Tag: Mujiono

  • Pisah Sambut Kapolresta Banyuwangi, Kombes Rama Promosi ke Polda Papua

    Pisah Sambut Kapolresta Banyuwangi, Kombes Rama Promosi ke Polda Papua

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Pucuk pimpinan Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi mengalami pergantian dari Kombes Pol Dr. Rama Samtama Putra ke Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan.

    Dalam acara pisah sambut yang dilaksanakan di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Jumat malam (9/1/2026), Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengajak jajaran kepolisian terus memperkuat kolaborasi dan sinergi menjaga kondusivitas daerah.

    “Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Banyuwangi, kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi Bapak Kombes Pol Rama selama memimpin Polresta Banyuwangi,” ujar Ipuk.

    Ipuk mengatakan, selama 1,3 tahun Kombes Rama menjabat, ia memberi warna tersendiri bagi Banyuwangi, terutama dalam menghadirkan wajah Polri yang tegas namun humanis di tengah masyarakat.

    “Kami juga mengucapkan selamat datang kepada Bapak Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan. Semoga ke depan kita bisa melanjutkan sinergi baik yang selama ini sudah kami jalankan bersama Bapak Kombes Pol Rama Samtama Putra,” kata Ipuk.

    Kombes Rama berhasil menjaga kondusivitas wilayah, sehingga Banyuwangi tetap aman, damai, dan rukun. Ipuk mengaku cara kepemimpinan beliau sangat berbeda dan membekas: tegas tetapi humanis, rajin menyapa semua kalangan, dan selalu hadir saat Banyuwangi membutuhkan keteduhan dan pengayoman. “Semoga di tempat tugas yang baru, Bapak Rama dapat terus membawa dedikasi tanpa batas seperti yang telah ditunjukkan di Banyuwangi,” imbuhnya.

    Kombes Pol Dr. Rama Samtama Putra mendapat promosi jabatan sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Papua. Sementara penggantinya, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, sebelumnya menjabat Dosen Utama Akpol Lemdiklat Polri.

    Dalam sambutannya, Kombes Rama tak kuasa menahan tangis karena terharu mengenang kebersamaan dan dukungan dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta seluruh lapisan masyarakat Banyuwangi.

    “Satu tahun tiga bulan saya menjabat, banyak sekali kenangan dan sangat berkesan. Tentu ini menjadi bekal yang baik buat saya di tempat tugas yang baru. Terima kasih kepada semuanya yang selama ini mendukung saya dan mohon doanya,” ujar Rama.

    Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi yang baru, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, menyatakan kesiapan untuk mengabdi dan melanjutkan sinergi yang telah terjalin.

    “Saya mohon diterima dan diberikan dukungan seperti yang diberikan kepada senior kami (Kombes Rama) sebelumnya. Insya Allah, jiwa dan raga saya dedikasikan untuk masyarakat Banyuwangi,” tegasnya.

    Hadir dalam pisah sambut Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono; Dandim 0825 Banyuwangi Letkol Arm Triyadi Indrawijaya; Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Muhamad Puji Santoso; Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Michael Edy Hariyanto dan Siti Mafrochatin Ni’mah.

    Selain itu, hadir juga Ketua MUI Banyuwangi KH Muhaimin Asmuni; tokoh agama; tokoh masyarakat; tokoh lintas agama; organisasi keagamaan; organisasi kemahasiswaan; insan pers; hingga instansi lainnya. [kun]

  • Pemkab Banyuwangi dan Perhutani Bagikan Ribuan Bibit Pohon Gratis ke Warga

    Pemkab Banyuwangi dan Perhutani Bagikan Ribuan Bibit Pohon Gratis ke Warga

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemkab Banyuwangi bersama Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Raya, membagikan ribuan bibit pohon gratis kepada warga, Senin (5/1/2026).

    Pembagian ribuan bibit pohon tersebut dibagikan sebagai bentuk gerakan sedekah oksigen. Sebanyak 2.026 bibit pohon dibagikan kepada para pengendara roda dua dan roda empat yang melintas di depan Kantor Perhutani, Jalan Jaksa Agung Suprapto.

    Bibit yang dibagikan terdiri dari berbagai jenis tanaman produktif dan kehutanan. Seperti alpukat, durian, sirsak, dan salam. Jenis tanaman tersebut dipilih karena dinilai cocok ditanam di hampir seluruh wilayah Banyuwangi.

    Antusiasme warga terlihat sejak pagi. Para pengendara yang melintas melambat untuk menerima bibit pohon. “Senang sekali, dapat bibit pohon sirsak dan durian. Nanti akan saya tanam di halaman rumah,” ujar Wiwin, salah satu warga penerima bibit.

    Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono yang turut hadir membagikan bibit pohon, mengapresiasi Perhutani yang mendukung gerakan Sedekah Oksigen.

    “Terima kasih kepada Perhutani yang terus mengawal dan menggalakkan gerakan sedekah oksigen. Semoga aksi ini berdampak pada lingkungan yang semakin sehat, ekonomi rakyat, serta ketahanan ekosistem yang kuat,” kata Mujiono.

    Mujiono menjelaskan, gerakan Sedekah Oksigen mulai dilakukan secara masif sejak 2016, untuk menumbuhkan budaya menanam pohon secara berkelanjutan. Sejak itu, jutaan pohon telah ditanam di berbagai wilayah Banyuwangi.

    Hingga kini, Pemkab Banyuwangi terus memasifkan gerakan tersebut melalui berbagai kebijakan. Salah satunya, mewajibkan ASN yang naik pangkat menyumbang satu bibit pohon.

    Selain itu beberapa waktu lalu, 4.888 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu yang baru diangkat. Mereka mendonasikan satu bibit pohon berkayu sebagai bentuk rasa syukur atas pengangkatan sebagai ASN.

    Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Raya, Mukhlisin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari aksi sedekah oksigen, sekaligus upaya melibatkan masyarakat secara aktif dalam menjaga lingkungan.

    “Ini sinergi dengan program Sedekah Oksigen yang sudah dilaksanakan Pemkab Banyuwangi sejak 2016. Menjadi aksi nyata bersama dalam menjaga lingkungan melalui penghijauan,” ujar Mukhlisin.

    Pihaknya menambahkan, selain membagikan bibit kepada warga untuk ditanam secara mandiri, Perhutani juga secara rutin melakukan penghijauan di kawasan hutan. “Setiap kegiatan penebangan selalu diikuti regenerasi. Pada 2025 saja, di KPH Banyuwangi Raya sudah ditanam sekitar 500 ribu tanaman kehutanan dan tanaman buah berkayu,” pungkasnya. [alr/suf]

  • Perhutani KPH Banyuwangi Barat Tanam 200 Ribu Bibit Pohon untuk Cegah Bencana Hidrometeorologi

    Perhutani KPH Banyuwangi Barat Tanam 200 Ribu Bibit Pohon untuk Cegah Bencana Hidrometeorologi

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Barat melakukan penanaman kembali atau reforestasi sebanyak 200 ribu bibit pohon di area seluas 489,75 hektar sebagai upaya menjaga kelestarian hutan sekaligus mencegah bencana hidrometeorologi.

    Penanaman dilakukan di sejumlah wilayah kerja Perhutani KPH Banyuwangi Barat, dengan penanaman simbolis dipusatkan di area Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sidomulyo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kalisetail.

    Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono turut melakukan penanaman pohon secara simbolis bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Muhammad Puji Santoso, perwakilan Dandim 0825 Banyuwangi, serta Administratur Perum Perhutani KPH Banyuwangi Barat Muklisin.

    Kegiatan tersebut juga melibatkan kelompok tani hutan dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) yang selama ini menjadi mitra Perhutani dalam pengelolaan kawasan hutan.

    Wabup Mujiono menegaskan penanaman pohon kembali, khususnya di kawasan hutan produksi, memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan ekologi, ekonomi, dan sosial masyarakat.

    “Kita semua sadar bahwa pohon memegang peran penting. Perubahan iklim dan deforestasi akan menyebabkan bencana bagi manusia. Maka. Penanaman pohon harus menajdi komiten kita bersama, dan perlu digalakkan lebih aktif,” kata Mujiono.

    Menurutnya, selain sebagai langkah mitigasi bencana hidrometeorologi, penanaman pohon juga memiliki nilai ekonomi yang dapat menopang kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.

    “Menjaga keseimbangan antara kebutuhan industri kayu dan konservasi lingkungan,” ungkapnya.

    Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra menambahkan, keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian hutan agar upaya reforestasi berjalan berkelanjutan.

    “Karena menjaga kelestarian hutan adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Kapolresta saat memimpin apel yang mengawali penanaman pohon.

    Sementara itu, Administratur Perum Perhutani KPH Banyuwangi Barat, Muklisin, menjelaskan kegiatan penanaman bibit pohon tersebut merupakan agenda rutin tahunan Perhutani dalam pengelolaan sumber daya hutan, khususnya penanaman ulang lahan pasca tebang.

    “Jumlah bibit pohon yang ditanam sebanyak 200 ribu bibit. Terdiri atas tanaman yang menjadi pohon komoditas utama seperti mahoni, pinus dan damar. Juga pohon buah berkayu keras seperti durian dan alpukat,” terang Muklisin.

    Ia merinci, total luas lahan yang ditanami kembali mencapai 485,7 hektar yang tersebar di wilayah kerja Perhutani KPH Banyuwangi Barat meliputi Kecamatan Glenmore, Sempu, Kalibaru, Songgon, Licin, dan Kalipuro.

    Muklisin menambahkan luas kawasan hutan Perhutani KPH Banyuwangi Barat mencapai sekitar 42 ribu hektar dengan tingkat tutupan hutan mencapai 90 persen.

    “Kami terus berupaya menjaga agar tutupan hutan kami maksimal sehingga harapan kami bisa mencegah terjadinya bencana di bagian hilir terutama di musim hujan ektrem,” pungkasnya. [alr/beq]

  • Malam Natal, Bupati Ipuk dan Forkopimda Patroli Gereja di Banyuwangi Pastikan Ibadah Aman

    Malam Natal, Bupati Ipuk dan Forkopimda Patroli Gereja di Banyuwangi Pastikan Ibadah Aman

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Pada perayaan malam Natal, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan patroli keliling ke sejumlah gereja di Banyuwangi, Rabu malam (24/12/2025). Patroli dilakukan untuk memastikan pelaksanaan ibadah Natal berlangsung aman, nyaman, dan kondusif.

    Patroli tersebut diikuti Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, Dandim 0825 Banyuwangi Letkol Arm Triyadi Indrawijaya, Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Muhammad Puji Santoso, Kepala Kantor SAR Banyuwangi I Made Oka Astawa, serta Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono.

    “Patroli malam ini untuk memastikan umat Kristiani dapat menjalankan ibadah Natal dengan aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan,” ujar Ipuk.

    Rombongan memulai patroli dari Mapolresta Banyuwangi dengan menggunakan sepeda motor. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Gereja Katolik Maria Ratu Damai di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kelurahan Penganjuran.

    Di gereja tersebut, rombongan disambut sekitar seribu jemaat yang tengah mengikuti ibadah Natal. Ipuk dan jajaran Forkopimda menyapa jemaat sekaligus memastikan situasi pengamanan berjalan lancar.

    Patroli kemudian dilanjutkan ke Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Immanuel Banyuwangi di Jalan Dr. Sutomo, Kelurahan Kepatihan, serta ke Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Banyuwangi di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kelurahan Penganjuran.

    Di setiap gereja yang dikunjungi, Ipuk menitipkan pesan agar jemaat turut mendoakan Banyuwangi agar senantiasa aman, nyaman, dan terhindar dari bencana.

    “Kami juga mengajak umat Kristiani untuk bersama-sama membangun Banyuwangi dengan semangat kebersamaan. Semoga Natal ini membawa kebahagiaan, ketenangan, dan dapat dirayakan bersama keluarga dengan penuh kehangatan serta sukacita,” kata Ipuk.

    Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra menyampaikan bahwa pengamanan Natal telah disiapkan secara maksimal dengan melibatkan personel gabungan.

    “Total ada 125 gereja di Banyuwangi yang melaksanakan ibadah Natal. Seluruhnya telah kami tempatkan personel pengamanan, dan sebelumnya dilakukan sterilisasi untuk memastikan ibadah berjalan aman dan lancar,” pungkasnya. [alr/beq]

  • Penerbangan Banyuwangi-Lombok Resmi Dibuka, Tiketnya Rp 800.000
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        21 Desember 2025

    Penerbangan Banyuwangi-Lombok Resmi Dibuka, Tiketnya Rp 800.000 Surabaya 21 Desember 2025

    Penerbangan Banyuwangi-Lombok Resmi Dibuka, Tiketnya Rp 800.000
    Tim Redaksi
    BANYUWANGI, KOMPAS.com
    – Penerbangan perdana Wings Air di Bandara Banyuwangi menandai konektivitas dua destinasi favorit nasional, Banyuwangi-Lombok, Minggu (21/12/2025).
    Melalui armada ATR72-500/600 milik Lion Group, rute penerbangan Lombok–
    Banyuwangi
    pulang pergi dijadwalkan empat kali dalam sepekan, yakni setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu.
    Pesawat berangkat dari Bandara Internasional Lombok pada pukul 12.30 Wita dan tiba di Bandara Banyuwangi pada pukul 12.30 WIB.
    Sementara itu, penerbangan dari Banyuwangi efektif mulai pukul 12.55 WIB dan mendarat di Lombok pada pukul 14.25 Wita. 
    Direktur Keselamatan, Keamanan, dan Kualitas Wings Air, Capt Iyus Susianto menilai, Banyuwangi dan Lombok memiliki potensi besar di sektor pariwisata.
    “Kami berharap rute ini akan diminati masyarakat maupun wisatawan. Saat ini jadwalnya empat kali seminggu,” ujar Capt Iyus.
    Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono menyambut gembira rute baru Lombok-Banyuwangi ini.
    Menurutnya, ini akan memacu geliat pariwisata di kedua daerah tersebut.
    “Tentunya rute baru ini akan menjadi tambahan pendorong perekonomian dan pariwisata Banyuwangi, terutama. Banyuwangi dapat terhubung langsung dengan Lombok, salah satu destinasi favorit wisatawan,” kata Mujiono.
    Dengan aksesibilitas yang kian mudah, Mujiono berharap rute ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan serta investasi di Banyuwangi.
    “Momennya pas, dibuka bersamaan dengan momen libur sekolah dan Nataru. Semoga dapat membawa berkah untuk kedua daerah,” kata Mujiono.
    Salah satu penumpang, Roman asal Ukraina, mengaku gembira atas adanya rute tersebut.
    “Ini sangat memudahkan kita. Tidak harus transit ke Bali atau Surabaya saat akan ke Lombok,” ujarnya.
    Hal senada diungkapkan Andan, warga Banyuwangi yang akan mengunjungi kerabatnya di Lombok.
    “Biasanya saya harus menempuh perjalanan belasan jam, kini cukup hanya sejam. Hemat waktu dan harga tiketnya masuk akal,” kata Andan.
    Pihak Wings Air mematok harga tiket rute
    Banyuwangi-Lombok
    kisaran Rp 800.000-Rp 900.000.
    Hadirnya rute Lombok-Banyuwangi tersebut melengkapi rute yang telah ada.
    Sebelumnya, Bandara Banyuwangi telah melayani rute Jakarta-Banyuwangi PP (setiap hari) dan Surabaya-Banyuwangi (empat kali sepekan).
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Rangkaian Hari Jadi Banyuwangi ke-254, Ipuk Fiestiandani Ziarah Ke Makam Bupati Terdahulu

    Rangkaian Hari Jadi Banyuwangi ke-254, Ipuk Fiestiandani Ziarah Ke Makam Bupati Terdahulu

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Momen Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) yang ke 254, juga dimanfaatkan Bupati Ipul Fiestiandani untuk ziarah ke makam Bupati Banyuwangi terdahulu.

    Usai upacara peringatan Harjaba, Bupati Ipuk berziarah ke kompleks makam Bupati Banyuwangi terdahulu, di Kelurahan Kepatihan, Banyuwangi, yang letaknya tidak jauh dari Pendopo Banyuwangi.

    Ziarah dilakukan sebagai bentuk penghormatan sekaligus mengingat kembali jasa para pendahulu yang telah memberikan pondasi yang kokoh bagi berdirinya Banyuwangi.

    Ziarah diikuti Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Sekda Banyuwangi Guntur Priambodo, Dandim 0825 Banyuwangi, Letkol Arm. Triyadi Indrawijaya, Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Muhammad Puji Santoso, Kajari Banyuwangi Agustinus Octovianus Mangotan, Wakapolresta Banyuwangi AKBP Teguh Priyo Wasono dan Kepala kantor SAR Banyuwangi I Made Oka Astawa.

    Di kompleks pemkamanan tersebut bersemayam para Bupati Banyuwangi terdahulu yakni Kanjeng R.T. Wiroguno II (Mas Thalib), Bupati Banyuwangi II (1782-1818); Kanjeng R.T. Suronegoro, Bupati Banyuwangi ke III (1818-1832).

    Kanjeng Raden Adipati Wiryodanu Adiningrat, Bupati Banyuwangi IV (1832-1867); Kanjeng R.T Pringgo Kusumo, Bupati Banyuwangi V (1867-1881); Kanjeng R.T Astro Kusumo, Bupati Banyuwangi VII (1888-1889); Kanjeng R.T. Achmad Noto Adisoerjo, Bupati Banyuwangi XI (1920-1930) dan Ir. H. Samsul Hadi, Bupati Banyuwangi XXV (2000-2005).

    Bupati Ipuk mengatakan ziarah ini sebagai wujud penghormatan mendoakan atas jasa para pendahulu yang telah mengabdikan hidupnya untuk Banyuwangi. Serta menjadi pengingat bahwa kemajuan yang saat ini digapai adalah hasil dari fondasi yang dibangun oleh para pendahulu.

    “Ziarah ini bukan hanya meneruskan tradisi tapi bentuk penghormatan kepada para bupati terdahulu, dan pengingat bagi kita semua bahwa Banyuwangi berdiri kokoh juga berkat perjuangan dan pengabdian para pendahulu,” Kata Ipuk usai melakukan ziarah.

    Pada ziarah tersebut Bupati Ipuk dan semua yang hadir membacakan doa yang dilanjutkan dengan menaburkan bunga di atas makam.

    “Semoga para bupati terdahulu mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Kita jadikan semangat perjuangan, pengabdian, dan ketulusan mereka sebagai teladan menjadikan Banyuwangi semakin maju, sejahtera dan berdaya saing,” ujarnya.

    Sebelum melakukan ziarah makam, dalam peringatan Harjaba ke 254 Bupati Ipuk mengawali rangkaian kegiatan dengan Upacara Peringatan Harjaba di Halaman kantor Pemkab Banyuwangi yang dilanjutkan sarapan nasi bungkus bersama berbagai elemen masyarakat mulai ojol, pesapon, juru parkir dan warga umum. [alr/aje]

  • Dua Inovasi Banyuwangi Raih Penghargaan Kompetisi Kovablik Jatim 2025

    Dua Inovasi Banyuwangi Raih Penghargaan Kompetisi Kovablik Jatim 2025

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Dua inovasi Banyuwangi yakni Jagoan Tani dan I-Care, meraih penghargaan dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Tahun 2025, yang diselenggarakan Pemprov Jawa Timur.

    Jagoan Tani menyabet predikat prestisius sebagai Top 9 Outstanding Public Service Innovations 2025. Sementara I-Care meraih Top 45 Inovasi Pelayanan Publik.

    Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak kepada Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, di Surabaya dalam acara penyerahan Penghargaan Kovablik 2025, Jumat (12/12/2025).

    “Kami bersyukur inovasi Banyuwangi terus mendapatkan apresiasi positif, baik dari pemerintah pusat maupun Provinsi Jatim. Prestasi ini semakin memotivasi kita untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin prima di Banyuwangi,” kata Mujiono.

    Wabup menjelaskan, inovasi Jagoan Tani sukses menyabet predikat prestisius sebagai Outstanding Public Service Innovations 2025. Predikat ini hanya diberikan kepada 9 inovasi terbaik dari ratusan inovasi yang ikut berkompetisi tahun ini.

    “Penghargaan ini menjadi kado indah bagi masyarakat Banyuwangi jelang peringatan Harjaba (Hari Jadi Banyuwangi) ke 254. Ini sekaligus melengkapi pencapaian, setelah kembali ditetapkan sebagai Daerah Terinovatif se-Indonesia untuk ke 8 kalinya oleh Kemendagri,” ujar Mujiono.

    Jagoan Tani adalah program inkubasi anak-anak muda daerah yang memiliki passion ke sektor pertanian. Jagoan Tani setiap tahunnya diikuti ratusan anak muda yang telah memiliki rintisan usaha untuk lebih mengembangkan bisnisnya.

    Program ini menghadirkan mentor-mentor berpengalaman dari kalangan praktisi hingga akademisi untuk scaling-up bisnis para peserta. Mereka juga dikoneksikan dengan perbankan, jaringan dunia usaha, hingga difasilitasi stimulus modal untuk pengembangan usahanya.

    “Dari Jagoan Tani lahir sekitar 4000 wirausaha muda di sektor agribisnis. Berbekal ilmu yang didapatkan selama inkubasi, mereka mampu menjalankan usaha di sektor pertanian secara lebih modern,” urainya.

    Sementara program I-Care, merupakan inovasi yang memfasilitasi rujukan cepat pasien stroke sehingga meningkatkan angka keberhasilan penanganan stroke di golden periode yakni sebelum 4,5 jam sejak serangan awal. Program ini diinisiasi RSUD Blambangan.

    Layanan I-Care menggabungkan edukasi, teknologi aplikasi dan gotong royong. Layanan I-Care bisa di akses dengan mudah di superApps Smart Kampung. Pasien bisa langsung membuka menu I-Care pada Smart Kampung, cek mandiri risiko stroke, kemudian memilih ambulance terdekat untuk segera menuju RS.

    “Tujuannya, mempercepat pasien tiba di rumah sakit. Dengan penanganan tepat di masa golden period, untuk mengurangi risiko cacat permanen hingga kematian pada penderita,” kata Mujiono.

    Untuk diketahui, dampak dari I-Care pada 2024 jumlah pasien stroke yang datang dalam golden period meningkat, sehingga angka kefatalan pasien stroke turun menjadi 16,18 persen dari sebelumnya sebesar 82 persen. Selain itu, sebanyak 83,82% pasien dapat kembali produktif dan bekerja seperti semula.

    Berkat keberhasilan ini, sejak 2023, I-CARE resmi menjadi percontohan nasional untuk layanan terintegrasi kegawatan stroke, serta 5 kali meraih penghargaan Diamond Status dari World Stroke Organization (WSO) untuk periode 2021–2025, serta Penghargaan Diamond Award Indonesia Health Care Innovation Award 2023. [tar/ian]

  • KPK Panggil 3 Ajudan Sugiri Sancoko Usut Dugaan Korupsi di Pemkab Ponorogo

    KPK Panggil 3 Ajudan Sugiri Sancoko Usut Dugaan Korupsi di Pemkab Ponorogo

    JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil tiga ajudan Bupati nonaktif Ponorogo Sugiri Sancoko pada hari ini, 3 Desember. Mereka akan dimintai keterangan terkait pengurusan jabatan dan proyek serta gratifikasi di Pemerintah Kabupaten Ponorogo.

    “Pemeriksaan dilakukan di Polres Kota Madiun,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo melalui keterangan tertulisnya, Rabu, 3 Desember.

    Adapun tiga ajudan yang dipanggil itu adalah Ketiga ajudan tersebut yaitu Altof, Zufar Ali Akbar, dan Wildan.

    Lalu, turut dipanggil juga 12 saksi lainnya. Rinciannya adalah dua ajudan Sekda Ponorogo Agus Pramono, yaitu Faishal Rauf Ramadhani dan Dimas Sulton.

    Kemudian penyidik juga memanggil Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Patihan Wetan, Dwi Susilowati; Kasi Pemerintahan Umum Kelurahan Setono, Sur Wigiyanto; Kasi Tata Pemerintahan Kecamatan Jenangan, Lestriyana Riswandari; Kasubag Keuangan Penyusunan Program dan Pelaporan Kecamana Kauman, Maek Subekti; Kepala UPTD Labkesda Dinkes Ponorogo, Atis Wahyuni; Sekretaris Kelurahan Patihan, Suwandi; Sekretaris Kelurahan Singosaren, Mujiono; Bagian Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretaris Daerah Ponorogo, Rizky Wahyu Nugroho; san Kepala BKD Ponorogo, Winarko Arif.

    Budi belum mengonfirmasi kehadiran belasan saksi ini. Dia juga masih menutup materi pemeriksaan yang akan digali dari sejumlah saksi tersebut.

    Diberitakan sebelumnya, KPK menetapkan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko tersangka bersama tiga orang lainnya, yakni Agus Pramono yang merupakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ponorogo yang sudah menjabat sejak 2012; Yunus Mahatma selaku Direktur RSUD Dr. Harjono Kabupaten Ponorogo; dan Sucipto yang merupakan pihak swasta rekanan RSUD Ponorogo dalam paket pekerjaan di lingkungan Kabupaten Ponorogo.

    Penetapan tersangka ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat, 7 November. Ada tiga klaster korupsi yang ditemukan KPK.

    Pertama adalah dugaan suap pengurusan jabatan. Lalu suap proyek pekerjaan di RSUD Ponorogo dan penerimaan lainnya atau gratifikasi.

    Dalam kasus suap pengurusan jabatan, Yunus selaku Direktur RSUD Dr. Harjono Kabupaten Ponorogo tahu akan diganti oleh Sugiri sejak awal tahun. Sehingga, dia menyiapkan sejumlah uang dan menyerahkannya sebanyak tiga kali.

    Penyerahan pertama dilakukan Yunus kepada Sugiri pada Februari 2025 dengan nominal Rp400 juta yang diberikan melalui ajudan.

    Kemudian, pada periode April-Agustus, Yunus menyerahkan uang senilai Rp325 juta kepada Agus Pramono.

    Lalu, dia kembali menyerahkan uang sebesar Rp500 juta kepada Ninik yang merupakan kerabat Sugiri pada November. Sehingga, duit yang diterima Sugiri mencapai Rp900 juta.

    Tak sampai di situ, Sugiri juga mendapatkan Rp1,4 miliar dari proyek paket pekerjaan di lingkungan RSUD Ponorogo dengan nilai Rp14 miliar. Duit ini disebut KPK awalnya lebih dulu diterima Yunus selaku Kepala RSUD.

    Sedangkan pada klaster terakhir, diduga ada penerimaan gratifikasi berupa uang ratusan juta dari pihak swasta oleh Sugiri.

  • Kasus OTT Bupati Sugiri Sancoko, KPK Periksa Kepala BKD Ponorogo dan Enam Ajudan

    Kasus OTT Bupati Sugiri Sancoko, KPK Periksa Kepala BKD Ponorogo dan Enam Ajudan

    Madiun (beritajatim.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Ponorogo Winarko Arif dan enam ajudan bupati serta sekretaris daerah, sebagai bagian dari penyidikan kasus dugaan korupsi terkait suap pengurusan jabatan, proyek, dan penerimaan gratifikasi yang berawal dari OTT Bupati Ponorogo. Total sebanyak 14 saksi dipanggil oleh KPK untuk dimintai keterangan pada Rabu (3/12/2025).

    Dalam kasus yang menjerat Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko (SUG), ini, KPK telah menetapkan empat tersangka. Selain Bupati Sugiri, tersangka lain adalah Agus Pramono (AGP) selaku Sekretaris Daerah Kabupaten Ponorogo; Yunus Mahatma (YUM) selaku Direktur RSUD Dr. Harjono Kabupaten Ponorogo; dan Sucipto (SC) selaku pihak swasta rekanan RSUD.

    Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan pemeriksaan massal yang menyasar unsur pejabat dan orang-orang dekat bupati ini. “Hari ini Rabu (3/12/2025), KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap 14 saksi,” kata Budi Prasetyo.

    Selain Kepala BKD Winarko Arif, penyidik KPK memanggil tiga orang ajudan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, yakni Wildan Ajudan, Zufar Ali Akbar, dan Altof. Pemeriksaan juga menyasar dua ajudan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ponorogo Agus Pramono, yakni Faishal Rauf Rama Dhani dan Dimas Sulton. Keterangan dari para ajudan ini sangat krusial karena mereka berada di lingkaran terdekat para tersangka utama.

    Selain nama-nama tersebut, KPK juga memanggil delapan saksi lain yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di berbagai posisi strategis di lingkup Pemkab Ponorogo. Mereka yang menjalani pemeriksaan meliputi Dwi Susilowati, Sur Wigiyanto, Lestriyana Riswandari, Maek Subekti, Atis Wahyuni, Suwandi, Mujiono, dan Rizky Wahyu Nugroho.

    Meskipun Budi tidak merinci kaitan spesifik para saksi tersebut dalam kasus ini atau materi pemeriksaan yang akan didalami penyidik, pemanggilan Kepala BKD mengindikasikan KPK sedang mendalami proses pengurusan jabatan di lingkungan Pemkab Ponorogo.

    Budi hanya menegaskan bahwa pemeriksaan terhadap seluruh saksi dilakukan di wilayah Jawa Timur. “Pemeriksaan dilakukan di Polres Kota Madiun,” ujar Budi. [hen/beq]

  • Festival Kebangsaan Suguhkan Keragaman Budaya Multikultur di Banyuwangi

    Festival Kebangsaan Suguhkan Keragaman Budaya Multikultur di Banyuwangi

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Merayakan keberagaman dan menguatkan toleransi antar etnis di Banyuwangi, Pemkab Banyuwangi menggelar Festival Kebangsaan. Festival yang melibatkan banyak etnis yang menetap di Bumi Blambangan ini digelar di Gedung Seni Budaya (Gesibu) Blambangan, Sabtu malam (22/11/2025).

    Banyuwangi dikenal sebagai daerah multikultur yang dihuni oleh banyak suku dan etnis. Tidak hanya suku asli – Osing, namun juga Jawa, Madura, Bugis, Mandar, Bali, hingga etnis Tionghoa dan Arab. Keragaman ini membuat Banyuwangi kaya akan tradisi, budaya, dan adat istiadat.

    “Lewat Festival Kebangsaan, kita perkuat semangat persaudaraan, toleransi, dan persatuan di Banyuwangi. Ini sebagai pesan bagaimana beragam suku dan etnis di Banyuwangi bisa hidup berdampingan, rukun, guyub untuk membangun daerah ini,” kata Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono saat membuka acara.

    Festival ini berlangsung meriah menyuguhkan beragam atraksi seni budaya dari berbagai suku dan etnis yang tinggal di Banyuwangi.

    Ada tari Barongsai, tari Tanduk Majeng, sendratari Kembang Sak Ronce yang menggambarkan keragaman seni budaya Banyuwangi, hingga tari kolaborasi suku Mandar, Jawa dan Madura yang menambah semarak acara tersebut.

    “Kegiatan ini menjadi pengingat bagi kita bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan hambatan. Terima kasih kepada seluruh elemen yang terus bahu-membahu menjaga kerukunan dan keharmonisan Banyuwangi. Ke depan ,mari kita terus bergandengan tangan untuk Banyuwangi yang semakin sejahtera,” ajak Mujiono.

    Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Banyuwangi, Agus Mulyono menambahkan, Festival Kebangsaan kali ini menekankan pada Trilogi Pemuda, Suku dan Budaya sebagai tiga elemen kunci yang saling berkaitan dalam membentuk identitas bangsa yang majemuk dan harmonis.

    Berkaitan dengan hal tersebut, Festival Kebangsaan juga diwarnai dengan beragam perlombaan yang melibatkan anak-anak muda. Yaitu lomba Band Kebangsaan untuk pelajar SD dan SMP. Serta lomba Video Kebangsaan untuk pelajar SMA. [alr/aje]