Tag: Muhammad Taufik

  • JATIM TERPOPULER: Anak di Situbondo Temukan Ibunya Tewas di Kamar hingga Pohon Tumbang di Bondowoso

    JATIM TERPOPULER: Anak di Situbondo Temukan Ibunya Tewas di Kamar hingga Pohon Tumbang di Bondowoso

    TRIBUNJATIM.COM – Kumpulan berita peristiwa yang terjadi di Jawa Timur (Jatim) tersangkum dalam berita terpopuler Jatim, Jumat 31 Januari 2025.

    Berita pertama kamar rumah warga di Situbondo, terbakar, Kamis (30/01/2025) dini hari.

    Kemudian investigasi yang dilakukan BPN Sidoarjo terhadap lahan yang bersertifikat HGB seluas 656 hektar di laut Desa Segoro Tambak, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur sudah selesai. 

    Selanjutnya sejumlah pohon tumbang terjadi di beberapa titik Kabupaten Bondowoso akibat angin kencang, pada Kamis (30/1/2025).

    Berikut selengkapnya berita terpopuler Jatim hari ini, Jumat (31/1/2025) di TribunJatim.com.

    Seorang Anak di Situbondo Temukan Ibunya Tewas di Kamar, Pintu Didobrak Usai Lihat Kepulan Asap

    TEWAS TERBAKAR – Seorang anak Desa Tenggir, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur temukan ibu tewas di dalam kamarnya yang terbakar, Kamis (25/01/25). Korban saat dievakuasi ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi. (Istimewa/BPBD dan Tagana Situbondo)

    Kamar rumah warga di Situbondo, terbakar, Kamis (30/01/2025) dini hari.

    Kebakaran kamar rumah yang terjadi sekitar pukul 21.10 WIB, menyebabkan pemilik rumah bernama Satima, warga Desa Tenggir, Kecamatan Panji, meninggal dunia.

    Belum diketahui penyebab kebakaran yang menewaskan wanita berusia 59 tahun tersebut. Bahkan, korban ditemukan tak bernyawa dalam kondisi tertelungkup didalam kamarnya.

    Akibat ganasnya si jago merah, korban mengalami luka bakar disekujur tubuhnya.

    Koordinator Pusdalop BPBD Situbondo, Puriyono mmegatakan, peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 02.10 dini hari pada saat pemilik rumah sedang berada di dalam kamarnya.

    Kebakaran itu, kata Puriyono diketahui oleh anaknya yang bernama Sulis dan langsung berteriak meminta pertolongan warga.

    Warga yang mendengar teriakan anak korban, sambungnya, puluhan warga mendatangi sumber warga yang meminta tolong tersebut.

    “Selain berusaha memadam api, para.warga mendobrak pintu karena kondisinya terkunci dari dalam,” ujarnya.

    Menurutnya, setelah pintu rumah dan kamarnya berhasil dibuka paksa, warga menemukan korban sudah dalam kondisi meninggal terbakar.

    Sementara itu, Kapolsek Panji, AKP Nanang Priyambodo membenarkan kebakaran kamar rumah yanv menyebabkan pemillih rumah menggal dunia.

    Baca Selengkapnya

    2. Demo di Kantor BPN Sidoarjo Soal HGB di Laut, Massa Tuntut Sertifikat Tak Diperpanjang

    MASSA DEMO – Kepala BPN Sidoarjo Muh Rizal saat menemui sejumlah pendemo di Kantor BPN Sidoarjo, Kamis (30/1/2025). Massa berunjuk rasa ke BPN Sidoarjo meminta agar HGB Laut seluas 656 hektar di Sidoarjo, Jawa Timur tidak diperpanjang. (TribunJatim.com/M Taufik)

    Investigasi yang dilakukan BPN Sidoarjo terhadap lahan yang bersertifikat HGB seluas 656 hektar di laut Desa Segoro Tambak, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur sudah selesai.

    Menurut Kepala Kantor BPN Sidoarjo Muh Rizal, hasil investigasi soal HGB 656 hektar di laut Sedati menunjukkan bahwa ratusan hektar lahan tersebut sebelumnya berupa tambak.

    “Namun karena terkena abrasi, wilayah itu kemudian menjadi lautan. Awalnya di sana memang tambak,” kata Rizal kepada sejumlah wartawan di Kantor BPN Sidoarjo, Kamis (30/1/2025).

    Nah, karena sudah berupa lautan, maka HGB atas lahan tersebut tidak bisa diperpanjang.

    Sebagaimana ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Pokok Agraria, disebutkan bahwa salah satu alasan menghapus hak guna bangunan adalah tanahnya musnah.

    “Seperti yang ada di Segorotambak tersebut, tanahnya sudah jadi lautan. Berarti sudah musnah sehingga tidak mungkin dilakukan perpanjangan,” ungkapnya. 

    Rizal menegaskan bahwa karena wilayah HGB ratusan hektar tersebut sudah menjadi lautan, sehingga BPN tidak mungkin memberikan perpanjangan.

    Rizal menyatakan bahwa HGB untuk nomor 3 dan 4 bakal berakhir pada tahun 2026. Untuk sektor HGB nomor 5 masa berlakunya sampai 2029. 

    “Kami tegaskan, sesuai ketentuan tidak bisa dilakukan perpanjangan terhadap HGB tersebut. Karena tanahnya sudah jadi laut,” ujarnya. 

    Sebagai antisipasi, dikatakannya bahwa BPN terus melakukan antisipasi dengan melakukan pencatatan di buku tanahnya bahwa lahan tersebut sudah musnah, menjadi lautan. 

    Baca Selengkapnya

    3. Ini Lokasi Pohon Tumbang di Bondowoso Akibat Angin Kencang, 1 Rumah Terdampak dan 5 Orang Luka-Luka

    RUMAH TERTIMPA POHON TUMBANG – Satu rumah di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Badean, Kecamatan Bondowoso tertimpa pohon Angsana pada sekitar pukul 15.15 WIB, Kamis (30/1/2025). Total ada 6 pohon tumbang di beberapa titik di Bondowoso akibat angin kencang dalam sehari. (TribunJatim.com/Sinca Ari Pangistu)

    Sejumlah pohon tumbang terjadi di beberapa titik Kabupaten Bondowoso akibat angin kencang, pada Kamis (30/1/2025).

    Tercatat, pohon tumbang terjadi di enam lokasi berbeda di Bondowoso. Di antaranya adalah di Desa Sumber Kalong, Desa Traktakan, Desa Pasarejo, Kecamatan Wonosari; Kelurahan Kademangan, Kelurahan Dabasah dan Kelurahan Badean, Kecamatan Bondowoso.

    Salah satu rumah di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Badean, Kecamatan Bondowoso tertimpa pohon Angsana pada pukul 15.15 WIB.

    Kemudian juga pada sekitar pukul 10.30 WIB, Pohon Nyamplong di Desa Sumber Kalong, Kecamatan Wonosari menimpa becak bentor dan sepeda motor.

    Akibatnya, satu keluarga yang menaiki bentor dan dua orang pekerja koperasi yang menaiki sepeda motor juga mengalami luka-luka.

    Demikian disampaikan oleh Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bondowoso Yuliono Triandana, dikonfirmasi awak media.

    “Di hari ini Bondowoso mengalami angin kencang,” ujarnya.

    Ia menerangkan, pihaknya membagi dua tim dalam menangani pohon tumbang ini. Mereka silih berganti bergerak dari satu lokasi ke lokasi yang lain.

    “Kita ada dua tim,” ujarnya.

    Pantauan di lokasi, tim Damkar Satpol PP, TNI, dan Polri di masing-masing wilayah bencana juga terjun turut membantu proses evakuasi pohon tumbang.

    Baca Selengkapnya

    Berita Jatim dan Berita Viral lainnya

    Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunJatim.com

  • Selama Musim Hujan, Pemkab Sidoarjo Larang Pengembang Lakukan Pengurukan Lahan, ini Alasannya

    Selama Musim Hujan, Pemkab Sidoarjo Larang Pengembang Lakukan Pengurukan Lahan, ini Alasannya

    Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, M Taufik

    TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO – Banyak jalan rusak di sejumlah wilayah Kabupaten Sidoarjo ketika musim hujan seperti ini. Penyebabnya, selain karena air juga lantaran banyak kendaraan besar bermuatan berat melintas.  

    Mengantisipasi agar kondisi itu tidak terus berlanjut, Pemkab Sidoarjo mengeluarkan aturan berisi larangan kepada perusahaan properti melakukan pengurukan lahan selama musim hujan. 

    “Karena curah hujan tinggi, kami tidak memperbolehkan pengembang melakukan kegiatan pengurukan. Nanti saya buat surat kepada pengembang,” kata Plt Bupati Sidoarjo saat meninjau jalan rusak di Banjarkemuing, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, Jumat (24/1/2025).

    Jika ada pengembang properti yang membandel, tetap melakukan pengurukan, maka pemerintah daerah tidak akan mengeluarkan izin. 

    Subandi juga meminta camat dan polsek setempat untuk turut mengawasi dan mencabut izin pengurukan jika ditemukan pelanggaran.

    Plt bupati juga meminta Sekretaris Daerah (Sekda) untuk menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBM SDA) agar kegiatan pengurukan dilakukan hanya pada musim kemarau.

    Pemkab Sidoarjo menekankan bahwa pembangunan yang dilakukan oleh pihak pengembang tidak boleh mengabaikan kepentingan masyarakat.

    Terkait jalan rusak di Banjar Kemuning, Subandi datang ke lokasi untuk merespon keluhan masyarakat yang selama ini banyak mengadu karena banyak kerusakan jalan di sana. 

    Di sana, Subandi juga sempat berdialog dengan sejumlah warga. Mendengar beberapa keluhan, termasuk kekhawatiran tentang terjadinya kecelakaan lantaran jalan rusak. 

    “Kami upayakan dalam bulan ini jalan ini diperbaiki. Nanti perbaikannya akan menggunakan material yang bagus,” ujar Subandi yang juga sebagai Bupati Sidoarjo terpilih hasil Pilkada 2024 kemarin. 

    Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berkomitmen untuk memperbaiki jalan ini sebaik mungkin demi keselamatan dan kenyamanan warga. Ia juga mengimbau masyarakat untuk menjaga bersama hasil perbaikan yang dilakukan pemerintah daerah.

    “Jalan ini kita perbaiki bersama. Jangan sampai setelah diperbaiki, rusak lagi. Aspal itu kalahnya dengan air, jadi kita semua harus ikut menjaga,” kata dia. 

    Subandi menegaskan pentingnya menjaga kualitas perbaikan setelah jalan diperbaiki. Mengingat jalan sering kali kembali rusak setelah diperbaiki, apalagi akibat curah hujan dan aktivitas pengembang yang melakukan pengurukan.

    Dalam kesempatan yang sama, Subandi juga mengungkapkan rencana pemerintah daerah untuk memperlebar jalan di Banjar Kemuning hingga tujuh meter. Direncanakan pula pada tahun 2026 jalan ini akan dibeton. 

    “Sebelah jalan ini juga ada tambak dengan air asin, jadi memang perlu material yang lebih kuat agar jalan tahan lama,” ungkapnya

  • Niat Efisiensi, Pengajuan APBD Jakarta 2020 Malah Naik

    Niat Efisiensi, Pengajuan APBD Jakarta 2020 Malah Naik

    JAKARTA – Rancangan kebijakan umum anggaran-plafon prioritas anggaran sementara (KUA-PPAS) DKI tahun 2020 telah selesai dibahas pada tiap Komisi di DPRD bersama Pemprov DKI. 

    Setelah dibahas, ternyata penganggaran DKI yang diusulkan melonjak jadi Rp97 triliun. Padahal, sebelumnya Pemprov DKI mengajukan pagu anggaran dalam KUA-PPAS sebesar Rp89,44 triliun per tanggal 23 Oktober. Nominal itu merupakan pengefisiensi dari pengajuan anggaran paling awal sebesar Rp95 triliun. 

    Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah menganggap pertambahan anggaran ini adalah hal yang wajar. Dia tak mau menganggap bahwa pencermatan anggaran bersama kelima Komisi di DPRD tak berjalan efektif. 

    “Saya rasa itu dinamika pembahasan, itu biasa. Naik turun, prioritas tidak prioritas, itu hal biasa,” kata Saefullah di Gedung DPRD, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis, 21 November. 

    Yang jadi masalah, berdasarkan hitungan rencana penerimaan keuangan di tahun 2020, Pemprov DKI hanya akan menerima pendapatan sebesar Rp87 triliun. Itu artinya, ada defisit pengajuan anggaran sebesar Rp10 triliun. 

    Berdasarkan data yang diterima dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI, ada sejumlah mata anggaran belanja yang membengkak. 

    Pembengkakan itu berada pada anggaran untuk menyubsidi premi 5,1 juta warga penerima bantuan iuran (PBI) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

    Balai Kota DKI Jakarta (Diah Ayu Wardhany/VOI)

    Anggaran awal yang diusulkan sebesar Rp1,4 triliun untuk subsidi tersebut. Namun, Pemprov DKI kemudian mengusulkan tambahan anggaran Rp1,16 triliun dan totalnya menjadi Rp2,5 triliun karena naiknya iuran BPJS Kesehatan secara nasional mulai 2020.

    Kemudian, pembengkakan anggaran lain adalah gaji untuk tenaga penyedia jasa lain perorangan (PJLP) di lingkungan Pemprov DKI mengikuti kenaikan upah minumum provinsi (UMP). Totalnya, ada kenaikan gaji PJLP sebesar Rp451 miliar. 

    Tak hanya itu, ada juga kenaikan iuran BPJS Kesehatan untuk pegawai negeri sipil (PNS) yang ditanggung Pemprov DKI sebesar Rp 275,99 miliar.

    Untuk penyesuaian anggaran yang defisit ini, Saefullah bilang Pemprov DKI dan DPRD harus mengurangi sejumlah mata anggaran yang bakal dibahas dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) sebelum mengesahkan rancangan APBD. 

    “Cara menguranginya adalah dibahas di Badan Anggaran. Bagaimana cara mengurangi Rp10 triliun itu, mana yang harus dihapus, mana yang dikurangi, mana yang merupakan prioritas nasional, mana yg merupakan prioritas daerah, dan mana yang merupakan program wajib,” jelas Saefullah. 

    Masalah defisit ini baru ketahuan jelang batas waktu pengesahan APBD pada 30 November. Batas waktu ini ditentukan oleh aturan Kementerian Dalam Negeri. Itu artinya, DKI hanya punya 9 hari untuk mengejar penyisiran anggaran di Banggar, pengesahan rancangan APBD (RAPBD), penyisiran ulang RAPBD hingga penetapan APBD DKI 2020.

    Rapat pembahasan anggaran di salah satu Komisi DPRD (Diah Wardani Ayu/VOI)

    Terpisah, Wakil Ketua DPRD DKI Muhammad Taufik merasa tak yakin pihaknya bisa mengejar pembahasan anggaran hingga final dalam waktu setipis ini. Kata dia, DPRD perlu waktu untuk melakukan pengurangan pada program dirasa bukan prioritas. 

    Oleh karenanya, DPRD menyurati Kemendagri untuk meminta perpanjangan waktu sekitar setengah bulan. Karena, menurutnya Kemendagri baru mengevaluasi pada 15 Desember. 

    “Kita sudah minta waktu, Depdagri punya waktu minimal 15 Desember melakukan evaluasi seluruh Indonesia. jadi perlu ada waktu. Tahun lalu kita (membahas anggaran)juga sampai Desember,” ungkap Taufik. 

  • PMK Merebak di Sidoarjo, Dinas Pangan dan Pertanian Berencana Tutup Sementara Pasar Hewan

    PMK Merebak di Sidoarjo, Dinas Pangan dan Pertanian Berencana Tutup Sementara Pasar Hewan

    Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, M Taufik

    TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO – Penyakit mulut dan kuku (PMK) merebak di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

    Sedikitnya ada sekira 135 kasus yang belakangan ini terjadi.

    Dari jumlah itu, sembilan ekor sapi mati karena terinfeksi. 

    Data di Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo mencatat, pada awal Januari 2025 lalu, ada 42 sapi terinfeksi PMK.

    Sekarang jumlahnya meningkat tajam.

    Sampai 20 Januari 2025 bertambah menjadi 135 kasus.

    Dengan rincian sakit 109 sapi, 9 sapi mati, dan potong paksa ada 17 sapi. 

    “Jumlahnya memang meningkat. Dan sejauh ini masih belum ada yang sembuh ketika sapi terjangkit PMK,” sebut Kepala Bidang Produksi Peternakan Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo, drh Tony Hartono, Senin (20/1/2025). 

    Menurut dia, salah satu penyebab tingginya angka sapi terinfeksi PMK karena banyaknya kiriman sapi dari luar daerah.

    Kebanyakan adalah sapi yang didatangkan sebagai persiapan kurban. 

    “Sapi-sapi yang didatangkan ke Sidoarjo tersebut ternyata ada yang terinfeksi PMK, sehingga gampang menular ke sapi lainnya,” kata dia. 

    Ketika sudah terjangkit PMK, para peternak terpaksa ada yang harus memotong paksa sapinya sebelum mati.

    Itu dilakukan untuk mengantisipasi kerugian semakin besar. 

    Tingginya kenaikan kasus tersebut membuat pihaknya kini menerapkan pembatasan lalu lintas hewan secara ketat. 

    Hewan sakit tidak boleh masuk Sidoarjo.

    “Pengirim ternak harus melengkapi surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) jika akan distribusi ternak. Baik keluar maupun masuk harus ada SKKH,” jelasnya. 

    Namun, untuk penyekatan hewan di titik perbatasan Sidoarjo saat ini belum sampai dilakukan.

    Hanya penerapan SKKH saja dan sudah disampaikan ke pedagang maupun peternak.  

    Pihaknya juga melakukan pengawasan yang lebih intensif pada daerah terjadinya kasus. 

    Selain itu, Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo berencana menutup sementara pasar hewan yang ada di Sidoarjo.

    Namun pelaksanaan rencana tersebut masih menunggu perkembangan lebih lanjut. Terutama saat menjelang Hari Raya Iduladha mendatang, karena lalu lintas hewan dipastikan akan padat. 

    Terkait pengobatan, sampai saat ini proses pengobatan juga tetap berlangsung.

    Isolasi ternak yang tertular juga sudah dilakukan.

    Pihaknya sudah melakukan pendataan by name by address bagi ternaknya yang tertular.

    Tak hanya itu, saat ini pihaknya juga tengah penyiapan vaksinasi terhadap seluruh ternak sehat pada daerah terancam dengan cakupan minimal 70 persen. 

    Pemkab Sidoarjo sudah menerima bantuan vaksin dari pemerintah pusat. Jumlahnya sekira 3500 dosis.

    Dengan vaksin itu nantinya akan ada vaksinasi massal.

  • Harga Cabai Melonjak, Mentan: Biarlah Petani Bernapas

    Harga Cabai Melonjak, Mentan: Biarlah Petani Bernapas

    Jakarta

    Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman buka suara terkait masalah produksi yang menyebabkan harga cabai rawit merah melambung. Amran mengatakan saat ini kondisi produksi memang dipengaruhi oleh curah hujan yang tinggi.

    Meski begitu, dia mengklaim produksi dalam kondisi cukup. Dia menyebut masalahnya hanya pada sisi distribusi.

    “Karena pengaruh curah hujan yang tinggi. Produksinya cukup ya, karena distribusinya,” kata Amran ditemui di Kementerian Pertanian, Kamis (9/1/2025).

    Untuk diketahui, saat ini harga cabai rawit merah di level petani sebesar Rp 95.000/kg. Namun menurut Amran sekitar tiga minggu lalu harga cabai rawit merah anjlok di level Rp 3.000/kg.

    “Tiga minggu lalu kan hancur harganya, sampai Rp 3.000, biarlah petani bernapas, kasihan petani,” ucapnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Horti Kultural Muhammad Taufik Ratule mengatakan kebutuhan cabai rawit merah setahun hanya 1,17 juta ton. Sementara produksi dalam negeri tercatat mencapai 2 juta ton. Untuk itu, menurutnya tingginya harga cabai karena masalah distribusi.

    “Jadi hanya memang distribusinya, dan tidak semua wilayah memproduksi sehingga perlu ada pengiriman logistik dari wilayah lain. Tetapi secara nasional itu cukup. Jadi di distribusi, apa lagi hujan begini kan, banyak yang distribusi menjadi masalah,” ungkapnya.

    Dia juga menyebut memang ada daerah pertanian cabai yang kebanjiran, namun tidak banyak. Ke depan beberapa daerah juga dipastikan masih terdapat panen.

    “Ada beberapa wilayah (yang akan panen), Sumatera, Sulawesi. Jadi, cabai itu akan setiap saat ada. Saya kira ya masalahnya di situ, logistiknya,” pungkasnya.

    Sebelumnya, Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) Abdul Hamid mengatakan harga cabai rawit merah di level petani meningkat Rp 95.000/kg. Tingginya harga komoditas tersebut disebabkan gagal panen di berbagai sentra produksi.

    Dia mengungkap gagal panen tersebut disebabkan karena banjir dan cuaca ekstrem. Akibatnya stok menipis dan harga semakin tinggi.

    “Iklim menyebabkan banyak rusak petani cabai rawit merah. Selain itu rentannya memang kalau lagi kosong stoknya itu naik banget (harganya). Karena kalau hujan saja dia nggak bisa dipanen, ditambah rentan terkena hama penyakit,” kata dia kepada detikcom, Rabu (8/1/2025).

    (ada/rrd)

  • Polisi Selidiki Kasus Seorang Bocah SD Terlindas Mobil SUV di Kembangan Jakbar   – Halaman all

    Polisi Selidiki Kasus Seorang Bocah SD Terlindas Mobil SUV di Kembangan Jakbar   – Halaman all

    Saat ini polisi sedang melakukan penyelidikan dengan mendatangi sekolah korban serya bertemu orangtuanya

    Tayang: Rabu, 8 Januari 2025 16:50 WIB

    Shutterstock

    Ilustrasi terlindas – Sebuah insiden seorang bocah SD terlindas mobil berjenis SUV di kawasan Kembangan Jakarta Barat viral di media sosial 

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sebuah insiden seorang bocah SD terlindas mobil berjenis SUV di kawasan Kembangan Jakarta Barat viral di media sosial.

    Korban yang sedang mengikat tali sepatu dilindas oleh mobil tersebut hingga berada di kolong mobil.

    Kapolsek Kembangan Kompol M Taufik Iksan membenarkan peristiwa itu terjadi pada Selasa (7/1/2025).

    Pihaknya sudah koordinasi dengan unit lantas Kembangan karena kecelakaan menjadi ranahnya lalu lintas. 

    “Tapi kita dampingi lalu lintas untuk cek TKP dulu sama lalu lintas kalau lalu lintas kan di bawah Polda (Metro Jaya) langsung,” katanya saat dikonfirmasi, Rabu (8/1/2025).

    Saat ini polisi sedang melakukan penyelidikan dengan mendatangi sekolah korban serya bertemu orangtuanya. 

    “Bocahnya sekarang dirawat yang diduga nabrak itu tanggung jawab. Intinya, korban tidak bikin laporan,” tambahnya.

    Kompol Taufik enggan berbicara terkait kronologis kejadian sebab bukan kewenangan dari Polsek.

    Namun dia mendengar kabar bahwa korban saat itu dalam posisi jongkong yang kemungkinan sedang membenarkan tali sepatunya.

    Dari hasil CCTV yang beredar posisi korban berada di simpang jalan dari mobil SUV yang mendadak belok hingga melindas bocah SD tersebut.

    Warga di lokasi langsung mendatangi tempat kejadian perkara membantu menyelamatkan korban.
     

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’2′,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini

  • Atap Kelas SDN Sidodadi Sidoarjo Ambrol Timpa Siswa dan Guru, Subandi: Terpasang Kurang Sempurna

    Atap Kelas SDN Sidodadi Sidoarjo Ambrol Timpa Siswa dan Guru, Subandi: Terpasang Kurang Sempurna

    Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, M Taufik

    TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO – Atap kelas SDN Sidodadi ambrol saat para siswa sedang belajar. Beberapa siswa dan guru pun tertimpa reruntuhan plafon ruang kelasnya tersebut. Mereka mengalami luka ringan, sehingga bisa langsung dipulangkan oleh pihak sekolah.

    Plt Bupati Sidoarjo Subandi turun langsung melihat kondisi sekolah tersebut, Senin (6/1/2025). Bersama sejumlah pejabatnya, Subandi juga memintai keterangan dan kronologi kepada para guru dan siswa di sekolah tersebut.

    Diceritakan, plafon di ruang kelas 5 sekolah dasar yang berada di Desa Sidodadi, Kecamatan Taman, Sidoarjo itu diduga rusak akibat terkena hujan deras beberapa waktu belakangan. Karena sudah rapuh, tiba-tiba ambrol ketika para siswa sedang belajar, 3 Januari 2025 kemarin.

    Mendengar sejumlah cerita terkait kejadian itu, serta setelah melihat langsung kondisi kelas yang ambrol, Subandi menyebut bahwa peristiwa itu tidak boleh terulang lagi. Dia mengajak semua pihak untuk selalu memperhatikan keselamatan para siswa.

    Dalam kunjungannya, Subandi juga menyoroti sejumlah kerusakan yang ada. Termasuk atap plafon yang runtuh dan pemasangan struktur baja ringan yang dianggap kurang sempurna. Keadaan ini dinilai sangat mengkhawatirkan karena berpotensi membahayakan keselamatan para siswa dan guru.

    “Saya melihat struktur baja ringan yang terpasang kurang sempurna, ini harus segera diperbaiki agar siswa dapat melakukan kegiatan belajar dengan tenang dan aman,” kata Subandi.

    Dia juga langsung melakukan kordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo untuk segera melakukan perbaikan terhadap ruang kelas dan ruang perpustakaan yang atapnya sudah runtuh.

    “Kita harus segera melakukan perbaikan, dalam minggu ini setidaknya bisa dimulai. Menggunakan anggaran BTT (Belanja Tidak Terduga) yang telah disiapkan di APBD. Agar anak-anak bisa belajar dengan nyaman,” ujarnya.

    Kepala Sekolah SDN Sidodadi Anita Wanodiya mengatakan, peristiwa runtuhnya atap kelas itu berlangsung sangat cepat dan mengakibatkan korban luka ringan dari siswa dan guru. Setelah kejadian itu, kegiatan belajar mengajar untuk kelas 5 bergantian dengan ruangan kelas 6.

    “Ketika itu pagi hari saat hujan deras. Tiba-tiba plafon ruang kelas runtuh, anak-anak dan guru segera bersembunyi di bawah meja masing-masing. Allhamdulillah tidak ada korban luka berat, beberapa murid yang shock segera dibawa ke puskesmas,” kisahnya.

    Mendapat kunjungan dan perhatian langsung dari Plt Bupati Sidoarjo, Anita mengaku sangat bersyukur. Apalagi, kepala daerah sudah menyiapkan bantuan renovasi ruang kelas untuk menunjang kegiatan belajar agar kembali normal, dirinya pun berulang kali menyampaikan terima kasih.

  • Koper Mencurigakan di SPBU Sidoarjo Gegerkan Warga, CCTV Bongkar Sosok yang Meletakkan

    Koper Mencurigakan di SPBU Sidoarjo Gegerkan Warga, CCTV Bongkar Sosok yang Meletakkan

    Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, M Taufik

    TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO – Tim Gegana Polda Jatim melakukan evakuasi terhadap sebuah koper mencurigakan yang ditemukan di SPBU yang berada di Jalan Arteri Baru, Porong, Sidoarjo, Kamis (2/1/2025). 

    Terlihat sejumlah personel bersenjata turun ke lokasi. Termasuk personel dari kepolisian setempat.

    Personel TNI juga terjun ke lokasi kejadian.

    Setelah evakuasi, mereka lantas meninggalkan lokasi. 

    Tidak ada keterangan resmi yang disampaikan ke media. Termasuk keterangan terkait isi koper yang disebut-sebut mencurigakan tersebut. 

    Dari rekaman CCTV yang ada, diketahui koper tersebut ditinggal oleh sejumlah pria yang mengendarai mobil warna hitam pada Rabu (1/1/2025) malam. 

    Mobil itu berhenti di depan toilet SPBU sekira pukul 23.00 WIB.

    Dari rekaman CCTV terlihat seorang pria keluar dari mobil, kemudian menaruh koper di dekat pintu masuk kafe di area SPBU tersebut. 

    Mobil itu kemudian pergi meninggalkan SPBU.

    Sekira pukul 00.00 WIB ada cleaning servis SPBU melihat koper itu, kemudian melapor ke pihak keamanan SPBU. 

    “Koper dalam keadaan terkunci. Kemudian kami pindahkan ke bagian belakang kafe,” ujar Dwiki Hari, petugas keamanan SPBU. 

    Pemindahan dimaksudkan untuk pengamanan. Sekaligus menunggu jika pemiliknya datang atau kembali untuk mengambil koper.

    Tapi sampai pagi, tidak ada yang datang ke sana untuk mengambilnya. 

    Temuan itu kemudian disampaikan ke manajemen SPBU, dan kemudian diputuskan untuk melapor ke pihak kepolisian. Karena mereka juga khawatir koper berisi bahan berbahaya. 

    Dari laporan itu kemudian petugas dari Gegana Polda Jatim dan satu regu dari Satbrimob datang ke lokasi kejadian. Termasuk petugas kepolisian setempat dan petugas TNI. 

    Mereka kemudian mengevakuasi koper berwarna abu-abu hitam yang mencurigakan tersebut.

    Aktivitas SPBU sempat dihentikan saat evakuasi berlangsung. 

    Sekira satu jam, proses evakuasi selesai dan petugas meninggalkan lokasi.

    Namun tidak ada keterangan resmi dari petugas terkait peristiwa ini.

  • Truk Kontainer Terguling dan Melintang Sebabkan Macet Berjam-jam di Jalan Raya Trosobo Sidoarjo

    Truk Kontainer Terguling dan Melintang Sebabkan Macet Berjam-jam di Jalan Raya Trosobo Sidoarjo

    Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, M Taufik

    TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO – Sebuah truk kontainer melintang di Jalan Raya Layang Trosobo, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (29/12/2024).

    Truk kontainer itu terguling dan melintang di jalan, karena tidak kuat menanjak.

    Kendaraan bernopol S 8629 UP itu bermuatan pintu kayu.

    Truk yang disopiri oleh Muhammad Mudasir tersebut dalam perjalanan menuju ke arah Surabaya. 

    “Saat menanjak, tiba-tiba truk tak ada tenaganya. Akhirnya terguling,” kata Mudasir setelah kejadian. 

    Pria 52 tahun asal Magetan itu bercerita, dia sudah berusaha memaksimalkan kemampuan, tapi truk yang dikemudikannya tidak mampu mempertahankan daya dorong. 

    Alhasil, truk terguling dan melintang menutupi seluruh akses jalan raya yang menuju Surabaya.

    Jalur itupun tertutup total, tak bisa dilalui kendaraan sama sekali. 

    Banyak kendaraan yang terjebak di sana.

    Terjadi macet berjam-jam.

    Petugas kepolisian yang datang ke lokasi pun berusaha mengevakuasi truk yang terguling itu.

    Tim evakuasi menggunakan alat berat untuk mengangkat truk yang terlentang di jalan. 

    Kanit Lantas Polsek Taman, Iptu Sulaiman, mengatakan, sejak pagi pihak kepolisian telah memberlakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurangi dampak kemacetan. 

    “Petugas menerapkan sistem contraflow sementara untuk mengalihkan arus kendaraan dari arah Surabaya menuju Trosobo. Kami akan normalisasi kembali lalu lintas setelah evakuasi truk selesai,” ujarnya.

    Proses evakuasi truk terguling diperkirakan akan berlangsung beberapa jam, tergantung pada kondisi dan kesulitan yang dihadapi petugas di lapangan.

    Polisi juga mengimbau pengendara untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas guna kelancaran proses evakuasi dan mengurangi risiko kecelakaan.

    Jalan di sekitar lokasi kecelakaan masih terpantau macet.

    Warga dan pengendara diminta untuk memilih jalur alternatif alias menghindari jalur tersebut. 

  • Sejumlah Kawasan di Waru Sidoarjo Terendam Banjir, Banyak Kendaraan yang Melintas Mogok

    Sejumlah Kawasan di Waru Sidoarjo Terendam Banjir, Banyak Kendaraan yang Melintas Mogok

    Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, M Taufik

    TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO -Banjir merendam sejumlah permukiman penduduk di kawasan Kecamatan Waru, Sidoarjo, Jawa Timur.

    Jalan-jalan desa, perumahan, area pertanian, dan rumah-rumah warga juga kebanjiran, Rabu (25/12/2024). 

    Air mulai menggenangi kawasan Tropodo, Selasa (24/12/2024 sore kemarin, setelah hujan deras mengguyur dalam waktu lama.

    Genangan di jalan sampai ketinggian sekitar 20 centimeter. 

    Demikian halnya di kawasan perumahan Deltasari.

    Banyak kendaraan mogok saat melintasi genangan.

    Banjir di perumahan elite tersebut juga terjadi sejak Selasa petang. 

    Di Sawotratap, air sampai masuk ke rumah-rumah warga.

    Kemudian di Jalan Raya Waru, banyak sepeda motor mogok ketika melintas di sebelah jembatan layang arah ke Surabaya. 

    Di kawasan Jalan Juanda juga demikian.

    Kemudian banjir juga merendam perkampungan di kawasan Tambakrejo setelah hujan deras datang. Termasuk di kawasan Pepelegi, juga kebanjiran hingga sekitar 30 centimeter. 

    Banjir juga meredam perkampungan di sekitar Jalan S Parman dan Brigjen Katamso.

    Kemudian di sekitaran Perumahan Pondok Tjandra, dan beberapa kawasan lain di Kecamatan Waru, Sidoarjo. 

    “Banjir juga terjadi di beberapa wilayah Kecamatan Gedangan, dan beberapa daerah di Kecamatan Sedati. Sama seperti yang terjadi Waru, air datang setelah hujan deras mengguyur pada Selasa sore. Semakin malam kondisinya semakin tinggi,” kata Amir, warga yang sempat terjebak banjir saat berkendara dari Sedati hingga ke Gedangan. 

    Di sebagian lokasi, air mulai surut pada Rabu pagi. Tapi sebagian lain masih bertahan. Khususnya banjir yang menggenangi sejumlah kawasan di Kecamatan Waru. 

    Plt Bupati Sidoarjo, Subandi turun langsung memeriksa sejumlah lokasi. Termasuk meninjau sungai yang dipenuhi eceng gondok di kawasan Waru, Sidoarjo.

    Yakni Sungai Centel yang berada di Tambaksawah. 

    Selain itu, Subandi juga melihat kondisi jembatan di daerah Gedongan.

    “Pendangkalan dan tumpukan sampah harus dibersihkan. Ini yang menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir,” kata Subandi.  

    Menurut dia, selain karena curah hujan yang tinggi, banjir juga terjadi akibat luapan Kali Buntung di kawasan Waru.

    Sungai itu tak mampu menampung air karena volume tinggi, ditambah lagi adanya fenomena rob atau laut pasang. 

    Normalisasi sungai harus dilakukan maksimal.

    Pengerukan dilakukan untuk mengatasi pendangkalan, serta pembersihan terhadap bangunan-bangunan liar yang berada di sepanjang sungai. 

    Untuk penanganan cepat terhadap banjir yang terjadi, Pemkab Sidoarjo mengerahkan pompa-pompa portabel ke lokasi genangan, untuk menyedot air agar segera surut. 

    Sementara jangka panjangnya, normalisasi maksimal. Termasuk pembersihan bangunan liar agar alat berat bisa masuk ke sungai untuk melakukan pengerukan.