Jember (beritajatim.com) – Tulus Madiyono, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Kabupaten Jember, Jawa Timur, ngunduh mantu di Pendapa Wahyawibawagraha, Kabupaten Jember, Sabtu (10/1/2026), tanpa dipungut biaya sewa.
Tulus adalah salah satu pendukung Bupati Muhammad Fawait saat pemilihan kepala daerah. Resepsi pernikahan putrinya Izzatun Nisa’ Fitdausi dengan Ridza Kalimanto digelar di lantai dua pendapa pada pukul 11.00 hingga 14.00 WIB.
Lantai dua pendapa biasa digunakan untuk acara-acara seremonial kenegaraan. Wartawan sempat kesulitan untuk masuk ke lokasi resepsi, karena dicegat petugas pengamanan dalam.
Sutrisno, wartawan Kliktimes.com, sudah menjelaskan identitasnya. “Kami sudah izin Kepala Bagian Umum Pak Hisyam,” katanya.
Namun, menurut Sutrisno, petugas tersebut justru balik bertanya. “Siapa Pak Hisyam?”
Hisyam Wahyu Aditya, Kepala Bagian Umum & Protokol Komunikasi Pimpinan Pemkab Jember, mengatakan, ada permohonan resmi untuk menggunakan pendapa. “Kemudian ditindaklanjuti dan diujicobakan sebagai salah satu strategi ke depan untuk meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah),” katanya.
Hisyam menegaskan izin penyelenggaraan pernikahan oleh masyarakat umum di pendapa hanya bersifat uji coba. “Dipastikan juga bahwa dari kami tidak ada support dalam bentuk apapun, baik dalam bentuk makanan, gardening, tidak ada. Semuanya dari pihak yang mempunyai acara. Tidak ada dari kami. Bahkan di (lantai) bawah yang biasanya ada makanan untuk tamu, hari ini kami stop,” katanya.
Hisyam mengatakan penggunaan pendapa untuk acara ngunduh mantu tersebut tak dipungut biaya alias gratis. “Kami hanya menyiapkan protokoler untuk mensterilkan area (lantai) bawah. Tidak boleh ada tamu yang ke (ruang) bawah, karena itu area bupati,” katanya.
Bagaimana dengan biaya listrik pendapa yang digunakan acara ngunduh mantu tersebut? “Tagihan listrik adalah untuk penggunaan di pendapa selama satu bulan. Kan tidak bisa dihitung per hari, kemudian kita memungut dari sana,” kata Hisyam.
Rencananya, tidak hanya pendapa yang diujicobakan untuk disewakan. Menurut Hisyam, akan ada kajian untuk menambah pendapatan dari pemanfaatan aset milik Pemkab Jember lainnya seperti J-Klab.
Pendapa menjadi objek uji coba pertama karena dinilai memiliki daya jual. “Nantinya setelah hasil kajian muncul, paket kebijakannya apa, apakah perlu peraturan bupati, apakah perlu perubahan perda, itu dikaji oleh tim, bukan kami,” kata Hisyam.
Kebijakan itu nantinya tak hanya mengatur harga sewa, namun juga alur permohonan perizinan dan bahkan kapasitas jumlah tamu yang diundang.
Selain pendapa, menurut Hisyam, rumah dinas sekretaris daerah di Perumahan Gunung Batu sudah dikaji untuk dimanfaatkan. “Apakah mau dijadikan guest house atau mau dimanfaatkan lagi untuk rumah dinas, saat ini tim sedang mengkaji,” katanya.
Masyarakat juga bisa menggunakan videotron raksasa di alun-alun Jember Nusantara. “Kami tidak memungut apapun. Silakan, boleh Karena operatornya dari Diskominfo, harus berkoordinasi dengan mereka,” kata Hisyam.
Sebenarnya bukan sekali ini saja Pendapa Wahyawibawagraha menjadi lokasi resepsi pernikahan. Dua belas tahun silam, tepatnya 6 Juli 2012, Bupati MZA Djalal mengizinkan pendapa menjadi lokasi resepsi pernikahan artis Anang Hermansyah dan Ashanty. Acara itu disiarkan stasiun televisi swasta RCTI. [wir]









