Tag: Muhammad Farhan

  • Farhan Minta Camat hingga Ketua RT di Kaki Gunung Manglayang Beri Peringatan kepada Warga Sebelum Hujan di Kawasan Utara Bandung
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        7 April 2025

    Farhan Minta Camat hingga Ketua RT di Kaki Gunung Manglayang Beri Peringatan kepada Warga Sebelum Hujan di Kawasan Utara Bandung Bandung 7 April 2025

    Farhan Minta Camat hingga Ketua RT di Kaki Gunung Manglayang Beri Peringatan kepada Warga Sebelum Hujan di Kawasan Utara Bandung
    Tim Redaksi
    BANDUNG, KOMPAS.com

    Wali Kota Bandung
    , Muhammad Farhan, meninjau daerah Sukagalih, Ujungberung, Kota Bandung pada Senin (7/4/2025).
    Kunjungan ini dilakukan setelah wilayah tersebut mengalami banjir akibat hujan deras yang mengguyur Kota Bandung selama dua hari berturut-turut.
    Meskipun banjir cepat surut, air sempat merendam rumah-rumah di pemukiman padat penduduk.
    Farhan menjelaskan bahwa banjir tersebut disebabkan meluapnya aliran sungai di tengah pemukiman warga, yang berasal dari kawasan Bandung Utara, tepatnya dari
    Gunung Manglayang
    .
    Ia menambahkan bahwa aliran sungai menyempit akibat pembangunan yang dilakukan di sekitar aliran sungai, sehingga mengurangi daya tampungnya saat hujan.
    “Ini kondisi sebetulnya atau kondisi khas ketika daerah aliran sungai yang harusnya clear, diisi oleh perumahan, pemukiman,” kata Farhan saat ditemui setelah kunjungan.
    Wali Kota menegaskan bahwa pihaknya tidak dapat segera melakukan penataan kawasan pemukiman dan harus mempersiapkan langkah-langkah yang matang dan panjang.
    Ia menginstruksikan pejabat kewilayahan, mulai dari camat, lurah, ketua RW hingga ketua RT, memantau kondisi Gunung Manglayang dan memperingatkan warga agar menyelamatkan barang-barang mereka sebagai langkah antisipasi jika terjadi banjir.
    “Dalam waktu dekat kita hampir tidak mungkin melakukan penataan pemukiman.”
    “Yang bisa kita lakukan sekarang adalah kalau lihat Gunung Manglayang sudah tertutup awan dan mau hujan, maka saatnya kewilayahan, kelurahan, RW, semuanya saling memberikan informasi ke warga titik-titik rawan yang terdampak untuk bersiap-siap mengungsikan barang dan diri,” ujarnya.
    Farhan juga menekankan bahwa langkah
    mitigasi bencana
    harus diambil oleh seluruh pejabat daerah yang berada di kaki Gunung Manglayang.
    “Yang bisa kita lakukan saat ini adalah mitigasi bencana, hanya itu,” ujarnya.
    Salah satu langkah yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah banjir di kawasan Kaki Gunung Manglayang, menurut Farhan, adalah normalisasi kawasan Bandung Utara termasuk Gunung Manglayang.
    Namun, ia menekankan bahwa hal ini memerlukan kolaborasi antara pemerintah daerah.
    “Kalau memang harus kita normalisasi maka kami mendorong dilakukannya koordinasi antara kota kabupaten bersama dengan Pak Gubernur,” tandasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Overflow jadi Biang Kerok Banjir Gedebage, Solusi Belum Tercapai

    Overflow jadi Biang Kerok Banjir Gedebage, Solusi Belum Tercapai

    JABAR EKSPRES – Banjir yang merendam kawasan Gedebage, Kota Bandung, hingga saat ini masih belum menemukan solusi yang efektif.

    Wilayah Timur Kota Kembang ini telah sering dilanda banjir dalam dua bulan terakhir, mengganggu kehidupan sehari-hari warganya.

    Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa penyebab utama banjir di Gedebage adalah ketidakmampuan sungai Cisaranten untuk menampung debit air yang melimpah.

    Akibatnya, air meluap (overflow) dan menggenangi sejumlah wilayah Gedebage serta sekitarnya.

    BACA JUGA: Tinjau Lokasi Banjir Lumpur di Pasiringkik, Bupati Dony Berikan Bantuan kepada Warga 

    “Kalau masalah banjir di Gedebage sebetulnya masalah utamanya adalah adanya overflow atau jumlah air di Cisaranten yang meluap,” kata Farhan, Senin (7/4/2025).

    Selain itu, debit air juga diperburuk oleh kiriman air dari daerah hulu di Manglayang. Sementara itu, sungai Citarum, yang menjadi tempat bermuaranya Cisaranten, tidak mampu menampung volume air yang sangat besar.

    “Sungai Cisaranten meluap itu terjadi karena hujan besar di daerah Manglayang di atas sana. Sedangkan Citarum sebagai tempat bermuaranya Cisaranten itu kemudian juga meluap tidak bisa menampung, jadi luapan sungai ini memang banjir kemana mana,” ucapnya.

    Farhan juga menyampaikan bahwa pembangunan kolam retensi bukanlah solusi instan yang mudah diterapkan. Kolam retensi yang ada saat ini memiliki kapasitas terbatas, sehingga pihaknya tengah mencari cara baru untuk menampung lebih banyak air.

    BACA JUGA: Antisipasi Urbanisasi, Disdukcapil Kota Bandung Buka Posko Pendataan Masyarakat di Terminal Cicaheum

    “Jadi kolam retensi tentu saja tidak semudah yang kita harapkan, kolam itu kecil-kecil kapasitasnya, jadi kita sekarang sedang berpikir untuk membuat sodetan-sodetan di beberapa titik sungai,” ujarnya.

    Namun, untuk merealisasikan pembangunan sodetan tersebut, Farhan menjelaskan bahwa kerjasama dengan Balai Besar Wilayah Sungai dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sangat diperlukan, serta izin yang harus diperoleh terlebih dahulu.

    “Kita harus mendapatkan izin dan kerjasama dengan balai besar di wilayah sungai dari Kementerian PU,” pungkasnya. (Dam)

  • Pemkot Bandung Kecolongan, Pungli di Bonbin Masih Terjadi!

    Pemkot Bandung Kecolongan, Pungli di Bonbin Masih Terjadi!

    JABAR EKSPRES – Pemberantasan pungutan liar (Pungli) di Kebun Binatang Bandung kembali terjadi, ketika tempat rekreasi itu sedang banyak dikujungi wisatawan yang menikmati liburan lebaran Idul Fitri.

    Meski wali Kota Bandung Muhammad Farhan sebelumnnya sudah berjanji akan menempatkan Satgas anti Premanisme, Pungli di Kebun Binatang ternyata masih luput dari pantauan petugas.

    BACA JUGA: Kawasan Lembang Diserbu Wisatawan, Kemacetan Parah Terjadi !

    Salah satu korban warga Kabupaten Bandung bernama Udin, 22 tahun mengaku, menjadi korban praktik pungli yang dilakukan oleh oknum warga setempat.

    Udin kala itu bersama keluarganya bermaksud mengunjungi kebun binatang Bandung zoo bersama keluarga. Akan tetapi karena area parkir penuh, Udin terpaksa memarkirkan kendaraannya di luar area parkir.

    BACA JUGA: Wali Kota Bandung Siapkan Satgas Anti Premanisme, 9 Titik jadi Fokus Penindakan!

    ‘’Area parkir penuh, saya memutuskan memarkir kendaraannya di luar area resmi,’’ ujar Udin.

    Akan tetapi, tidak begitu lama kendaraannya dihampiri oleh seorang pria sambil menawarkan masker dan meminta biaya parkir kepada pengunjung.

    Untuk masker, pengunjung diwajibkan membeli dengan harga Rp 5 ribu sedangkan tarif parkir kendaraan diminta dengan harga Rp 20 ribu.

    BACA JUGA: Pembangunan Sekolah Rakyat Dinilai Merugikan dan Bibit Driskiminasi Baru

    ‘’Jadi totalnya Rp25 ribu, parkir sama masker, jadi berasa beli es kopi,” keluh Udin.

    Menurut Udin pengunjung lain mengalami hal serupa, aksi pungli tersebut dilakukan oleh sekelompok masyarakat dengan alasan sudah sesuai ketentuan. Seban, di dalam kebun binatang sedang ada animal show.

    Meski diwajibkan mengenakan masker, di pintu masuk kebun binatang tidak ada pemeriksaan tubuh dan terkesan kewajiban untuk membeli masker hanya mengada-ngada.

    BACA JUGA: Marak Pungli dan Parkir Liar di Puncak Bogor, Dishub Lakukan Patroli

    Sementara itu, menanggapi masih maraknya parkir liar dikawasan Kebun Bindatang Kota Bandung, Kepala Dinas Perhubungan Asep Kuswara mengklaim, pihaknya telah melakukan penindakan keberadaan parkir liar.

    “Kami sudah menindak para pelaku pungli di Bunbin,” cetus Asep Kuswwara ketika dikonfirmasi wartawan.

    BACA JUGA: 11 Pelaku Pungli Pasar Induk Caringin Diperiksa di Polrestabes Bandung

  • Okupansi Hotel Turun saat Lebaran, Wali Kota Bandung Khawatir PAD Pariwisata Terpengaruh

    Okupansi Hotel Turun saat Lebaran, Wali Kota Bandung Khawatir PAD Pariwisata Terpengaruh

    JABAR EKSPRES – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan pesimis, sektor pariwisata tak mampu bekerja optimal tingkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Kembang dari biasanya.

    “Kelihatannya dari pariwisata akan turun, tapi mudah-mudahan terkompensasi dari pajak,” kata Farhan, Kamis (3/4).

    Hal tersebut mulai terlihat dari menurunnya tingkat okupansi hotel di Kota Bandung dibanding dengan tahun 2024.

    Diakuinya, hal ini perlu jadi perhatian serius mengingat akan berdampak pada PAD Kota Kembang Tahun 2025.

    “Okupansinya tidak setinggi tahun lalu, agak rendah sedikit ya, ini memang agak mengkhawatirkan. Buat saya ini warning yang sangat perlu kita perhatikan,” ujarnya.

    BACA JUGA: Volume Kendaraan Meningkat, Polisi Lakukan One Way di Jalur Nagreg 

    Farhan mengaku, pihaknya akan menyiapkan langkah strategis guna peningkatan wisata di Kota Bandung.

    Menurutnya, Target PAD dari sektor pariwisata harus tetap tercapai, meskipun ada penurunan jumlah wisatawan yang menginap di hotel.

    “Masuk H+8 kita harus sudah mulai melakukan strategi-strategi peningkatan kunjungan wisata kita yang akan dievaluasi setiap minggu,” ucapnya

    “Karena kunjungan wisatawan harus diukur setiap minggu,” tambahnya.

    Selain itu, segala kesiapan infrastruktur penunjang parawisata pun telah pihaknya siapkan.

    BACA JUGA: Whoosh Layani 210 Ribu Penumpang Selama Libur Lebaran 2025

    Mulai dari infrastruktur jalan, hingga penguraian kemacetan yang berkordinasi langsung dengan pihak kepolisian.

    Maka dari itu, lanjut Farhan, dirinya memastikan wisatawan yang berkunjung ke Kota Bandung nyaman dan aman. Apalagi apalagi Bandung masih menjadi primadona sebagai tujuan tempat wisata.

    “Pemkot pastikan Kota Bandung aman dan nyaman bagi wisatawan yang menghabiskan waktu liburnya,” pungkasnya. (Dam).

  • Urbanisasi Pasca-Mudik Lebaran, Pemkot Bandung Bakal Sisir Warga Pendatang Baru

    Urbanisasi Pasca-Mudik Lebaran, Pemkot Bandung Bakal Sisir Warga Pendatang Baru

    Liputan6.com, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan melakukan langkah antisipatif untuk menghadapi lonjakan pendatang baru yang berpotensi meningkatkan urbanisasi pascamudik Lebaran 2025. Salah satunya, dengan melakukan penyisiran ke sejumlah tempat.

    Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menilai urbanisasi tersebut selalu terjadi setiap tahunnya. Pihaknya pun mengeklaim akan melakukan upaya pengawasan guna mengendalikan masuknya penduduk baru.

    “Berangkat dua, balik bisa lima orang. Karena itu, di setiap pintu masuk kendaraan umum, kami lakukan pemeriksaan dan pelaporan khusus, terutama terkait administrasi kependudukan,” ujar Farhan dalam keterangan tertulis pada Rabu, 2 April 2025.

    Meski upaya pengawasan dilakukan, Farhan mengakui masih adanya rembesan pendatang baru yang lolos. Maka dari itu, pihaknya juga akan melakukan penyisiran ke wilayah-wilayah yang kerap menjadi tempat penampungan pendatang baru.

    “Kami ingin memastikan bahwa arus balik berjalan lancar, termasuk dalam hal administrasi kependudukan,” ucapnya.

    Di sisi lain, Farhan menyebut Pemkot Bandung telah menyediakan posko pengawasan di sejumlah lokasi strategis seperti terminal dan stasiun. Pos pengawasan tersebut akan tersedia hingga H+7 Lebaran atau 8 April 2025.

    “Tanggal 8 nanti kita akan mulai mengevaluasi langkah-langkah ini. Kami ingin memastikan bahwa arus masuk pendatang bisa lebih terkendali demi kenyamanan warga Bandung,” tandasnya.

    Farhan menjelaskan, posko tersebut bertugas untuk menyisir pendatang baru yang tidak terdata secara resmi. Dengan demikian, lonjakan urbanisasi yang tak terkendali di Kota Bandung dapat dicegah.

    Selain itu, posko pengawasan ini akan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dan aparat kepolisian untuk mengatur kelancaran arus lalu lintas serta mengawasi potensi gangguan keamanan di titik-titik rawan.

     

    Penulis: Arby Salim

     

  • Wali Kota Bandung Siapkan Satgas Anti Premanisme, 9 Titik jadi Fokus Penindakan!

    Wali Kota Bandung Siapkan Satgas Anti Premanisme, 9 Titik jadi Fokus Penindakan!

    JABAR EKSPRES – Untuk mengantisipasi terjadinya aksi premanisme di tempat wisata, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengaku telah menyiagakan Satgas Anti Premanisme.

    Farhan mengatakan, Satgas Anti Premanisme ini akan disiagakan disejumlah titik tempat wisata pada liburan lebaran Idul Fitri tahun ini.

    Menurutnya, berdasarkan pengalaman, sejumlah tempat wisata akan menjadi daya tarik wisatawan untuk dikunjungi setelah masyarakat menjalani perayaan Hari raya Idul Fitri.

    BACA JUGA: Pendapatan Parkir Kabupaten Bandung Masih Seret, BPK Berikan Catatan Penggunaan Tapping Box

    ‘’Prediksinya Kota Bandung akan dikunjung sekitar 1 juta wisatawan,’’ ujar Farhan dalam keterangannya ketika mengunjungi Kebon Binatan Kota Bandung, Selasa, (01/04/2025).

    Peningkatan wisatawan akan terus terjadi sepanjang liburan lebaran Idul Fitri atau sampai dengan H+7 dengan perkiraan jumlah wisatawan mencapai 150 ribu per harinya.

    Untuk itu, agar wisatawan merasa aman dan nyaman, pihaknya akan memberikan pelayanan dengan menempatkan Satgas Anti Premanisme di lokasi wisata yang rawan terjadi pungutan liar (Pungli).

    BACA JUGA: Penggunaan QRIS untuk Bayar Parkir di Kota Bandung Timbulkan Masalah Baru?

    Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pemantauan kantong-kantong parkir liar yang ada di Kota Bandung yang sering dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan pungli.

    “Jadi satgas Anti premanisme salah satu tugas ya, titik rawannya adalah tempat parkir dan ini sudah mulai dilaksanakan sejak siang kemarin,” ujarnya.

    Farhan berharap, m,omentum liburan lebaran Idul Fitri juga diharapkan dapat menambah keliat ekonomi masyarakat di Kota Bandung. Terutama peningkatan okupansi hotel.

    BACA JUGA: Dishub Kota Bandung Uji Coba QRIS untuk Bayar Parkir, Efektifkah?

    Momentum Lebaran Idul Fitri ini diharapkan bisa menaikan okupansi hotel yang jauh menurun dari tahun sebelumnya. Meski begitu, Farhan mengaku belum mengetahui tingkat penurunan dari okupansi hotel itu.

    “Hotel-hotel saya lagi menunggu laporan terakhir seperti apa. Sejauh ini memang belum, okupansinya tidak setinggi tahun lalu, agak rendah sedikit ya,” ucapnya.

    Mendengar isu penurunan tingkat okupansi hotel ini, Farhan berjanji akan memberikan perhatian untuk masalah itu dengan merumuskan berbagai strategi untuk peningkatan kunjungan wisatawan.

  • Upaya Pemkot Bandung Hadapi Fenomena Urbanisasi Selapas Lebaran 2025

    Upaya Pemkot Bandung Hadapi Fenomena Urbanisasi Selapas Lebaran 2025

    JABAR EKSPRES – Urbanisasi, fenomena kultural yang bangkit lagi selepas perayaan momen Lebaran 2025 diprediksi menghampiri Kota Bandung. Sebab, berpredikat sebagai Ibu Kota Jawa Barat, kota kembang dianggap seksi bagi para pendatang guna mengadu nasib di tanah perantauan.

    Menanggapi hal ini, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyebut, pihaknya bakal mulai melakukan pengecekan di pintu-pintu masuk kota kembang mulai dari terminal, pintu tol, hingga stasiun.

    Nantinya, bagi masyarakat yang terjaring dan tak memiliki KTP Kota Bandung, bakal langsung di data oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil guna pelaporan dan permohonan justisia.

    “Kalau urbanisasi kan gini berangkat dua balik lima, memang kita juga di setiap pintu masuk kendaraan umum kita lakukan pemeriksaan dan pelaporan khusus untuk justisianya terutama untuk Dukcapilnya,” kata Farhan, Selasa (1/4).

    BACA JUGA: Bandung Diprediksi Diserbu Wisatawan pada Libur Lebaran 2025, Wali Kota Siapkan Langkah Antisipasi

    Kendati demikian, Farhan tak menampik bahwa pihaknya tidak mungkin 100 persen mampu menangani fenomena urbanisasi selama arus balik lebaran 2025.

    Maka dari itu, lanjut Farhan, kedepan pihaknya bakal melakukan penyisiran pada wilayah-wilayah yang menjadi tempat penampungan para pendatang ke Kota Bandung.

    “Tapi rembesan memang pasti masih ada saja. Jadi nanti kita juga akan melakukan penyisiran ke wilayah-wilayah yang biasanya menjadi tempat penampungan para pendatang,” ungkapnya.

    Untuk posko-posko pemantauan para pendatang sendiri, diakui Farhan, bakal terlangsung berlangsung hingga H+7 lebaran 2025.

    BACA JUGA: Hampir 50 Persen Warga Cimahi Mudik, Pemkot Perketat Keamanan Lingkungan

    “Oh ya, kalau di tempat itu (stasiun, terminal, pintu tol) sudah ada. sampai H+7 bakal tetap ada,” pungkasnya (Dam).

  • Bandung Diprediksi Diserbu Wisatawan pada Libur Lebaran 2025, Wali Kota Siapkan Langkah Antisipasi

    Bandung Diprediksi Diserbu Wisatawan pada Libur Lebaran 2025, Wali Kota Siapkan Langkah Antisipasi

    JABAR EKSPRES – Kota Bandung diprediksi jadi destinasi favorit para ploncong pada momen libur Lebaran 2025. Bahkan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menilai kota kembang bakal diserbu oleh satu juta wisatawan pada momentum tersebut.

    “Akan meledak mulai hari ini sampai H+7 perkiraan total satu juta. Jadi perkiraan per hari akan datang wisatawan antara 150 sampai 200 ribu orang,” kata Farhan, saat mengunjungi Kebun Binatang Bandung, Selasa (1/4).

    Guna menjaga citra Bandung sebagai kota yang ramah wisatawan, diakui Farhan, pihaknya telah memploting personel satuan tugas antipremanisme di lokasi-lokasi rawan pungli ataupun parkir liar di sejumlah tempat wisata kota kembang.

    BACA JUGA: Jumlah Pemudik Lebaran Turun Drastis, Daya Beli Masyarakat Anjlok?

    “Satgas Antipermanisme memang salah satu tugas ya, titik rawannya adalah tempat parkir. Sudah di handle siang kemarin,” ujarnya

    Selain itu, dirinya berharap, momentum ini bisa menaikan okupansi hotel kota kembang yang jauh menurun dari tahun sebelumnya.

    “Hotel-hotel saya lagi menunggu laporan terakhir seperti apa. Sejauh ini memang belum, okupansinya tidak setinggi tahun lalu, agak rendah sedikit ya,” ucapnya.

    “Ini memang agak mengkhawatirkan, buat saya ini warning yang sangat perlu kita perhatikan. Begitu nanti masuk H+8 kita harus sudah mulai melakukan strategi-strategi peningkatan,” tambahnya.

    BACA JUGA: PLN UID Jawa Barat Siaga Penuh, Sukses Amankan Kelistrikan Pada Idulfitri 1446 H

    Farhan menghimbau, seluruh wisatawan yang berkunjung ke Kota Bandung bisa bertanggung jawab atas sampah-sampah makanan yang dihasilkan. Terlebih, Kota Kembang saat ini tengah disibukan dengan penyelesaian sampah di tiap TPS-TPS kewilayahan.

    “Tolong sampah anda itu masukin ke dalam tempat anda sendiri, dan bawa pulang ke rumah sampahnya, karena kita sedang tidak punya tenaga, waktu dan kesempatan untuk mengurusin sampah-sampah tidak bertanggung jawab,” pungkasnya. (Dam)

  • Pemkot Bandung: PKL boleh jualan di malam takbiran hingga pukul 22.00

    Pemkot Bandung: PKL boleh jualan di malam takbiran hingga pukul 22.00

    Jam 10 malam PKL harus berhenti berjualan di malam takbiran

    Kota Bandung (ANTARA) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melakukan pembatasan waktu bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) berjualan saat malam takbiran untuk menjaga ketertiban dan kebersihan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.

    Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan keputusan ini merupakan upaya menjaga ketertiban dan kebersihan selama perayaan malam takbiran dengan membatasi PKL untuk berjualan hingga pukul 22.00 WIB.

    “Jam 10 malam PKL harus berhenti berjualan di malam takbiran,” kata Farhan di Bandung, Sabtu.

    Farhan menyampaikan hal ini juga bertujuan menghindari kerumunan yang berpotensi adanya tumpukan sampah di sekitar tempat PKL berjualan saat malam takbiran.

    “Dalam menyambut Idul Fitri 1446 Hijriah Kota Bandung harus terbebas dari tumpukan sampah,” kata dia.

    Oleh karena itu, Pemkot Bandung akan menggelar Beberesih Bandung pada malam takbiran dengan melakukan penyemprotan air yang dilakukan di 11 titik keramaian.

    Ia menyebut ke-11 titik keramaian tersebut antara lain di Jalan Diponegoro, Citarum, Pusdai, Jalan Dipatiukur, Monumen Perjuangan, Trunojoyo, Otista, Alun-Alun, Jamika, Sudirman dan Sukajadi.

    “Setelah penyemprotan akan dilakukan penyapuan serta pengangkutan sampah ke truk, seluruh kegiatan ini harus sudah selesai pada pukul pukul 01.00 WIB,” katanya.

    Farhan berharap kegiatan ini dapat diikuti seluruh komponen masyarakat, termasuk pedagang kaki lima, untuk menciptakan Kota Bandung yang bersih saat momen Idul Fitri.

    “Sebentar lagi Lebaran, Bandung akan dikunjungi wisatawan domestik. Sebagai tuan rumah yang baik kita harus memberikan kesan pertama yang baik pula kepada para tamu,” katanya.

    Pewarta: Rubby Jovan Primananda
    Editor: Risbiani Fardaniah
    Copyright © ANTARA 2025

  • Bio Farma Berangkatkan 600 Pemudik

    Bio Farma Berangkatkan 600 Pemudik

    JABAR EKSPRES – Menghadirkan kebahagiaan di Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Bio Farma melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) memberangkatkan 600 pemudik dengan total 12 bus melalui program Mudik Aman Sampai Tujuan Bersama Bio Farma 2025.

    Flag off atau Pelepasan Mudik Aman Bersama Bio Farma 2025 dilakukan pada tanggal 27 Maret 2025 di kantor pusat Bio Farma Bandung sebanyak 10 bus dan di Cibitung sebanyak 2 bus.

    Kegiatan pelepasan mudik bersama ini dihadiri oleh Walikota Bandung, Muhammad Farhan, Direktur Pemasaran Bio Farma, Kamelia Faisal, serta Camat Sukajadi, Inci Dermaga Alamsyah.

    Walikota Bandung, Muhammad Farhan saat memberikan sambutan menyampaikan rasa bangganya terhadap Bio Farma.

    “Saya sebagai Walikota Bandung bangga sekali bahwa Bio Farma, Perusahan dengan reputasi internasional menjadi bagian yang tidak terlepaskan dari warga Kota Bandung. Kami bangga punya Bio Farma dengan program TJSL-nya, terima kasih sudah mengawal sedemikian rupa sehingga menjadi kolaborasi yang harmonis” ungkap Farhan.

    “Mudik massal ini memberikan dampak yang baik kepada arus lalu lintas di jalur mudik. Semakin banyak mudik yang kolektif, kendaraan pribadi di jalan makin berkurang. Apresiasi yang sebesar-besarnya pada Bio Farma, melalui Program TJSL-nya yang telah menyelenggarakan kegiatan ini akan menjadi berkah bagi kita semua dan memberikan inspirasi bagi perusahaan lain di Kota Bandung” tutupnya.

    Direktur Pemasaran Bio Farma, Kamelia Faisal menyampaikan bahwa mudik bersama ini sudah rutin diselenggarakan Bio Farma.

    “Bio Farma telah menyelenggarakan program mudik bersama secara rutin sejak tahun 2017. Pada hari ini memang secara serentak 78 BUMN termasuk Bio Farma melaksanakan pelepasan mudik bersama. Kegiatan mudik ini merupakan bagian dari program yang diselenggarakan oleh Kementerian BUMN dengan tujuan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas dan memberikan pengalaman mudik yang aman dan nyaman bagi masyarakat” ungkap Kamelia.

    “Kami menyediakan kendaraan yang nyaman dan juga telah membekali pemudik dengan vitamin dan obat- obatan serta perbekalan makanan yang dapat dinikmati saat berbuka puasa di perjalanan. Bio Farma mengelola program TJSL dengan serius, selain mudik bersama ini, kami juga melakukan kegiatan TJSL di Bidang Lingkungan, baik kebersihan sampai penanaman pohon. Bio Farma akan memasuki usia yang ke-135 tahun dan sudah lebih dari seabad berada di Kota Bandung, doakan kami agar Bio Farma tetap sehat bertumbuh sehingga keberadaan kami di Kota Bandung dapat memberikan manfaat yang besar lagi dan lebih banyak lagi peranannya untuk masyarakat.” tambahnya.