Tag: Muhammad Fawait

  • Cawabup Djoko Susanto: Jember Kesulitan Temukan Identitas Budaya yang Utuh

    Cawabup Djoko Susanto: Jember Kesulitan Temukan Identitas Budaya yang Utuh

    Jember (beritajatim.com) – Djoko Susanto, calon wakil bupati nomor urut 2, menilai Kabupaten Jember masih kesulitan menemukan identitas budaya yang utuh dan mudah dikenali.

    “Keragaman budaya di Jember masih terfragmentasi dan belum terdefinisi dengan jelas. Pemahaman dan integrasi terhadap warisan budaya lokal masih sangat terbatas,” kata Djoko, dalam debat antarpasangan calon kepala daerah putaran ketiga, di Hotel Cempaka Hill, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (23/11/2024) malam.

    Djoko menginginkan adanya akulturasi budaya di Jember yang terdiri atas banyak suku. “Ke depan, dalam rangka akulturasi tersebut, kami menginisiasi program Silaturahmi Budaya, yang diharapkan akan mengharmonisasi seluruh potensi budaya di Jember,” katanya.

    Djoko juga ingin menginternalisasi budaya yang membentuk karakter Jember, melalui kegiatan ekstrakurikuler di setiap sekolah yang berkolaborasi deengan sanggar-sanggar seni dan pegiat budaya lokal.

    Dalam semangat tersebut, Djoko juga menginginkan adanya perluasan diksi dari kesenian ke kebudayaan. “Sehingga Dewan Kesenian Jember jadi Dewan Kebudayaan Jember,” katanya.

    “Tentu dengan langkah-langkah tersebut diharapkan ada akulturasi budaya di Jember, sehingga kalau hari ini kita bangga dengan istilah Pandalungan, ke depan akulturasi ini betul-betul membentuk budaya Pandalungan,” kata Djoko.

    Ide tersebut dilontarkan dalam debat bertema utama strategi pemajuan budaya dan ketahanan sosial di Kabupaten Jember, dengan subtema debat kearifan lokal, keadilan gender, ekonomi kreatif, dan pembentukan karakter.

    Mananggapi gagasan Djoko itu, Muhammad Balya Firjaun Barlaman, calon wakil bupati nomor urut 1, menegaskan, Indonesia terdiri dari banyak suku dan bahasa. “Mereka semua memiliki seni budaya dan bukti-bukti sejarah. Tujuan seni budaya yang dilakukan sesepuh dan leluhur kita tidak lain sebagai media untuk mentrasnformasi karakter dan nilai-nilai akhlak, seperti Wali Songo dan sebagainya,” katanya.

    Firjaun kemudian mencontohkan seni macapat. “Macapat isinya juga nilai-nilai pembentukan karakter,” katanya.

    Berbeda dengan Djoko, Firjaun lebih memilih mendata para pegiat seni budaya di Jember. “Sekaligus memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mengekspresikan kreativitasnya sesuai budaya lokal, dan tidak meninggalkan karakter yang dibentuk leluhur kita,” katanya.

    Namun, Djoko menilai, pernyataan Firjaun masih mencerminkan semangat budaya masing-masing etnis. “Perbedaan budaya itu kalau bertumpu pada satu tempat yang sama akan ada negatifnya. Kita bersyukur di Jember terbentuk budaya yang kita namai budaya Pandalungan. Budaya Pandalungan tersebut merupakan akulturasi budaya Jawa, Madura, China, Arab. Tidak sekadar budaya Jawa dan Madura,” katanya.

    “Kalau pemerintah daerah membuat program yang kita wadahi dalam Forum Silaturahmi Budaya, maka insyaallah, masing-masing budaya tadi akan menjadi harmonis, sehingga terbentuk budaya Pandalungan,” kata Djoko.

    Dalam pilkada kali ini, ada dua kontestan. Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman, diusung PDI Perjuangan. Muhammad Fawait dan Djoko Susanto diusung dan didukung tujuh partai parlemen dan delapan partai non parlemen. [wir]

  • Cawabup Firjaun Paparkan Strategi Penguatan dan Perlindungan Perempuan di Jember

    Cawabup Firjaun Paparkan Strategi Penguatan dan Perlindungan Perempuan di Jember

    Jember (beritajatim.com) – Muhammad Balya Firjaun Barlaman, calon wakil bupati nomor urut 1, bersama calon bupati Hendy Siswanto telah menyiapkan beberapa regulasi untuk mendongkrak Indeks Kesetaraan Gender Kabupaten Jember yang saat ini berada di urutan kedua dari bawah di Jawa Timur.

    Firjaun menyebut empat indikator kesetaraan gender, yakni memiliki akses yang sama, memiliki kesempatan berpartisipasi, memiliki kontrol atas pembangunan, dan memperoleh manfaat yang setara dan adil dari pembangunan.

    “Kami memberi peluang yang sama, termasuk memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak,” kata Firjaun, dalam debat antarpasangan calon kepala daerah putaran ketiga, di Hotel Cempaka Hill, Kabupaten Jember, Sabtu (23/11/2024) malam.

    Firjaun ingin Pemkab Jember semakin mengintensfikan pelatihan dan memberikan kesempatan yang sama kepada kaum perempuan. “Kami akan memberikan peluang sebesar-besarnya. Kita memiliki hak yang sama, memiliki kesempatan yang sama,” katanya.

    Pelayanan yang diberikan kepada warga harus mempertimbangkan kesetaraan gender. “Tidak ada lagi orang yang memandang sebelah mata terhadap perempuan, karena di balik lelaki yang sukses, ada perempuan yang sukses,” kata Firjaun.

    Djoko Susanto, calon wakil bupati nomor urut 2, mengkritik kondisi Jember saat ini. “Selama ini Pemerintah Kabupaten Jember belum melaksanakan regulasi dengan baik. Ke depan kami akan mengupayakan Indeks Ketimpangan Gender naik dengan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia untuk sektor perempuan melalui sektor pendidikan, kesehatan, dan partisipasi ekonomi,” katanya.

    “Tentu tidak kalah pentingnya, kegiatan tersebut dilakukan dengan kolaborasi dengan stakeholder terkait. Tentu yang lebih penting lagi, implementasi regulasi harus dilaksanakan secara konsisten,” kata Djoko.

    Menanggapi kritik Djoko, Firjaun menegaskan, bahwa regulasi yang ada saat ini untuk mengangkat harkat dan martabat wanita. “Agar wanita tidak dijadikan obyek, agar wanita tidak dimarjinalkan, agar wanita tidak kemudian menjadi korban,” katanya.

    Dengan dasar inilah, lanjut Firjaun, Pemkab Jember selama ini memfasilitasi semacam konseling bagi perempuan dan anak yang jadi korban kekerasan. Bahkan Firjaun siap membuka fasilitas konseling di sekolah dan lembaga-lembaga pendidikan serta pondok pesantren. “Agar mereka yang menjadi korban, berani speak up, untuk kita mengetahui persoalannya,” katanya.

    Firjaun menegaskan, bahwa pendidikan, ekonomi, dan kesehatan perempuan dan anak menjadi prioritasnya bersama Hendy Siswanto. “Kita lanjutkan,” katanya.

    Dalam pilkada kali ini, ada dua kontestan. Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman, diusung PDI Perjuangan. Muhammad Fawait dan Djoko Susanto diusung dan didukung tujuh partai parlemen dan delapan partai non parlemen. [wir]

  • Soal Ekonomi Kreatif, Cabup Hendy: Warga Jember Butuh Prestasi dan Bukti, Bukan Janji

    Soal Ekonomi Kreatif, Cabup Hendy: Warga Jember Butuh Prestasi dan Bukti, Bukan Janji

    Jember (beritajatim.com) – Hendy Siswanto, calon bupati petahana nomor urut 1, menilai, strategi yang tepat dalam menggabungkan aspek kebudayaan dan ketahanan sosial dan ekonomi kreatif adalah dengan mengembangkan ekowisata budaya. yang dikelola dengan masyarakat setempat.

    “Kolaborasi masyarakat, pemerintah, dan pegiat ekonomi kreatif akan menjadi satu kekuatan yang akan membuat Jember lebih baik lagi,” kata Hendy, dalam debat antarpasangan calon kepala daerah putaran ketiga, di Hotel Cempaka Hill, Sabtu (23/11/2024) malam.

    Hendy menegaskan, pendekatan yang sesuai karakteristik generasi milenial dan Gen Z membutuhkan kreativitas tinggi dan semangat kolaborasi untuk meningkatkan literasi digital dan teknologi, serta memfasilitasi kewirausahaan.

    Generasi Z adalah generasi anak muda kelahiran 1997-2012. Sementara generasi milenial adalah generasi kelahiran 1981-1996.

    “Banyak sekali yang perlu kita padukan antara generasi milenial dan generasi Z. Kita tahu, bonus demografi di Jember adalah anak-anak muda kita yang cukup besar potensinya,” kata Hendy.

    Potensi ini harus digarap bersama. “Intinya kolaborasi menjadi satu kunci untuk bersama-sama memajukan anak-anak muda kita,” kata Hendy.

    Hendy menjelaskan, Jember memiliki banyak etalase untuk mengakomodasi kreativitas anak-anak muda generasi milenial dan generasi Z. “Pemerintah harus melakukan pelatihan-pelatihan yang intensif,” katanya.

    Selama memimpin Jember sejak 2021, Hendy dan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman telah berhasil meraih penghargaan atas capaian 100 persen transformasi pengelola dana bergulir masyarakat menjadi Badan Usaha Milik Desa Bersama dari Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.

    “Juga penghargaan dari Kementerian Koperasi dan UMKM atas kolaborasi luar biasa dalam program Kota Masa Depan untuk akselerasi UMKM dan ekonomi kreatif di Jember,” kata Hendy.

    Jember pada masa pemerintahan Hendy-Firjaun juga menerima penghargaan atas peningkatan skor IGA (Innovation Government Award) dari Kabupaten Kurang Inovatif menjadi Kabupaten Inovatif. “Dan penghargaan anugerah Ekonomi Terpuji dengan Kategori Ekonomi Kreatif,” kata Hendy.

    “Tentunya hal itu menjadi penyemangat anak-anak kita, generasi milenial dan generasi Z, untuk maju. Di Jember dengan banyaknya pesantren dan perguruan tinggi, harus kita kemas dalam kolaborasi. Jika kita bisa memanajemen dengan baik, maka Jember akan lebih keran dan pasti lebih maju,” kata Hendy.

    Muhammad Fawait, calon bupati nomor urut 2, menegaskan dirinya bagian dari generasi milenial. “Usia saya 36 tahun. Saya pikir, dengan penduduk Jember terbanyak ketiga (di Jawa Timur), dan 70 persennya adalah penduduk dengan masa usia produktif, yang mayorutas adalah milenial dan gen Z diberi kesempatan untuk mengembangkan ekonomi kreatif,” katanya.

    Fawait kemudian memamerkan syal dan gelang yang dipakainya. “Ini syal batik lokal dari Kecamatan Mayang. Saya juga pakai gelang dari Balung Tutul, Kecamatan Balung. Ini bentuk konkret kami bagaimana kami bukan cuma berteori tapi juga mengaplikasikan, bahwa kami juga memakai,” katanya.

    Fawait ingin membentuk badan khusus untuk merangkul kalangan milenial dan generasi Z. “Kalau perlu kita kasih beasiswa S1, S2, bahkan S3, di seluruh Indonesia. Maka komitmen kami, yang ngerti pemuda adalah pemuda,” katanya.

    Menanggapi keinginan Fawait, Hendy mengatakan, masyarakat Jember membutuhkan prestasi dan bukti, bukan janji. “Saya dalam debat ketiga ini hanya menyampaikan yang pasti-pasti saja. Bukan berjanji yang kira-kira nanti bakal ini dapatnya apa,” katanya.

    “Ekonomi kreatif ini adalah kekuatan kita. Sumber daya manusia kita yang besar. Sumber daya alam kita yang luar biasa. Kolaborasi inilah yang harus kita angkat bersama-sama. Tentunya saya menyampaikan dari tadi penghargaan banyak, itu penghargaan untuk orang Jember. Betapa orang Jember tidak bisa dibuat main-main,” kata Hendy.

    Hendy menyebut semua penghargaan yang disebutkannya dperuntukkan generasi milenial dan generasi Z. “Tentunya mereka yang akan menggantikan kami. Kalau kami tidak menyiapkan yang luar biasa, memberikan janji-janji yang tidak jelas, tidak mungkin kami berdiri di sini,” katanya. [wir]

  • Debat Pilkada, Dua Calon Bupati Kompak Sanjung Jember Fashion Carnaval

    Debat Pilkada, Dua Calon Bupati Kompak Sanjung Jember Fashion Carnaval

    Jember (beritajatim.com) – Dua calon bupati, Hendy Siswanto dan Muhammad Fawait, kompak menyanjung Jember Fashion Carnaval (JFC), dalam debat antar pasangan calon kepala daerah putaran ketiga, di Hotel Cempaka Hill, Sabtu (23/11/2024) malam.

    JFC adalah karnaval fesyen khas Jember yang sudah berlangsung lebih dari dua dasawarsa dengan melibatkan ratusan anak muda lokal setiap tahun. Keunikan JFC adalah menggunakan jalan raya sepanjang 3,6 kilometer sebagai catwalk alias tempat berlenggak-lenggok menampilkan desain busana sesuai tema.

    Tema utama debat malam itu sendiri adalah strategi pemajuan budaya dan ketahanan sosial di Kabupaten Jember, dengan subtema debat kearifan lokal, keadilan gender, ekonomi kreatif, dan pembentukan karakter.

    Fawait mengatakan, warga Jember seharusnya berterima kasih kepada JFC. “Kita bangga dengan adanya JFC, karena JFC ini yang membuat Jember terkenal sampai ke dunia internasional,” katanya.

    “Kalau selama ini JFC pergelarannya dilakukan pada waktu yang tidak selalu sama, maka ke depan kita bikin sama. Saya ingin kalau pada zaman Pak MZA Djalal ada Bulan Berkunjung ke Jember, kita akan hidupkan kembali dengan judul Bulan Berkunjung ke Jember Reborn. JFC menjadi rangkaian acara itu,” kata Fawait.

    Fawait ingin ada sinergi antara JFC dengan seni budaya lokal. “Contoh, kalau JFC dilaksanakan pada Jumat, Sabtu, Minggu, maka Senin kita bisa bikin festival dengan tema budaya lokal Jember,” katanya.

    “Pada hakikatnya, JFC adalah sebuah modal penting bagi kita, termasuj budaya-budaya lokal di Jember, adalah modal penting bagi kita untuk meningkatkan pariwisatam meningkatkan wisatawan yang datang ke Kabupaten Jember,” kata Fawait.

    Menurut Fawait, daerah yang maju dicirikan dengan banyaknya wisatawan yang datang. Dia kemudian membandingkan jumlah wisatawan pada era pemerintahan Bupati Faida dengan Bupati Hendy Siswanto.

    “Pada zaman Ibu Faida pada 2019, wisatawan kita sudah tembus satu juta orang. Tapi hari ini, justru wisatawan kita masih di bawah satu juta. Tentu ini PR kita bersama. Saya dan Pak Djoko menyiapkan strategi, salah satunya bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kami juga akan bersinergi dengan Pak Prabowo, ketua umum saya, Presiden Republik Indonesia yang saat jadi capres nomor urut dua,” kata Fawait.

    Setali tiga uang, Hendy Siswanto, calon bupati petahana, juga memuji peran JFC yang membantu Jember keluar dari krisis ekonomi pasca pandemi pada 2021. “Salah satu strategi kami adalah JFC. JFC adalah lokomotif penggerak ekonomi Jember,” katanya.

    Gara-gara JFC, Pemkab Jember memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk jumlah pelaku usaha mikro kecil menengah yang berjualan di sepanjang jalan pada saat pergelaran tersebut. Bupati Hendy Siswanto juga menerima penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia Pusat yang diserahkan Presiden Joko Widodo dalam peringatan Hari Pers Nasional 2024.

    Hendy menyebut penggunaan bahan daur ulang untuk pembuatan kostum JFC adalah kearifan lokal masyarakat Jember. “Ke depan JFC akan menjadi lokomotif yang lebih dahsyat lagi untuk membawa Jember menjadi minipolitan yang menyejahterakan masyarakat,” katanya.

    “Artinya kalau ngomong Jember Fashion Carnaval, kami adalah orang pertama yang mengucapkan kamsiya, matur sakalangkong, karena dengan JFC ini kita bisa hadir. UMKM bangkit, dan tentunya kita bahagia bersama dengan JFC,” kata Hendy.

    Fawait berterima kasih kepada Hendy atas upaya untuk mengembangkan JFC. “Tapi ke depan, kami akan berupaya bagaimana JFC lebih baik lagi,” katanya.

    “Caranya bagaimana? Kita ingin mengajak orang-orang di Jember, pelaku-pelaku, termasuk pengurus JFC dan stakeholder budaya dan seni, kita belajar langsung ke Brasil, kita antarkan ke sana oleh bupati dan wakil bupati,” kata Fawait.

    Fawait ingin Jember dan JFC belajar ke Brasil yang berhasil mengembangkan karnaval level dunia. “Untuk meningkatkan pariwisata dan wisatawan ke Jember, perlu good will. Selama beberapa tahun ini belum ada kebijakan atau investasi di sektor pariwisata,” katanya.

    Fawait menyebut, ada investasi sektor pariwisata sebesar Rp 9 miliar pada masa kepemimpinan Bupati Faida. “Tapi hari ini belum pernah ada. Maka wajar jumlah wisatawan kita turun. Saat wisatawan di Banyuwangi naik, di Jawa Timur naik, di Jember justru wisatawan turun,” katanya.

    Fawait berjanji memberikan insentif kepada para pelaku budaya, seni, dan petugas pariwisata. “Anaknya kita kasih beasiswa, orangnya kita kasih BPJS gratis, BPJS Ketenagakerjaan, dan insentif lainnya,” katanya.

    Muhammad Fawait dan Djoko Susanto diusung dan didukung tujuh partai parlemen dan delapan partai non parlemen. Sementara lawan mereka, \Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman, diusung PDI Perjuangan. [wir]

  • Buka Debat Pilkada Jember, Cabup Hendy Siswanto Singgung Daster

    Buka Debat Pilkada Jember, Cabup Hendy Siswanto Singgung Daster

    Jember (beritajatim.com) – Hendy Siswanto, calon bupati petahana nomor urut 1, menjelaskan perlunya keberpihakan terhadap kaum perempuan, dalam pidato pembuka debat antar pasangan calon kepala daerah putaran ketiga, di Hotel Cempaka Hill, Sabtu (23/11/2024) malam.

    Tema utama debat adalah strategi pemajuan budaya dan ketahanan sosial di Kabupaten Jember, dengan subtema debat kearifan lokal, keadilan gender, ekonomi kreatif, dan pembentukan karakter.

    Dalam kesempatan itu, Hendy lebih banyak bicara soal kebijakan yang berpihak dan berdampak terhadap kaum perempuan dan anak. “Dalam hal kesetaraan gender, kami sudah memfasilitasi upaya merawat kesetaraan peluang antara lelaki dan perempuan, termasuk di birokrasi di mana 54 persen ASN adalah kaum hawa,” katanya.

    Selama memimpin Jember, Hendy juga telah mendorong pelaku usaha mikro kecil menengah yang mayoritas perempuan untuk terus berkembang melalui fasilitasi pelatihan. “Kami konsisten mengadvokasi dan mendampingi perempuan dan anak korban kekerasan dalam rumah tangga,” katanya.

    Hendy menegaskan, bahwa Jember sudah menjadi kabupaten ramah anak dengan berkurangnya jumlah pernikahan anak setiap tahun sejak 2021.

    Program kesehatan gratis Jember Pasti Keren juga banyak membantu kaum perempuan. “Program kesehatan gratis J-Pasti Keren melindungi keluarga miskin dari kesulitan biaya berobat. Emak emak tak hanya butuh daster gratis, tapi juga kebijakan yang melindungi keluarga mereka,” kata Hendy.

    Pembangunan infrastruktur jalan di Bandealit yang termasuk kawasan Taman Nasional Meru Betiri, menurut Hendy, tak hanya mendongkrak ekonomi warga setempat, namun juga membuka akses informasi untuk menurunkan angka pernikahan anak.

    Sementara itu untuk generasi muda, Hendy-Firjaun membuka ruang untuk meluapkan minat dan daya kreatif di sejumlah ruang publik seperti alun-alun, J-Klab, dan ruang terbuka hijau.

    “Untuk pekerja migran Indonesia, kami sudah membuat MOU (nota kesepahaman) dengan Pemerintah Provinsi Jatim dan kementerian untuk penguatan pekerja migran asal Jember,” kata Hendy.

    Hendy-Firjaun diusung PDI Perjuangan. Sementara lawan mereka, pasangan calon nomor urut 2, Muhammad Fawait dan Djoko Susanto diusung dan didukung tujuh partai parlemen dan delapan partai non parlemen. [wir]

  • Ahmad Silahuddin, Anak Cabup Jombang Mundjidah Dipanggil KPK

    Ahmad Silahuddin, Anak Cabup Jombang Mundjidah Dipanggil KPK

    Jombang (beritajatim.com) – Ahmad Silahudin alias AS, anggota DPRD Jatim 2019-2024 dipanggil oleh KPK (Komisi Pemberantas Korupsi) pada Selasa, 12 November 2024. Dia dipanggil guna dimintai keterangan sebagai saksi dugaan korupsi dana hibah untuk kelompok masyarakat (pokmas) dari APBD Provinsi Jawa Timur 2021-2022.

    AS tidak sendiri. Politikus PPP ini dipanggil bersama belasan eks anggota DPRD Jatim lain. Di antaranya, Ketua Badan Kehormatan DPRD Jawa Timur Periode 2019-2024 Agus Wicaksono, Ketua Komisi B DPRD Jatim periode 2019-2024 Alyadi, dan Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jatim periode 2019-2024 Abdul Halim.

    Kemudian anggota DPRD Jawa Timur periode 2019 sd 2024, Agung Mulyono, Ahmad Hilmy, Aufa Zhafiri, Blegur Prijanggono, Fauzan Fuadi, Hasan Irsyad, Heri Romadhon, Muhamad Reno Zulkarnaen, Muhammad Fawait, Priasmoro, Sri Untari, Suyatni, dan Wara Sundari Renny Pramana.

    “Hari in penyidik memanggil untuk diperiksa AW (Ketua Badan Kehormatan DPRD Jawa Timur Periode 2019 sd 2024), AH (Ketua Komisi C DPRD Prov Jatim periode 2019-2024 dari Fraksi Gerindra), AM (Anggota DPRD Jawa Timur Periode 2019 sd 2024), serta A (Ketua Komisi B DPRD Prov Jatim periode 2019-2024 dari Partai PKB),” ujar Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika saat dikonfirmasi, Selasa (12/11/2024).

    Selain itu, BP (Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 sd 2024, Ketua Fraksi Golkar), SU (Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 sd 2024), FF (Anggota DPRD Jawa Timur Periode 2019 sd 2024, Ketua Fraksi PKB), AS (Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 sd 2024), serta HI (Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 sd 2024).

    Kemudian, HR (Ketua Fraksi PAN DPRD Prov Jatim periode 2019-2024), MRZ (Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur 2019 -2024 / Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Jawa Timur) WSR (Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 sd 2024), dan MF (Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur 2014-2019 dan 2019-2024).

    Selanjutnya, SP (Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 sd 2024), AH (Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 sd 2024), dan AZ (Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 sd 2024).

    Tessa tidak menjelaskan perihal materi pemeriksaan terhadap para saksi. “Pemeriksaan dilakukan BPKP Perwakilan Prov. Jatim Jl. Raya Bandara Juanda No. 38 Kab. Sidoarjo, Prov. Jawa Timur,” katanya.

    Sebelumnya, pada Senin (11/11/2024), KPK juga memeriksa anggota DPRD Jawa Timur periode 2019—2024. Mereka adalah Achmad Amir Alsichin, Adam Rusydi, Aditya Halidra Faridzky, Agatha Retnosari, Agung Supriyanto, dan Ahmad Athoillah.

    Dari penelusuran, Ahmad Silahuddin alias AS merupakan warga dari Kabupaten Jombang. AS adalah anak dari Bupati Jombang periode 2018-2023 Mundjidah Wahab. Mundjidah maju lagi sebagai Cabup dalam Pilkada 2024. Wartawan sudah berupaya menghubungi AS melalui nomor ponselnya guna konfirmasi. Hanya saja, tak dijawab. [suf]

  • 17 Anggota DPRD Jawa Timur Dipanggil KPK

    17 Anggota DPRD Jawa Timur Dipanggil KPK

    JABAR EKSPRES – 17 anggota DPRD Provinsi Jawa Timur periode 2019-2024 dipanggil tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam penyidikan dugaan korupsi dana hibah untuk kelompok masyarakat (pokmas) dari APBD Provinsi Jawa Timur 2021-2022.

    ‘’Pemeriksaan di Kantor BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Timur atas nama M, FWY, MS, BW HAW, AH, AM, A, BP, SU, FF, HAS, HMSI, MHR, MRZ, WSR, MF, SPM, AH, dan AZ,’’ kata Juru Bicara KPK Tessa Mahardika dikutip dari ANTARA, Rabu (13/11).

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, dari beberapa nama yang disebutkan di atas, 17 diantaranya adalah anggota DPRD Jawa Timur periode 2019-2024 yaitu Ketua Badan Kehormatan DPRD Jawa Timur periode 2019-2024 Agus Wicaksono, Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jatim periode 2019-2024 Abdul Halim, dan Ketua Komisi B DPRD Jatim periode 2019-2024 Alyadi.

    BACA JUGA: Warga DKI Jakarta Siap-Siap Terima Bansos KLJ dan KAJ Tahap 4, Ini Jadwal Pencairannya

    Kemudian anggota DPRD Jawa Timur periode 2019-2024 Agung Mulyono, Blegur Prijanggono, Sri Untari, Fauzan Fuadi, Achmad Silahudin, Hasan Irsyad, Heri Romadhon, Muhamad Reno Zulkarnaen, Wara Sundari Renny Pramana, Muhammad Fawait, Suyatni, Priasmoro, Ahmad Hilmy, dan Aufa Zhafiri.

    Tidak hanya itu, KPK juga memanggil staf Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Timur Tahun 2019-2024 Bagus Wahyudono dan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Situbondo Sentot Sugiyono.

    Diketahui, KPK pada hari Jumat, 21 Juli 2024 telah menetapkan 21 orang tersangka dalam pengembangan penyidikan dugaan korupsi suap pengurusan dan hibah untuk kelompok masyarakat (pokmas) dari APBD Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2021-2022.

    BACA JUGA: Masa Kerja PPPK Berdasarkan Kontrak atau Bisa Sampai Pensiun? Ini Penjelasannya!

    Tessa mengatakan untuk nama tersangka dan perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh para tersangka akan disampaikan pada waktunya jika penyidikan dianggap cukup.

    Tessa menambahkan, dari 21 orang tersangka tersebut, empat orang di antaranya ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dan 17 orang lainnya sebagai tersangka pemberi suap.

    Dari empat tersangka penerima suap, Tessa mengatakan, tiga orang merupakan penyelenggara negara, sementara untuk satu orang lainnya merupakan staf dari penyelenggara negara.

  • Ahmad Silahuddin, Anak Cabup Jombang Mundjidah Dipanggil KPK

    KPK Periksa Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Periode 2019-2024

    Jakarta (beritajatim.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pengembangan penyidikan dugaan korupsi dana hibah untuk kelompok masyarakat (pokmas) dari APBD Provinsi Jawa Timur 2021-2022. Hari ini, KPK memeriksa 17 anggota DPRD Jawa Timur periode 2019-2024.

    Mereka adalah Ketua Badan Kehormatan DPRD Jawa Timur Periode 2019-2024 Agus Wicaksono, Ketua Komisi B DPRD Jatim periode 2019-2024 Alyadi, dan Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jatim periode 2019-2024 Abdul Halim.

    Kemudian anggota DPRD Jawa Timur periode 2019 sd 2024 Achmad Sillahudin, Agung Mulyono, Ahmad Hilmy, Aufa Zhafiri, Blegur Prijanggono, Fauzan Fuadi, Hasan Irsyad, Heri Romadhon, Muhamad Reno Zulkarnaen, Muhammad Fawait, Priasmoro, Sri Untari, Suyatni, dan Wara Sundari Renny Pramana.

    “Hari in penyidik memanggil untuk diperiksa AW (Ketua Badan Kehormatan DPRD Jawa Timur Periode 2019 sd 2024), AH (Ketua Komisi C DPRD Prov Jatim periode 2019-2024 dari Fraksi Gerindra), AM (Anggota DPRD Jawa Timur Periode 2019 sd 2024), A (Ketua Komisi B DPRD Prov Jatim periode 2019-2024 dari Partai PKB), BP (Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 sd 2024, Ketua Fraksi Golkar), SU (Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 sd 2024), FF (Anggota DPRD Jawa Timur Periode 2019 sd 2024, Ketua Fraksi PKB), AS (Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 sd 2024), HI (Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 sd 2024), HR (Ketua Fraksi PAN DPRD Prov Jatim periode 2019-2024), MRZ (Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur 2019 -2024 / Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Jawa Timur) WSR (Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 sd 2024), MF (Anggota DPRD Provinsi jawa Timur 2014-2019 dan 2019-2024), SP (Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 sd 2024), AH (Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 sd 2024), dan AZ (Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 sd 2024),” ujar Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (12/11/2024).

    Tessa tidak menjelaskan perihal materi pemeriksaan terhadap para saksi. “Pemeriksaan dilakukan BPKP Perwakilan Prov. Jatim Jl. Raya Bandara Juanda No. 38 Kab. Sidoarjo, Prov. Jawa Timur,” katanya.

    Sebelumnya, pada Senin (11/11/2024), KPK juga memeriksa anggota DPRD Jawa Timur periode 2019—2024. Mereka adalah Achmad Amir Alsichin, Adam Rusydi, Aditya Halidra Faridzky, Agatha Retnosari, Agung Supriyanto, dan Ahmad Athoillah. [hen/but]

  • Keponakan Prabowo Kampanyekan Khofifah dan Fawait di Jember, Sampaikan Pesan Presiden soal ini
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        9 November 2024

    Keponakan Prabowo Kampanyekan Khofifah dan Fawait di Jember, Sampaikan Pesan Presiden soal ini Regional 9 November 2024

    Keponakan Prabowo Kampanyekan Khofifah dan Fawait di Jember, Sampaikan Pesan Presiden soal ini
    Tim Redaksi
    JEMBER, KOMPAS.com
    – Keponakan
    Presiden Prabowo Subianto
    ,
    Rahayu Saraswati
    , mengunjungi Kabupaten
    Jember
    , Jawa Timur, pada Jumat (8/11/2024).
    Kunjungan ini dilakukan dalam rangka apel sholawat kebangsaan yang dihadiri oleh calon wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak dan calon bupati Jember
    Muhammad Fawait
    di Desa Tegalrejo, Kecamatan Mayang.
    Dalam kesempatan tersebut, Rahayu menyampaikan bahwa kedatangannya mewakili Presiden Prabowo untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat Jawa Timur dan Jember.
    “Beliau titip, kepada bapak ibu sekalian, untuk memberikan kesempatan kepada kader terbaik Partai Gerindra, yang akan maju menjadi Bupati Jember,” ujar Rahayu, di lokasi, Jumat.
    Rahayu juga menekankan pentingnya keselarasan antara program pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
    Ia mengajak warga untuk memilih calon gubernur dan bupati yang sejalan dengan visi pemerintah pusat.
    “Kemarin kita pilih presiden nomor 2, maka pada 27 November nanti, pilih nomor dua, gubernurnya nomor dua, bupatinya nomor dua,” terang dia.
    Ia menegaskan dukungan penuh terhadap pasangan calon
    Khofifah Indar Parawansa
    -Emil Dardak di Pilgub Jatim dan pasangan Fawait-Djoko di
    Pilkada Jember
    .
    “Kita berharap pilihan pak Prabowo ini bisa didukung, karena kita mau program-program, visinya pak Prabowo ini didukung dengan baik,” ujar Rahayu.
    Sementara itu, Calon Bupati Jember Muhammad Fawait menekankan pentingnya dukungan pemerintah pada sektor pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
    Ia menyampaikan bahwa petani masih mengalami kesulitan dalam mendapatkan pupuk subsidi.
    “Jika kami diberi kesempatan memimpin Jember, Insya Allah petani tidak akan kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi lagi,” ucap dia.
    Fawait juga memiliki rencana untuk membeli pupuk nonsubsidi dan menjualnya dengan harga subsidi, dengan tujuan agar masyarakat Jember, khususnya petani, tidak bingung dalam mencari pupuk untuk pertaniannya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Gerindra Janjikan Kesetaraan dalam Koalisi Pilkada Jember

    Gerindra Janjikan Kesetaraan dalam Koalisi Pilkada Jember

    Jember (beritajatim.com) – Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) berkomitmen menjalin kerja sama yang setara dengan semua partai politik dalam pemilihan kepala daerah di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

    “Pesan dari ketua umum kami (Prabowo Subianto), utamakan koalisi di tingkat nasional dan koalisi di tingkat provinsi. Nanti semuanya akan kami rangkul,” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerindra Jember Ahmad Halim, ditulis Kamis (9/5/2024).

    Gerindra akan mengusung calon bupati sendiri, yakni Muhammad Fawait, karena memiliki 10 kursi DPRD Jember berdasarkam pemilu tahun ini. “Soal calon wakil bupati, tidak ada yang tidak mungkin, dalam membangun komunikasi,” kata Halim.

    Kendati memiliki jumlah kursi terbesar di DPRD Jember, Halim menjanjikan kesetaraan dalam koalisi nantinya. “Partai Gerindra akan selalu pada posisi duduk sama rendah, berdiri sama tinggi. Posisi kami sama,” katanya.

    Posisi kerja sama setara ini, menurut Halim, bisa dilihat selama ini di DPRD Jawa Timur selama sepuluh tahun Fawait menjabat legislator.

    Salah satu partai yang bakal diajak berkoalisi oleh Gerindra adalah Partai Golongan Karya yang memiliki enam kursi. Bersama Fawait dan jajaran pengurus Gerindra, Halim sudah beranjangsana ke kantor Dewan Pimpinan Daerah Partai Gollkar Jember, Senin (6/5/2024) lalu. “Saya yakin teman-teman Golkar bisa terus bekerja sama dalam Pilkada 2024,” katanya

    Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Gollkar Jember Karimullah Dahrujiadi menyambut baik ajakan tersebut. “Arahan Ketua Umum Partai Golkat Bapak Airlangga (Hartarto) juga jelas, bahwa membangun Koalisi Indonesia Maju jadi prioritas. Mudah-mudahan terwujud di Jember,” katanya.

    Karimullah menyebut tekad koalisi ini sebagai tekad baik. Apalagi Fawait sudah memberikan paparan visi dan misi di hadapan pengurus Golkar Jember. “Visi dan misi Gus Fawait akan menjadi bahan penilaian dan penajaman untuk disampaikan ke Dewan Pimpinan Pusat,” katanya. [wir]