Tag: Muhammad Fawait

  • Meriah dan Sukses! Tajemtra 2025 Hadirkan Nuansa Baru dengan Aksi Marching Band hingga Hiburan Rakyat – Page 3

    Meriah dan Sukses! Tajemtra 2025 Hadirkan Nuansa Baru dengan Aksi Marching Band hingga Hiburan Rakyat – Page 3

    Liputan6.com, Jember Puncak perayaan Tajemtra 2025 berlangsung meriah dan menghadirkan nuansa baru dibanding tahun-tahun sebelumnya. Setelah menempuh perjalanan panjang dari Tanggul hingga Jember, lebih dari 15 ribu peserta disambut meriah dengan penampilan marching band yang ditempatkan di empat titik strategis, yakni Mangli, Argopuro, Masjid Al Huda, serta Jembatan Jompo.

    Deru musik marching band mengiringi langkah para peserta Tajemtra 2025 yang semangat menuju garis finish. Tak hanya itu, sepanjang rute Tajemtra 2025 juga dipenuhi dengan panggung-panggung hiburan rakyat. Panggung hiburan ini menjadi ruang pertemuan antara peserta, warga, dan para pelaku UMKM lokal yang turut meramaikan suasana dengan aneka sajian kuliner maupun produk unggulan daerah.

    Mengusung tema “Satukan Langkah Menuju Jember Baru, Jember Maju”, Tajemtra 2025 bukan sekadar lomba gerak jalan, melainkan perayaan besar yang menyatukan energi, budaya, dan harapan masyarakat.

    Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyampaikan rasa haru sekaligus kebanggaannya. Dirinya menegaskan bahwa Tajemtra 2025 ini bukan sekadar ajang gerak jalan atau hiburan semata, melainkan wujud kebersamaan masyarakat Jember yang selalu haus akan semangat persatuan.

    “Saya mengikuti Tajemtra ini, dan bagi saya seluruh peserta Tajemtra adalah pejuang. Mereka tidak lelah, tidak capek, mereka terus berjalan sampai finish. Dan ini tandanya Jember akan kita bangkitkan lagi untuk mencapai kejayaan, menuju Jember Baru Jember Maju,” ujar Bupati penuh semangat.

    Lebih jauh, Fawait mengaku terkejut dengan antusiasme masyarakat yang begitu luar biasa. Ia menuturkan bahwa awalnya persiapan Tajemtra 2025 dilakukan secara sederhana, namun sambutan masyarakat justru melampaui perkiraan.

    “Saya jujur tidak menyangka. Karena memang persiapannya saya pikir ala kadarnya, tapi antusiasme masyarakat begitu luar biasa. Bahkan tadi kita juga sudah mendapat banyak masukan agar tahun depan bisa lebih meriah, lebih gembira, dan lebih banyak kejutan lagi,” tambahnya.

  • Keterbatasan Anggaran, Pemkab Jember Berharap Bantuan Pusat untuk Perbaikan Sekolah Rusak

    Keterbatasan Anggaran, Pemkab Jember Berharap Bantuan Pusat untuk Perbaikan Sekolah Rusak

    Bupati Jember, Muhammad Fawait, sebelumnya telah menemui Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah untuk menyampaikan kondisi sarana pendidikan di daerahnya. Pertemuan itu ditindaklanjuti dengan pengajuan proposal revitalisasi sekolah ke Kementerian Pendidikan agar dapat memperoleh dukungan dana dari APBN.

    “Proposal ini ditujukan agar revitalisasi bisa segera berjalan dengan dukungan anggaran dari pusat. Tanpa itu, percepatan sulit terwujud,” ujar Hadi.

    Kerusakan sekolah, terutama di wilayah pedesaan, berdampak langsung pada proses belajar mengajar. Sejumlah sekolah bahkan harus mengatur jadwal bergantian karena keterbatasan ruang kelas yang layak.

    “Anak-anak kita berhak belajar di ruang kelas yang aman dan nyaman. Karena itu, kami berharap pemerintah pusat bisa segera merespons kebutuhan ini,” kata Hadi menambahkan.

    Pemkab Jember menegaskan bahwa penanganan sekolah rusak perlu menjadi agenda bersama. Dengan dukungan APBN, perbaikan dapat dilakukan lebih cepat dan merata, sehingga kualitas pendidikan di Jember tidak tertinggal dari daerah lain.

    “Ini bukan hanya tanggung jawab daerah, melainkan bagian dari upaya nasional meningkatkan mutu pendidikan,” tegas Hadi.

  • Keterbatasan Anggaran, Pemkab Jember Berharap Bantuan Pusat untuk Perbaikan Sekolah Rusak

    Keterbatasan Anggaran, Pemkab Jember Berharap Bantuan Pusat untuk Perbaikan Sekolah Rusak

    Bupati Jember, Muhammad Fawait, sebelumnya telah menemui Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah untuk menyampaikan kondisi sarana pendidikan di daerahnya. Pertemuan itu ditindaklanjuti dengan pengajuan proposal revitalisasi sekolah ke Kementerian Pendidikan agar dapat memperoleh dukungan dana dari APBN.

    “Proposal ini ditujukan agar revitalisasi bisa segera berjalan dengan dukungan anggaran dari pusat. Tanpa itu, percepatan sulit terwujud,” ujar Hadi.

    Kerusakan sekolah, terutama di wilayah pedesaan, berdampak langsung pada proses belajar mengajar. Sejumlah sekolah bahkan harus mengatur jadwal bergantian karena keterbatasan ruang kelas yang layak.

    “Anak-anak kita berhak belajar di ruang kelas yang aman dan nyaman. Karena itu, kami berharap pemerintah pusat bisa segera merespons kebutuhan ini,” kata Hadi menambahkan.

    Pemkab Jember menegaskan bahwa penanganan sekolah rusak perlu menjadi agenda bersama. Dengan dukungan APBN, perbaikan dapat dilakukan lebih cepat dan merata, sehingga kualitas pendidikan di Jember tidak tertinggal dari daerah lain.

    “Ini bukan hanya tanggung jawab daerah, melainkan bagian dari upaya nasional meningkatkan mutu pendidikan,” tegas Hadi.

  • Puluhan Tahun Menanti, Warga Dusun Bandealit Jember Akhirnya Nikmati Listrik
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        16 Agustus 2025

    Puluhan Tahun Menanti, Warga Dusun Bandealit Jember Akhirnya Nikmati Listrik Regional 16 Agustus 2025

    Puluhan Tahun Menanti, Warga Dusun Bandealit Jember Akhirnya Nikmati Listrik
    Tim Redaksi
    JEMBER, KOMPAS.com
    – Setelah puluhan tahun hidup tanpa penerangan listrik, warga Dusun Bandealit, Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, akhirnya bisa menikmati aliran listrik.
    Dusun yang berada di kawasan Taman Nasional Meru Betiri itu untuk pertama kalinya mendapatkan akses listrik tepat sehari sebelum HUT ke-80 Republik Indonesia.
    Piliati, seorang guru PAUD di Bandealit, menyebut kehadiran listrik sebagai anugerah besar bagi warga.
    “Mewakili masyarakat Bandealit, saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas selesainya perbaikan jalan dan juga listrik yang sudah menyala,” ujarnya, Sabtu (16/8/2025).
    Ia mengajak warga menjaga fasilitas ini.
    “Listriknya sudah menyala mari kita jaga bersama karena ini aset yang sangat berharga,” tambahnya.
    Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan bahwa Dusun Bandealit termasuk daerah dengan warga prasejahtera. Dengan hadirnya listrik, ia berharap taraf hidup masyarakat meningkat.
    “Akhirnya masyarakat kami di Bandealit pada 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sudah merasakan kemerdekaan dari kegelapan,” katanya saat peresmian.
    Manager PLN UP3 Jember, Sendi Rudianto, menyebutkan dari 350 keluarga di Bandealit, baru 100 rumah yang terpasang jaringan listrik.
    “Pokoknya begitu pelanggan membayar untuk pasang baru akan kita segera pasang,” jelasnya.
    Penyambungan listrik menggunakan subsidi pemerintah dengan daya 900 VA sehingga warga tidak perlu membayar penuh.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Jember Fashion Carnival 2025 Catatkan Sejarah, Gus Fawait Janjikan Gelaran Lebih Megah Tahun Depan – Page 3

    Jember Fashion Carnival 2025 Catatkan Sejarah, Gus Fawait Janjikan Gelaran Lebih Megah Tahun Depan – Page 3

    Liputan6.com, Jember Puncak Jember Fashion Carnival (JFC) 2025 di era kepemimpinan Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Darling, tercatat sebagai gelaran terbesar sepanjang sejarah karnaval. Grand Carnival pada Minggu, 10 Agustus 2025, dimulai dari Alun-Alun Jember Nusantara dan berparade menuju Gedung Serbaguna Jember. 

    Ribuan penonton memadati rute karnaval untuk menyaksikan parade busana spektakuler karya anak-anak muda Jember yang telah mengharumkan nama daerah di tingkat nasional hingga internasional. Acara dibuka dengan sambutan Bupati Jember Muhammad Fawait dan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Ni Luh Puspa.

    Dalam sambutannya, Gus Fawait menegaskan komitmen untuk terus mengembangkan JFC dan sektor pariwisata daerah.

    “Sekarang mata seluruh Indonesia bahkan dunia mengarah pada Kabupaten Jember berkat anak-anak muda yang tergabung di JFC. Tahun ini adalah JFC terbesar, dan tahun depan harus lebih besar lagi,” ujar Bupati Gus Fawait.

    Presiden JFC Budi Setiawan menyebut JFC 2025 sebagai gelaran paling spektakuler sejak pertama kali diadakan

    “Alhamdulillah, Yang Maha Kuasa memberikan kesempatan kepada kita untuk menggelar pertunjukan spektakuler seperti yang baru saja kita saksikan bersama. Setiap tahun kami berupaya menjadi lebih baik dari sebelumnya, dan tahun ini terbukti menjadi yang terbesar sepanjang sejarah JFC,” ujarnya.

    Budi menambahkan, keistimewaan JFC 2025 tidak hanya terletak pada kemegahan kostum, tetapi juga pada kolaborasi besar yang terjalin antara desainer muda, peserta karnaval, tim kreatif, dan seluruh pendukung acara. 

    “Yang spektakuler bukan hanya kostumnya, tetapi kolaborasi semua komponen di sini. Semua pihak yang terlibat bekerja dengan dedikasi tinggi untuk menghadirkan karya yang mengangkat nama Jember di kancah nasional maupun internasional,” tambahnya.

  • Fraksi PKB Kecam Wabup Jember 11 Kali Absen Paripurna, Djoko: Ngomong Pakai Hatilah
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        7 Agustus 2025

    Fraksi PKB Kecam Wabup Jember 11 Kali Absen Paripurna, Djoko: Ngomong Pakai Hatilah Surabaya 7 Agustus 2025

    Fraksi PKB Kecam Wabup Jember 11 Kali Absen Paripurna, Djoko: Ngomong Pakai Hatilah
    Tim Redaksi
    JEMBER, KOMPAS.com
    – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Jember mengecam absennya Wakil Bupati Jember, Djoko Susanto, yang tidak hadir dalam 11 kali rapat paripurna.
    Juru bicara Fraksi PKB, Nurhuda Candra Hidayat, menyampaikan bahwa dari total 13 kali paripurna, Wabup Jember hanya hadir dua kali.
    “Ketidakhadiran tersebut merupakan bentuk penghinaan terhadap lembaga DPRD Jember.” 
    “Terkesan menyepelekan pembahasan hajat hidup rakyat Jember,” tegas Nurhuda saat menyampaikan pandangan akhir fraksi atas Raperda PAPBD 2025 dalam paripurna yang digelar pada Kamis (7/8/2025).
    Ia menilai bahwa absennya Djoko Susanto berkali-kali merupakan pengabaian terhadap amanah konstitusi.
    Fraksi PKB juga mempertanyakan keseriusan Wabup dalam menjalankan tugas dan mengawal aspirasi rakyat, serta meminta agar birokrasi dapat lebih dewasa dan mengakhiri dinamika yang kurang produktif.
    “Kami menuntut penjelasan resmi atas ketidakhadiran ini dan komitmen nyata untuk hadir secara konsisten ke depan,” tambah sekretaris Fraksi PKB tersebut.
    Di sisi lain, Wakil Bupati Jember, Djoko Susanto, menjelaskan bahwa ia tidak mendapatkan undangan dari DPRD, bahkan setelah memastikan kepada ajudannya.
    Ia menyarankan agar Fraksi PKB terlebih dahulu menanyakan kepada dewan sebelum mengeluarkan pernyataan kecaman.
    “Saya mengimbau kalau ngomong pakai hatilah,” ujarnya.
    Sementara itu, Bupati Jember, Muhammad Fawait, enggan memberikan komentar terkait kritik terhadap wakilnya yang tidak hadir dalam 11 kali paripurna.
    “Karena ini tuan rumahnya DPRD, saya tidak bisa komentar ya, karena saya juga tamu di sini. Biar nanti ketua DPRD saja ya sebagai tuan rumah,” ungkapnya setelah paripurna.
    Berdasarkan penelusuran Kompas.com, Djoko terakhir kali menghadiri paripurna pada 24 Maret 2025 dalam agenda penyampaian nota pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Jember Akhir Tahun Anggaran 2024.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Khofifah pantau SPBU di Jember pastikan pasokan-distribusi BBM normal

    Khofifah pantau SPBU di Jember pastikan pasokan-distribusi BBM normal

    Sumber foto: Antara/elshinta.com.

    Khofifah pantau SPBU di Jember pastikan pasokan-distribusi BBM normal
    Dalam Negeri   
    Editor: Sigit Kurniawan   
    Kamis, 31 Juli 2025 – 23:11 WIB

    Elshinta.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memantau sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jember untuk memastikan pasokan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) normal setelah sempat mengalami kelangkaan akibat keterlambatan distribusi hingga menyebabkan antrean panjang.

    Khofifah didampingi Bupati Jember Muhammad Fawait dan Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Aji Anom Purwasakti bersama jajaran meninjau SPBU di Jalan Gajahmada dan SPBU Mangli, Kabupaten Jember, Kamis.

    “Alhamdulillah seperti yang kami lihat saat ini bahwa kondisi di SPBU sudah tidak terlihat ada antrean. Kondisi itu tolong saling dijaga dan pertahankan untuk menjaga ketenangan masyarakat agar beraktivitas lebih maksimal dan produktif,” kata Khofifah di Jember.

    Menurut dia, terurainya antrean BBM di Jember beberapa hari terakhir bukan kerja satu pihak, melainkan kolaborasi berbagai pihak, salah satu yang utama adalah Pertamina, sehingga pihaknya menyampaikan terima kasih kepada Pertamina yang mencari opsi suplai dari terminal lainnya seperti Surabaya, Malang, Yogyakarta dan Jawa Tengah.

    “Masing-masing terminal sudah memiliki kapasitas untuk memenuhi sesuai dengan sistem di Pertamina Patra Niaga. Ekosistem proses suplai dan distribusi terminal-terminal Pertamina menurut saya bagian dari keseriusan Pertamina mengatasi antrean BBM di Jember,” tuturnya.

    Ia memastikan bahwa per Rabu (30/7) ketersediaan BBM di Jember telah melebihi kapasitas yang dibutuhkan dari kebutuhan normal 900 kiloliter dan kini telah tersedia 1.300 kl.

    “Dengan begitu, diharapkan proses normalisasi dari seluruh pemenuhan kebutuhan BBM masyarakat Jember bisa normal seperti semula,” katanya.

    Sementara Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Aji Anom Purwasakti mengatakan suplai BBM ke Jember sudah sangat baik, bahkan mencapai 1.400 kilo liter (kl) pada Rabu (30/7) dari suplai normalnya sekitar 900 KL per hari agar tidak ada lagi antrean warga di SPBU.

    “Alhamduliillah hari ini suplai BBM ke Jember sudah baik. Kami akan terus jaga itu untuk menjaga kepercayaan konsumen ke Pertamina,” katanya.

    Pantauan di sejumlah SPBU Jember terlihat sudah normal dan tidak ada lagi antrean panjang karena pasokan BBM ke Jember melimpah dan melebihi kebutuhan setiap harinya.

    Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah memberikan bantuan pengisian BBM gratis jenis Pertalite serta sembako kepada driver ojek online di kawasan SPBU Jalan Gajahmada Jember.

    Sumber : Antara

  • Salurkan Beragam Bansos ke Warga Jember, Gubernur Jatim Ingatkan Jangan Dipakai untuk Judol
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        31 Juli 2025

    Salurkan Beragam Bansos ke Warga Jember, Gubernur Jatim Ingatkan Jangan Dipakai untuk Judol Surabaya 31 Juli 2025

    Salurkan Beragam Bansos ke Warga Jember, Gubernur Jatim Ingatkan Jangan Dipakai untuk Judol
    Tim Redaksi
    JEMBER, KOMPAS.com
    – Gubernur Jawa Timur,
    Khofifah Indar Parawansa
    , mengingatkan warga
    Jember
    agar tidak menyalahgunakan uang bantuan sosial (bansos) untuk
    judi online
    .
    Peringatan tersebut disampaikan usai pembagian berbagai jenis
    bansos
    kepada masyarakat di Pendapa Wahyawibawagraha Jember pada Kamis (31/7/2025).
    “Bantuan sosial jangan dipakai judi online,” seru Khofifah dalam pidatonya di hadapan para penerima bansos.
    Khofifah menjelaskan bahwa dia telah mengecek informasi mengenai deposit untuk judi online yang ternyata tidak memerlukan nominal besar, bahkan bisa dimulai dari Rp 1.000.
    Dia juga mengonfirmasi pernyataan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengenai hal ini.
    “Jadi memang kata PPATK itu benar, karena Rp 1.000, Rp 5.000, Rp 10.000 (sudah bisa deposit). Saya itu sampai kecep (diam),” ungkapnya.
    Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menekankan kepada Bupati Jember, Muhammad Fawait, tentang kemudahan akses judi online saat ini.
    Dia mengingatkan bahwa situs judi online sudah tersedia dalam bahasa Indonesia, meskipun dioperasikan dari luar negeri, sehingga lebih mudah dipahami masyarakat.
    “Saya mohon jangan sampai bank trus dipakai judi online,” tambahnya.
    Pemprov Jatim menyalurkan beberapa jenis bansos melalui rekening bank kepada penerima manfaat secara langsung, sebagai langkah antisipasi agar dana tersebut tidak disalahgunakan.
    Bantuan yang disalurkan meliputi bantuan langsung tunai kepada buruh pabrik rokok lintas wilayah, program keluarga harapan plus, bantuan sosial bagi penyandang disabilitas, KIP PPKS Jawara, alat bantu mobilitas untuk lansia dan penyandang disabilitas, serta BOP dan taliasih bagi pilar-pilar sosial.
    Kunjungan Khofifah ke Jember juga bertujuan meninjau situasi Kota Suwar Suwir yang sempat dilanda krisis BBM.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Khofifah ke Bupati Jember: Kondisi BBM sudah Normal, Tidak Perlu lagi WFA

    Khofifah ke Bupati Jember: Kondisi BBM sudah Normal, Tidak Perlu lagi WFA

    Liputan6.com, Jakarta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta pemerintah kabupaten (Pemkab) Jember menghentikan kebijakan work from anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara (ASN), dan belajar online untuk pelajar.

    Permintaan itu disampaikan menyusul pulihnya pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah tersebut.

    “Kondisi BBM sudah normal, jadi tidak perlu lagi WFA. Anak-anak harus kembali belajar di sekolah, dan pelayanan publik harus berjalan optimal. Ini penting untuk pemulihan ekonomi Jember,” kata Khofifah saat kunjungan kerja di Jember, Kamis (31/7).

    Kebijakan WFA sebelumnya diterapkan Bupati Jember Muhammad Fawait melalui Surat Edaran pada Senin (28/072025). SE tersebut untuk merespons kelangkaan BBM pasca-penutupan jalur Gumitir.

    Skema WFA ini ditujukan bagi ASN yang tidak menangani layanan langsung serta pelajar tingkat SD hingga SMA guna menekan mobilitas warga.

    Berdasarkan laporan terbaru yang diterima, Khofifah memastikan suplai BBM dari Pertamina kini sudah melebihi kebutuhan harian masyarakat.

    Dia berharap seluruh aktivitas masyarakat, termasuk pendidikan dan pelayanan publik, segera kembali normal.

    “Sejak kemarin, suplai dari Pertamina sudah lebih dari cukup. Hari ini pun stabil. Jadi tidak ada alasan lagi menunda aktivitas,” lanjutnya.

    Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Jatim dengan didampingi bupati Jember Muhammad Fawait dan jajaran masing-masing meninjau dua lokasi.

    Pasar Tanjung dan SPBU Jalan Gajah Mada di Kecamatan Kaliwates. Selain memantau distribusi BBM, ia juga menyoroti minimnya pasokan beras medium di pasar.

    “Semua beras yang dijual premium. Padahal masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah butuh beras medium. Ini harus segera disuplai, terutama dari Bulog lewat program SPHP,” ujar Khofifah.

    Ia menekankan perlunya koordinasi antara Bulog, Dinas Pertanian, dan Dinas Ketahanan Pangan agar distribusi beras bisa menjangkau semua segmen pasar secara merata.

    “Stoknya aman, tinggal pastikan distribusinya berjalan. Jangan sampai pasar kekurangan,” tandasnya.

    Khofifah menutup dengan ajakan untuk mengakhiri kebijakan darurat, dan mendorong normalisasi kehidupan masyarakat.

    “Kalau distribusi BBM dan logistik sudah lancar, maka kegiatan belajar-mengajar serta layanan publik harus kembali seperti semula. Ini penting demi pergerakan ekonomi dan kesejahteraan warga Jember,” pungkasnya.

  • BBM Langka di Jember, Anggota DPR Minta Pertamina Gerak Cepat
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        29 Juli 2025

    BBM Langka di Jember, Anggota DPR Minta Pertamina Gerak Cepat Nasional 29 Juli 2025

    BBM Langka di Jember, Anggota DPR Minta Pertamina Gerak Cepat
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Anggota Komisi VI DPR Fraksi Partai Golkar,
    Sarmuji
    , mendesak Pertamina untuk segera mengambil langkah cepat mengatasi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di Kabupaten
    Jember
    , Jawa Timur.
    Menurutnya, respons awal Pertamina sebenarnya sudah tampak, namun masih perlu percepatan di lapangan.
    “Saya yakin Pertamina sudah turun ke lapangan, tinggal aksinya harus lebih cepat,” ujar Sarmuji dalam keterangannya, Selasa (29/7/2025).
    Sarmuji mengatakan, jangan sampai distribusi BBM yang tersendat ini membuat rakyat menanggung bebannya.
    “Pertamina harus segera turun tangan. Ini situasi darurat yang berdampak langsung pada masyarakat. Jangan sampai distribusi BBM tersendat terlalu lama karena masyarakat yang akan menanggung bebannya,” tuturnya.
    Sarmuji mengungkapkan, kondisi ini terjadi karena pasokan BBM ke Jember selama ini bergantung pada jalur distribusi dari Banyuwangi.
    Namun, dengan ditutupnya akses utama via Gumitir akibat perbaikan jalan, arus distribusi menjadi terganggu.
    “Kalau jalur dari Banyuwangi terhambat, harusnya bisa segera dikompensasi dengan pengiriman dari Surabaya dan sekitarnya. Ini bukan saatnya menunggu. Kebutuhan BBM masyarakat tidak bisa ditunda,” kata Sarmuji.

    Lalu, Ketua Fraksi Golkar DPR tersebut juga menyoroti lonjakan harga BBM di lapangan akibat kelangkaan tersebut.
    “Sekarang di sejumlah tempat, harga eceran BBM bisa tembus Rp 17.000 sampai Rp 22.000 per liter. Ini jelas memberatkan, apalagi bagi masyarakat kecil dan pelaku usaha yang mengandalkan transportasi harian,” ucapnya.
    Sarmuji pun meminta agar semua pihak, termasuk pemerintah daerah, ikut aktif memantau distribusi dan mencegah potensi penimbunan BBM di lapangan.
    “Langkah antisipatif harus dipercepat. Pemerintah daerah bisa berkoordinasi dengan Pertamina dan aparat keamanan untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tidak ada oknum yang mengambil keuntungan di tengah situasi krisis seperti ini,” imbuh Sarmuji.
    Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengambil langkah cepat menyusul kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
    Mulai Selasa (29/7/2025), para pelajar di Jember diizinkan mengikuti pembelajaran daring atau belajar dari rumah.
    Keputusan ini disampaikan langsung oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait, dalam konferensi pers di kantor DPRD Jember pada Senin malam.
    Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) yang diterbitkan pada 28 Juli 2025.
    “Mulai besok, sampai kondisi normal kembali, para pelajar Jember boleh mengikuti pelajaran secara daring,” ujar Fawait, Senin malam.
    Langkah ini diambil sebagai bentuk mitigasi dampak krisis BBM yang menyebabkan antrean panjang di berbagai SPBU Jember.
    Pemerintah daerah berharap, dengan mengurangi mobilitas warga, konsumsi BBM bisa ditekan dan situasi segera stabil.
    Tak hanya pelajar, Aparatur Sipil Negara (ASN) juga diperbolehkan untuk bekerja dari rumah alias work from home (WFH), sebagaimana kebijakan Pemerintah Kabupaten Jember.
    Layanan kesehatan juga kena imbas. Ada mobil ambulans Dinas Kesehatan Jember ikut antre di SPBU yang kosong.
    Warga mencari BBM sampai ke luar Jember, misalnya sampai ke SPBU di Lumajang.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.