Id di Lapangan Tegar Beriman, Pemkab Bogor Gelar Open House

    Aries menyampaikan, untuk kejadian ini bukan pertama kali terjadi di Lapangan Gasibu, Kota Bandung saat pelaksanaan Salat Idulfitri.

    Bahkan di tahun sebelumnya, ia menuturkan sempat terjadi juga kejadian serupa namun untuk jumlah jemaah yang mengaku kehilangan tidak sebanyak kali ini.

    “Kalau sekarang laporannya lumayan banyak juga karena antusias masyarakat juga Gasibu ini banyak. Dan untuk tindak lanjutnya, kita dari petugas kemanan langsung menyarankan untuk ke bagian informasi untuk membuat laporan kehilangan,” pungkasnya.

     

    (San).

  • Salat Id Bareng Dedi Mulyadi, Masyarakat Kota Bandung Padati Lapang Gasibu

    Salat Id Bareng Dedi Mulyadi, Masyarakat Kota Bandung Padati Lapang Gasibu

    JABAR EKSPRES – Sebagian besar masyarakat Kota Bandung, hari ini Senin (31/3), menjalankan Salat Idulfitri 1446 Hijriah di sejumlah tempat mulai dari lapangan hingga masjid-masjid terdekat.

    Halnya di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, sejumlah masyarakat memilih melangsungkan salat Idulfitri 1446 Hijriah di lokasi tersebut bersama Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi.

    Menurut salah seorang warga asal Cijerah, Kota Bandung, Aji (30) mengatakan dirinya sengaja datang ke Lapangan Gasibu hanya untuk melangsungkan salat Idulfitri bersama Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.

    “Sengaja datang ke sini (lapang Gasibu) sama keluarga,” katanya saat ditemui di lokasi.

    BACA JUGA:Gelar Solat Id di Lapangan Tegar Beriman, Pemkab Bogor Gelar Open House

    Aji mengatakan, hal ini menjadi momentum pertama bagi dirinya bersama keluarga salat Idulfitri bersama Gubernur Dedi Mulyadi.

    “Ini baru pertama kali (salat bareng Gubernur) Alhamdulillah,” katanya.

    Sementara itu dalam sambutanya, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa Idulfitri kali ini merupakan momentum kebahagiaan dan perubahan untuk masyarakat Jawa Barat.

    Sehingga sebagai gubernur, dirinya di momentum kali ini ingin membangun yang namanya rasa empati antara pemimpin dengan rakyat melalui tindakan nyata dan terukur.

    BACA JUGA:Gelar Festival Dulag Istimewa 1446 H, Dedi Mulyadi Beberkan Makna Ngadulag

    “Itulah mengapa saat ini perlu adanya pengelolaan keuangan negara yang harus dipertanggungjawabkan nantinya di akhirat. Kegagalan seorang gubernur itu jika masih ada pengemis di perempatan jalan, anak yatim yang tak bersekolah, orang miskin yang rumahnya mau roboh, hingga ada orang yang bunuh diri karena terikat bank emok atau pinjaman online,” ucapnya.

    Maka dari itu, di hari raya Idulfitri kali ini menurut Dedi Mulyadi akan dijadikan makna sebagai kesadaran kolektif ritual dan spiritual.

    “Mari jadikan 1 Syawal ini sebagai kesadaran kolektif ritual dan spiritual,” pungkasnya.

     

    (San).

  • Dedi Mulyadi Ungkap Penyegelan Eiger Camp karena Ada Kerawanan Bencana
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        31 Maret 2025

    Dedi Mulyadi Ungkap Penyegelan Eiger Camp karena Ada Kerawanan Bencana Regional 31 Maret 2025

    Dedi Mulyadi Ungkap Penyegelan Eiger Camp karena Ada Kerawanan Bencana
    Editor
    BANDUNG, KOMPAS.com
    – Gubernur Jawa Barat
    Dedi Mulyadi
    mengungkapkan penyegelan proyek wisata Eiger Camp di lereng Gunung Tangkuban Parahu, Bandung Barat, karena ada potensi kerawanan bencana.
    “Saya pun kemarin sidak ke lapangan, kalau menurut saya, itu kan posisinya paling tinggi ya, kebun teh yang paling ujung dan (ada) bangunan beton gitu loh, artinya ada potensi kerawanan bencana,” kata dia di Bandung, Minggu (30/3/2025) malam, seperti dikutip
    Antara.
    Terkait perizinan, dari sisi aspek normatif dirinya melihat ada izin tertulis yang ditempel di lokasi oleh pihak Eiger, walau Bupati Bandung Barat mengaku belum melihat barcode perizinan proyek tersebut.
    Meski begitu, dia menegaskan, harus ada pertimbangan tentang dampak pada masa mendatang, mengingat setelah terjadi bencana tidak akan bisa dibedakan antara proyek yang berizin dan tidak.
    “Karena yang tidak ada izin belum tentu juga jaminan tidak ada bencana. Demikian juga yang ada izin juga belum tentu jaminan tidak ada bencana. Karena bencana itu bisa terjadi kapan saja,” ujarnya.
    Penyegelan itu, kata dia, untuk menghentikan sementara waktu proses pembangunan Eiger Camp dan memberi kesempatan kepada tim pakar melakukan evaluasi secara ilmiah.
    “Ditutup dulu, saya minta dihentikan dulu. Nanti tim pakar bekerja, biarkan nanti yang mempertanggungjawabkan aspek studinya adalah pakar, apakah itu rawan bencana atau tidak. Bukan saya, bukan dinas teknis karena nanti sudut pandangnya kepentingan dan tidak objektif,” katanya.
    Sebelumnya, perusahaan alat-alat petualangan, Eiger, mengklaim dokumen perizinan Eiger Camp di sekitar kaki Gunung Tangkuban Parahu di Sukawana, Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat sudah lengkap dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
    Penyusun dokumen amdal Eiger Camp dari PT Mitra Reka Buana, Jemy Septendi, mengatakan perizinan Eiger Camp sudah diproses sejak jauh hari dan mengikuti semua prosedur yang diamanatkan peraturan.
    “Dokumen dan perizinan lengkap, termasuk dokumen amdal. Koefisien dasar bangunan juga hanya dua persen dari izin yang diberikan,” ujar Jemy di Bandung, Jumat (28/3).
    Hal ini, sehubungan dengan penampakan foto pembukaan lahan, tepatnya di Desa Karyawangi.
    Foto tersebut memperlihatkan kegiatan proyek pembukaan lahan berisi kegiatan penggalian serta pengurukan untuk pembuatan jalan serta bangunan-bangunan.
    Luas lahan yang dibuka tersebut diperkirakan 5 hektare lebih. Foto memperlihatkan lokasi tanaman teh karena tangkapan kamera kontras dengan kondisi di sekeliling yang disebut terkait proyek Eiger Camp.
    Dokumen perizinan proyek Eiger Camp beredar di aplikasi percakapan WhatsApp.
    Terdapat delapan dokumen mulai dari pengajuan izin ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), pengesahan site plan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, analisis dampak lingkungan, dokumen analisis dampak lalu lintas (andalalin) hingga surat persetujuan bangunan gedung.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Lebaran di Bandung, Salat Id di Gasibu Lalu Open House di Gedung Pakuan – Halaman all

    Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Lebaran di Bandung, Salat Id di Gasibu Lalu Open House di Gedung Pakuan – Halaman all

    Gubernur Jabar Dedi Mulyadi rayakan Lebaran di Bandung, mulai dari Salat Id di lapangan Gasibu lanjut open house di Gedung Pakuan.

    Tayang: Senin, 31 Maret 2025 05:52 WIB

    Tribunnews.com/ Taufik Ismail

    LEBARAN 2025 – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi usai mengikuti pelantikan Kepala Daerah di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (20/2/2025). Dedi Mulyadi rayakan Lebaran di Bandung, mulai dari Salat Id di lapangan Gasibu lanjut open house di Gedung Pakuan. 

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membocorkan agenda dirinya saat Lebaran hari pertama hari ini, Senin (31/3/2025).

    Orang nomor satu di Jabar itu bakal merayakan Lebaran di Bandung, Jawa Barat.

    kata Dedi Mulyadi, untuk salat Id atau Idulfitri dia akan melaksanakan di Gasibu, Kota Bandung.

    “Terus solat ied-nya di Gasibu depan Gedung Sate,” kata Dedi Mulyadi melalui akun medsosnya, Minggu (30/3/2025).

    Kemudian Dedi Mulyadi menyampaikan untuk warga Jawa Barat yang ingin silaturahmi di hari Idulfitri nanti.

    Dia mempersilahkan warga umum untuk yang ingin bersilaturahmi datang ke Gedung Pakuan.

    Namun warga yang bersilaturahmi harus datang pagi-pagi karena waktunya yang terbatas.

    “Setelah itu warga yang mau silaturahmi bisa ke Gedung Pakuan jam 08.00 sampai dengan 09.45,” kata Dedi Mulyadi.

    “Dan jam 09.45 sampai jam 11.15 itu buat mitra kerja Pemerintah Provinsi Jabar. Jadi warga lebih dulu,” sambung Dedi.

     

    Dedi Mulyadi mengisi malam takbiran dengan menghadiri acara di Gedung Pakuan, Kota Bandung.

    Acara itu merupakan acara festival tabuh bedug yang meramaikan Idulfitri 2025 ini.

    “Buat warga Jabar kalau ditanya malam nanti di mana, saya malam nanti di Gedung Pakuan, ada festival ngadulag atau nabeuh bedug dari 19.30 sampai 21.30,” kata Dedi Mulyadi melalui akun medsosnya, Minggu (30/3/2025).

     

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’9′,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini

  • Kades Minta THR Rp 165 Juta, Dedi Mulyadi: Sama kayak Preman Harus Ditindak

    Kades Minta THR Rp 165 Juta, Dedi Mulyadi: Sama kayak Preman Harus Ditindak

    Kades Minta THR Rp 165 Juta, Dedi Mulyadi: Sama kayak Preman Harus Ditindak
    Editor
    BANDUNG, KOMPAS.com
    – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai harus ada tindakan tegas terkait surat bertanda tangan Ade Endang Saripudin,
    Kepala Desa Klapanuggal
    , Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor yang meminta tunjangan hari raya (THR) ke perusahaan senilai Rp 165 juta.
    “Sama dong perlakuan kayak preman di Bekasi, polisinya bertindak. Preman Bekasi ditindak kan? Ditahan kan? Masa kepala desa enggak? Kan sudah tahu ada instruksi, kan dia melakukan perbuatan meminta untuk digratifikasi. Itu masuk melanggar hukum, jadi tidak cukup hanya pembinaan, harus ada tindakan tegas,” ujar Dedi di Bandung, Minggu (30/3/2025) malam, seperti dikutip
    Antara.
    Dedi menilai, tindakan Kades Klapanunggal yang akhirnya beredar di media sosial itu tidak cukup selesai hanya dengan meminta maaf.
    Namun, harus ada tindakan tegas agar hal-hal seperti itu tidak diikuti yang lain serta tidak timbang pilih dalam memberikan tindakan.
    Ia mengatakan, tindakan kepala desa tersebut melanggar instruksi gubernur sehingga tidak bisa diampuni.
    “Dari sisi otoritas kewenangan, SK kepala desa itu dari bupati maka bupati harus punya tanggung jawab terhadap pembinaan kepala desa, itu dari sisi aspek kewenangan. Tetapi dari sisi aspek kepala desa abai terhadap instruksi gubernur itu kesalahan yang tidak bisa diampuni,” katanya,
    Foto sepucuk surat berkop Pemerintah Desa Klapanunggal viral di media sosial. Di surat itu, Kepala Desa Klapanunggal Ade Endang Saripudin diduga meminta THR beserta tetek bengek lain dengan total Rp 165 juta kepada perusahaan di wilayahnya.
    Di surat bertanggal 12 Maret 2025 itu, Ade mengaku mengajukan permohonan THR kepada pimpinan perusahaan sehubungan dengan peringatan Idul Fitri 1446 Hijriah. Ia mengatakan, sumbangan itu bersifat tidak mengikat.
    “Besar harapan kami bapak/ibu pimpinan perusahaan dapat berpartisipasi untuk dapat membantu kami dalam memberikan tunjangan kepada perangkat dan aparatur wilayah yang ada di Desa Klapanunggal,” tulis Ade.
    Di lembar terpisah, tampak undangan acara halalbihalal di Kantor Desa Klapanunggal, Jumat (21/3). Ade bertindak selaku ketua pelaksana acara itu.
    Kemudian, ada detail rencana anggaran biaya halalbihalal itu. Ada delapan item, yakni bingkisan senilai Rp 30 juta, uang saku atau THR Rp 100 juta, kain sarung Rp 20 juta, konsumsi Rp 5 juta, penceramah Rp 1,5 juta, pembaca ayat suci Al Quran Rp 1,5 juta, sewa sistem tata suara Rp 2 juta, dan biaya tak terduga Rp 5 juta. Totalnya mencapai Rp 165 juta.
    Belakangan setelah viral, Ade menyampaikan permohonan maaf. Ade mengakui kesalahannya dan memastikan surat tersebut akan ditarik kembali.
    “Saya mengaku salah dan memohon maaf atas beredarnya surat edaran dari desa kami yang meminta dana THR ke perusahaan,” ujar Ade dalam sebuah video pernyataan, Minggu.
    Ia juga meminta para pengusaha di Kabupaten Bogor untuk mengabaikan surat yang telah telanjur beredar.
    “Saya akan menarik kembali surat imbauan tersebut dan sekali lagi memohon maaf kepada para pihak yang merasa kurang berkenan. Terima kasih,” tambahnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Mobil Listrik Tabrak Truk yang Berhenti di Cengkareng Jakbar, 3 Orang Meninggal Dunia – Halaman all

    Mobil Listrik Tabrak Truk yang Berhenti di Cengkareng Jakbar, 3 Orang Meninggal Dunia – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG – Tiga orang korban tewas akibat kecelakaan maut di Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (29/3/2025) sekira pukul 19.00 WIB.

    Sebuah mobil listrik Hyundai Ioniq 5 N bernomor polisi B-5-ION yang dikendarai Kelvin Indrawan menabrak truk Mitsubishi nomor polisi BN 8963 WO yang terparkir di bahu jalan.

    Saat itu, truk Mitsubishi yang tengah berhenti di lajur satu karena mengalami kerusakan pada as roda belakang.

    Tanpa diduga, mobil Hyundai Ioniq 5 N yang melaju kencang mencoba memotong jalur ke kiri dengan maksud mendahului kendaraan lain. 

    Namun, mobil itu justru menghantam bagian belakang truk yang mogok tersebut.

    Tiga orang meninggal dunia dalam tragedi kecelakaan maut tersebut. Kondisi ketiga korban menengaskan.

    Sedangkan, kondisi mobil Hyundai ringsek usai menabrak truk yang berhenti.

    Pengemudi Hyundai Ioniq 5 N, Kelvin Indrawan meninggal dunia. 

    Ia mengalami luka parah di kepala dan tangan. 

    Kemudian Rudy tewas setelah mengalami luka fatal pada tengkorak kepala serta kehilangan tangan dan kaki.

    Korban tewas terakhir bernama Suherman yang mengalami patah pada kepala, tangan dan kaki kiri.

    Identitas korban luka

    Sedangkan korban luka pertama bernama M. Antoni yakni pengemudi truk yang mengalami luka di bagian kepala dan pinggang kanan memar.

    Kedua, bernama Salim mengalami patah pada tangan kanan dan kaki kanan.

    Korban luka ketiga bernama Agus Mulyadi mengalami patah pada kedua kakinya.

    Kanit Tujawali Satlantas Polres Jakarta Barat, AKP Karta mengungkapkan korban luka segera mendapatkan perawatan di RS Puri Indah Kembangan.

    Sedangkan jenazah korban meninggal dievakuasi ke RSUD Kabupaten Tangerang.

    Kronologis

    AKP Karta juga menyampaikan kronologi kecelakaan maut di Cengkareng.

    Kecelakaan bermula ketika minibus Hyundai yang dikemudikan oleh Kelvin Indrawan melaju dari arah Utara menuju Selatan. 

    Saat mendekati lokasi kejadian, kata Karta kendaraan tersebut menabrak truk Mitsubishi yang tengah berhenti di lajur satu karena mengalami kerusakan pada as roda belakang.

    “Benturan keras menyebabkan beberapa orang mengalami luka-luka dan tiga orang meninggal dunia di tempat kejadian,” ujar Karta, Minggu (30/3/2025) dini hari. 

    Menurut Karta, pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan lalu lintas.

    Kemudian, pihak kepolisian mengamankan barang bukti yaitu dua unit kendaraan yang alami kecelakaan.

    “Kami memeriksa saksi-saksi untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut dan mengecek kondisi korban luka di RS Puri Indah Kembangan,” tuturnya.

    Karta mengimbau para pengguna jalan agar lebih berhati-hati, terutama saat berkendara di jalan tol.

    Selain itu, ia meminta agar pengemudi di jalan tol tetap fokus guna menghindari kejadian serupa di masa mendatang.