Dedi Mulyadi Desak Polisi Tangkap Kades yang Minta THR Rp 165 Juta: Sama Kayak Preman
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mendesak agar polisi menangkap Kepala Desa (Kades) Klapanunggal Ade Endang Saripudin karena meminta tujangan hari raya (
THR
) ke pengusaha sebesar Rp 165 juta.
Dedi mengaku, sudah melaporkan perihal adanya permintaan THR tersebut kepada Kapolda Jabar.
Apalagi, beberapa hari lalu, sempat ada preman yang meminta THR dan berujung ditangkap. Oleh karenanya, Dedi meminta perlakuan sama diberikan kepada
Kades Klapanunggal
.
“Kalau saya lebih cenderung, ketika di Subang, saya menginstruksikan untuk penangkapan terhadap premanisme, di Bekasi, dan berbagai tempat lain juga dilakukan penangkapan,” ujar Dedi di rumah Ketua MPR Ahmad Muzani, Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Rabu (2/4/2025).
“Saya cenderung Kades (Klapanunggal) sama dengan preman di Bekasi. Artinya harus ada proses hukum yang dilakukan,” katanya lagi.
Dedi menjelaskan bahwa pembinaan kades sebenarnya merupakan tanggung jawab bupati setempat. Sebab, yang mengeluarkan surat keputusan (SK) kepada kades adalah bupati.
Hanya saja, Dedi menekankan bahwa dalam kasus ini, Kades Klapanunggal tersebut abai terhadap surat edaran yang dikeluarkan Gubernur Jawa Barat.
“Tapi dari sisi dia abai terhadap surat edaran yang dikeluarkan
Gubernur Jabar
terhadap seluruh daerah di Jabar, baik itu pemerintahan provinsi, BUMN, BUMD, pemerintahan kabupaten/kota kan tidak boleh memberi dan menerima. Nah ini kan, meminta. Artinya meminta diberi,” ujarnya.
Sebelumnya, sebuah surat berkop Pemerintah Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, viral di media sosial.
Dalam surat itu, Kepala Desa Klapanunggal, Ade Endang Saripudin, diduga meminta THR beserta berbagai keperluan lain dengan total Rp 165 juta kepada perusahaan di wilayahnya.
Dalam surat bertanggal 12 Maret 2025, Ade mengajukan permohonan THR kepada pimpinan perusahaan dengan alasan peringatan Idul Fitri 1446 Hijriah.
“Besar harapan kami bapak/ibu pimpinan perusahaan dapat berpartisipasi untuk dapat membantu kami dalam memberikan tunjangan kepada perangkat dan aparatur wilayah yang ada di Desa Klapanunggal,” tulis surat tersebut.
Selain surat permintaan THR, beredar pula undangan acara halal bihalal yang akan diselenggarakan di Kantor Desa Klapanunggal pada Jumat, 21 Maret 2025.
Kemudian, Ade tercatat sebagai ketua pelaksana acara tersebut.
Setelah surat tersebut viral, Ade Endang Saripudin menyampaikan permintaan maaf melalui akun resmi Pemerintah Kabupaten Bogor.
Dia berdalih surat tersebut hanya bersifat imbauan dan meminta para pengusaha untuk mengabaikannya.
“Saya mengaku salah dan memohon maaf kepada para pihak yang merasa kurang berkenan,” ujar Ade dalam video yang dibagikan pada Sabtu, 29 Maret 2025.
Ade juga berjanji untuk menarik kembali surat yang telah beredar luas di masyarakat tersebut.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Mulyadi
-
/data/photo/2025/04/02/67ecf42e22721.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Dedi Mulyadi Desak Polisi Tangkap Kades yang Minta THR Rp 165 Juta: Sama Kayak Preman
-
/data/photo/2025/04/02/67ecf42e22721.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
5 Buntut Mobil Dinas untuk Mudik ASN, Dedi Mulyadi Panggil Walkot Depok dan Kepala Daerah se-Jabar Megapolitan
Buntut Mobil Dinas untuk Mudik ASN, Dedi Mulyadi Panggil Walkot Depok dan Kepala Daerah se-Jabar
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Gubernur Jawa Barat (Jabar)
Dedi Mulyadi
mengatakan, dirinya akan memanggil para bupati dan wali kota se-Jabar pada 8 April 2025 mendatang.
Dedi menyebut
Wali Kota Depok
Supian Suri juga akan dipanggil buntut memperbolehkan ASN mudik dengan mobil dinas.
“Tanggal 8 April, akan kita undang bupati, wali kota, termasuk Wali Kota Depok,” ujar Dedi di rumah Ketua MPR Ahmad Muzani, Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Rabu (2/4/2025).
Dedi mengatakan, dirinya ingin hal serupa tidak terjadi kembali.
Sehingga, dirinya akan menekankan beberapa hal kepada bupati dan wali kota yang ada di wilayah Jabar.
“Termasuk nanti ada hal-hal yang akan menjadi titik tekan kita agar peristiwa serupa tidak terulang lagi,” ucapnya.
Sementara itu, Dedi Mulyadi menyebut dirinya hanya akan memberi teguran kepada Wali Kota Depok.
Dia menyadari bahwa Walkot Depok adalah sosok yang baru menjabat, bukan petahana.
“Iya teguran dulu, kan wali kota baru jadi masih latihan,” imbuh Dedi.
Sebelumnya, Wali Kota Depok Supian Suri mengizinkan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk menggunakan mobil dinas sebagai sarana mudik Lebaran Idul Fitri.
Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan beberapa faktor, termasuk sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian ASN dan keterbatasan kepemilikan kendaraan pribadi di kalangan pegawai.
“Kami mengizinkan kepada teman-teman yang memang dipercaya memegang kendaraan dinas (untuk dipakai bermudik),” kata Supian saat dikonfirmasi, Jumat (28/3/2025).
Menurutnya, kebijakan ini tidak hanya membantu pegawai yang belum memiliki kendaraan pribadi, tetapi juga menjadi bentuk penghargaan atas kinerja mereka dalam melayani masyarakat Depok.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -

Kompensasi Diduga Disunat, Sopir Angkot Puncak Hanya Terima Rp 800 Ribu dari Kompensasi Rp 1,5 Juta
JABAR EKSPRES– Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, telah memberikan kompensasi kepada sopir angkot di Jalur Puncak agar tidak beroperasi selama seminggu saat libur Idulfitri 1446 H. Bantuan tersebut berupa uang tunai dan sembako dengan total nilai Rp 1,5 juta.
Namun, di lapangan masih terlihat angkot beroperasi di Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor, pada Rabu (2/4). Setelah ditelusuri, ternyata kompensasi yang diterima para sopir diduga mengalami pemotongan.
Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih, membenarkan adanya laporan mengenai dugaan tersebut.
“Ada laporan masuk, tapi untuk pembuktian, kami masih memantau apakah benar atau tidak,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Berdasarkan laporan yang diterima, para sopir angkot hanya mendapatkan Rp 800 ribu dari total kompensasi Rp 1,5 juta.
“Seharusnya, Rp 1 juta diberikan dalam bentuk uang tunai, sedangkan Rp 500 ribu berupa sembako. Tapi kalau uang yang diterima hanya Rp 800 ribu, berarti ada pemotongan,” tegas Dadang.
Menurutnya, kompensasi ini diberikan kepada sekitar 653 sopir angkot dari tiga trayek, yakni Cisarua-Bogor, Bogor-Pasirmuncang, dan Bogor-Cibedug. Jika dugaan pemotongan terbukti benar, pihaknya akan mengambil langkah tegas.
“Kalau memang benar terjadi, kami akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk menindaklanjutinya. Laporan sudah banyak masuk, tapi masih kami pantau,” jelasnya.
Dadang juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan jika masih menemukan angkot yang beroperasi selama masa pembatasan.
“Silakan laporkan ke petugas Dishub jika melihat angkot beroperasi. Karena kami tidak bisa selalu memantau semua lokasi secara langsung. Jika terlihat, pasti akan langsung ditindak,” pungkasnya.
-

Menko AHY Pastikan Mudik Lebaran 2025 Berlangsung Lancar
Jakarta –
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memastikan arus mudik Lebaran 2025 secara umum berjalan baik dan lancar. AHY mengatakan antisipasi puncak arus balik juga telah disiapkan.
“Secara umum bisa kita yakinkan arus mudik tahun ini secara umum berjalan dengan baik, aman, lancar dan tentunya kita juga terus mengantisipasi untuk arus baliknya yang diperkirakan akan berpuncak di tanggal 6 dan 7 April,” ujar AHY usai menghadiri open house Ketua MPR RI Ahmad Muzani di Widya Chandra, Jakarta Selatan, Selasa (2/4/2025).
AHY mengatakan pihaknya dan kementerian lain terus berkoordinasi untuk menyiapkan puncak arus balik Lebaran 2025. Hal itu dilakukan untuk memastikan arus balik berjalan baik.
“Tapi Insya Allah seluruh jajaran, seluruh bagian termasuk Kementerian Perhubungan yang berada dalam koordinasi Kemenko Infrastruktur, Kementerian PU yang mempersiapkan infrastrukturnya dan termasuk tentunya kerja sama kami dengan Korlantas dan semua stakeholders untuk meyakinkan arus balik juga berjalan dengan baik,” ujarnya.
Adapun sejumlah pejabat negara menghadiri acara open house Ketua MPR RI Ahmad Muzani hari ini. Di antaranya Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi, politisi senior Golkar sekaligus mantan Ketua MPR Bambang Soesatyo, Wamendagri Bima Arya, Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Wakil Menteri Agama RI Romo Syafi’i, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah. Kemudian, Ketua DPR RI Puan Maharani, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Utusan khusus Presiden Raffi Ahmad.
Kemudian, Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman, Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir, anggota DPR Ahmad Dhani, Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung, Menteri HAM Natalius Pigai, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy.
(mib/fca)
Hoegeng Awards 2025
Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini
-

UMKM Waspada! Ini Tantangan Besar Pasca-Lebaran dan Cara Menghadapinya
Jakarta: Setelah panen besar selama Ramadan dan Lebaran, banyak UMKM justru menghadapi tantangan serius. Tantangan itu merupakan penurunan permintaan.
Masyarakat yang sebelumnya berbelanja besar-besaran kini mulai mengerem pengeluaran, membuat omzet UMKM merosot.
Direktur Utama Moladin Finance Indonesia (MOFI) Mulyadi menegaskan periode pasca-Lebaran menjadi momen krusial bagi pelaku usaha.“Mengandalkan model bisnis tradisional saja dapat membatasi potensi pertumbuhan. Diversifikasi pendapatan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis,” ujar dia dikutip dari siaran pers, Rabu, 2 April 2025.
Lalu, bagaimana UMKM bisa tetap bertahan dan bahkan tumbuh di tengah perubahan ini? Berikut strategi yang bisa diterapkan!
1. Perluas lini produk atau layanan
Jangan hanya bergantung pada satu jenis produk! UMKM perlu menambah variasi sesuai tren pasar. Misalnya, bisnis kuliner bisa menawarkan menu sehat atau katering harian agar arus pendapatan tetap stabil.2. Maksimalkan saluran digital
Di era digital, pemasaran online bukan lagi opsi, tetapi keharusan! Manfaatkan e-commerce, media sosial, hingga layanan pesan antar untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan interaksi dengan pelanggan.3. Bangun kemitraan strategis
Kolaborasi dengan bisnis lain bisa jadi solusi cerdas. Misalnya, bisnis pakaian bisa menggandeng produsen aksesori untuk membuat paket bundling yang menarik.4. Akses pembiayaan yang fleksibel
Pendanaan adalah faktor kunci untuk ekspansi dan inovasi. MOFI, bagian dari Moladin Group yang telah berizin dan diawasi oleh OJK, menyediakan solusi keuangan fleksibel bagi UMKM yang ingin tetap bertumbuh.
Dengan strategi ini, UMKM bisa tetap tangguh menghadapi tantangan pasca-Lebaran. Ingat, adaptasi adalah kunci untuk bertahan dan berkembang!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
dan follow Channel WhatsApp Medcom.id(ANN)
-
/data/photo/2025/04/02/67ecbf40bcc2e.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
2 Seusai Dedi Mulyadi, Giliran Wamendagri Tegur Wali Kota Depok soal ASN Diperbolehkan Pakai Mobil Dinas untuk Mudik Nasional
Seusai Dedi Mulyadi, Giliran Wamendagri Tegur Wali Kota Depok soal ASN Diperbolehkan Pakai Mobil Dinas untuk Mudik
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri)
Bima Arya
Sugiarto mengungkapkan potensi kerugian negara yang dapat timbul akibat penggunaan mobil dinas oleh aparatur sipil negara (ASN) untuk mudik.
Ia menekankan bahwa mekanisme pemberian penghargaan kepada bawahan seharusnya tidak dilakukan dengan cara tersebut.
“Itu clear, ya itu clear. Jadi kami memahami ada kepala daerah yang ingin mereward staff-nya. Tapi ya tidak seperti itulah mekanismenya. Banyak cara untuk memberikan perhatian, tetapi tidak dengan fasilitas dinas,” ujar Bima saat ditemui di rumah Ketua MPR Ahmad Muzani, di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Rabu (2/4/2025).
Jika penggunaan mobil dinas untuk mudik dibiarkan, menurut Bima, hal itu dapat menimbulkan risiko kerugian bagi negara.
“Karena bisa dibayangkan kalau dibolehkan, ya maka ada mobilisasi fasilitas daerah, fasilitas negara yang digunakan oleh para kepala daerah yang menimbulkan risiko potensi kerugian negara,” sambungnya.
Meskipun saat ini merupakan musim libur, Bima mengingatkan bahwa banyak ASN yang tetap piket dan bekerja.
Ia menjelaskan bahwa mereka juga memerlukan mobil dinas dalam menjalankan tugasnya.
“Ini juga butuh mobil dinas. Jadi jangan sangka bahwa libur ini semuanya libur. Enggak,” ucap Bima.
Lebih lanjut, Bima menyampaikan bahwa pemerintah memiliki sistem shift kerja untuk memastikan layanan tetap berjalan. “Jadi semuanya ada yang piket. Dan tentu butuh juga fasilitas mobil dinas dan lain-lain untuk bekerja,” imbuhnya.
Sebelumnya, Wali Kota Depok Supian Suri mengizinkan ASN di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk menggunakan mobil dinas sebagai sarana mudik Lebaran Idul Fitri.
Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan beberapa faktor, termasuk sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian ASN dan keterbatasan kepemilikan kendaraan pribadi di kalangan pegawai.
“Kami mengizinkan kepada teman-teman yang memang dipercaya memegang kendaraan dinas (untuk dipakai bermudik),” kata Supian saat dikonfirmasi, Jumat (28/3/2025).
Menurutnya, kebijakan ini tidak hanya membantu pegawai yang belum memiliki kendaraan pribadi, tetapi juga menjadi bentuk penghargaan atas kinerja mereka dalam melayani masyarakat Depok.
Sikap Supian mendapatkan respons dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Dedi menekankan bahwa kebijakan tersebut tidak seharusnya diterapkan dan meminta Supian untuk tidak lagi membuat pernyataan yang bertentangan dengan aturan yang berlaku.
“Tadi malam sudah saya tegur, nanti gaboleh ada pernyataan yang seperti itu lagi. Itu membuka ruang pada kebijakan-kebijakan yang lainnya, nanti abai,” ungkap Dedi setelah melaksanakan shalat Id di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, pada Senin (31/3/2025).
Dedi menegaskan bahwa Supian Suri telah mengabaikan instruksi gubernur yang melarang penggunaan mobil dinas untuk keperluan pribadi selama periode mudik.
Menurutnya, penggunaan kendaraan dinas untuk kepentingan pribadi dapat berpotensi merugikan negara jika terjadi kerusakan pada kendaraan tersebut.
“Iya dong abai. Kan begini risikonya. Gimana kalau mobilnya (dinas) di jalan mengalami problem? Itu menjadi risiko negara, harus dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/04/02/67ecbf40bcc2e.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
2 Seusai Dedi Mulyadi, Giliran Wamendagri Tegur Wali Kota Depok soal ASN Diperbolehkan Pakai Mobil Dinas untuk Mudik Nasional
Seusai Dedi Mulyadi, Giliran Wamendagri Tegur Wali Kota Depok soal ASN Diperbolehkan Pakai Mobil Dinas untuk Mudik
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri)
Bima Arya
Sugiarto mengungkapkan potensi kerugian negara yang dapat timbul akibat penggunaan mobil dinas oleh aparatur sipil negara (ASN) untuk mudik.
Ia menekankan bahwa mekanisme pemberian penghargaan kepada bawahan seharusnya tidak dilakukan dengan cara tersebut.
“Itu clear, ya itu clear. Jadi kami memahami ada kepala daerah yang ingin mereward staff-nya. Tapi ya tidak seperti itulah mekanismenya. Banyak cara untuk memberikan perhatian, tetapi tidak dengan fasilitas dinas,” ujar Bima saat ditemui di rumah Ketua MPR Ahmad Muzani, di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Rabu (2/4/2025).
Jika penggunaan mobil dinas untuk mudik dibiarkan, menurut Bima, hal itu dapat menimbulkan risiko kerugian bagi negara.
“Karena bisa dibayangkan kalau dibolehkan, ya maka ada mobilisasi fasilitas daerah, fasilitas negara yang digunakan oleh para kepala daerah yang menimbulkan risiko potensi kerugian negara,” sambungnya.
Meskipun saat ini merupakan musim libur, Bima mengingatkan bahwa banyak ASN yang tetap piket dan bekerja.
Ia menjelaskan bahwa mereka juga memerlukan mobil dinas dalam menjalankan tugasnya.
“Ini juga butuh mobil dinas. Jadi jangan sangka bahwa libur ini semuanya libur. Enggak,” ucap Bima.
Lebih lanjut, Bima menyampaikan bahwa pemerintah memiliki sistem shift kerja untuk memastikan layanan tetap berjalan. “Jadi semuanya ada yang piket. Dan tentu butuh juga fasilitas mobil dinas dan lain-lain untuk bekerja,” imbuhnya.
Sebelumnya, Wali Kota Depok Supian Suri mengizinkan ASN di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk menggunakan mobil dinas sebagai sarana mudik Lebaran Idul Fitri.
Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan beberapa faktor, termasuk sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian ASN dan keterbatasan kepemilikan kendaraan pribadi di kalangan pegawai.
“Kami mengizinkan kepada teman-teman yang memang dipercaya memegang kendaraan dinas (untuk dipakai bermudik),” kata Supian saat dikonfirmasi, Jumat (28/3/2025).
Menurutnya, kebijakan ini tidak hanya membantu pegawai yang belum memiliki kendaraan pribadi, tetapi juga menjadi bentuk penghargaan atas kinerja mereka dalam melayani masyarakat Depok.
Sikap Supian mendapatkan respons dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Dedi menekankan bahwa kebijakan tersebut tidak seharusnya diterapkan dan meminta Supian untuk tidak lagi membuat pernyataan yang bertentangan dengan aturan yang berlaku.
“Tadi malam sudah saya tegur, nanti gaboleh ada pernyataan yang seperti itu lagi. Itu membuka ruang pada kebijakan-kebijakan yang lainnya, nanti abai,” ungkap Dedi setelah melaksanakan shalat Id di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, pada Senin (31/3/2025).
Dedi menegaskan bahwa Supian Suri telah mengabaikan instruksi gubernur yang melarang penggunaan mobil dinas untuk keperluan pribadi selama periode mudik.
Menurutnya, penggunaan kendaraan dinas untuk kepentingan pribadi dapat berpotensi merugikan negara jika terjadi kerusakan pada kendaraan tersebut.
“Iya dong abai. Kan begini risikonya. Gimana kalau mobilnya (dinas) di jalan mengalami problem? Itu menjadi risiko negara, harus dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -

Angkot Masih Beroperasi di Puncak Bogor, Sopir: Tidak Terima Kompensasi
JABAR EKSPRES – Angkutan kota (angkot) masih beroperasi di kawasan Simpang Gadog menuju Puncak meskipun adanya kebijakan peliburan sopir angkot untuk mengurangi kemacetan.
Salah satu sopir angkot, Dadang, mengaku tidak menerima kompensasi yang diberikan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
“Saya tidak terima kompensasi. Pengen dapat, tapi enggak tahu peraturannya,” ujar Dadang di Simpang Gadog, Rabu (2/4/2025).
Saat ditemui, ia sedang menjalankan sewa dari warga sekitar untuk perjalanan ziarah ke Pasar Cisarua.
“Ke Pasar Cisarua, ziarah ke belakang pasar,” ucapnya.
Diketahui, para sopir angkot sebenarnya mendapat kompensasi sebesar Rp1,5 juta beserta sembako sebagai bagian dari kebijakan pengurangan angkot yang kerap menyebabkan kemacetan di kawasan Puncak.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memutuskan untuk meliburkan sopir angkot guna mengurangi kemacetan, terutama pasca-Lebaran. Dalam unggahan di Instagram, ia bahkan sempat berkelakar mengenai keputusan tersebut.
“Sekarang mereka (sopir angkot) kita liburkan, biarkan mereka bahagia mendekap istrinya di rumah, dan biarkan hati aku tetap merana karena tidak ada yang bisa kudekap,” ujar Dedi Mulyadi dalam unggahan Instagram pada Kamis (27/3/2025).
Ia juga mengapresiasi Pemkab Bogor serta jajaran TNI-Polri karena kebijakan ini membuat pengamanan jalur Puncak lebih ringan selama Lebaran.
“Selamat Pak Bupati, Pak Wakil Bupati, Pak Dandim, Pak Kapolres. Kalau mereka tidak ngetem di jalan, mereka libur, minimal jalannya kosong dan macetnya tidak terlalu parah,” ujarnya.
-

Berita Terpopuler: Angkot di Puncak Tetap Beroperasi meski Dilarang
Jakarta, Beritasatu.com – Kabar tentang angkutan kota atau angkot tetap beroperasi di Puncak meski sudah dilarang menjadi berita terpopuler atau top news di Beritasatu.com, Selasa (1/4/2025).
Kabar lain yang banyak menarik perhatian pembaca, yakni dampak positif pelarangan angkot beroperasi di wilayah Puncak. mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil siap melakukan tes DNA, polisi memberlakukan one way dari Puncak ke arah Jakarta, serta Indonesia kirim dokter dan tenaga kesehatan untuk membantu korban gempa Myanmar.
Berikut lima berita terpopuler atau top 5 news di Beritasatu.com sepanjang Selasa (1/4/2025):
1. Angkot Puncak Nekat Narik meski Dilarang Dedi Mulyadi, Ini Sebabnya
Polres Bogor mengakui masih terdapat angkot yang beroperasi di wilayah Puncak di masa libur Lebaran. Namun Polres Bogor tidak bisa berbuat banyak.“Iya, sebagian masih ada yang beroperasi,” kata Kasatlantas Polres Bogor AKP Rizky Guntama kepada wartawan, Selasa (1/4/2025).
Menurut AKP Rizky, Polres Bogor tidak bisa berbuat banyak karena bukan tanggung jawab kepolisian. Penegakan aturan larangan operasional angkot di Puncak merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Bogor.
2. Dedi Mulyadi Larang Angkot Beroperasi di Puncak, Ini Dampak Positifnya
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melarang angkutan kota (angkot) beroperasi di jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat, mulai Selasa (1/4/2025) hingga sepekan ke depan. Namum, imbauan ini masih belum sepenuhnya efektif.Berdasarkan pantauan di lapangan, masih banyak angkot yang terlihat beroperasi di sepanjang jalur tersebut. Melalui akun Instagram pribadinya, Dedi Mulyadi kembali mengingatkan para sopir angkot di kawasan Puncak Bogor agar tidak beroperasi selama libur Lebaran.
Ia menegaskan bahwa dirinya akan mengawasi langsung pelaksanaan kebijakan ini demi mengurangi kemacetan di wilayah Puncak.
3. Ridwan Kamil Siap Jalani Tes DNA, Begini Prosedur, Jenis dan Tujuannya
Berita terpopuler lainnya, yakni Ridwan Kamil memberikan respons terkait tantangan dari selebgram Lisa Mariana yang meminta dirinya menjalani tes DNA guna membuktikan hubungan biologis dengan anak yang diklaim sebagai hasil hubungannya.Menanggapi permintaan tersebut, Ridwan Kamil menyatakan kesiapannya untuk menjalani tes DNA sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku di Indonesia.
“Saya siap melakukan tes DNA sesuai dengan prosedur hukum,” ujar Ridwan Kamil, dikutip pada Selasa (1/4/2025).
Ridwan Kamil juga menegaskan bahwa tes DNA harus dilakukan sesuai aturan hukum dan tidak boleh dipengaruhi oleh emosi semata.
4. Polisi Berlakukan One Way dari Jalur Puncak Arah Jakarta
Kepadatan arus balik di kawasan Puncak, Bogor, semakin meningkat. Sekitar 60.000 kendaraan telah memasuki kawasan wisata ini hingga siang hari. Untuk mengurai kemacetan, Satlantas Polres Bogor mulai memberlakukan sistem satu arah atau one way dari Puncak menuju Jakarta pada pukul 12.00 WIB.Kasatlantas Polres Bogor AKP Rizky Guntama menyampaikan, sistem one way ni diberlakukan karena antrean kendaraan dari Puncak menuju Jakarta sudah cukup panjang.
“Kami berlakukan sistem satu arah menuju Jakarta. Pagi tadi sudah diberlakukan untuk arah sebaliknya, yaitu dari Jakarta menuju Puncak,” kata Rizky Guntama, Selasa (1/4/2025).
5. Indonesia Kirim Tim Dokter dan Nakes untuk Korban Gempa Myanmar
Pemerintah Indonesia kembali mengirimkan bantuan dan juga tim kemanusiaan ke Myanmar yang baru saja dilanda gempa bumi dengan magnitudo 7,7.Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyampaikan, pada tahap kedua ini, pemerintah Indonesia mengirimkan dokter spesialis, bantuan logistik, serta personel dengan keahlian khusus. Sebanyak 53 orang dikerahkan, termasuk tenaga medis dari emergency medical team (EMT) dan tim keamanan untuk membantu korban gempa Myanmar.
“Hari ini kami melepas tim gelombang kedua, termasuk delapan personel keamanan. Hari ini adalah jumlah terbanyak karena tim EMT juga berangkat, totalnya 53 orang,” ujar Suharyanto di Lapangan Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Selasa (1/4/2025).
Itulah berita terpopuler di Beritasatu.com sepanjang Selasa (1/4/2025).
-
/data/photo/2025/03/31/67e9ef01ec481.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Mengapa Mobil Dinas Tak Boleh Digunakan untuk Mudik?
Mengapa Mobil Dinas Tak Boleh Digunakan untuk Mudik?
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok yang memberikan izin bagi Aparatur Sipil Negara (
ASN
) di lingkungannya untuk menggunakan
mobil dinas
saat
mudik Lebaran
Idul Fitri menuai polemik.
Sebab, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyatakan hal yang berbeda.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menegaskan mobil dinas tidak boleh digunakan untuk mudik.
Bima menjelaskan bahwa mobil dinas hanya boleh digunakan ASN untuk keperluan pelayanan publik.
“Apalagi untuk kepentingan pribadi, ya seharusnya tidak digunakan. Apalagi risiko kerusakan yang mungkin akan berdampak pada kerugian negara,” ucap Bima, saat ditemui di Masjid Istiqlal usai Shalat Idul Fitri, Jakarta Pusat, Senin (31/3/2025).
Menurut Bima Arya, Wali Kota Depok juga akan ditegur atas kebijakannya tersebut.
Namun, saat ditanya soal sanksi yang akan dikenakan kepada Wali Kota Depok, Bima enggan menjelaskan.
“Sanksinya tentu akan disampaikan nanti oleh pembina kepegawaian masing-masing. Pak Gubernur pasti akan memberikan sanksi,” pungkas dia.
Merespons kebijakan di Depok ini, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegur Wali Kota Depok.
Menurut Dedi, kebijakan tersebut tidak seharusnya diterapkan.
Ia meminta Supian agar tidak lagi mengeluarkan pernyataan yang bertentangan dengan aturan yang berlaku.
“Tadi malam sudah saya tegur, nanti enggak boleh ada pernyataan seperti itu lagi. Itu membuka ruang pada kebijakan-kebijakan lainnya, nanti abai,” ujar Dedi, usai melaksanakan shalat Id di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Senin.
Dedi menambahkan, keputusan Supian Suri bertentangan dengan instruksi gubernur yang melarang penggunaan mobil dinas untuk kepentingan pribadi selama periode mudik.
Politikus Partai Gerindra ini mengingatkan bahwa jika kendaraan dinas mengalami kerusakan saat digunakan untuk mudik, negara yang akan menanggung risikonya.
“Iya dong, abai. Kan begini risikonya. Gimana kalau mobil dinas mengalami problem di jalan? Itu menjadi risiko negara, harus dipertanggungjawabkan,” ujar dia.
Polemik ini turut mendapat respons dari Komisi Pemberantasan
Korupsi
(KPK) yang menegaskan kendaraan dinas tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi oleh pejabat dan ASN.
“Kendaraan dinas seharusnya digunakan untuk kegiatan-kegiatan kedinasan, bukan untuk kepentingan pribadi,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, dalam keterangannya pada Selasa (1/4/2025).
Budi mengimbau kepada para kepala daerah untuk menjadi teladan bagi jajarannya dalam pencegahan
korupsi
, terutama pada momen hari raya.
Dia juga mengingatkan kepala daerah dan inspektoratnya seharusnya bisa secara aktif melakukan pemantauan dan pengawasan agar penyalahgunaan kendaraan dinas ini dapat dicegah secara efektif.
Selain itu, kepala daerah atau inspektorat diharapkan memberikan sanksi administratif terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.
“Mengingat penerimaan gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan ataupun bertentangan dengan pelaksanaan tugas dan kewajiban seorang ASN, tidak hanya melanggar peraturan dan kode etik, tapi juga membuka peluang potensi terjadinya tindak pidana korupsi,” tambah Budi.
Aturan ini telah ditegaskan dalam Surat Edaran Ketua KPK Nomor 7 Tahun 2025 tentang pencegahan korupsi dan pengendalian gratifikasi terkait hari raya.
KPK menekankan bahwa kendaraan dinas, sebagai aset negara atau daerah, harus dikelola secara tertib, baik dalam pencatatan, perawatan, maupun pemanfaatannya.
Hal ini agar tidak menimbulkan potensi kerugian negara atau daerah, sekaligus pemanfaatannya betul-betul untuk kepentingan negara atau daerah, bukan untuk kepentingan pribadi individu-individu tertentu.
“Pengelolaan aset daerah ini juga menjadi salah satu fokus area dalam
monitoring centre for prevention
(MCP) yang dilakukan KPK melalui tugas koordinasi dan supervisi kepada pemerintah daerah,” tutup Budi.
Wali Kota Depok Supian Suri beralasan kebijakan memberikan izin bagi ASN untuk mudik dengan mobil dinas di lingkungan Pemkot Depok saat mudik sebagai bentuk apresiasi.
Menurut Supian, keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk apresiasi kepada pengabdian para ASN yang telah bekerja untuk Kota Depok.
Selain itu, tidak semua pegawai memiliki kendaraan pribadi, sehingga penggunaan mobil dinas diharapkan dapat membantu mereka dalam perjalanan mudik.
“Pertama, ya enggak semua dari mereka (ASN) punya kendaraan, jadi diharapkan itu bisa membantu sebagai apresiasi pengabdian mereka selama ini, sehingga kami izinkan,” ujar dia.
Ia juga menambahkan bahwa dengan tersedianya mobil dinas, ASN dapat kembali ke Depok tepat waktu tanpa alasan terkendala transportasi.
Sebab, kendaraan tersebut merupakan fasilitas negara yang tetap melekat pada ASN selama mereka masih dipercaya untuk menggunakannya.
Meski diperbolehkan menggunakan
mobil dinas untuk mudik
, ia menegaskan bahwa ASN yang membawa kendaraan tersebut harus bertanggung jawab penuh atas segala risiko, baik itu kerusakan atau kehilangan.
“Artinya, jika terjadi hal yang tidak diinginkan, kayak hilang atau apa, ya itu tanggung jawab mereka,” ujar dia.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.